Anda di halaman 1dari 25

Larutan Buffer dalam Darah Buffer adalah zat yang dapat mempertahankan pH ketika ditambah sedikit asam/basa atau

ketika diencerkan. Buffer terdiri dari asam lemah dan garamnya/basa konjugasinya atau basa lemah dan garamnya/asam konjugasinya. Salah satu contoh larutan buffer adalah darah. Buffer dalam darah terdiri dari H2CO3 ( asam lemah ) dan HCO3- ( basa konjugasinya ). Buffer tersebut dapat mempertahankan pH darah sekitar 7,35 7,45 dengan reaksi sebagai berikut ; * H2CO3 + OH- => HCO3- + H2O * HCO3- + H+ => H2CO3 Buffer dalam darah termasuk buffer asam. Buktinya, jika darah tidak memiliki buffer maka ketika minum jus jeruk yang kecut, tubuh kita dapat mengalami asidosis ( pH darah asam ). Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Satuan derajat keasaman adalah pH : - pH 7,0 adalah netral - pH di atas 7,0 adalah basa (alkali) - pH di bawah 7,0 adalah asam. Suatu asam kuat memiliki pH sangat rendah (hampir 1,0) ; sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (di atas 14,0). Darah memiliki pH antara 7,35-7,45. Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara seksama, karena perubahan pH yang sangat kecilpun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ. Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah: 1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal, sebagian besar dalam bentuk amonia. Ginjal memiliki kemampuan untuk merubah jumlah asam atau basa yang dibuang, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari. 2. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Suatu penyangga pH bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan, Penyangga pH yang paling penting dalam darah menggunakan bikarbonat. Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah , maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran darah , maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat. 3. Pembuangan karbondioksida.

Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel. Darah membawa karbondioksida ke paru-paru dan di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan (dihembuskan). Pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan. Jika pernafasan meningkat, kadar karbondioksida darah menurun dan darah menjadi lebih basa. Jika pernafasan menurun, kadar karbondioksida darah meningkat dan darah menjadi lebih asam. Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan, maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit. Adanya kelainan pada satu atau lebih mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis. Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah. Asidosis dan alkalosis bukan merupakan suatu penyakit tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit. Terjadinya asidosis dan alkalosis merupakan petunjuk dari adanya masalah metabolisme yang serius. Asidosis dan alkalosis dikelompokkan menjadi metabolik atau respiratorik, tergantung kepada penyebab utamanya. Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan asam atau basa oleh ginjal. Asidosis respiratorik atau alkakosis respiratorik terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru atau kelainan pernafasan. No Komen : 33 M. Rezza Pahlawan/ XI-IA 8/ 18 :: 13-03-2012 04:51:45 Kegunaan larutan buffer dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak. misalnya dalam bidang farmasi, fotografi, industri kulit,reaksi-reaksi kimia dalam laboratorium, zat warna, pengawet makanan,dll. Bahkan dalam tubuh kita sendiri larutan buffer mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme. OLeh karena itu, cairan tubuh harus merupakan larutan buffer agar pH senantiasa konstan ketika metabolisme berlangsung. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Jika terjadi penurunan atau kenaikan pH sedikit saja menunjukkan kita dalam keadaan sakit. Dalam bidang farmasi contohnya pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita (utamanya air mata), agar tidak menimbulkan efek samping. Berbeda lagi dengan infus, karena cairan infus masuk melalui pembuluh darah maka pH cairan infus harus sama dengan pH darah. Dalam mengawetkann makanan, larutan buffer juga mampu menjaga pH makanan agar tidak mudah dirusak oleh bakteri. Intinya jika kita akan menggunakan larutan buffer, kita harus menyesuaikan dengan pH objek yang akan kita tambahi larutan buffer tersebut. Daftar Pustaka :

Adom, A, Larutan Penyangga (Buffer), http://andykimia03.wordpress.com, wikipedia.org, buku BSE. :: Reply :: Ok. Bagus. Bisakah memberikan contoh larutan buffer yang digunakan dalam mengawetkan makanan? No Komen : 32 Grand Ivennes H. M./13/XI-IA8 :: 12-03-2012 21:28:35 FUNGSI LARUTAN BUFFER 1.) Fungsi Larutan Buffer yang paling relevan dalam kehidupan sehari-hari adalah kegiatan buffer dalam tubuh manusia. Contoh konkritnya adalah larutan buffer H2CO3 dan HCO3- yang bekerja sama untuk menjaga aliran ph darah tegtap netral pada ph 7,4. Contoh lainnya adalah hemogoblin kompleks yang mengikat proton berlebih (ion Hidrogen) selama otot tubuh bergerak sehingga tubuh dapat menggunakan oksigen yang mereka hasilkan bersama hydrogen 2.) Larutan Buffer juga berperan penting dalam beberapa produk rumah tangga komersial. Contohnya adalah sampo yang mengandung buffer asam nitrat dan natrium hidroksida yang nekerja untuk mengimbangu alkalinitas alami dari sabun, yang tidak akan membakar kulit kepala. 3.) Larutan buffer juga digunakan oleh industry alkohol dalam proses yang disebut fermentasi, mengkonversi gula dimana alkohol dalam ketiadaan oksigen. JIka tidak diatur, proses ini bias mengakibatkan pembusukan dari bahan yang difermentasi, sehingga pembuat bir, anggur dan minuman keras sering menambahkan larutan buffer untuk campuran mereka, yang mengatur tingkat PH sehingga hal ini tidak mungkin terjadi. 4.) Dalam proses industry larutan buffer juga dapat digunakan sebagai bahan perwarna. Sumber : http://www.ehow.com/list_7645120_everyday-uses-buffers.html dan http://en.wikipedia.org/wiki/Buffer_solution :: Reply :: Ok, bagus. Bisakah memberikan contoh larutan buffer yang digunakan sebagai bahan perwarna? No Komen : 31 Afrilia Diana Fitri / XI-IA8 / 01 :: 12-03-2012 20:25:14 Fungsi Larutan Penyangga : Fungsi larutan Buffer sistem penyangga digunakan dalam berbagai bidang seperti industri farmasi, kimia analisis, bakteriologi, industri kulit, dan zat warna yang menggunakan rentang pH cukup sempit untuk mendapatkan kerja yang optimum. Adapun lainnya yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada obat-obatan. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga. 1.Darah Sebagai Larutan Penyangga Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya yaitu : a)Penyangga Karbonat Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3-). H2CO3 (aq) --> HCO3- (aq) + H+ (aq)

Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Seorang pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas CO2 yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2CO3. Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris). b)Penyangga Karbonat Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat O2 untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah: HHb + O 2 (g) --> HbO2- + H+ Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O2 dapat mengikat H+ dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H+ yang dilepaskan pada peruraian H2CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO2 yang terlarut dalam air saat metabolisme. c)Penyangga Fosfat Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H2PO4- ) dengan monohidrogen fosfat (HPO32- ). H2PO4- (aq) + H+ (aq) --> H2PO4 (aq) H2PO4- (aq) + OH- (aq) --> HPO42- (aq) + H2O (aq) Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin.

