Anda di halaman 1dari 5

KOPERASI SIMPAN PINJAM

A. PENGERTIAN Koperasi Indonesia adlah organisasi rakyat berwatak sosial, beranggotakan orangorang atau badan-badan hokum koperasi yang merupakan suatu tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama atas azas kekeluargaan. ( UU No. 12/1967). Koperasi simpan pinjam adlah koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam.

B. LANDASAN HUKUM Pengertian koperasi simpan pinjam tersebut diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut : 1. Kerja sama 2. Tolong menolong 3. Miningkatkan kesejahteraan bersama Dasra hukum unsur-unsur tersebut diatas : 1. Firman Allah yang terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 2 :

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. 2. Sabda Nabiyang diriwayatkan oleh Abu Daud Kitabul Adab, juz IV hal. 287 hadist No. 4946

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw, Nabi bersabda : Barang siapa yang member kelonggaran kepada seorang muslim kesulitan urusan dunia, maka Allah pasti akan memberikan kelonggaran dari berbagai kesulitan dihari kiamat. Dan barang siapa yang memberi kemudahan terhadap oarng yang mengalami kesulitan maka Allah akan member kemudahan di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah pasti akan menutupi (aib) nya didunia dan akhirat. Dan Allah saudaranya. selalu akan menolong hambaNya selama hamba itu mau menolong

3. Hadist riwayat Muslim yang terdapat dalam shahih Muslim Juz II Bab Tahrimu AdhDhulm hal 430.

Seoarang islam dengan orang islam lainnya itu bersaudara, tidak boleh menganiaya dan tidak boleh menundukkan (menguasai)nya. Barang siapa yang selalu memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang memecahkan kesulitan orang Muslim, maka Allah alan memecahkan kesulitan dari berbagai kesulitan di hari kiamat. Dan barang siapa yang menutupi aib (cela) orang muslim, maka Allah akan menutupi aib (cela) nya dihari kiamat.

4. Hadist riwayat Al Bazzar dari Al Hakim yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak disebutkan dalam Al Quran dan As Sunnah tentang kahalalan dan keharamannya termasuk sesuatu yang dimaafkan.

Apa saja yang telah dihalalkan oleh Allah dalam kitabNya maka (hukumnya) halal. Dan apa saja yang diharamkan maka (hukumnya) haram. Dan apa saja yang didiamkan, maka hukumnya mubah (dimaafkan).

C. MASALAH : APAKAH TAMBAHAN PEMBAYARAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM TERMASUK RIBA 1. Riba Riba secara etimologis berarti ZIYADAH (tambahan). Sedang menurut syara adalah tambahan atau kelebihan tanpa imbalan jasa atau barang yang diharus kan bagi salah satu dari sua orang yang mengadakan akad (Al Jurjani, At Tarifat, Art. Ar Riba). Adapun hokum riba adalah haram, berdasarkan Al Qur-an Surat Ali Imran ayat 130, Al Baqarah ayat 275 s/d 279, Ar Rum ayat 39. Hadist dari Abi Shaleh yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim syara Nawawi, Bab Riba, Juz XI hal 125 menyebutkan :

Aku mendengar Abu Said Al Hudri berkata : Dinar itu dikembalikan dengan dinar, dirham dengan dirham dengan nilai yang sama. Barang siapa yang menambah atau minta ditambah, maka ia telah melakukan riba. Maka aku berkata kepadanya : Sesungguhnya Ibnu Abbas berkata bukan seperti itu.. maka ia berkata : Aku telah berjumpa dengan Ibnu Abas dan aku bertanya, apakah seperti itu yang engkau katakana dan apakah seperti itu yang engkau dengar dari Rasulullah saw, atau kau temukan dalam Kitab Allah (Al Qur-an). Maka berkatalah Ibnu Abbas : Saya tidak mendengarnya dari Rasulullah saw dab tidak juga mendapatka dari kitab Allah (Al Quran), akan tetapi telah menceritakan kepadaku Usman bin Zaid, bahwa Nabi saw telah bersabda :Bahwa riba itu adalah penundaan pembayaran.

