Anda di halaman 1dari 35

PENDAHULUAN Latar Belakang Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang

menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. (Anonimus, 2011) Kedelai adalah salah satu tanaman pangan sebagai sumber protein nabati. Permintaan dan kebutuhan masyarakat akan kedelai terus meningkat, sedangkan produksi dalam negeri belum mencukupi (Anonimus, 2011). Berdasarkan warna bijinya dikenal kedelai putih dan kedelai hitam. Pemeliharaan kedelai hitam umumnya lebih mudah dari pada kedelai putih. Kendelai putih membutuhkan tanah yang lebih subur, serta memerlukan pengairan dan pemeliharaan lebih baik dari pada kedelai hitam. Kedelai hitam umunya hanya digunakan untuk bahan baku kecap, sedangkan kedelai putih untuk bahan baku tempe dan tahu serta makanan lainnya (tauco dan lain-lain)(Plantus, 2008) Kedelai dikenal dengan beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja max. Namun pada tahun 1948 telah disepakati bahwa nama botani yang dapat
1

diterima dalam istilah ilmiah, yaitu Glycine max (L.) Merrill. Tanaman kedelai umumnya tumbuh tegak, berbentuk semak, dan merupakan tanaman semusim. Morfologi tanaman kedelai didukung oleh komponen utamanya, yaitu akar, daun, batang, polong, dan biji sehingga pertumbuhannya bisa optimal(Anonimus, 2010) Ada beberapa langkah praktis sekaligus terobosan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktifitas kedelai dan perluasan areal. Misal nya penggunaan pupuk secara penggunaan pupuk secara efisien, waktu tanam yang tepat sesuai dengan potensi dan daya dukung lahan, serta menggunakan varietas unggul yang memiliki daya adaptasi yang luas pada agroekosistem spesifik lokasi. (Anonimus, 2009). Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organic ataupun anorganik, bila di tambahkan kedalam tanah ataupun tanaman dapat menyerap unsure hara serta dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah atau kesuburan tanah. Pupuk Berdasarkan kandungan haranya dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung hanya satu unsure pupuk, misalnya N, P, dan K. Contohnya adalah pupuk Urea (pupuk N), KCl (pupuk K), dan TSP (pupuk P). Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure pupuk. Contohnya pupuk Amofos (mengandung hara N dan P) dan Rustica Yellow (mengandung hara N, P, dan K), serta pupuk NPK Mutiara (mengandung hara N, P dan K) (Bachtiar, 2009). Tujuan Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai (Glycine max L Merril) dengan penggunaan pupuk daun dan pupuk NPK.
2

Hipotesis 1. Diduga ada pengaruh pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai (Glycine max L Merril ). 2. Diduga ada pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi kacang kedelai (Glycine max L Merril ). 3. Diduga ada pengaruh interaksi antara pemberian pupuk daun dan pupuk NPK rehadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai (Glycine max L Merril ).

Kegunaan 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Praktikal Test Praktikum Nutrisi Tanaman di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara. 2. Sebagai bahan informasi dan referensi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pembudidayaan kacang kedelai(Glycine max L Merril).

TINJAUAN PUSTAKA Sitematika Kacang Kedelai (Glycine max L Merril) Sistematika tanaman kedelai adalah : Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Dicotyledonae : Leguminales : Leguminaceae : Glycine : Glycine max L. Merill

Marfologi Kacang Kedelai (Glycine max L Merril) Akar Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat
4

nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3). Batang Kedelai berbatang dengan tinggi 30100 cm. Batang dapat membentuk 3 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semiindeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya. Daun Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.
5

Bunga Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong. Buah Buah kedelai berbentuk polong yang didalamnya terdapat biji. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mulamula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman. Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Buah kedelai berbentuk polong yang didalamnya terdapat biji. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman. Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L Merril) a. Iklim