2.Air Ludah sebagai Larutan Penyangga Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan. 3.Menjaga keseimbangan pH tanaman. Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya dikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan medium air yang berisi zat hara disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. 4.Larutan Penyangga pada Obat-Obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibatkan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah,

terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. Selain itu system Buffer juga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti buffer standart untuk proses produksi dan metode bioanalitik, untuk preparasi media kultur, pada temperatur rendah untuk aplikasi biokimia dan sebagai eluen dalam kromatografi. Buffer dapat digunakan dalam setiap eksperimen. Yang memberikan manfaat pada pengontrolan kondisi reaksi dan hasil sintetis organik. Fungsi buffer adalah untuk menciptakan lingkungan bagi biomolekul sehingga dalam bentuk stabildan asli serta lebih aktif. Sebagai salah satu produsen buffer terbesar di Eropa, Merck mendistribusi buffer dalam kemasan yang bervariasi untuk keperluan analisis khusus. Mereka hanya menggunakan substansi yang sangat murni dengan spesifikasi yang terdefinisi sehingga memastikan proses yang reproduksibel di laboratorium atau skala produksi.

Sumber : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090513075514AAmod8Z :: Reply :: Bagus. Tingkatkan terus belajarnya ya.... No Komen : 30 Rr.Farahdiba Balqis / XI ia8/ 26 :: 12-03-2012 20:05:08 Larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang dapat menjaga (mempertahankan) pHnya dari penambahan asam, basa, maupun pengenceran oleh air. pH larutan buffer tidak berubah (konstan) setelah penambahan sejumlah asam, basa, maupun air. Larutan buffer mampu menetralkan penambahan asam maupun basa dari luar. Di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari peristiwa kimia. Mulai dari makanan yang kita makan ada yang bersifat asam, basa, atau netral hingga proses pencernaannya yang melibatkan reaksi-reaksi kimia yang akan mempengaruhi pH dalam tubuh. Apabila pH dalam tubuh terlalu rendah atau tinggi maka akan mengakibatkan kematian. Oleh karena itu di dalam tubuh kita terdapat sistem buffer (penyangga) yang dapat mempertahankan pH larutan. >> Larutan penyangga dalam bidang Farmasi Dalam bidang farmasi (obat-obatan) banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali. 1. Pada obat suntik atau obat tetes mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. pH untuk obat tetes mata harus disesuaikan dengan pH air mata agar tidak menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga obat suntik harus disesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau asidosis pada darah. 2. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan : asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat

dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. http://velachumaira.blogspot.com/2012/02/fungsi-buffer-pada-bidang-farmasi.html >> Pada Teknik pembuatan minuman penambah performa olahraga Campuran garam sitrat dengan asam sitrat dalam produk minuman biasanya digunakan sebagai pengatur keasaman yang juga dapat memperkaya rasa dari minuman. Namun dalam kaitannya dengan kegiatan olahraga, campuran garam sitrat dengan asam sitrat juga dapat berfungsi sebagai ergogenic aids yang dapat ,membantu untuk meningkatkan performa olahraga. Hal ini salah satunya disebabkan karena molekul ini dapat bersifat sebagai buffer terhadap asam laktat yang terbentuk dalam proses metabolisme energi secara anaerobik. Oleh sebab itu maka sitrat-natrium sitrat dapat membantu meningkatkan performa olahraga terutama pada olahraga intensitas tinggi yang bergantung terhadap sistem metabolisme secara anaerobik untuk menghasilkan energi. Selain membantu memberikan peningkatan terhadap performa olahraga intensitas tinggi yang bergantung terhadap sistem metabolisme energi seara anaerobik. Konsumsi sitrat-natrium sitrat juga dapat memberikan peningkatan terhadap performa olahraga yang bersifat ketahanan (endurance) seperti lari jarak jauh atau juga road cycling. (http://psslab.com/blog/index.php?categoryid=1&2_articleid=2) >> Teknik pengolahan limbah melalui proses anaerob Teknik pengolahan limbah melalui proses anaerob melibatkan proses bufferisasi (menggunakan larutan penyangga). Inti dari teknik pengolahan limbah ini yaitu adanya proses pengubahan senyawa organik menjadi metana dan karbon dioksida,tanpa kehadiran oksigen. Dekomposisi senyawa organik melalui proses anaerob ini terjadi melalui tiga tahapan: (1) reaksi hidrolisis, (2) reaksi pembentukan asam, (3) reaksi pembentukan metana. Reaksi hidrolisis merupakan proses pelarutan senyawa organik yang semula tidak larut dan proses penguraian senyawa tersebut menjadi senyawa dengan berat molekul yang cukup kecil dan dapat melewati membran sel. Proses pembentukan asam melibatkan dua golongan besar bakteri, yaitu bakteri asidogenik dan asetogenik. Proses pembentukan metana terutama berasal dari asam asetat, tetapi ada juga yang berasal dari hidrogen dan karbon dioksida. Ada dua kelompok bakteri yang berperan, yaitu bakteri metana asetoklastik dan bakteri metana pengkonsumsi hidrogen. Kedua bakteri penghasil metana ini sanagt sebsitif terhadap perubahan pH. Pada rentang pH 6-8,laju produksi gas metana berkisar antara 1-4 ml/hari. Penambahan larutan penyangga diperlukan untuk mempertahankan pH sekitar 7 agar pertumbuhan bakteri penghasil metana tidak terhambat. Larutan penyangga yang sering digunakan adalah Ca(OH)2, CaCO3, CaHCO3, Na2CO3. sistem penyangga dalam reaktor anaerob adalah H2CO3-CO2 dalam kesetimbangan: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3(http://kamale.wordpress.com) :: Reply :: Bagus. Itulah kebesaran Alloh. Bayangkan apa yang akan terjadi jika dalam tubuh kita tidak terdapat larutan penyangga?

