Anda di halaman 1dari 3

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Hidup manusia di tandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material, maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat di penuhi dengan baik berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Tetapi pada kenyataannya sering kali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak rintangan dan hambatan. Tekanan-tekanan dan kesulitan-kesulitan dalam hidup sering membawa manusia dalam keadaan stres. Stres dapat dialami oleh segala lapisan umur. Stres dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis (Pranowo, 2004). Stres merupakan reaksi fisiologis dan psikologis manusia terhadap situasi yang menekan (lahey, 2003). Stress menurut Selye (dalam Hardjana, 1994) adalah tanggapan yang menyeluruh dari tubuh terhadap setiap tuntutan yang datang atasnya. Tanggapan ini tidak hanya terbatas pada satu bagian tubuh, tetapi menyangkut seluruh bagian tubuh, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bila terkena stres, segala segi dari diri terkena. Stres tidak hanya menyangkut segi lahir, tetapi batin. Secara umum, wanita cenderung lebih sering mengalami stres (Sarafino, 2006). Stres juga didefinisikan sebagai tanggapan atau proses internal atau eksternal yang mencapai tingkat ketegangan fisik dan psikologis sampai pada batas atau melebihi batas kemampuan subyek (Cooper, 1994). Sholeh (dalam Ramadhani, 2007) menjelaskan bahawa shalat Tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinu, khusyuk, dan ikhlas mampu menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan memperbaiki suatu mekanisme tubuh dalam mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Shalat tahajjud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan kandungan yang dapat di gunakan sebagai coping mechanism pereda stres Universitas Sumatera Utara

(Sholeh,2007). Pada pagi hari di kala udara bersih akan memberi manfaat kesehatan yang nyata (Assegaf,2008). Syaikhu (dalam Sholeh (2007) Menyatakan telaah medis menunjukkan bahwa terdapat dua kelompok para pengamal Salat Tahajjud yang memiliki dampak kesehatan yang berbeda setelah melakukan salat tahajjud. Dan Sampai saat ini, baik kalangan ilmuwan maupun kalangan agamawan masih menganut logika dikotomik, yaitu memisahkan antara nalar empiris sains dengan dalamnya kesadaran religius. Mahasiswa merupakan salah satu komponen yang tidak bisa dilupakan. Bahkan mahasiswa merupakan individu yang rentan akan hal ini, terutama bagi mahasiswa baru ini merupakan problem yang sering timbul dan untuk menyelesaikannya tak jarang mahasiswa memilih jalan yang salah. Sebagai seorang individu yang beragama seharusnya langkah yang diambil adalah semakin mendekatkan diri pada Allah SWT. Dimana telah jelas dan terbukti bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT. merupakan terapi yang sangat efektif untuk menenangkan hati. Berdasarkan hal tersebut diatas, penting untuk diteliti tentang Peranan shalat Tahajjud dalam menghadapi stres. 1.2. Rumusan Masalah Dan berdasarkan latar belakang diatas, maka di perlukan suatu penelitian fenomenologi dengan pendekatan penelitian mixed methods design terhadap bagaimana peranan shalat tahajud dan stres, dimana hal ini akan menjawab bagaimana peranan salat Tahajjud dalam menghadapi stres di lingkungan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU). 1.3. Tujuan penelitian Mengidentifikasi Peranan shalat Tahajjud dalam menghadapi stres pada mahasiswa. Universitas Sumatera Utara

1.4. Pertanyaan Penelitian Bagaimana peranan shalat Tahajjud dalam menhadapi stres pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara. 1.5. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat sebagai: 1. Bagi peneliti, dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam penerapan ilmu yang di peroleh selama masa perkuliahan. 2. Memberikan informasi, bahwa adanya peran shalat tahajjud dalam meghadapi stres. 3. Memberikan informasi tentang tata cara melakukan shalat tahajjud yang baik dan benar serta manfaatnya. 4. Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian terkait selanjutnya.