Anda di halaman 1dari 3

Abses adalah suatu penimbunan nanah, biasanya terjadi akibat suatu infeksi bakteri.

JARINGAN SIKATRIK (scar/jaringan parut) adalah penonjolan kulit akibat penumpukan jaringan fibrosa sebagai pengganti jaringan kolagen normal. adalah penonjolan kulit akibat penumpukan jaringan fibrosa sebagai pengganti jaringan kolagen normal Pembengkakan Jaringan granulasi terbuat dari massa baru kapiler dan jaringan fibrosa dalam penyembuhan luka. Fistula terowongan abnormal , lubang Keloid pada dasarnya adalah jaringan parut yang tumbuh tanpa dapat dikontrol setelah kulit sembuh dari luka Efusi perikondrium pengumpulan cairan di lapisan perikondrium (jaringan ikat padat yang mengelilingi tulang rawan) Mikrotia : cuping telinga kecil Hiperemis: berwarna kemerahan.bisa merupakan suatu indikasi perdangan/inflamasi edema berarti meningkatnya volume cairan di luar sel (ekstraseluler) dan di luar pembuluh darah (ekstravaskular) disertai dengan penimbunan di jaringan serosa lobulus aksesorius: berupa cuping (jelambir) telinga di bagian bawah daun telinga. MAE: saluran telinga luar ( saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku) Nyeri tekan tragus :nyeri saat tragus (tonjolan berbentuk lempengan di depan daun telinga.) ditekan/ dipegang kuat Nyeri tarik aurikula:nyeri saat daun telinga ditarik Krusta (crust)/koreng. adalah bahan cair ,eksudat, darah atau serum maupun jaringan nekrotik yang mengering Erosi: hilangnya permukaan lesi kulit, yang merupakan lesi kulit lembab atau dangkal Sekret: /cairan yang keluar dari liang telinga Bekuan darah: adalah produk akhir langkah kaskade darah dalam hemostasis pendarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan. Debris BendA asing Tampak dinding postero superior liang telinga menggantung (sagging) Exostosis merupakan pertumbuhan benigna jaringan tulang yang menonjol Hematoma adalah sekelompok sel darah yang telah mengalami ekstravasasi, biasanya telah menggumpal, baik di dalam organ, interstitium, jaringan dan otak Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh Gendang telinga atau membrana tympani adalah selaput atau membran tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga dalam Refleks cahaya (cone of light) ialah cahaya dari luar yang dipantulkan oleh membran timpani Retraksi kepala artinya menarik kepala ke bela-. Kang/cekung Bulging: penonjolan membran timfani Ruptur: robekan Perforasi/Perlubangan, bocor a). Perforasi Sentral : Perforasi pada pars tensa. Perforasi sentral bulat Perforasi bentuk Ginjal Perforasi Tota b). Perforasi Marginal :

Perforasi yang terjadi pada pinggir margo timpani. Ini menandakan bahwa tulang pada margo timpani telah mengalami destruksi c).Perforasi atik Perforasi yang terjadi pada pars flaksida. Ini menandakan bahwa sudah ada kholesteatoma pada epi timpanum . Pulsasi: berdenyut (menandakan MT masih aktif mengeluarkan pus/sekret) bulla (lepuh) yang memunculkan luka, bahkan berlanjut ke infeksi. Polip hidung adalah massa polypoidal yang timbul terutama dari selaput lendir hidung dan sinus paranasal tulang pendengaran (martil atau malleus, landasan atau incus, dan sanggurdi atau stapes) Kolesteatoma adalah suatu kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel (keratin) TES RINNE: Tes untuk membandingkan hantaran melalui udara dan hantaran melalui tulang pada telinga yang diperiksa TES WEBER: Tes pendengaran untuk membandingkan hantaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan TES SCHWABACH: Tes untuk membandingkan hantaran tulang orang diperiksa dengan pemeriksa yang pendengarannya norma Audiometri nada murni adalah tes dasar untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pendengaran Tes valsava. Penderita disuruh menutup mulut dan hidung kemudian meniup sekuatnya Tes toynbee Tes kobrak Tes aliran udara: pengukuran aliran udara, terhambat atau tidak. Alat: tounge spatel bawah cavum nasi Dorsum nasi (batang hidung)-> Bagian kaudal dorsum nasi merupakan bagian lunak dari batang hidung yang tersusun oleh kartilago lateralis dan kartilago alaris. Jaringan ikat yang keras menghubungkan antara kulit dengan perikondrium pada kartilago alaris. Bagian kranial dorsum nasi merupakan bagian keras dari batang hidung yang tersusun oleh os nasalis kanan & kiri dan prosesus frontalis ossis maksila. Ala nasi: sayap hidung/cuping hidung Akar hidung/pangkal hidung: dekat bagian antara sudut mata dalam Puncak hidung merupakan bagian yang paling menonjol dari lobul Sisi hidung . Krepitasi yaitu pada saat diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang.Krepitasi yang teraba akibat gesekan antar fragmen satu dengan lainnya. Deformitas dapat disebabkan pergeseran fragmen pada fraktur ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir Vulnus (luka) adalah kerusakan, robek, atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan karena trauma mekanis, termis, atau kimiawi duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung) tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya stenosis adalah suatu penyempitan atresia adalah keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal Definisi Furunkel ( boll = bisul ) adalah peradangan pada folikel rambut

Kolumela adalah sekelompok sel yang membentuk tudung akar Cavum nasi merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh atap, lantai, lateral/rongga hidung Rinolit: benda keras seperti batu ditemukan dirongga hidung Mukosa hipertrofi: adalah peningkatan volume jaringan mukosa akibat pembesaran komponen sel. Mukosa atropi: penyusutan jaringan mukosa Mukosa erutopi: normal merah, agak kebiru-biruan ( livide ) konka media: konka superior: meatus media: deviasi septum: septum bergeser dari garis tengah Bentuk-bentuk dari deformitas hidung ialah deviasi, biasanya berbentuk C atau S; dislokasi, bagian bawah kartilago septum ke luar dari krista maksila dan masuk ke dalam rongga hidung; penonjolan tulang atau tulang rawan septum, bila memanjang dari depan ke belakang disebut krista, dan bila sangat runcing dan pipih disebut spina; sinekia, bila deviasi atau krista septum bertemu dan melekat dengan konka dihadapannya. Koana: nares posterior (rongga hidung bagian belakang) Post nasal drip: Akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan menjurus pada atau memberikan sensasi dari lendir yang menetes kebawah dari belakang hidung. Fossa russenmullery: Torus tobarius: Muara tuba: pangkal tuba dr hidung