TIK N KLIK

Isi Hardisk sebuah Rental Pengetikan
 

Beranda Tentang

Kamis, 17 Maret 2011
KONSEP KECEMASAN [2]
<<= Ke bagian 1 E. Skala Kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) Kecemasan dapat diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan menurut alat ukur kecemasan yang disebut HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang didasarkan pada munculnya symptom pada individu yang mengalami kecemasan. Menurut skala HARS terdapat 14 syptoms yang nampak pada individu yang mengalami kecemasan. Setiap item yang diobservasi diberi 5 tingkatan skor antara 0 (Nol Present) sampai dengan 4 (severe). Skala HARS pertama kali digunakan pada tahun 1959, yang diperkenalkan oleh Max Hamilton dan sekarang telah menjadi standar dalam pengukuran kecemasan terutama pada penelitian trial clinic. Skala HARS telah dibuktikan memiliki validitas dan reliabilitas cukup tinggi untuk melakukan pengukuran kecemasan pada penelitian trial clinic yaitu 0,93 dan 0,97. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengukuran kecemasan dengan menggunakan skala HARS akan diperleh hasil yang valid dan reliable. Skala HARS Menurut Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang dikutip Nursalam (2003) penilaian kecemasan terdiri dan 14 item, meliputi: 1. Perasaan Cemas firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah tensinggung. 2. Ketegangan merasa tegang, gelisah, gemetar, mudah terganggu dan lesu. 3. Ketakutan : takut terhadap gelap, terhadap orang asing, bila tinggal sendiri dan takut pada binatang besar. 4. Gangguan tidur sukar memulai tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak pulas dan mimpi buruk. 5. Gangguan kecerdasan : penurunan daya ingat, mudah lupa dan sulit konsentrasi.

bulu roma berdiri. tonus otot meningkat dan napas pendek dan cepat. Perasaan depresi : hilangnya minat. denyut nadi mengeras dan detak jantung hilang sekejap. nyeri lambung sebelum dan sesudah makan. mual dan muntah. muka tegang. gertakan gigi. . sedih. ereksi lemah atau impotensi. Perilaku sewaktu wawancara : gelisah. Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk. Gejala kardiovaskuler : takikardi. mengkerutkan dahi atau kening. perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari. mudah berkeringat. Gejala pemapasan : rasa tertekan di dada. tidak dapat menahan keneing. suara tidak stabil dan kedutan otot. berkurangnya kesenangan pada hoby. 12. Gejala urogenital : sering keneing. aminorea. Skor 7 – 14 = kecemasan ringan. 2. Cara Penilaian kecemasan adalah dengan memberikan nilai dengan kategori: 0 = tidak ada gejala sama sekali 1 = Satu dari gejala yang ada 2 = Sedang/ separuh dari gejala yang ada 3 = berat/lebih dari ½ gejala yang ada 4 = sangat berat semua gejala ada Penentuan derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai skor dan item 1-14 dengan hasil: 1. 7. 14.6. 9. jari-jari gemetar. 8. muka merah dan pucat serta merasa lemah. Skur 15 – 27 = kecemasan sedang. pusing atau sakit kepala. Gejala vegetatif : mulut kering. perasaan panas di perut. 13. Skor kurang dari 6 = tidak ada kecemasan. penglihatan kabur. sering menarik napas panjang dan merasa napas pendek. nyeri di dada. 3. obstipasi. Gejala somatik: nyeni path otot-otot dan kaku. berat badan menurun. perasaan tercekik. 11. Gejala gastrointestinal: sulit menelan. muka merah. 10.

Respon Fisiologis . Pada tingkat ini lahan persepsi melebar dab individu akan berhati-hati dan waspada. Kecemasan sedang Pada tingkat ini lahan persepsi terhadap lingkungan menurun/individu lebih memfokuskan pada hal penting saat itu dan mengesampingkan hal lain.4. Kecemasan Ringan Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari-hari. 1. Skor lebih dari 27 = kecemasan berat. Respon perilaku dan Emosi · Tidak dapat duduk tenang · Tremor halus pada tangan · Suara kadang-kadang meninggi 2. Individu terdorong untuk belajar yang akan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas. Tingkat Kecemasan Stuart dan Sundeen (1995) membagi kecemasan menjadi 4 tingkatan yaitu : 1. F. Respon Kognitif · Lapang persegi meluas · Mampu menerima ransangan yang kompleks · Konsentrasi pada masalah · Menyelesaikan masalah secara efektif 3. 1. Respon Fisiologis · Sesekali nafas pendek · Nadi dan tekanan darah naik · Gejala ringan pada lambung · Muka berkerut dan bibir bergetar 2.

