Anda di halaman 1dari 32

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum, Wr., Wb., Alhamdulillahirobbilalamin, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, Rahmat, Hidayah dan Petunjuk-Ny. Di antara kursus-kursus akuntansi, kursus informasi akuntansi (SIA) cenderung kurang distandarisasi. Sering kali, tujuan, latar belakang, dan orientasi instruktur dan bukunnya kesesuaian dengan dewan standar epngetahuan, yang menentukan arah kursus SIA. Meliputi topok-topok SIA untuk memberikan fleksibilitas kepada para instruktur dalam menetapkan arah dan intentitas kursus mereka. Pada saat yang bersamaan, bagi mereka yang ingin model terstruktur.Perdagangan elektronik dan control computer terbukti telah menjadi acuan yang sukses bagi pengembangan kursus SIA. Pada kursus-kursus SIA tingkat pengantar, tingkat lanjut, dan tingkat sarjana. Di seluruh SIA disajikan dari perspektif seorang akuntan sebagai pemakai akhir, desainer, dan auditor sistem informasi. Kebutuhan akuntansi dalam memasuki dunia bisnis, ini juga efektif untuk siswa bisnis umumnya dan rekayasa teknologi yang ingin memahami SIA sebagai bagian dari pendidikan profesionalnya.

Daftar isi

BAB 3,
ETIKA, FRAUD, DAN KONTROL INTERNAL
ISU ETIKA DALAM BISNIS Apakah Etika Bisnis Itu ? Bagaimana Sebagai Perusahaan Menyampaikan Isu-Isu Etika Peran Manajemen dalam Mempertahankan Iklim Etika Perkembangan Etika dan Pengembalian Keputusan Etika Apakah Etika Komputer itu ?
Sebuah Masalah Baru atau hanya Kecenderungan Baru dari Masalah Lama ? Privasi Keamanan (kecermatan dan kerahasiaan ) Hak kemililikan atas property, Equity in acces Isu-isu Lingkungan, Kecerdasan buatan Pengangguran dan pergantian Penyalahgunaan computer Tanggung jawab control internal 1 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 6 7 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 11 11 11 12 12 12 13 13 13 14 14 14

FRAUD DAN AKUNTAN Faktor-faktor yang menimbulkan fraud Kerugian keuangan karena fraud Pelaku fraud Median kerugian menurut posisi daam organisasi Median kerugian menurut gender Median kerugian menurut usia Median kerugian menurut pendidikan Kesimpulan yang dapat diambil Tekanan situasional, Kesempatan Median kerugian menurut status perkawinan Skema fraud Fraudulent statements Korupsi Penyalahgunaan aktiva KONSEP DAN PROSEDUR KONTROL INTERNAL Konsep control internal Modifikasi asumsi, Eksposur dan resiko

Komponen kontrol internal

Lingkungan kontrol Penilaian risiko Informasi dan komunikasi Pengawasan Kegiatan kontrol

15 15 15 15 16 16

BAB 6
SISTEM PENGENDAIAN INTERN
Definisi sistem pengendalian intern Unsur sistem pengendalian intern
Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab

17

Lingkungan pengendalian (Control Environment)


Filosofi dan gaya operasi Berfungsinya dewan komisaris dan komite pemeriksaan Metode pengendalian manajemen Kesadaran pengendalian

Siapa yang bertanggung jawab atas pengendalian intern akuntansi Konsep yang salah mengenai sistem pengendalian intern Pendekatan untuk merencanakan pengendalian intern akuntansi
Tujuan pengendalian intern akuntansi Tujuan pengendalian internal akuntansi lebih lanjut

17 17 18 18 18 19 19 20 20 20 20 21 21 21 22 22 22 23 23 23 24 24 25 25 25 26 26 26 27 27 27 28 28

Pengendalian intern akuntansi dalam lingkungan pengelolah data elektronik Pengendalian umum (General control)
Organisasi Pengendalian terhadap sistem dan program Pengendalian terhadap fasilitas pengolahan data

Pengendalian aplikasi (Application Control)


Pengendalian preventif - Organisasi data sumber - Konversi data - Penyiapan data - Turnaround documents - Formulir bernomor urut tercetak - Validasi masukan - Pemutakhiran arsip dengan computer - Pengendalian terhadap pengolahan data Pengendalian detektif

BAB 3
ETIKA, FRAUD DAN KONTROL INTERNA

ISU ETIKA DALAM BISNIS


Dengan skandal-skandal dalam industry perbankan, cerita-cerita tentang kejahatan dan virus computer, dan hamper setiap hari tuntutan terhadap perbuatan yang tidak benar benar dan melanggar hokum dilakukan oleh petugas public Washington, kita menjadi bertanya Tanya tentang kondisi etika saat ini di Amerika. Kegiatan kegiatan bisnis seperti suap, fraud, penipuan pelanggaran, konflik kepentingan dan penjualan produk yang dilanggar di Amerika Serikat kenegara-negara Dunia Ke Tiga merupakan hal yang terlalu umum. Artikel-artikel surat kabar dan jurnal buku-buku, program televise, dan film yang berkaitan dengan etika,atau lebik tepatnya, kurang etisnya, dalam bisnis, politik, pendidikan, dan kehidupan sehari hari tak terhitung jumlahnya. Standar etika diambil dari kebiasaan social dan keyakinan personal yang yang berurat akar pada hal yang benar dan salah yang tidak disetujui sevara universal. Cukup mungkin untuk dua individu, keduanya menganggap diri mereka berlaku etis, saling bertentangan pendapatnya pada suatu isu.

APAKAH ETIKA BISNIS ITU ?


Etika berkaitan dengan prinsip-prinsip tingkah laku yang digunakan individu dalam menetapkan pilihan dan mengarahkan perilaku mereka dalam situasi yang melibatkan konsep benar dan salah. Secara lebih spesifik, etika bisnis melibatkan pencarian jawaban untuk dua pertanyaan berikut : 1. Bagaimana para manajer memutuskan apa yang benar dalam melakukan bisnis mereka ? 2. Ketika para manajer telah mengetahui apa yang benar, bagaimana mereka mencapainya ? Sementara ketertarikan dalam etika bisnis telah meningkat secara signifikan selama decade berakhir, isu ini telah diperhatikan oleh para tokoh terpelajar dan masyarakat sejak awal perekonomian barat. Prihatin dengan kurangnya moralitas para ahli keuangan, para banker dan investor ditemukan dalam banyak tulisan sejarah. Pada kenyataannya debat kontemporer tentang hakikat etis bisnis telah berusia berabad-abad. Pada situasi dunia saat ini, banyak orang merasa bahwa etika bisnis penuh kontradiksi. Namun demikian, perilaku etis yang baik seharusnya baik untuk bisnis. Hal ini tidak berarti bahwa perusahaan perusahaan yang bertindak etis akan kaya.

BAGAIMANA SEBAGAI PERUSAHAAN MENYAPAIKAN ISU-ISU ETIKA


PADA TAHUN 1990, Business Roundtable, terdiri dari atas para pejabat ketua eksekutuf (CEO) 200 perusahaan besar, menetapkan sebuah gugus kerja yang memasukan beberapa ahli etika sebagai konsultan. Kelompok ini mempelajari program-program etika disepuluh perusahaan dan membuat rekomendasi yang akan membantu memastikan praktik=praktik etika dalam organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah komitmen yang besar dari manajemen tingkat atas untuk meningkatkan standar etika, kode etik yang tertulis dengan jelas mengkomunikasikan harapan harapan pihak manajemen, program-program untuk menerapkan petunjuk-petunjuk etis, dan teknik-teknik untuk memonitori pelaksanaannya.

