Anda di halaman 1dari 1

HUKUM BELAJAR ILMU TAJWID Belajar ilmu tajwid bagi seorang muslim (mukallaf) adalah fardhu kifayat, artinya

dalam sebuah "tempat" harus ada minimal satu orang yang belajar ilmu tajwid, bila tidak maka semua penduduk dalam "tempat" tersebut akan berdosa. Sementara itu menggunakan/menerapkan ilmu tajwid ketika membaca Al-Qur'an hukumnya adalah fardhu ain, artinya setiap orang yang membaca Al-Qur'an diwajibkan menggunakan/menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid, walaupun membaca Al-Qur'an itu sendiri hukumnya adalah sunnah muakkad. Tetapi walaupun membaca Al-Qur'an itu hukumnya sunnah muakkad, akan sangat lucu dan ironis sekali bila seorang ummat Muhammad SAW tidak pernah membaca Al-Qur'an atau tidak mampu membaca Al-Qur'an dengan baik akan tetapi tidak mau belajar ilmu tajwid. Wallahu

a'lamu bisshowabi

PIQIH Pengertian Fiqih Islam Fiqih Islam dalam bahasa Arab disebut dengan al-Fiqh al-Islamiy. Istilah diatas memakai bentuk naat-manut (shifat-maushuf). Dalam hal ini, kata alislamiy mensifati kata al-fiqh. Secara etimologis, al-fiqh bermakna pemahaman yang mendalam. Secara terminologis, Fiqih Islam ialah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum islam yang bersifat praktis dari dalil-dalilnya yang terperinci. Pengertian ilmu fikih Ilmu menurut bahasa artinya : pengertian atau pengetahuan Ilmu menurut pengertian istilah syara adalah : Sifat yang bisa membuka sesuatu ( yang diinginkan) secara sempurna. Fikih menurut tata bahasa artinya : Pemahaman Fikih menurut istilah syara adalah : Memahami sesuatu yang bisa menjadikan sahnya ibadah dan muamalah. Kesimpulannya, ilmu fikih yaitu : Pengetahuan untuk membuka ( memahami ) berbagai hal yang bisa menjadikan sahnya ibadah dan muamalah. Pengertian Madzhab Madzhab menurut bahasa : Keluar Madzhab menurut istilah syara yaitu, Ilmu yang diajarkan ( dikeluarkan ) oleh seorang mujtahid. Dalam hal ini mujtahid yang dianut disini adalah Imam Syafii, berarti madzhab sayafii yaitu Ilmu atau pemahaman yang telah diajarkan oleh Imam syafii Hukum Mempelajari Ilmu Fikih Hukum mempelajari/mencari ilmu fikih adalah wajib atau fardhu ain bagi setiap individu baik laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana sabda Nabi ; Mencari ilmu itu hukumnya fardhu bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan . Hukum mempelajari ilmu fikih tergantung dari amal yang akan dilakukan/dijalankan /diamalkan: Kalau amal yang akan dijalankan itu wajib ( fardhu ), maka hukum mencari/mempelajari ilmunya juga wajib. Seperti shalat lima waktu, hukum mempelajari ilmu yang membahas tata cara atau peraturan (syarat,rukun dll ) shalat lima waktu menjadi wajib. Kalau amalnya sunnah, mencari ilmunya pun sunnah, contoh shalat rawatib . akan tetapi, walaupun amal sunnah kalau itu akan dijalankan, maka hukum mempelajari ilmunya menjadi wajib. Kesimpulannya, amal sunnah kalau tidak akan dilakukan, mencari ilmunya hukumnya sunnah, amal sunnah yang akan dilakukan hukum mencari ilmunya menjadi wajib.