Anda di halaman 1dari 6

1

FISIKA OPTIK
LENSA LUP



3 KB 02

Nama :
- Leonard Peking ( 20109899 )
- Nugroho N ( 26109357 )
- Rusmanto ( 20109566 )
- Sherly ( 26109279 )








2
A. Sejarah Penemu Lup

Lup atau kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang mempunyai titik
fokus yang dekat dengan lensanya. Benda yang akan diperbesar terletak di
dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil
dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Bayangan yang
dihasilkan bersifat tegak, nyata, dan diperbesar. Lup ditemukan oleh seorang
dari Arab bernama Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham.
Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham (Bahasa Arab:
) atau Ibnu Haitham (Basra,965 - Kairo 1039), dikenal
dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang
ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri,
pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai
cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger,
Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.
Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama
Alhazen. Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan
dengan 965 Masehi. Ia memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik
menjadi pegawai pemerintah di bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama
berkhidmat dengan pihak pemerintah di sana, beliau mengambil keputusan
merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan beliau telah melanjutkan
pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.
Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di
sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja
penyelidikan mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku
mengenai matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang
cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.


3

B. Cara Kerja Lup

Alat optik yang paling sederhana adalah lup atau kaca pembesar
(magnifying glass). Kaca pembesar terdiri atas lensa cembung ganda,
yang kedua sisi luarnya melengkung ke luar.














Sinar-sinar cahaya yang melewati lensa itu membelok ke dalam untuk
mengumpul di sebuah titik fokus pada kedua sisi lensa. Jarak dari pusat
lensa ke titik fokus, kira-kira 12 cm pada kaca pembesar yang umum,
disebut jarak fokus.



Bila
Sebuah kaca pembesar dipegang di atas sebuah benda pada jarak yang
lebih pendek daripada jarak fokus (ruang I), benda itu tampak tegak dan
diperbesar. Bayangan macam ini disebut bayangan maya.

4


Pada jarak yang sama (ruang II) atau lebih panjang daripada jarak fokus
(ruang III), lensa akan menghasilkan suatu bayangan terbalik, dan disebut
bayangan nyata.


Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan
dilihat pada ruang satu (antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan
dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya.
Perbesaran yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran anguler atau
perbesaran sudut yang besarnya secara umum di tuliskan dalam
persamaan:


|
|
.
|

\
|
+

+ +
+
=
d s
d
f d s
s M
n
'
1
'
1

dengan

M

: perbesaran sudut lup s : jarak bayangan ke lup


Sn : titik dekat mata d : jarak mata ke lup
Spr:titik jauh mata f : jarak fokus lup

5


Catatan: Untuk Mata
- berakomodasi maksimum maka = + d s' Sn, bayangan jatuh pada titik
dekat mata (Sn)
- berakomodasi pada jarak x maka x d s = + ' bayangan jatuh pada titik x
- tak berakomodasi maka = + d s' Spr, bayangan jatuh pada titik jauh
mata (Spr)

Untuk mata menempel pada kaca lup atau dekat ( jarak mata ke lup)
diabaikan maka rumus perbesaran (M) menjadi

Mata berakomodasi maksimum
M =
f
25
+ 1. dimana M = Perbesaran Lup dan M =
h
h'

Mata tidak berakomodasi
M =
f
25
, f = titik fokus lensa (dalam satuan cm)

Contoh Soal :
Sebuah lup mempunyai kekuatan 10 dioptri. Hitunglah tinggi bayangan
benda, jika Lup tersebut digunakan untuk mengamati benda yang
tingginya 50 mm. dengan mata :
a. berakomodasi maksimum b. tidak berakomodasi
Penyelesaian
Diketahui : P = 10 dioptri
f
P
100
= f =
P
100
=
10
100
= 10 cm
h = 50 mm
Ditanya : h = .?
Jawab : a. berakomodasi maksimum
M =
h
h'
h = M . h M =
f
25
+ 1 M =
10
25
+ 1 =3,5
h = M . h = 3,5 . 50 mm = 175 mm
b.tidak berakomodasi

6
M =
h
h'
h = M . h M =
f
25
M =
10
25
=2,5
h = M . h = 2,5 . 50 mm = 125 mm

Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat
mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan
dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran
bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan
yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga).
dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).

Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi
adalah


Dimana P adalah perbesaran lup, s
n
adalah jarak titik dekat mata
(s
n
= 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.

C. Fungsi Lup
Lup berfungsi untuk mengamati benda-benda kecil sehingga tampak menjadi
besar dan lebih jelas yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung
dengan menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif.