Anda di halaman 1dari 10

SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN

KONTRAK PAYUNG
PEMBANGUNAN PABRIK INDUSTRI Jl RAYA CIKAMURANG DESA.WANASARI KEC.CIPUNEGARA KAB.SUBANG JAWA BARAT
ANTARA

PT.ARGUSTH CORPORATION
DENGAN

PT.CHAFHANI JAYA JOIN PT.PUTRA BOYOLALI PERKASA


Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2012 SUBANG,22-03- 2012

Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

PIHAK PIHAK KEDUA KESATU

SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN

KONTRAK PAYUNG
PEMBANGUNAN

PABRIK INDUSTRI
Jl RAYA CIKAMURANG DESA WANASARI KEC.CIPUNEGARA KAB.SUBANG - JAWA BARAT Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2012

Pada Hari, kamis, Tanggal dua puluh dua Bulan maret Tahun dua ribu dua belas ( 22-03-2012), kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama Jabatan Perusahaan Alamat : . : Direktur Utama : PT.ARGUSTH CORPORATION : Jl.

Dalam hal ini bertindak atas nama Pengembang pemilik Pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang - Jawa Barat, yang selanjutnya di sebut PIHAK KESATU. 2. Nama Jabatan Perusahaan Alamat Nama Jabatan Perusahaan Alamat : .......................... : Direktur Utama : PT.CHAFHANI JAYA : Jl........................................... : ............................................ : Direktur Utama : PT : Jl...........................................

Dalam hal ini bertindak atas nama Perusahaan, Sebagai Main Kontraktor untuk Pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang - Jawa Barat, yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. UMUM : Surat Kesanggupan No : 001/KSP-/AC/03/2012 PARA PIHAK sepakat mengadakan Perjanjian dengan landasan saling menghormati demi terlaksananya Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang-Jawa Barat.
Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

Perjanjian yang dimaksud di atas adalah Kontrak Kerja Pemborongan untuk Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang-Jawa Barat milik PT. ARGUSTH CORPORATION dengan ketentuan ketentuan yang telah disepakati sebagaimana diuraikan dibawah ini

PASAL I DASAR PERJANJIAN


1. Berdasarkan pada keputusan PIHAK KESATU sebagai Pengembang pemilik pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang-Jawa Barat. 2. PIHAK KEDUA adalah Main Contractor pembangunan Pabrik Industri SubangJawa Barat.

PASAL II RUANG LINGKUP PEKERJAAN


1. PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan Pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang - Jawa Barat meliputi : a. Pematangan Lahan: Kompensasi kepada pemilik tanah Pengukuran Site Pembersihan Lokasi Pengurugan Tanah ( Hasil Opname ) Pengkaplingan Pematokan

b. Prasarana dan bangunan : Jalan Masuk Utama Jalan Lingkungan Jalan Masuk Jalan Lingkungan I Jalan Lingkungan II Pasangan Kanstein Lahan Parkir Jalur pejalan kaki (paving blok) Tempat & Penutup sampah Medical Centre Food Court Sarana olah raga tenis Masjid Pengeboran Artesis/submersible + Toren Konstruksi pabrik

( Lampiran dalam Program Pembangunan proyek Pabrik Industri PT.ARGUSTH CORPORATION ).

2. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban untuk melaksanakan, menyelesaikan dan memelihara pekerjaan serta memperbaiki kerusakan (selama pelaksanaan konstruksi dan jangka waktu pemeliharaan) sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.
Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

3. Pembebasan lahan merupakan opsi pekerjaan Pihak KEDUA dalam SPP / Kontrak Payung ini, yang dimaksud adalah: Membebaskan tanah yang menjadi lahan untuk Pembangunan Pabrik Industri, PT.ARGUSTH CORPORATION yang mana Pihak Kedua akan membebaskan tanah tersebut menggunakan nama PT.ARGUSTH CORPORATION dengan harga yang telah ditentukan Pihak Kesatu sebelum Pembebasan Lahan dimulai . PIHAK KEDUA dalam hal ini adalah sebagai perpanjangan tangan PT.ARGUSTH CORPORATION serta menyerahkan seluruh sertifikat tanah dan/atau data-data tanah tersebut seluas Plot Lahan yang dibutuhkan Pihak KESATU, kepada notaris PPAT yang ditunjuk..

