Anda di halaman 1dari 22

BENCANA-BENCANA YANG TERJADI SELAMA TAHUN 2011

Di Susun Oleh: Endar Ade Rusnandar

Kelas : X Multimedia Mata Pelajaran : IPA

SMK NEGERI 34 JAKARTA 2012

BNPB: 1.598 Bencana Alam Terjadi Ditahun 2011

Jum'at, 30 Desember 2011 17:12 wib JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2011 mencapai angka 1.598. Jumlah tersebut memang terbilang cukup besar namun lebih kecil ketimbang 2010 dengan jumlah 2.232 kasus. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, puting beliung dan gelombang pasang merupakan jenis bencana yang dominan di Indonesia. Data bencana tahun 2002-2011 menunjukkan bahwa sekitar 89 persen dari total bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi, kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011). Saat ini dikatakan Sutopo, bencana hidrometeorologi terjadi rata-rata hampir 70 persen dari total bencana di Indonesia. Perubahan iklim global, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan bertambahnya jumlah penduduk makin memperbesar ancaman risiko bencana. Bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang besar. Pada tahun 2011, bencana di Indonesia terjadi 1.598 kejadian bencana. Data ini masih sementara karena belum seluruhnya data di kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah terkumpul, ujarnya. Menurutnya, jumlah orang meninggal dan hilang mencapai 834 orang. Untuk masyarakat yang mengungsi berjumlah 325.361 orang. Rumah rusak berat 15.166 unit, rusak sedang 3.302 unit dan rusak ringan 41.795 unit. Sedangkan bencana geologi seperti gempabumi, tsunami dan gunung meletus masingmasing terjadi 11 kali (0,7 persen), 1 kali (0,06 persen) dan 4 kali (0,2 persen). Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi 5 orang meninggal dan rumah rusak sebanyak 7.251 unit, paparnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan jumlah kejadian terbanyak adalah banjir yaitu sebanyak 403. Disusul kebakaran 355 kejadian, dan puting beliung 284 kejadian. Korban jiwa dari kecelakaan transportasi 372 orang meninggal. Sedangkan tanah longsor 192 orang dan banjir 160 orang. Kecelakaan yang dimaksud ini bukan lalu lintas. Sedangkan berdasarkan jumlah orang mengungsi, banjir mencapai 279.523 orang, erupsi gunungapi 9.699 orang, dan banjir dan longsor 9.053 orang, ujarnya. Dibandingkan dengan tahun 2010 , jumlah kejadian dan korban serta kerugian yang ditimbulkan bencana lebih kecil. Pada tahun 2010, jumlah kejadian bencana mencapai 2.232 kejadian. Jumlah korban meninggal dan hilang mencapai 2.139 orang, menderita dan mengungsi sekitar 1,7 juta orang dan menimbulkan rumah rusak berat 52.401unit. Bencana banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai dan erupsi Gunung Merapi adalah bencana terbesar pada 2010. ***

BNPB Jadikan Cianjur dan Solok Daerah SIGAB

Selasa, 18 Oktober 2011 05:01 wib PADANG - Untuk meningkatkan penanganan bencana agar lebih baik dan informasi yang akurat soal bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sebagai salah satu pusat informasi kesiapsiagaan dalam Sistem Informasi Kesiapsiagaan Bencana (SIGAB). Menurut Sutopo Purwo Husodo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, terpilihnya dua kabupaten tersebut karena memenuhi kriteria, misalnya di Kabupaten Solok sangat rawan bencana, seperti puting beliung, banjir bandang, longsor, gempa dan letusan gunung merapi (Gunung Talang). Selain itu daerah ini juga memiliki informasi lengkap catatan kebencanaan sejak tahun 1918 sampai sekarang, sehingga ini bisa menjadi bahan pelajaran proses informasi evakuasi dan tindaka-tindakan yang dilakukan, ungkapnya. Kemudian pemerintahnya juga menyatakan kesiapan untuk kesiagaan terhadap bencana, itulah landasan BNPB menetapkan dua daerah itu sebagai daerah SIGAB. Untuk melengkapi data itu tim juga telah menetapkan daerah survei di Kabupaten Solok, yaitu Kecamatan Gunung Talang, Lembang Jaya, Lembah Gumanti, Kubung dan Danau Kembar, ujarnya.

