Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

Kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi mahasiswa tentu tidak terlepas dari bagaimana kemampuan guru memilih dan menggunakan media pembelajaran yang digunakan. Temuan di lapangan dari data empirik di sekolah menunjukan bahwa sebagian besar pendidik tidak menggunakan media dalam melaksanakan pembelajarannya. Alasan yang sering dikemukakan adalah adanya keterbatasan dana dalam pengadaannya. Sebaliknya ditemukan pula bahwa beberapa media yang diberikan pemerintah juga tidak optimal digunakan, bahkan belum digunakan. Perlunya penggunaan media dalam pembelajaran sudah dipahami oleh para guru. Pada bagian ini akan dibahas beberapa manfaat media dalam proses pembelajaran. Selain makna dan peran media, akan dibahas pula macam-macam media dan cara-cara memilih media,serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan apabila menggunakan media untuk pembelajaran Terhadap kepentingan mengajar, modul ini mempunyai relevansi yang cukup besar, karena paling tidak pengajar memahami akan makna dan manfaat media dalam proses pembelajaran, dapat memilih media yang akan digunakan dengan pertimbangan yang tepat, serta dapat mengembangkan dan memproduksi sendiri jenis media yang paling sederhana dan dengan cara yang sederhana pula

Dengan demikian pengajar dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. Disamping itu proses pembelajarannya akan lebih menarik dan sistematis Uraian atau pembahasan tentang media pembelajaran ini akan diusahakan sesingkat dan sepraktis mungkin. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pengajar mengenai media pembelajaran yang memungkinkan dapat dipersiapkan apabila akan melaksanakan pembelajaran.

BAB II ISI

PERAN MEDIA DALAM KOMUNIKASI DAN PEMBELAJARAN 1. Media dalam Komunikasi Media adalah kata jamak dari medium (dari bahasa latin) yang artinya perantara (between). Makna umumnya adalah apa saja yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi. Dalam proses komunikasi, media hanyalah satu dari empat komponen yang harus ada, yaitu sumber informasi, informasi dan penerima informasi, serta media. Jika satu saja dari keempat komponen ini tidak ada, maka proses komunikasi tidak mungkin terjadi. Karena itu, media mempunyai makna jika ketiga kompnen lainnya ada. Jika tidak maka media secara praktis dianggap tidak ada dan tidak perlu dibicarakan. Jika digambarkan, interaksi dan saling ketergantungan empat komponen tersebut adalah sebagai berikut:

Sumber Informasi Penerima Informasi

Media Informasi

Penerima Informasi Sumber Informasi

Gambar 1 Proses Komunikasi

Gambar 1 menunjukan bahwa konsep sumber atau penerima informasi adalah konsep relatif. Di satu saat, seseorang (atau suatu benda) dapat berperan sebagai sumber informasi, namun pada saat lain (atau pada saat yang sama), ia bisa juga menjadi penerima informasi. Namun tidak semua proses informasi berlangsung secara dua arah atau timbale balik semacam ini. Kadangkala, komunikasi juga dapat terjadi secara satu arah (arah panah hanya tertuju ke penerima informasi, dan peran sumber dan penerima informasi hanya tunggal).

2. Media dalam Pembelajaran Dalam dunia pendidikan, konsep komunikasi tidak banyak berbeda kecuali dalam konteks berlangsungnya komunikasi itu sendiri. Dalam proses intruksional (pembelajaran), sumber informasi adalah pengajar, mahasiswa, bahan bacaan, orang-orang lain, dan sebagainya. Penerima informasi mungkin pengajar, mahasiswa, orang-orang lain. Hanya, dalam hal ini, media mendapat definisi lebih khusus, yakni teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan

pembelajaran (Scramm, 1977), atau sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran (Briggs, 1997) Namun, selain itu, ada satu komponen lain yang ternyata perlu juga mendapat tempat dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu metode pembelajaran (Heinich, dkk, 1989). Menurut Heinich, metode

pembelajaran adalah prosedur yang sengaja dirancang untuk membantu

siswa belajar lebih baik, untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jika digambarkan, komunikasi yang terjadi dalam dunia pembelajaran adalah sebagai berikut:

Metode Instruksional

Sumber Informasi Penerima Informasi

Media Informasi

Sumber Informasi Penerima Informasi

Metode Instruksional

Gambar 2. Proses Komunikasi dalam Pembelajaran Misalnya, jika seorang pengajar melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan OHP (Over Head Projector), maka OHP tersebut adalah media pembelajaran atau media instruksional, sedangkan pendekatan diskusi adalah metode pembelajaran yang sengaja dirancang untuk menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya.

3.

Manfaat Media dalam Proses Pembelajaran Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi pengajar dan mahasiswa, dengan maksud membantu mahasiswa belajar secara optimal. Tetapi selain itu, ada

beberapa manfaat lain yang lebih khusus. Kemp dan

Dayton (1985),

misalnya, mengidentifikasikan delapan manfaat media pembelajaran yaitu sebagai berikut: 1) Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan Pengajar mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang sesuatu hal. Melalui media, penafsiran yang beragam ini dapat direduksi dan disampaikan kepada mahasiswa secara seragam. Setiap yang melihat dan mendengar uraian tentang suatu ilmu melalui media yang sama akan menerima informasi yang persis sama seperti yang diterima teman-temannya. 2) Proses pembelajaran menjadi lebih menarik Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual), sehingga dapat mendeskripsikan suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lebih jelas dan lengkap. Media juga dapat menghadirkan masa lampau ke masa kini, menyajikan gambar dengan warna-warna yang menarik. Media dapat membangkitkan keingintahuan siswa, merangsang mereka untuk bereaksi terhadap penjelasan dosen, yang membuat mereka ikut tertawa atau bersedih, memungkinkan mereka menyentuh objek kajian pelajaran, membantu mengkonkretkan sesuatu yang abstrak dan sebagainya. Pendeknya, media dapat membantu guru menghidupkan suasana kelas dan menghindarkan suasana monoton atau membosankan.

3) Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif Jika dipillih dan dirancang dengan benar, media dapat membantu pengajar dan peserta melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa media, pengajar mungkin akan cenderung berbicara satu arah. dengan media, para pengajar dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya mereka yang aktif tetapi peserta juga. 4) Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi Seringkali terjadi, para pengajar menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk menjelaskan suatu pokok pelajaran. Padahal waktu yang dihabiskan tidak sebanyak itu jika mereka memanfaatkan media pembelajaran dengan baik. 5) Kualitas belajar dapat ditingkatkan Penggunaan media tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi juga membantu mahasiswa menyerap materi pembelajaran secara lebih mendalam dan utuh. Pada umumnya, dengan mendengarkan guru saja, siswa mungkin sudah memahami materi yang dibahas dengan baik, tetapi bila pemahaman itu diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan atau mengalami melalui media, pemahaman mereka terhadap isi pelajaran pasti akan lebih baik lagi. 6) Proses pembelajaran dapat terjadi dimana dan kapan saja Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru, program-program audio-

visual atau program computer yang saat ini penggunaanya sedang melanda di berbagai aspek kehidupan adalah contoh-contoh media pembelajaran yang memungkinkan sehingga mahasiswa dapat belajar secara mandiri 7) Sikap positif peserta belajar terhadap bahan belajar maupun terhadap proses belajar itu dapat ditingkatkan Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Dan hal ini dapat meningkatkan kecintaan dan apresiasi mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan dan proses pencarian ilmu itu sendiri 8) Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif Pertama,guru tidak perlu mengulang-ngulang penjelasan mereka bila menggunakan media dalam pembelajaran. Kedua, dengan mengurangi uraian verbal (lisan) pengajar dapat memberi lebih banyak pada aspek-aspek lain (membangkitkan mahasiswa mencari sebagai pengajar tetapi juga konsultan, penasihat atau manajer pembelajaran.