PASAL III SYARAT SYARAT PELAKSANAAN KERJA


Dalam Melaksanakan Pekerjaan di atas PIHAK KEDUA mengikuti ketentuan ketentuan yang telah di tetapkan oleh PIHAK KESATU, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini, yaitu : 1. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan Setelah Penyerahan Surat Perintah Kerja dan Penyerahan Lapangan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Berdasarkan Jenis perjenis pekerjaan akan diberikan SPK-SPL Juga system pembayaran atas pekerjaan tersebut dituangkan. 2. Penyerahan dokumen kerja terdiri dari Spesifikasi Teknis dan Gambar Rencana Konstruksi / Arsitektur yang akan dilengkapi kemudian. 3. Persyaratan dan Ketentuan ketentuan lain ditetapkan oleh KEDUA BELAH PIHAK pada pasal pasal dibawah ini. 4. Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan (JPP) sebesar 10% (Sepuluh Persen) pada saat SPP ini ditanda-tangani. Dijamin bersamaan dengan serah terima dana ke rekening join accont untuk pembangunan proyek pabrik industri milik PT.ARGUSTH CORPORATION di bank yang disepakati.( teknis diatur kemudian )

PASAL IV HARGA BORONGAN DAN NILAI KONTRAK PAYUNG


Harga Borongan ini ditetapkan berdasarkan pada Unit Price / Harga Satuan yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini terdiri dari : 1. Nilai kontrak Tahap I Rp. 729.000.000.000,00 (Tujuh Ratus Dua Puluh Sembilan milyar Rupiah). 2. Nilai Kontrak Payung 1.151.720.000. us $ (Satu Milyar Seratus Lima Puluh Satu Tujuh Ratus Dua Puluh Dollar Amerika ) 3. PPN mengacu pada Item yang dikerjakan sesuai SPK-SPL
Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

PASAL V SISTEM PEMBAYARAN


Kedua Belah Pihak telah Sepakat dan Setuju bahwa cara Pembayaran untuk Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Pabrik Industri Subang - Jawa Barat. diatur sebagai berikut : PIHAK KESATU melakukan Pembayaran tunai dari Bank HSBC swif Bank Mandiri, yang kemudian di pindah ke rekening join accont Main kontraktor, di cairkan per item pekerjaan atau SPK-SPL( Syarat dan ketentuan berlaku )

PASAL VI PENYESUAIAN HARGA BORONGAN


1. Harga borongan keseluruhan pekerjaan ini mengacu pada harga bahan, peralatan dan upah pada saat dan sepanjang pelaksanaan pekerjaan. Item per Item Pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan SPK-SPL. 2. Apabila ada Kenaikan harga bahan, kesalahan hitung/ revisi spesifikasi, peralatan dan upah selama pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh Pihak Kedua,apabila setelah dikeluarkan SPK-SPL per Item pekerjaan. 3. PIHAK KEDUA dapat mengajukan tuntutan atas kenaikan harga bahan, peralatan, dan upah tersebut kepada PIHAK KESATU, yang dibuktikan dengan adanya Pengumuman Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-perundangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis.

PASAL VII HAK DAN KEWAJIBAN


1.

PIHAK KESATU berhak untuk Mengawasi Proses Pelaksanaan Kerja tersebut. Yang dalam pelaksanaanya terlebih dahulu membuat dan disetujui kedua belah pihak dalam bentuk Standart Operation Prosecedur (SOP) PIHAK KESATU berkewajiban untuk Membayar Hasil Kerja kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban untuk Menyelesaikan Pekerjaan sebaikbaiknya dan berhak Menerima Pembayaran serta menjaga nama baik PIHAK KESATU. Pengamanan dan Koordinasi di lapangan dengan pihak manapun itu tanggung Jawab PIHAK KEDUA

2. 3.

4.

Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

PASAL VIII JANGKA WAKTU DAN WAKTU PELAKSANAAN


1. Kedua Belah Pihak telah Sepakat dan Setuju bahwa untuk Pelaksanaan Sampai dengan selesainya Pekerjaan adalah 1080 (Seribu delapan puluh) Hari Kalender. Apabila 1080 (Seribu delapan puluh ) Hari Kalender tidak selesai, maka para Pihak bermusyawarah untuk penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan. 2. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan tersebut Berlaku efektif sejak Dikeluarkan Surat Perintah Kerja dan Surat Penyerahan Lapangan (SPL) per Item Pekerjaan.

