Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap perusahaan merupakan tindakan nyata atas kemandirian perusahaan dalam mengelola tenaga kerja untuk menjalankan aktivitas di dalam perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja sebagian besar merupakan perusahaan produksi (production concern). Kegiatan di dalam perusahaan tersebut

mengandung resiko kecelakaan sehingga tindakan yang dilakukan perusahaan selain mencapai tingkat profit atau jumlah produk yang diinginkan, perusahaan juga melindungi karyawannya. Adanya kecelakaan didalam perusahaan, bukan karena terjadi karena kelalaian manusia tetapi dapat terjadi juga dari kondisi mesin yang digunakan dan lingkungan tempat kerja serta perlengkapan kerja yang disediakan oleh perusahaan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja. Pengaturan tempat kerja, penyediaan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan dan letak peralatan serta suasana kerja

yang aman merupakan faktor-faktor pendukung dalam rangka menyelamatkan dan menjadi kesehatan pekerja. Lingkungan kerja yang tidak beraturan dan suasana kerja yang tidak nyaman seperti berserakannya bahan dan peralatan di dalam ruang akan memberikan dampak buruk terhadap kelangsungan kerja. PT. Agro Post Larva Utama Kendari merupakan salah satu dari sejumlah perusahaan yang menggunakan tenaga kerja untuk melakukan kegiatan produksi bibit udang. Proses kerja dalam perusahaan ini cukup berersiko karena pekerja melakukan kegiatan pembenihan bibit udang dengan menggunakan media dan peralatan yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Akibat dari kondisi yang ada di dalam perusahaan, maka pihak manajemen perusahaan melaksanakan

keselamatan dan kesehatan kerja kepada karyawan dengan menyediakan fasilitas pelindung badan dan peralatan kerja yang sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan. Pembenihan bibit udang di dalam perusahaan dilakukan dengan menggunakan fasilitas sarana dan prasarana perusahaan. Proses produksi udang dimulai dari masa penetasan larva udang dalam bak air yang telah disediakan. Bak yang digunakan sebagai wadah dalam perusahaan tersebut berjumlah 6 buah dengan ukuran 5 x 10 m. ditambah dengan 2 buah bak penyaring dengan diameter 1 m.

Kegiatan penyaringan dilakukan setelah larva udang berusia 28 hari dan telah menjadi bibit udang. Seluruh kegiatan di dalam perusahaan ini dilakukan oleh tenaga kerja sebanyak 45 orang Pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari terdapat juga unit kerja pada bagian mesin yang bekerja untuk menghasilkan tenaga listrik yang dibutuhkan perusahaan. Bagian mesin dikelola oleh 5 orang dengan sistem kerja yang terkendali. Keefektifan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan pada setiap bagian di dalam perusahaan menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan, namun terdapat kelalaian manajemen perusahaan yang tidak memperhatikan kesehatan kerja karyawan yang menderita sakit karena capek kerja dan stres. Bahkan manajemen perusahaan hanya mengharapkan kuantitas tenaga kerja dan mengabaikan kualitas tenaga kerja tersebut, hal ini secara langsung dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Efektifnya keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan oleh perusahaan tergantung pada kebijakan manajemen perusahaan. Hal ini terjadi pada PT.Agro Post Larva Utama Kendari dalam penempatan dan pengelolaan tenaga kerja sehingga para pekerjaan harus dimutasikan dapat dijamin keselamatan dan kesehatan kerjanya.

Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif perlu dilakukan oleh manajemen PT.Agro Post Larva Utama Kendari untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja karyawan secara

keseluruhan sehingga mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Keselamatan yang dimaksud dalam PT. Agro Post Larva Utama Kendari terhindar dari bahaya, kesehatan yang dimaksud pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari merupakan kondisi karyawan yang sehat dalam melaksanakan pekerjaan terutama pada bagian produksi bibit udang. Berdasarkan uraian yang dikemukakan sebelumnya, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan mengangkat judul :Efektivitas Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari. 1.2. Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah keselamatan dan kesehatan kerja karyawan yang dilaksanakan pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari telah efektif?

