Anda di halaman 1dari 16

Nilai: (Acc.

Asisten) LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN Karakteristik Fisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk dan Ukuran)

Oleh : Nama NPM Hari, Tanggal Praktikum Waktu Co.Ass : Trisna Monica Sihotang : 150610090134 : Rabu, 7 Maret 2012 : 14.30 (Shift D) : 1. Tiwi 2. Wince Widaningsih 3. Oktaviana M.D 4. Pratiwi I.N.F.

LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSES PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Bahan-bahan hasil pertanian seringkali mengalami kerusakan baik di lahan maupun dalam proses penanganan pasca panen. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor fisiologis, mekanis, termis, biologis dan kimia. Untuk mencegah kerusakan seminimal mungkin, diperlukan pengetahuan tentang karateristik atau sifat teknik bahan hasil pertanian yang berkaitan dengan karateristik fisik, mekanik, dan termis. Selain itu pengetahuan karateristik bahan diperlukan untuk: 1. Merancang mesin-mesin pengolahan, menentukan bahan atau

materinya, pengoperasian dan pengendaliannya. 2. Menganalisis dan menetukan efisiensi dari suatu mesin, maupun proses pengolahan. 3. 4. Mengembangkan produk-produk baru dari tanaman dan hewan. Mengevaluasi serta mengawetkan mutu produk akhir.

Apabila penanganan pasca panen salah, dapat memperparah kerusakan bahan tersebut. Jadi untuk mengatasi masalah itu, kita memerlukan pengetahuan dan pemahaman tentang karateristik bahan hasil pertanian tersebut dan salah satu karateristik yang perlu diketahui adalah karateristik fisik dari bahan tersebut. Dengan mengetahui karateristik fisik suatu bahan maka kita dapat menentukan perlakuan apa yang harus kita lakukan agar kualitasnya tetap terjaga.

1.2. Tujuan praktikum 1. Menentukan bentuk suatu bahan hasil pertanian berdasarkan ukuran, kebundaran, kebulatan. 2. Menentukan hubungan antara bentuk suatu bahan hasil pertanian dengan volume dan luas permukaannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian merupakan dua karakteristik yang tidakdapat dipisahkan dalam hal objek fisik suatu bahan dan keduanya diperlukan untuk mendeskripsikan karakteristik fisik suatu bahan secara jelas. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian diantaranya bentuk acuan, kebulatan, dimensi sumbu bahan, serta kemiripan bahan hasil pertanian terhadap benda benda geometri tertentu. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk danukuran dari suatu bahan hasil pertanian yaitu: a. Bentuk acuan (charted standard) Didalam metode ini, permukaan dari potongan melintang dan memangjang sampel atau bahan diukur dan kemudian dibandingkan dengan bentuk-bentuk yang sudah ada pada bentuk acuan (charted standard) b. Kebundaran (roundness) Kebundaran adalah suatu ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu benda padat. Nilai kebundaran suatu bahan berkisar dari 0-1. Apabila nilaikebundaran suatu bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar.

Dimana:Ap = luas permukaan proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas Ac = luas permukaan lingkaran terkecil yang membatasi

Atau bisa juga dengan menggunakan persamaan Roundness =

c. Kebulatan (sphericity) Sphericity dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara diameter bola yang mempunyai volume sama dengan objek dengan diameter bola terkecil yang dapat mengelilingi objek. Seperti halnya nilai kebundaran, nilai kebulatan suatu bahan juga berkisar antara 0-1. Apabila nilai kebulatan suatu bahan hasil pertanian mendekati 1 maka bahan tersebut mendekati bentuk bola (bulat).

Sphericity = Dimana

a = sumbu terpanjang (sumbu mayor) b = sumbu terpanjang normal ke a (sumbu intermediate) c = sumbu terpanjang normal ke a dan b (sumbu minor)

d. Pengukuran dimensi sumbu Untuk objek-objek yang berukuran kecil seperti biji-bijian, garis besar proyeksi dari seiap sampel dapat diukur dengan menggunakan sebuah alat photo pembesar (photographic enlarger), namun secara sederhana dapat pula dilakukan dengan metode proyeksi dengan menggunakan OHP (Overhead Projektor). e. Kemiripan terhadap benda-benda geometri Selain membandingkan dengan bentuk standar, penetuan bentuk bahan hasil pertanian dapat juga ditentukan dengan melihat kemiripan dengan bendabenda geometri tertentu, seperti : 1. Bulat memanjang (prolate spheroid) adalah bentuk yang terjadi apabila sebuah bentuk elips berputar pada sumbu panjangnya. Contoh : buah lemon (sejenis jeruk sitrun).