Dari data yang disurvei tersebut, kata Sutopo, nantinya akan dijadikan peta yang lengkap dan akan dimasukkan jalur-jalur evakuasi dan titik-titiknya untuk posko bantuan. Setelah kita buat peta bencana ini akan dimasukkan kedalam aplikasi website BNPB, jadi semua masyarakat bisa mengakses dan dengan adanya informasi ini akan diketahui dimana titik-titik pengungsian dan penyaluran bantuan, ujarnya. Untuk membuat satu peta ini akan menelan biaya Rp500 juta, peta ini akan dilengkapi datadata penduduk, kondisi daerah, jalur evakuasi dan data-data lain yang sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana. Sehingga tidak ada lagi bantuan tersendat-sendat, ujarnya. Hanya saja yang menjadi masalah saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di level Provinsi dan Kabupaten tidak ada hubungan struktur vertical dengan BNPB. Padahal BPBD dibutuhkan orang yang profesional dalam penanganan bencana. Otonomi daerah dan desentralisasi membuat kepala BPBD ini mudah dimutasi oleh kepala daerah, padahal kita sangat membutuhkan kerja sama yang sudah berpengalaman dalama bencana alam, selain itu kepala BPBD harus dipegang oleh orang professional dan ahli dalam bencana, ini menjadi kendala sehingga saat koordinasi tidak terganggu, pungkasnya. ***

Ini Deretan Bencana Alam Terburuk Sepanjang 2011


Sosbud / Kamis, 22 Desember 2011 12:07 WIB

Tsunami di Jepang. Metrotvnews.com, Jakarta: Sederet bencana alam yang terjadi pada tahun 2011 di belahan dunia. Mulai dari benua Asia hingga benua Eropa. Tidak sedikit nyawa manusia yang hilang akibat bencana dahsyat tersebut. Berikut bencana alam terburuk sepanjang tahun 2011. January 2011, cuaca ekstrim di beberapa daerah di Eropa merupakan yang terburuk sepanjang sejarah. Tercatat 6.000 penerbangan menuju Inggris harus dibatalkan. Di Rusia, cuaca terdingin terjadi pada tahun 2011. Sedangkan di belahan Eropa utara mengalami badai artik berkepanjangan. Banjir deras juga menjadi bencana terburuk sepanjang sejarah Australia. Banjir terjadi karena hujan terus mengguyur Australia selama 24 jam tanpa henti. Sungai Brisbane meluap dan menyebabkan banjir setinggi 15 kaki atau sekitar 4,5 meter. Sedikitnya 20 ribu rumah warga rusak parah akibat meluapnya air Sungai Brisbane. Pada Februari lalu, gempa dahsyat berkekuatan 6.3 skala Richter mengguncang Selandia Baru. Gempa itu merusak Kota Christchurch, menghancurkan sedikitnya 1000 bangunan. Tidak kurang dari 200 nyawa melayang pada bencana ini.

Maret lalu, gempa yang disertai tsunami menerjang Jepang. Gempa berkekuatan 8.9 skala Rrichter itu menjadi salah satu dari llima gempa besar yang ada di dunia. Gelombang tsunami diperkirakan membawa 10 juta ton air yang menerjang Jepang. Sekitar 10 ribu jiwa melayang karena bencana ini. Sekitar 95 persen rumah warga rusak parah karena hanyut terbawa arus air. Gempa yang disertai tsunami yang melanda Jepang juga mengganggu kerja reaktor nuklir di kawasan Fukushima Daiichi. Hal ini menjadi teror bagi warga Jepang dan juga dunia. Total kerugian materil pada bencana ini diperkirakan mencapai 31 miliar dollar Amerika. Pada April lalu, angin topan menerpa hampir di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Dalam waktu 48 jam, sekitar 200 angin topan menerjang 16 negara bagian Amerika Serikat, dan menewaskan sedikitnya 38 orang. Angin topan ini tetap berlanjut selama dua minggu. Total kegiatan angin topan yang menerjang 16 negara bagian di Amerika Serikat mencapai 753. Ini merupakan angka kejadian tertinggi sepanjang sejarah. Pada 31 Agustus 2011, banjir bandang yang disebabkan oleh gelombang laut China selatan. Ombak silang yang sering terjadi hampir di setiap tahun ini, menjadi tontonan warga sekitar. Celakanya arus ombak yang sangat kencang masuk ke aliran Sungai Qiantang yang menyebabkan, banjir bandang. Bencana ini terjadi di Provinsi Zhejiang China bagian timur. Sedikitnya 20 orang mengalami luka parah. Kebanyakan dari korban adalah pengunjung yang berada paling dekat dengan pagar sungai. Pada Oktober lalu, banjir dan longsor yang melanda beberapa negara hampir di seluruh dunia. Banjir yang melanda Thailand merupakan yang terburuk sepanjang 50 tahun terakhir. Banjir itu merusak lahan pertanian hingga empat juta hektare. Sekitar 10 ribu orang harus dievakuasi dan menetap di pengungsian. Masih di bulan yang sama, gempa dengan kekuatan 7.2 skala Richter mengguncang Turki. Gempa ini merusak 2000 bangunan dan menewaskan sedikitnya 6000 jiwa. Pada 5 November 2011, banjir yang menimpa Genoa, Italia, mengakibatkan kerusakan parah. Banjir yang terjadi pada pagi hari itu menyapu sedikitnya 100 mobil mewah. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengklaim, banjir terparah sepanjang tahun 2011 yang menerjang Italia ini karena kesalahan konstruksi. Sedikitnya enam orang meninggal karena bencana itu. Desember lalu, banjir disertai tanah longsor yang disebabkan penebangan kayu liar melanda Filipina. Diperkirakan 350 ribu orang di 13 provinsi kehilangan tempat tinggal. Sarana-sarana umum seperti gedung sekolah dan infrastruktur umum lainnya hancur setelah dilanda banjir yang terjadi pada dini hari itu. (huffingtonpost.com/TC) ***

