Anda di halaman 1dari 22

Makalah Laporan Etanol Absolut

BAB I PENDAHULUAN

I.1 TUJUAN Mengetahui prinsip destilasi etanol. I.2 DASAR TEORI Alkohol absolute merupakan cairan yang tidak berwarna, jernih, mudah menguap, mudah bergerak, bau khas, rasa panas, mudah terbakar dengan memberikan nyala biru tidak berasap, mudah larut dalam air, kloroform, dan eter p. Alkohol terdiri dari molekul polar, dimana oksigen mengemban muatan negative parsial. Karena alcohol dapat membentuk ikatan hydrogen antara molekulmolekulnya maka titik didih alcohol lebih tinggi dari pada alkyl halide atau eter yang bobot molekulnya sebanding. Alkohol berbobot molekul lebih rendah larut dalam air disebabkan oleh ikatan hydrogen alcohol-air. Bagian hidrikarbon suatu alcohol bersifat hidrofob, yakni menolak molekul-molekul air. Makin panjang bagian hidrokarbon ini akan makin rendah kelarutannya dengan air. Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

Gugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada karbon hibridisasi sp3. Ada tiga jenis utama alkohol - 'primer', 'sekunder, dan 'tersier'. Namanama ini merujuk pada jumlah karbon yang terikat pada karbon C-OH. Etanol dan metanol (gambar di bawah) adalah alkohol primer. Alkohol sekunder yang paling sederhana adalah propan-2-ol, dan alkohol tersier sederhana adalah 2-metilpropan-2-ol. Rumus kimia umum Rumus kimia umum alkohol adalah CnH2n+1OH' Penggunaan Alkohol dapat digunakan sebagai bahan bakar otomotif. Ethanol dan methanol dapat dibuat untuk membakar lebih bersih dibanding gasoline atau diesel. Alkohol dapat digunakan sebagai antifreeze di radiator. Untuk menambah penampilan Mesin pembakaran dalam, methanol dapat disuntikan kedalam mesin Turbocharger dan Supercharger. Ini akan mendinginkan masuknya udara kedalam pipa masuk, menyediakan masuknya udara yang lebih padat. Nama-nama untuk alkohol Ada dua cara menamai alkohol: nama umum dan nama IUPAC. Nama umum biasanya dibentuk dengan mengambil nama gugus alkil, lalu menambahkan kata "alkohol". Contohnya, "metil alkohol" atau "etil alkohol". Nama IUPAC dibentuk dengan mengambil nama rantai alkananya, menghapus "a" terakhir, dan menambah "ol". Contohnya, "metanol" dan "etanol". Sifat fisika Gugus hidroksil mengakibatkan alkohol bersifat polar.

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

pH Alkohol adalah asam lemah. Metanol dan etanol Dua alkohol paling sederhana adalah metanol dan etanol (nama umumnya metil alkohol dan etil alkohol) yang strukturnya sebagai berikut:
H | H-C-O-H | H metanol H H | | H-C-C-O-H | | H H etanol

Dalam peristilahan umum, "alkohol" biasanya adalah etanol atau grain alcohol. Etanol dapat dibuat dari fermentasi buah atau gandum dengan ragi. Etanol sangat umum digunakan, dan telah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Etanol adalah salah satu obat rekreasi (obat yang digunakan untuk bersenang-senang) yang paling tua dan paling banyak digunakan di dunia. Dengan meminum alkohol cukup banyak, orang bisa mabuk. Semua alkohol bersifat toksik (beracun), tetapi etanol tidak terlalu beracun karena tubuh dapat menguraikannya dengan cepat. Alkohol umum

isopropil alkohol (sec-propil alcohol, propan-2-ol, 2-propanol) H3C-CH(OH)CH3, atau alkohol gosok etilena glikol (etana-1,2-diol) HO-CH2-CH2-OH, yang merupakan komponen utama dalam antifreeze gliserin (atau gliserol, propana-1,2,3-triol) HO-CH2-CH(OH)-CH2-OH yang terikat dalam minyak dan lemak alami, yaitu trigliserida (triasilgliserol)

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

Fenol adalah alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada cincin benzena

