Anda di halaman 1dari 63

Rocky Primana Tjipta Pt Martini Suryadi Luh Linda Andreyani

Latar belakang
Hewan vertebrata sistem endrokin segi anatomi persamaan dan perbedaan

sistem organ memiliki kompleksitas

organ reseptor

anatomi perbandingan

Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian system endokrin secara umum? 2. Bagaimanakah pembagian kelenjar endokrin secara umum serta hormon-hormon apa saja yang dihasilkan? 3. Bagaimankah perbandingan masing-masing kelenjar endokrin tersebut pada masing-masing kelas Vertebrata? 4. Bagaimanakah anatomi organ reseptor secara umum yang dimiliki oleh masing-masing Kelas Vertebrata? 5. Bagaimanakah perbandingan organ reseptor pada masing-masing kelas Vertebrata?

1
Apakah Sistem Endokrin itu?

Sistem Endokrin

Sistem yang tersusun oleh kelenjarkelenjar endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon

Hormon adalah Senyawa organik yang dihasilkan dalam jumlah sedikit oleh sel-sel sekretoris tertentu yang dapat mempengaruhi aktivitas sel-sel lain.

2
Kelenjar endokrin dan hormon- hormon yang dihasilkan

Kelenjar Endokrin Berdasarkan Derivatnya

1. Endokrin derivat dari Ektoderm 2.Endokrin derivat dari Mesoderm 3. Endokrin derivat dari Endoderm

1. Kelenjar pituitary
A. Neurohipofisis Terdiri dari 2 lobus yaitu : lobus posterior dan lobus neural. Lobus posterior mensintesis hormone yang disebut hormone arginin vasotosin yang ditemukan pada agnathan dan kelas cranial lain. Hormone ini merupakan antideuretik yang mencegah dehidrasi dengan mempengaruhi ginjal untuk mengatur filtrasi air dari filtrate glomerulus dengan mempengaruhi penyerapan air dari kantong urine.

Hormon yang dibebaskan oleh pituitary posterior yaitu oksitosin dan ADH (antideuretic hormone)

yang dibuat oleh hipotalamus. hormone oksitosin mempengaruhi otot uterus. Oksitosin menginduksi kontraksi otot uterus selama proses kelahiran bayi dan menyebabkan kelenjar susu mengeluarkan susu selama menyusui anak.

B. Adenohipofisis Adenohipofisis mensekresi 2 jenis hormon yaitu hormon pelepas & penghambat Adenohipofisis memiliki dua bagian penting yaitu pars intermedia dan pars distalis. Pada bagian pars intermedia disintesis hormone perangsang melanosit atau melanocyte stimulating hormone (MSH) yang dikenal dengan intermedin.

Pars distalis sering disebut lobus anterior Pada bagian ini hormone yang disintesis adalah somatotropin (growt hormone,GH) hormone perangsang tiroid (thyroidstimulating hormone, TSH) Hormon adrenokortikotropik (adrenocorticotropic hormone, ACTH) gonadotropin-follicle stimulating hormone (FSH) luteinizing hormone (LH) atau interstitial cell stimulating hormone (ICSH), dan prolaktin.

2. Kelenjar pineal (Pineal Gland)


Kelenjar

pinel mensekresikan hormone melatonin yaitu sejenis asam amino yang termodifikasi. Melatonin mengatur fungsi-fungsi yang berkaitan dengan cahaya dan musim yang ditandai dengan perubahan panjang siang hari. Karena melatonin disekresikan pada malam hari maka jumlah yang disekresikan tergantung pada panjang malam.

3. Jaringan Aminogenik dan Medula Adrenal


Kelenjar adrenal pada tetrapoda terdiri dari dua komponen yang berbeda yaitu

jaringan aminogenik yang menghasilkan noradrenalin dan adrenalin Medulla adrenal mempunyai ikatan perkembangan dan fungsional yang dekat dengan system saraf. Sel-sel sekresi medulla adrenal diturunkan dari sel-sel pial neuron (neural crest).

1. Jaringan Steroidogenik dan Korteks Adrenal


Komponen

steroidogenik berasal dari sel mesoderm yang timbul dari epithelium genital dan dari lapisan mesoderm nephrogenik bagian bawah. Korteks adrenal seperti medulla adrenal juga bereaksi terhada stress. Akan tetapi, korteks adrenal, bereaksi terhadap sinyal endokrin, bukan terhadap masukan dari saraf.

