Anda di halaman 1dari 6

Penilaian Standar Relatif Skor Tes: Data Numerik Minggu 26 Jun 2011 06:00 PM Alim Sumarno, M.

Pd Penilaian artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dengan standar relatif adalah penilaian artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang didasarkan atas kurva normal. Cara penilaian seperti ini memberikan informasi bahwa seorang siswa telah belajar lebih baik atau lebih buruk dari pada siswa artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang lain di kelompok atau kelas artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang sama karena keberhasilan siswa dibandingkan artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dengan keberhasilan siswa lain di kelasnya. Penilaian ini menghasilkan penetapan (rating) relatif dari setiap siswa di dalam kelompoknya. Sebagai contoh, dalam tes artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang terdiri dari 100 butir, rentang skor artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang didapat adalah antara 35 artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dan 75. Guru akan menetapkan nilai A artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id untuk skor tertinggi 75. Selanjutnya, ia akan menetapkan 7,5% siswa mendapatkan A, 17,5% B, 50% C, 17.5% D, artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dan 7,5% F (Diagram 4.1). Nilai siswa ditetapkan secara relatif atau normatif atau berdasarkan norm (norma). Dengan sistem penilaian artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang mengacu pada norma (PAN), seorang siswa artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang memperoleh nilai A artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id untuk matapelajaran X semester ini tidak dapat dibandingkan keberhasilannya artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dengan siswa lain artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang mendapatkan nila A juga pada matapelajaran X semester lalu. Nilai tinggi dua siswa tersebut menunjukkan bahwa mereka berhasil baik hanya dalam kaitannya (relatif) artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dengan teman sekelasnya. Nilai tinggi artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang didapat dua siswa tersebut tidak menunjukkan ketrampilan mana artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang telah dikuasainya. Diagram Kurva normal

PAN digunakan artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id untuk membandingkan pencapaian global seorang siswa atau kelas artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id dengan norma daerah, propinsi, atau nasional artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang telah ditetapkan. PAN berguna apabila tujuannya adalah artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id untuk mencari siswa artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id yang ekstrim dalam suatu kelompok artikel ini disalin dari website http://elearning.unesa.ac.id untuk suatu program/kegiatan tertentu.

Latar Belakang Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Definisi Penilaian dan Standar Penilaian Pendidikan Penilaian adalah proses pengumpulan informasi untuk mengetahu pencapaian belajar peserta didik. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Standar penilaian pendidikan adalahstandar nasional pendidikan yangberkaitan dengan m ekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Menurut BSNP penilaian adalah prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik, hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi yaitu pengambilan keputusan terhadap ketuntasan belajar siswa dan efektifitas proses pembelajaran. Landasan Standar Penilaian a. Landasan Filosofis b. Landasan Yuridis Prinsip Penilaian a. Sah Penilaian didasarkan pada data yang me ncerminkan kemampuan yang diukur. b. Objektif Penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. c. Adil Penilaian tidak menguntungkan atau mer ugikan peserta didikkarena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang a gama,suku,budaya, adat istiadat, status s osial ekonomi, dan gender. d. Terpadu g. Sistematis Prosedur penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. f. Menyeluruh dan berkesinambungan Penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponenyang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. e. Terbuka

Penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berba gai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

Penilaian dilakukan secara berencana da n bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. h. Beracuan kriteria Penilaian didasarkan pada ukuran pencap aian kompetensi yang ditetapkan.

i.

Akuntabel

Penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Teknik dan Instrumen Penilaian 1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. 2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. 3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. 4. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. 5. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan: a. Substansi adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai b. Konstruksi adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan c. Bahasa adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. 6. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentukujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik. 7. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UNmemenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, danmemiliki buktivaliditas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkanantarsekolah, antardaerah, dan antartahun. Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan oleh: 1. Pendidik 2. Satuan Pendidikan 3. Pemerintah Penilaian Kelas Manfaat penilaian kelas 1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mngetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi sehiungga termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. 2. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosa kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. 3. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan dan sumber belajar yang digunakan..

4. Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar sedemikian rupa sehingga para peserta didik dapat mencapai kompetensi dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda dalam suasana yang kondusif menyenangkan. 5. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat di tingkatkan. Prinsip Penilaian Berbasis Kelas 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Motivasi. Validitas. Adil. Terbuka Berkesinambungan Bermakna Menyeluruh Edukatif. Karakteristik Penilaian Berbasis Kelas

Jenis, Standar Penilaian, dan Cara Penskoran Jenis Penilaian

1. Penilaian Formatif adalah penilaian yang dilaksanakan guru pada saat berlangsungnya
proses pembelajaran untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar-mengajar itu sendiri.

2. Penilaian Sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program, yakni akhir
caturwulan, akhir semester, dan akhir tahun.

3. Penilaian diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemahan


siswa serta faktor penyebabnya.

4. Penilaian Selektif adalah penilaian yang bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya tes
atau ujian saringan masuk ke sekolah tertentu.

5. Penilaian Penempatan adalah penilaian yang ditujukan untuk mengetahui keterampilan


prasyarat yang diperlukan bagi suatu program belajar dan penguasaan belajar seperti yang diprogramkan sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu.

Dari segi alatnya, penilaian hasil belajar terdiri atas 1. Tes tulisan (menuntut jawaban secara tulisan), 2. Tes tindakan (menuntut jawaban dalam bentuk perbuatan). Soal-soal tes disusun dalam bentuk 1. Objektif 2. Eesai atau uraian. Penilaian bukan tes mencakup 1. Observasi, 2. Kuesioner, 3. Wawancara,

4. 5. 6. 7. 1. 2. 3. 4.

Skala penilaia Sosiometri Studi kasus. Penilaian Sikap

Sikap terhadap materi pelajaran. Sikap terhadap guru atau pengajar Sikap terhadap proses pembelajaran. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suasana materi pelajaran. 5. sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.

Standar Penilaian a. Penilaian Acuan Norma (PAN) Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah penilaian yang menggunakan acuan pada rata-rata kelompok. b. Penilaian Acuan Patokan (PAP) Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah penilaian yang menggunakan acuan pada tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dikuasai siswa. c. Cara Penskoran 1. Pemberian angka dalam menilai hasil belajar siswa (1 10) 2. Pemberian huruf (A, B, C, D, dan E) Ranah Penilaian Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, yakni: (a) keterampilan dan kebiasaan (b) pengetahuan dan pengertian (c) sikap dan cita-cita. Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Sedangkan Gagne membagi lima kategori belajar, yakni: (a) informasi verbal (b) keterampilan intelektual (c) startegi kognitif (d) sikap (e) keterampilan motoris. Menelisik konsep standar penilaian pendidikan Tugas pokok guru dalam pembelajaran meliputi 1. 2. 3. 4. 5. Pembuatan Perencanaan Pembelajaran Melaksanakan proses belajar mengajar Melaksanakan proses penilaian hasil belajar.