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penulisan Penelitian ini mempunyai tujuan dan manfaat sebagai berikut : 1. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan pada PT.Agro Post Larva Utama Kendari. 2. Manfaat penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain : a. Sebagai bahan masukan bagi PT. Agro Post Larva Utama Kendari untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan

keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan. b. Sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan penelitian ini. 1.4. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada efektivitas

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari yang meliputi kegiatan kerja dan sistem kerja yang ada pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Reny Muliadi (2003) pada situs Keselamatan dan Kesehatan Kerja mengemukakan bahwa Saat ini Keselamatan dan Kesehatan Kerja bukan hanya hak pekerja tetapi juga merupakan tuntutan pemerintah, masyarakat, dan market. Dengan pers yang semakin bebas dan masyarakat yang semakin kritis adanya kecelakaan kerja membuat promosi yang negatif terhadap perusahaan, karena itu kita dituntut untuk lebih memperhatikan masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam perusahaan kita Pemerintah telah menghasilkan regulasi-regulasi yang

mendukung usaha pengembangan dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia seperti pada UU No.1 1970, dan peraturan-peraturan menteri lain yang mendukungnya. Tetapi di lain pihak regulasi-regulasi teknik yang ada masih sangat terbatas dan sulit didapatkan, sehingga banyak perusahaan masih mengacu pada standard Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari badan di luar negeri. Walaupun telah dibentuk badan dalam negeri di bawah Departemen Tenaga Kerja seperti Dewan K3 serta A2K3 tetapi masih kurang mencukupi dalam

penerapan standard-standard Keselamatan dan Kesehatan Kerja karena informasi yang tersedia sangat terbatas informasi tentang K3 Indonesia.Walaupun kita harus memahami bahwa badan-badan tersebut masih relatif muda, sehingga membutuhkan waktu dalam

pengembangannya. Terlepas dari kendala tersebut sudah selayaknya industri ikut berperan aktif dalam K3 bersama lembaga-lembaga terkait, sehingga tercipta suasana kerja yang aman, efisien dan produktif. Pada situs ini tersedia beberapa artikel tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan semoga bermanfaat bagi kita. Dalam sosialisasi masalah K3 pemerintah harus lebih aktif memberikan informasi bagi perusahaan baik kecil atau besar. langkah langkah yang dapat dilaksanakan adalah : 1. Mempermudah layanan informasi perundangan atau peraturan K3 di indonesia dengan membuat web site yang berisi peraturan perundangan K3 yang lengkap dan dapat di download gratis. Selama ini www.depnakertrans.go.id belum cukup memberikan informasi yang lengkap mengenaik K3. 2. Menetapkan produk peraturan baru yang lebih bersifat praktis di indonesia mengenai K3 anatara lain mengenai alat-alat keselamatan

kerja, alat proteksi dini seperti gas detektor, sistem pengelolaan bahan kimia, prosedur log out, permit work dan lain - lain. 3. Membantu mengurangi biaya perusahaan terhadap penerapan K3 dengan mengurangi biaya sertifikasi Ahli K3, apalagi kalau gratis. Pihak perusahaan juga harus ikut berperan serta dalam K3 dengan cara : 1. Melaksanakan Peraturan K3 yang ada di Indonesia. 2. Membangun organisasi K3 di perusahaannya (P2K3) yang juga melibatkan seluruh pihak agar ikut menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat, dalam hal ini kebijakan manajemen pusat harus mendukung pelaksanaan K3. 3. Pemacuan produktivitas kerja harus selaras dengan kemampuan perusahaan dan perubahan proses atau prosedur atau operasi harus telah lulus analisa bahaya. Sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja karena kesalahan prosedural. 2.2. Landasan Teori 2.2.1 Konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja relatif masih baru di Indonesia kendatipun perundang-undangan mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja ini telah ditetapkan cukup lama dan semestinya mendapat perhatian sejak adanya perusahaan. Baru karena (1). Perhatian

pihak pemerintah khususnya Departemen Tenaga Kerja mulai menonjol akhir-akhir ini dalam bentuk ketentuan agar tiap perusahaan membentuk panitia pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2). Masih terjadi banyak kecelakaan akibat kelalaian dalam masalah keselamatan dan kesehatan kerja tersebut. Peralihan struktur ekonomi dari pertanian ke sektor industri dalam era pembangunan ini semakin memberi tempat bagi manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam perusahaan. Peralihan ini akan semakin meningkat interaksi manusia dengan peralatan teknologi sehingga tingkat resiko kecelakaan ataupun dampak negatif lainnya akan semakin tinggi. (Ronald Nangoi,1996 :135) Kerugian akibat kecelakaan atau terganggunya kesehatan tenaga kerja akan sulit diatasi atau diminimalisasi bila pihak manajemen tidak menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai salah satu alat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja ((Ronald Nangoi,1996 :136) Ditinjau dari segi keilmuan, keselamatan dan kesehatan kerja dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja.