No Komen : 29 oessi salsabila/ 21/ XI IA8 :: 11-03-2012 21:48:19 saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Bu. Utami Alkalosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah. Penyebab : Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadangkadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut). Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah.

Pengobatan : Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, diberikan obat pereda nyeri. Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya. PENGOBATAN Biasanya alkalosis metabolik diatasi dengan pemberian cairan dan elektrolit (natrium dan kalium). Pada kasus yang berat, diberikan amonium klorida secara intravena. sumber: http://mypotik.blogspot.com/2011/03/alkalosis-metabolik.html :: Reply :: Ok, bagus. Jangan lupa untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Belajar yang giat ya..... No Komen : 28 Robiah Al Adawiyah/25/XI-IA 8 :: 11-03-2012 19:35:06 Fungsi Larutan Penyangga Larutan penyangga sangat penting dalam kehidupan; misalnya dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna, fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga. 1. Darah Sebagai Larutan Penyangga Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga

karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat. a. Penyangga Karbonat Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3). H2CO3 (aq) > HCO3(aq) + H + (aq) Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris). b. Penyangga Hemoglobin Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah: HHb + O2 (g) HbO2 - + H + Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H+, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O2 dapat mengikat H+ dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H+ yang dilepaskan pada peruraian H2CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO2 yang terlarut dalam air saat metabolisme. c. Penyangga Fosfat Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H2PO4 - ) dengan monohidrogen fosfat (HPO32- ). H2PO4 - (aq) + H+ (aq) > H2PO4(aq) H2PO4 - (aq) + OH - (aq) > HPO42- (aq) ) + H2O (aq) Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin. 2. Air Ludah sebagai Larutan Penyangga Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang

terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan. 3. Menjaga keseimbangan pH tanaman. Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. 4. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. Sumber : http://lenamaulina.blogdetik.com :: Reply :: Ok, bagus. Tingkatkan terus belajarnya ya.... No Komen : 27 Robiah Al Adawiyah/25/XI-IA 8 :: 11-03-2012 19:25:39 ibu maaf ternyata kurang jelas karena spasinya dempet. saya kirim ulang bu No Komen : 26 Robiah Al Adawiyah/25/XI-IA 8 :: 11-03-2012 19:23:24 Fungsi Larutan Penyangga Larutan penyangga sangat penting dalam kehidupan; misalnya dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna, fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga. Darah Sebagai Larutan Penyangga Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat. a. Penyangga Karbonat Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO 3 ). H 2 CO 3 (aq) > HCO 3(aq) + H + (aq) Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO 2 dapat larut dalam air

menghasilkan H 2 CO 3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris). b. Penyangga Hemoglobin Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah: HHb + O 2 (g) HbO 2 - + H + Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O 2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada peruraian H 2 CO 3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO 2 yang terlarut dalam air saat metabolisme. c. Penyangga Fosfat Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H 2 PO 4 - ) dengan monohidrogen fosfat (HPO 3 2- ). H 2 PO 4 - (aq) + H + (aq) > H 2 PO 4(aq) H 2 PO 4 - (aq) + OH - (aq) > HPO 4 2- (aq) ) + H 2 O (aq) Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin. Air Ludah sebagai Larutan Penyangga Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan. Menjaga keseimbangan pH tanaman. Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. Sumber : http://lenamaulina.blogdetik.com No Komen : 25 Shinta Mey Linawati / XI-IA8 / 27 :: 10-03-2012 09:33:25 Saya akan mencoba menjawab pertanyaan bu utami adakah obat-obatan yang bukan merupakan larutan buffer? Menurut saya TIDAK ADA obat-obatan yang bukan merupakan larutan buffer. Dalam bidang farmasi (obat-obatan), diperlukan keadaan pH yang stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif dalam obat-obatan akan terus berkurang atau hilang sama sekali. Dan apabila

obat tersebut bukan buffer, obat tersebut tidak dapat diterima oleh tubuh. Sepeti contoh Obat tetes mata harus memiliki pH yang sama dengan pH air mata agar tidak menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu pula obat suntik harus disesuaikan dengan pH darah. pH Obat suntik harus disesuaikan dengan pH darah agar tidak terjadi asidosis atau alkalosis pada darah. Keterangan : Asidosis : suatu keadaan dimana adanya peningkatan asam didalam darah yang disebabkan oleh berbagai keadaan dan penyakit tertentu yang mana tubuh tidak bisa mengeluarkan asam dalam mengatur keseimbangan asam basa Alkalosis : suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat pada darah :: Reply :: Bagaimana dengan obat maag/antasida dan obat diare? No Komen : 24 cindy asri n / XI IA8/ 08 :: 09-03-2012 20:15:58 larutan penyangga memiliki banyak kegunaan 1.Larutan Penyangga Alami a.Larutan penyangga dalam darah Pada orang sehat, pH darah tidak pernah berbeda lebih dari 0,2 satuan dari pH normal,yaitu 7,4. pH darah tidak boleh turun di bawah 7,0 ataupun naik di atas 7,8 karena akan berakibat fatal bagi tubuh. Untuk mempertahankannya, darah memiliki bebarapa larutan penyangga alami yaitu hemoglobin, H2CO3/ HCO3-danH2PO4- / HPO421)Penyangga hemoglobinA gar sel-sel dalam tubuh kita dapat berfungsi, diperlukan O2 yang diperoleh melalui pernapasan dan dibawa ke seluruh tubuh. Transportasi O2 oleh darah di dalam tubuh di gambarkan dengan reaksi kesetimbangan berikut. HHb+ + O2 --> HbO2 + H+ Asam hemoglobin oksi hemoglobinIon H+ akan diikat oleh ion HCO3- membentuk H2CO3yang oleh enzim karbonatanhidrase terurai menjadi H2 O dan CO2. Pelepasan CO2oleh paru-paru mengakibatkan pengurangan H+ dalam darah. Oleh karena itu CO2 yang dihasilkan dalam jaringan sel diubah oleh enzim karbonat hidrase dalam darah menjadi H2CO3 yang segera terurai menghasilkan ion H+dan HCO3-. Selanjutnya, ion H+ diikat oleh basa konjugasi HbO2 menghasilkan O2 yang masuk ke jaringan sel dan digunakan untuk reaksi metabolisme. 2)Penyangga karbonat H2CO3/ HCO3-