Gempa 7,0 SR Guncang Jepang


Internasional / Minggu, 1 Januari 2012 14:59 WIB Metrotvnews.com, Tokyo: Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang Jepang, Ahad (1/1). Pusat gempa terletak di dekat Torishima, satu pulau Pasifik barat laut sekitar 560 kilometer di selatan Tokyo. Menurut Badan Meteorologi Jepang, getaran terasa pada pukul 14.28 waktu setempat atau 0528 GMT dengan kedalaman sekitar 370 kilometer atau 230 mil. Sementara Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat pada kedalaman 348 kilometer. Tidak ada laporan segera tentang adanya kerusakan atau korban cedera akibat gempa ini. Begitu juga tak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Yang pasti gempa terasa menggoyang-goyang bangunan-bangunan di Tokyo dan sekitarnya. Namun, gempa tak sampai mengganggu final turnamen sepak bola Piala Kaisar yang berlangsung di Stadion Nasional. Perjalanan kereta dan maskapai penerbangan di dalam dan sekitar wilayah ibu kota tidak terpengaruh dengan adanya gempa. "Beberapa orang, yang berjalan, tidak memerhatikan gempa," kata juru bicara Tokyo Disneyland. Ia menambahkan bisnis di kawasan hiburan itu berjalan seperti biasa setelah beberapa wahana secara otomatis ditutup. Dia tidak menyebutkan jumlah pasti pengunjung pada hari itu, tetapi diperkirakan berkisar puluhan ribu orang. Gempa terjadi pada saat Kaisar Akihito memimpin perayaan Tahun Baru Jepang. Ia mendesak agar rakyatnya bekerja sama dalam membangun kembali bangsa dari bencana gempa dan tsunami pada Maret 2011. "Negara kita sekarang akan melalui masa-masa sulit karena gempa dan faktor lainnya," katanya. "Tapi saya berharap bahwa hati rakyat akan selalu dengan para korban, dan setiap orang yang akan bertahan serta bekerja sama untuk membangun hari esok yang lebih cerah," ujarnya. Keinginan untuk pemulihan bangsa tampaknya telah mendominasi pada saat tahun baru dimulai di Jepang. Puluhan ribu orang berbondong-bondong datang ke kuil Shinto dan kuilkuil Buddha untuk melemparkan uang dan berdoa untuk keberuntungan. Gempa berkekuatan 9,0 SR dan tsunami besar pernah melanda timur laut negara itu pada 11 Maret 2011. Bencana ini menewaskan lebih dari 19.000 orang dan melumpuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir yang sejak itu bocor.(Ant/BEY) ***