10

Sumamur (1984 : 23) mengemukakan bahwa keselamatan kerja adalah keselamatan bertalian dengan mesin, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta caracara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja adalah suatu keadaan dalam lingkungan atau tempat kerja yang dapat menjamin secara maksimal keselamatan orangorang yang berada di daerah atau tempat tersebut. Menurut Moenir (1983 : 201) kesehatan kerja adalah suatu usaha dan keadaan yang memungkinkan seseorang mempertahankan kondisi kesehatannya dalam pekerjaan. Menurut Manullang (2004 : 89) kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaan kesehatan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial sehingga memungkinkan dapat bekerja secara optimal. Sumarmur (1984 : 1) mengemukakan bahwa kesehatan kerja sebagai spesialisasi dalam ilmu kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja usaha serta memelihara kondisi dalam

melaksanakan pekerjaan. Ilmu mengenai bagaimana individu atau masyarakat dengan atau tanpa uang menggunakan sumber daya yang terbatas, dengan berbagai pilihan penggunaannya untuk menghasilkan berbagai macam barang

11

dan mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi saat ini atau masa yang akan datang, bagi individu atau kelompok masyarakat. Ilmu ini juga mengkaji semua biaya dan manfaat dari perbaikan pola alokasi sumber daya yang ada (Anne Mills dan Lucy Gilson, 1990 : 1) Anne Mills dan Lucy Gilson (1990 : 2) mengemukakan bahwa ekonomi kesehatan merupakan penerapan teori, konsep dan teknik ilmu ekonomi pada sektor kesehatan yang erat hubungannya dengan alokasi sumber daya. Pembangunan kesehatan merupakan istilah yang sering

digunakan untuk menunjukkan proses perubahan tingkat kesehatan masyarakat dari tingkat yang kurang menjadi lebih baik sesuai dengan standar kesehatan (Anne Mills dan Lucy Gilson, 1990 : 17). Ekonomi kesehatan meliputi pembangunan kesehatan yang merupakan proses perubahan tingkat kesehatan masyarakat dari tingkat yang kurang menjadi lebih baik sesuai dengan standar kesehatan. Pembangunan ekonomi pada umumnya diikuti dengan terjadinya perubahan pola produksi yang berinteraksi dengan kesehatan penduduk. Perusahaan tersebut mencakup : a. Pergeseran keseimbangan antara industri manufactur dan pertanian. b. Produksi pertanian yang lebih menonjolkan segi ekonomis

12

c. Peningkatan penggunaan energi yang disertai dengan lebih banyaknya penggunaan modal dan teknologi. Keselamatan pekerja merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam dunia usaha baik itu oleh perusahaan, pekerja itu sendiri maupun instansi-instansi pemerintahan yang tugas pokoknya mengelola sumber daya manusia serta pihak dari kelembagaan swasta. Perusahaan dalam hal ini sangat perlu untuk memperhatikan pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya. 2.2.2. Perlindungan Pekerja Perlindungan yang berhubungan dengan masalah keuangan dilakukan melalui pemberian berbagai santunan dalam bentuk santunan jaminan sosial , kompensasi, ketiadaan pekerjaan, biaya medis dan kompensasi pekerja. (Veithzal Rivai, 2005 : 411) Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja, pemerintah mengeluarkan peraturan perundangundangan yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan fasilitas yang memadai demi menjamin keamanan kerja serta memberikan jaminan finansial apabila (Veithzal Rivai, 2005 : 411) apabila karyawan mengalami kecelakaan.

13

2.2.3. Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Occupational Safety and Health Act). Manusia sebagai karyawan/pekerja membutuhkan keamanan dan keselamatan. hal ini dilandasi filosofi yang menjadikan manusia sebagai titik sentral dalam pembangunan nasional untuk mencapai tingkat kehidupan dan kesejahteraan baik materil maupun spiritual. Gary Dessler (1993 : 634), mengemukakan alasan-alasan perlunya keselamatan kerja, yaitu : a. Alasan moral yaitu peran manajer menyelenggarakan upaya pencegahan kecelakaan. Pertama-tama sekali semata-mata atas dasar kemanusiaan. Mereka melakukan hal itu memperingan penderitaan karyawan yang mengalami kecelakaan dan keluarganya. b. Alasan hukum yaitu disamping alasan moral, terdapat juga alasan hukum pelaksanaan program keselamatan kerja. Dewasa ini terdapat berbagai peraturan ihwal keselamatan kerja dan hukum terhadap pihak-pihak yang membangkang ditetapkan cukup berat. c. Alasan ekonomi, yaitu karena biaya yang harus dipikul perusahaan dapat jadi cukup tinggi sekalipun kecelakaan yang terjadi kecil saja. Asumsinya memberikan bahwa ganti komposisi rugi kepada karyawan pegawai ditujukan yang untuk

mengalami

14

kecelakaan. Asumsi ini tidak meliputi biaya langsung dan tidak langsung yang dikaitkan dengan kecelakaan. Edwin B. Flippo, (1990 : 271) mengemukakan bahwa hukum, ekonomi dan moral mendorong pengadaan program-program organisasi yang dirancang untuk menunjukkan keselamatan dan kesehatan karyawan. Administrasi keselamatan dan kesehatan kerja telah menggunakan pendekatan pemeriksaan mendadak dan hukum. Akhirakhir ini telah menekankan perbaikan pekerjaan membuat karyawan sepenuhnya bertanggung jawab dan menggunakan rangsangan