Ketinggiaan Tempat Varietas kedelai(Glycine max L Merril) berbiji kecil cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0,5-300m dpl. Sedangkan varietas kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500m dpl. Umumnya tanaman kedelai akan tumbuh baik pada lahan dengan ketinggian tidak lebih dari 500m dpl. Curah Hujan Tanaman akan tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan antara 100400 mm/tahun. Sedangkan untuk mendapat hasil optimal, tanaman kedelai(Glycine max L Merril) membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan. Temperatur Suhu optimum bagi tanaman kedelai(Glycine max L Merril) adalah 23-27C. Bila tumbuh pada suhu tanah yang rendah (<15C), proses perkecambahan menjadi sangat lambat, bisa mencapai 2 minggu. Hal ini dikarenakan perkecambahan biji tertekan pada kondisi kelembaban tanah tinggi. Sementara pada suhu tinggi (>30C), banyak biji yang mati akibat respirasi air dari dalam biji yang terlalu cepat. Intensitas Cahaya Tanaman kedelai(Glycine max L Merril) sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Sebagai barometer yang iklim yang cocok bagi

kedelai(Glycine max L Merril) adalah bila cocok untuk tanaman jagung maka cocok untuk tanaman kedelai(Glycine max L Merril), bahkan daya tahan kedelai(Glycine max L Merril) lebih baik ketimbang tanaman jagung. Iklim yang kering lebih disukai tanaman kedelai(Glycine max L Merril) daripada iklim yang lembab. b. Tanah Pada dasarnya kedelai(Glycine max L Merril) menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah, tetapi air tetap tersedia. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik untuk kedelai(Glycine max L Merril), dimana apabila tanah baik untuk ditanami jagung maka baik pula untuk ditanam kedelai(Glycine max L Merril). Kedelai(Glycine max L Merril) tidak menuntut struktur tanah yang khusus untuk suatu persyaratan tumbuh. Bahkan pada tanah yang kurang subur dan kondisi yang agak masam pun kedelai(Glycine max L Merril) dapat tumbuh asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. Kedelai(Glycine max L Merril) dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, asal drainase dan aerasi tanah baik. Jenis-jenis tanah yang cocok untuk tanaman kedelai(Glycine max L Merril) diantaranya: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai(Glycine max L Merril) kurang baik, kecuali diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah yang cukup. Kedelai(Glycine max L Merril) juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus dan bahan organik. Bahan organik yang terdapat pada tanah akan memperbaiki daya olah tanah dan juga menjadi makanan

bagi jasad renik, yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman. Toleransi kemasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai(Glycine max L Merril) adalah tanah dengan pH= 5,8-7 tetapi pada pH 4,5 tanaman kedelai(Glycine max L Merril) pun dapat tumbuh. Pada pH kurang dari 5,5, pertumbuhan sangat terlambat karena keracunan oleh alluminium. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitraty atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik.

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kotamadya Medan.dengan ketinggian tempat 25 meter dpl dengan topografi datar. Pelaksanaan ini telah dilaksanakan pada bulan Mater 2010 sampai bulan Juni 2011. Bahan dan Alat a. Bahan : - Bibit kacang kedelai (Glycine max L Merril) - Pupuk NPK - Pupuk urea - Pupuk KCl - Pupuk TSP - Byfolan b. Alat : - Cangkol - Meteran - Patok - Benang nilon - Wadah/ember - Parang

10

Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu: 1. Faktor Pupuk Daun Bayfolan (B) dengan empat taraf perlakuan : B0 = 0 ml/ liter (Kontrol) B1 = 2 ml/ liter B2 = 4 ml/ liter B3 = 6 ml/ liter 2. Faktor Dosis Pupuk NPK (N) dengan empat taraf perlakuan: N0 = 0 gr/ tanaman (Kontrol) N1 = 3 gr/ tanaman N2 = 6 gr/ tanaman N3 = 9 gr/ tanaman Jumlah kombinasi perlakuan = 4 x 4 = 16 perlakuan. B0 N0 B0 N1 B0 N2 B0 N3 B1 N0 B1 N1 B1 N2 B1 N3 B2 N0 B2 N1 B2 N2 B2 N3 B3 N0 B3 N1 B3 N2 B3 N3
11

Jumlah ulangan adalah : (t 1) (n 1) 15

(16 1) (n 1) 15 15 n 15 15 15 n n n 15 + 15 30 / 15 2 n=2

Jumlah kombinasi Jumlah ulangan Jumlah plot percobaan Panjang dan lebar plot Jarak antar Plot Jarak antar Ulangan Jumlah tanaman per plot Jumlah tanaman per lubang Jumlah tanaman sampel per plot