Ternate Diamuk Angin Topan


Kamis, 31 Maret 2011 02:11 wib TERNATE - Angin topan menyapu nyaris seluruh wilayah kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (30/3/2011) malam sekira pukul 22.00 WIT. Suara angin bergemuruh seperti bunyi pesawat terbang itu membuat panik warga kota yang langsung berlarian mencari tempat perlindungan. Suasana makin terasa mencekam karena di saat yang bersamaan, aliran listrik pun ikut dipadamkan diikuti turunnya hujan deras. Angin yang diperkirakan berhembus dari arah Selatan kota itu, meluluhlantakkan sejumlah pohon yang tumbang ke jalanan, termasuk sejumlah billboard dan baliho raksasa. Bahkan pagar rumah warga yang terbuat dari besi pun ikut menjadi korban. Sejumlah saksi mata menyebutkan, angin bertiup dari arah laut, lalu bergerak menuju ke arah Utara. Waktu itu saya berada di pesisir pantai di Bastiong. Tiba-tiba angin bergerak dari laut lalu menuju Utara. Gemuruhnya besar. Bahkan, kami saat berteduh di teras rumah akan ikut terseret jika tidak berpegangan, tutur Ilon, salah seorang warga yang ditanyai okezone. Angin topan itu juga turut membubarkan suasana keramaian di area pameran dalam rangka hajatan Legu Gam (pesta rakyat menyambut Hari Ulang Tahun Sultan Ternate). Warga yang memadati lapangan Ngara Lamo depan kedaton Sultan berhamburan mencari tempat perlindungan. Bahkan, amatan okezone, tenda-tenda di pusat jajanan malam kawasan Swering depan eks kantor Gubernur Maluku Utara, terpaksa ditutup. Para pedagang khawatir tenda milik mereka yang hanya terbut dari terpal itu ikut diamuk topan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui adanya korban jiwa atau kerugian material termasuk kerusakan rumah warga akibat amukan angin topan tersebut. Namun sebelumnya sudah ada peringatan dari instansi terkait tentang buruknya cuaca yang akhir-akhir ini di Maluku Utara. (abe)

***

Angin Putar di Gowa, Ratusan Rumah Hancur, 15 Orang Terluka


Sabtu, 26 November 2011 21:22 wib

Salah satu rumah korban puting beliung (foto: Baharudin/Koran Sindo) SUNGGUMINASA - Puting beliung melanda di Kabupaten Gowa mengakibatkan ratusan rumah hancur serta 15 warga terluka di dua kelurahan di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, sekitar pukul 14.00 wita. Kerusakan parah berada di Kelurahan Tombolo, rumah di wilayah ini bahkan ada yang rata dengan tanah, Seperti rumah Dg Nai, dan Nurdin, kemudian di Kelurahan Pa'cinongan, sebagian besar rumah yang di terjang puting beliung ini rusak di bagian atap. Angin disertai hujan deras ini bukan hanya menyapu pemukiman, tetapi puluhan mohon yang ada di halaman rumah warga ikut tumbang. Dari kejadian ini sekitar 15 orang warga terluka di bagian kepala akibat terbentur runtuhan atap, para warga yang terluka langsung si larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf untuk mendapat perawatan, sebagian warga terluka sudah pulang, sebagian lainnya masih di rawat karena luka di kepala cukup serius. Salah seorang korban masih berada di RSUD Jufri,20. Korban mendapat sepuluh jahitan di kepala akibat terkena atap seng rumahnya. "Korban terkena atap karena saat atap rumah runtuh berada di dalam rumah, beruntung bisa diselamatkan oleh warga lainnya," kata

Paseng (50 tahun), ayah korban saat ditemui di UGD. Salah seorang warga lainya bernama Herman,23, hingga belum sadarkan diri, informasi warga setempat warga tersebut tidak dasar karena terkena puting beliung dan dikagetkan banyak rumah yang hancur. Informasi diperoleh di lokasi menyebutkan, puting beliung disertai hujan deras itu menyapu pemukiman warga terjadi sekitar pukul 14.00 wita, saat warga panik dan spontan berhamburan keluar rumah. Para hanya menyaksikan rumah mereka di hantam puting beliung, yang mengakibatkan sebagian besar rumah warga rata dengan tanah. Seperti rumah Dg Nai, dan Nurdin, warga Kelurahan Tombolo. Kedua warga itu rusak parah akibat terjangan angin puting beliung. Salah seorang korban, Dg Nai mengatakan, puting beliung disertai hujan deras membuat rumah panggung miliknya rusak parah. Atapnya hancur berserakan, sebagian perabot rumah itu juga rusak. "Jika ditaksir saya mengalami kerugian hingga mencapai jutaan rupiah, karena bukan hanya atap bangunan yang hancur, tetapi sebagai perabot di atas rumah juga ikut rumah karena terbentuk material atap bangunan,' katanya. Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa Arifuddin Saeni mengatakan, Pemkab segera menurunkan tim dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan pendataan para korban terkena puting beliung yang ada di dua Kelurahan di Kecamatan Somba Opu. "Hasil mendataan itu selanjutkan akan diserahkan ke Bupati Gowa agar mendapat bantuan sebagai korban bencana alam," kata saat dihubungi. (Baharuddin/Koran SI/ahm) ***

Bencana Banjir Bandang Terjang Bali Tahun 2011.