PASAL IX PENGAWASAN PERALATAN PEKERJAAN DAN TENAGA KERJA


1. Semua Bentuk Peralatan, tenaga kerja serta sarana pendukung lainnya menjadi tanggung jawab Pihak Kedua. 2. Semua Peralatan yang sudah masuk di lokasi proyek dan disetujui oleh PIHAK KESATU dapat dialihkan atau ditarik sampai dengan selesai proyek dengan persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA, atau disesuaikan dengan kebutuhan alat dalam pelaksanaan kerja. 3. PIHAK KESATU dapat menempatkan wakilnya dilokasi sebagai wakil atau Kuasa dari PIHAK KESATU yang mempunyai wewenang penuh di lapangan dengan persetujuan PIHAK KEDUA. 4. PIHAK KEDUA berhak menempatkan wakilnya di lokasi sebagai wakil atau kuasa dari PIHAK KEDUA yang mempunyai wewenang penuh dilapangan

PASAL X KETENTUAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN


1. Perjanjian Pekerjaan, Pembangunan Proyek pabrik industry Subang- Jawa Barat.

Propinsi Jawa Barat ini akan berakhir selesai 100% (seratus persen).
2.

ketika pekerjaan pembangunan telah

Apabila Pekerjaan Telah Dinyatakan Selesai dengan adanya Penanda-tanganan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan oleh Kedua Belah Pihak dan semua bentuk penyelesaian administrasi keuangan secara menyeluruh Maka Perjanjian ini berakhir secara Hukum dengan sendirinya. PIHAK KESATU berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak apabila setelah memberikan teguran dan peringatan kepada PIHAK KEDUA secara tertulis Sebanyak 3 (tiga) Kali berturut turut selama jangka waktu Maksimal 7 (tujuh) Hari Kerja, sejak peringatan dan teguran pertama dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA yang tidak mengindahkannya, pemutusan tersebut mengacu pada Pasal 1266 Kitab Undang Undang Hukum Perdata. Kecuali apabila pekerjaan itu telah dilaksanakan kurang lebih 10% (sepuluh persen) dari sisa kotrak yang belum terselesaikan, maka PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA akan menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat.
Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

3.

4.

Apabila terjadi pelanggaran pada pasal X ayat 3 perjanjian ini maka PIHAK KESATU berhak menunjuk pengganti pelaksana kerja untuk melanjutkan pekerjaan yang dilakukan PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan seluruh arsip, gambar dan dokumen kepada PIHAK KESATU. Perjanjian ini efektif setelah terjadi kesepakatan dan ditandatangani, dan telah terjadi transaksi JPP yang dimaksud dalam perjanjian ini.

5.

PASAL XI PEKERJAAN TAMBAH KURANG


Apabila Terjadi Penambahan dan Pengurangan yang mengakibatkan perubahan perubahan dari isi perjanjian ini sehingga Nilai Pekerjaan Berubah maka terlebih dahulu dibuatkan dan dituangkan dalam Adendum tersendiri yang mengikat dan tidak terpisahkan dari isi perjanjian ini.dan semua Item Pekerjaan akan dihitung ulang bersama para Pihak untuk menghindari terjadi kesalahan Volume dan harga yang dapat merugikan masing-masing Pihak nantinya ( sebelum SPK-SPL diterbitkan )

PASAL XII KEADAAN MEMAKSA ( FORCE MAJURE )


1. FORCE MAJURE adalah keadaan memaksa yang diakibatkan oleh kejadian alam dan manusia diantaranya : Gempa Bumi, Banjir, Huru Hara, Kebakaran. 2. dan Lain lain juga Keputusan Pemerintah yang mengakibatkan terhentinya pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan. 3. Apabila terjadi FORCE MAJURE maka menjadi tanggungjwab bersama setelah PIHAK KEDUA memberitahukan kejadian tersebut kepada PIHAK KESATU. 4. Apabila terjadi seperti Pasal XII ayat 1 diatas, maka PIHAK KEDUA selaku pelaksana dapat mengajukan klaim sebagai penambahan waktu pelaksanaan kerja sesuai dengan bunyi pasal VIII perjanjian ini. 5. Apabila FORCE MAJURE terjadi sampai 60 (enam puluh) Hari Kalender maka Kedua Belah Pihak melakukan negosiasi untuk mengambil keputusan bersama guna mengambil langkah untuk pelaksanaan pekerjaan selajutnya untuk melakukan pekerjaan ini.

PASAL XIII SANKSI DAN DENDA


1. Apabila Terjadi Keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan sebagaimana dimaksud pada bunyi pasal VIII ayat 1 perjanjian ini, yang mana keterlambatan disebabkan oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 0,1% (nol koma satu) dari nilai tagihan untuk setiap hari keterlambatan dengan nilai total maksimum denda sebesar 5% ( Lima Persen) dihitung sejak hari keterlambatan dari nilai tagihan.
Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

