Anda di halaman 1dari 8

Makalah Pengelolaan Tanah PRAKTIKUM PENGELOLAAN TANAH

Di susun oleh : Kelompok 14 Iwan Dewangga Kartika Nur Hidayati Mukhammad Kurniarokhman Ngulwiyatul Husna Okta Maharani H0710063 H0710064 H0710071 H0710075 H0710081

PROGAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

I. PENDAHULUAN Tanah yang merupakan sumberdaya alam yang besar bagi kehidupan manusia, baik di pandang sebagai tempat melakukan segala aktivitas dipermukaan bumi, maupun sebagai media alami bagi pertumbuhan tanaman, sehingga tanah akan mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan manusia. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan serta tidak diikuti dengan usaha-usaha konservasi tanah dan air, akan menyebabkan tanah menjadi kritis, sehingga akan menurunkan kualitas sumberdaya alam yang ada. Penurunan kualitas sumberdaya alam tersebut salah satunya bisa disebabkan karena kerusakan lingkungan, erosi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan kualitas tanah. Erosi tanah merupakan proses penguraian dan proses pengangkutan partikel-partikel tanah oleh tenaga erosi, seperti air dan angin. Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi berupa kemunduran sifat-sifat kimia dan fisika tanah seperti kehilangan unsur hara dan bahan organik. Erosi juga menyebabkan penurunan daya infiltrasi pada tanah serta kemampuan menahan air. Akibat dari erosi adalah penurunan kualitas tanah yang menyebabkan menurunnya daya produksi tanaman. Erosi juga menyebabkan kerusakan pada tanha berupa kehilangan unsur hara, bahan organik, menurunnya infiltrasi dan menahan air, meningkatnya kepadatan, memburuknya pertumbuhan tanaman dan menurunnya produtifitas tanah. Tindakan konservasi pada tanah sangatlah penting dilakukan untuk menjaga kualitas dan stabilitas tanah. Konservasi tanha adalah penempatan sebidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan daya dukung tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan pada tanah. Tujuan dari konservasi tanah antara lain: mencegah kerusakan tanah oleh erosi, memperbaiki sifat tanah yang rusak, memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah agar dapat dipergunakan secara lestari. Air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah, sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya

merupakan overland flow. Daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan, ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. Infiltrasi dari segi hidrologi penting, karena hal ini menandai peralihan dari air permukaan yang bergerak cepat ke air tanah yang bergerak lambat dan air tanah. Kapasitas infiltrasi suatu tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisiknya dan derajat kemampatannya, kandungan air dan permebilitas lapisan bawah permukaan, nisbi air, dan iklim mikro tanah. Air yang berinfiltrasi pada suatu tanah disebabkan karena pengaruh gravitasi dan daya tarik kapiler, atau disebabkan juga oleh tekanan dari pukulan air hujan pada permukaan tanah. Sifat-sifat tanah antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan, baik sifat fisik, kimia maupun biologi. Salah satu sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui adalah reaksi pH tanah. pH tanah adalah logaritma negatif dari konsentrasi ion-ion H bebas dalam larutan tanah. Nilai keasaman tanah atau pH tanah merupakan indikator untuk menentukan tingkat kesuburan tanah. Dalam larutan tanah sebagian dari molekul air akan terjadi ionisasi menjadi ion hidrogen (H+ ) dan ion hidroksil (OH-). Reaksi larutan tanah banyak ditentukan oleh kadar H+ dan OH-, jika kadar H+ lebih besar dari kadar OH- maka tanah itu akan bereaksi masam dan dapat dinetralkan dengan jalan pemberrian kapur. Sebaliknya apabila ion OH- lebih tinggi maka tanah akan bereaksi basa atau alkali, hal ini dapat dinetralkan dengan pemberian belerang ke dalam tanah. Jumlah atau konsentrasi kedua ion hidrogen dan hidroksil ini sangat dipengaruhi oleh jenis dan jumlah kation-kation yang dijerap oleh komplek liat. Praktikum pengelolaan tanah ini di bagi menjadi 4 acara, yaitu bentuk-bentuk erosi, prediksi erosi, pengukuran infiltrasi tanah, dan fluktuasi pH tanah. Pada makalah kali ini akan menjelaskan beberapa kesimpulan dari hasil dari pengamatan yang dilakukan di lahan desa sukosari, kecamatan

