Anda di halaman 1dari 3

Tabel 1.

Pada tabel diatas menjelaskan mengenai tabel isohidrik yaitu kadar air yang sama tetapi lama penyimpanan dan suhu yang berbeda. Dari hasil tabel diatas bahwa semakin tinggi suhu penyimpanan dan semakin lama penyimpanan akan semakin rendah kadar air yang dikandung dalam gandum. Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa semakin tinggi suhu penyimpanan dan semakin rendah kadar air yang dikandung dalam gandum, maka lama penyimpanan gandum tersebut akan semakin lama. Tabel 4. Dilihat dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kadar air (kelembaban) akan mempengaruhi lama penyimpanan biji bunga matahari dan repeseed terhadap amabang mutunya yaitu asam lemak bebas. Biji bunga matahari dan repeseed yang disimpan secara hermatis (vakum) persen kadar airnya lebih rendah daripada disimpan secara aeresi (terbuka) yang persen kadar airnya lebih tinggi pada awal penyimpanan. Lama penyimpanan pada penyimpanan aerasi dan hermetis sama tetapi jumlah kadar air (kelembaban) berbeda yaitu penyimpanan secara hermetis kadar air (kelembabapan) lebih tinggi daripada kadar air (kelembaban) pada penyimpanan secara aerasi. Berdasarkan tabel diatas jumlah kadar air harus rendah jika biji bunga matahari dan repeseed disimpan pada penyimpanan aerasi untuk memperpanjang umur simpan karena pada penyimpanan aerasi bahan akan kontak langsung dengan udara. Pada peyimpanan hermetis jumlah kadar airnya lebih tinggi daripada penyimpanan aerasi hal ini karena penyimpanan hermetis bahan tidak kontak langsung dengan udara karena penyimpanannya vakum maka lama

penyimpanan akan lebih lama. Tabel 5. Kriteria mutu barley pada tabel isometrik diatas adalah berdasarkan tidak adanya kapang secara visual. Jumlah kadar air dan kadar kelembaban akan

berpengaruh umur simpan barley pada suhu yang sama. Semakin tinggi suhu dan semakin rendah kadar air dan kadar kelembaban maka semakin lama umur simpannya. Berdsarkan tabel diatas jika penyimpanan barley pada suhu yang sama dengan pengaruh ambang mutu berdasarkan bebas kapang yang dilakukan secara visual maka semakin rendahnya kadar air dan kadar kelembaban makan akan semakin meperpanjang waktu penyimpanan barley. Jika kriteria amabang mutu

yang digunakan adalah kapang maka kondisi lingkungannya harus rendah dari kadar air dan kelembaban karena jika tinggi kadar air dan kadar kelembabannya akan memicu pertumbuhan kapang. Tabel 6. Tabel diatas menjelaskan bahwa pada penyimpanan gandum jumlah kadar air dan kadar kelembaban berbanding terbalik dengan lama penyimpanan. Ambang mutu yang digunakan adalah bebas dari kapang yang dideteksi secara visual. Jika adanya kapang pada produk biji-bijian akan berpengaruh pada warna bijibijian tersebut. Kesimpulan dari tabel diatas bahwa semakin rendah kadar air dan kadar kelembaban maka semakin lama umur simpannya. Suhu penyimpanan yang tinggi harus disertai dengan rendahnya kadar air dan kadar kelembabapan agar umur simpan gandum lama. Tabel 7. Tabel diatas merupakan tabel isokronik dimana lama penyimpanan yang sama tetapi suhu dan kadar air yang berubah. Dilihat dari garis penyimpanan perminggu dimana disimpan pada suhu 400C maka semakin lama penyimpanan akan berbanding terbalik dengan jumlah kadar air. Berdasarkan tabel diatas dilihat dengan penyimpanan pertahun yaitu semakin rendah suhu penyimpanan semakin sedikit jumlah kadar airnya dan akan semakin lama penyimpanannya. Tabel 8. Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa log jumlah kapang/g yang merupakan kriteria mutu gandum akan semakin mneingkat sering dengan semakin rendah suhu dan semakin kecil kadar H2O (%). Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel diatas yaitu gandum yang disimpan pada suhu yang rendah dan kadar H2O yang rendah memiliki mutu yang rendah karena nilai log jumlah kapang/g yang merupakan faktor mutu gandum akan semakin tinggi sedangkan semakin tinggi suhu dan semakin tinggi kadar H2O (%), maka log jumlah kapang/g akan semakin kecil sehingga umur simpan akan semakin lama. Tabel 9. Tabel 9 diatas menjelaskan bahwa semakin tinggi suhu penyimpanan semakin rendah kadar airnya pada berbagai lama penyimpanan yaitu 15 hari, 20 hari, 30

hari. Pada lama penyimpanan 30 hari terjadi perubahan konstan antara tinggi suhu dan kadar air. Berdasarkan tabel diatas bahwa lama penyimpanan tidak memperngaruhi tinggi suhu atau pun kadar air yang terkandung dalam gandum. Antara suhu penyimpanan dan kadar air gandum berbanding terbalik. Tabel 10. Pada tabel diatas menerangkan mengenai tabel isokronik yaitu dimana lama penyimpanan pada baku mutu kopi sama tetapi suhu penyimpanan dan % RH berbeda. Semakin tinggi % RH maka semakin singkat lama penyimpanan produk kopi. Pada suhu ruangan dan lama penyimpanan yang sama terlihat % RH rendah atau menurun. Berdasarkan tabel diatas semakin lamanya penyimpanan semakin rendah %RH. Maka jika produk kopi disimpan lama akan mempengaruhi tingkat kelembaban pada kopi.