Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Perjalanan jauh atau safar merupakan peristiwa yang dialami manusia. Baik itu dari sebuah daerah ke daerah lain atau pun dari Negara satu ke Negara lainnya. Di dalamnya manusia kerap kali menemui berbagai hal yang tidak biasa mereka temui dan hal-hal yang tidak menyenangkan hati, ditinjau dari sisi agama maupun dari sisi keduniaan. Perkara-perkara itulah yang terkadang menjadi sebab perubahan yang ada dalam diri manusia, bisa jadi bertambah baik namun juga bisa bertambah jelek. Olek karena itu agama Islam yang sempurna dan elok inilah telah menuntun umatnya melalui lisan teladan Nabi Muhammad saw. mengenai bekal apa yang harus disiapkan oleh seorang mukmin sebelum keberangkatan, selama perjalanan, dan setelah selesai perjalanan.

2.

Tujuan Melalui ringkasan materi ini kami mencoba menyampaikan aspirasi tentang tata krama perjalanan ditinjau dari sudut pandang Islam. Secara umum karya tulis ini membahas tata krama perjalaan, dan secara khusus telah di bagi dalam beberapa sub bab, yaitu tata krama sebelum, saat, dan setelah melakukan perjalanan. Tujuan disusunnya ringkasan materi ini adalah untuk mengembangkan dan menambah wawasan pembaca khususnya tentang tata krama dalam perjalanan dengan memberikan informasi-informasi dari berbagai sumber yang ada. Semoga ringkasan materi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

1

BAB II ISI Tata Krama dalam Perjalanan Selama perjalanan tentunya kita akan menemui hal-hal yang baru. kita harus memerhatikan tata karma dalam perjalanan. baik sebelum. Misalnya. dan sesudah perjalanan. atau Kamis.” Memilih Teman Seperjalanan Disarankan orang yang akan bepergian untuk tidak melakukan perjalanan sendirian. maka hendaknya bersedekah dan membaca Surat Fatihah. Demikian juga tidak baik untuk bepergian pada tanggal: 3. Jika terpaksa harus melakukan bepergian pada hari-hari atau tanggal yang tidak baik atau na‟as itu. Hari yang tidak baik untuk bepergian: Hari Senin. barang-barang yang harus dibawa. selama. seorang muslim sebaiknya bermusyawarah dengan keluarganya atau orang-orang yang akan bepergian bersamanya jika perjalanan dilakukan berombongan. Beberapa tata krama tersebut diuraikan dalam uraian berikut : Tata krama sebelum perjalanan Bermusyawarah Sebelum melakukan perjalanan. Selasa.Rabu. dan rute perjalanan yang akan dilewati. dan Surat Ali-Imran dari kalimat: “Inna fi khalqis samawati wal ardhi. Bukan cuma sekedar mempererat persahabatan atau menjadi teman 2 . kendaraan yang akan dinaiki. Memilih Waktu Waktu yang baik untuk bepergian: hari Sabtu. Surat Al-Qadar. hingga akhir Surat. Agar kita selamat dan tidak mendapat halangan selama perjalanan. ayat Kursi. Hal-hal yang terkait dengan perjalanan dibicarakan dalam musyawarah tersebut. Surat Falaq dan An-Nas. baik itu bersifat baik atau pun buruk. dan 5 bulan Hijriyah. dan hari Jum‟at sebelum shalat Jum‟at. 4.

