Anda di halaman 1dari 2

Angle Kontroversi kasus drop out mahasiswa belum berakhir, satu babak lagi kembali diurai.

Saat birokrasi tetap kukuh pada bentengnya kini mahasiswa muncul dengan dengan seribu pasukan. Entah, siapa yang akan mengibarkan bendera putih. Arismunandar, rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) bertandang ke kampus parangtambung Kamis lalu. Wajahnya samar terlihat dibalik kaca mobil seraya tak memberikan ekspresi apapun namun jelas ia sedang memberi aba-aba segerombolan di belakangnya. Sesaat ia pergi, dugaan tersebut benar, tibatiba beberapa orang dengan berpakaian coklat berlari menuju kampus bercorak ungu itu. Di lain sisi, beberapa mahasiswa tengah asyik menarik simpati jajaran birokrasi tepat di koridor kampus berlabel manifestans itu. Namun, apa daya segerombolan berbaju coklat tiba-tiba menyergap mereka, seperti menangkap kumpulan penjahat. Padahal, mereka hanya numpang bersuara atas tindakan yang mereka anggap tak adil itu. Alhasil, lima orang ditangkap. Satu diantaranya mesti terkena goresan tepat di lehernya, Abdu Khalik. Dia mencoba membela diri, namun itu balasan yang ia dapat. Empat orang diantaranya merupakan 19 mahasiswa FBS yang dipecat. Fajri mengalami memar bagian muka sebelah kiri sedang Fendi mengalami memar pelipis kepala, Perut juga dihantam terangnya. Menurut wakapolsek, (nmanya), mahasiswa yang terluka tersebut sempat memberontak hingga mengalami cedera kecil. Dia yang dianggap provokator yang terluka tadi, ungkap wakalpolsek . Tambahnya, tindakan yang dilakukan kepolisian tersebut atas dasar pelaporan dari pihak UNM sendiri. Pelaporannya itu telah terjadi keributan dan provokasi. Selain itu, Memaksa untuk membongkar sekretariat jelasnya. Kasus ini pun menarik simpati Forum Mahasiswa Nasional (FMN), Muhammad Al Amin, ketua FMN menyayangkan tindakan semena-mena birokrasi UNM tersebut. Menurutnya hal tersebut sudah menjadi pelanggaran atas fungsionaris kampus. Setiap orang bebas masuk kampus, dan mereka sama sekali tak melakukan tindakan yang dianggap merusak, kalaupun itu dianggap pelanggaran, pelanggaran seperti apa yang dimaksud, dan apakah itu bias dianggap sebagi sebuah pelanggaran,terang mahasiswa Sastra Unhas tersebut. Pembekuan Lembaga

Seorang mahasiswa yang baru saja menginjakkan pendidikan di kampus oemar bakri itu mesti menelan pil pahit. Terang saja, statusnya sebagai mahasiswa baru dipecat lantaran hanya sekadar berucap nada pembelaan. Gusti Ketut Satya, mahasiswa jurusan bahasa Indonesia kini hanya terbaring sakit di kampung halamannya, Mangkutana. Saat diwawancarai melalui telepon seluler, nada kecewa jelas terdengar, bahkan ia mengaku kecewa atas tindak birokrasi UNM tersebut,Sebenarnya kak, sa tidak mau ikut campur lagi persoalan itu, saat ini saya sudah dikampung,ungkap Gusti.

Berbeda misalnya dengan Hasrul, kepala suku Bengkel Sastra, mengaku akan terus berkarya walaupun lembaga mereka telah dibekukan. Lembaga kami Pengurus kami memang dibekukan, tapi hati temanteman kami masih hidup, karya akan terus kami torehkan buat UNM,tutur lelaki berambung ikal ini.

Efek Drop Out FBS Dana Kemahasiswaan Fungsionaris PD3 FBS Citra UNM (pelecehan atas pembiayaan PMB) Ancaman lewat sms

-birokrasi cari2 kesalahan Birokarasi tak sesuai aturan Proses Penangkapan lima mahasiswa Aksi demonstrasi Solusi Kasus Unhas Pencabutan DO Siding perdata Siding PTUN