Anda di halaman 1dari 24

DETERMINAN

Budi Murtiyasa
Jur. Pendidikan Matematika
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Juli 2008
23/03/2012 1 design by budi murtiyasa 2008
DETERMINAN
Untuk setiap matriks persegi A dengan elemen-elemen bilangan real,
terdapat tepat satu nilai yang berhubungan dengan matriks tersebut.
Satu nilai real ini disebut determinan.
Determinan dari matriks A ditulis det(A) atau |A|.
A =
|
|
.
|

\
|

5 2
4 3
Det(A) = -7. B =
|
|
|
.
|

\
|

4 1 3
1 1 2
2 2 1
|B| = 25
C =
|
|
|
|
|
.
|

\
|

1 3 0 1
2 1 1 0
2 2 1 1
3 1 1 2
Det(C) = 0
Bagaimana menghitung nilai determinan ?
Cara menghitung determinan :
1. Definisi determinan
2. Sifat-sifat determinan
3. Ekspansi minor dan kofaktor
4. Kombinasi cara 2 dan 3
Determinan : produk (hasil kali) bertanda dari unsur-unsur matriks
sedemikian hingga berasal dari baris dan kolom yang berbeda,
kemudian hasilnya dijumlahkan.
MELALUI DEFINISI DETERMINAN
A =
|
|
.
|

\
|
22 21
12 11
a a
a a
Det(A) = a
11
a
22
a
12
a
21

Bagaimana menentukan tanda + dan tiap suku ?
Urutan natural (asli) : 1 2 3 4 5 6 . . .
A =
|
|
|
.
|

\
|
33 32 31
23 22 21
13 12 11
a a a
a a a
a a a
Produk yg berasal dari baris dan kolom yg berbeda :
a
11
a
22
a
33

a
11
a
23
a
32

a
12
a
23
a
31

a
12
a
21
a
33

a
13
a
21
a
32

a
13
a
22
a
31

Perhatikan, indeks baris sudah dalam urutan natural, indeks kolom
belum. Tanda + atau ditentukan banyaknya langkah (transposisi) yg
membawa indeks kolom ke urutan natural. Jika genap +, jika ganjil (-)
negatif; atau tandanya adalah (-1)
t
, dengan t banyaknya transposisi.
Indeks kolom 1 2 3, sudah urut. Tidak ada transposisi.
Indeks kolom 1 3 2, belum urut. Satu kali pindah. 1 2 3
= a
11
a
22
a
33
a
11
a
23
a
32

Indeks kolom 2 3 1, belum urut. Dua kali pindah. 1 3 2 dan 1 2 3
+ a
12
a
23
a
31

Indeks kolom 2 1 3, belum urut. Satu kali pindah. 1 2 3
a
12
a
21
a
33

Indeks kolom 3 1 2, belum urut. Dua kali pindah. 2 1 3 dan 1 2 3
+ a
13
a
21
a
32

Indeks kolom 3 2 1, belum urut. Satu kali pindah. 1 2 3
a
13
a
22
a
31

|A|
A =
|
|
|
|
|
.
|

\
|
44 43 42 41
34 33 32 31
24 23 22 21
14 13 12 11
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a
Det(A) = ?
Jumlah dari 4! = 24 suku, dengan tiap suku
terdiri dari empat faktor.
Catatan : Khusus determinan dimensi 3, bisa pakai aturan SARRUS
Det(A) =
33 32 31
23 22 21
13 12 11
a a a
a a a
a a a
32 31
22 21
12 11
a a
a a
a a
+
= a
11
a
22
a
33
+ a
12
a
23
a
31
+ a
13
a
21
a
32


a
13
a
22
a
31
a
11
a
23
a
32
a
12
a
21
a
33

|A| =
2 4
3 7

= 26
|B| =
2 1 1
0 1 1
3 1 2



= 6
|C| =
1 1 1 1
0 1 0 1
0 1 2 1
1 1 2 1

= 0
Dengan bantuan sifat determinan,
membantu memudahkan menghitung
nilai determinan.
SIFAT-SIFAT DETERMINAN
1. Determinan dari matriks dan transposenya adalah sama; |A
T
| = |A|
|A| =
2 4
3 7