Kedua: Bahwa larangan bersifat umum baik di waktu malam maupun di waktu siang. Pengkhususkan malam yang disebutkan dalam hadits di atas karena keburukankeburukan di waktu malam lebih banyak dan bahayanya lebih besar. Ketiga: Bahwa larangan tersebut juga umum mencakup yang berkendaraan maupun yang berjalan kaki. nyaman dan menyenangkan. “Pilihlah teman. “Ya. 49) Tapi bukan asal pilih teman. jil. diantaranya: Pertama: Bahwa Nabi saw tidaklah mengabarkan kepada ummat beliau segala marabahaya yang akan terjadi sebagai akibat seseorang bersafar sendirian yang telah beliau ketahui indikasi peringatan beliau bagi seseorang yang bersafar sendirian. Larangan safar sendiri juga terdapat dalam hadits Abdullah bin „Amir bin Al„Ash -radhiallahu „anhuma-. berkata: Rasulullah saw bersabda: 3 . wahai Rasulullah. 76. perjalanan akan lebih aman. dari Nabi saw. saudara. Rasulullah saw bersabda: “Maukah kalian aku beritahu manusia yang paling buruk?” Orang-orang menjawab. bisa berupa istri atau suami. baru kemudian tempuhlah perjalanan.” Beliau bersabda. Mengajak Teman Atau Pendamping Perjalanan akan lebih baik jika orang yang bepergian mengajak kawan atau pendamping. Pilihlah teman seperjalanan yang keberadaannya memberikan efek positif bagi perkembangan dan kesempurnaan manusia. Niscaya tidak seorag pun yang akan melakukan safar diwaktu malam sendirian” Didalam hadits ini terdapat beberapa faedah. Mengajak pendamping diwajibkan bagi wanita Islam yang bepergian. harus lihat juga waktu yang tepat dan akan kemana perjalanan.” Karena itulah Rasulullah saw mengatakan. tapi juga menjadi penolong kalau terjadi sesuatu. “Orang yang bepergian sendirian dan orang yang tidak mau menolong temannya serta orang yang memukul hamba sahayanya. Dengan adanya pendamping. atau teman dekat. Terdapat hadits Abdullah bin „Amr -radhiallahu „anhuma-. bab.” (Bihârul Anwâr.ngobrol. bersabda: “Sekiranya manusia mengetahui apa-apa yang terjadi sewaktu bersafar sendirian sebagaimana yang aku ketahui.

Dikarenakan akan menjadi penyebab terjadinya fitnah pada dirinya dan kaum laki-laki yan berada disekitarnya. mereka bisa saling tolong-menolong. Dan tidak ada seorangpun yang dapat diwasiatkan kepadanya hartanya dan yang mengantarkan warisannya kepada keluarganya dan menyampaikan kabar keberadaaya kepada mereka.” Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Pergilah. mengkafaninya dan mempersiapkan segala perngurusan jenazahnya.“Yang bersafar sendirian maka temannya adalah syaithan. dan yang bersafar bertiga maka dia yang dinamakan bersafar. yaitu suatu perbuatan yang muncul dari dorongan syaithan dan ajakannya. jika ia meninggal tidak ada yang memandikannya. Atau tidak ada seorang pun yang menyertainya didalam safar tersebut yang akan menolong bawaanya.” Maka seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah. aku telah terdaftar untuk ikut perang ini dan itu sedang istriku akan melakukan haji.” Berkata Al-Khaththabi –rahimahullah-: bahwa bepergian seorang diri melintasi perjalanan dimuka bumi adalah termasuk perbuatan syaithan. Salah satu hadist shahih yang tidak ada kelemahan padanya serta tidak ada celah untuk melemahkannya atau mentakwilkannya. yaitu: Asy-Syaikhan dan selain keduanya meriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiallahu „anhu. Maka jika telah bertiga inilah perjalanan secara berkelomok dan saling menemani.berkata: Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bersafar dalam jarak sehari semalam tanpa didampingi mahram. saling melindungi dan mereka dapat shalat berjamaah serta mereka akan memperoleh penjagaan padanya. saling bergiliran dalam menjaga. Demikian juga dengan safar hanya berdua. Maka jika telah bertiga dalam safarnya. dan yang bersafar hanya berdua maka temannya adalah syaithan. Beliau berkata: “Seorang yang safar sendirian.” Dilarang Bagi Wanita Safar Tanpa Ada Mahram Syariat yang suci melarang seorang wanita safar sendirian tanpa ditemani mahram. temani istrimu berhaji!” 4 .

