Anda di halaman 1dari 13

TUGAS GAMUS

UKHUWAH

ISLAMIYAH

TUGAS GAMUS UKHUWAH ISLAMIYAH DISUSUN OLEH KELOMPOK IV AHWAT Nama Kelompok: ∑ Evy Putri Utami 06’D

DISUSUN OLEH KELOMPOK IV AHWAT Nama Kelompok:

Evy Putri Utami 06’D

Inda Aulina 06’D

Indah Riza H.D 05’C

Khatmilla F.M 06’B

GAMUZ STMB TELKOM MBTI

2006/2007

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Segala puji bagi Allah yang telah memperkenankan makalah kami ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Dan tak lupa kami panjatkan keselamatan dan kesejahteraan bagi Nabi junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat. Kami menyelesaikan makalah dengan tema ukhuwah intern ini dengan usaha yang semaksimal mungkin. Namun jika didalamnya terdapat kesalahan atau banyak kekurangan, maka kesalahan dan kekurangan tersebut sesungguhnya datangnya dari kami. Dan kesempurnaan hanyalah milik Allah Aza Wajalla. Semoga makalah yang kami buat ini dapat memberi manfaat bagi anda-anda semua. Dan terimakasih atas perhatian anda.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

BAB I PENDAHULUAN

Perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah. Islam menjadikan persaudaraan dalam islam dan iman sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah dimuka bumi. Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang tidak kuat dan kekal, karena persaudaraan tersebut tidak berdasarkan persaudaraan islam. Persaudaraan islam yang dijalin oleh Allah SWT merupakan ikatan terkuat yang tiada tandingannya. Perpecahan dikalangan umat dewasa ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh. Allah SWT berfirman, ketaatan beribadah dan ketakwaan sebagai solusi dari perpecahan umat. Lihat Q.S.49:10 dan 8:1

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: ”Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Jika mereka berselisih tentang sesuatu, maka mereka mengembalikan kepada pemuda dan meminta pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, lalu dikatakan oleh mereka, ’ini Muadz bin Jabal.’

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku datang ke masjid itu lagi, dan kudapati dia telah berada disana tengah melakukan shalat. Kutunggu dia sampai selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. Aku berkata,’Demi Allah aku mencintaimu, lalu dia bertanya,’Apakah Allah tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab, ’Ya Allah aku cintai’. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menarik seraya berkata,’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw, bersabda, ”Allah berfirman, cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku.”

Makna Ukhuwah Islamiyah

Kata Ukhuwah berasal dari kata kerja akha misalnya dalam kalimat ” akha fulanun shalihan” yang artinya: Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Makna Ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna → Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.

Hakikat Ukhuwah Islamiyah

  • 1. Nikmat Allah (Q.S. 3:103)

  • 2. Perumpaan tali tasbih (Q.S. 43:67)

  • 3. Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63)

  • 4. Merupakan cermin kekuatan iman (Q.S 49 :10)

Peringkat-peringkat ukhuwah:

-Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Saling mengenal sesama kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada printah allah SWT. (Q.S al Hujarat: 13). -Tafahum adalah saling memahami. Hendaknya seorang muslim memeperhatikan keadaan saudaranya agar bisa memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ditunaikan. Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda; ”barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya dihari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.”(H.R. Muslim) -Ta’awun adalah saling membantu, tentu saja membantu dalam hal kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. -Tafakul adalah merupakan perasaan senasib sepenanggungan atau saling menanggung. yang muncul setelah proses ta’awun berjalan. Rasa sedih dan senang diselesaikan bersama. Takaful adalah tingkatan ukhuwah yang tertinggi. Banyak kisah dan hadits Nabi SAW dan para sahabat yang menunjukkan pelaksanaan takaful ini. Seperti ketika seorang sahabat kehausan dan memberikan jatah airnya kepada sahabat lainnya yang merintih kehausan juga, namun setelah diberi, air itu diberikan lagi ke sahabat yang lain, terus begitu hingga semua mati dalam kondisi kehausan. Mereka saling mengutamakan saudaranya sendiri dibandingkan dirinya (itsar). Inlah cirri utama dari ukhuwah islamiyah. Hadits : Tidak beriman seseorang diantaramu hingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri (HR. Bukhari-Muslim).Betapa indah ukhuwah islamiyah yang diajarkan Allah SWT. Bila umat islam melakukannya, tentunya terasa lebih manis rasa iman di hati dan terasa indah hidup dalam kebersamaan. Kesatuan barisan dan umat berarti bersatu fikrah/pemikiran dan tujuan tanpa menghilangkan perbedaan dalam karakter (kejiwaan). Inilah kekuatan Islam. Mari kita mulai dari diri kita, keluarga, masyarakat dekat untuk menjalin persaudaraan islam ini.

Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah:

1.Memberitahukan kecintaan

kepada

yang

kita

cintai

Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”

  • 2. Memohon didoakan bila berpisah, “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk

saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu”(H.R.

Muslim 3.Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang datang dari saudaramu),

dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)

  • 4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim)

“Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan

keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’)

  • 5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)

  • 6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu

  • 7. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya

  • 8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya

  • 9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan

MANFAAT UKHUWAH ISLAMIYAH

  • 1. Merasakan lezatnya iman

  • 2. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang

dilindungi)

  • 3. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q.S. 15:45-48)

Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad, benci, dengki, dan bersih dari sebab-sebab permusuhan Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari

ayat-ayatNya. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q.S. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada dan cinta, yaitu itsar. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam

segala sesuatu yang dicintai. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Ia rela haus demi puasnya prang lain. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa, antara sebagian dengan sebagian yang lain. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure, warna kulit, bahasa, iklim, dan atau batas negara, sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki, meskipun berbeda-beda dalam harta dan kedudukan.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR #BAB I PENDAHULUAN #BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 2-6 ................................................................................ #BAB III LATAR BELAKANG 7 ............................................................................................ #BAB IV PEMBAHASAN 7-9 .................................................................................................... #BAB V KESIMPULAN & SARAN 9-10 ..................................................................................

.............................................................................................

1

...................................................................................................

2

BAB III LATAR BELAKANG

  • A. Latar Belakang Masalah GAMUS berada dalam lingkungan kampus dimana karakteristik tiap individu berbeda-beda., sehingga silaturahmi yang dibangun bukan saja silaturahmi antar anggota GAMUS tapi dengan semua civitas kademi STMB Telkom. Langkah apa saja yang harus dilakukan oleh GAMUS, dalam rangka memupuk silaturahmi antar civitas, sehingga GAMUS bisa menjadi sebuah organisasi yang menyatukan berbagai karakteristik.

BAB IV PEMBAHASAN

Hal-hal yang perlu dilakukan GAMUS agar bisa menyatukan berbagai karakteristik dari civitas kademi, antara lain:

  • 1. Melaksanakan proses ta’aruf (saling mengenal) antar civitas kademi Adanya interaksi, dapat membuat kita lebih mengenal karakter- karakter dari individu atau civitas kademi. Hal ini mungkin dilakukan dengan cara berdialog mengenai seputar masalah kampus misalnya, atau dengan cara bekerjasama menyelanggarakan event( baksos). Dan tanpa disadari, jika frekuensi komunikasi kita lebih sering dilakukan, maka kita akan lebih mengenal karakter-karakter dari tiap-tiap individu / civitas tersebut. Karena proses ukhuwah islamiyah akan terganggu bila kita tidak saling mengenal karakter- karakter tiap individu.

  • 2. Melaksanakan proses tafahum (saling memahami) Saling memahami adalah kunci ukhuwah islamiyah. Tanpa tafahum maka ukhuwah tidak akan berjalan. Proses tafahum dapat dilakukan secara alami bersamaan dengan berjalannya ukhuwah. Dengan saling memahami, maka setiap individu/organisasi akan mudah mengetahui kekuatan dan kelemahannya dan dapat menerima perbedaan. Tidak mungkin suatu organisasi itu berdiri sempurna, dan merasa tidak membutuhkan bantuan dari yang lain. Maka dari itu GAMUS selaku sebagai organisasi yang ingin menyatukan berbagai karakteristik individu / civitas yang berbeda-beda harus bisa saling memahami (paham akan adanya perbedaan, paham akan kekurangan dan kelemahan diri). Ukhuwah tidak akan dapat berjalan apabila suatu individu/organisasi selalu ingin dapat dipahami dan tidak berusaha memahami lingkungan sekitarnya(civitas kademi lain). Saling memahami dapat dilakukan, contohnya dengan cara menyatukan hati, pemikiran(tidak dalam hal aqidah), dan amal. Allah-lah yang menyatukan hati manusia.