jumantono, kab. Karanganyar dan di labolatorium fisika dan kimia tanah fakultas pertanian unversitas sebelas maret surakarta. II. BENTUK-BENTUK EROSI Erosi adalah peristiwa pengikisan tanah oleh angin, air atau es. Erosi dapat terjadi karena sebab alami atau disebabkan oleh aktivitas manusia. Penyebab alami erosi antara lain adalah karakteristik hujan, kemiringan lereng, tanaman penutup dan kemampuan tanah untuk menyerap dan melepas air ke dalam lapisan tanah dangkal. Erosi yang disebabkan oleh aktivitas manusia umumnya disebabkan oleh adanya penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan. Faktor yang mempengaruhi Erosi : a. Iklim b. Topografi c. Vegetasi d. Tanah e. Manusia Pada tanah-tanah yang mempunyai kemiringan, berlangsungnya erosi akan banyak menghanyutkan partikel-partikel tanah dari bagian tengah tanah berlereng itu. Kejadian ini dikarenakan bagian tengah tanah berlereng pada umumnya digunakan sebagai lahan pertanian dan daya aliran air dari bagian atas ke bagian tengah telah menjadi lebih kuat. Karena erosi berlangsung sangat hebat di bagian ini, lapisan olah (horison A) dan lapisan bawah tanah (horison B) akan terkikis dan terhanyutkan, yang selanjutnya akan muncul ke permukaan yaitu bahan induk tanah yang mungkin di atasnya akan tertutup lapisan olah yang sangat tipis yang berasal dari tanah terhanyut dari bagian atasnya. Erosi dapat dibagi menjadi menjadi beberapa bentuk, diantaranya adalah : a. Erosi lembar (sheet ersion) merupakan erosi yang terjadi secara merata pada suatu bidang tanah sehingga tidak terlihat adanya erosi tersebut.

b. Erosi alur (rill erosion) merupakan erosi yang terjadi karena akumulasi air pada suatu tempat yang kemudian keluar dengan membentuk alur. c. Erosi parit (gully erosion) merupakan erosi yang mirip dengan erosi alur, tetapi saluran-saluran yang terbentuk lebih dalam sehinga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. d. Erosi longsor (landslide) adalah suatu bentuk erosi yang pengankutan dan pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat dan dalam volume yang besar. Dari praktikum Pengelolaan Tanah acara pengamatan bentuk-bentuk erosi dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : a. Erosi adalah penyingkiran dan pengangkutan bahan dalam bentuk larutan atau suspensi dari tapak semula oleh pelaku berupa air mengalir (aliran limpas), es bergerak atau angin. b. c. d. Di lahan Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar erosi yang terjadi adalah erosi lembaran dan erosi alur. Erosi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu vegetasi, iklim, topografi terutama kemiringan tempat, tanah dan manusia Erosi alur terjadi karena terkonsentrasinya aliran air pada tempat-tempat ternentu dipermukaan tanah sehingga pemindahan tanah lebih banyak terjadi pada tanah tersebut. e. III. Erosi lembaran merupakan erosi yang menankut partikel tanah secara merata sehingga dampaknya tidak begitu terlihat. PREDIKSI EROSI Bentuk kerusakan tanah ada bermacam-macam, salah satunya adalah erosi. Erosi merupakan proses terlepasnya butiran tanah dari suatu tempat dan terangkutnya material itu oleh aliran air ke tempat lain, kemudian diikuti dengan pengendapan material tersebut di tempat-tempat lain yang lebih rendah. Tanah yang tersrosi dan lokasi terjadinya pengendapan akan sama-sama merugikan, terutama menurunnya produktivitas tanah. Daerah pertanian merupakan lahan yang paling rentan terhadap terjadinya erosi, terutama hilangnya kesuburan tanah dan terjadinya sedimentasi di waduk atau bangunan air lain.

Pengukuran prediksi erosi dapat digunakan bermacam-macam metode. Salah satunya adalah metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Metode ini merupakan perhitungan menggunakan suatu persamaan ataau formula yang datanya diperoleh dari beberapa karakteristik lahan. USLE merupakan persamaan umum untuk memprediksi erosi lembar dan erosi alur. Metode USLE juga dapat digunakan untuk lahan non pertanian, tetapi tidak dapat memprediksi endapan dan hasil sedimen. Prediksi erosi adalah suatu metode untuk memperkirakan laju erosi dari suatu lahan atau bidang tanah yang digunakan untuk kegiatan tertentu. Dapat juga diartikan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan dalam perencanaan konservasi tanah pada suatu areal tanah. Untuk menghitung besarnya erosi yang terjadi pada suatu tempat / daerah biasanya menggunakan rumus USLE. Faktor yang mempengaruhi nilai USLE (erosi) antara lain curah hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, vegetasi yang hidup di daerah tersebut dan teknik konservasi tanah. a. Lahan Jumantono, Karanganyar berada pada ketinggian 172 mdpl dengan kemiringan 15 %. Letak geografisnya 7 388,45 LS 11056 37,1 BT b. c. d. Tanah Alfisol di daerah Jumantono ini memiliki relief bergelombang Bentuk lahan di daerah ini adalah vulkanik dengan kedalaman jeluk 38 cm dan berstruktur angular blocky Jenis vegetasi di daerah ini, antara lain kacang tanah 60 %, ketela pohon 15 %, jati 5 %, rumput-rumputan 10 %, pohon pisang 5 % dan pohon mangga 5 %, sedangkan tindakan konservasinya masih berupa teras tradisional IV. PENGUKURAN INFILTRASI TANAH Infiltrasi tanah atau sering juga disebut dengan laju infiltrasi adalah laju air yang meresap ke dalam tanah. Besarnya dinyatakan dalam satuan