(stimulus) presi asuransi untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit industri akan memberi daya pada produktivitas dan laba sebagai pendorong usaha-usaha keselamatan dan kesehatan. Selanjutnya diungkapkan bahwa kesadaran penuh akan biaya-biaya perekonomian dan kemanusiaan dari program-program kesehatan yang tidak memadai telah menyebabkan banyak organisasi mengusahakan pendekatan yang lebih sistematika terhadap pemeliharaan personalia. Dalam himpunan perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja tahun 1986 ditegaskan syarat-syarat keselamatan kerja sebagai berikut : a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran

15

c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran, atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. e. Memberi pertolongan pada kecelakaan f. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas hembusan angin, cuaca, sinar, atau radiasi, suara dan getaran. h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun peracunan, infeksi dan penularan i. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. Menyelenggarakan suhu dan lembah udara yang baik k. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. Memelihara kebersihan, kesehatan 2.3. Manajemen Keselamatan Kerja (Safety Management) Keselamatan kerja adalah masalah manusia, karena fungsi utamanya bukanlah mengendalikan barang, tetapi belajar memahami dan mengendalikan perilaku manusia yang tujuan utamanya adalah bagaimana kita memotivasi mereka agar mau mengerjakan dengan cara yang aman, seperti apa yang kita inginkan. Robert Sugihardjo (2000 : 2)

16

Prinsip-Prinsip manajemen keselamatan kerja menurut Robert Sugihardjo (2000 : 3) bertujuan untuk menciptakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dalam rangka mencegah serta mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sistem manajemen keselamatan proses adalah sistem

manajemen K3 khusus untuk unit proses suatu pabrik yang menerapkan prinsip-prinsip manajemen terpadu untuk mengidentifikasikan, mereka dan mengendalikan bahaya-bahaya proses, kegagalan operasi, atau kecelakaan yang terjadi pada saat sedang melaksanakan pekerjaan. Robert Sugihardjo (2000 : 3). Manajemen keselamatan kerja (Safety Management) adalah suatu profesi yang masih relatif baru, yang masih dalam proses pendewasaan. Istilah Manajemen Keselamatan Kerja (K2) dan Manajer Keselamatan Kerja (K2) adalah istilah-istilah yang baru kita kenal. Sebenarnya sudah ada pihak perusahaan yang telah melibatkan diri untuk menangani aspek K2 sejak 70 tahun yang lalu atau lebih, tetapi aspek manajemen K2 baru kira-kira 20 tahun terakhir ini disertakan ke dalam manajemen keseluruhan perusahaan. Robert Sugihardjo (2000 : 6). Kelalaian yang sering mengakibatkan suatu kecelakaan kerja jelas bersifat manusiawi. Celakanya kebanyakan individu kurang memperhatikan masalah keselamatan dan kesehatan kerja dalam bekerja

17

bila anggota fisik maupun mentalnya berfungsi baik. Dan seseorang baru mengambil tindakan perbaikan bila mengalami kecelakaan atau sakit. Perusahaan-perusahaan yang maju tentunya akan menaruh perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja ini. Dan mereka ragu-ragu memberikan sanksi yang tegas terhadap karyawan yang lalai atau tidak patuh terhadap peraturan keamanan sebagai tindakan preventif. Selain menghindari tuntutan hukum yang berlaku, perusahaan-perusahaan akan menghindari resiko terganggunya operasi atau kegiatan produksi akibat kecelakaan kerja. (Ronald Nangoi, 1996 : 138) 2.4. Kerangka Konseptual Penelitian Penelitian akan dilakukan berdasarkan konseptual yang dibentuk dengan mengutamakan variabel-variabel penelitian untuk menunjukkan kefektivitasan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan. Seyogyanya sarana dan prasaran keselamatan kerja yang disedikan perusahaan tersedia dengan baik, maka dapat mewujudkan efektifitas pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada

perusahaan. Untuk jelasnya dapat dilihat pada skema 1.