PERAN MANAJEMEN DALAM MEMPERTAHANKAN IKLIM ETIKA


Pera manajemen organisasi harus menciptakan dan mempertahankan atmosfer etika yang tepat, mereka harus membatasi kesempatan dan godaan akan perilaku tidak etis dalam perusahaan. tidak cukup bagi para manajer untuk hanya bergantung pada kesadaran individu. Individu harus dibuat sadar akan komitmen perusahaan pada etika diatas jangka panjang hal ini akan meningkatkan laba dan efisien. Walaupun sikap manajemen tingkat atas terhadap etika menentukan nada praktik bisnis, dalam banyak hal situasi ini diserahkan kepada para manajer tingkat lebih rendah untuk menangani standar-standar etika perusahaan. laporan pelanggar standar etika dalam sekandal Wall Street biasanya dilakukan oleh apra pegawai yang relatif yunior. Metode-metode yang di kembangkan harus mencakup manajer tingkat leih rendan dan non manajer dalam skema etik perusahaan. para manajer dan non manajer harus dibuat sadar akan kode perilaku etis, diberikan model-model keputusan, dan berpartisipasi dalam program-program gram pelatihanyang mengkaji isu isu etika.

PERKEMBANGAN ETIKA
Kebanyakan individu mengembangkan kode prilaku etika sebagai hasil dari lingkungan keluarganya, pendidikan formal, dan pengalaman pribadi. Teori tahap perilaku mengatakan bahwa kita semua melalui beberapa tahap evolusi moral sebelumnya menetap pada tingkat tertentu etika.

PENGEMBALIAN KEPUTUSAN ETIS


Sekolah sekolah bisnis dapat dan harus terlibat dalam pengembangan etika dari para manajer masa datang. Program program bisnis dapat mengajar para murid teknik-teknik analisis untuk digunakan dalam usaha memahami dan menetapkannya dalam prespektif konflik konflik tanggung jawab perusahaan, kepada para pegawai, pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat. Setiap keputusan etika memiliki resiko dan manfaat sekaligus. Misalnya, penerapan sebuah sistem informasi berdasarkan computer dalam sebuah organisasi dapat menyebabkan para pegawai kehilanggan pekerjaannya, sementara mereka yang tersisa menikmati manfaat perbaikan kondisi kerja. Mencari keseimbangan di antara konsekuensi-konsekuensi ini adalah tanggung jawab para manajer. Prinsip prinsip etika berikut ini akan memberikan petunjuk dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut. Proporsionalitas. Manfaat dari suatu keputusan harus melebihi resikonya. Selain itu, harus ada keputusan alternatif yang menyediakan manfaat yang sama atau lebih besar dari resiko. Keadilan. Manfaat dari keputusasaan tersebut seharusnya didistribusikan dengan adil ke mereka yang berbagai resiko. Mereka yang tidak mendapat manfaat tidak seharusnya menaggung beban resiko tersebut. Meminimalkan resiko. Bahkan jika pennilaian dapat diterima oleh prinsip prinsip di atas, keputusannya harus diterapkan sehingga meminimalkan semua resiko dan menghindari setiap resiko yang tidak perlu.

APAKAH ETIKA KOMPUTER ITU ?


Pengaruh teknologi informasi dalam bisnis telah berpengaruh besar terhadap masyarakatnya dan karenanya meningkatkan isu isu etika yang signifikan berkaitan dengan kejahatan computer, kondisi kerja, hak privat dan masih banyak lagi. Etika computer adalah analisis terhadap hakikat teknologi computer dan pengarug social, dan formulasi serta justifikasi polotik untuk kegunaan etis teknologi seperti itu.perangkat lunak juga perangkat keras dan berkaitan juga dengan jaringan yang menghubungkan computer dan computer itu sendiri.

SEBUAH MASALAH BARU ATAU HANYA KECENDERUNGAN BARU DARI MASALAH LAMA ?
Terhadap banyak isu isu etika yang dapat dipelajari oleh siswa. Sebagian akan berargumentasi bahwa isi isu tersebut telah dikaji ketempat lain.misalnya, isu hak property telah dipelajari dan menghasilkan hak cipta, trade secret, dan hokum paten. Walaupun program computer merupakan jenis aktifa baru, program computer tersebut harus dianggap berbeda dari property lainnya. Jadi pertanyaan mendasar adalah apakah computer mewakili masalah etika baru atau hanya menciptakan kecenderungan baru dari masalah lama. Jika terjadi adalah yang terakhir, kita hanya perlu mengerti nilai generic yang berlaku dan prinsip prinsip yang kemudian dapat diterapkan namun demikian, kelompok besar lainnya rebut tidak setuju dengan premise bahwa computer tidak berbeda dengan teknologi lainnya. Misalnya banyak yang menolak anggapan bahwa property intelektual sama dengan property riil. Sampai sekarang tidak ada konsekuensi mengenai hal ini. Dibawah ini kita telah mendaftar beberapa isu yang menjadi perhatian siswa sistem informasi akuntansi. Daftar ini tidak sempurna, dan diskusi yang lengkap untuk setiap isu beredar di luar jangkauan bab ini. Isu isu tersebut didefinisikan secara singkat, dan beberapa pertanyaan pemicu disiapkan. Diharapkan pertanyaan pertanyaan tersebut akan menjadi sarana untuk mulai diskusi di dalam kelas.

PRIVASI
Banyak orang ingin sepenuhnya mengendalikan jenis dan jumlah informasi tentang diri mereka sendiri yang tersedia lagi bagi orang lain, dan kepada siapa semua itu tersedia. Isu ini dibuat privasi privasi adalah masalah tentang akses terbatas terhadap orang atau informasi tentang orang. Pencipta dan pemelihara database dalam ukuran besar dan dipakai bersama menjasi perlu untuk melindungi setiap orang dari potensi penyalahgunaan data. Hal ini menimbulkan isu kepemilikan (ownership) dalam industry informasi personal. Haruskah privasi individu dilindungi melalui kebijakan kebijakan dan sistem ? tidak ada hokum yang saat ini mengatur industry ini, namun permintaan akan informasi personal ( misalnya, daftar surat sarana) semakin banyak. Informasi apa tentang diri sendiri yang dimiliki individual ? mengapa perusahaan perusahaan yang tidak berkaitan dengan individu tersebut dapat membeli dan menjual informasi tentang mereka tanpa permisi

KEAMANAN (KECERMATAN DAN KERAHASIAAN)


Keamana computer merupakan suatu usaha untuk menghindari peristiwa peristiwa yang tidak di inginkan seperti kehilangannya kerahasiaan dan integritas data. Didtem keamanan berusaka menghindari fraud dan Penyimpangan lainnya dalam menggunakan sistem computer. Isu isu etika yang menlibatkan keamanan datang dari lahirnya kmputerisasi database yang dapat digunakan secara bersama sama, yang berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki terhadap individu dengan penyebaran informasi yang tidak akurat ke para pemakai yang memiliki otoritas, seperti misalnya melalui laporan kredit yang tidak benar. Terdapat bahaya yang sama daalam penyebaran informasi yang akurat ke orang yang tidak memiliki otoritas. Namun demikian, peningkatan keamanan juga dapat menimbulkan masalah lainnya. Misalnya, keamanan dapat digunakan gaik untuk melindungi properti personal maupun untuk membatasi kebebasan mengakses data, yang dapat berakibat mengganggu pada sebagian individu. Pengawasan otomatis dapat digunakan untuk mendeteksi pengganggu atau penyalahgunaan sistem, namun ia juga dapat digunakan untukmemata matai para pemakai yang memiliki legitimasi, akibatnya menghilangkan privasi.