Buleleng - Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Gerokgak Buleleng, Bali. Akibat banjir ini, ratusan rumah terendam air dan lumpur. Banjir bandang Buleleng 2011 akibat hujan deras sejak pukul 21.00 Wita, Rabu (23/2) kemarin. Banjir Bandang Bali ini menerjang beberapa desa di Kecamatan Gerokgak, yaitu Desa Celukan Bawang, Desa Tinga-Tinga dan Desa Pengulon. Hingga pagi ini, Kamis (24/2/2011), ratusan rumah masih tergenang dan terendam air lumpur. Hujan deras menyebababkan sepanjang jalan menuju Pelabuhan Celukan Bawang serta di perkampungan berubah menjadi sungai. Banjir bandang merendam 54 rumah di Desa Celukan Bawang, sebanyak 108 rumah di Dusun Tegallalang, 105 rumah di Dusun Munduk Sari dan Dusun Bukit Sari. Dua rumah di Desa Pengulon, sedangkan di Desa Tinga-Tinga, banjir juga mengakibatkan sekitar 47 rumah milik warga terendam. Ketua RT Mawar Celukan Bawang, Usmanto kepada detikcom mengatakan, air mulai masuk ke dalam pemukiman warga sejak pukul 21.00 Wita akibat luapan air sungai yang tidak mampu menampung air yang mengalir dari arah selatan akibat hujan deras. "Air masuk ke rumah setinggi satu setengah meter," paparnya. Warga desa berupaya untuk mengungsikan sejumlah harta benda termasuk keluarganya ke lokasi yang aman. "Terpaksa mengungsi untuk menghindari genangan air yang membawa lumpur," imbuh Ridwan. Ketinggian banjir bandang di Desa Celukan Bawang, Desa Tinga-Tinga dan Desa Pengulon mencapai 1,5 meter. Derasnya aliran air hingga menjelang subuh, menyebabkan rumah milik Made Atas, warga Desa Celukan Bawang ambruk. detik.com ***

Diterjang Banjir 2 Meter di Makassar, Ratusan Orang Mengungsi


Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews Sabtu, 05/02/2011 14:15 WIB

Makassar - Banjir setinggi 2 meter melanda kawasan RW 03 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar. Ratusan orang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya menuju lokasi yang lebih aman. Pengamatan detikcom, Sabtu (5/2/2011), banjir merendam 90 rumah yang dihuni sekitar 308 jiwa sejak pukul 08.00 WITA. Ketinggian air yang mencapai 1 hingga 2 meter ini menggenangi rumah penduduk dan areal persawahan. Banjir diakibatkan karena Sungai Borong yang meluap dan ini kerap terjadi saat hujan deras mengguyur. Warga berbondong-bondong mengungsi di Masjid At Thoyyibah yang berjarak 500 meter dari perumahan warga yang kebanjiran. Masjid tersebut berada di lokasi yang tinggi. Namun, ada juga sejumlah warga yang bertahan di rumah panggung miliknya. Proses evakuasi warga dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Makassar serta dibantu Tim SAR Mar Team. 2 Unit perahu karet disiagakan untuk menjemput warga yang masih bertahan di rumahnya. Petugas Koramil juga sudah mengamankan lokasi banjir. Sementara itu, pihak kelurahan masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengatur distribusi bantuan berupa tenda dan bahan makanan. Belum ada korban jiwa dan orang hilang yang dilaporkan. (aan/ken) ***