2. Gonad sebagai Organ Endokrin

Gonad berasal dari coelom epithelium

sebagai bagian dari genital medial menuju ke ginjal. Ovarium dan testes memproduksi tiga kelas hormone endokrin yaitu estrogen, androgen dan progestogen.

3. Korpus Stannius

Korpus Stannius merupakan Bagian posterior dari ginjal mesonephron yang dikelilingi oleh badan epitel berbentuk bola


Endokrin derivat dari endoderm

Endokrin derivat dari endoderm


Dibentuk dari lapisan endoderm dari embrionik pharynx /kantong pharyngeal pada seluruh kranial
Kelenjar-kelenjar : Tiroid Paratiroid Ultimobrancial Timus Pankreas Gastrointestinal

Kelenjar Tiroid
muncul sebagai evaginasi

median dari dasar pharyngeal Terdiri dari 2 lobus Menghasilkan hormon: triidotironin (T3) dan tetraidotironin (T4) atau tiroksin

Lanjutan
Berperanan dalam homeostasis,

bioenergetika meningkatkan laju konsumsi oksigen dan metabolisme seluler. Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon ini gangguan metabolisme. Pada mamalia kalsitonin: menurunkan kadar kalsium dalam darahhomeostasis kalsium.

Kelenjar Paratiroid
muncul sebagai

evaginasi dari kantong pireneal letaknya yang selalu dekat atau mengelilingi kelenjar tiroid Sekresi hormon paratiroid (PTHyang berlawanan dengan hormon kalsitonin

Kerja PTH
Meningkatkan Ca2+ darah

melepaskan Ca2+ ke dalam darah.


osteoklas

Kelenjar Ultimobranchial
berkembang dari bagian terakhir dari

epithelium kantong pharyngeal menghasilkan kalsitoninkelenjar diskret pada semua gnathostoma selama hidupnya kecuali pada mamalia dewasa.

Kelenjar Timus
Timus adalah organ limfapembangunan

system imun Epitelium pada timus mamalia berubah retikulum oleh invading mesenkim Sel-selnya berdiferensiasi menjadi T lymphocytes (T cells) dari perkembangan sistem imun

Bursa Avian dari Fabricius


Hubungan thymus pada banyak burung muda

dilengkapi oleh bursa dari fabricius, organ lympoid yang membangun evaginasi midorsal dari embrio kloaka dan memperluas menjadi rongga pelvic diantara intestin dan sinsacrum.

Endokrin pankreas
Pankreas dua komponen fungsional berbeda: acini yang mensintesis enzim pencernaan pulau pankreatik (pulau langerhans) mensintesis hormon insulin dan glukagon.
insulin meningkatkan glikogenesis (mengubah glukosa glikogen Glukagon : meningkatkan untuk disimpan dalam glikogenolisis (penguraian hati dan otot skeletal) glikogen glukosa) dalam hati

Pengaturan sinergis glukosa darah


Insulin dan glukagon secara sinergis menjaga

tingkat glukosa darah hari demi hari

jumlahnya berlebihan

disimpan dan akan dilepaskan ketika diperlukan untuk memenuhi persyaratan jaringan normal.

keadaan stres

epinefrin mempercepat pelepasan glukosa dari hati stres berkelanjutan: Glukokortikoid merangsang gluconeogenesis.

Hormon Gastrointestinal
Hormon : gastrin, secretin, dan pancreozymincholecystokinin sekresi hormon pencernaan diatur Sistem saraf otonom Gastrin Fungsi: membangkitkan sekresi asam klorida dan pepsinogen Secretin Fungsi: merangsang pelepasan air, garam, dan bicarbonat ke lumen ususmengubah keseimbangan pH enzim berfungsi optimal. Pancreozymin-cholecystokinin Fungsi: produksi enzim pencernaan oleh pankreas, merangsang kontraksi kantung empedu menghasilkan cairan empedu.