Penyangga ini terlibat untuk mengontrol pH darah agar perbandingan [H2CO3]:[HCO3-]adalah 1 : 20, agar dapat mempertahankan pH darah normal yaitu 7,4 3)Penyangga fosfat H2PO40 / HPO42Penyangga ini mengontrol pH darah terutama dalam sel, seperti ginjal. Ion H+ juga dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal melalui pembentukan ion HPO42dan dibuang sebagaigaram dalam urine. Taukah anda bahwa penyakit diabetes mellitus adalah salah satu penyebab asidosis(kondisi dimana pH darah di bawah mormal)? Penderita diabetes memiliki kelebihan asam organic dalam darahnya, artinya [H+] dalam darah naik (pH darah turun). Oleh karena itu, HbO2 dipaksa melepas O2. Akibatnya, Hb tidak dapat mengedarkan O2 ke seluruh tubuh. Disamping itu, olahraga intensif yang dilakukan terlalu lama dapat mengakibatkanasidosis sementara karena meningkatkan produksi ion bikarbonat sehingga pH darahturun. Para pendaki gunung, dapat mengalami kondisi alkalosis sementara (kondisi dimana pHdarah di atas pH normal). Kadar O2 yang rendah di gunung membuat pendaki bernapas lebih cepat. kibatnya, terlalu banyak CO 2 yang dilepassehingga pH darah akan naik. b. Larutan penyangga dalam air Ludah Larutan penyangga H2PO4- / HPO42ternyata ditemukan dalam air ludah, yang berfungsiuntuk menjaga pH mulut sekitar 6,8 dengan cara menetralisir asam yang dihasilkan darifermentasi sisa-sisa makanan yang dapat merusak gigi 2.Larutan Penyangga Sintetis a.Larutan penyangga dalam biologi Enzim bakteri memerlukan pH tertentu untuk aktivitasnya. pH tertentu ini dapat dibuatdalam bentuk campuran penyangga yang pH-nya sesuai b.Larutan penyangga dalam industri Larutan penyangga juga digunakan pada electroplating (penyepuhan), penanganan limbah dan proses fotografi. c.Larutan penyangga dalam farmasi Perubahan pH pada larutan obat dapat merusak komposisi, fungsi, dan efektivitas obattersebut. Oleh karena itu, obat-obatan dalam bentuk larutan sering kali bertindak sebagaisistem penyangga bagi obat itu sendiri untuk mempertahankan kadar larutan obat tetap berada dalam trayek pH tertentu

sumber : www.scribd.com No Komen : 23 cindy asri n / XI IA8/ 08 :: 09-03-2012 20:12:10 larutan penyangga memiliki banyak kegunaan 1.Larutan Penyangga Alami a.Larutan penyangga dalam darah Pada orang sehat, pH darah tidak pernah berbeda lebih dari 0,2 satuan dari pH normal,yaitu 7,4. pH darah tidak boleh turun di bawah 7,0 ataupun naik di atas 7,8 karena akan berakibat fatal bagi tubuh. Untuk mempertahankannya, darah memiliki bebarapa larutan penyangga alami yaitu hemoglobin, H2CO3/ HCO3-danH2PO4- / HPO421)Penyangga hemoglobinA gar sel-sel dalam tubuh kita dapat berfungsi, diperlukan O2 yang diperoleh melalui pernapasan dan dibawa ke seluruh tubuh. Transportasi O2 oleh darah di dalam tubuh di gambarkan dengan reaksi kesetimbangan berikut. HHb+ + O2 --> HbO2 + H+ Asam hemoglobin oksi hemoglobinIon H+ akan diikat oleh ion HCO3- membentuk H2CO3yang oleh enzim karbonatanhidrase terurai menjadi H2 O dan CO2. Pelepasan CO2oleh paru-paru mengakibatkan pengurangan H+ dalam darah. Oleh karena itu CO2 yang dihasilkan dalam jaringan sel diubah oleh enzim karbonat hidrase dalam darah menjadi H2CO3 yang segera terurai menghasilkan ion H+dan HCO3-. Selanjutnya, ion H+ diikat oleh basa konjugasi HbO2 menghasilkan O2 yang masuk ke jaringan sel dan digunakan untuk reaksi metabolisme. 2)Penyangga karbonat H2CO3/ HCO3Penyangga ini terlibat untuk mengontrol pH darah agar perbandingan [H2CO3]:[HCO3-]adalah 1 : 20, agar dapat mempertahankan pH darah normal yaitu 7,4 3)Penyangga fosfat H2PO40 / HPO42Penyangga ini mengontrol pH darah terutama dalam sel, seperti ginjal. Ion H+ juga dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal melalui pembentukan ion HPO42dan dibuang sebagaigaram dalam urine. Taukah anda bahwa penyakit diabetes mellitus adalah salah satu penyebab asidosis(kondisi dimana pH darah di bawah mormal)? Penderita diabetes memiliki kelebihan asam organic dalam darahnya, artinya [H+] dalam darah naik (pH darah turun). Oleh karena itu, HbO2 dipaksa melepas O2. Akibatnya, Hb tidak dapat mengedarkan O2 ke seluruh tubuh.

