Anda di halaman 1dari 1

TUGAS SOSIAL BUDAYA PANGAN dan GIZI

PERTANYAAN 1. Nutrisi a. Apakan anda tahu bagaimana gender mempengaruhi status gizi laki-laki dan perempuan ? YA TIDAK KETERANGAN Ya, saya mengetahui pada dasarnya gender memang mempengaruhi status gizi. Kita ketahui bahwa masih ada di daerah tertentu kelompok masyarakat yang mengistimewakan laki-laki dalam pembagian makanan karena laki-laki dianggap sebagai kepala keluarga mempunyai peran dan tugas yang sangat besar di dalam rumah tangga untuk itu porsinya harus lebih banyak dan kebutuhan akan zat gizi harus lebih lengkap dibandingkan perempuan sehingga keadaan ini akan mempengaruhi status gizi pada perempuan. Dampak negatif gender terhadap status gizi perempuan sangat mempengaruhi ini dikarenakan perempuan sangat beresiko terhadap masalah gizi . Yang kita ketahui bahwa perempuan mempunyai daur siklus kehidupan yang berbeda dengan laki-laki dimana perempuan ada masa hamil, menyusui. Jika perempuan mengalami kekurangan gizi maka akan berdampak pada aspek kesehatannya, reproduksi dan hasilnya serta produktifitasnya baik dalam keluarga maupun masyarakat. Perempuan makan belakangan tidak lagi merupakan hal yang umum, karena perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki di dalam rumah tangganya, termasuk dalam hal pendistribusian makanan. Laki laki maupun perempuan mempunyai kesetaraan dalam gender yaitu salah satunya dalam hal makan, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada di daerah tertentu (masyarakat tertentu) perempuannya makan belakangan karena menghormati laki-laki sebagai kepala rumah tangga. Kita ketahui bahwa masih banyaknya sosial budaya / kepercayaan yang berkembang di masyarakat terkait dengan larangan-larangan makanan pada ibu hamil dimana banyak yang masih beranggapan makanan tabu, makanan pantangan dan juga mitos terhadap makanan yang akan dikonsumsi terutama makanan pada ibu yang sedang hamil dan perlu diperjelas bahwa sebenarnya kebiasaan masyarakat tersebut tidak sepenuhnya benar. Misalnya jangan mengkonsumsi ikan nanti akan memperparah perdarahan, jangan makan udang atau kepiting karena mempengaruhi bayi yang dikandung dan banyak kalimat lain yang sering kita dengar. Kita harus meluruskan semua itu dengan memberi informasi-informasi lengkap mengenai kehamilan, kebutuhannya dan efek dari kekurangan zat gizi dan mensosialisasikan kepada masyarakat.

b. Apakah anda bisa menjelaskan kepada klien, baik laki-laki maupun perempuan tentang dampak negatif gender terhadap status gizi perempuan ?

c. Apakah anda melihat kebiasaan perempuan yang makan belakangan, merupakan hal yang umum ?

d. Apakah anda mendorong agar masyarakat baik lakilaki maupun perempuan, dapat mengubah kebiasaan budaya yang melarang ibu hamil memakan makanan tertentu selama kehamilannya, dengan alasan dapat mempengaruhi diri dan bayi yang dikandungnya ?