Perbandingan Kelenjar Endokrin pada Masing-masing Kelas Vertebrata

Kelenjar Tiroid
Semua ikan mempunyai glandula ini saat embrio, letak bervariasi. Elassmobranchii tunggal, pada titik aorta ventralis yang bercabang menjadi arteri branchialis afferent anterior. Teleostei mempunyai sepasang dekat kedua sisih arcus visceralis.

Pisces

Amphibia

Craniata di awal stadium embrio, sebagai struktur yang terbagi atas dua. Dewasa, terletak pada kedua sisi kerongkongan sepanjang vena jugularis externa.

Reptil

Ophidian, Chelonia, Crocodillia tidak mempuyai sepasang Lacerta bilobus pada yang muda, tetapi sepasang pada yang dewasa, terletak ventral trachea/setengahnya. Sepasang terletak pada trachea sisi kiri-kanan dekat percabangan bronchii.

Aves

terdiri atas lobus kiri dan kanan di sisi ventral trachea dipisahkan oleh isthimus. Lobus lateralis melekat pada larynx dan isthimus melekat pada trachea. Mamalia Mula-mula waktu embrio sebagai divertikulum ventralis median pharynx di antara kantong pharynx I dan II.

Kelenjar Paratiroid
Cyclostomata dan Pisces Kecil, diffuse dan sukar diiris, sehingga sukar diselidiki.
Amphibia Derivate dari kantong phaynx pasangan ke 3 dan ke 4. Caudate lateral arcus aortae dan ventral glandula thymus, sering 1, 2 atau 3 pada tiap sisi. Reptilia

Hampir sesuai dengan amphibian, dua pasang pada tiap sisi leher post dan lateral thyroid. Ophidian mempunyai glandula didekat tengkorak.

Derivate diverticula ventral kantong pharynx III Aves dan IV. Pada dewasa mereka kecil, sepasang

terletak di permukaan dorsal thyroid.

Sepasang pada tiap sisi, muncul dari ujung dorsal kantong pharynx III dan Iv, oval, warnanya lebih jelas dari glandula thyroid. Pada homo sapiens ada parathyroid Mamalia superior dan inferior Letak menempel pada glandula thyroid, ada 2 tipe sel yaitu : Sel principal/chief dan Sel colloid/exophil

Glandula Adrenalis
Cyclostomata Petromyzon: mempunyai 2, di kiri dan kananbagian

korteks sepanjang vena post cardinalis, art renalis di atas ren opisthonefros, bagian chromaffin sepanjang aorta dorsalis dan cabangnya. Pisces Internal body di ujung post ren opisthonefros, sepasang. Chromaffin body terletak pada cabang-cabang segmental aorta dorsalis /di dinding vena post cardinalis yang berhubungan dengan ganglia sympatis. Amphibia Salientia : mempunyai berupa 2 komponen , Caudata susunannya tidak kompak.

Reptilia

Jaringan internal dan chromaffin bercampur. Crocodillia dan Chelonia serupa pada aves. Aves Kekuning-kuningan terletak pada kedua sisi vena post caval ant rend an gonad. Kedua komponen menjadi satu. Mammalia Terletak pada ujung crania ren, jelas mempunyai korteks dan medulla. Pada Rattus (tikus) yang betina mempunyai lebih besar daripada yang jantan, bertambah luas pada jaringan cortical. Hormon medulla : - epinephrine/ adrenaline cortex - Aderocortikoid/ korison, hydrocortisone desoxycorcticosterone adrenosteron.

Kodok

Tikus

Cyclostomata

Pancreas

Tidak ada pancreas yang jelas. Ukuran kecil di dinding intestinum. Pisces Sangat diffuse, islet langerhans relatif sedikit, tetapi luas, ada pulau-pulau principalis ukuran besar. Amphibia, Reptillia, Aves dan Mammalia Pulau-pulau langerhans tersebar pada manusia sampai mencapai jumlah - 1,5 milyar. Hormon-hormon yang terbentuk : Insulin Beta sel Glucagon Alpha sel

Tikus

kodok

Testis
Merupakan organ

sex yang menunjukkan cirriciri kelamin sekunder.


Hormon yang

dikeluarkan : Androgen dan Testosterone

Testis
PISCES AMPHIBIA REPTILIA AVES MAMALIA
Waktu musim kawin mempengaruhi warna sirip sehingga berubah.