Duh...Setahun Erupsi Merapi, Warga Masih Kesulitan Mengkses Jembatan


Rabu, 26 Oktober 2011 20:40 WIB BOYOLALI - Setahun bencana letusan gunung Merapi berlalu sudah, namun pemulihan pascabencana belum sepenuhnya tuntas. Warga lereng Merapi di wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, masih kesulitan mengakses jembatan karena banyak yang putus akibat bencana lahar dingin. Warga lereng Merapi hingga sekarang masih mengandalkan jembatan darurat dari bahan bambu untuk ke luar masuk desa, menurut Anto (35) warga Dukuh Takeran, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Rabu (26/10). Memang, jembatan darurat yang terpasang di Kali Apu Desa Tlogolele sering hanyut terbawa banjir. Tetapi, imbuhnya, akses tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Alhasil sejak dam Kali Apu ambrol diterjang banjir lahar dingin, warga yang hendak ke pusat kecamatan Selo harus berputar melalui wilayah Magelang. Pemerintah kini sudah mulai membangun jembatan yang terputus dengan model gantung. Tetapi, masih banyak jalur akses utama antar desa yang menggunakan jembatan darurat, termasuk akses menuju Desa Tlogolele, Selo, melalui Kali Apu. Kepala Desa Tlogolele Budi Harsono, mengatakan keberadaan dam Kali Apu memang sangat vital. Pasalnya, selain untuk penahan banjir lahar dingin, dan itu juga berfungsi sebagai akses warga sekitar. Oleh karena itu, warga mengharapkan supaya pemerintah segera membangun dan memperbaiki dam tersebut setahun pascaerupsi Merapi. Menurut dia, hancurnya dam Kali Apu tersebut, warga Tlogolele terpaksa memutar melalui wilayah Magelang untuk ke pusat Kecamatan Selo. Karena, warga beberapa kali membangun jembatan darurat dari bambu hanyut terbawa banjir. Warga kini yang membangun jembatan bambu, namun hanya cukup untuk pejalan kaki saja, karena kondisi medannya curam dan harus menyisir tebing. Selain itu, warga juga membuat jalan setapak dengan landasan dari bambu, agar sepeda motor dapat melintas dan tidak terpeleset. Tetapi, musim hujan saat ini tidak ada jaminan jembatan tersebut tidak diterjang lahar dingin.

Sementara Bupati Boyolali Seno Samodro menjelaskan, pemkab sudah menyampaikan seluruh kerusakan termasuk jembatan putus akibat bencana erupsi Gunung Merapi ke pemerintah pusat. Namun, kata Bupati, proses pembangunan jembatan akan dilakukan beberapa tahap dan pertama ada lima jembatan gantung yang dibangun. Menurut dia, dalam waktu dekat akan turun lagi dana pembangunan dari pusat untuk sejumlah jembatan yang lainnya di lerang Merapi dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari Sumber: Antara ***

Selama 2011, Indonesia Diterjang 13 Banjir Bandang


Minggu, 18 Desember 2011 Penebangan hutan yang merajalela di seluruh Tanah Air demi pemenuhan kebutuhan industri perkayuan, perluasan perkebunan dan pemukiman, membuat hutan-hutan di Indonesia menjadi gundul. Akibatnya mengerikan, banjir dalam skala tak biasa dan dahsyat, yakni banjir bandang, terjadi dimana-mana, sepanjang tahun ini, karena tanah tak Akibat banjir bandang. lagi memiliki pepohonan yang mampu menahan laju gelontoran air hujan yang menderanya. Korban jiwa dan luka-luka pun berjatuhan. Ini lah 13 peristiwa banjir bandang yang melanda Indonesia sepanjang 2011 ini. 1. Banjir Bandang Dieng Musibah di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ini terjadi pada 18 Desember 2011) sekitar pukul 12.30. Banjir yang bersumber dari Sungai Grobok dan menerjang Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, ini menewaskan 3 orang dan merusak puluhan rumah. Banjir ini juga menjebol tanggul sungai, sehingga banjir semakin parah. 2. Banjir Bandang Pulau Palue Dua orang hilang ketika banjir bandang menerjang Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Desember 2011. Korban, Theresia Tia dan anak perempuannya, Zaskia Putri (7), diduga tertimbun material lumpur dan bebatuan yang ikut menerjang rumah mereka di Desa Lidi ketika banjir datang, atau hanyut bersama derasnya terjangan air bah yang dating. Banjir diakibatkan hujan deras yang turun hamper seharian. 3. Banjir Bandang Sigi Pada 3 Desember 2011, banjir bandang menerjang Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Lima orang warga yang bermukim di Dusun Pangana, Desa Bolapapu, tewas, dan satu orang lainnya hilang. Diduga korban yang hilang tertimbun lumpur dan bebatuan yang datang bersama air bah.

