P. 1
Teori Kebutuhan Maslow

Teori Kebutuhan Maslow

|Views: 1,653|Likes:
Dipublikasikan oleh Daniel_Hamzah_4877

More info:

Published by: Daniel_Hamzah_4877 on Mar 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

Teori Kebutuhan Maslow

Salah satu teori psikologi mengenai kebutuhan manusia yang menjadi referensi sampai hari ini adalah Teori Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchi Needs). Teori ini banyak dijadikan acuan bagi mereka yang mencoba memahami tentang motivasi. Menurut Maslow, manusia mempunyai lima tingkatan kebutuhan yang disebut juga hierarki dari yang paling dasar hingga kebutuhan puncak. Menurut Maslow, manusia harus memenuhi kebutuhannya yang paling dasar dahulu kemudian meningkat ke kebutuhan yang lebih tinggi. Lima kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut: Hirarki kebutuhan Maslow: 1. Psycological needs (kebutuhan fisiologis / dasar). Contoh: sandang, pangan, papan 2. Safety needs (kebutuhan akan keamanan). Contoh: bebas dari ancaman, ketakutan, dsb 3. Love/ belonging needs (kebutuhan sosial). Contoh: memiliki teman, keluarga, pasangan, dsb 4. Esteem (Kebutuhan penghargaan). Contoh: pujian, penghargaan, piagam, status, dsb 5. Self Actualization (Kebutuhan aktualisasi diri). Contoh: kebutuhan untuk berekspresi Menurut Maslow orang dewasa secara normal memuaskan kira kira 85% kebutuhan fisiologis, 70% kebutuhan rasa aman, 50% kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, 40% kebutuhan harga diri serta 10% kebutuhan aktualisasi diri. Pernyataan tersebut cukup logis karena rata rata orang lebih termotivasi memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak bisa ditunda seperti makan, minum dan kebutuhan fisiologis lainnya. Sehingga secara sederhana kita dapat mengetahui bahwa seseorang baru akan berpindah ke kebutuhan yang lebih tinggi setelah kebutuhannya di tingkat sebelumnya terpenuhi. Namun, yang menjadi tantangan adalah bagaimana seseorang dapat mengetahui di level mana seseorang berada. Pengetahuan mengenai hal ini penting bagi seorang pemimpin yang mempunyai anak buah yang berbeda-beda tingkatan kebutuhannya agar ia dapat memberikan motivasi yang tepat kepada mereka. Abraham Maslow lahir 1 April 1908 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Ia awalnya kuliah di bidang hukum, sebelum akhirnya memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Winconsin. Ia memperoleh gelar PhD pada 1934. Maslow menjadi pelopor aliran psikologi humanistik yang pada tahun 1950 hingga 1960-an. Ia dikenal sebagai “kekuatan ketiga” di samping teori Freud dan behaviorisme. Maslow menjadi profesor di Universitas Brandeis dari 1951 hingga 1969, dan menjadi resident fellow untuk Laughlin Institute of California. Ia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->