Nampak penebalan telapak kaki/jari jempol, pembesaran glandula mentalis, perubahan warna kulit, glandula cloacalis membesar, perkembangan crest-dorsal. Nampak cirri-ciri kelamin sekunder dengan adanya pigmentasi kulit.

Perubahan warna paruh/rostrum, plumae.

Testesnya ada yang turun di daerah scrotum, pada musim kawin terjadi perubahan pada kumis, suara, regresi vesicular seminalis dan glandula bulbourithrealis.

Ovarium
Hormon yang dikeluarkan : 1. Estradiol; 2. Estrogen ; 3.

Progesterone ; 4. Relaxin. Amphibia Apabila testes diambil, organ bidder tumbuh menjadi ovarium. Reptilia Terbentuk corpora lutea mengikuti ovulasi selama pregnansi. Aves Hanya ovarium kiri yang berkembang, apabila diambil maka bagian kanan yang rudimenter akan menjadi testis. Mammalia Terjadi change of life atau climacteric/ menopause pada umur 45 tahun (betina).

Kodok

Tikus

Glandula Pituitaria
Tunicata Glandula adneuralis homolog dengan glandula pituitary pada vertebrata Amphioxus Depresi ektodermal/prepral pit yang terletak di muka mulut individu yang muda, mungkin Vertebrata lain Pada Polypterus dan Latimeria kondisinya primitive berhubungan kerongkongan mulut dengan lubang hypophyseal ceft atau rongga asli kantong Rathke. Ductus melalui foramen pada os parasphenoid.

homolog dengan
glandula hypothese

Placenta
Hanya khusus pada mammalian mempunyai bagian chorion, yang

mengeluarkan hormon chorionic gonadotropin, progesterone, PMS (pregnant mare serum) steroid semacam adrenocortocoid Adanya chorionic gonadotropin dalam urine adalah basis tes pregnansi.

Organ Receptor

Organ Visus / Fotoreseptor


STRUKTUR & FUNGSI Sklera (bagian putih mata) : lapisan luar mata yang

berwarna putih dan relatif kuat. Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya. Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris. Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.

Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina. Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visual melalui saraf optikus ke otak. Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visual dari retina ke otak. Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris. Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

Organ pendengaran
organ yang mampu mendeteksi mengenal suara & berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga luar terdiri atas daun telinga (auricle/pinna), liang telinga luar (meatus accus-ticus externus) dan

gendang telinga (membran timpani) terdapat 3 jenis tulang pendengaran yaitu tulang maleus, inkus dan stapes Telinga dalam adalah suatu sistem saluran dan rongga, di bentuk oleh labirin tulang (labirin oseosa) yang di dalamnya terdapat labirin membranasea. Labirin tulang berisi cairan perilimf sedangkan labirin membranasea berisi cairan endolimf.

Mekanisme kerja indra pendengar

Organ penciuman
Sel penciuman, seperti batang dan kerucut,

adalah sel-sel neurosensorik Untuk zat yang berupa bau, harus memiliki konfigurasi kimia yang kompatibel / harus larut dan terikat dengan substansi pada membran sel penciuman

INDERA RABAAN(tangoreceptor)
prosesus dendrit sel saraf sensoris menelusup diantara sel-sel epithelium cutan, cornea, dan membran mocosa. Pada mamalia, discus tactil dari corpusculum meissneri di kulit primata pada area yang banyak mengalami geseran. Corpusculum genitalis di kulit dari genitalia externa dan

papillae mammae. Corpus culum Grandrys dan corpusculus Herbst dijumpai di paruh dan bagian mulut aves juga di bagian kulit yang jarang ada bulunya. Corpusculum pacinian/vater-pacinian dijumpai di bagian dalam dermis tendi dan periosteum. Semua ini dirangsang oleh tekanan pada kulit. Corpusculum golgi dan Mazzoni dijumpai di jaringan subcutan dari jari.

INDERA TEMPERATUR
Dingin

: akhiran bulbus dari krause merupakan frigidoreceptor. : akhiran organon dari ruffini sebagai kaloreceptor untuk sensasi hangat dan panas. Akhiran tadi letaknya lebih ke dalam. Pit organ dari pit Vipers merupakan receptor panas.

panas

INDERA SAKIT/PEDIH

berupa Akhiran syarafnya telanjang, dilapisan di bawah epidermis cornea, membrane serora interna, mesenterium. organon sensuum cutaneus pada vertebrata sedikit diketahui dari pada di manusia.