” 5 . tidak terkecuali perjalanan jauh. Nabi saw bersabda. membaca surah Al-Fatihah dan ayat kursi serta doa yang terkait dengan bepergian (biasanya banyak di kitab-kitab hadis). yang ada malah merepotkan diri sendiri dan teman seperjalanan. baik akhlaknya dan bijaksana. “Pemimpin kelompok dalam perjalanan adalah pelayan mereka.Mengangkat Pemimpin Jika perjalanan dilakukan berombongan. amanah tersebut sebaiknya segera dikembalikan kepada yang berhak. misalnya utangpiutang atau nafkah keluarga yang menjadi tanggungannya. Jika belum mampu. Sebelum pergi jauh. kan kita sendiri yang dapat membantunya Zikir dan Doa Sebagaimana setiap pekerjaan diawali dengan doa. seorang muslim sebaiknya mengingat-ingat adakah ia mempunyai amanah. “Di antara kemulian seorang lelaki adalah membawa bekal yang baik setiap kali hendak menempuh perjalanan. Kalau tidak bawa bekal. Disebutkan bahwa Imam Ja‟far Ash-Shadiq as membaca doa ini setiap kali akan berangkat. Dianjurkan setelah menyebut nama Allah. Menyiapkan Bekal Tentu sebelum bepergian kita harus menyiapkan bekal yang sekiranya diperlukan dalam perjalanan dan tempat tujuan. seperti utang atau pinjaman. pilihlah salah seorang sebagai pemimpin rombongan. “Ya Allah. Kalau tidak mampu. Pemimpin perjalanan harus mengerti bahwa tugas-tugasnya adalah memimpin. barulah membuat wasiat agar sepeninggalnya dibayar dari harta waris. leluasakanlah jalan kami dan berikanlah kebaikan jalan kami serta perbanyaklah kesehatan kami. Jika ada.” Kalau ternyata teman kita kekurangan membawa bekal.” (Man Lâ Yahdhuruhu Al-Faqîh) Mengembalikan Hak dan Amanah Sebelum melakukan perjalanan. Karena kematian siap datang kapan saja. berpesanlah kepada keluarga yang ditinggalkan tentang amanah tersebut. seorang musafir harus menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya. Nabi saw bersabda. Pemimpin tersebut hendaknya yang paling luas ilmunya. menjaga dan melayani peserta perjalanan dan mengatur tugas serta memberikan kenyamanan.

” Bersedekah Sedekah memang sunnah Islam yang sangat ditekankan. sujudlah lalu baca doa berikut (100 kali): Astakhîrullâha bi-rahmatihi khiyara-tan fî „âfiyatin. Rakaat kedua setelah Al. aku beriman kepada Allah dan kepadaNya aku tawakal kepada Allah. tidak ada daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah‟. Kemudian membaca: Ayat Kursi. “Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya…” (QS. dan shalawat kepada Nabi saw dan keluarganya. “Sedekah itu menolak bala` (bencana). “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan. termasuk sebelum melakukan perjalanan. Az-Zukhruf : 13) Kemudian ucapkan zikir subhanallâh tujuh kali. kemudian dilanjutkan shalat Safar 2 rakaat. Kemudian membaca doa ini: 6 .Fatihah baca Surat Al-Qadar. „Dengan nama Allah.” Dalam hadis lain beliau bersabda. terlebih dahulu membaca ayat. Nabi saw bersabda. apapun yang dikehendaki Allah (terjadilah). Dalam hadis-hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menolak marabahaya dan bencana serta mencegah hal buruk lainnya. “Jika kamu keluar dari rumahmu baik dalam perjalanan atau tidak. ucapkanlah.Begitu juga diriwayatkan bahwa tatkala Imam menaiki kendaraan. tahmid. Rakaat pertama. Imam Ali Ar-Ridha as berkata. setelah Al-Fatihah baca Surat Al-Ikhlash. Sebelum bepergian disunahkan mandi. alhamdulillâh tujuh kali dan lâ ilâha illallâh tujuh kali. Setelah shalat. Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmat-Nya pilihan dalam keselamatan.” Mandi Snnah dan Lakukan Shalat Safar Dua Rakaat.