HAK KEPEMILIKAN ATAS PROPERTI


Hukum yang didesain untuk menjaga hak property rill telah diperluas untuk mencakup apa yang disebut sebagai property intelektual yaitu perangkat lunak. Undang undang hak cipta telah dibuat dalam usaha untuk melindungi mereka yang mengembangkan perangkat dari penjiplakan. Tidak dipertanyakan lagi ratusan dan ribuan perjam pengembangan program harus harus dilindungi dari pembajakan. Namun demikian, banyak yang percaya bahwa undang undang hak cipta lebih banyak menimbulkan kesusahan daripada kebaikan. Freedom berpendapat bahwa jika hal itu dilakukan berarti kita sudah lari dari tujuan semula hukum itu dibuat. Oleh karena itu tujuan hak cipta adalah mempromosikan kemajuan sains dan kegunaan karya seni. Memungkinkan seorang pemakai menggunakan perlindungan hak cipta ini tujuannya yang bertentangan. Kepentingan memakai komputer dilayani ketikaada standar industry; undang undang hak cipta bekerja untuk tidak mengijinkan hal hal ini terjadi. Kelompok yang sama juga berargumentasi menentang penggunaan hak paten untuk perangkat lunak.hak paten melindungi pemegangnya dari setiap orang yang menggunakan proses dasar yang sama bahkan jika hal itu dikembangkan secara independen. Karena pencarian paten sangat mahal dan tidak dapat diandalkan.

EQUITYIN ACCESS
Beberapa halangan untuk mengakses melekat (intrinstik) pada pada teknilogi sistem informasi tersebut, tetapi sebagaian dapat dihindari melalui disain sistem yang hati hati. Beberapa factor, sebagian tidak unik bagi sis tem informasi, dapat membatasi akses teknologi komputer. Status ekonomi individu atau kekayaan sebuah organisasi dapat menentukan kemampuan untuk mendapatkan teknologi informasi. Kebudayaan juga membatasi akses, misalnya, dimana dokumentasi disiapkan hanya dalam satu bahasa atau diterjemahkan dengan buruk.

ISU ISU LINGKUNGAN


Komputer dengan printer berkecepatan tinggi memungkinkan produksi dokumen lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin lebih mudah mencetak saja suatu dokumen dari pada memikirkan apakah dokumen itu harus dicetakan dan beberapa banyak dokumen yang sebenarnya diperlukan. Mungkin lebih efisien atau lebih nyaman memiliki hard copy, sebagai tambahan dari versi elektronika. Kertas berasal daro pohon pohon, sumber daya alam yang berharga, dan akan berakhir di tempat pembuangan sampah jika tidak didaur ulang dengan benar.

KECERDASAN BUATAN
Serangkaian isu etika dan social yang baru telah meningkatkan popularitas sistem ahli (expert system) karena cara cara sistem tersebut dipasarkan yaitu sebagai pengembalian keputusan atau sebagai pengganti para ahli, sebagai orang bergantung pada mereka secara signifikan. Oleh karena itu, pengetahuan para ahli rekayasa teknologiyaitu mereka yang menulis program dan ahli wilayah. Domain experts yaitu mereka yang menyediakan pengetahuan tentang tuga tugas yang diotomatisasi harus memperhatikan tanggung jawabnya untuk keputusan keputusan yang salah, tidak lengkap dan akurat.

PENGGANGURAN DAN PERGANTIAN


Banyak pekerja telah dan sedang berubah sebagai akibat dari adanya teknoogi computer. Banyak orang yang tidak mampu atau tidak siap untuk berubah diganti dan menemukan kesulitan dalam mancari kerjaan baru.

PENYALAHGUNAAN KOMPUTER
Komputer komputer dapat disalahgunakan dengan banyak cara. Menyalin isi perangkat lunak dengan menggunakan computer perusahaan untuk keuntungan pribadi, dan mengintip melalui file milik orang lain adalah sedikit contoh yang jelas. Walaupun menyalin isi perangkat lunak (kecuali menyalin backup pribadi) jelas jelas illegal.

TANGGUNG JAWAB KONTROL INTERNAL


Suatu bisnis tidak memenuhi kewajiban keuangan atau mencapai tujuannya jika informasinya tidak dapat diandalkan. Oleh karena itu para manajer harus membangun dan mempertahankan sistem control internal. Yang tepat untuk memastikan integritas dan relibilitas data. Karena banyak sistem kontrol internal berkaitan dengan sistem pemrosesan sistem transaks, maka professional sistem informasi dan para akuntan merupakan pihak sentral untuk memastikan kecukupan kontrol tersebut.

FRAUD DAN AKUNTAN


Mungkin tidak ada aspek peranan auditor independen yang menimbulkan kontroversi bagi professional bagi akuntansi public selain dari pada tanggungjawab untuk mendeteksi fraud selama pelaksanaan suatu audit. Selama lebih daro 20 tahun struktur sistem pelaporan keuangan AS mejadi subjek pertanyaan kongres, isu tentang peran auditor dalam mendeteksi fraud telah mendapatkan momentum pada titik dimana profesi akuntan public saat ini menghadapi krisis kepercayaan public akan kemampuannya melakukan fungsi atestasi independen. Menurut hukum yang beralaku suatu tindakan yang curang (fraudulent act) harus memenuhi lima kondisi ini : 1. Penyajian yang salah. Harus terdapat laopran yang salah atau tidak dingkapkan. 2. Fakta yang sifatnya material. Suatu fakta harus merupakan factor yang substansi yang mendorong seseorang untuk bertindak. 3. Tujuan. Harus terdapat tuuan untuk menipu atau pengetahuan bahwa laporan tersebut salah. 4. Ketergantungan yang dapat dijustifikasi. Penyajian yang salah harus merupakan factor yang substansi yang menyebabkan pihak lain merugi karena ketergantungan. 5. Perbuatan tidak adil atau kerigian. Kebohongan tersebut telah menyebabkan ketidakadilan atau kerugian bagi korban fraud. Fraud manajemen biasanya terdiri dari tiga karakter ini : 1. Fraud ini dilakukan pada tingkat manajemen diatas tingkat manajemendimana struktur kontrol internal biasanya berkaitan. 2. Fraud ini biasanya melibatkan pengguna laporan keuangan untuk menciptakan ilusi bahwa entitas lebih lsehat. 3. Jika fraud tersebut melibatkan pernyataan aktifa secara salah, ia bisanya dikelilingi oleh transaksi bisnis yang kompeks, yang sering kali melibatkan pihak ketiga.

