Anda di halaman 1dari 2

when I lose Two years ago I had very sad, and everyone would not want that to happen.

I have felt the pain of my left most people care about is my father. I honestly say I do not want to actually get out of my father into mine, I still need him. This incident began when my father fell ill and fainted, everyone including me panic. then it decides to finally referred to the nearest hospital. My father was critical, even he had to undergo surgery in the head by a ruptured blood vessel. I can feel how the pain to be borne by him. the end of Friday to coincide at the feast of Eid adha tlah in calling him facing the power, I had no regret at his side when he was struggling with the last minute. even when he brought home the bodies I would not be allowed to see his face one last time, it makes my heart apart. I brought my father to the grave, when he arrived at the cemetery I could not contain my tears. I felt really sad. Although I have sincerely tried anything so many of my stories. Thank you for your attention. that has happened.

ketika ku kehilangan Dua tahun yang lalu aku mengalami peristiwa yang sanggat menyedihkan,dan semua orang pasti tidak menginginkan hal itu terjadi. aku harus merasakan bagaimana sakitnya ditinggalkan orang yang paling ku sayangi yaitu ayahku. jujur ku katakan sebenarnya aku tak ingin ayahku cepat pergi dari kekehidupanku,aku masih butuh beliau. Kejadian ini bermula ketika ayahku jatuh sakit dan pingsan,semua orang panik termasuk aku. lalu sudah diputuskan akhirnya dirujuk ke rumah sakit terdekat. ayahku sempat kritis, bahkan beliau harus menjalani operasi di kepala akibat pembuluh darah yang pecah. aku dapat merasakan bagaimana sakit yang harus ditanggung oleh beliau. akhirnya pada hari jumat bertepatan pada hari raya idul adha ayahku tlah di panggil menghadap yang kuasa,saya sempat menyesal tidak ada di samping beliau ketika beliau berjuang menghadapi detik-detik terakhirnya. bahkan ketika jenazah beliau dibawa pulang saya tidak di izinkan untuk melihat wajah beliau untuk yang terakhir kalinya,hal ini yang membuat hati saya berantakan. Aku mengantar ayahku hingga kuburan, ketika sampai di pemakaman aku tak dapat membendung air mata saya. sungguh kurasakan sedih. walaupun begitu aku harus mencoba ikhlas apapun yang sudah terjadi. sekian cerita dari saya. terimakasih atas perhatiannya.