4. Banjir Bandang Tangse Musibah pada pada 10 Maret 2011 ini menerjang belasan desa di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Desa yuang diterjang di antaranya Desa Blang Pandak, Blang Dalam, Layan, Peunalon 1, Peunalon 2, Kuala Krueng, Krueng Meriam dan Pucuk Sa. Saat musibah menerjang, kayu-kayu gelondongan ikut hanyut dan menerjang rumah warga dan jembatan. Sebanyak 24 orang tewas. 5. Banjir Bandang Banawa Selatan Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), terjadi pada 14 Oktober 2011. Musibah yang diakibatkan hujan selama 3 jam ini menghancurkan 72 rumah dan menewakan 3 orang. Air bah datang akibat luapan Sungai Sarumana. 6. Banjir Bandang Pesisir Selatan Banjir bandang menerjang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 3 November 2011. Banjir ini memorak-porandakan sarana dan prasarana masyarakat, serta infrastruktur pemerintahan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 289,296 miliar. 7. Banjir Bandang Bae Warga di Desa Ngembalrejo dan Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merasakan dahsyatnya banjir bandang pada 6 Fenruari 2011 hanya gara-gara tingginya curah hujan yang melanda wilayah mereka. Tak ada yang tewas, namun banjir ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Kudus-Pati, terutama kilometer 4, tersendat karena jalan tergenang air setinggi hamper setengah meter. 8. Banjir Bandang Jepara Ratusan wargab Desa Mayong Lor, Mayong Kidul, Dorang, Blimbing Harho, dan Pelem Kerep di Kecamatan Mayong, juga warga Desa Paren di Kecamatan Welahan, serta warga Desa Batukali di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sempat panik ketika banjir bandang menerjang desa mereka pada 6 Februari 2011. Banjir diakibatkan oleh luapan Sungai Bakalan, Mayong, dan Tunggul setelah ditimpa hujan berjam-jam.

9. Banjir Bandang Pati Warga Desa Prawoto, Wegil, Baleadi, Kedungwinong, Baturejo,Wotan, dan Sukolilo di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, merasakan hebatnya banjir besar setelah Sungai Sukolilo dan Sungai Jeratun meluap akibat hujan deras selama berjam-jam.

Musibah di awal Desember 2011 ini menewaskan dua orang dan merobohkan 59 rumah di Kecamatan Sukolilo. Musibah ini juga menghanyutkan empat jembatan penghubung antardesa. 10. Banjir Bandang Grobogan Musibah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini nyaris bersamaan dengan banjir bandang di Pati, yakni pada 3 Desember 2011. Musibah yang melanda enam desa ini, di antaranya Desa Putatsari, Ngabendan Teguhan di Kecamatan Grobogan, serta Desa Temon di Kecamatan Brati ini menewaskan satu orang. Banjir terjadi akibat Sungai Lusi meluap. Selain menewakan satu orang, musibah ini juga merobohkan dua rumah. 11. Banjir Bandang Trenggalek. Musibah di kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur ini terjadi pada 20 Mei 2011. Musibah menerjang lima kecamatan, yakni Karangan, Kampak, Suruh, Gandusari dan Pogalan. Tak ada korban jiwa, namun derasnya arus banjir bandang membuat Jembatan di Kecamatan Karangan ambruk 12. Banjir Bandang Riau Musibah pada 25 November 2011 ini melanda sejumlah desa di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Satu orang dinyatakan tewas dan dua orang hilang. Saat musibah dating, air berarus deras datang dengan membawa serta kayu-kayu glondongan hasil penebangan hutan. Tak ada yang tewas, namun beberapa rumah hanyut dan roboh. 13. Banjir Bandang Tegaldowo Musibah pada Februari 2011 ini menerjang Dusun Sumurgede, Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tak ada korban jiwa, namun banyak rumah warga yang rusak. Selain itu, air setinggi lutut orang dewasa tak hanya menggenangi permukiman penduduk, tapi juga jalan dan pasar desa setempat. Warga mengatakan, musibah ini merupakan yang terparah dalam 20 tahun terakhir. ***