Adapun „dan amanahmu‟. Ya Allah. aku titipkan kepadamu diriku. Baca juga Surat Al-Fatihah. disebabkan safar adalah tempat seseorang berada dalam kekhawatiran dan bahaya. AL-Qadar. anak. amanatku. keturunanku. duniaku dan hartaku.Allâhumma innî astauwdi`uka nafsî wa ahlî wa mâlî wa dzurriyyatî wa dun-yâya wa âkhiratî wa amânatî wa khâtimata a`malî. Jika kita hendak bepergian jauh (bersafar). didoakan baginya agar mendapatkan pertolongan dan taufiq dalam dua keadaan tersebut. keluargaku. Penyertaan penyebutan agama bersamaan dengan ucapan berpamitan. karena Allah SWT menjadikan pada doa mereka barakah. Sunah tersebut adalah berpamitan dengan mengucapkan doa Nabi saw. karena sangat sedikit orang yang mengamalkannya. Terkadang seseorang akan tertimpa hal-hal yang menyusahkan dan keletihan yang menyebabkan dia akan mengabaikan beberapa perkara yang berkaitan dengan agama. Al-Nas. maka hendaklah kita berpamitan kepada saudara serta mengharapkan doa mereka.” Sabda beliau. „Aku titipkan kepada Allah agamamu‟. ayat kursi dan akhir surat Ali-Imran dimulai dari Inna fi Khalqis samawati wal ardhi . maksudnya yaitu Aku minta engkau minta engkau menjaga dan aku minta kepada Allah agar menjaga agamamu. kerabat dan saudara-saudaranya. istri. orang yang bepergian sebaiknya berpamitan serta mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam hal ini terdapat sebuah sunnah yang telah terabaikan. dan orang-orang yang ditinggalkann termasuk harta yang ditinggalkan serta meminta kepada orang yang dipercaya untuk menjaga hal-hal tersebut. amanahmu. sebagai berikut: “Aku titipkan kepada Allah agamamu. dan akhir amalanmu. Disunahkan Berpamitan Sebelum pergi. 7 . Al-Falaq. Olehnya itu. Disunnahkan bagi musafir untuk berpamitan kepada keluarga. dan penutup amalku. hartaku. berarti keluarga.

yang dikuatkan dengan banyak riwayat dengan lafazh seruling syaithan. sebaiknya perjalanan dimulai pada pagi hari. Jika memungkinkan. Hal ini dirasa dapat memudahkan dan menghindari kita dari halangan selama perjalanan. Dilarang Membaawa Anjing dan Lonceng dalam Safar Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam melarang dari membawa anjing dan lonceng dalam safar. Adapun larangan membawa anjing berdasarkan bahwa para malaikat akan menghindari menemani yang kemudian akan menghalangi dari barakah para malaikat. Alasan lain yaitu disebabkan anjing adalah hewan yang najis.mengatakan: “… Adapun al-jaras (lonceng) dikatakan sebagai sebab berpalingnya atau larinya malaikat dikarenakan menyerupai lonceng gereja atau dikarenakan termasuk gantungan yang terlarang. 8 . beliau berkata: Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Terompet adalah merupakan seruling syaithan. perjalanan pagi hari akan terasa lebih aman dan nyaman.meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat tidak akan menemani safar seseorang yang ditemani anjing dan membawa lonceng/alat musik. Jika dibandingkan dengan perjalanan di malam hari. Sebab dilarangnya lonceng karena itu merupakan terompet syaithan. Dalam hal ini terdapat jelas dalam riwayat Muslim dan selainnya dari hadits Abu Hurairah radhiallahu „anhu-. Diantara ulama ada yang berpendapat sebabnya karena suaranya yang dibenci. Abu Hurairah -radhiallahu „anhu. ampunan dan bantuan mereka dalam rangka ketaatan kepada Allah saw.Tata Krama Selama Perjalanan Berangkat pada pagi hari.” An-Nawawi –rahimahullah.