FAKTOR FAKTOR YANG MENIMBULKAN FRAUD


Menurut suatu penelitian, mereka yang terlibat dalam perbuatan curang didorong oleh interaksi antara kekuatan kekuatan dalam kepribadian individu dan lingkungan eksternal. Kekuatan tersebut diklasifikasi ke dalam tiga kategori utama.. 1. Tekanan situasional 2. Kesempatan 3. Karakteristik (integritas)

KERUGIAN KEUANGAN KARENA FRAUD


Sebuah studi pada tahun 1996 yang dilakukan oleh certified fraud examiners (CFE) menaksir kerugian dari fraud dan pelanggaran mencapai 6% dari pendapatan tahunan. Biaya aktual fraud sulit untuk di hitung karena sejumlah alasan : 1. Tidak semua fraud dapat dideteksi. 2. Dari yang dapat dideteksi, tidak semua dila[orkan. 3. Dalam banyak kasus fraud, informasi yang tidak lengkap dikumpulkan. 4. Informasi tidak didistribusikan secara benar ke menejemen atau otoritas penegakan hukum. 5. Terlalu sering, organisasi bisnis memutuskan tidak melakukan tindakan hukum atau sipil sipil terhadap pelaku fraud.

MEDIAN KERUGIAN MENURUT POSISI DALAM ORGANISASI


Studi tersebut menunjukan bahwa 58% dari kasus fraus yang dilaporkan dilakukan pegawai non manjerial, 30% oleh manajer, dan 12% oleh pemilik atau eksekutif. Namun demikian median fraud yang dilakukan oleh pegawai non manajerial relatife lebih rendah dari fraud yang dilakukan oleh manajemen dan pihan eksekutif. Menunjukan bahwa pegawai non manajerial bertanggung jawab atas median kerigian sebesar $60.000 dibanding dengan kerugian sejumlah $250.000 dan $1 juta yang dilakukan oleh para manajer dan eksekutif

Posisi Pemilik Manajemen Pegawai

persentase fraud 12 30 58

nilai dolar $1.000.000 250.000 60.000

MEDIAN KERUGIAN MENURUT GENDER


menunjukan bahwa median kerugian perkasus yang disebabkan oleh pria ($185.000) hamper empat kali dari yang disebabkan oleh perempuan (48.000) Gender Laki-laki Perempuan kerugian karena fraud $ 185.000 48.000

10

MEDIAN KERUGIAN MENURUT USIA


menunjukan bahwa pelaku berusia 25 tahun atau meda menyebabkan mediam kerugian seniali $12.000, sementara pegawai usia 60 tahun dan lebih tua bertanggung jawab atas fraud rata rata dengan senilai 28 kali lebih besar - $346.000

kisaran usia < 25 26-20 31-35 36-40 41-50 51-60 >61

kerugian $12.000 50.000 54.000 100.000 196.000 280.000 346.000

MEDIAN KEGATAN MENURUT STATUS PERKAWINAN


Menunjukan bahwa mereka yang telah menikah melakukan paling banyak fraud dengan nilai median yang paling besar pula

Status perkawinan Menikah Berserai Lajang Berpisah

kerugian $ 150.000 80.000 54.000 50.000

MEDIAN KERUGIAN MENURUT PENDIDIKAN


Menunjukan hubungan antara tingkat t=pendidikan pelaku fraud dan nilai median kerugian. Fraud dilakukan oleh lulusan sekolah menengah atas rata rata hanya $50.000, sementara mereka yang tingkat pendidikannya lebih tinggi bertanggung jawabnya atas fraud senilai $275.000.

Tingkat pendidikan Sekolah menengah atas Sarjana Pasca sarjana

kerugian karena fraud $50.000 200.000 275.000

11

KESIMPULAN YANG DAPAT DI AMBIL


Pada permukaannya kelihatan bahwa mereka menunjukan bahwa organisasi dapat mengurangi atau menghapus fraud dengan memperkerjakan hanya mereka yang tidak menikah, dewasa, perempuan, dan lulus dari sekolah menengah atas. Namun analisis yang lebih mendalam mengembalikan ketika pada hal yang telah disebut sebelumnya. Meskipun etika personal penting diperhitungkan, tekanan situasional dan kesempatan menyumbang besar pada fraud.

TEKANAN SITUASIONAL
Ketika orang bertambah usia mereka cenderung menikah, dan mengasumsikan tanggung jawab yang lebih besar. Kehidupan menciptakan tekanan situasional yang pada satu waktu dan yang lainnya akan menguji etika dan kejujuran kebanyakan orang. jika kita mengasumsikan bahwa kepala rumah tangga cenderung merasakan tekanan situasi lebih kejam dari pada anggota keluarga, dan mengakui bahwa kepala rumah tangga lebih banyak pria dari pada wanita, maka sebagai varian yang berkaitan dengan gender dapat dijelaskan.

KESEMPATAN
Pihak yang sesungguhnya bersalah dan bertanggung jawab menjelaskan varian kerugian yang ditampilkan oleh table table diatas adalahkesempatan. Skesempatan dapat didefinisikan kembali sebagai kontrol atas aktiva atau akses terhadap aktiva. Tentu saja, kontrol dan akses merupakan elemen utama dari kesempatan. Perbedaan kerugian keuangan yang berkaitan dengan klasifikasi klasifikasi di atas dijelaskan oleh factor kesempatan. Gender Posisi Usia Pendidikan

12

SKEMA FRAUD
Skema fraud dapat diklasifikasikan dalam sejumlah cara yang berbeda. Untuk tujuan diskusi bagian ini menyajikan format klasifikasi yng diambil dari Association of Certified Fraud Exminers. Tiga kategori utama dari skema fraud didefinisikan : fraudulent statements (laporan yang menyimpang), korupsi, dan penyalahgunaan aktiva.

FRAUDULENT STATEMENTS
Fraudulent statements berkaitan dengan fraud manajemen. Sememtara semua fraud melibatkan bentuk menyimpangan laporan keuangan, untuk memenuhi definisi dibawah ini kelas skema fraud, laporan itu sendiri harus member keuntungan bagi pelakunya baik secara langsung maupun tidak langsung. Laporan tersebut tidak sekedar sarana untuk menutupi atau mengaburkan tindakan kecurangan.

KORUPSI
Korupsi melibatkan seorang eksekutif, manajer, atau pegawai dari organisasi dengan berkolusi dengan pihak luar. Sudi CFE menunjukan empat jenis utama korupsi. Penyuapan. Persenan. Illegal. Konflik kepentingan. Pemerasan ekonomi. Korupsi bertanggung jawab atas 10% dari kasus kasus fraud yang berhubungan dengan pekerjaan.

PENYALAHGUNAAN AKTIVA
Skema fraud adalah yang paling umum melibatkan beberapa jenis penyalahgunaan aktiva. 85% fraud yang diliputi studi CSE jatuh pada kategori ini. Aktiva dapat disalah gunakan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kepentingan sang pelaku. Aktiva aktiva tertentu dapat lebih rentan untuk disalah gunakan dari pada aktiva lainnya. Transaksi transaksi yang melibatkan kas, akun pengecekan, persediaan, perlengkapan, peralatan dan informasi adalah aktiva akiva yang paling rentan disalah gunakan.

13

KONSEP DAN PROSEDUR KONTROL INTERNAL


Mamajer perusahaan tidak selalu bertindak sesuai dengan tanggung jawab kontrol internal. Dengan penemuan bahwa para eksekutif bisnis AS menggunakan dana organisasi mereka untuk menyuap petugas asing, isu isu kontrol interal yang sebelumnya tidak menarik perhatian para pemegang saham, segera menadi sorotan publik. Dari skandal ini datang dari pengakuan Forgein Corrupt Practices of 1977. Di antaran pernyataan tersebut, FCPA mengharuskan perusahaan mendaftar ke SEC untuk : 1. Mempertahankan catatan yang dengan wajar dan masuk akal mencerminkan transaksi perusahaan dan posisi keuangan. 2. Mempertahankan sebuah sistem kontrol internal yang menyediakan kepastian masuk akal bahwa tujuan organisasi dipenuhi.

