Anda di halaman 1dari 8

PEMBENTUKAN BANGSA DAN NEGARA

Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama. Konsep bahwa semua manusia dibagi menjadi kelompok-kelompok bangsa ini merupakan salah satu doktrin paling berpengaruh dalam sejarah. Doktrin ini merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan awal dari ideologi nasionalisme

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang berbeda dengan bentuk organisasi lain terutama karena hak negara untuk mencabut nyawa seseorang. Untuk dapat menjadi suatu negara maka harus ada rakyat, yaitu sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada. Dibawah ada beberapa pengertian Negara dan Bangsa menurut beberapa para ahli, antara lain : * Georg Jellinek Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu. * Georg Wilhelm Friedrich Hegel Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal * Roelof Krannenburg Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri. * Roger F. Soltau

Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat. * Prof. R. Djokosoetono Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama. * Prof. Mr. Soenarko Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan. * Aristotle menyatakan Negara adalah: perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama. - Roger F. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat. Negara merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi oleh warga negara tersebut. Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi cita-cita bangsa secara bersama-sama. Fungsi-Fungsi Negara : Dalam unsur terbentuknya suatu Bangsa dan Negara ada unsur yang bersifat konstitutif yaitu adanya unsur wilayah dengan demikian manusia dapat memiliki hak milik atas tanah dan dapat memiliki tempat tinggal. Di dalam wilayah terbagi atas daratan, udara, perairan. Daratan merupakan perbatasan dengan wilayah Negara lain yang dapat berbentuk alami seperti sungai, laut, danau, dan gunung. Ada pula perbatasan yang merupakan hasil buatan manusia seperti, tembok, pagar kawat berduri atau patok-patok besi.

Kemudian wilayah lautan. Sebuah Negara (laut territorial) pada awalnya ditentukan sejauh 3mil, dihitung di pantai pada waktu air sedang surut. Batasan ini mengalami perjanjian multilateral pada 10 Desember 1982. Perjanjian ini meliputi pengaturan permukaan dan dasar laut, aspek perdagangan,hukum, dan lingkungan hidup. Wilayah udara suatu Negara dapat diterbangi oleh pesawat udara asing. Namun sebelumnya pesawat tersebut harus meminta izin terlebih dahulu kepada Negara yang berkuasa atas wilayah tersebut. Selanjutnya unsur rakyat.Rakyat terdiri dari penduduk dan bukan penduduk. Penduduk adalah semua orang yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan UU dan bertujuan menetap didalam wilayah suatu Negara tertentu. Dan jika ada didalam wilayah suatu Negara tetapi tidak bertujuan menetap, digolongkan sebagai bukan penduduk. Misalnya seorang wisatawan asing yang sedang berlibur di Indonesia. Unsur yang terakhir yaitu pemerintahan yang berdaulat. Agar dapat memahami unsur ini terlebih dahulu kita harus mengetahui apa arti dari kedaulatan. Menurut Jean Bodin kedaulatan merupakan kekuasaan yang bersifat mutlak,abadi, dan asli. Dimana telah disebutkan dalam UUD pasal 1 ayat 2 yang berbunyi kedulatan berada ditangan rakayat dan dilaksankan menurut UUD. Artinya kekuasaan itu ada pada rakyat tetapi dalam menjalankannya harus sesuia dengan norma hukum yang telah dibuat dalam sebuah tata pemerintahan. Dalam pembahasan teori pembententukan Bangsa dan Negara diatas teori yang pertama yaitu teori perjanjian masyarakat. Pada teori ini sebuah Bangsa dan Negara terbentuk karena adanya perjanjian antar masayarakat. Dimana orang-orang mulai berkelompok untuk menggambungkan diri dalam mencapai kepentingan bersama dengan memilih pemimpin yang dapat mengatur kehidupan bersama sesuai dengan perjanjian yang dibuat bersama. Sehingga dengan demikian unsur persamaa