18

Skema 1. Kerangka Konseptual


PT. Agro Post Larva Utama Kendari.

Peralatan Kerja yang digunakan

Ruang Kerja yang ditempati

EFETIVITAS KESELAMATAN DAN KESEHATAN

EFEKTIF/TIDAK EFEKTIF

Pelindungan Badan yang digunakan

19

2.5.

Kerangka Pikir PT. Agro Post Larva Utama Kendari dalam kegiatan produksinya menggunakan karyawan untuk menjalankan mesin listrik dan mesin penyulingan air, serta peralatan lainnya. Kegiatan tersebut beresiko tinggi sehingga karyawan yang digunakan harus diberikan jaminan keselataman dan kesehatan kerja. Pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari merupakan respon dari perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Untuk menganalisis penelitian ini digunakan analisis dengan metode deskriptif kualitatif guna menjelaskan efektifitas pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada PT. Agro Post Larva Utama Kendari sebagai tujuan untuk meningkatkan dan menyelamatkan para karyawan dari bahaya kerja. Dengan demikian dapat meningkatkan efektivitas kerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk jelasnya, hal tersebut dapat disajikan pada skema berikut :

20

Skema 2 Kerangka Pikir

PT. Agro Post Larva Utama Kendari.

KEGIATAN PRODUKSI (Pembenihan Bibit Udang)

EFEKTIVITAS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

ANALISIS DESKTIPTIF

REKOMENDASI DAN KESIMPULAN

21

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.

Lokasi Penelitian Yang menjadi lokasi penelitian ini adalah PT. Agro Post Larva Utama Kendari dengan pertimbangan bahwa dalam kegiatan perusahaan ini terdapat resiko kerja yang tinggi sehingga diperlukan sistem keselamatan dan kesehatan kerja.

3.2.

Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Agro Post Larva Utama Kendari sebanyaknya 32 orang, sampel penelitian ditetapkan dengan menggunakan sampel sensus yang menggunakan seluruh populasi sebagai sampel sebanyak 32 responden.

3.3.

Jenis dan Sumber Data 3.3.1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari PT.Agro Post Larva Utama Kendari yang meliputi kualitas, pendidikan, umur, pengalaman dan ketrampilan serta data lain yang relevan dengan penelitian ini. 3.3.2. Data Sekunder yaitu data keselamatan dan kesehatan kerja yang telah ditetapkan untuk pelindungan tenaga kerja.

22

3.4.

Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data-data yang

dibutuhkan adalah : 1. Wawancara, yaitu mengadakan tanya jawab dengan pimpinan dan karyawan PT. Agro Post Larva Utama Kendari 2. Dokumentasi yaitu mengadakan pengamatan terhadap data yang telah berdokumentasi, berupa data-data dalam bentuk laporan, catatan hasil kerja, dan data-data lain yang berkaitan dengan penelitian ini. 3.5. Teknik Pengolahan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini selanjutnya dilakukan pengolahan data sebagai berikut : a. Sortir, yaitu menyortir atau melihat data-data yang telah

dikumpulkan untuk digunakan dalam penelitian. b. Coding, yaitu memberikan kode pada data-data yang telah disortir c. Editing, yaitu mengedit atau mengoreksi data-data yang akan digunakan dalam penelitian. d. Tabulasi yaitu memasukkan data-data yang telah diedit ke dalam tabel sesuai dengan kebutuhan penelitian. e. Intepresi yaitu menjelaskan dan menguraikan data-data berdasarkan variabel yang diteliti dalam penelitian ini.

23

3.6.

Peralatan Analisis Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, untuk menjelaskan efektivitas keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.

3.7. Definisi Operasional 1. Kesehatan kerja adalah keadaan badan (jiwa raga) karyawan PT.Agro Post Larva Utama Kendari dalam melaksanakan tugas kerja, yang diukur dengan skala likert 5 point, skor 5 untuk sangat baik hingga skor 1 untuk sangat tidak baik 2. Keselamatan kerja adalah perlindungan yang dilakukan terhadap karyawan PT. Agro Post Larva Utama Kendari atas resiko kerja yang dihadapi dalam menyelesaikan pekerjaan, yang diukur dengan skala likert 5 point, skor 5 untuk sangat baik hingga skor 1 untuk sangat tidak baik 3. Karyawan yang diteliti adalah karyawan PT. Agro Post Larva Utama Kendari pada bagian produksi yang meliputi.kualitas, pendidikan, umur, pengalaman dan keterampilan karyawan, yang diukur dengan skala likert 5 point, skor 5 untuk sangat baik hingga skor 1 untuk sangat tidak baik