= 16 = 2 = 32 = 150 cm x 150 cm = 50 cm = 100 cm = 37 = 1 = 5

12

Model matematis Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial menurut Gomez dan Gomez (1995) adalah :

Yijk

+ Ki + (= j + k + jk) + ijk

Yijk

= Nilai pengamatan pada ulangan ke-i, perlakuan populasi taraf ke-j, pemangkasan taraf ke-k

Ki j k ijk

= Nilai tengah = Pengaruh ulangan pada taraf ke-i = Pengaruh taraf = Pengaruh perlakuan populasi taraf ke-j = Pengaruh perlakuan pemangkasan taraf ke-k = Pengaruh galat pada ulangan ke-i, perlakuan populasi taraf ke-j, pemangkasan taraf ke-k

13

PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan Areal Areal yang akan digunakan untuk tempat penanaman dibersihkan dari rumputrumput (gulma) yang ada di permukaan tanah. Setalah permukaan dibersihkan kemudian dilakukan pengolahan tanah dengan mencangkul dan membalik tanah. Pembuatan Plot Tanah yang telah diolah kemudian dibuat menjadi plot dengan ukuran 150 cm x 150 cm dengan jarak antar plot 50 cm dan jarak antar ulangan 100cm. Pembuatan Jarak Tanam dan Penanaman Benih kacang kedelai(Glycine max L Merril) yang digunakan berasal dari BBI dengan varietas unggul yang telah disertifikasi. Jarak tanam yang digunakan adalah dengan menanam 2 benih dalam satu lubang tanam. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari, apabila turun hujan maka penyiraman tidak lagi dilakukan.

14

Penyisipan Penyisipan pada tanaman yang tidak tumbuh tidak dilakukan, jadi apabila terjadi kematian pada tanaman dibiarkan saja, tetapi dilakukan pengurangan jumlah populasi dengan menyisakan satu tanaman dalam satu lubang tanam. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma dari areal tanaman mengunakan cangkul dan mencabut agar tidak mengganggu tanaman budidaya serta agar tidak terjadi persaingan terhadap tanaman dalam penyerapan unsur hara maupun cahaya pada saat pertumbuhan. Pemupukan Untuk pemupukan, pada saat tanaman berumur 2 minggu setalah tanam diberi pupuk dasar (NPK). Pemupukan dilakukan dengan sistem tugal yang diletakkan disekitar lubang tanam. Pada minggu ketiga dilakukan pengaplikasian pupuk daun (byfolan) dengan menyemprotkannya pada daun tanaman kedelai(Glycine max L Merril) sesuai dengan perlakuan. Pada minggu keempat diaplikasikan kembali pupuk daun dan pupuk NPK kembali sesuai dengan perlakuan. Pembumbunan Pembumbunan yaitu menutupi batang tanaman dengan tanah. Pembumbunan dilakukan dengan tujuan menyokong tanaman dari tiupan angin agar tidak rebah dan tetap berdiri tegak.

15

Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dilakukan dengan cara mekanik, yaitu dengan mencari kemudian mengambilnya dan memusnahkannya. Untuk pengendalian penyakit dilakukan, apabila terdapat tanaman dengan gejala terserang penyakit, maka dilakukan pencabutan tanaman. Parametaer Pengamatan Tinggi Tanaman(cm) Tanaman sampel yang digunakan adalah 5 tanaman yang dipilih secara acak dan diberi patok standart, yaitu patok yang tingginya 5 cm dari permukaan tanah yang diletakkan di sebelah tanaman sampel. Pengukuran tinggi tanaman dilakukan 2 minggu setelah tanamam menggunakan meteran yang ditarik dari patok standart sampai pucuk tanaman. Intensitas pengukuran tinggi tanaman dilakukan 2 minggu sekali. Jumlah Cabang Pengukuran jumlah cabang dilakukan pada 2 minggu setelah tanam, dengan kriteria apabila dalam satu cabang telah memiliki 3 daun yang telah terbuka sempurna.

16

HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian Tanaman Kedelai (Glycine max L. Marill) Data rataan tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) (cm), dan jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill), menunjukan adanya pertumbuhan yang baik (lampiran 3 dan 4). Tinggi Tanaman (cm) Dari hasil sidik ragam dapat dilihat (lampiran 3) menunjukan bahwa pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Daun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) pada umur 6 MST (Minggu Setelah Tanam). Tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dengan keempat perlakuan pemberian dosis Pupuk NPK disajikan dalam Diagram berikut ini.