Alkohol digunakan secara luas dalam industri dan sains sebagai pereaksi, pelarut, dan bahan bakar. Ada lagi alkohol yang digunakan secara bebas, yaitu yang dikenal di masyarakat sebagai spirtus. Awalnya alkohol digunakan secara bebas sebagai bahan bakar. Namun untuk mencegah penyalahgunaannya untuk makanan atau minuman, maka alkohol tersebut didenaturasi. denaturated alcohol disebut juga methylated spirit, karena itulah maka alkohol tersebut dikenal dengan nama spirtus. Etanol (disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman. Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. Etanol telah digunakan manusia sejak zaman prasejarah sebagai bahan pemabuk dalam minuman beralkohol. Residu yang ditemukan pada peninggalan keramik yang berumur 9000 tahun dari China bagian utara menunjukkan bahwa minuman beralkohol telah digunakan oleh manusia prasejarah dari masa Neolitik. Etanol dan alkohol membentuk larutan azeotrop. Karena itu pemurnian etanol yang mengandung air dengan cara penyulingan biasa hanya mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian 96%. Etanol murni (absolut) dihasilkan pertama kali pada tahun 1796 oleh Johan Tobias Lowitz yaitu dengan cara menyaring alkohol hasil distilasi melalui arang. Lavoisier menggambarkan bahwa etanol adalah senyawa yang terbentuk dari karbon, hidrogen dan oksigen. Pada tahun 1808 Saussure dapat menentukan rumus kimia etanol. Limapuluh tahun kemudian (1858), Couper menerbitkan rumus bangun

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

etanol. Dengan demikian etanol adalah salah satu senyawa kimia yang pertama kali ditemukan rumus bangunnya. Etanol dapat dibuat dengan beberapa cara sebagai berikut: Etanol untuk konsumsi umumnya dihasilkan dengan proses fermentasi atau peragian bahan makanan yang mengandung pati atau karbohidrat, seperti beras, dan umbi. Alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi biasanya berkadar rendah. Untuk mendapatkan alkohol dengan kadar yang lebih tinggi diperlukan proses pemurnian melalui penyulingan atau distilasi. Etanol untuk keperluan industri dalam skala lebih besar dihasilkan dari fermentasi tetes, yaitu hasil samping dalam industri gula tebu atau gula bit. Melalui sintesis kimia melalui antara reaksi gas etilen dan uap air dengan asam sebagai katalis. Katalis yang dipakai misalnya asam fosfat. Asam sulfat dapat juga dipakai sebagai katalis, namun dewasa ini sudah jarang dipakai. Oksidasi Alkohol Halaman ini menjelaskan tentang oksidasi alkohol menggunakan larutan natrium atau kalium dikromat(VI) yang besifat asam. Reaksi ini digunakan untuk membuat aldehid, keton dan asam karboksilat, dan sebagai sebuah cara untuk membedakan antara alkohol primer, sekunder dan tersier. Oksidasi jenis-jenis alkohol (primer, sekunder dan tersier) Agen pengoksidasi yang digunakan pada reaksi-reaksi ini biasanya adalah sebuah larutan natrium atau kalium dikromat(V)) yang diasamkan dengan asam sulfat encer. Jika oksidasi terjadi, larutan orange yang mengandung ion-ion dikromat(VI) direduksi menjadi sebuah larutan hijau yang mengandung ion-ion kromium(III).

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

Persamaan setengah-reaksi untuk reaksi ini adalah

Alkohol primer Alkohol primer bisa dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. Untuk pembentukan asam karboksisat, alkohol pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang selanjutnya dioksidasi lebih lanjut menjadi asam. Oksidasi parsial menjadi aldehid Oksidasi alkohol akan menghasilkan aldehid jika digunakan alkohol yang berlebihan, dan aldehid bisa dipisahkan melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol yang berlebih berarti bahwa tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua. Pemisahan aldehid sesegera mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal menunggu untuk dioksidasi kembali. Jika digunakan etanol sebagai sebuah alkohol primer sederhana, maka akan dihasilkan aldehid etanal, CH3CHO. Persamaan lengkap untuk reaksi ini agak rumit, dan kita perlu memahami tentang persamaan setengah-reaksi untuk menyelesaikannya.