= 26 |A
T
| =
2 3
4 7
= 26
Akibatnya :
semua sifat determinan berlaku secara baris / dan secara kolom.
2. Matriks persegi yang mempunyai baris (kolom) nol, determinannya nol (0).
det(B) =
5 6 7
0 0 0
3 1 2
= 0
det(C) =
0 8 7
0 5 6
0 2 2

= 0
3. Determinan dari suatu matriks persegi A yang salah satu baris (kolom)
dikalikan dengan skalar k, maka determinannya berubah menjadi k A
|A| =
4 3
1 2


|A| = 5
Jika baris kedua
dikalikan dengan 7
28 21
1 2


= 35 = 7 |A|
Akibat sifat ini :
28 21
1 2


= 7
4 3
1 2


= 7 (5) = 35
Suatu determinan jika salah satu baris (kolom) mempunyai
faktor yang sama, maka sudah dapat difaktorkan.
2 1 1
1 2 1
12 6 9

= 3
2 1 1
1 2 1
4 2 3

2 12 1
1 8 3
1 4 2

= 4
2 3 1
1 2 3
1 1 2

4. Determinan suatu matriks yang salah satu baris (kolom) nya ditukar dengan
baris (kolom) yang lain, maka nilai determinan matriks tersebut berubah
menjadi negatip determinan semula.
3 2
5 7
= 31
Baris pertama ditukar baris kedua
5 7
3 2

= 31
5. Determinan dari suatu matriks persegi yang mempunyai dua baris (kolom)
yang sama adalah sama dengan 0 (nol).
2 7
2 7

= 0
3 0 3
2 3 2
1 1 1


= 0
6. Determinan dari suatu matriks persegi yang salah satu barisnya (kolomnya)
merupakan kelipatan dari baris (kolom) yang lain adalah sama dengan 0 (nol).
|B| =
1 1 2 1
3 1 6 1
2 2 4 1
1 1 2 1




Karena kolom ke dua kelipatan kolom ke empat, |B| = 0
7. Determinan dari matriks persegi A = (a
ij
) berdimensi n yang baris ke -i
(kolom ke-j) terdiri dari elemen-elemen yang dapat diuraikan menjadi dua
suku binomium, maka determinannya sama dengan determinan A yang
baris ke-i (kolom ke-j) diganti dengan suku binomium yang pertama
ditambah determinan A yang baris ke-i (kolom ke-j) diganti dengan
suku yang kedua.
6 9
5 8
6 9
1 4 3 5 + +
=
6 9
4 5
+
6 9
1 3
6 4 5
5 3 5
+
+
=
6 5
5 5
+
6 4
5 3
8. Determinan suatu matriks persegi tidak berubah nilainya jika salah satu baris
(kolom) ditambah dengan kelipatan baris (kolom) yang lain.
4 1
3 2

= 11
Jika k2 + 3k1
1 1
9 2

= 11
Jika b1 b2
4 1
1 3


= 11
Sifat ke 8 ini sering dipakai untuk
menyederhanakan baris (kolom),
sebelum menghitung nilai determinan
9. Determinan dari matriks segitiga adalah sama dengan produk (hasil kali)
elemen-elemen diagonalnya.
5 0 0
3 1 0
2 7 3

= (3)(-1)(5) = - 15
1 3 0 0
0 4 1 1
0 0 2 0
0 0 0 3

= (-3)(-2)(4)(1) = 24
Gunakan sifat determinan untuk menghitung :
1 1 2
4 5 3
2 2 1



b2 + 3b1
1 1 2
2 1 0
2 2 1

b3 2 b1
3 3 0
2 1 0
2 2 1

b3 + 3 b2
3 0 0
2 1 0
2 2 1

= (1)(-1)(3) = - 3
Petunjuk umum : Gunakan sifat ke 8, untuk mereduksi matriks menjadi
matriks segitiga; kemudian gunakan sifat ke 9
Submatriks / matriks bagian :
Matriks yang diperoleh dengan menghilangkan beberapa baris
dan/atau beberapa kolom dari suatu matriks
A =
|
|
|
.
|