sebuah Bangsa dan Negara dapat berjalan dengan baik sesuai dengan hukum yang diatur atas perjanjian antar masyarakat. Pada teori yang ke dua yaitu Teori kekuatan. Pada teori ini kekuatanlah yang menjadi unsur pertama pembentukan sebuah Negara dan yang paling mendominasi yaitu dari kelompok yang kuat dibandingkan dengan kelompok yang lemah. Pada kenyataannya Bangsa yang memilik kekuatan maka Negara itulah yang memilki kekuasaan yang lebih tinggi dan Bangsa yang kurang memilki kekuatan maka negara itu memiliki kekuasaan yang lebih rendah. Misalnya amerika serikat dimana Negara tersebut merupakan Negara yang paling berkembang dibandingkan dengan negaranegra lain seperti Indonesia.Contohnya dalam bidang ekonomi yaitu mata uang dolar lebih besar harganya dibandingkan dengan mata uang rupiah. Serta dalam pengelolaan SDA, walaupun SDA Indonesia sangatlah banyak tetapi dalam pengelolaannya bangsa Indonesia banyak meminta bantuan dari Negara lain karena kurangnya SDM. Selanjutnya teori yang ke tiga yaitu teori alamiah. Dalam teori ini menurut Aristoteles menyebut manusia sebagai zoon politicion yaitu bahwa manusia baru dikatan sempurna apabila hidup dalam ikatan kenegaraan. Maksudnya setiap masayarakat dalam melakukan sebuah kegiatan harus sesuai dengan hukum atau aturan-aturan yang telah berlaku dalam tata kenegaraan sebuah Bangsa. Dengan demikian kehidupan dalam sebuah Negara dapat berjalan dengan baik dan teratur. Kemudian teori yang terakhir yaitu teori idealistis. Pada teori ini Negara dianggap sebagai sebuah kesatuan yang msitis dan memiliki aspek supranatural. Artinya dalam sebuah Negara ada masyarakat yang masih mempercayai dengan halhal yang gaib, misalnya disebuah desa yang masih melakukan ritual-ritual seperti Balia yang dipercayai untuk menyembuhkan penyakit walaupun sebenarnya didalam agama dilarang tetapi di dalam masyarakat masih melakukan hal-hal tersebut

karena sudah menjadi sebuah kebudayaan atau kebiasaan. Maka dalam kehidupan masyarakat tersebut masih memepercayai hal yang mistis serta supranatural.

BAB IV

1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan. 2. Melaksanakan ketertiban Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat. 3. Pertahanan dan keamanan Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar. 4. Menegakkan keadilan Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di segala bidang

# MIRIAM. B Unsur-unsur negara terdiri dari :


Wilayah Penduduk Pemerintah Kedaulatan Unsur Unsur Negara Negara terdiri atas beberapa unsur: Wilayah. Setiap negara menduduki tempat tertentu dimuka bumi dan mempunyai perbatasan tertentu. Kekuasaan negara mencangkup seluruh wilayah, tidak hanya tanah, tetapi juga laut disekelilingnya dan angkasa diatasnya.

Penduduk. Setiap negara mempunyai penduduk, dan kekuasaan negara menjangkau semua penduduk didalam wilayahnya. Dalam mempelajari soal penduduk ini, perlu diperhatikan factor-faktor seperti kepadatan penduduk, tingkat pembangunan, tingkat kecerdasan, homogenitas, dan masalah nasionalisme.

Pemerintah. Setiap negara mempunyai organisasi yang berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk diwilayahnya. Keputusan-keputusan ini antara lain berbentuk undangundang dan peraturan-peraturan lain. Pemerintah bertindak atas nama negara. Bermacam-macam kebijakan kearah tercapainya tujuan masyarakat dilaksanakanya sambil menertibkan hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat.

Negara mencangkup semua penduduk, sedangkan pemerintahan hanya mencangkup sebagian kecil daripadanya. Pemerintah sering berubah, sedangkan negara terus bertahan (kecuali jika diserang atau diambil alih negara lain).

Kedaulatan. Merupakan kekuasaan tertinggi untuk membuat undang-undang dan melaksanakanya dengan semua cara (termasuk paksaan) yang tersedia. Negara mempunyai kekuasaan yang tertinggi ini untuk memaksa semua pendudunya mentatai undang-undang serta peraturan-peraturanya. Negara mempertahankan kemerdekaanya terhadap serangan-serangan negara lain dan mempertahankan kedaulatan keluar. Untuk itu negara menuntut loyalitas yang mutlak dari warga negaranya.1[1] Bentuk Negara yaitu sebuah Negara dapat berbentuk Negara kesatuan dan Negara

serikat. Bangsa Indonesia beranggapan bahwa terjadinya Negara merupakan suatu proses yang berkesinambungan. secara ringkas, proses tersebut adalah sebagai berikut : 1. perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia 2. proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan

3. keadaan bernegara yang nilai-nilai dasarnya ialah merdeka, bersatu,

berdaulat, adil, dan makmur.


4. Unsur-unsur terbentuknya Bangsa dan Negara : a. Bersifat konstitutif: Berarti bahwa dalam Negara tersebut terdapat wilayah yang meliputi udara, darat, dan perairan(dalam hal ini unsur perairan tdk mutlak), rakyat atau masyarakat dan pemerintahan yang berdaulat. b. Bersifat deklaratif: Sifat ini ditunjukan oleh adanya tujuan Negara, UUD, pengakuan dari Negara

lain baik secara de jure maupun de facto dan masuknya Negara

dalam perhimpunan bangsa misalnya PBB Ideology komunis diperkenalkan pertama oleh