Dalam kimia organik, versi-versi sederhana dari reaksi ini sering digunakan dengan berfokus pada apa yang terjadi terhadap zat-zat organik yang terbentuk. Untuk melakukan ini, oksigen dari sebuah agen pengoksidasi dinyatakan sebagai [O]. Penulisan ini dapat menghasilkan persamaan reaksi yang lebih sederhana:

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

Penulisan ini juga dapat membantu dalam mengingat apa yang terjadi selama reaksi berlangsung. Kita bisa membuat sebuah struktur sederhana yang menunjukkan hubungan antara alkohol primer dengan aldehid yang terbentuk.

Oksidasi sempurna menjadi asam karboksilat Untuk melangsungkan oksidasi sempurna, kita perlu menggunakan agen pengoksidasi yang berlebih dan memastikan agar aldehid yang terbentuk pada saat produk setengahjalan tetap berada dalam campuran. Alkohol dipanaskan dibawah refluks dengan agen pengoksidasi berlebih. Jika reaksi telah selesai, asam karboksilat bisa dipisahkan dengan distilasi. Persamaan reaksi sempurna untuk oksidasi etanol menjadi asam etanoat adalah sebagai berikut:

Persamaan reaksi yang lebih sederhana biasa dituliskan sebagai berikut:

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

Atau, kita bisa menuliskan persamaan terpisah untuk dua tahapan reaksi, yakni pembentukan etanal dan selanjutnya oksidasinya.

Reaksi yang terjadi pada tahap kedua adalah:

Alkohol sekunder Alkohol sekunder dioksidasi menjadi keton. Sebagai contoh, jika alkohol sekunder, propan-2-ol, dipanaskan dengan larutan natrium atau kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer, maka akan terbentuk propanon. Perubahan-perubahan pada kondisi reaksi tidak akan dapat merubah produk yang terbentuk. Dengan menggunakan persamaan reaksi yang sederhana, yang menunjukkan hubungan antara struktur, dapat dituliskan sebagai berikut:

Jika anda melihat kembali tahap kedua reaksi alkohol primer, anda akan melihat bahwa ada sebuah atom oksigen yang "disisipkan" antara atom karbon dan atom hidrogen

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

dalam gugus aldehid untuk menghasilkan asam karboksilat. Untuk alkohol sekunder, tidak ada atom hidrogen semacam ini, sehingga reaksi berlangsung lebih cepat. Alkohol tersier Alkohol-alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh natrium atau kalium dikromat(VI). Bahkan tidak ada reaksi yang terjadi. Jika anda memperhatikan apa yang terjadi dengan alkohol primer dan sekunder, anda akan melibat bahwa agen pengoksidasi melepaskan hidrogen dari gugus -OH, dan sebuah atom hidrogen dari atom karbon terikat pada gugus -OH. Alkohol tersier tidak memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom karbon tersebut. Anda perlu melepaskan kedua atom hidrogen khusus tersebut untuk membentuk ikatan rangkap C=O.

Penggunaan reaksi-reaksi oksidasi alkohol sebagai sebuah reaksi uji untuk jenisjenis alkohol (primer, sekunder dan tersier). Melakukan reaksi uji Pertama-tama anda harus memastikan bahwa larutan yang akan anda uji benar-benar adalah alkohol dengan cara menguji keberadaan gugus -OH di dalam larutan. Anda

Praktikum Kimia Organik

Makalah Laporan Etanol Absolut

juga perlu menentukan bahwa cairan tersebut adalah cairan netral, bebas dari air sehingga bereaksi dengan fosfor(V) klorida menghasilkan asap-asap hidrogen klorida yang mengandung air. Selanjutnya anda akan menambahkan beberapa tetes alkohol ke dalam sebuah tabung uji yang mengandung larutan kalium dikromat(VI) yang telah diasamkan dengan asam sulfat encer. Tabung tersebut akan dipanaskan di sebuah penangas air panas. Hasil untuk masing-masing jenis alkohol Alkohol tersier Untuk alkohol primer atau sekunder, warna orange larutan akan berubah menjadi hijau. Sedangkan untuk alkohol tersier tidak ada perubahan warna. Setelah pemanasan:

Membedakan alkohol primer dan alkohol sekunder Anda memerlukan cukup aldehid (melalui oksidasi alkohol primer) atau keton (melalui oksidasi alkohol sekunder) untuk bisa membedakan antara alkohol primer dan alkohol sekunder. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh aldehid sedangkan keton tidak dapat melakukannya. Antara lain reaksi dengan pereaksi Tollens, laruan Fehling dan larutan Benedict, dan lain-lain yang akan dibahas di halaman lain.