KONSEP KONTROL INTERNAL


Sistem kontrol internal merangkum kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan oleh organisasi yang mencapai empat tujuan utama yaitu : 1. Untuk menjaga aktiva perusahaan. 2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan informasi akuntansi. 3. Untuk mempromosikan efisiensi opererasi perusahaan. 4. Untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.

MODIFIKASI ASUMSI
Didalam tujuan kontrol diatas, melekat empat modifikasi asumsi yang mengarahkan para desainer dan auditor dari sistem internal : 1. Tanggung jawab manajemen. 2. Kepastian yang masuk akal. 3. Metode pemrosesan data. 4. Keterbatasan.

14

EKSPOSUR DAN RISIKO


Sistem kontrol internal sebagai sebuah prisai yang melindungi aktiva perusahaan dari serangkaian peristiwa peristiwa yang tidak diinginkan yang menyerang organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah akses yang tidak otoritatif ke aktiva perusahaan (termasuk informasi); kecurangan yang dilakukan pihak internal dan eksternal perusahaan; kesalahan yang disebabkan oleh ketidakmampuan pegawai, kesalahan program computer, dan input data yang korupsi; serta tindakan yang merugikan lainnya, seperti akses yang tidak terotoritasi oleh pembajak komputer dan ancaman virus yang menghancurkan program dan database. Suatu kelemahan dalam kontrol internal dapat mengeskspos perusahaan pada satu atau lebih dari jenis jenis resiko berikut : 1. Perusahaan aktiva (baik aktiva fisik maupun informasi) 2. Pencurian aktiva. 3. Korupsi informasi atau sistem informasi. 4. Kekacauan sistem informasi.

MODEL INTERNAL KONTROL PREVENTIF-DETEKSI-KOREKSI (PDK)


Kontrol preventif. Preventif (pencegahan ) adalah garis pertama pertahanan dalam struktur kontrol.kontrol preventif adalah teknik pasif yang didesain untuk mengurangi frekuensi munculnya peristiwa peristiwa yang tidak di inginkan. Kontrol preventif memaksa kesesuaian dengan tindakan tindakan yang ditetapkan sebelumnya atau yang diinginkan dan karenanya menyaring peristiwa peristiwa yang menyimpang. Kontrol deteksi. Kontrol deteksi membentuk garis pertahanan kedua. Termasuk dalam kontrol ini adalah peralatan, teknik dan prosedur yang didesain untuk mengidentifikasikan dan mengekspos peristiwa peristiwa yang tidak diinginkan terlepas dari kontrol preventif. Kontrol deteksi mengungkapkan jenis kesalahan spesifik dengan membandingkan data aktual dan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kontrol korektif. Kontrol korektif adalah tindakan tindakan yang diambil untuk mengembalikan efek dari kesalahan yang dideteksi dilangkah sebelumnya. Ini merupakan perbedaan yang penting antara kontrol deteksi dan kontrol koreksi. Kontrol deteksi mengidentifikasikan peristiwa peristiwa yang yang tidak diinginkan dan menarik perhatian pada masalah; kontrol koreksi pada kenyataannya memperbaiki masalah untuk setiap kesalahan yang dideteksi, bias terdapat lebih dari satu tindakan koreksi yang layak, tetapi tindakan yang terbaik itu selalu jelas.

15

KOMPONEN KONTROL INTERNAL


Kontrol internal seperti yang didefinisikan dalam SAS 78 terdiri dari atas lima komponen: lingkungan kontrol, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, pengawasan dan kegiatan kontrol.

LINGKUNGAN KONTROL Pondasi dari keempat komponen kontrol lainnya. Lingkungan kontrol menetapkan suasana organisasi dan mempengaruhi kesaradan kontrol dari paraa manajemen dan pegawainya. Elemen elemen yang penting dari lingkungan kontrol adalah : Integritas dan nilai etika manajemen. Struktur organisasi. Partisipasi dewan direktur organisasi dan komite audit, jika ada. Filosofi manajemen dan gaya operasi. Prosedur pendelegasian tanggung jawab dan otoritas. Metode manajemen dalam menilai kinerja. Pengaruh eksternal. Kebijakan dan praktik organisasi.

PENILAIAN RISIKO
Resiko dapat muncul dari situasi sperti ini ; Perubahan dalam lingkungan operasi yang memaksa tekanan baru atau berubah pada perusahaan Personel baru yang memegang pemahaman kontrol internal yang berbeda atau tidak memadai Sistem informasi yang direkayasa kembali atau baru yang mempengaruhi pemrosesan transaksi, dll.

INFORMASI DAN KOMUNIKASI Sistem informasi akuntansi terdiri atas catatan dan metode yang digunakan untuk memulai, mengidentifikasi, menganalisa,dan mencatat transaksi organisasi serta untuk memperhitungkan aktiva dan kewajiban terkait. Sistem informasi akuntansi yang efektif akan : Mengidentifikasikan dan mencatat semua transaksi keuangan yang sah. Menyediakan infomasi yang tepat waktu tentag transaksi dengan rincian yang rumit untuk memungkinkan klasifikasi dan pelaporan keuangan yang benar, dll.

16

PENGAWASAN
Adalah proses di mana kualitas desain kontrol internal dan operasinya dapat dinilai. Hal ini dapat dicapai dengan prosedur yang terpisah atau dengan kegiatan yang berkelanjutan. Seorang auditor internal organisasi dapat mengawasi kegiatan kegiatan entitas dalam prosedur yang terpisah.mereka mengumpulkan bukti kecukupan kontrol dengan menguji kontrol, kemudian mengkomunikasikan kekuatan dan kelemahan kontrol kepada manajemen. Sebagai bagian dari proses ini, auditor internal memberikan rekomendasi spesifik untuk perbaikan kontrol.

KEGIATAN KONTROL
Adalah kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk memastikan bahwa tindakan yang benar diambil untukmenghadapi resiko organisasi yang diidentifikasi. Kegiatankegiatan kontrol dapat dikelompokkan menjadi dua kategori : kontrol komputer dan kontrol fisik. Kontrol komputer membentuk materi yang menjadi fokus utama kita.kontrol ini secara khusus berkaitan dengan lingkungan TI auditing TI, dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu kontrol umum dan kontrol aplikasi. Kontrol umum berkaitan dengan keseluruhan entitas. Kontrol aplikasi memastikan sistem spesifik. Kontrol fisi. Jenis kegiatan kontrol ini terutama berkaitan dengan sistem akuntansi tradisional yang menerapkan prosedur manual. Suatu pemahaman akan konsep kontrol ini juga memberikan wawasan akan risiko dan kontrol yang berkaitan dengan lingkungan TI (Teknologi Informasi). Diskusi kita akan menekankan isu isu yang berkaitan dengan enam kategori tradisional dari kegiatn kontrol fisik: otoritas transaksi, pemisahan tugas, supervise, record akuntansi, kontrol akses, dan verifikasi independen.