Membaca Doa Keluar Rumah Doa yang dibaca pada saat keluar rumah adalah sebagai berikut : Membaca doa Ketika Berjalan Doa yang dibaca pada saat berjalan adalah sebagai berikut : 9 .

memperbanyak zikir di setiap puncak atau lembah. “Adapaun murû`ah dalam perjalanan adalah mengeluarkan bekal. mengurangi perselisihan dengan teman perjalanan. “Tidaklah dua orang bersahabat melainkan orang yang lebih baik terhadap temannyalah yang akan memperoleh pahala lebih besar dan lebih dicintai oleh Allah. sopan dan murah hati (murû`ah). Nabi saw pernah bilang. Nabi saw juga bersabda. “Adapun murû`ah dalam perjalanan adalah mengeluarkan bekal (biaya) kepada yang lain. Jika bersikap kasar dan tidak sopan.Membaca Doa Ketika Berlayar Doa yang dibaca ketika sedang berlayar adalah sebagai berikut : Murû`ah dan Sikap Baik Sesama teman seperjalanan hendaknya berlaku baik. di saat turun. berlaku baik dan bercanda pada hal-hal yang bukan maksiat. duduk atau pun berdiri. perjalanan malah tidak menyenangkan.” 10 .” Imam Ali as juga pernah bilang.

Rasulullah saw. “Barang siapa memiliki sisa tempat untuk tunggangan hendaklah memberi tumpangan kepada orang yang tidak memiliki tunggangan. Barang siapa memiliki kelebihan makanan dan minuman hendaklah member orang yang tidak mempunyai bekal. dapat menimbulkan permasalahan dan kesulitan.Membaca Doa Ketika Sampai di Tempat Tujuan Doa yang dibaca ketika tiba di tempat tujuan adalah sebagai berikut : Membaca Doa Ketika Masuk Rumah Doa yang dibaca pada saat memasuki rumah atau penginapan adalah: Menolong Kawan dalam Perjalanan Menolong oranglain dalam perjalanan merupakan perbuatan mulia.” Mempersingkat Perjalanan Jika urusan atau keperluan dalam perjalanan telah selesai dan tercukupi. Meninggalkan keluarga terlalu lama merupakan hal yang kurang baik sebab. hendaklah segera kembali ke rumah. 11 . pernah memberikan pesan.

Hal itu akan menumbuhkan cinta dan kasih saying diantara umat yang beriman. sebaiknya kita menyambutnya dengan gembira. Bagi Allah kekuasaan dan pujian dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. “ Mengerjakan Salat 2 Rakaat Hal ini juga telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw melafalkan ucapan syukur berikut ini : Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa. bab 52) Tentunya maksud Nabi bukan sebenarnya batu. Rasulullah saw langsung menuju mesjid untuk melaksanakan salat dua rakaat. Membawa Oleh-Oleh Riwayat-riwayat Islam menganjurkan bahwa ketika musafir kembali dari perjalanan. jil. orang yang menerima pasti senang. tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal ini akan menenangkan jiwa dan pikiran setelah menempuh perjalanan yang jauh. Sesudah pulang dari medan perang atau menunaikan ibadah haji. “Jika salah seorang dari kalian keluar melakukan perjalanan. dan kepada Allah kami bertahmid. tapi sekecil atau semurah apapun. kami bertobat.Tata Krama Sesudah Perjalanan Bersyukur Setelah pulang dari bepergian. Kami pulang. Menyambut Kedatangan Musafir Jika salah seorang keluarga pulang dari suatu perjalanan. Rasulullah saw bersabda. kami beribadah. kita wajib bersyukur kepada Allah SWT. 12 . Setibanya di rumah. tatkala kembali ke tengah keluarganya hendaklah membawakan untuk mereka hadiah meskipun hanya sepotong batu.” (Bihârul Anwâr. Hal itu telah dicontohkan Rasulullah saw. 76. hendaklah membawa oleh-oleh untuk keluarga meskipun sesuatu yang kecil dan murah.

DAFTAR PUSTAKA Haludhi.google. Aldakwah.yahoo.com. 2009. 2009. Adab Krtika Bersafar.com. 2009. Org. Khuslan.com. Solo: Tiga Serangkai. Integrasi Budi Pekerti dalam Pendidikan Agama Islam 1. 13 . 2008. Adab dan Hukum Bepergian. Org. Bandung: dalam www. Jakarta dalam www.google. Jakarta: dalam www. Adab dalam Perjalanan.