V= ( a b) e=*
+

S = 2 b + 2 Keterangan : V= volume S = luas permukaan; a = sumbu memanjang elips (major axes) b = sumbu membujur elips (minor axes); e = eksentrisitas 2. Bulat membujur (oblate spheroid) adalah bentuk yang terjadi kalau sebuah elips berputar pada sumbu pendeknya. Contoh : buah anggur. V= ( a b) e= [
( ) ] ( )

S = 2 a + 2 Dimana :

V= volume; S = luas permukaan a = sumbu memanjang elips (major axes) b = sumbu membujur elips (minor axes); e = eksentrisitas 3. Kerucut berputar atau silinder adalah bentuk yang menyerupai kerucut atau silinder (tabung). Contoh : wortel, mentimun. V=( )h S=
[ ]

Keterangan : = jari-jari bagian dasar kerucut = jari-jari bagian puncak kerucut; h = tinggi benda

Setelah diketahui bentuk bahan berdasarkan kemiripan terhadap benda-benda geometri, maka volume dan luas permukaan bahan dapat dihitung.

BAB III METODOLOGI 3.1. Alat dan bahan Alat : jangka sorong penggaris planimeter jangka kertas millimeter block Over Head Projector (OHP) spidol warna

Bahan : kentang telur tomat jeruk wortel lemon

3.2. Prosedur Percobaan 1. Menentukan kebundaran (roundness) kentang dan telur. Dengan menggunakan OHP. a. Tempatkan semua bahan pada OHP sehingga bahan tersebut dapat di proyeksikan. b. Gambarkan proyeksi bahan pada kertas milimeter block c. Tentukan luas proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas (Ap) dan luas lingkaran terkecil (Ac) yang membatasi proyeksi bahan (Ac) dengan planimeter. d. Hitunglah kebundaran (roundness) bahan dengan menggunakan persamaan berikut:

Roundness =

2. Menentukan kebulatan (sphericitity) tomat dan jeruk a. Ukurlah sumbu-sumbu dari bahan yang terdiri dari sumbu a (sumbu terpanjang/mayor), b (sumbu pertengahan/intermediet) dan c (sumbu terpendek/minor) b. Hitunglah kebulatan (sphericity) bahan dengan menggunakan

persamaan berikut:

Sphericity =

3. Menentukan volume dan luas permukaan teroritis wortel dan jeruk a. Ukurlah sumbu a, b ,c dari bahan b. Tentukan kemiripan bahan terhadap bentuk-bentuk geometri : bulat memanjang (prolate spheroid), bulat membujur (oblate spheroid) dan kerucut berputar atau silinder c. Hitunglah volume dan luas permukaan teoritis bahan dengan menggunakan persamaan berikut: Bulat memanjang V= ( a b) e=*
+

S = 2 b + 2 Keterangan : V= volume S = luas permukaan, a = sumbu memanjang elips (major axes) b = sumbu membujur elips (minor axes), e = eksentrisitas

Bulat membunjur V= ( a b) e= [
( ) ] ( )

S = 2 a + 2 Dimana : V= volume

S = luas permukaan a = sumbu memanjang elips (major axes) b = sumbu membujur elips (minor axes) e = eksentrisitas Kerucut berputar V=( )h S=
[ ]

Keterangan : = jari-jari bagian dasar kerucut = jari-jari bagian puncak kerucut h = tinggi benda

BAB IV HASIL PPERCOBAAN

Tabel 1. Data Pengukuran Bahan


1 Pengukuran Kentang Telur Roundness r1 = r2 = Rd = 15,2 cm 17,8 cm 0,73 5,3 cm 8 cm 0,44 Sphericity a= b= c= Sp = 6,515 cm 5,71 cm 5,65 cm 0,76 cm 6,38 cm 6,1 cm 5,21 cm 0,9 cm Kemiripan Geometri a= b= r1 = r2 = h= V= S= e= 0,37 cm 0,915 cm 20,3 cm 27, 9 cm3 84,8 cm2 1277,5 cm 3 18381,81 cm2 0,51 cm 7,45 cm 6,4 cm Tomat Jeruk Wortel Lemon 2 3 4 5 6

4.1. Kebundaran

Kentang : Roundness (Rd) = = = 0,73 cm

Nilai dari Rd mendekati 1 menyatakan bentuk kentang mendekati bundar Telur Roundness (Rd) = 4.2. Kebulatan

= 0,44 cm

Tomat Spericity = = = 0,7 cm

Nilai dari Sp telur mendekati 1 menyatakan bentuk telur mendekati bola (bulat). Jeruk Spericity = = = 0,9 cm

Nilai dari Sp jeruk mendekati 1 menyatakan bentuk jeruk mendekati bola (bulat). 4.3. Volume dan luas teoritis (kemiripan geometri) Kerucut berputas Wortel [ [ ( ) ( ) = 27,9 cm3 ]

= 84,8 cm2

Bulat memanjang Lemon

= 1.277,5 cm3 ( ) ]