Disamping itu, olahraga intensif yang dilakukan terlalu lama dapat mengakibatkanasidosis sementara karena meningkatkan produksi ion bikarbonat sehingga pH darahturun. Para pendaki gunung, dapat mengalami kondisi alkalosis sementara (kondisi dimana pHdarah di atas pH normal). Kadar O2 yang rendah di gunung membuat pendaki bernapas lebih cepat. kibatnya, terlalu banyak CO 2 yang dilepassehingga pH darah akan naik. b. Larutan penyangga dalam air Ludah Larutan penyangga H2PO4- / HPO42ternyata ditemukan dalam air ludah, yang berfungsiuntuk menjaga pH mulut sekitar 6,8 dengan cara menetralisir asam yang dihasilkan darifermentasi sisa-sisa makanan yang dapat merusak gigi 2.Larutan Penyangga Sintetis a.Larutan penyangga dalam biologi Enzim bakteri memerlukan pH tertentu untuk aktivitasnya. pH tertentu ini dapat dibuatdalam bentuk campuran penyangga yang pH-nya sesuai b.Larutan penyangga dalam industri Larutan penyangga juga digunakan pada electroplating (penyepuhan), penanganan limbah dan proses fotografi. c.Larutan penyangga dalam farmasi Perubahan pH pada larutan obat dapat merusak komposisi, fungsi, dan efektivitas obattersebut. Oleh karena itu, obat-obatan dalam bentuk larutan sering kali bertindak sebagaisistem penyangga bagi obat itu sendiri untuk mempertahankan kadar larutan obat tetap berada dalam trayek pH tertentu :: Reply :: Ok, bagus. Jika mulut terasa pahit apa yang harus dilakukan? No Komen : 22 siti uswatun khasanah/XI IPA8/28 :: 08-03-2012 19:04:53 menjawab balasan dari ibu utami :) Seandainya gigi dapat larut dengan larutan asam organik yang lemah, apa yang akan terjadi? Sumbernya koq tidak dicantumkan? asam organik yang lemah itu gimana buk? aku gak tau. sumbernya http://sahri.ohlog.com/fungsi-larutan-penyangga.oh81641.html :: Reply :: Asam organik yang lemah itu adalah asam yang pada umumnya berasal dari buah-buahan. No Komen : 21 Imam Sasongko Jati / XI - IA 8 / 15 :: 06-03-2012 20:18:23 Menjaga keseimbangan pH tanaman.

Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya dikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. Sumber : http://4rgasaputra.blogspot.com/2011/04/fungsi-dan-peranan-larutan-penyangga.html :: Reply :: Bagaimana cara menggunakan larutan penyangga dalam menjaga pH tanaman? No Komen : 20 ULFA FERNINDA P/XI-IA8/29 :: 05-03-2012 20:03:26 Teknik pengolahan limbah melalui proses anaerob. Teknik pengolahan limbah melalui proses anaerob melibatkan proses bufferisasi (menggunakan larutan penyangga). Inti dari teknik pengolahan limbah ini yaitu adanya proses pengubahan senyawa organik menjadi metana dan karbon dioksida,tanpa kehadiran oksigen. Dekomposisi senyawa organik melalui proses anaerob ini terjadi melalui tiga tahapan: (1) reaksi hidrolisis (2) reaksi pembentukan asam (3) reaksi pembentukan metana. Reaksi hidrolisis merupakan proses pelarutan senyawa organik yang semula tidak larut dan proses penguraian senyawa tersebut menjadi senyawa dengan berat molekul yang cukup kecil dan dapat melewati membran sel. Proses pembentukan asam melibatkan dua golongan besar bakteri, yaitu bakteri asidogenik dan asetogenik. Proses pembentukan metana terutama berasal dari asam asetat, tetapi ada juga yang berasal dari hidrogen dan karbon dioksida. Ada dua kelompok bakteri yang berperan, yaitu bakteri metana asetoklastik dan bakteri metana pengkonsumsi hidrogen. Kedua bakteri penghasil metana ini sanagt sebsitif terhadap perubahan pH. Pada rentang pH 6-8,laju produksi gas metana berkisar antara 1-4 ml/hari. Penambahan larutan penyangga diperlukan untuk mempertahankan pH sekitar 7 agar pertumbuhan bakteri penghasil metana tidak terhambat. Larutan penyangga yang sering digunakan adalah Ca(OH)2, CaCO3, CaHCO3, Na2CO3. sistem penyangga dalam reaktor anaerob adalah H2CO3-CO2 dalam kesetimbangan: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3sumber : (http://kamale.wordpress.com) :: Reply :: Bagus... Bagaimana perbandingan antara asam karbonat dan bikarbonat dalam darah? No Komen : 19 andika dayongki S /02 :: 05-03-2012 19:41:56 sifat sifat : Larutan penyangga atau larutan buffer atau dapar merupakan suatu larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Adapun sifat yang paling menonjol dari larutan penyangga ini seperti pH larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam kuat.

Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi. Disamping itu mempunyai sifat berbeda dengan komponenkomponen pembentuknya. fungsi : Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obatobatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. :: Reply :: Bagus.... Berapa pH larutan pada obat tetes mata? No Komen : 18 LILA ARIMURTI XI-IA8/16 :: 05-03-2012 19:28:43 Buffer pada bidang farmasi banyak digunakan untuk menetralkan darah atau biasanya pada kasus keracunan. Contohnya pada keracunan asam jengkolat. Asam jengkolat yang terbentuk saat kita terlalu banyak mengonsumsi jengkol ini harus di kurangi karena akan membetk kristal kristal yang menyumbat saluran kecing. Caranya ? dengan memasukan larutan bisa Natrium karbonat(biasanya) yang sifatnya basa yang nantinya akan membentuk garam ketika bereaksi dengan asam dan kemudian akan keluar melalui urin (karena garam sifatnya adalah mudah larut dalam air). Dalam bidang farmasi (obat-obatan) banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali. Untuk obat suntik atau obat tetes mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. pH untuk obat tetes mata harus disesuaikan dengan pH air mata agar tidak menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga obat suntik harus disesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau asidosis pada darah. Perubahan pH pada larutan obat dapat merusak komposisi, fungsi, dan efektivitas obat tersebut. Oleh karena itu, obat-obatan dalam bentuk larutan sering kali bertindak sebagai sistem penyangga bagi obat itu sendiri untuk mempertahankan kadar larutan obat tetap berada dalam trayek pH tertentu. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan : asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. sumber : google :: Reply ::