Praktikum Kimia Organik

10

Makalah Laporan Etanol Absolut

Menurut pengalaman, uji-uji ini sedikit sulit dilakukan dan hasilnya tidak selamanya jelas seperti yang disebutkan dalam literatur. Sebuah uji yang jauh lebih sederhana namun cukup terpercaya adalah dengan menggunakan pereaksi Schiff Pereaksi Schiff merupakan sebuah zat warna Fuchsin yang berubah warna jika sulfur oksida dilewatkan kedalamnya. Jika terdapat sedikit aldehid, warnanya akan berubah mejadi merah keungu-unguan yang terang. Akan tetapi, pereaksi ini harus digunakan dalam keadaan dingin, karena keton bisa bereaksi dengan pereaksi ini sangat lambat menghasilkan warna yang sama. Jika dipanaskan, maka reaksi dengan keton akan lebih cepat, sehingga berpotensi memberikan hasil yang membingungkan. Sambil anda memanaskan campuran reaksi dalam penangas air panas, anda bisa melewatkan uap yang dihasilkan melalui beberapa pereaksi Schiff.

Jika pereaksi Schiff cepat berubah warna menjadi merah keungu-unguan, maka dihasilkan aldeih dari sebuah alkohol primer.

Praktikum Kimia Organik

11

Makalah Laporan Etanol Absolut

Jika tidak ada perubahan warna dalam pereaksi Schiff, atau hanya sedikit warna pink yang terbentuk dalam beberapa menit, maka tidak dihasilkan aldehid, sehingga tidak ada alkohol primer. Karena terjadi perubahan warna pada larutan kalium dikromat(VI) yang bersifat asam, maka harus terdapat lakohol sekunder.

Periksa hasil uji sesegera mungkin setelah larutan kalium dikromat(VI) berubah menjadi hijau - jika dibiarkannya terlalu lama, maka pereaksi Schiff bisa berubah warna kembali (untuk alkohol sekunder).

I.3 DAFTAR PUSTAKA Furniss, B.S, Hannaford, A.J., Smith, P.W.G., Rogers, V.Tatchell, A.R., 1989, Vogels Textbook of Practical Organic Chemistry, Fifth edition, The English language Book society and Longman, John willey and Sons Inc, New york, p. 400-401 Mc Murry J, 2000, Organic Chemistry, 5 th edition, Brooks / Cole Publishing Company Pasific Grove, USA, p 654-656 www.google.com

BAB II METODE KERJA

Praktikum Kimia Organik

12

Makalah Laporan Etanol Absolut

II. 1 PROSEDUR KERJA

Praktikum Kimia Organik

13

Makalah Laporan Etanol Absolut

II.2 ALAT DAN BAHAN ALAT-ALAT : 1. Labu alas bulat 250 ml10. Erlenmayer 2. Penangas air 3. Pendingin balik 4. Pendingin Liebig 5. Pipa bengkok 6. Statif & Klem 7. Adaptor 8. Pipet 9. Kapas BAHAN : 1. Etanol 95,6 % 100 ml 2. CaO 25 gram 3. CaCl2 anhydrat 4. Aquadest 11. Tabung CaCl2 12. Kaki Tiga 13. Termometer 14. Corong Kaca 15. Api Bunsen 16. Gelas Ukur 17. Kapas

Praktikum Kimia Organik

14

Makalah Laporan Etanol Absolut

II.3 CARA KERJA 1. 2. Masukkan 100 ml etanol 95,6 %, 25 gram CaO dan beberapa batu didih kedalam labu alas bulat 250 ml. Panaskan labu di penangas air dengan peningin balik (reflux) selama 1 jam. Pada bagian atas di pasang tabung CaCl2 yang berisi CaCl2 anhydrat. Diamkan 30 menit. 3. 4. 5. Lakukan proses destilasi dengan menggunakan penangas air pada tekanan atmosfer dengan menggunakan pendingin liebig (diberi aliran air). Hasil yang terbentuk dibawah titik didihnya (78,5 OC) dibuang dan didestilat selanjutnya ditampung dalam labu hisap yang dipasang tabung CaCl2 anhydrad. Catat titk didih praktis dan timbang hasilnya.