\
|

5 8 7 3
1 2 0 6
5 2 1 3
Menghilangkan baris pertama diperoleh submatriiks :
|
|
.
|

\
|

5 8 7 3
1 2 0 6
Menghilangkan baris kedua dan kolom ketiga diperoleh submatriks :
|
|
.
|

\
|

5 7 3
5 1 3
dan sebagainya.
Minor dan Kofaktor
Andaikan A berdimensi n, determinan dari submatriks yg berdimensi (n-1)
disebut minor.
M
rs
: minor dari submatriks dng menghilangkan baris ke r kolom ke s.
Andaikan A =
a
11

a
12
a
13

a
21
a
22
a
23

a
31
a
32
a
33

M
11
=
a
22
a
23

a
32
a
33

= a
22
a
33
a
23
a
32

M
32
=
a
11
a
13

a
21
a
23

= a
11
a
23
a
13
a
21

Untuk matriks A berdimensi 3
tersebut ada berapa minor ?
Matriks tersebut mempunyai 9 minor
Kofaktor
Kofaktor yang berhubungan dengan minor M
rs
adalah C
rs
= (-1)
r+s
M
rs
.
A =
|
|
|
.
|

\
|

1 1 2
4 3 1
1 1 2
C
11
= (-1)
1+1
M
11
= (-1)
2

1 1
4 3

= 1 (7) = 7
C
12
= (-1)
1+2
M
12
= (-1)
3

1 2
4 1

= (-1) (9) = -9
C
13
= (-1)
4
M
13
= M
13
=
1 2
3 1

= 5
C
21
= (-1)
3
M
21
= - M
21
= -
1 1
1 1


= 0
C
22
= M
22
= 0
C
23
= - M
23
= 0
C
31
= M
31
= 7
C
32
= - M
32
= - 9
C
33
= M
33
= 5
A =
|
|
|
.
|

\
|
33 32 31
23 22 21
13 12 11
a a a
a a a
a a a
Menghitung determinan dengan ekspansi kofaktor :
Ekspansi melalui baris pertama :
Det(A) = a
11
C
11
+ a
12
C
12
+ a
13
C
13

Atau ekspansi melalui baris ketiga :
Det(A) = a
31
C
31
+ a
32
C
32
+ a
33
C
33

Atau ekspansi melalui kolom ke dua :
Det(A) = a
12
C
12
+ a
22
C
22
+ a
32
C
32
Dan sebagainya.
Dengan ekspansi kofaktor, hitung determinan :
B =
|
|
|
.
|

\
|

4 1 1
1 1 3
1 2 1
Andaikan dilakukan ekspansi melalui baris kedua :
Det(B) = b
21
C
21
+ b
22
C
22
+ b
23
C
23

C
21
= - M
21
= -
4 1
1 2
= 9
C
22
= M
22
= 3
C
23
= - M
23
= - 3
Det(B) = (3)(9) + (1)(3) + (-1) (-3)
Det(B) = 33
Atau jika dikerjakan dengan ekspansi melalui kolom ketiga :
Det(B) = b
13
C
13
+ b
23

C
23
+ b
33
C
33

C
13
= M
13
= 2

C
23
= - M
23
= - 3
C
33
= M
33
= 7
Det(B) = (1)(2) + (-1)(-3) + (4)(7)
Det(B) = 33
Strategi menghitung determinan :
1. Gunakan kombinasi beberapa metode (definisi, sifat, ekspansi kofaktor).
2. Pilih ekspansi melalui baris atau kolom yang paling sederhana.
3. Gunakan sifat ke 8 untuk membuat unsur-unsur pada baris/kolom
yang dipilih sebanyak mungkin menjadi nol.
4. Ulangai langkah 1, dan seterusnya.
Hitung determinan dari : E =
|
|
|
.
|

\
|


2 4 5
1 1 1
3 1 2
Dikerjakan dengan ekspansi melalui baris ke dua :
|E| =
2 4 5
1 1 1
3 1 2