17

BAB 6
SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Sebelum diuraikan sistem penjualan, pembelian, pengajian, pengendalian produksi dan biaya dan sistem kas, dalam bab ini diuraikan sistem pengendalian intern. Uraian ini diperlukan karena dalam perancangan berbagai sistem akuntansi dalam bab-bab yang akan datang, unsure-unsur sistem pengendalian intern yang dibahas dalam bab ini harus dimasukan sebagai unsure melekat dalam berbagai sistem akuntansi yang akan dirancang. Uraian bab ini akan diawali dengan definisi sistem pengendalian intern, dan akan dilanjutkan dengan uraian tujuan dan unsur sistem pengendalian intern, dan pendekatan perancangan pengendalian intern akuntansi. Akan diakhiri dengan uraian pengendalian intern akuntansi dalam lingkungan pengelolah data elektronik.

DEFINISI SISTEM PENGENDALIAN INTERN


Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi yaitu metode dan ukuranukuran yang di koordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kendaladata akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Pengertian pengendalian intern tersebut berlaku baik dalam perusahaan yang mengelolah informasi secara manual, dengan mesin pembuka maupun dengan komputer. Tijuan sistem pengendalian intern menurut definisi tersebut adalah 1. Menjaga kekayaan organisasi. 2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. 3. Mendorong efisiensi. 4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Pengendalian intern akuntansi ( internal accounting control ) Pengendalian intern administratif ( iternal adminitsrative control ) Pengendalian intern akuntansi merupakan bagian dari sistem pengendalian intern, meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang di koordinasikan terutama untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalana data akuntansi. Pengendalian intern administratif merupakan struktur organisasi, metode dan ukuranukuran yang dikoordinsaikan terutama untuk mendororng efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

18

UNSUR SISTEM PENGENDALIAN INTERN


1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara tegas. 2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya. 3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. 4. Mutu karyawan sesuai dengan tanggung jawabnya.

STRUKTUR ORGANISASI YANG MEMISAHKAN TANGGUNG JAWAB FUNGSIONAL SECARA TEGAS


Struktur organisasi merupakan rerangka ( framework ) pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Pembagian tanggung jawab fungsional akan organisasi ini didasarkan pada prinsip prinsip berikut ini: Harus di pisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi. Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahapan suatu transaksi.

SISTEM WEWENANG DAN PROSEDUR PENCATATAN YANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN YANG CUKUP TERHADAP KEKAYAAN
Untuk menciptakan pengendalian intern dalam perusahaan, unsur yang perlu dirancang adalah sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya. Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otoritas dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu, dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otoritas atas terlaksananya setiap transaksi. Prosedur pencatatan yang baik akan menjamin data yang direkam dalam formulir dicatat dalam catatan akuntansi dengan tingkat ketelitian dan keandalannya yang tinggi. Dalam melaksanakan transaksi pembelian misalnya, sistem wewenang diatur sebagai: a) Kepala fungsi gudang b) Kepala fungsi pembelian c) Kepala fungsi penerimaan d) Kepala fungsi akuntansi

19

PRAKTIK YANG SEHAT DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DAN FUNGSI SETIAP UNIT ORGANISASI
Pembagian tanggung jawab fungsional dan sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang telah ditetapkan tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak diciptakan cara cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktik yang sehat adalah Pengunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang. Pemeriksaan mendadak (surprised audit) Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu organisasi Perputaran jabatan (job rotation) Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak. Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya. Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektifitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain.

KARYAWAN YANG MUTUNYA SESUAI DENGAN TANGGUNG JAWAB


Bagaimanapun baiknya struktur organisasi, sistem otoritas, dan prosedur pencatatan, serta berbagai cara yang diciptakan untuk mendorong praktik yang sehat, semua sangat tergantung kepada manusia yang melaksanakannya. Diantara 4 unsur pokok pengendalian intern tersebut diatas, unsure mutu karyawan merupakan unsur sistem pengendalian intern yang paling penting. Jika perusahaan memiliki karyawan yang jujur, unsure pengendalian yang lain dapat dikurangi sampai batas yang maksimum, dan perusahaan tetap mampu menghasilkan pertanggung jawaban keuangan yang dapat diandalkan. Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya, berbagai cara berikut ini dapat ditempuh : Seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh pekerjaannya. Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan, sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaannya.

20

LINGKUNGAN PENGENDALIAN ( CONTROL ENVIRONMENT)


Efektifitas pengendalian intern dalam suatu perusahaan dipengaruhi oleh lingkugan pengendalian intern. Efektivitas unsur pengendalian intern sangat ditentuka oleh atmosfer yang diciptakan lingkungan pengendalian. Lingkungan pengendalian harus diberikan tekanan perhatian, karena berdasarkan kenyataan, justru lingkungan pegendalian ini yang mampu berdampak besar terhadap keseriusan pengendalian intern yang diterapkan di dalam perusahaan. Lingkungan pengendalian memiliki empat unsur : 1. Filosofi dan gaya operasi. 2. Berfungsinya dewan komisaris dan komite pemeriksaan. 3. Metode pengendalian manajemen. 4. Kesadaran pengendalian.

FILOSOFI DAN GAYA OPERASI


Filosofi adalah perangkat keyakinan dasar (basic beliefs) yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. Philosophy merupakan apa yang harusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya tidak dikerjakan oleh perusahaan. Gaya operasi mencerminkan ide manajer tentang bagaimana operasi kesatuan usaha harus dilaksanakan. Ada manajer yang memiliki gata operasi yang sangat menekankan pentingnya pelaporan keuangan, pemyusunan dan penggunaan anggaran sebagai alat pengukur kinerja manajer, dan pencapaian tujuan yang telah dicadangkan dalam anggaran.

BERFUNGSINYA DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE PEMERIKSAAN


Dalam perusahaan berbentuk perseroan terbatas, jika penunjukan akuntan publik dilakukan oleh manajemen puncak, kebebasan akuntansi publik dapat tampak berkurang dipandang dari sudut pemegang saham. Karena manajemen puncak adalah pihak yang seharusnya dinilai kejujurannya pertanggungjawaban keuangannya oleh akuntan public, padahal manajemen puncak menentukan pemilihan akuntan publik yang ditugaskan dalam pemeriksaan laporan keuangan yg dipakai untuk pertanggungjawaban keuangan oleh manajer puncak.

METODE PENGENDALIAN MANAJEMEN


Metode pengendalian manajemen adalah metode perancangan dan pengendali alokasi sumber daya perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. perencanaan dan pengendalian manajemen dilakukan mencapai emapt tahap. 1. Penyusunan program (rencana jangka panjang) 2. Penyusunan anggaran (rencana jangka pendek) 3. Pelaksanaan dan pengukuran. 4. Pelaporan dan analisis Proses manajemen dimulai dengan perencanaan stratejik ( strategic planning) yang didalamnya terjadi proses penetapan tujuan perusahaan dan penentuan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah tujuan perusahaan ditetapkan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut dipilih, proses manajemen perusahaan kemudian diikuti dengan penyusunan program-program untuk mencapai tujuan perusahaan yang diterapkan dalam perencanaan stratejik.

21

KESADARAN PENGENDALIAN
Kesadaran pengendalian dapat tercermin dari reaksi yang ditunjukan oleh manajemen dari berbagai jenjang organisasi atas kelemahannya pengendalian yang ditunjukan oleh akuntan intern atau akuntan publik. Jika manajemen segera melakukan tindakan koreksi atas temuan kelemahan pengendalian yang dikemukakan oleh akuntan intern atau akuntan publik, hal ini merupakan petunjuk adanya komitmen manajemen terhadap penciptaan lingkungan pengendalian yang baik.