II.4 MEKANISME KERJA

100 ml etanol 95,6 % + 25 gram CaO + beberapa butir batu didih.

Panaskan dengan pendingin balik (refluks) selama 1 jam.

Diamkan selama 30 menit

Lakukan proses destilasi dengan menggunakan penangas air.

Tamoung hasil dalam labu hisap pada suhu sekitar titik didihnya (78,5 OC) Praktikum Kimia Organik 15

Makalah Laporan Etanol Absolut

Catat titik didh praktis dan timbang hasilnya

Hasil teoritis : 75,82 g Titik didih teoritis : 78,5 C

II.4.1 REAKSI C2H5OH . 2H2O + CaO Ca(OH)2 + C2H5OH absolute

Praktikum Kimia Organik

16

Makalah Laporan Etanol Absolut

II.4.2 Gambar Penggunaan dan Pemasangan Alat


Penyediaan Bahan

100 ml etanol

25 gram CaO

Batu Didih

Pemasangan Alat

+ etanol 100 ml

+ 25 gram CaO

+ batu didih

Labu Alas Bulat

Refluks 1 jam setelah mendidih

air keluar

Air masuk destilasi

air keluar

Air masuk

Praktikum Kimia Organik

17

Makalah Laporan Etanol Absolut

II.5 HASIL / KETETAPAN ALAM Hasil Teoritis : 75,8229 g Titik Didih Teoritis : 78,5 g

BAB III

Praktikum Kimia Organik

18

Makalah Laporan Etanol Absolut

PEMBAHASAN / DISKUSI

Pada praktikum destilasi etanol, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan praktikum dapat berjalan baik. Pada destilasi etanol, larutan 95,6 % ditambahkan dengan CaO, CaO merupakan senyawa yang menarik air 5 % sehingga dihasilkan etanol absolute 95,5 %. CaO bersifat higrokopis sehingga jangan dibiarkan di udara terbuka karena CaO akan menjadi tidak stabil. CaO merupakan pengering dengan kapasitas mengeringkan besar, tidak arut dalam etanol, mudah dipisahkan, mudah didapat dan tidak bersifat katalis. Sebelum etanol dan CaO dicampur, labu destilasi harus diberi batu didih untuk mencegah terjadinya bumping atau ledakan. Destilasi yang dilakukan adalah destilasi sederhana karena kedua campuran ini ( etanol & air ) memiliki perbedaan titik didih yang jauh, yaitu etanol dengan 78,5 C & air dengan titik didih 100 C. Jika perbedaan titik didih rendah yaitu antara 5 - 10 C maka dapat dipakai destilasi fraksi. Pada proses destilasi ini digunakan alat-alat yang dipilih berdasarkan titik didih, jumlah cairan & sifat khusus cairan. Besarnya labu destilasi dipilih sedemikian rupa, sehingga isi labu tidak melebihi 2/3nya. Hal ini untuk menghindari terjadinya letupan. Jika isi labu terlalu sedikit, maka tidak akan terjadi destilat karena uapnya hanya mengisi labu sehingga terjadi hole up ( uap hanya naik & turun ). Panjang leher labu destilasi disesuaikan dengan titik didih cairan. Karena titik didih etanol 78,5 C maka memenuhi rentang penggunaan labu leher panjang, yairu untuk suhu 0 80 C. Panjang pendeknya leher labu ini bergantung pada jarak antara pipa samping dan labunya. Labu leher pendek umumnya digunakan untuk destilasi cairan dengan titik didih tinggi dan dihubungkan dengan pendingin udara. Sedangkan labu leher panjang digunakan untuk cairan dengan titik didih rendah dan dihubungkan dengan pendingin liebig. Penggunaan pendingin liebig dimaksudkan agar uap etanol dapat berkondensasi kembali menjadi larutan etanol absolute. Pendingin liebig dialiri air supaya uap etanol

