Anda di halaman 1dari 2

Kategori Berita

Aliran Kimiawi Cinta, Prosesnya Tak Secepat Peribahasa


'Dari Mata Turun ke Hati'
Oleh Sinly Evan Putra
Asisten II Sekretaris Jenderal BPP IKAHIMKI Periode
2004/2006

Jika kita bertanya pada orang-orang dewasa ataupun yang telah


uzur, sebuah pertanyaan yang menggelikan tetapi sangat
menarik, "Kalau Anda ingin kembali ke masa muda, masa
manakah yang akan Anda pilih?", kira-kira bagaimana jawaban
mereka?

Pastilah kebanyakan dari mereka akan langsung menjawab ingin kembali ke masa SMU dengan
alasan yang beraneka ragam. Tetapi salah satu jawaban yang pasti adalah ketertarikan mereka
pada lawan jenis dengan berjuta-juta jalan cerita yang tak kunjung usai untuk diceritakan. Mereka
mengakui bahwa ketika bertatapan dengan kecengan atau pada saat berada di dekat dia atau
waktu ngobrol sama dia, akan timbul perasaan yang tidak dimengerti (tidak biasanya terjadi),
seperti perasaan canggung/kikuk, malu, salah tingkah, atau perasaan dag-dig-dug nggak karuan.

Harus diakui kebanyakan dari mereka tidak berusaha sungguh-sungguh mencari jawabannya dan
menganggap hal tersebut sesuatu yang biasa saja sebagaimana terpersonalisasinya pikiran bahwa
jika berbicara masalah ilmiah maka akan terbersit bayangan bahwa ilmiah, sudah dari sononya
memang sulit untuk dipahami.

Terlepas dari hal tersebut merupakan kodrat manusia, artikel ini akan menjelaskan secara definitif
dan sederhana tentang aliran kimiawi cinta. Sebelum turun ke hati, aliran cinta akan transit dulu di
otak untuk melewati proses-proses kimiawi. Dan proses transit ini memerlukan beberapa tahapan
sehingga aliran kimiawi cinta tidak sesederhana dan secepat peribahasa 'dari mata turun ke hati'.

Tahap 1: Terkesan

Pada tahap ini, terjadi kontak antara dua orang melalui alat indera (mata) baik melalui tatapan,
berdekatan, berbicara atau yang lainnya.

Tahap 2: Ketertarikan

Pada tahap ini otak akan terangsang untuk menghasilkan tiga senyawa cinta, yaitu: Phenyletilamine
(PEA), Dopamine dan Nenopinephrine.

1. Phenyletilamine (PEA) atau 2-feniletilamina


Senyawa ini mempunyai Mr =121,18; titik didih sebesar 197-200oC ; berat jenis = 0,965 ;
titik Fahrenheit = 195oF (90oC) dan memiliki bidang polarisasi ND 200 = 1,5335
2. Dopamine
Struktur Dopamine ada dua, yaitu:
a. Dopamine (3-hidroksitiraminihidrogenbromida atau 3,4-dihidroksiphenentilamin)
Mempunyai Mr = 234,10 dan titik lebur 218-220ooC
b. Dopamine (3-hidroksitiraminhidrogenklorida atau 3,4-dihidroksiphenetilamin)
Mempunyai Mr = 189,64 dan titik lebur 241 – 243oC
Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang paling berperan dalam proses kimiawi cinta.
Senyawa ini juga yang mengakibatkan kamu merasa tersipu-sipu, malu ketika berpandangan
dengan orang kamu sukai. Dan ternyata senyawa PEA ini banyak terkandung dalam coklat seperti
Silver Queen, Waver Tango, Conello, Es Krim, Choki-Choki, dan lain-lain. Mungkin inilah sebabnya
orang-orang dulu bahkan juga sekarang suka memberi coklat pada seseorang yang dicintainya.

Tahap 3: Pengikatan

Pada tahap ini tubuh akan memproduksi senyawa Endropin. Senyawa inilah yang akan menimbulkan
perasaan aman, damai, dan tentram. Otak akan memproduksi senyawa ini apabila orang yang kita
kasihi berada di dekat kita.

Tahap 4: Persekutuan Kimia (Tahap Terakhir)

Pada tahap ini senyawa Oxyrocin yang dihasilkan oleh otak kecil mempunyai peranan dalam hal
membuat rasa cinta itu menjadi lebih rukun dan mesra antara keduanya.

Jika orang sudah jatuh cinta kepada lain jenis, maka ada tanda-tanda yang dapat kita lihat antara
lain:

1. Malu-malu jika orang yang dicintai memandanginya.


2. Tunduk kepada perintah orang yang dicintai dan mendahulukannya daripada kepentingan
diri sendiri.
3. Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya.
4. Segera menghampiri yang dicintai.
5. Mencintai apapun yang dicintai sang kekasih.
6. Jalan yang dilalui terasa pendek sekalipun panjang saat mengunjungi orang yang dicintai.
7. Kaget dan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar
namanya disebut.
8. Cemburu kepada orang yang dicintai.
9. Rela berkorban untuk orang yang dicintai.
10. Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai.
11. Tunduk dan patuh kepada orang yang dicintai.
12. Menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan dengan orang yang dicintai dan
membuatnya marah.
13. Adanya kecocokan antara orang yang mencintai dan yang dicintai.

Demikian tahapan-tahapan aliran kimiawi cinta, tetapi janganlah kita terpersepsikan bahwa jika
kata ‘cinta’ akan selalu berhubungan dengan pacaran. Sebab jika kita berbicara masalah cinta,
sebenarnya bukan hanya untuk lawan jenis, tetapi perasaan cinta seseorang kepada suami/istrinya,
anak, teman, adik, serta saudara yang lain.

Dan terlepas dari pembagian porsinya yang berbeda-beda, haruslah diingat bahwa segala sesuatu
tersebut adalah karunia dari Sang Pencipta yakni Allah SWT sehingga wajar porsi paling besar
haruslah kita berikan kepada Allah SWT. Dan semoga kita adalah orang-orang yang bukan termasuk
orang-orang yang menyalahkan arti/makna cinta tersebut. (dari pelbagai sumber)

Anda mungkin juga menyukai