tebal air per satuan waktu, yaitu cm/jam atau mm/jam. Laju infiltrasi berhubungan sangat erat dengan perencanaan disain irigasi dan drainasi, perencanaan tata letak wilayah resapan air (konservasi tanah dan air), dan yang paling populer adalah perencanaan pengendalian bahaya banjir. Mengingat pentingnya data ini maka sudah lazim dalam setiap survey pemairan tanah, survey irigasi dan drainasi, laju infiltrasi diukur untuk diketahui besarnya pada setiap jenis tanah di setiap bentang lahan. Infiltrasi adalah proses masuknya air dari permukaan ke dalam tanah. Perkolasi adalah gerakan aliran air di dalam tanah (dari zone of aeration ke zone of saturation). Infiltrasi berpengaruh terhadap saat mulai terjadinya aliran permukaan dan juga berpengaruh terhadap laju aliran permukaan (run off). Infiltrasi dari segi hidrologi penting, karena hal ini menandai peralihan dari air permukaan yang bergerak cepat ke air tanah yang bergerak lambat dan air tanah. Kapasitas infiltrasi suatu tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisiknya dan derajat kemampatannya, kandungan air dan permebilitas lapisan bawah permukaan, nisbi air, dan iklim mikro tanah. Air yang berinfiltrasi pada sutu tanah hutan karena pengaruh gravitasi dan daya tarik kapiler atau disebabkan juga oleh tekanan dari pukulan air hujan pada permukaan tanah. a. b. c. Infiltrasi air dipengaruhi oleh kandungan air, tekstur dan struktur tanah. Semakin besar laju infiltrasi maka erosi semakin kecil. Pada saat tanah masih kering, laju infiltrasi tinggi, setelah tanah menjadi jenuh air maka laju infiltrasi akan menurun dan menjadi konstan. d. e. f. Laju infiltrasi di Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar ini adalah 0,43 cm , 0,36 , 0,27 cm , dan 0,27 cm . Laju rata-rata infiltrasinya adalah 0,3325 cm . Laju infiltrasi tanah di Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar kecil sehingga mudah terjadi erosi.

g.

Laju infiltrasi di Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar dapat diperbesar dengan pengolahan tanah, dan mengurangi evaporasi, menutup tanah dengan tanaman.

V.

FLUKTUASI pH TANAH Sifat-sifat tanah antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan, baik sifat fisik, kimia maupun biologi. Salah satu sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui adalah reaksi pH tanah. pH tanah adalah logaritma negatif dari konsentrasi ion-ion H bebas dalam larutan tanah. Nilai keasaman tanah atau pH tanah merupakan indikator untuk menentukan tingkat kesuburan tanah. Reaksi pH tanah di lapangan di bagi dalam tiga keadaan yaitu reaksi tanah masam, reaksi tanah netral dan reaksi tanah basah atau alkali. Kadar pH netral atau sekitar 6,5 sampai 7 merupakan kondisi yang sangat ideal, karena pada kondisi pH netral, semua ion-ion tanah dalam keadaan aktif. Pada pH netral semua unsur hara di dalam tanah yang berupa ion-ion dan dengan mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Pada pH tanah kurang dari 6,0 maka ketersediaannya unsur-unsur fosfor, kalium, belerang, magnesium mengalami penurunan. Sebaliknya jika lebih besar dari 8,0, maka akan menyebabkan unsur-unsur nitrogen, besi, mangan, barium, tembaga, dan seng ketersediaannya relatif jadi sediki. Oleh karena itu perlu adanya manipulasi untuk menciptakan kondisi tanah dalam kondisi pH netral. Pengetahuan mengenai reaksi tanah ini adalah penting sekali karena banyak dipertimbangkan dalam pemupukan, pengapuran, dan perbaikan keadaan kimia dan fisika tanah.