Ok. bagus. Jangan lupa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetap semangat belajar ya... No Komen : 17 mahesti ayu L/xi-ia8/17 :: 05-03-2012 19:12:27 Salah satu fungsi larutan buffer (penyangga) pada kehidupan sehari-hari adalah sebagai penyeimbang antara pH sampo bayi dengan pH rambut.. Ikatan tersebut stabil pada pH 4,6 6,0. pH shampo yang terlalu tinggi atau rendah akan memutuskan ikatan pada protein rambut, sehingga rambut menjadi rusak dan terlihat tidak lebat. Larutan penyangga dengan pH seimbang pada shampo berfungsi agar pH shampo sama dengan pH rambut.Agar pada saat bayi di beri shampoo pH yang ada di kepala bayi tidak berubah dengan drastis karena akan mengganggu Kenyamanan bayi tersebut.Bayi memiliki rambut yang lebih halus, daripada rambut orang dewasa. Selain itu, kelenjar minyak dan keringat pada kulit kepala bayi belum berfungsi sempurna. Oleh karena itu, shampo bayi harus mengandung sedikit bahan aktif dan memiliki pH seimbang. Alasan lain untuk memilih shampo bayi dengan pH seimbang adalah agar shampo tidak pedih jika terkena mata.jadi dalam shampoo bayi ini larutan penyangga berfungsi sebagai penyeibang pH karena berbagai saraf yang ada di kepala bayi belum berfungsi dengan sempurna sumber: http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_komentar-523.html :: Reply :: Ok bagus. Tetap semangat belajar ya... No Komen : 16 Bobby Dwinanda / 06 :: 05-03-2012 18:52:31

Dalam indutri farmasi, larutan penyangga berperan untuk pembuatan obat-obatan agar zat aktif dari obat tersebut mempunya pH tertentu. Selain itu larutan penyangga juga digunakan unutk industri makanan dan minuman ringan seperti yang sering digunakan adalah Natrium asetat dan asam sitrat. Contohnya pada asam sitrat : Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat, yang penting dalam metabolisme makhluk hidup, sehingga ditemukan pada hampir semua makhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan. Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut). Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7 (strukturnya ditunjukkan pada tabel informasi di sebelah kanan). Struktur asam ini tercermin pada nama IUPAC-nya, asam 2-hidroksi-1,2,3propanatrikarboksilat. Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di sebelah kanan. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal

ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air. Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obatobatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek samping. Sumber : Searching google dan dari penjelasan saat pelajaran biologi. :: Reply :: Bagaimana rumus bangun/struktur dari 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat? No Komen : 15 viqqi vadilla / 30 / xi ipa 8 :: 05-03-2012 08:10:25 sumber : buku paket biologi sri ngatin, buku paket biologi erlangga, lks kimia, dan search di google No Komen : 14 paramita daniswari / 23 :: 04-03-2012 20:25:19 --> sistem penyangga utama dalam cairan intrasel tubuh manusia seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4.apabila PH manusia kurang dari 7,4 maka akan menimbulkan PENYAKIT ASIDOSIS yang biasanya disebabkan oleh penimbunan HCO3 dalam paru-paru. (www.wikipedia.org) -->Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek samping. (www.wikipedia.org) -->Sistem penyangga digunakan dalam berbagai bidang seperti industri farmasi, kimia analiik, Bakteriologi, Fotografi, industri Kulit, dan Zat Warna, yang menggunakan rentang pH yang cukup sempit untuk mendapatkan kerja yang optimum. (http://oryzasativa135rsh.blogspot.com/2010/03/larutan-buffer.html) --> Air Ludah sebagai Larutan Penyangga Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan.(http://sahri.ohlog.com/fungsi-larutanpenyangga.oh81641.html) -->Menjaga keseimbangan pH tanaman.

Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. ((http://sahri.ohlog.com/fungsi-larutan-penyangga.oh81641.html)) -->Larutan Penyangga pada Obat-Obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam.(http://sahri.ohlog.com/fungsi-larutanpenyangga.oh81641.html) :: Reply :: Ok bagus. Yang terpenting adalah penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Tetap semangat ya.... No Komen : 13 arina pramudita abadi XI-IA8/04 :: 04-03-2012 20:23:40 Buffer dalam darah adalah jenis buffer yang terdiri dari asam lemah dan garamnya. Asam lemah nya adalah asam karbonat H2CO3 ( asam lemah ) dan garamnya adalah HCO3-. Buffer tersebut dapat mempertahankan pH darah sekitar 7,35 7,45 dengan reaksi sebagai berikut :H2CO3 + OH- => HCO3- + H2OHCO3+ H+ => H2CO3 Ketika masuk zat asam dalam tubuh maka yang menetralisir adalah asam lemah yaitu asam karbonat, jika masuk zat basa yang bertugas menetralisir adalah garamnya

http://infonesiia.wordpress.com/2011/11/08/sistem-buffer-tubuh-manusia/ :: Reply :: Ok. Benarkah pengertian buffer seperti itu? No Komen : 12 Ratna Palupi N / XI-IA8 / 24 :: 04-03-2012 19:56:20 Menjawab pertanyaan Bu.Utami : Apa yang terjadi jika dalam tubuh kita terlalu asam atau terlalu basa? Kondisi tubuh yang terlalu asam menyebabkan kelelahan, nyeri, kulit melepuh, sakit kepala, mengantuk, alergi, pilek dan flu, masalah sinus, serta daya tahan tubuh yang rendah. Kadar oksigen menurun akibat penumpukan karbondioksida dalam darah. Jika oksigen turun sel-sel tubuh akan mati. Orang yang memiliki tubuh terlalu asam lebih gampang terkena bakteri atau virus. Selain itu, sel kanker juga lebih mudah berkembang jika tubuh dalam kondisi asam yang berlebihan. Darah yang asam akan memblokir penyerapan vitamin, membuat racun tersumbat dalam sel, memperlambat fungsi organ, mengganggu sistem pencernaan yang baik, mengeluarkan banyak gas dan perut kembung, menyebabkan kenaikan berat badan tidak sehat dan mempercepat proses penuaan.