Praktikum Kimia Organik

19

Makalah Laporan Etanol Absolut

dapt mengembun menjadi etanol absolute. Panjang pendingin ini seperti halnya panjang leher labu juga disesuaikan dengan titik didih cairan. Untuk titik didih < 80 C digunakan panjang 80 cm ( pada praktikum digunakan panjang ini ). Aliran air masuk dan keluar pada pendingin liebig harus tepat dan tidak boleh terbalik, karena jika terbalik air tidak akan memenuhi pendingin, sehingga terjadi pemanasan setempat, sehingga pendingin dapat retak. Pada proses destilasi ini pendingin liebig dihubungkan dengan adaptor dengan tujuan agar destilat tidak mudah menguap dan untuk menjaga kondisi disekitarnya jika destilat yang dihasilkan beracun atau mudah terbakar. Selain itu juga digunakan untuk melindungi destilat dari kontaminasi debu yang ada disekitar destilat. Setelah melewati adaptor, maka destilat akan ditampung. 10 % destilat I yang dihasilkan akan ditampung dalam erlenmayer dan selenjutnya dibuang karena destilat I yang dihasilkan ini tidak murni dan dengan titik didih yang tidak sama dengan 78,5 C. setelah itu destilat selanjutnya ditampung pada labu hisap yang sudah disambung dengan tabung CaCl2. Tabung CaCl2 ini berisi CaCl2 anhydrat yang berguna untuk menghidratasi ( menarik uai air ) kondisi sekitar dan dalam labu CaCl2 anhydrat hisap. Pemasangan tabung CaCl2 digunakan untuk mencegah kontaminasi dengan udara luar dan menyerap kandungan air yang tidak terdapat dalam senyawa yang didestilasi. Setelah dipakai refluks, tabung CaCl2 telah jenuh dengan air dan sudah terkontaminasi. Oleh karena itu, CaCl2 anhydrat harus dipijar sebelum digunakan kembali untuk menghilangkan kandungan air kristalnya. Hal ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh CaCl2 anhydrat yang dimasukkan dalam tabung CaCl2. Proses destilasi dihentikan jika cairan dalam labu destilasi tinggal sedikit ( jangan sampai benar-benar habis, karena bias retak ) yang ditandai dengan penurunan suhu. Jika didapat titik didih < 78,5 C, disebabkan pada saat proses destilasi tidak dilakukan proses pengadukan atau penghomogenan cairan dalam labu destilasi sehingga dapat menyebabkan terjadinya bumping. Peristiwa bumping pada destilasi ini

Praktikum Kimia Organik

20

Makalah Laporan Etanol Absolut

dapat menyebabkan terjadinya over heating, sehingga cairan menjadi mudah menguap pada suhu yang lebih rendah dari seharusnya. Proses destilasi ini juga memerlukan bantuan water bath dan klem. Oleh karena titik didih yang didestilasi kurang dari 100 C, maka digunakan penangas air. Saat pemasangan alat, sumbat atau gabus penghubung harus benar-benar rapat, karena bahan yang didestilasi mudah menguap sehingga jika tidak rapat etanol akan menguap dan alcohol absolute yang didapatkan sedikit. Pada destilasi etanol untuk mendapatkan etanol absolute (99,5 %) digunakan CaO untuk menarik air yang masih ada dalam etanol 95 %, peristiwa ini disebut sebagai peristiwa pengeringan pelarut. Karena CaO dapat menarik air maka dalam penggunaannya CaO harus memenuhu standart berupa harus benar-benar murni dan dalam penyimpanannya CaO harus disimpan ditempat kedap udara, karena jika dibiarkan diudara terbuka CaO akan menarik uap air dari udara. Selain CaO, untuk menghilangkan air dalam etanol 95 % juga dapat digunakan bahan-bahan berikut : K2CO3 anhidrat CaSO4 anhidrat MgSO4 anhidrat

Praktikum Kimia Organik

21

Makalah Laporan Etanol Absolut

Tanda Tangan Praktikan

Rohama

Tiara Andini

Praktikum Kimia Organik

22