2. Tambahan pembayaran pada koperasi simpan pinjam Tambahan pembayaran pada koperasi simpan pinjam adalah suatu tambahan yang diberikan oleh sipeminjam kepada koperasi dengan dasar kesepakatan dan keikhlasan. Hal ini sejiwa dengan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir dalam Shahih Bukhari Bab Husnul Qadla. Juz II hal 37.

Saya pernah mendatangi Nabi saw dan ketika itu beliau berhutang kepadaku, maka beliau melunasinya dan member tambahan kepadaku.

Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah yang terdapat dalam kitab Bukhari Juz II hal 37.

Adalah seseorang member hutang kepada Nabi saw onta yang berumur satu tahun, maka datanglah orang itu untu menagihnya. Maka Nabi saw bersabda : Hai sahabat ambilkan itu. Maka para sahabat mencarikan onta yang sebaya umurnya, tetapi para sahabat tidak mendapatkan kecuali umurnya yang lebih tua. Maka berkatalah orang itu : Engkau telah mencukupiku, semoga Allah mencukupimu. Maka bersabdalah Nabi saw : Sesungguhnya sebaik-baik kamu adalah orang yang melunasi hutangnya dengan yang lebih baik.

D. ANALISIS Setelah memperhatikan pengertian riba dan tambahan pada koperasi simpan pinjam serta dalil-dalil Al Qyran dan As Sunnah, maka disimpulkan bahwa unsur-unsur riba dan tambahan pembayaran pada koperasi simpan pinjam sangat berbeda. Untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan tersebut sebagai berikut : 1. Unsur Riba a. Dilakukan antar perorangan yang menentukan syarat keuntungan secara sepihak. b. Bersifat penghisapan yang menimbulkan kesengsaraan baik perorangan maupun masyarakat. 2. Unsur tambahan pembayaran pada koperasi simpan pinjam a. Dilakukan antar lembaga dengan anggotanya yang bersifat tolong-menolong. b. Tambahan itu ditujukan untuk kesejahteraan bersama dan masyarakat sesuai dengan ketentuan musyawarah.

E. HUKUM KOPERASI SIMPAN PINJAM 1. Menyadari : a. Bahwa koperasi simpan pinjam bermanfaat bagi perekonomian pada masa sekarang. b. Bahwa koperasi simpan pinjam memerlukan biaya untuk operasionalnya. c. Bahwa ummat Islam diwajibkan bekerjasama dan tolong-menolong.

2. Menimbang : a. Bahwa koperasi simpan pinjam pernah terjadi pada masa Rasulullah. b. Bahwa tambahan pembayaran pada koperasi simpan pinjam akhirnya kembali kepada kesejahteraan anggota.

3. Mengingat : a. Bahwa nash-nash Al Quran dan AsSunnah tegas mengharamkan riba. b. Bahwa nash-nash Al Quran dan As Sunnah tentang haramnya riba memberikan kesan adanya penghisapan oleh yang kuat dari yang lemah.

c. Bahwa muamalah yang tidak diatur dalam Al Quran dan As Sunnah perlu ditentukan dengan ijtihad. 4. Memutuskan : Kopersi simpan pinjam hukumnya adalah MUBAH, karena tambahan pembayaran pada koperasi simpan pinjam bukan termasuk RIBA.

F. SARAN 1. Hendaknya koperasi simpan pinjam diletakkan pada taawun sesuai dengan ajaran Islam. 2. Hendaknya koperasi simpan pinjam tidak memberika pinjaman kepada selain anggota. 3. Bagi anggota yang meminjam kerena tekanan musibah, dibebaskan dari tambahan pembayaran bahkan sedapat mungkin diberikan bantuan. 4. Pinjaman yang dilakukan oleh anggota dengan tujuan produktif dilakukan dengan perjanjian mudlarabah (bagi hasil).