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI ?


Siapa yang bertanggung jawab atas pengembangan dan pengoperasian pengendalian intern akuntansi suatu perusahaan ? jika sebuah perusahaan dikelolah oleh manajer professional, maka dalam perusahaan ini terdapat pemisahan antara pemilik dan pemimpin perusahaan. pemilik menyerahkan pengelolah kekayaannyakepada manajer professional tersebut dan dengan demikian manajer professional berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil pengelolah kekayaan tersebut kepada pemiliknya. Pertanggungjawaban pengelolah kekayaan pemilik perusahaan ini disajikan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan alat pertanggungjawaban manajeman puncak atas hasil pengelolah terhadap kekayaan yang dipercayakan kepadanya oleh pemilik perusahaan.

KONSEP YANG SALAH MENGENAI SISTEM PENGENDALIAN INTERN


Konsep yang salah tersebut meliputi : 1. Sistem pengendalian intern dikira merupakan tanggung jawab direktur keuangan saja, sehingga direksi umumnya menyerahkan pengembangannya kepada direktur keuangan, tanpa dukungan penuh dari anggota direksi yang lain. 2. Manajemen puncak memiliki persepsi bahwa sistem pengendalian intern dapat menggantikan kekurangan-ahlinya dalam mengelolah perusahaan. 3. Sistem pengendalian intern sering kali disamakan dengan unit organisasi yang dengan satuan pengawasan intern dalam perusahaan.

22

PENDEKATAN UNTUK MERANCANG PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI


Menjadi kekayaan perusahaan perusahaan dan mengecek ketelitian dan keandalaan informasi akuntansi. Tujuan pengendalian intern akuntansi dirinci menjadi tujuan tujuan umum dan tujuan khusus yang diterapkan pada transaksi pokok. Dengan memperhatikan rincian tersebut disusun unsur unsur yang membentuk pengendalian intern akuntansi terhadap transaksi pokok tertentu dengan cara merinci tiga unsur pokok sistem pengendalian internstruktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, sistem otoritas dan prosedur pencatatan, dan praktik yang sehat.

TUJUAN PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI


1. Manjaga kekayaan perusahaan: a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melaui sistem otoritas yang telah ditetapkan. b. Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada. 2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi a. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otoritas yang telah diterapkan. b. Pencatatan transaksi yang terJadi dalam catatan akuntansi.

TUJUAN PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI LEBIH LANJUT


a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melaui sistem otoritas yang telah ditetapkan. 1) Pembatasan akses langsung terhadap kekayaan 2) Pembatasan akses tidak langsung terhadap kekayaan b. Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada. 1) Perbandingan secara periodik antara catatan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada. 2) Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselengarakan. c. Pelaksanaan transaksi memalui sistem otoritas yang telah diterapkan. 1) Pemberian otoritas oleh pejabat yang berwenang. 2) Pelaksanaan tansaksi sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh pejabat yang berwenang. d. Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi. 1) Pencatatan semua transaksi yang terjadi. 2) Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi. 3) Transaksi dicatat dalam jumlah yang besar. 4) Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya. 5) Transaksi dicatat dengan pengelolahnya yang seharusnya. 6) Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti.

23

PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI DALAM LINGKUNGAN PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK


Sistem pengendalian intern dalam perusahaan yg menggunakan manual system dalam akuntansinya lebih dititikberatkan pada orang yang melaksanakan sistem tersebut, atau dengan kata lain lebih berorientasi pada orang (people-oriented system). Seperti telah diuraikan diatas, dalam sistem pembelian pengendalian dititik beratkan pada orang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan suatu prosedur dan teknik pengendalian terhadap penjaga kekayaan dan pengecekan ketelitian dan keandalaan data akuntansi. Jika computer digunakan sebagai alat bantu pengolahan data, akan terjadi pergeseran dari sistem yang berorientasi pada orang ke sistem yang berorientasi pada komputer (computer-oriented sytem).

PENGENDALIAN UMUM (GENERAL CONTROL)


program, pengembangan sistem dan pengoperasian fasilitas pengolahan data.

ORGANISASI
Dalam manual sistem, pengendalian dilaksanakan dengan memisahkan fungsi-fungsi pokok: operasi, penyimpangan , dan akuntansi. Suatu transaksi akan dilaksanakan oleh fungsi operasi jika ada otorisasi dari yang berwenang dari yang berwenang, hasil transaksi akan disimpang oleh fungsi penyimpangan dan transaksi yang akan dicatat boleh fungsi akuntansi. Dalam sistem computer, fungsi-fungsi otorisasi, operasi, akuntansi, seringkali digabung dalam wujud program computer, sehingga penggabungan ketiga fungsi ini memerlukan metode pengendalian khusus. Untuk menciptakan siste pengendalian intern dalam lingkungan pengelolahan data elektronik, yang fungsinya otorisasi dan fungsi akuntansinya dimasukkan dalam program computer, perlu diadakan pemisahan fungsi-fungsi tersebut: a. Fungsi perancang sistem dan penyusunan program b. Fungsi operasi fasilitas pengolahan data c. Fungsi penyimpanan program dan kepustakaan

24

PENGENDALIAN TERHADAP SISTEM DAN PROGRAM


Dalam lingkungan pengelolah data elektronik, fungsi perancangan sistem dan program harus berpisah dan fungsi operasi fasilitas pengelolahan data. Pengendalian umum yang bersangkutan dengan fungsi pengembangan sistem dan program meliputi: a. Prosedur penelaahan dan pengesahan sistem baru. b. Prosedur pengujian program. c. Prosedur pengubahab program. d. Dokumentasi.

PENGENDALIAN TERHADAP FASILITAS PENGOLAHAN DATA


Fasilitas pengelolahan data meliputi empat unsure bidang utama berikut ini: 1) Operasi konversi 2) Operasi computer 3) Perpustakaan 4) Fungsi pengendalian Kegiatan konversi data terdiri dari pengubahan data dokumentasi sumber ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh computer (machine-readable from), baik dengan merode batch atau dengan direct-entry mode. Operasi computer dapat diawasi dengan menggunakan console control. Console dapat digunakan untuk menghentikan dan menjalankan sistem serta untuk menjalankan lahi computer yang terhenti akibat kerusakan. Dengan menggunakan console, operator dapat menentukan status internal registrasi dan dapat digunakan untuk memasukan data secara manual kedalam sistem. Console uga menghasilkan console log untuk mencatat semua kegiatan fasilitas komputer. Operasi computer harus diawasi sedemikian rupa untuk menjamin keandalaan data akuntansi yang diolah dan untuk memberikan perlindungan terhadap arsip data dan program dari kehilangan, kerusakan, atau pengubahan dan pengungkapan tanpa ijin. Pengendalian dalam penyimpangan arsip data dan program harus dilakukan oleh karyawan perpustakaan dalam tempat yang terlindungi dengan baik, yang hanya dapat dimasuki oleh karyawan yang diijinkan untuk itu.