4.

Macam-macam Media Pembelajaran Meskipun ada banyak macam media instruksional, namun hanya sedikit sekali yang sering digunakan di dalam ruang kuliah. Beberapa yang sering digunakan adalah Over Head Projector (OHP), gambar, model dan papan tulis serta buku atau papan cetak lainnya.

Ada baiknya kita mengenal bermacam-macam media pembelajaran tersebut, dengan harapan hal ini akan memicu pengajar untuk mengadakan dan menggunakannya di ruang kelas. Ada berbagai cara untuk menggolongkan media. Bretz (1971), misalnya membagi media menjadi tiga macam yaitu media yang dapat di dengar (audio), media yang dapat dilihat (visual) dan media yang dapat bergerak. Media bentuk visual dibedakan menjadi tiga yaitu gambar visual, garis (grafis) dan simbol verbal. Selain itu, Bretz juga menambahkan media menjadi media transmisi dan media rekaman Dari semua jenis media diatas, yang paling lengkap adalah audiovisual gerak (ada gambar, suara dan juga gerak). Tetapi, sifat paling lengkap inipun relatif. Smaldino (2008:60) mengemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan guru agar media tersebut efektif dan efisien. Halhal yang dimaksud adalah sebagai berikut:

ELEMEN RANCANGAN VISUAL ELEMEN VISUAL PENGATURAN KESEIMBANGAN WARNA KETERBACAAN MENARIK ELEMEN TEKS GAYA UKURAN SPASI WARNA PENGGUNAAN KAPITAL

Dalam hal ini, Schramm (1977) membagi media menurut jumlah siswa (audiens) yang dilayaninya, massal (banyak dan tersebar di area

yang luas), klasikal (cukup kecil dan terpusat di suatu tempat) atau individual. Pembagian menurut Scramm tersebut tampak di tabel 1 berikut

Tabel 1 Penggolongan Media Menurut Ukuran Audiens

Media untuk Audiens Besar Televisi - Radio - Faximile - Internet Media untuk Audiens Kecil - Film Suara - Film Bisu - Videotape - Slide - Radio - Audio tape - Foto - Poster - Papan tulis - Chart - Flip chart - OHP/OHT Media untuk individu Media cetak (Hand Out) - Telepon CAI (Computer Assisted Instruction) -

BAB III KESIMPULAN

Media atau medium adalah apa saja atau segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi. Di dalam proses komunikasi, media merupakan komponen ke empat. Kegiatan

pembelajaran juga merupakan proses komunikasi, peranan media dalam proses pembelajaran dapat didefinisikan sebagai teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengajaran atau sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pelajaran. Sebelum mengajar sebaiknya dosen pengajar dapat memilih media yang akan digunakan dengan tepat. Hal ini dapat dilakukan apabila media yang tersedia lebih dari satu macam, tetapi walaupun demikian ada tiga hal yang harus dipertimbangkan di dalam pemilihan media, yaitu: tujuan pembelajaran, kesesuaian media dengan materi yang akan dibahas, tersedianya sarana dan prasarana penunjang dan karakteristik mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
Bretz. 1971. The Selection of Appropriate Communication Media for Instruction: A Guide for Designers of Airforce Technical Programs. California: Santa Monica, Rand. Friya, S.T. 1989. Overhead Projector Sebagai Salah Satu Alat Pendidikan. 3 M: Indonesia. Heinich, dkk. 1989. Instructional Media. New York: Mac Millan Publishing Company. Smaldino, Sharon E, Deborah L, Lowther, James D. Russel. 2008. Instructional Technology and Media for Learning. New Jersey: Upper Saddle River.

RESUME MEDIA PEMBELAJARAN

DISUSUN OLEH: INDAH PERMATA DELLA NIM. BP.011.04.040

DOSEN PENGAJAR: YOZARI, S.H, M. Si

STIKES MITRA ADIGUNA PALEMBANG PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN TAHUN AKADEMIK 2011-2012