112
111

111.2

111.25

Tinggi Tanaman (cm)

110 109 108 107 106 105 104 1 N0 2 N1 3 N2 4 N3 108.09 107.005

Dosis Pupuk NPK Gambar 1. Diagram Tinggi Tanaman (cm) Berdasarkan Pemberian Pupuk NPK

17

Tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) yang tertinggi pada penelitian ini adalah pada perlakuan N3, dimana menggunakan Pupuk NPK dengan dosis 9 gr / tanaman. Hal ini dikarenakan pada dosis tersebut kebutuhan nutrisi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dapat terpenuhi. Tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dengan keempat perlakuan pemberian dosis Pupuk Daun disajikan dalam Diagram berikut ini.

140 120

Tinggi Tanaman (cm)

100 80 60 40 20 0 121.375 131.445 86.2 98.525

B0 1

B1 2

B2 3

B3 4

Dosis Pupuk Daun Gambar 2. Diagram Tinggi Tanaman (cm) Berdasarkan Pemberian Pupuk Daun Tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) yang tertinggi pada penelitian ini adalah pada perlakuan B1, dimana menggunakan Pupuk Daun dengan kosentrasi 2 ml / liter. Hal ini dikarenakan pada dosis tersebut kebutuhan nutrisi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dapat terpenuhi. Sedangkan interaksi antara kedua factor tersebut diatas juga tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) pada umur 6 MST.

18

Jumlah Cabang Dari hasil sidik ragam dapat dilihat (lampiran 4) menunjukan bahwa pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Daun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) pada umur 6 MST. Jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dengan keempat perlakuan pemberian dosis Pupuk NPK disajikan dalam Diagram berikut ini.

14 12 11.25 8.5 11.25

13.25

Jumlah Cabang

10 8 6 4 2 0

N0 1

N1 2

N2 3

N3 4

Dosis Pupuk NPK Gambar 3. Diagram Jumlah Cabang Berdasarkan Pemberian Pupuk NPK Jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) yang terbanyak pada penelitian ini adalah pada perlakuan N3, dimana menggunakan Pupuk NPK dengan dosis 9 gr / tanaman. Hal ini dikarenakan pada dosis tersebut kebutuhan nutrisi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dapat terpenuhi dan percabangan tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) menjadi optimal.

19

Jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dengan keempat perlakuan pemberian dosis Pupuk Daun disajikan dalam Diagram berikut ini.

16 14 12.25

14

Jumlah Cabanag

12

10
8 6 4 2 0

8.5

9.5

B0 1

B1 2

B2 3

B3 4

Dosis Pupuk Daun Gambar 4. Diagram Jumlah Cabang Berdasarkan Pemberian Pupuk Daun Jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) yang terbanyak pada penelitian ini adalah pada perlakuan B1, dimana menggunakan Pupuk Daun dengan kosentrasi 2 ml / liter. Hal ini dikarenakan pada dosis tersebut kebutuhan nutrisi tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) dapat terpenuhi dan percabangan tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) menjadi optimal. Sedangkan interaksi antara kedua factor tersebut diatas juga tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang tanaman kedelai (Glycine max L. Marill) pada umur 6 MST.

20

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Dari hasil penelitian di dapat bahwa pemberian pupuk NPK tidak berpengeruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah cabang. 2. Dari hasil penelitian di dapat bahwa pemberian pupuk daun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah cabang. 3. Dari hasil penelitian di dapat bahwa interaksi pemberian pupuk daun dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua paraneter yang di amati. Saran 1. Sebaiknya untuk pengaplikasian pupuk, takaran dosisnya harus ditimbang dengan lebih akurat lagi. 2. Sebaiknya alat-alat untuk penelitian ini lebih dilengkapi.