Banjir dominasi bencana alam sepanjang 2011


Jum'at, 30 Desember 2011 18:26 wib Sindonews.com - Berdasarkan rentetan bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2011, berdasarkan jumlah kejadian terbanyak adalah banjir yaitu sebanyak 403. Disusul kebakaran 355 kejadian, dan puting beliung 284 kejadian. Namun, dibanding tahun 2010, jumlah kejadian ini lebih sedikit ketimbang tahun 2011. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2011 mencapai angka 1.598. "Data ini masih sementara karena belum seluruhnya data di kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah terkumpul, ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011). Dia menjelaskan, bencana hidrometeorologi terjadi rata-rata hampir 70 persen dari total bencana di Indonesia. Perubahan iklim global, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan bertambahnya jumlah penduduk makin memperbesar ancaman risiko bencana. Bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang besar. Menurutnya, jumlah orang meninggal dan hilang mencapai 834 orang. Untuk masyarakat yang mengungsi berjumlah 325.361 orang. Rumah rusak berat 15.166 unit, rusak sedang 3.302 unit dan rusak ringan 41.795 unit. Sedangkan bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami dan gunung meletus masingmasing terjadi 11 kali (0,7 persen), satu kali (0,06 persen) dan 4 kali (0,2 persen). Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi lima orang meninggal dan rumah rusak sebanyak 7.251 unit, jelasnya. Lanjutnya, korban jiwa dari kecelakaan transportasi sebanyak 372 orang meninggal. Sedangkan tanah longsor sebanyak 192 orang dan akibat banjir 160 orang. Sedangkan berdasarkan jumlah orang mengungsi, banjir mencapai 279.523 orang, erupsi gunung api 9.699 orang, dan banjir dan longsor 9.053 orang. Dia menyebutkan, pada tahun 2010, jumlah kejadian bencana mencapai 2.232 kejadian.

Jumlah korban meninggal dan hilang mencapai 2.139 orang, menderita dan mengungsi sekitar 1,7 juta orang dan menimbulkan rumah rusak berat 52.401unit. Bencana banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai dan erupsi Gunung Merapi adalah bencana terbesar pada 2010. Mengingat rawannya bencana alam yang terjadi, staf khusus Presiden bidang bencana alam dan sosial, Andi Arief pernah mengatakan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan dari semua kalangan, termasuk akademisi, guna mengurangi dampak bencana alam. "Bencana itu seperti kita menghadapi peperangan yang mewajibkan kita untuk punya kesiap siagaan untuk penyelamatan," tukas Andi dalam pesan singkatnya beberapa waktu lalu. ***

Banjir dan longsor landa Bantul


Rabu, 18 Januari 2012 08:55 wib

Sindonews.com - Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah desa di Kabupaten Bantul,tadi malam. Di Dusun Jetis, Desa Selopamiro, Imogiri, longsor menutup jalan utama setelah dusun itu diguyur hujan deras selama seharian. Akibat bencana itu, Dusun Jetis terisolasi. Bencana itu juga nyaris menimbun hidup-hidup Wagi, warga Dusun Karangjati, Selopamioro. Saat kejadian, Wagi bermaksud kembali setelah mengantarkan beberapa pekerja bangunan. Namun apes saat dia melintas di jalan dekat Sungai Oya, secara perlahan truknya ambles. Beruntung dia bisa keluar dari truk dan hanya bisa menyaksikan truknya terbenam. Wargapun berusaha melakukan pertolongan. Namun karena kondisi jalan yang sulit ,maka proses evakuasi truk sangat sulit, tutur ketua RT 4, Jetis, Selopamioro Wakiman tadi malam. Warga lainnya Eko menerangkan, saat ini kendaraan roda empat tidak bisa masuk Dusun Jetis. Pihaknya juga sudah memberikan informasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun belum ada respons balik. Mungkin karena lokasi jauh dan sudah malam, baru besok pagi ditengok, ucapnya. Selain longsor, hujan deras yang mengguyur Bantul mengakibatkan sejumlah sungai meluap. Selain merendam puluhan rumah di berbagai wilayah, banjir juga merusakkan sejumlah infrastruktur. Banjir paling parah terjadi di wilayah Dusun Pundung, Wukirsari,Imogiri. Tepatnya di sekitar Mapolsek Imogiri. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Selain menggenangi pemukiman, banjir itu juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas di sekitar Mapolsek. Ketinggian air mencapai puncaknya sekitar pukul 17.00 WIB, kata Purwanto, salah satu warga setempat.

Lantaran nekat menerjang banjir di jalan depan Mapolsek Imogiri, belasan sepeda motor dan mobil harus didorong beramai- ramai karena mogok. Banjir mulai surut sekitar pukul 20.00 WIB, kata dia. Banjir kemarin sore juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak.(*)
Editor: Hariyanto Kurniawan ***