25

PENGENDALIAN APLIKASI (APLICATION CONTROL)


Berbeda dengan pengendalian umum seperti yang telah diuraikan diatas, pengendalian aplikasi dirancang untuk memenuhi persyaratan pengendalian khusus setiap aplikasi. Perbedaan aplikasi mempunyai tujuan berikut ini : 1) Menjamin bahwa semua ransaksi yang telah diotorisasi telah diproses sekali saja secara lengkap. 2) Menjamin bahwa data transaksi lengkap dan teliti. 3) Menjamin bahwa pengelolah data transaksi benar dan sesuai dengan keadaan. 4) Menjamin bahwa hasil pengelolah data dimanfaatkan untuk tujuan yang telah ditetapkan. 5) Menjamin bahwa aplikasi dapat terus menerus berfungsi. Pengendalian aplikasi dapat dibagi menjadi 1. Pengendalian preventif 2. Pengendalian detektif atau pengendalian yang bersifat korektif.

PENGENDALIAN PREVENTIF
Pengendalian preventif bertindak sebagai petunjuk untuk membantu sesuatu terjadi seperti yang seharusnya terjadi. Pengendalian ini sangat diperlukan dalam pengolahan data elektronik, karena hal dapat mencegah terjadinya masalah. Pengendalian preventif diletakan disepanjang proses pengolahan data dalam sistem pengolahan data elektronik. Umumnya unsur pengendalian preventif dilaksanakan sebelum data itu masuk ke dalam program computer.. pengendalian preventif meliputi unsur-unsur berikut : 1) Otorisasi data sumber 2) Konversi data 3) Penyiapan data sumber 4) Turnaround documents 5) Formulir bernomor urut tercetak 6) Validasi masukan 7) Pemutakhiran arsip dengan computer 8) Pengendalian terhadap pengolahan data

OTORITAS DATA SUMBER


Sebelum data diolah ke komputer, harus ada teknik yang digunakan untuk mendeteksi apakah data tersebut telah diotorisasikan oleh yang berwenang. Contohnya data sumber yang memerlukan otorisasi sebelum diproses oleh komputer adalah syarat kredit, potong harga tarif komisi, dan jam lembur. Dokumen yang dipakai sebagai sumber data untuk diolah dalam computer sedapat mungkin harus berisi bukti otorisasi dari yang berwenang dan ditelah oleh grup pengawas dalam departemen pengolahan data elektronik.

26

KONVERSI DATA
Konversi data adalah proses pengubahan data dari bentuk yang tidak dapat dibaca oleh mesin menjadi bentuk yang bias dibaca oleh mesin. Karena proses konversi data memerlukan kegiatan manual, diperlikan pengendalian untuk menjamin bahwa konversi data dilaksanakan dengan teliti. Teknik yang bias di pakai untuk mengawasi konversi data adalah : 1) Pembuatan dokumen sumber sebagai produk sampingan daro data kegiatan pencatatan. 2) Penggunaan turnaround documents yang meniatakan konversi data.

PENYIAPAN DATA SUMBER


Dalam lingkungan pengolahan data elektronik, dokumen yang konvensional masih banyak yang digunakan, oleh karena itu diperlikan pengendalian sebelum dokumen sumber tersebut sebelum dikonversi ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin. Cara cara yang umumnya ditempuh untuk mengawasi penyiapan data sumber adalah segabai berikut. 1) Perancang formulir secara khusus untuk mendorong perekaman data secara teliti ke dalamnya. 2) Pemeriksaan terhadap dokumen sumber oleh karyawan untuk mendeteksi kesalahan eja, penulisan kode yang tidak sah, penulisan jumlah yang tidak masuk akal, dan data lain yang tidak semestinya. 3) Jika dokumentasi sumber dihilangkan dalam sistem pengolahan data elektronik atau digunakan formulir yang tidak memungkinkan pemeriksaan oleh manusia.

TURNAROUND DOCUMENTS
Seperti yang sudah disebutkan diatas, penggunaan turnaround documents dapat menciptakan ketelitian dalam penyiapan masukan yang akan diolah dengan komputer. Turnaround documents adalah dokumen tagihan yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang dirancang terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama berupa kartu plong yang berisi data nomor rekening dan jumlah rupiah tagihan. Bagian ini disobek oleh debitur dan dikembalikan lagi keperusahaan pada saat pembayaran tagih. Bagian ini langsung dipakai sebagai media masukan untuk mengolahan dengan computer transaksi penerimaan kas. Bagian kedua disimpan oleh debitur sebagai arsip.

27

FORMULIR BERNOMOR URUT TERCETAK


Seperti dalam hanya manual sistem, penggunaan formulir bernomor urut tercetak pemakaian dipertanggungjawabkan merupakan unsure sistem pengendalian intern untuk mendorong adanya praktik yang sekat.

VALIDASI MASUKAN
Cara ini merypakan upaya terakhir untuk mengawasi penyiapan masukan yang akan diolah oleh computer. Validasi masikan ini dilakukan dengan menggunakan kemampuan computer dalam memeriksa (edit) masukan dengan menggunakan program. Pemeriksab yang dilakukan oleh computer mencakup inspeksi dan penerimaan atau penolakan transaksi sesuai dengan validitas kuantitas, kode, dan data lain yang terdapat dalam masukan. Kemampuan computer dalam mengedit masukan dapat mendeteksi kesalahan penyiapan masukan yang tidak dapat terdeteksi dengan alat pengendali yang telah diuraikan.

PEMUTAKHIRAN ARSIP DENGAN KOMPUTER


induk (master file) dengan mengunakan arsip transaksi (transaction file) yang telah divilidasi tersebut. Pemurtakhiran arsip induk ini dengan menggunakan komputer meliputi pengurutan transaksi, pembanding record dalam arsip transaksi dengan record dalam arsip induk, perhitungan dan manipulasi serta penyusutan data untuk keperluan pemuktahiran arsip induk dan produksi keluaran untuk didistribusikan kepada departemen pemakai atau untuk proses pengolahan computer lanjutan. Pengendalian pemutakhiran arsip dengan computer tergantung pada pengendalian penyusunan program, pengecekan prangkat keras yang dirancang dan di bangun didalamnya oleh produsen perangkat keras, dan pengendalian melalui program yang dirancang dalam program yang dipakai untuk pengolahan data.

28

PENGENDALIAN TERHADAP PENGOLAHAN DATA


Pengendalian terhadap pengolahan data dilakukan dengan menggunakan pengendalian terprogram. Pengendalian terprogram dirancang untuk mendeteksi kehilangan data, mengecekperhitungan, dan menjamin pembekuan transaksi dengan benar. Pengendalian terprogram dapat berbentuk pengendalian berikut : a. Record counts b. Control totals c. Hash totals d. Limit checks e. Croos-footing balance check f. Overflow test g. File check

PENGENDALIAN DETEKTIF
Pengendalian detektif tidak akan mencegah terjadinya masalah, namun akan memberikan petunjuk di mana letaknya terjadinya masalah, contok pengendalian detektif adalah data transmission, control total, dokumentasi dan testing, penggunaan label, dan output check. Ketelitian program dapat dijamin jika diadakan dokumentasi program yang memadai dan pengujian program secara ektensif. Dokumentasi program akan membantu pencairan kesalahan program dan memudahkan pembetulan kesalahan program, meskipun perancang programnya sudah tidak ada diperusahaan. Pengujian program secara ekstensif dalam kondisi nyata, tanpa mengikut sepertakan penyusunan programnya, akan memperkecil kemungkinan adanya tipuan tipuan yang dimasukan dalam program dan akan memperlancar penerapan sistem.

DAFTAR PUSTAKA

Hall,A,James.2001.sistem informasi akuntansi.jakarta:salemba empat. Sistem informasi akuntansi/mulyadi edisi ke tiga.jakarta:salemba empat