21

Lampiran 1. Bangun Perlakuan. I a B0N1 b


B2N1

II
B0N2 B2N1 B1N0 B2N2 B3N2 B3N3 B0N1 B1N1 B3N1 B0N0 B2N0 B3N0 B1N2 B0N3 B1N3 B2N3

B0N0 B1N1 B3N0 B1N3 B2N0 B0N2 B1N0 B3N1 B3N3 B0N3 B2N2 B3N2 B1N2 B2N3

Keterangan : a. Jarak antar plot 100 cm. b. Jarak antar barisan 50 cm. c. Plot.
22

Lampiran 2. Bagan Plot.

1,5 m

(x)1

(x)2

(x)5

(x)3

1,5

m
x x (x)4 x x

Keterangan. Jarak tanam 20 x 10 cm. (x) Tanaman sampel Kedelai.

23

Lampiran 3. Tinggi Tanaman (cm).

Parameter tanggal 09 Mei 2011 (2 (Dua) Minggu Setelah Tanam).

ULANGAN PERLAKUAN B0N0 B0N1 B0N2 B0N3 B1N0 B1N1 B1N2 B1N3 B2N0 B2N1 B2N2 B2N3 B3N0 B3N1 B3N2 B3N3 TOTAL RATAAN I 23.5 12.98 23.04 18.12 19.88 17.36 19.07 17.92 21.66 17.28 15.6 21.68 21.64 15.7 23.18 288.61 18.03813 II 19 22.38 17.34 16.8 22 21.52 17.04 19.54 14.78 15.1 18.64 22.4 14.56 12.4 22 19.4 294.9 18.43125 TOTAL 42.5 35.36 40.38 34.92 41.88 38.88 36.11 37.46 36.44 32.38 34.24 22.4 36.24 34.04 37.7 42.58 583.51 RATAAN 21.25 17.68 20.19 17.46 20.94 19.44 18.055 18.73 18.22 16.19 17.12 11.2 18.12 17.02 18.85 21.29 18.23469

Tabel Dwikasta

FAK. B N0 B0 42.5 B1 41.88 B2 36.44 B3 36.24 TOTAL 157.06 RATAAN 39.265

FAK. N N1 N2 35.36 40.38 38.88 36.11 32.38 34.24 34.04 37.7 140.66 148.43 35.165 37.1075

TOTAL RATAAN N3 34.92 37.46 22.4 42.58 137.36 34.34 153.16 154.33 125.46 150.56 583.51 38.29 38.5825 31.365 37.64 18.23469

24

Tabel Ansira

SK Kel. Kom. BN B N Interaksi Galat Total

db 1 15 3 3 9 16 32

JK 1.236378 177.9695 70.40996 28.91671 78.64288 461.0269 640.2328

KT 1.236378 11.86464 23.46999 9.638903 8.738098 28.81418

F HITUNG 0.042909 0.411764 0.814529 0.334519 0.303257 tn tn tn tn tn

F TABEL 1% 5% 4.49 8.53 2.35 3.41 3.24 5.29 3.24 5.29 2.54 3.78

Keterangan:

tn * **

tidak nyata nyata sangat myata Kk = 29.43776

25

Parameter tanggal 25 Mei 2011 (4 (Empat) Minggu Setelah Tanam).

PERLAKUAN B0N0 B0N1 B0N2 B0N3 B1N0 B1N1 B1N2 B1N3 B2N0 B2N1 B2N2 B2N3 B3N0 B3N1 B3N2 B3N3 TOTAL RATAAN

ULANGAN I II 50.8 41.38 42.2 49.2 49.76 41.3 51.92 51.9 47.7 50.6 59.56 40.5 46.6 48.14 48.5 17.1 60.8 42.2 41.8 56.9 38.26 49.4 38.54 40.8 43.44 39.1 47 42.44 32.33 681.36 628.81 42.585 39.30063