K2 + K1
2 9 5
1 0 1
3 3 2

K3 K1
7 9 5
0 0 1
5 3 2

|E| = e
21
C
21
+ e
22
C
22
+ e
23
C
23

|E| = e
21
C
21
+ 0 + 0
|E| = (1) (-24) = - 24
C
21
= - M
21
= - {(3)(-7) (-5)(9)} = - 24
Berapakah determinan dari F =
|
|
|
.
|

\
|

2 1 1
5 4 0
2 3 1
Dipilih ekspansi melalui kolom pertama :
|F| =
2 1 1
5 4 0
2 3 1

B3 + B1
4 2 0
5 4 0
2 3 1

Det(F) = f
11
C
11
= (1) (6) = 6
Berapakah determinan dari G =
|
|
|
|
|
.
|

\
|


1 0 2 3
1 1 2 1
4 1 3 2
3 1 1 2
Dipilih ekspansi melalui kolom ke tiga :
Det(G) =
1 0 2 3
1 1 2 1
4 1 3 2
3 1 1 2


B2 + B1
1 0 2 3
1 1 2 1
7 0 4 0
3 1 1 2

B3+B1
1 0 2 3
4 0 3 3
7 0 4 0
3 1 1 2

Det(G) = g
13
C
13
= g
13
M
13
= (-1)
1 2 3
4 3 3
7 4 0

B3 B2
5 5 0
4 3 3
7 4 0

(-1)
Det(G) = (-1) g
21
C
21
= (-1) g
21
(- M
21
) = g
21
M
21
= (3) {(4)(-5) (7)(-5)}
Det(G) = (3) (15) = 45.
Matriks kofaktor :
Matriks yang anggota-anggotanya berupa kofaktor suatu matriks.
A =
|
|
.
|

\
|
5 4
2 3
C
11
= M
11
= -5
C
12
= - M
12
= - 4
C
21
= - M
21
= - 2
C
22
= M
22
= 3
Jadi matriks kofaktor dari A adalah : K =
|
|
.
|

\
|
22 21
12 11
C C
C C
=
|
|
.
|

\
|


3 2
4 5
Matriks adjoint :
Transpose dari matriks kofaktor.
Adj (A) = K
T
=
|
|
.
|

\
|


3 4
2 5
|
|
.
|

\
|
22 12
21 11
C C
C C
=
Hitung (a) adjoint dari matriks A, (b) determinan matriks A
A =
|
|
|
.
|

\
|

2 0 1
1 1 2
3 2 1
C
11
= M
11
= 2
C
12
= -M
12
= - 5
C
13
= M
13
= - 1
C
21
= -M
21
= 4
C
22
= M
22
= -1
C
23
= -M
23
= -2
C
31
= M
31
= -1
C
32
= -M
32
= 7
C
33
= M
33
= 5
(a) adj(A) = K
T
=
T
C C C
C C C
C C C
|
|
|
.
|

\
|
33 32 31
23 22 21
13 12 11
=
|
|
|
.
|

\
|
33 23 13
32 22 12
31 21 11
C C C
C C C
C C C
=
|
|
|
.
|

\
|



5 2 1
7 1 5
1 4 2
(b) Det(A) = a
11
C
11
+ a
12
C
12
+ a
13
c
13
= (1)(2) + (-2)(-5) + (3)(-1) = 9
A adj(A) = ?
|
|
|
.
|

\
|

2 0 1
1 1 2
3 2 1
|
|
|
.
|

\
|



5 2 1
7 1 5
1 4 2
=
|
|
|
.
|

\
|
9 0 0
0 9 0
0 0 9
= |A| I
= 9
|
|
|
.
|

\
|
1 0 0
0 1 0
0 0 1
Adj(A) A = ?
|
|
|
.
|

\
|



5 2 1
7 1 5
1 4 2
|
|
|
.
|

\
|

2 0 1
1 1 2
3 2 1
=
|
|
|
.
|

\
|
9 0 0
0 9 0
0 0 9
= 9
|
|
|
.
|

\
|
1 0 0
0 1 0
0 0 1
= |A| I
Sifat :
1. A adj(A) = adj(A) A = det(A) I
2. adj(AB) = adj(B) adj(A)