Linea lateralis
hanya dijumpai pada Cyclosmata, Pisces dan

amphibi aquatic sebagai thermoreceptor yang menerima vibrasi dalam air. Pada yang primitive, terdiri dari papillae sensoris yang disebut neuromast yang tersusun atas seumpulan sel sensoris dikelilingi sel-sel pendukung. Biasanya tersusun dalam baris atau garis yang dilalui syaraf. Ada yang terletak dipermukaan kulit kepala, dibawah kulit, dalam celah dan membentuk canalis atau tubulus.

Gambar

Inframerah reseptor pada Ular


ular memiliki reseptor inframerah dalam

sebuah lubang yang dalam di setiap sisi kepala antara dan lubang hidung. Lubang sejajar dengan suatu epitelium yang sel-sel rambutnya yang sensitif terhadap inframerah (panas) radiasi Semua reseptor termal pada kepala ular dipersarafi oleh serabut sensorik dari saraf kranial kelima (cabang oftalmik)

Organon visus
Cyclostomata Mata mengalami degenerasi tidak ada kelopak mata Cornea, scera dan choroid tak berdiferensi asi Rod sel banyak tidak memiliki colour vision Tidak memiliki membrane nictitans Pisces Mata relative besar Tunika choroid terdiri Kristal refleksi sinar guanine Ada yang memiliki colour vision ada yang tidak memiliki colour vision Tidak memiliki membrane nictitans Amphibian Matanya berkembang Tak ada argentea Ada 4 sel photorecepto r diretina yaitu red rod,green rod, single cone dan double cone. Tidak mempunyai colour vision Mempunyai membrane nictitans Reptilian Matanya berkemban g Cornea dapat digerakkan kepinggir Ada yang memiliki colour vision ada yang tidak Memiliki Membrane nictitans Aves Bola mata relative besar Ada cornea yang akan tertutup ketika terbang Ada rod sel, cones ada 2 yaitu single dan double, colour vision menyebar Membrane nictitans berkembang Mammalian Kelopak mata atas lebih berkembang dari yang dibawah Cornea berkembang dengan baik Memiliki membrane nictitans

Anatomi perbandingan telinga dalam dan tengah


Cyclostomata Pisces Amphibian Membran Membran Pada labyrinth labyrinth beberapa akan memperli katak mengalami hatkan sacullus degenerasi adanya dibagi dua atas utriculi bagian atas dan bawah Ada beberapa spesies yang tidak memiliki telinga tengah Reptilia Aves Mamalia Membran Membrane Membra labyrinthica labyrinthica labyrinth menunjukk menunjukkan menunju an pertumbuhan kkan pertumbuha dan pertumb n dan pemanjangan uhan dan pemanjanga dari lagena pemanja n dari dan susunan ngan dari lagena dan dari papilla lagena basillaris susunan dan susunan dari papilla Mempunyai basillaris pertumbuhan Membran Ada telinga tympani beberapa tengah terletak spesies memiliki pada yang membrane ujung dari tympani memiliki saluran membrane meatus auditus externa

organon olfactorius
Cyclostamata Pisces Amphibian Reptilian Aves Mamalia Ada Organnya Saluran Ada Indra Organ ini apentura Ada nya spesies olfaktori mencapai nasalis sepasang pendek, yang us tidak epitom median pada memiliki berkemb atau tunggal hewan organ ang, hilang membuka aquatic jacobson organ atau dipermuk salurann Jacobson sedikit aan ya ada berkemb kepala berlekuk hanya ang lekuk. pada saat embrio

gustatoreceptor
Amphibian Reptile Aves Mamalia Cyclostomat Pisces a Pada Kuncup Kelihata Pada Lidah Ada pada binatang pengecap n diatap beberapa bertandu tepi dewasa berhubun mulut, spesies k / kasar mulut kelihatan gan lidah dan organnya tak dan dengan tepi ada pada mempun pharynx, rahang papillae bagian yai kebanyak pada tepi pharynx kuncup an pengecap ephiteliu dan berhubun m mulut sedikit gan dilidah dan dengan pharynx papilla lingualis