TOTAL 92.18 91.4 91.06 103.82 98.3 100.06 94.74 65.6 60.8 84 95.16 49.4 79.34 82.54 47 74.77 1310.17

RATAAN 46.09 45.7 45.53 51.91 49.15 50.03 47.37 32.8 30.4 42 47.58 24.7 39.67 41.27 23.5 37.385 40.94281

Tabel Dwikasta

FAK. B N0 B0 92.18 B1 98.3 B2 60.8 B3 79.34 TOTAL 330.62 RATAAN 82.655

FAK. N N1 N2 91.4 91.06 100.06 94.74 84 95.16 82.54 47 358 327.96 89.5 81.99

TOTAL N3 103.82 65.6 49.4 74.77 293.59 73.3975 378.46 358.7 289.36 283.65 1310.17

RATAAN 94.615 89.675 72.34 70.9125 40.94281

26

Tabel Ansira

SK KEL. Kom. BN B N Interaksi Galat Total

db 1 15 3 3 9 16 32

JK 86.29695 2373.563 868.4796 261.2596 1243.824 5108.252 7568.112

KT 86.29695 158.2375 289.4932 87.08654 138.2026 319.2658

F HITUNG 0.270298 0.495629 0.906747 0.272771 0.432876 tn tn tn tn tn

F TABEL 1% 5% 4.49 8.53 2.35 3.41 3.24 5.29 3.24 5.29 2.54 3.78

Keterangan:

tn * **

tidak nyata nyata sangat myata Kk = 43.64138

27

Parameter tanggal 08 Juni 2011 (6 (Enam) Minggu Setelah Tanam).

PERLAKUAN B0N0 B0N1 B0N2 B0N3 B1N0 B1N1 B1N2 B1N3 B2N0 B2N1 B2N2 B2N3 B3N0 B3N1 B3N2 B3N3 TOTAL RATAAN

ULANGAN I II 57.4 66.94 49.4 60.02 62.7 56.54 60.3 72.2 73.28 76.6 59.98 42.2 75.7 56.96 55.86 85.2 71.4 54.32 54.52 68.68 47.24 48.64 54.28 44.9 62.86 49.06 60.2 68.54 54.26 874.7 875.48 54.66875 54.7175

TOTAL 124.34 109.42 119.24 132.5 149.88 102.18 132.66 141.06 71.4 108.84 115.92 48.64 99.18 111.92 60.2 122.8 1750.18

RATAAN 62.17 54.71 59.62 66.25 74.94 51.09 66.33 70.53 35.7 54.42 57.96 24.32 49.59 55.96 30.1 61.4 54.69313

Tabel Dwikasta

FAK. B N0 B0 124.34 B1 149.88 B2 71.4 B3 99.18 TOTAL 444.8 RATAAN 111.2

FAK. N N1 N2 109.42 119.24 102.18 132.66 108.84 115.92 111.92 60.2 432.36 428.02 108.09 107.005

TOTAL RATAAN N3 132.5 141.06 48.64 122.8 445 111.25 485.5 525.78 344.8 394.1 1750.18 121.375 131.445 86.2 98.525 54.69313

28

Tabel Ansira

SK KEL. Kom. BN B N Interaksi Galat Total

db 1 15 3 3 9 16 32

JK 0.019012 5988.689 2571.775 28.22774 3388.687 6976.197 12964.91

KT 0.019012 399.246 857.2583 9.409246 376.5207 436.0123

F HITUNG 4.36E-05 0.915676 1.966133 0.02158 0.863555 tn tn tn tn tn

F TABEL 1% 5% 4.49 8.53 2.35 3.41 3.24 5.29 3.24 5.29 2.54 3.78

Keterangan:

tn * **

tidak nyata nyata sangat myata Kk = 38.1783

29

Lampiran 4. Jumlah Cabang.

Parameter tanggal 09 Mei 2011 (2 (Dua) Minggu Setelah Tanam).

PERLAKUAN B0N0 B0N1 B0N2 B0N3 B1N0 B1N1 B1N2 B1N3 B2N0 B2N1 B2N2 B2N3 B3N0 B3N1 B3N2 B3N3 TOTAL RATAAN Tabel Dwikasta

ULANGAN I II 0 0 0 1 3 3 3 0 2 0 3 3 0 5 0 0 0 3 0 0 2 0 3 0 2 2 4 0 0 3 4 18 28 1.125 1.75

TOTAL 0 1 6 3 2 6 5 0 3 0 2 3 2 6 0 7 46

RATAAN 0 0.5 3 1.5 1 3 2.5 0 1.5 0 1 1.5 1 3 0 3.5 1.4375

FAK. B B0 B1 B2 B3 TOTAL RATAAN

N0 0 2 3 2 7 1.75

FAK. N N1 N2 1 6 6 5 0 2 6 0 13 13 3.25 3.25

N3 3 0 3 7 13 3.25

TOTAL RATAAN 10 13 8 15 46 2.5 3.25 2 3.75 1.4375

30

Tabel Ansira

SK Kel. Kom. BN B N Interaksi Galat Total Keterangan:

db 1 15 3 3 9 16 32

JK 3.125 44.875 3.625 3.375 37.875 31.875 79.875

KT 3.125 2.991667 1.208333 1.125 4.208333 1.992188

F HITUNG 1.568627 1.501699 0.606536 0.564706 2.112418 tn tn tn tn tn

F TABEL 1% 5% 4.49 8.53 2.35 3.41 3.24 5.29 3.24 5.29 2.54 3.78

tn * **

tidak nyata nyata sangat myata Kk = 65.81387

31

Parameter tanggal 25 Mei 2011 (4 (Empat) Minggu Setelah Tanam).

PERLAKUAN B0N0 B0N1 B0N2 B0N3 B1N0 B1N1 B1N2 B1N3 B2N0 B2N1 B2N2 B2N3 B3N0 B3N1 B3N2 B3N3 TOTAL RATAAN

ULANGAN I II 4 2 4 4 8 5 9 3 6 3 6 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 5 5 1 4 5 7 4 70 60 4.375 3.75

TOTAL 6 8 13 12 9 11 8 9 4 7 8 4 10 5 5 11 130

RATAAN 3 4 6.5 6 4.5 5.5 4 4.5 2 3.5 4 2 5 2.5 2.5 5.5 4.0625

Tabel Dwikasta

FAK. B B0 B1 B2 B3 TOTAL RATAAN N0 6 9 4 10 29 7.25

FAK. N N1 N2 8 13 11 8 7 8 5 5 31 34 7.75 8.5

TOTAL RATAAN N3 12 9 4 11 36 9 39 37 23 31 130 9.75 9.25 5.75 7.75 4.0625

32

Tabel Ansira

SK KEL. Kom. BN B N Interaksi Galat Total

db 1 15 3 3 9 16 32

JK 3.125 59.875 19.375 3.625 36.875 64.875 127.875

KT 3.125 3.991667 6.458333 1.208333 4.097222 4.054688

F HITUNG 0.770713 0.984457 1.592807 0.298009 1.01049 tn tn tn tn tn

F TABEL 1% 5% 4.49 8.53 2.35 3.41 3.24 5.29 3.24 5.29 2.54 3.78

Keterangan:

tn * **

tidak nyata nyata sangat myata Kk = 49.56617

33

Parameter tanggal 08 Juni 2011 (6 (Enam) Minggu Setelah Tanam).

PERLAKUAN B0N0 B0N1 B0N2 B0N3 B1N0 B1N1 B1N2 B1N3 B2N0 B2N1 B2N2 B2N3 B3N0 B3N1 B3N2 B3N3 TOTAL RATAAN

ULANGAN I II 6 3 4 5 10 6 9 6 8 3 8 7 7 8 7 8 4 7 7 6 5 5 5 5 2 5 3 12 6 95 82 5.9375 5.125

TOTAL 9 9 16 15 11 15 15 15 4 14 11 5 10 7 3 18 177

RATAAN 4.5 4.5 8 7.5 5.5 7.5 7.5 7.5 2 7 5.5 2.5 5 3.5 1.5 9 5.53125

Tabel Dwikasta

FAK. B B0 B1 B2 B3 TOTAL RATAAN N0 9 11 4 10 34 8.5

FAK. N N1 N2 9 16 15 15 14 11 7 3 45 45 11.25 11.25

TOTAL RATAAN N3 15 15 5 18 53 13.25 49 56 34 38 177 12.25 14 8.5 9.5 5.53125

34

Tabel Ansira

SK KEL. Kom. BN B N Interaksi Galat Total

db 1 15 3 3 9 16 32

JK 5.28125 160.4688 38.09375 22.84375 99.53125 74.21875 239.9688

KT 5.28125 10.69792 12.69792 7.614583 11.05903 4.638672

F HITUNG 1.138526 2.306246 2.737404 1.641544 2.384094 tn tn tn tn tn

F TABEL 1% 5% 4.49 8.53 2.35 3.41 3.24 5.29 3.24 5.29 2.54 3.78

Keterangan:

tn * **

tidak nyata nyata sangat myata Kk = 38.93799

35