Anda di halaman 1dari 2

Behavioral Tallying and Charting Dalam penelitian kualitatif terdapat suatu metode pengumpulan data dengan cara observasi.

Salah satu teknik observasi yaitu dengan behavioral tallying and charting. Salah satu teknik termudah bagi observer untuk mencatat perilaku yang terjadi adalah dengan membuat tally perilaku setiap waktunya. Informasi dikumpulkan dengan cara memberikan tally pada perilaku yang kemudian digunakan untuk mendesain checklist atau rating scales, atau sebagai landasan untuk melengkapi checklist dan rating scales (Cartwright & Cartright, 1984). Behavior diartikan sebagai perilaku dan tallying ialah perhitungan. Jadi behavioral tallying merupakan teknik pencatatan perilaku seseorang dengan menggunakan penghitungan. Perilaku yang bisa diobservasi ialah yang bisa dilihat, didengar, dihitung dan diukur. Chart dapat diartikan sebagai grafik. Jadi apabila dihubungkan dengan behavioral tallying yaitu salah satu teknik observasi dengan menggunakan turus pada tabel, kemudian dapat dilakukan kuantifikasi atau perhitungan dari perilaku yang diobservasi. Selain itu, mampu merubah hasil kuantifikasi tersebut menjadi bentuk grafik. Lebih spesifik lagi, metode ini mampu mengkuantifikasikan perilaku yang muncul dalam suatu rentang waktu yang ditentukan (Herdiansyah, 2012). Tallying dapat dilakukan dengan syarat batasan perilaku yang akan diobservasi harus jelas tiap unitnya dan tidak tumpang tindih dengan perilaku lainnya yang menyebabkan sulitnya perilaku dihitung. Hal tersebut dilakukan karena tidak semua perilaku mudah untuk dihitung atau dikuantifikasikan karena beberapa perilaku tidak memiliki batasan yang jelas, atau tidak dpat dilihat perunitnya karena perilaku tersebut kompleks dan overlapping satu sama lain (Herdiansyah, 2012). Tentu saja ada beberapa perilaku yang sulit dideskripsikan sebagai penilaian unit perilaku. Untuk tipe perilaku yang sulit dihitung, dapat dilakukan pencatatan durasi. Salah satu contoh, yaitu perilaku duduk di kursi yang melibatkan kegiatan verbal dan gerak-gerik perilaku dari pada hanya sekedar duduk di kursi, karena sulit untuk melakukan penilaian tersebut, prosedur semestinya yang sederhana bisa dilakukan ialah mencatat lamanya waktu subjek menghabiskan waktu duduk di kursi tanpa memperdulikan perilaku lain yang terjadi saat ia duduk di sana (Cartwright & Cartright, 1984). Beberapa contoh perilaku yang memenuhi syarat sebagai unit terpisah yang bisa dilakukan pen-tally-an adalah (Cartwright & Cartright, 1984): Menyentuh hidung, menendang bola,

mengangkat tangan, menyela orang lain, membaca kalimat secara lisan, melempar beanbag sesuai target, meraut pensil, dan meletakkan buku di rak. Beberapa perilaku yang sulit untuk dideskripsikan sebagai unit penilaian adalah: 1. Menangis 2. Berjalan mengelilingi ruangan 3. Makan siang 4. Duduk di lantai 5. Mendengarkan rekaman 6. Melihat keluar jendela 7. Tertawa cekikikan 8. Membuat pahatan Kita harus mencatat durasi dari perilaku tersebut. Time sampling merupakan teknik pencatatan perilaku yang tepat untuk perilaku yang terjadi pada tingkat tinggi. Jadi, pencatatan tersebut dilakukan pada waktu tertentu tidak secara kontinu. Saat prosedur time sampling digunakan pada periode waktu yang sudah ditentukan, seperti 10 menit pada pagi hari, 10 menit pada sore hari atau satu jam setiap hari. Ini memungkinkan untuk mengobservasi perilaku tingkat tinggi selama periode waktu yang singkat dan untuk membuat prediksi tentang keseluruhan perilaku yang mendasar pada sampel (Cartwright & Cartright, 1984) Salah satu kelebihan dari model behavioral tallying and charting adalah model ini mampu mencatat perilaku yang batasannya tidak jelas dan tumpang tindih dengan perilaku lainnya. Karena sulitnya memilah perilaku yang saling tumpang tindih satu sama lain, caranya adalah dengan menghitung durasi waktu setiap perilaku tersebut muncul. Dari rentang waktu observasi tersebut dapat dilihat perbandingannya dengan membuat grafik pembanding antara satu waktu dengan waktu lainnya. Referensi Cartwright, C. A., & Cartright, G. P. (1984). Developing Observation Skills. United States of America: McGraw-Hill. Herdiansyah, H. (2012). Wawancara & Observasi. Jakarta: Universitas Paramadina.