2. Denda tersebut diatas sesuai dengan bunyi pasal XIII ayat 1 perjanjian ini akan diperhitungkan dan dipotong pada tagihan yang diajukan PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. 3. Apabila PIHAK KESATU melakukan keterlambatan waktu pembayaran kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan bunyi pasal V perjanjian ini maka PIHAK KESATU dikenakan denda sebesar 0,1 % (nol koma satu) dari nilai tagihan untuk setiap hari keterlambatan dengan nilai maksimum total denda sebesar 5% ( Lima persen) dihitung sejak hari keterlambatan. 4. Apabila sampai dengan batas denda maksimum denda pertama belum juga dapat menyelesaikan pembayaran kepada PIHAK KEDUA atau paling lambat 3 (tiga) hari dari waktu keterlambatan maka PIHAK KEDUA berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak. 5. Apabila pemutusan sesuai dengan bunyi pasal XIII ayat 4 perjanjian ini maka PIHAK KESATU tetap mempunyai kewajiban menyelesaikan seluruh sisa pembayaran kepada PIHAK KEDUA paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

PASAL XIV LAIN LAIN


Hal hal lain yang belum cukup dalam surat perjanjian ini akan diatur kemudian di dalam Adendum yang merupakan satu kesatuan dengan Surat Perjanjian Pemborongan / KONTRAK PAYUNG ( SPP / Kontrak PAYUNG ) ini yang tidak dapat dipisahkan dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PASAL XV PERSELISIHAN
1. Perjanjian ini tunduk dan patuh pada ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. 2. Apabila melakukan isi perjanjian ini Kedua Belah Pihak terjadi perselisihan, maka Kedua Belah Pihak sepakat dan setuju untuk menyelesaikan dengan perundingan atau musyawarah untuk mufakat. 3. Apabila cara tersebut sesuai bunyi pasal XV ayat 2 perjanjian ini belum juga menghasilkan kata sepakat, maka Kedua Belah Pihak sepakat dan setuju untuk mencari Pihak Ketiga sebagai mediator untuk menyelesaikan perselisihan atau badan abritasi nasional. 4. Dan Apabila cara tersebut sesuai bunyi pasal XV ayat 3 juga tidak membuahkan hasil, maka Kedua Belah Pihak sepakat dan setuju untuk menyelesaikan melalui jalur hukum dan memilih Pengadilan Negeri dimana perjanjian ini ditanda tangani.

Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

PASAL XVI ADDENDUM


Hal hal yang belum tercantum dalam Surat Perjanjian Pemborongan ini akan dituangkan dalam Addendum, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanajian Pemborongan ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PASAL XVII PENUTUP


1. Surat Perjanjian Pemborongan ( SPP ) ini serta pasal-pasalnya berlaku sejak ditandatangani oleh kedua Belah Pihak. Sesuai dengan bunyi Pasal 3-4 2. Surat Perjanjian Pemborongan ( SPP ) ini akan berakhir setelah pekerjaan dan pembayaran telah selesai 100% (seratus persen)- Item per Item Pekerjaan. Demikian Surat Perjanjian Pemborongan / Kontrak Payung ( SPP/Kontrak Payung ) ini, dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak diatas Kertas Bermaterai Cukup, masing-masing Pihak mendapat Satu rangkap yang memiliki kekuatan hukum yang sama.

DIBUAT DI PADA TANGGAL

: SUBANG. : 22 MARET - 2012

PIHAK KEDUA
PT.CHAFHANI JAYA JO PT..

PIHAK KESATU
PT.ARGUSTH CORPORATION

Direktur Utama

............................... Direktur Utama

...................................... Direktur Utama

Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010

...................KOP SURAT PT..............

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN No : 001/KSP-PBP/AC/03/2012 Hari ini Senin tanggal Sembilan belas bulan Maret tahun Dua ribu dua belas Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama :.......................................................... Jabatan : Direktur Utama Perusahaan : PT...................................................... Alamat :............................................................ Bertindak dan atas nama diri sendiri dan sah mewakili perusahaan PT........................................................................................ berdasarkan akta pendirian No:....tanggal:......Tahun:.....Notaris................ Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya bahwa saya mewakili diri sendiri / kuasa dari pemilik uang dengan ini bersedia dan sanggup untuk menyediakan sejumlah dana yang dimaksudkan dalam Kontrak kerja pemborongan pada Pasal 3 ayat 4 ( Hal JPP ) sebesar 10% (Sepuluh Persen) pada Rekening Pt..................No...........................Bank............................ Adapun mengenai keamanan uang tersebut para pihak sepakat Dijamin bersamaan dengan serah terima dana ke rekening join accont untuk pembangunan proyek pabrik industri milik PT.ARGUSTH CORPORATION di bank yang disepakati.( teknis diatur kemudian ) dan di lakukan di bank ( instansi yang berwenang). Demikianlah surat pernyataan Kesanggupan ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat dipertanggung jawabkan. Dibuat di Tanggal : Jakarta : 19 - Maret - 2010.

PT....................................................

......................................................... Direktur Utama

Perjanjian Nomor : 01/SPP/AC-CJJO./III/2010