Sedangkan tubuh manusia cenderung basa dan jarang terjadi kondisi basa yang tinggi. Tapi tentu saja tubuh bisa menjadi terlalu basa jika kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah karena terlalu banyak karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Orang-orang yang menderita basa berlebih pernafasannya menjadi lebih cepat dan sering terlihat cemas. Apabila kondisinya memburuk bisa terjadi kejang otot dan penurunan kesadaran. Jika bernapasnya terlalu cepat ajari si penderita untuk belajar menahan napas selama mungkin sehingga lebih sedikit karbondioksida yang keluar. :: Reply :: Ok, bagus. Tingkatkan terus belajarnya ya.... No Komen : 11 oessi salsabila :: 04-03-2012 18:02:35 1. Darah Sebagai Larutan Penyangga Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat. a. Penyangga Karbonat Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H 2 CO 3 ) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO 3 ). H 2 CO 3 (aq) --> HCO 3(aq) + H + (aq) Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO 2 dapat larut dalam air menghasilkan H 2 CO 3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris). b. Penyangga Hemoglobin Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah: HHb + O 2 (g) HbO 2 - + H + Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O 2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang

dilepaskan pada peruraian H 2 CO 3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO 2 yang terlarut dalam air saat metabolisme. c. Penyangga Fosfat Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H 2 PO 4 - ) dengan monohidrogen fosfat (HPO 3 2- ). H 2 PO 4 - (aq) + H + (aq) --> H 2 PO 4(aq) H 2 PO 4 - (aq) + OH - (aq) --> HPO 4 2- (aq) ) + H 2 O (aq) Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin. 1. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. sumber: http://sahri.ohlog.com/larutan-buffer.cat3433.html :: Reply :: Bagus,,, Kondisi asidosis dapat menyebabkan diare. Bagaimana dengan kondisi alkalosis? Apa yang harus dilakukan untuk menetralisir kondisi tersebut? No Komen : 10 eggy firmansyah s s / XI-IPA 8 / 12 :: 04-03-2012 12:11:29 Sistem buffer dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti buffer standar untuk proses produksi dan metode bioanalitik, untuk preparasi media kultur, pada temperatur rendah untuk aplikasi biokimia dan sebagai eluen dalam kromatografi. Buffer dapat digunakan dalam setiap eksperimen. Yang memberikan manfaat pada pengontrolan kondisi reaksi dan hasil dalam sintesis organik. Fungsi buffer adalah untuk menciptakan lingkungan bagi biomolekul sehingga dalam bentuk stabil dan asli serta lebih aktif. Selain itu, Adanya larutan penyangga (buffer) ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek samping. :: Reply ::

Bagus. Tetapi jangan lupa mencantumkan sumbernya. No Komen : 9 arina pramudita abadi XI-IA8/04 :: 04-03-2012 11:40:00 Asam asetilsalisalat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan ini akan mengakibatkan pembentukan hormon,untuk merangsang penggumpalan darah,terhambat, sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat dan basa konjugasinya yaitu bikarbonat H2CO3->HCO3 + H+ Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkolisis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit digunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat,sehingga gas karbon dioksida yang dikeluarkan terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2CO3 :: Reply :: Perhatikan penulisan persamaan reaksi yang benar. Jangan lupa mencantumkan sumbernya. No Komen : 8 Shinta Mey Linawati / XI-IA8 / 27 :: 04-03-2012 11:26:05 Fungsi Larutan Buffer Sistem penyangga digunakan dalam berbagai bidang seperti industri farmasi, kimia analitik, Bakteriologi, Fotografi, industri Kulit, dan Zat Warna, yang menggunakan rentang pH yang cukup sempit untuk mendapatkan kerja yang optimum. Dalam tubuhmanusia manusia, sistem penyangga berfungsi untuk mempertahankan harga pH, seperti asam karbonat dengan ion karbonat. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairantubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4dan HPO4 2-yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Kegunaan Larutan Penyangga dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berperan dalam mempertahankan pH, seperti: a.Buffer darah, pH darah berkisar 7,35- 7,45. pH darah < 7,35 disebut keadaan asidosis. Jika pH darah lebih kecil dari 7,0 atau lebih besar dari7,8 ; maka akan menimbulkan kematian. Untuk menjaga agar pH darah tidak banyak berubah, maka dalam darah terdapat sistem penyangga H2CO3/ HCO3-b.Buffer cairan tubuh. Dalam cairan sel tubuh terdapat sistem penyanggaH2PO4-/ HPO42- . Campuran penyangga tersebut berperan juga dalam ekskresi ion H+ pada ginjal.

Dalam industri farmasi, larutan penyangga berperan dalam pembuatan obat-obatan, agar zat aktif obat tersebut mempunyai pH tertentu Larutan penyangga yang umum digunakan dalam industri farmasi adalah larutan asam basa konjugasi senyawa fosfat Sumber : www.google.com :: Reply :: Bagus. Adakah obat-obatan yang bukan merupakan larutan buffer? No Komen : 7 Ratna Palupi N / XI-IA8 / 24 :: 03-03-2012 23:23:51 Pada dasarnya fungsi larutan penyangga adalah untuk mempertahankan pH. Berikut ini adalah contoh larutan buffer atau penyangga dalam kehidupan sehari-hari : 1. Digunakan pada infus (memiliki pH yang relatif samas dengan darah) 2. obat - obatan (karena pH dapat dipertahankan, sehingga struktur molekul obat dapat dipertahankahn pula, sehingga obat tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya) 3. Dalam tubuh kita pun juga terdapat larutan penyangga, sehingga metrabolisme dapat berjalan sebagaimana mestinya. a. Fungsi kerja enzimatic (mempertahankan pH optimal enzim) b. Pada pasta gigi (mempertahankan kebasaan mulut) c. Fungsi kerja darah. Darah jg merupakan larutan buffer, fungsinya untuk mempertahankan pH darah tetap netral (pH darah +/- 6,8-7,5). Nilai pH darah = 7,4 diatur oleh buffer asam karbonat (H2CO3/HCO3-), fosfat (H2PO4-/HPO42-), hemoglobin, dll. Perbandingan konsentrasi asam dan basa konjugasi mesti cenderung konstan supaya pH darah kita tetap di angka 7,4. Apabila suasana tubuh tidak netral (terlalu asam atau terlalu basa) krn penambahan sedikit asam atau basa (dr makanan atau proses metabolisme tubuh) maka hal ini akan membuat kelangsungan hidup organisme akan terancam (kehidupan biasanya tdk dpt berlangsung pada suasana asam dan basa yg turun naik secara ekstrim) Sumber: google dan buku paket yudhistira & BSE :: Reply :: Bagus. Apa yang terjadi jika dalam tubuh kita terlalu asam atau terlalu basa? No Komen : 6 Viqqi Vadilla / XI IPA 8 / 30 :: 28-02-2012 19:56:33 Dalam tubuh manusia banyak terjadi reaksi enzimatis. Karena fungsi reaksi enzimatis sebagai katalis, maka dalam tubuh terdapat larutan buffer. Contohnya saja mekanisme kerja enzim pada sus 12 jari atau duodenum. Enzim dalam usus bekerja untuk proses pencernaan makanan. Enzim tsb bekerja optimal pada pH (7,2-7,4). Oleh karena itu, kim dari lambung yg bersifat asam (gara-gara HCl) harus diubah dulu menjadi basa menggunakan NaHCO3 dari pankreas guna menetralisir HCl. HCl --> H+ + ClNaHCO3 --> Na+ + HCO3HCl + NaHCO3 --> Na+ + Cl- + H2CO3

Selain itu, dalam darah manusia mengandung asam karbonat dan asam bikarbonat dg perbandingan 1:20. Pembentukan asam karbonat dalam darah dapat menaikkan pH darah sehingga keseimbangan asam basa darah berubah. Oleh karena itu, asam karbonat yang ada dalam darah harus diuraikan menjadi H+ dan HCO3- agar pH tubuh tidak berubah CO2 + H2O --> H2CO3 H2CO3 --> H+ + HCO3H+ yang bersifat racun akan diikat oleh hemoglobin, sedangkan HCO3- keluar dari sel darah merah masuk ke dalam plasma darah dan kedudukan HCO3- nanti akan digantikan oleh ion Cl. Hal ini disebut proses pertukaran klorida, yg merupakan cara terbanyak dalam proses pengangkutan CO2 :: Reply :: Bagus. Jangan lupa mencantumkan sumbernya ya.... No Komen : 5 Viqqi Vadilla / XI IPA 8 / 30 :: 28-02-2012 19:53:26 Dalam tubuh manusia banyak terjadi reaksi enzimatis. Karena fungsi reaksi enzimatis sebagai katalis, maka dalam tubuh terdapat larutan buffer. Contohnya saja mekanisme kerja enzim pada sus 12 jari atau duodenum. Enzim dalam usus bekerja untuk proses pencernaan makanan. Enzim tsb bekerja optimal pada pH (7,2-7,4). Oleh karena itu, kim dari lambung yg bersifat asam (gara-gara HCl) harus diubah dulu menjadi basa menggunakan NaHCO3 dari pankreas guna menetralisir HCl. HCl H+ + ClNaHCO3 Na+ + HCO3HCl + NaHCO3 Na+ + Cl- + H2CO3 Selain itu, dalam darah manusia mengandung asam karbonat dan asam bikarbonat dg perbandingan 1:20. Pembentukan asam karbonat dalam darah dapat menaikkan pH darah sehingga keseimbangan asam basa darah berubah. Oleh karena itu, asam karbonat yang ada dalam darah harus diuraikan menjadi H+ dan HCO3- agar pH tubuh tidak berubah CO2 + H2O H2CO3 H2CO3 H+ + HCO3H+ yang bersifat racun akan diikat oleh hemoglobin, sedangkan HCO3- keluar dari sel darah merah masuk ke dalam plasma darah dan kedudukan HCO3- nanti akan digantikan oleh ion Cl. Hal ini disebut proses pertukaran klorida, yg merupakan cara terbanyak dalam proses pengangkutan CO2 No Komen : 4 R.A.Intan Dwi Saraswati :: 28-02-2012 19:06:32 Dalam darah terdapat sistem penyangga antara lain asam bikarbonat, hemoglobin, dan oksihemoglobin. Karbon dioksida terbentuk secara metabolik dalam jaringan kemudian diangkut oleh darah sebagai ion bikarbonat. - Dalam sel darah merah terdapat sistem penyangga sebagai berikut : -H3PO4- + H2O --->HPO42- + H3O+ b. Dalam kehidupan sehari-hari

Larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari digunakan dalam berbagai bidang seperti biokimia, bakteriologi, kimia analisis, industri farmasi, juga dalam fotografi dan zat warna. Dalam industri farmasi, larutan penyangga digunakan pada pembuatan obat- obatan agar obat tersebut mempunyai pH tertentu dan tidak berubah. :: Reply :: Perhatikan penulisan persamaan reaksi yang benar. Pada asam basa konjugasi selisih H+nya hanya satu. Jangan lupa sumbernya dicantumkan. Ok. No Komen : 3 R.A.Intan Dwi Saraswati :: 28-02-2012 18:52:18 Buffer digunakan untuk mempertahankan pH Dalam Bidang Kesehatan: beberapa obat-obatan dibuat dan menyembuhkan dengan mempertimbangkan pH cairan tubuh. Misalnya, obat tetes mata harus memiliki pH yang sesuai agar tidak menyebabkan perih. Dalam Tubuh Manusia: mempertahankan pH pada sel, cairan antarsel dan darah. Tentu agar sistem peredaran darah tubuh bekerja dengan baik maka harus mempertahankan pH sesuai dengan ketentuan yang "diinginkan" tubuh. No Komen : 2 siti uswatun khasanah/XI IPA8/28 :: 27-02-2012 19:43:56 penerapan konsep buffer atau penyangga dterdapat pada air ludah. Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8 trayek. Air ludah mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan. :: Reply :: Seandainya gigi dapat larut dengan larutan asam organik yang lemah, apa yang akan terjadi? Sumbernya koq tidak dicantumkan? No Komen : 1 Muhammad alifian rahman :: 27-02-2012 18:44:14 Penerapan konsep buffer terdapat di dalam tubuh manusia contohnya pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini berupa cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa.Buffer juga bisa menjadi penjaga pH darah yang hampir netral yaitu sekitar 7,4.Selein dari contoh buffer dalam darah, kita dapat menjumpai buffer dalam obat tetes mata . Pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek samping.