[ [

) ]

=0,51cm

= 18381,81 cm2

BAB V PEMBAHASAN Praktikum ini bertujuan untuk menentukan bentuk suatu bahan pertanian dengan mengukur beberapa faktor, seperti diameter dalam, diameteer luar, sumbu mayor, sumbu intermediet, sumbu minor, volume dan luas teoritis yang nantinya dapat menggambarkan karakteristik bentuk dari bahan pertanian. Bahan pertanian yang akan digunakan dalam percobaan ini adalah kentang, telur, tomat, jeruk, wortel, lemon. Masing-masing hasil perhitungan bahan pertanian ini dapat yang nantinya digunakan untuk menetukan karakteristik fisiknya. Karakteristik fisik yang ditinjau pada percobaan praktikum ini adalah kebundaran (roundness), kebulatan (sphericity), volume dan luas teoritis (kemiripan). Karakteristik fisik kebundaran (roundness) dapat dilihat pada hasil bahan pertanian kentang dan telur. Dari hasil perhitungan berdasarkan rumus kebundaran (roundness) untuk hasil bahan pertanian kentang kebundarannya ialah 0,73 cm. Sedangkan untuk hasil bahan pertanian telur kebundarannya ialah sebesar 0,44 cm. Apabila nilai kebundaran suatu bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar. Begitu juga halnya dengan bahan hasil pertanian kentang dan telur. Dilihat dari hasil perhitungan kebundaran maka dapat dilihat bahwa kentang lebih bundar dibandingkan telur. Karakteristik fisik kebulatan (sphericity) dapat dilihat pada hasil bahan pertanian tomat dan jeruk. Dari hasil perhitungan berdasarkan rumus kebulatan (sphericity) untuk hasil bahan pertanian tomat kebulatannya sebesar 0,76 cm. Sedangkan untuk hasil bahan pertanian jeruk kebulatannya ialah sebesar 0,90 cm. Sama dengan kebundaran, kebulatan pun memiliki nilai kebulatan 0-1. Dan apabila nilai suatu bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bulat. Maka, dapat dilihat dari hasil perhitungan kebulatan diketahui bahwa tomat memiliki bentuk yang lebih bulat dibandingkan dengan jeruk. Ditinjau dari kriteria kemiripan terhadap benda-benda geometri, pada percobaan ini dapat dilihat bahwa secara geometrinya, poros buah lemon dikatakan bulat memanjang yang memiliki nilai eksentristitas sedangkan wortel

memiliki poros panjang seperti kerucut berputar atau silinder yang memiliki nilai tinggi bahan. Jika ditinjau bahan hasil pertanian lemon memiliki volume dan luas permukaan lebih besar dibandingkan dengan wortel Proses penentuan karakteristik fisik bahan hasil pertanian ini terbagi atas beberapa proses yaitu pengukuran sumbuh bahan, memproyeksikan bahan, menggambar bentuk dan menghitung hasil pengukuran dari objek bahan hasil pertanian. Dari hasil percobaan yang dilakukan dalam praktikum ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dalam penentuan karakteristik fisik bahan hasil pertanian

BAB VI KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan 1. Bahan hasil pertanian yang diukur memiliki karakteristik yang dapat ditinjau dari ukuran kebulatan, kebundaran, dan kemiripan geometri. 2. Hasil bahan pertanian yang terlihat seperti bundar ataupun bola tidak sepenuhnya berbentuk bundar ataupun bola tetapi memiliki karakteristik berbeda yang dpaat dihitung. 3. Hasil bahan pertanian yang berbentuk kerucut berputar lebih terlihat jelas perbedaannya dengan bentuk bahan bundar/bola 4. Dengan cara pengukuran ini dapat membantu dan mempermudah proses pengolohan hasil pertanian misal pada proses pengemasan.

DAFTAR PUSTAKA Rusendi, Dadi.dkk. 2011. Buku Penuntun Praktikum MK. Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Jatinangor. Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran. Zein, Sudaryanto dkk. 2005. Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Bandung:Pustaka Giratuna Anonim, 2008. Karateristik Bahan Hasil Pertanian Bentuk dan Ukuran. Available online : http://www.scribd.com/doc/25572153/KarakteristikFisik-Bahan-Hasil-Pertanian-Bentuk-Ukuran (Diakses tanggal 13 Maret 2012)
-

Bernard, Jansen 2010. Laporan Praktikum Tehnik Penanganan Hasil Pertanian Karateristik Fisik Bahan Hasil Pertanian Bentuk dan Ukuran. Available online:http://jansenbernard.wordpress.com/2010/06/16/laporanpraktikum-teknik-penanganan-hasil-pertanian-karakteristik-fisik-bahanhasil-pertanian-bentuk-dan-ukuran/ (Diakses tanggal 13 Maret 2012)