Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM PANGAN & GIZI

Oleh: Eddy Susanto, SKM,M.Kes

PENGERTIAN

Pangan adalah segala jenis bahan yg dpt dimakan oleh manusia sehari2 utk memenuhi kebutuhan bagi pembentukan, pertumbuhan,& pemeliharaan jaringan tubuh (termasuk penggantian jaringan tubuh yg rusak), sehingga setap organ tubuh dpt melakukan fungsinya masing2

Gizi adalah suatu zat atau komponen (terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, mineral,& air) Pangan&gizi adalah keterkaitan antara konsumsi makanan sehari2 yg mampu menyediakan zat/ komponen yg berguna bagi pertumbuhan & perkembangan manusia

Program Pangan & Gizi merupakam rangkaian kegiatan sebagai penfsiran & perwujudan kebijakan di bidang pangan&gizi utk mencapai tujuan tertentu Program Pangan & Gizi disusun utk mengatasi masalah pangan & Gizi Masalah pangan & gizi adalah masalah gizi yg berkaitan erat dgn masalah pangan

TUJUAN PROGRAM PANGAN & GIZI

Untuk menyediakan pangan dalam jumlah, jenis, dan mutu yg baik guna mencapai status gizi yg baik pula Informasi tentang Program Pangan & Gizi yg telah & sedang dilaksanakan sangat diperlukan oleh para pelaku pembangunan Program Pangan & Gizi akan bervariasi dari waktu ke waktu, tergantung masalah pangan & gizi yg dihadapi, potensi daerah, serta prioritas tujuan & kegiatan

KEBIJAKAN PANGAN DAN GIZI


1.

Sebelum PJP I * Upaya perbaikan gizi masyarakat telah dirintis sejak tahun 1954 dgn dibentuknya Panitia Perbaikan Makanan Rakyat (PPMR) di Jawa Tengah utk mengatasi masalah kelaparan & kurang gizi yg sering terjadi (bantuan dana dari FAO&WHO) * Pd thn 1959, UNICEF membantu peralatan & sarana transportasi * Pd thn 1961, upaya tsb diperkenalkan dgn nama Applied Nutrition Programme (ANP) & merupakan cikal bakal Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)

2.

PJP I * Mulai PELITA II program perbaikan gizi telah mendapat dukungan politis secara nasional & terdapat dlm INPRES No.14 thn 1974 tentang perbaikan menu pangan rakyat yg disempurnakan menjadi INPRES No.20 thn 1979 * Kebijakan pangan pd PJP I terdiri atas: a. Bidang produksi,meliputi pengembangan SDM,pemanfaatan SDA,pembangunan wilayah yg mencakup pemilihan komoditas, peningkatan sarana/prasarana sebagai masukan dlm produksi pangan b. Bidang distribusi terutama dlm menstabilkan harga pangan

c. Bidang Konsumsi pangan & gizi, yaitu menyediakan pangan diversifikasi konsumsi pangan termasuk membina kebiasaan makan & pengembangan pangan tradisional d. Bidang teknologi, meliputi industri pengolahan atau agroindustri serta peningkatan kualitas output

Ruang Lingkup program pangan & gizi meliputi beberapa hal: a. Produksi/suplai pangan: ekstensifikasi, intensifikasi, rehabilitasi, diversifikasi, pengendalian harga, & pemanfaatan pekarangan b. Konsumsi pangan&gizi: diversifikasi, pendidikan gizi, pemantauan status gizi, subsidi pangan, PMT, fortifikasi, paket pertolongan gizi (vit.A&Fe) c. Pelayanan kesehatan: pendidikan kesehatan, paket pertolongan dlm bentuk obat cacing, vaksinasi, & oralit d. Peningkatan pendapatan: peluang usaha, peluang kerja, upah,&gaji, efisiensi pengelolaan usaha (usaha tani & pengolahan pangan) e. Peningkatan sarana & prasarana: pendidikan kesehatan & Gizi, produksi pangan, serta distribusi & pemasaran pangan

3.

PJP II a. Pembangunan Pangan - Sasaran pembangunan pangan PJP II adalah: 1). terwujudnya ketahanan pangan sampai tk.RT yg tercermin dari tersedianya pangan yg cukup,terjangkau oleh daya beli masy.& terwujudnya diversifikasi konsumsi pangan; 2).Terjaminnya keamanan pangan yg dicirikan oleh terbebasnya masy. dari jenis pangan yg berbahaya bagi kesehatan manusia & tidak sesuai dgn keyakinan masy. - Kebijakan pembangunan pangan mencakup usaha peningkatan produksi pangan, efisiensi perdagangan & distribusi pangan, pengembangan industri pangan, serta peningkatan kemampuan impor pangan & daya beli pangan - Program Pembangunan Pangan terdiri dari pemantapan swasembada pangan&diversifikasi pangan serta 4 program penunjang (pendidikan, pelatihan,penyuluhan pangan; penelitian & pengembangan pangan; pengembangan kelembagaan pangan; perbaikan gizi)

b.

Perbaikan Gizi - Sasaran perbaikan gizi PJP II adalah terwujudnya kesadaran gizi yg tinggi yg tercermin dari pola konsumsi pangan masy.yg beragam & bermutu gizi seimbang; turunnya prevalensi berbagai jenis penyakit akibat gizi lebih; & turunnya prevalensi gizi kurang pd gol. rawan - Kebijakan perbaikan gizi meliputi: penyuluhan gizi masy., penanggulangan masalah gizi kurang & pengelolaan upaya perbaikan gizi - Program perbaikan gizi mencakup kegiatan Penyuluhan Gizi Masyarakat; Usaha Perbaikan Gizi Keluarga; Usaha Perbaikan Gizi Institusi; Upaya Fortifikasi Bahan Pangan; & Peningkatan Penerapan Sistem Kewaspadaan Pangan & Gizi; serta 4 program penunjang (pendidikan&pelatihan gizi, pengawasan pangan& minuman, penelitian & pengembangan gizi, diversifikasi pangan)

KEBIJAKAN PROGRAM PANGAN&GIZI TAHUN 2000 - 2004


1.

2.

Program penanggulangan kemiskinan & pemenuhan Kebutuhan Pokok Masy. (meliputi: penyediaan kebutuhan pokok utk keluarga miskin; pengembangan agribisnis; peningkatan ketahanan pangan; pengembangan & pengelolaan pengairan; pengembangan kelautan; pengembangan & pengelolaan hutan & lahan) Program kesehatan & kesejahteraan sosial (meliputi: perbaikan gizi masy.& pemberdayaan keluarga)

KEBIJAKAN PROGRAM PANGAN&GIZI TAHUN 2005 - 2009


1.

Kebijakan Pangan a. menjamin ketersediaan pangan b. mengembangkan cadangan pangan c. mengembangkan sistem distribusi pangan yg efisien d. meningkatkan aksesibilitas rumah tangga terhadap pangan e. memacu diversifikasi pangan f. meningkatkan mutu & keamanan pangan g. mencegah & menangani kerawanan pangan & gizi h. kebijakan makro & perdagangan yg kondusif

2.

Pembangunan Kesehatan & Gizi * Sasaran Pembangunan Kesehatan & Gizi adalah meningkatnya umur harapan hidup menjadi 70,6 tahun; menurunnya angka kematian ibu menjadi 226 per 100 ribu kelahiran hidup; & menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi2nya 20% * Kebijakan program gizi meliputi: 1). Menggerakkan & memberdayakan masy.utk hidup sehat dgn cara mensosialisasikan gerakan masy.sadargizi (Keluarga selalu memantau BB secara teratur; ASI eksklusif sampai 6bln; menggunakan garam beryodium; makan beraneka ragam; memberikan kapsul vit.A kepada balita & ibu nifas sesuai anjuran);

2). meningkatkan akses masy. terhadap pelayanan kesehatan yg berkualitas dgn cara meningkatkan cakupan & kualitas pemantauan serta promosi pertumbuhan balita di posyandu (setiap bayi diberikan MP-ASI sesuai standar, mengembangkan prosedur pelayanan gizi darurat, & memberikan pelayanan gizi di

3). Meningkatkan sistem surveilans, monitoring,& informasi kesehatan (a.setiap kejadian penyakit & gizi buruk terlaporkan secara tepat kepada kepala desa/lurah utk kemudian diteruskan ke instansi terkait terdekat; b. Setiap kejadia luar biasa penyakit & gizi buruk ditanggulangi secara cepat & tepat sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yg lebih luas); 4). Meningkatkan pembiayaan kesehatan (kesehatan mendapatkan prioritas pendanaan penganggaran pemerintah pusat & daerah, anggaran pemerintah diutamakan utk upaya pencegahan & promosi kesehatan, serta terciptanya jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin)

3). Meningkatkan sistem surveilans, monitoring,& informasi kesehatan (a.setiap kejadian penyakit & gizi buruk terlaporkan secara tepat kepada kepala desa/lurah utk kemudian diteruskan ke instansi terkait terdekat; b. Setiap kejadia luar biasa penyakit & gizi buruk ditanggulangi secara cepat & tepat sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yg lebih luas);

4).

Meningkatkan pembiayaan kesehatan (kesehatan mendapatkan prioritas pendanaan penganggaran pemerintah pusat & daerah, anggaran pemerintah diutamakan utk upaya pencegahan & promosi kesehatan, serta terciptanya jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin)

TERIMAKASIH