  • 3. Melakukan At-Ta’aawun (saling tolong menolong) Bila saling memahami sudah lahir, maka timbullah rasa ta’awun. Ta’awun dapat dilakukan dengan hati (saling mendo’akan), pemikiran (berdiskusi dan saling memberi saran yang terbaik bagi organisasinya), dan amal (saling bantu membantu)

Saling membantu dalam hal kebaikan adalah merupakan kebahagiaan tersendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dan butuh orang lain. Begitu juga halnya dengan suatu organisasi, tidak mungkin suatu organisasi dapat berjalan sukses tanpa dukungan dari lingkungan sekitarnya(civitas lain- lainnya/ organisasi lain). Kebersamaan akan lebih mempunyai nilai bila kita selalu saling bantu membantu.

  • 4. Melakukan proses tafakul (saling menanggung/senasib sepenanggungan) Proses setelah ta’awun berjalan. Rasa sedih dan senang diselesaikan bersama. Tafakul adalah tingkatan ukhuwah yang tertinggi. Banyak kisah dan hadits Nabi SAW dan para sahabat yang menunjukan sikap tafakul ini. Seperti ketika seorang sahabat kehausan dan memberikan jatah airnya kepada sahabat lainnya yang merintih kehausan juga, namun setelah diberi, air itu malah diberikan lagi untuk sahabatnya yang lain, terus begitu hingga semua mati dalam kondisi kehausan. Mereka lebih mengutamakan dirinya sendiri dibandingkan dirinya(itsar). Inilah ciri-ciri dari ukhuwah islamiyah. Begitu dahsyatnya jika hal ini pun diterapkan dalam kehidupan organisasi. Meskipun berbeda karakter namun kita tetap merasa satu nasib, sepenanggungan. Bila GAMUS melihat adanya kesusahan atau masalah pada organisasi-organisasi lain dalam satu kampus, maka hendaknya kita semaksimal mungkin berusaha membantu menyelesaikan masalah tersebut. Kita harus peduli kepada kesusahan civitas kademi lain, kita harus bisa bergagi suka kepada yang lain. Insya Allah GAMUS bisa melakukannya.

Hadits : Tidak beriman seseorang diantaramu hingga kamu mencintainya

Seperti kamu mencintai dirimu sendiri (HR.Bukhari-Muslim).

Betapa indah ukhuwah islamiyah yang diajarkan Allah SWT. Bila umat islam melakukannya, tentunya terasa lebih manis rasa iman dalam hati dan kebersa- maan akan terasa lebih hidup. Kesatuan barisan berarti bersatu dalam pemiki- ran dan tujuan tanpa menghilangkan perbedaan dalam karakter. Inilah kekua- tan Islam. Mari kita mulai terapkan dalam organisasi kita (GAMUS). Semoga Allah meridhai perjuangan kita. AMIN.

  • 5. GAMUS selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitarnya, keadaannya bermanfaat dan diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi organisasi lainnya. Contohnya; dalam menyelenggarakan event-event, GAMUS selalu berusaha menjunjung nama baik almamater tercinta.

BAB V

PENUTUP

KESIMPULAN & SARAN

Jadi menurut pendapat kami, langkah – langkah yang harus diambil GAMUS dalam rangka memupuk silaturahim antar civitas, sehingga dapat menjadi sebuah organisasi yang menyatukan berbagai karakteristik antara lain :

Kenalilah lingkungan sekitar dengan baik terlebih dahulu. Tak kenal maka

ta’aruf. Setelah kita mengenal, maka pahamilah (tafahum). Pahami bahwa masing- masing organisasi mempunyai karakter yang berbeda-beda. Karena berbeda, maka kita harus berusaha saling mengerti dan memahami.

Rasa ta’awun timbul setelah terciptanya rasa tafahum. Berusaha selalu berinteraksi dengan civitas atau organisasi lain dengan cara saling mendo’akan, saling berdiskusi, dan saling bantu membantu antar civitas.

Kemudian meningkat kepada tafakul yang merupakan tingkatan ukhuwah

yang tertinggi. Usahakan agar GAMUS bisa selalu memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitarnya. Usahakan keberdaan GAMUS dapat bermanfaat bagi civitas kademi STMB Telkom, contohnya; bisa menjadi inspirasi bagi organisasi-organisai lain, menyelenggarakan event yang menjunjung nama almamater, dsb.