Respon Prilaku dan Emosi · Gerakan tersentak-sentak (meremas tangan) · Bicara banyak dan lebih cepat · Perasaan tidak nyaman 3. Respon Kognitif · Lapang persepsi menyempit · Rangsang Luar tidak mampu diterima · Berfokus pada apa yang menjadi perhatiannya 3. Respon Fisiologis · Sering nafas pendek · Nadi dan tekanan darah naik · Berkeringat dan sakit kepala · Penglihatan kabur 2. Respon Kognitif . Kecemasan Berat Pada kecemasan berat lahan persepsi menjadi sempit.· Sering nafas pendek · Nadi ekstra systole dan tekanan darah naik · Mulut kering · Anorexia · Diare/konstipasi · Gelisah 2. Individu cenderung memikirkan hal yang kecil saja dan mengabaikan hal-hal yang lain. Individu tidak mampu berfikir berat lagi dan membutuhkan banyak pengarahan/tuntutan. 1.

berteriak-teriak. emosional. Respon Prilaku dan Emosi · Perasaan ancaman meningkat · Verbalisasi cepat · Blocking 4. Respon Fisiologis · Nafas pendek · Rasa tercekik dan berdebar · Sakit dada · Pucat · Hipotensi 2. . Respon Kognitif · Lapang persepsi menyempit · Tidak dapat berfikir lagi 3.· Lapang persepsi sangat menyempit · Tidak mampu menyelesaikan masalah 3. blocking · Persepsi Kacau · Kecemasan yang timbul dapat diidentifikasi melalui respon yang dapat berupa respon fisik. Respon Prilaku dan Emosi · Agitasi. dan kognitif atau intelektual. Panik Pada tingkat ini persepsi sudah terganggu sehingga individu sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun sudah diberi pengarahan/tuntunan. mengamuk dan marah · Ketakutan. 1.

rasa seperti tercekik · Gastrointestinal : Hilang nafsu makan. wajah tegang. insomnia.. pelupa. kelelahan secara umum. nadi meningkat/menurun · Saluran Pernafasan : Nafas cepat dangkal. raung persepsi berkurang atau menyempit. menangis dan rasa tidak berdaya ke bagian 3 =>> 3 Komentar: liina hyung mengatakan. ketakutan.. 08 Januari 2012 05:28:00 GMT-08:00 Yusuf Maulana mengatakan. tidak sadar. tremor · Saluran Kemih : Tak dapat menahan buang air kecil · Sistem Kulit : Muka pucat. rasa tak enak pada epigastrium. referensinya mana? Minggu. rasa terbakar pada muka. takut kehilangan kontrol. Respon Fisiologis · Kardiovaskuler : Palpitasi berdebar. obyektifitas hilang · Respon emosional : Kewaspadaan meningkat. gelisah. gelisah. diare · Neuromuskuler : Peningkatan refleks.4. 10 Januari 2012 05:57:00 GMT-08:00 .. pelupa. berkeringat setempat atau seluruh tubuh dan gatal-gatal · Respon Kognitif : konsentrasi menurun. tekanan darah meningkat/menurun. cepat marah. takut.. kecewa. perasaan panas/dingin pada kulit. rasa tertekan di dada. di bagian 3 mbak makasih dah mampir ^^ Selasa. mual.

. refrensi yang terbaru thun 2005 ke atas gk ada t??? Kamis.Anonim mengatakan.. 12 Januari 2012 20:40:00 GMT-08:00 Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Entri Terbaru      Membuat daftar isi –&gt. manual + format-nya Pengecek Ejaan Bahasa Indonesia secara Otomatis di MS-Word 2007 Pengertian komunikasi [2] Pengertian komunikasi [1] Update baru dari Jotform (formulir online) Entri Populer      KONSEP KECEMASAN [2] KONSEP KECEMASAN [1] KONSEP KECEMASAN [3] PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MAKALAH : PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Follow Us! Tentang           Artikel Bebas Cerita-cerita Format-format logo-logo Makalah tips Unduhan Utak-atik aplikasi Versi Indonesia weblog info .

.Link Sahabat   enkrenkdmt. Template Simple.com Kembali ke Laptop Iklan Meninsilau. Diberdayakan oleh Blogger.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful