ABSTRAK

Kota dengan segala aktivitasnya membutuhkan transportasi guna menunjang pergerakan masyarakatnya, baik yang berada dikota maupun masyaakat yang berada disekitarnya perbatasan

wilayah kota. Untuk itu angkutan umum yang ada harus memiliki kinerja atau pelayanan yang baik, sehingga permaslahan akselibilitas dan mobilitas dapat teratasi atau diminimlisir sekecil minggkin. Tujuan dari evaluasi kinerja angkutan umum adalah untuk mengeahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja angkutan umum. Kajian ini diawali dengan tinjauan langsung terhadap rute angkutan yang paling banyak armadanya didaerah tempat saya tinggal dan melayani dua terminal utama di Kota Medan, yaitu Terminal Awalvdan Terminal Akhir. Hal ini dipertimbangkan bahwa Terminal Belawan jalan masuk dari daerah Deli Serdang dan Terminal Pancur Batu jalan masuk dari daerah Deli Serdang. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung ke lapangan dan wawancara terhadap penumpang. Terdapat banyak rekomendasi dan aturan dalam hal kinerja atau pelayanan penyelenggaraan angkutan umum. Hasil studi literature menunjukkan bahwa factor-faktor yang dominan dalam mengatur kinerja angkutan umum adalah waktu, yang meliputi waktu lain yaitu waktu tundaan, waktu menunggu, waktu perjalanan, jarak mencapai pemberhentian,kecepatan dan tingkat pergantian moda. Selain hal tersebut, dari hasil pengumpulan data di lapangan didapati temuan lain yaitu telah terjadi ketidakseimbangan dalam hal penyediaan jumlah armada pada setiap sesi waktu dibandingkan dengan jumlah permintaan yang ada, hal ini ditandai dengan factor muat/ load factor yang masih rendah.

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Kota-kota di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam pengertian intensitas aktivitas sosio ekonomi dan luas wilayah perkotaannya seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi, kecenderungan saat ini memperlihatkan bahwa tahun-tahun yang akan datang perkembangan serupa akan terus terjadi. Pola aktivitas masyarakat berubah baik dalam jenis maupun kuantitasnya. Peningkatan jumlah pergerakan yang terjadi yang ditimbulkan oleh berkembangnya aktivitas masyarakat perkotaan menuntut penambahan prasarana transportasi perkotaan. Kota dengan segala aktivitasnya membutuhkan sarana transportasi guna menunjang pergerakan masyarakatnya, baik yang berada di kota maupun masyarakat di sekitar wilayah yang berbatasan dengan wilayah kota. Untuk memberikan pelayanan transportasi yang baik, angkutan umum harus mampu memberikan kinerja yang maksimal sehingga diharapkan permasalahan mobilitas dan aksesibilitas kendaraan penumpang umum seperti: sistem operasi, jarak antar kendaraan yang tidak menentu (head way), perlambatan, kemacetan, kurang tepatnya pengaturan lokasi pemberhentian, terbatasnya rute pelayanan yang mengakibatkan terlalu jauhnya jarak berjalan kaki serta terbatasnya jumlah armada angkutan, diusahakan agar dapat segera diminimalisir atau dihilangkan sama sekali. Di lain sisi perkotaan menawarkan banyak kesempatan, baik di sektor formal maupun informal. Ditambah lagi dengan tidak meratanya pertumbuhan wilayah di daerah pinggiran dibandingkan dengan daerah perkotaan. Hal ini menyebabkan tersedianya banyak lapangan kerja serta upah yang tinggi di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pinggiran. Semua ini merupakan daya tarik yang kuat bagi para pekerja di daerah pinggiran (Tamin, 2000). Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi tujuan utama bagi masyarakat di sekitar Kota Medan seperti Deli Serdang (Mebidang), baik dalam hal melakukan perjalanan kerja, kegiatan belajar mengajar/sekolah maupun kegiatan sosial dan kegiatan bisnis lainnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Suryono (2006), diketahui bahwa telah terjadi perjalanan bersifat komuter atau ulang alik dari wilayah Binjai dan Deli Serdang ke Kota Medan sebanyak 240.595 orang per hari yang diprediksi akan terus meningkat pada setiap jenjang waktu sebagai akibat terus berkembangnya factor faktor yang mampu menjadi stimulan bagi perjalanan komuter

seperti bertambahnya jumlah penduduk dan bertambahnya perumahan di sekitar Kota Medan serta tempat bekerja yang berada di Kota Medan juga telah menjadi penyebab terjadinya perjalanan yang bersifat komuter. Hal ini diperkuat dengan tersedianya sarana dan prasarana transportasi yang baik yang terdapat di Kota Medan jika dibandingkan yang terdapat di Binjai maupun di Deli Serdang. Saat ini para penglaju atau masyarakat yang melakukan perjalanan komuter di wilayah Mebidang masih menitikberatkan pada angkutan jenis kecil/MPU yaitu sebesar 70% (3.738 kendaraan) sisanya 30 % adalah jenis Mobil Bus (1.652 kendaraan), walau pada kenyataannya fisik bus dimaksud masih merupakan jenis MPU, hanya susunan dan kapasitas tempat duduk yang berubah. 1.2. Rumusan Masalah Penyelenggaraan angkutan umum bukanlah masalah yang sederhana, hal ini dikarenakan adanya kepentingan yang saling bertolak belakang antara pengguna jasa angkutan dan penyedia jasa angkutan. Untuk itu evaluasi terhadap kinerja angkutan menjadi hal yang penting guna mengeliminir konflik kepentingan antara pengguna dan penyedia jasa angkutan. Di lain sisi evaluasi kinerja angkutan umum jarang dilakukan oleh instansi yang berwenang. 1.3. Batasan Masalah Dalam penulisan tugas ini ini kinerja angkutan umum akan dibatasi hanya pada angkutan jenis mobil penumpang umum (MPU) khususnya pada trayek yang melewati kecamatan tempat saya tinggal, variabel- variabel yang akan dievaluasi adalah hanya pada variabel utama, setelah melakukan review terhadap beberapa teori-teori sebelumnya maupun standar yang berlaku di luar negeri. Untuk variabel khusus seperti kenyamanan, keamanan tidak akan dibahas mengingat penilaiannya sangat subyektif untuk masing-masing individu. 1.4. Tujuan Penelitian Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini ialah: 1. Mengetahui variabel apa saja yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja angkutan umum. 2. Dari variabel yang didapat akan digunakan untuk menilai unjuk kerja angkutan umum jenis mobil penumpang (MPU) pada KPUM trayek tempat saya tinggal, yang meliputi penempatan

rute yang dilalui dan hubungannya dengan tata guna lahan, waktu tempuh (Travel Time dan Round Trip Time) pada saat peak dan off peak, waktu tundaan jumlah penumpang pada saat peak dan off peak, jumlah kendaraan operasi pada saat peak dan off peak, load factor dinamis dan load factor statis dantingkat perpindahan moda. Dari unjuk kerja maka akan diketahui kebutuhan angkutan aktual pada saat peak maupun off peak sehingga operator dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan. 1.5. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian mengenai evaluasi kinerja angkutan umum ini diharapkan akan bermanfaat, baik untuk bidang akademis maupun manfaat bagipemerintah. Penelitian ini merupakan suatu bagian dari proses penilaian kinerja angkutan umum sehingga diharapkan kondisi pelayanan angkutan umum yang sekarang dapat diperbaiki dan ditingkatkan pelayanannya. 1.6. Batasan Pengertian Pada dasarnya difinisi ataupun istilah-istilah yang tercantum dalam penelitian ini adalah sebagaimana yang tertuang dan tercantum dalam peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. 1. Pergerakan adalah perpindahan orang/barang dari satu tempat ketempat lain.
2. Trayek atau rute adalah lintasan angkutan umum yang dilakukan dalam jaringan trayek secara

tetap dan teratur dengan jadwal tetap atau tidak berjadwal untuk pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum. 3. Angkutan Kota adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam wilayah kota dengan menggunakan mobil bus umum dan/atau mobil penumpang umum (MPU) yang terikat dalam trayek tetap dan teratur.

12. Mobil Bus Umum adalah setiap kendaraan umum yang dilengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk. Faktor muat statis adalah perbandingan jumlah penumpang yang diangkut dengan kapasitas tempat duduk tersedia yang dihitung secara tidak menerus atau hanya pada tempat tertentu di mana kendaraan melintas dan dilakukan di luar kendaraan. Mobil Penumpang Umum (MPU) adalah setiap kendaraan umum yang dilengkapi sebanyakbanyaknya 8 (delapan) tempat duduk. Jumlah armada operasi adalah banyaknya kendaraan penumpang umum dalam tiap trayek selama waktu pelayanan. 8. Faktor muat dinamis adalah fluktuasi perbandingan jumlah penumpang yang diangkut dengan kapasitas tempat duduk tersedia yang dihitung secara terus menerus dari awal perjalanan hingga akhir perjalanan. tidak termasuk tempat duduk pengemudi. yang besarnya dinyatakan dalam kendaraan/jam atau kendaraan/hari. Armada adalah aset berupa kendaraan mobil bus atau mobil penumpang umum yang dipertanggungjawabkan perusahaan. 7. 11. 6. tidak termasuk tempat duduk pengemudi. yaitu pergerakan dari dan atau ke rumah atau ke tempat kerja. baik yang dalam keadaan siap guna maupun dalam reparasi. 9. 13. Kendaraan umum adalah kendaraan yang disediakan untuk digunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. Pencatatan faktor muat dinamis dilakukan di dalam kendaraan.4. . 10. Pergerakan komuter adalah pergerakan ulang alik yang dilakukan penduduk/ masyarakat dalam melakukan kegiatannya. Faktor muat (load facktor) adalah jumlah penumpang yang diangkut dibandingkan dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan pada suatu kendaraan. baik dengan atupun tanpa perlengkapan pangangkutan bagasi. Frekwensi pelayanan adalah banyaknya kendaraan penumpang umum persatuan waktu. 5. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.

41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan pada Bab I Ketentuan Umum mendefinisikan: 1. termasuk pola tata lahan. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.1. mengemukakan kegiatan manusia yang berbagai macam menyebabkan mereka perlu saling berhubungan. . Jadi perangkutan adalah bukan tujuan akhir melainkan sekedar alat untuk melawan jarak. Definisi Angkutan Umum. (1997) menyatakan dalam sistem transportasi terdapat konsep dasar pergerakan dalam daerah perkotaan yang merupakan prinsip dasar dan titik tolak kajian di bidang transportasi. kapan orang melakukan perjalan. Mobil penumpang adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak banyaknya 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi. Teori Atmodirono (1974). Untuk itu diperlukan alat penghubung. 2. lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal. Konsep tersebut terbagi dalam dua bagian. (ii) ciri pergerakan (dengan batas ruang) di dalam kota. PP No. yaitu: (i) ciri pergerakan tidak spasial (tanpa batas ruang) di dalam kota. yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap. Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus. Konsep Pergerakan Tamin. 2. dan jenis angkutan apa yang digunakan.2. salah satu diantaranya dan yang paling tua umurnya adalah angkutan. pola perjalan orang dan pola perjalan barang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Mobil Penumpang Umum dan Trayek Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1922 tentang Angkutan Jalan yang dituangkan pada Bab I Ketentuan Umum mendefinisikan Kendaraan Umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut biaya. misalnya yang menyangkut pertanyaan mengapa orang melakukan perjalanan.

5) Aktivitas kebudayaan. Klasifikasi perjalannya berupa ke dan dari rumah teman. di negara sedang berkembang jumlahnya sekitar 85 % penduduk. Klasifikasi perjalanannya adalah dari dan ke tempat kerja. Aktivitas ini berupa perjalanan kebudayaan dan hiburan dan sangat sulit dibedakan. yang berkaitan dengan bekerja. Aktivitas ini biasanya terjadi pada sebagian besar penduduk yang berusia 5-22 tahun. seperti sebab terjadinya pergerakan. kunjungan sosial (termasuk perjalanan hari libur). dengan demikian waktu perjalanan sangat tergantung pada maksud perjalanan. Pergerakan Tidak Spasial Ciri pergerakan tidak spasial adalah semua ciri pergerakan yang berkaitan dengan aspek tidak spasial. Aktivitas ini biasa terjadi seperti mengunjungi restoran. klasifikasi perjalannya adalah ke dan dari tempat rekreasi atau yang berkaitan dengan perjalanan dan berkendaraan untuk berekreasi. seperti mencari nafkah dan mendapatkan barang serta pelayanan. b.1. klasifikasi perjalannya adalah ke dan dari daerah budaya serta pertemuan politik. 3) Aktivitas pendidikan. Waktu terjadinya pergerakan Waktu terjadinya pergerakan sangat tergantung pada kapan seseorang melakukan aktivitasnya sehari-hari. Dalam aktivitas ini kebanyakan fasilitas terdapat dalam lingkungan keluarga dan tidak menghasilkan banyak perjalanan serta terkombinasi dengan perjalanan hiburan. Perjalanan ke tempat kerja atau perjalanan dengan maksud bekerja biasanya merupakan perjalanan yang dominan.2. maka sangat penting diamati secara cermat. Karena pola kerja . kampus dan lain- lain. seperti menciptakan dan menjaga hubungan pribadi. Terjadinya pergerakan dapat dikelompokkan berdasarkan maksud perjalanan sebagai berikut: 1) Aktivitas ekonomi. ke dan dari tempat pertemuan bukan di rumah. ke dan dari toko dan keluar untuk keperluan pribadi serta yang berkaitan dengan belanja atau bisnis pribadi. waktu terjadinya pergerakan dan jenis moda yang digunakan. klasifikasi perjalanan ini adalah ke dan dari sekolah.2. a. 4) Aktivitas rekreasi dan hiburan. 2) Aktivitas sosial.

jarak tempuh. 2. a. dan lokasi kegiatan tersebut ditentukan oleh pola tata guna lahan kota tersebut. . Dalam hal ini pola penyebaran spasial yang sangat berperan adalah sebaran spasial dari daerah industri. Kenyataan sederhana ini menentukan dasar ciri pola perjalanan orang di kota. Pada lokasi yang kepadatan penduduknya lebih tinggi dari kesempatan kerja yang tersedia. Jenis sarana angkutan yang dipergunakan Dalam melakukan perjalanan pada umumnya orang akan dihadapkan pada pilihan moda angkutan seperti mobil. c.00. Meskipun dapat diketahui faktor yang menyebabkan seseorang memilih jenis moda yang digunakan.00 dan berakhir pada pukul 16. perkantoran dan pemukiman. Dalam hal ini konsep dasarnya adalah bahwa suatu perjalanan dilakukan untuk kegiatan tertentu di lokasi yang dituju. dan mereka harus melakukan perjalanan ke pusat kota untuk bekerja.2.2. angkutan umum. Dalam menentukan pilihan jenis angkutan. pada jam sibuk pagi hari akan terjadi arus lalu lintas perjalanan orang menuju ke pusat kota dari daerah perumahan dan sibuk sore dicirikan oleh arus lalu lintas perjalanan orang dari pusat kota ke sekitar daerah perumahan. Pola perjalanan orang Perjalanan terbentuk karena adanya aktivitas yang dilakukan bukan di tempat tinggal sehingga pola tata guna lahan suatu kota akan sangat mempengaruhi pola perjalanan orang. oleh karenanya faktor tata guna lahan sangat berperan. maka waktu perjalanan untuk maksud perjalanan kerja biasanya mengikuti pola kerjanya.biasanya dimulai pukul 08. pesawat terbang atau kereta api. terjadi surplus penduduk. Ciri perjalanan spasial. Pergerakan Spasial Konsep paling mendasar yang menjelaskan terjadinya pergerakan atau perjalanan selalu dikaitkan dengan pola hubungan antar distribusi spasial perjalanan dengan distribusi tata guna lahan yang terdapat pada suatu wilayah. orang mempertimbangkan berbagai faktor yaitu maksud perjalanan. yaitu pola perjalanan orang dan pola perjalanan barang. pada kenyataannya sangatlah sulit merumuskan mekanisme pemilihan moda. biaya dan tingkat kenyamanan. Di sini terlihat bahwa makin jauh jarak dari pusat kota makin makin banyak daerah perumahan dan makin sedikit kesempatan kerja yang berakibat makin banyak perjalanan yang terjadi antara daerah tersebut yang menuju pusat kota.

yaitu perjalanan yang berangkat dan berakhir di rumah. alat angkut (kendaraan). Selain itu pola perjalanan barang sangat dipengaruhi oleh pola rantai distribusi yang menghubungkan pusat produksi ke daerah konsumsi. unsur kegiatan jasa angkutan selain tentu saja ada unsur bepergian di dalamnya. . pemerintahan.4. waktu. kecepatan dan semua yang terjadi atau kita lihat sepanjang lintasan sedangkan menurut Creighton (1970). tekanan utama adalah pada hubungan antara tempat asal dan dan tujuan.3. Bangkitan Perjalanan Hobbs. (1995) menyatakan perjalanan dengan aneka angkutan dan atau aneka maksud perjalanan disederhanakan menjadi perjalanan yang ditandai dengan satu jenis angkutan dan satu maksud dengan mengabaikan tahap-tahap antara pemberhentian untuk maksud sekunder. ini menunjukkan bahwa perumahan merupakan daerah konsumsi yang dominan. menyatakan bahwa bepergian adalah pergerakan orang dan atau barang antara dua tempat kegiatan terpisah karena dirasakan perlu mempertemukan kegiatan perorangan atau kelompok seperti perdagangan. bepergian dinyatakan dalam kekerapan dilakukan. sedangkan perjalanan dinyatakan dalam biaya. Sekitar tiga perempat dari semua perjalanan berbasis dari rumah tinggal. 80 % perjalanan barang yang dilakukan di kota menuju daerah perumahan. lintasan dan peristiwa serta kegairahan yang diperoleh sepanjang jalan. bepergian dan perjalanan dipandang berbeda. Perjalanan dan Bepergian Menurut Abler et. Perjalanan sering kali dianggap sebagai produksi dari suatu guna lahan dan tertarik oleh guna lahan lainnya. sedangkan bila kita bicara masalah perjalanan kita memperhatikan lintasan. dari kantor ke dokter atau rumah sakit dan lain-lain. jarak.b. Perjalanan yang berbasis bukan dari rumah terutama adalah perjalanan antar tata guna lahan penarik. lembaga dalam masyarakat. misalnya dari tempat kerja menuju restoran.al (1972) dalam Suwarjoko (1990). Sedangkan perjalanan dilakukan dengan tujuan menikmati kegiatan perjalanan itu sendiri atau karena ada maksud tertentu. 2. dari tempat belanja kegedung bioskop. Pola perjalanan barang Pola perjalanan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi dan konsumsi yang sangat tergantung pada pola tata guna lahan pemukiman (konsumsi) serta industri dan pertanian (produksi). kalau kita berbicara masalah bepergian. Dengan demikian. 2.

minimum 1. komposisi dan status sosial ekonomi pelaku perjalanan. dengan pengertian pengaruhnya kecil atau dapat diwakili oleh beberapa peubah lain yang yang dapat dikuantifikasikan.2. Semua faktor ini dapat berdiri sendiri atau saling bergabung. Waktu Tunggu Rata-rata 5 . Minimum Frekuensi.5. 1990). aman dan murah sistem perangkutan harus pula nyaman (Pignataro. keandalan. 2. 1973 dalam Warpani. serta usia. waktu perjalanan dan banyaknya uang yang dibelanjakan untuk angkutan umum maupun pribadi juga berpengaruh pada pilihan moda angkutan.5 .10 menit. mengemukakan derajat layanan/kinerja yang ditawarkan oleh berbagai moda angkutan adalah faktor yang patut diperhitungkan pengaruhnya pada pencaran atau pilihan moda angkutan. kenyamanan. kesenangan. Beberapa faktor yang tidak dapat dikuantifikasikan cenderung diabaikan dalam analisis pemilihan moda. Rata-rata 3 .5. jarak perjalanan.6 kendaraan/jam. jadi aman dan murah perangkutan juga harus cepat.20 menit. Standar Kinerja Angkutan Umum Perencanaan perangkutan didefinisikan sebagai proses yang tujuannya mengembangkan sistem angkutan yang memungkinkan manusia dan barang bergerak atau berpindah tempat dengan aman dan murah. Dilain pihak. selain cepat. Mendasari dari teori yang telah dikembangkan oleh Burton maka beberapa standar parameter kinerja angkutan umum dapat dilihat seperti di bawah ini. Parameter Kinerja Angkutan Umum Sesuai Rekomendasi World Bank Parameter angkutan umum sebagaimana yang direkomendasikan World Bank dari hasil studi pada negara-negara berkembang adalah sebagai berikut: a. keamanan. Selain itu masih ada unsur cepat. melainkan dipengaruhi oleh faktor kecepatan.6. ketersediaan moda. kepuasan. ukuran kota. biaya. 2. maksimum 10 . Bahkan untuk memindahkan manusia.2 kendaraan/jam. mengemukakan pemilihan moda angkutan di daerah perkotaan bukanlah proses acak. seperti kenyamanan. Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Moda Bruton (1975). .1 Kinerja Sistem Perangkutan Bruton (1970). b.

di pinggir Kota 500 . f. kenyamanan. Waktu Perjalanan Rata-rata 1 . Maksimum 2 kali. Maksimum 2 jam.c. .1000 m d. e. Persyaratan khusus (keamanan. Jarak Mencapai Pemberhentian Di pusat Kota 300 .500 m.5 jam.1. faktor lintasan. Tingkat Perpindahan Rata-rata 0 – 1 kali. Kecepatan Kendaraan 1) Daerah padat 10-12 Km/Jam 2) Daerah tidak padat 25 Km/jam 3) Dengan bus line/way 15-18 Km/jam 4) Biaya perjalanan 10-25 % dari perkapita g. kemudahan).

pencatatan waktu tundaan tiap persimpangan sekaligus waktu tempuh untuk masing-masing ruas jalan yang dilalui. yaitu data yang didapat berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan langsung di lapangan berupa perhitungan penumpang baik turun maupun perhitungan load factor dinamis pada waktu bersamaan juga dilakukan wawancara kepada 100 penumpang secara acak untuk mengetahui tingkat perpindahan kendaraan yang dilakukan sebelum maupun sesudahnya.30). yang memiliki rute trayek terminal Belawan ke terminal Pancur Batu pulang pergi. Hasil yang didapat akan digunakan untuk mengukur tingkat pelayanan dan menyusun beberapa rumusan. Aplikasi metode penelitian di lapangan pada dasarnya dilakukan pada tiga (3) rentang waktu yang berbeda yaitu. baik yang berlaku di luar negeri maupun yang berlaku di Indonesia.00). Mars dengan nomor trayek 131. 1.3 Kebutuhan Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data yang relevan untuk dipergunakan dalam analisa. off peak (10. Data yang dibutuhkan ini meliputi data primer dan data sekunder.1.30 s/d 18. Peak pagi (06. jenis mobil penumpang umum PT. perhitungan frekwensi kendaraan yang melawati satu titik sekaligus perhitungan load factor statis.30s/d 09. Data primer. 3. Kajian diawali dengan survey terhadap konsep pengembangan kota serta beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya terkait hubungannya dengan bangkitan pergerakan dan tata guna lahan serta beberapa standar penilaian terhadap pelayanan kinerja angkutan umum. Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah angkutan umum di Kota Medan.BAB III METODE PENELITIAN 3.00) dan pada sore (15.00 s/d 12. 3.2 Metode Pendekatan Tugas ini merupakan enelitian yang difokuskan terhadap kinerja angkutan umum jenis mobil penumpang umum (MPU). Survei dilakukan secara bersamaan untuk rute masuk dan .

keluar sehingga diperoleh data dan informasi yang dapat mewakili untuk masing-masing rentang waktu. 3. meliputi jaringan lahan dan jaringan trayek angkutan umum. c. Peta wilayah Kota Medan b. Dari data. yaitu data ataupun informasi dari instansi terkait maupun buku rujukan baik yang berupa studi literature ataupun hasil studi lapangan. Data Sekunder. 2. meliputi jumlah angkutan umum.data tersebut di atas selanjutnya akan digunkan dalam analisa kinerja angkutan umum (trayek 131) dengan menggabungkan hasil data-data yang diperoleh hasil survey dilapangan. Data prasarana. Yang berhubungan dengan data sekunder berupa: a.1 Bagan alir proses penelitian HASIL Kesimpulan/ Saran Selesai . Data sarana. Tahapan Survei Mulai Studi Literatur Identifikasi Masalah Standar /Aturan Pengumpulan Data Data Sekunder Data Primer ANALISA Gambar 3.4.

sehingga relatif dekat dengan kota-kota / negara yang lebih maju seperti Pulau Penang Malaysia. Demikian juga secara demografis Kota Medan diperkirakan memiliki pangsa pasar barang/jasa yang relatif besar. Kota Medan sering digunakan sebagai barometer dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah daerah.Kota Medan Secara Geografis Secara umum ada 3 (tiga) faktor utama yang mempengaruhi kinerja pembangunan kota. Kota Medan memiliki kedudukan strategis sebab berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian Utara. Demikian juga secara ekonomis dengan struktur ekonomi yang didominasi sektor tertier dan sekunder. 3. (2) faktor demografis dan (3) faktor sosial ekonomi. Gambar Umum Sebagai salah satu daerah otonom berstatus kota di propinsi Sumatera Utara. Secara geografis. (1) faktor geografis. Ketiga faktor tersebut . Bahkan sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Utara.156 jiwa. Hal ini tidak terlepas dari jumlah penduduknya yang relatif besar dimana tahun 2007 diperkirakan telah mencapai 2.BAB IV SEJARAH KOTA MEDAN 3. fungsi dan peranan Kota Medan cukup penting dan strategis secara regional. Kota Medan sangat potensial berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan regional/nasional.1.2. Kedudukan. Singapura dan lain-lain.083.

yang menetapkan luas Kota Medan menjadi 5.biasanya terkait satu dengan lainnya. Gambar Peta Kecamatan . agar daerah Kota Medan diperluas menjadi tiga kali lipat. Walikota Medan mengeluarkan Maklumat Nomor 21 tanggal 29 September 1951. Kota Medan melakukan pemekaran Kelurahan menjadi 144 Kelurahan. Perkembangan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Utara Nomor 140. luas wilayah administrasi Kota Medan telah melalui beberapa kali perkembangan.22/2772. secara administrasi Kota Medan dimekarkan kembali. Berdasarkan luas administrasi yang sama maka melalui Surat Persetujuan Menteri Dalam Negeri Nomor 140/2271/PUOD.K/1996 tanggal 30 September 1996 tentang pendefitipan 7 Kelurahan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 1992 tentang Pembentukan Beberapa Kecamatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan. Sesuai dengan dinamika pembangunan kota.510 Ha yang terdiri dari 11 Kecamatan dengan 116 Kelurahan. dibagi atas 21 Kecamatan yang mencakup 151 Kelurahan. Maklumat Walikota Medan dikeluarkan menyusul keluarnya Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 66/III/PSU tanggal 21 September 1951. demografis dan sosial ekonomis. meliputi 4 Kecamatan dengan 59 Kelurahan. tanggal 5 Mei 1986. Pada Tahun 1951. Melaui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1973 Kota Medan kemudian mengalami pemekaran wilayah menjadi 26.130 Ha. Berdasarkan perkembangan administrative ini Kota Medan kemudian tumbuh secara geografis. yang secara simultan mempengaruhi daya guna dan hasil guna pembangunan kota termasuk pilihan-pilihan penanaman modal (investasi).

Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan Sumber Daya alam (SDA). Labuhan Batu. baik perdagangan domestik maupun kuar negeri (ekspor-impor). Selatan dan Timur. Simalungun.Secara administratif . yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini. Sepanjang wilayah Utara nya berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Binjai dan lain-lain. yang diketahui merupakan salah satu jalur lalu lintas terpadat di dunia. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar. Khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. wilayah kota medan hampir secara keseluruhan berbatasan dengan Daerah Kabupaten Deli Serdang. yaitu sebelah Barat. Karenanya secara geografis kota Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya Sumber daya alam seperti Deli Serdang . saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Karo. Posisi geografis Kota Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam 2 kutub pertumbuhan secara fisik . Tapanuli Utara. . Tapanuli Selatan. Mandailing Natal. Maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa. saling menguntungkan. Di samping itu sebagai daerah yang pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka.

baik secara sosial maupun cultural. Pada akhir proses transisi ini. suku etnis.3. baik secara sosial maupun kultural. Menurunnya tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortalitas). akibatnya jumlah penduduk juga cenderung untuk tidak banyak berubah. Secara Demografi. termasuk arus ulang alik (commuters).3. Istilah ini mengacu pada suatu proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian tinggi ke keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian rendah. antara lain perubahan pola berfikir masyarakat akibat pendidikan yang diperolehnya. Kota Medan Secara Demografis Penduduk Kota Medan memiliki ciri penting yaitu yang meliputi unsur agama. meningkatnya arus perpindahan antar daerah (migrasi) dan proses urbanisasi. baik tingkat kelahiran maupun kematian sudah tidak banyak berubah lagi. kesehatan yang memadai juga mempengaruhi tingkat kematian. Kota Medan pada saat ini juga sedang mengalami masa transisi demografi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses penurunan tingkat kelahiran adalah perubahan pola fakir masyarakat dan perubahan social ekonominya. dan juga disebabkan oleh perubahan pada aspek sosial ekonomi. Kondisi tersebut menunjukkan proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian tinggi menuju keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian semakin menurun. akibatnya jumlah penduduk juga cenderung untuk tidak banyak berubah. budaya dan keragaman (plural) adapt istiadat. mempengaruhi kebijakan kependudukan yang diterapkan. Pada tahap ini pertumbuhan penduduk mulai menurun. kecuali disebabkan faktor migrasi atau urbanisasi. Komponen kependudukan lainnya umumnya menggambarkan berbagai berbagai dinamika social yang terjadi di masyarakat. Dalam kependudukan dikenal istilah transisi penduduk. Penurunan pada tingkat kelahiran ini disebabkan oleh banyak factor. baik tingkat kelahiran maupun kematian sudah tidak banyak berubah lagi. Pada akhir proses transisi ini. Di sisi lain adanya faktor perbaikan gizi. Menurunnya . Komponen kependudukan lainnya umumnya menggambarkan berbagai berbagai dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. kecuali disebabkan faktor migrasi atau urbanisasi. Hal ini memunculkan karakter sebagian besar penduduk Kota Medan bersifat terbuka. Penurunan tingkat kematian disebabkan oleh membaiknya gizi masyarakat akibat dari pertumbuhan pendapatan masyarakat.

681 7. termasuk arus ulang alik (commuters).067.4. Kota Medan dalam Dimensi Sejarah Keberadaan Kota Medan saat ini tidak terlepas dari dimensi historis yang panjang. Perkembangan Kota Medan selanjutanya ditandai dengan perpindahan ibukota Residen Sumatera Timur dari Bengkalis Ke Medan.5 8.929.10 Kepadatan Penduduk (Jiwa/KM²) [4] 7. Tabel Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Di Kota Medan Tahun 2005 – 2009 Luas Wilayah (KM²) [3] 265.858 7.10 265.10 265. berkembang menjadi Kesultanan Deli pada tahun 1669 yang diproklamirkan oleh Tuanku Perungit yang memisahkan diri dari Kesultanan Aceh.288 2.10 265.001 Tahun [1] 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber BPS Kota Medan Jumlah Penduduk [2] 2.105 2.036. 3.10 265. mempengaruhi kebijakan kependudukan yang diterapkan. meningkatnya arus perpindahan antar daerah (migrasi) dan proses urbanisasi.156 2.083. tahun 1887.053 Melalui data tabel diatas diketahui.798 7. dimulai dari dibangunnya Kampung Medan Puteri tahun 1590 oleh Guru Patimpus.tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortalitas).102.185 2. sebelum .121. jumlah penduduk Kota Medan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Ada kecenderungan. Kota Medan Secara Ekonomi Pembangunan ekonomi daerah dalam periode jangka panjang (mengikuti pertumbuhan PDRB). perkembangan kota medan sejak awal memposisikan nya menjadi jalur lalu lintas perdagangan. telah mendorong berkembangnya Kota Medan sebagai Pusat Perdagangan (ekspor-impor) sejak masa lalu. Sampai saat ini. di samping merupakan salah satu daerah Kota. Secara historis.5. membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. juga sekaligus ibukota Propinsi Sumatera Utara. bahwa semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi membuat semakin cepat proses peningkatan . 3. serta adanya Kebijakan Sultan Deli yang mengembangkan perkebunan tembakau dalam awal perkembanganya. khususnya industri pengolahan dengan increasing retunrn to scale (relasi positif antara pertumbuhan output dan pertumbuhan produktivitas) yang dinamis sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.akhirnya statusnya diubah menjadi Gubernemen yang dipimpin oleh seorang Gubernur pada tahun 1915. Sedang dijadikanya Medan sebagai ibukota Deli juga telah medorong kota Medan berkembang menjadi pusat pemerintahan. dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern yang didominasi oleh sektor-sektor non primer. Posisinya yang terletak di dekat pertemuan Sungai Deli dan Babura.

dengan asumsi bahwa faktor-faktor penentu lain mendukung proses tersebut. sektor sekunder sebesar 26. Sektor tertier memberikan sumbangan sebesar 68.34 persen. dan semakin cepat pula perubahan struktur ekonomi.70 persen. sub sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18.03 persen. pada tahun 2005 sektor tertier memberikan sumbangan sebesar 70. Kontribusi tersebut tidak mengalami perubahan berarti bila dibandingkan dengan kondisi tahun 2006.65 persen dan sub sektor industri pengolahan sebesar 16.06 persen. seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. seperti tenaga kerja. Berdasarkan perbandingan peranan dan kontribusi antar lapangan usaha terhadap PDRB pada kondisi harga berlaku tahun 2005-2007 menunjukkan. hotel dan restoran menyumbang sebesar 26.58 persen.37 . Perubahan struktur ekonomi umumnya disebut transformasi struktural dan didefinisikan sebagai rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan lainnya dalam komposisi permintaan agregat (produksi dan pengangguran faktor-faktor produksi.pendapatan masyarakat per kapita. bahan baku. sekunder sebesar 28. relatif tetap. Lapangan usaha dominan yaitu perdagangan. dan teknologi.91 persen dan sektor primer sebesar 3.

98 persen.20 persen.41 persen.76 persen.28 persen. sektor jasa-jasa 0.86 persen. Terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Medan tahun 2009 sebesar 6. 33.53 persen (ekspor 50. Masing masing lapangan usaha yang dominan memberikan kontribusi sebesar 25.71 persen.85 persen. sektor listrik . dan restoran 8.00 persen. sektor bangunan 0. persewaan dan jasa perusahaan 0.02 persen dan lapangan usaha industri pengolahan sebesar 16.61 persen. sektor industri 0.43 persen. Besaran PDRB Kota Medan pada tahun 2009 atas dasar harga berlaku tercapai sebesar Rp.56 persen terhadap tahun 2008. disusul sektor sekunder sebesar 27. sektor pertanian 4. hotel.94 persen. sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18.54 persen dan pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba 0. Masing-masing lapangan usaha yang dominan yaitu perdagangan.64 . dan penggalian tumbuh 0.65 persen. sektor pertanian 0.21 persen.persen dan primer sebesar 2.gas dan air bersih 0. Demikian juga pada tahun 2007. yaitu sebesar 69.91 persen. sektor keuangan.42 persen. sektor listrik .07 persen dan sektor pertambangan dan penggalian menyumbang pertumbuhan 0. sektor jasa-jasa 7. Pertumbuhan Ekonomi Kota Medan tahun 2009 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 terjadi peningkatan sebesar 6.20 persen Disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi 1. industri jasa pengolahan sebesar 16.22 persen.72.67 triliun. dan restoran menyumbang perumbuhan sebesar 2. sektor perdagangan. sebagian besar PDRB Kota Medan pada tahun 2009 digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yang mencapai 36. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi 9.44 persen dari lapangan usaha perdagangan/hotel/restoran.58 persen dan jasa keuangan 13.47 persen. persewaan dan jasa perusahaan tumbuh sebesar 2.46 persen. Disusul oleh sektor perdagangan.43 triliun.25 persen. konsumsi pemerintah 9.93 persen.gas dan air bersih 5.22 persen. pembentukan modal tetap bruto 20. hotel. disusul oleh ekspor neto 30.18 persen.56 persen. sektor bangunan 8.82 persen dan impor 20.29 persen). sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp. Dari sisi penggunaan.06 persen.93 persen dan sektor primer sebesar 2. hotel dan restoran sebesar 25. lapangan usaha transportasi/telekomunikasi sebesar 19. sektor tertier mendominasi perekonomian Kota Medan. sektor keuangan.10 persen. sektor industri 1.

Demikian juga halnya dengan kemiskinan.6.804 rumah tangga atau 143. Medan Marelan dan Medan Belawan) merupakan kantong kemiskinan terbesar (37.13% atau 32. agama dan lainnya. 34. dimana kemiskinan merupakan salah satu masalah utama pengembangan kota yang sifatnya kompleks dan multi dimensional yang penomenanya di pengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Medan Labuhan. tetapi juga kegagalan memenuhi hakhak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp. kemiskinan. Keberadaan sarana pendidikan kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya. Medan bagian Utara (Medan Deli.persen. . kesehatan. 3.19%) dari keseluruhan penduduk miskin.037 jiwa. 31. Data SUSENAS tahun 2004. kesehatan. Kemiskinan bukan lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi. memperkirakan penduduk miskin di kota medan tahun 2004 berjumlah 7.07 juta. gender dan kondisi lingkungan. lokasi. Kota Medan Secara Sosial Kondisi sosial yang terbagi atas pendidikan. PDRB per Kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 mencapai Rp. Dilihat dari persebarannya. keamanan dan ketertiban. merupakan faktor penunjang dan penghambat bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan.26 juta. antara lain : tingkat pendapatan. merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk mendapat pelayanan hak dasarnya yaitu hak memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan serta pelayanan sosial lainnya . pendidikan.

BAB V KECAMATAN DAN TRANSPORTASI DI KOTA MEDAN 1. Beberaa Kecamatan yang ada di kota Medan 1.1. Dalam hal Otonomi Daerah.68 KM² Kecamatan Medan Tuntungan adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Selatan yang merupakan pintu masuk dari Kabupaten Karo dan daerah lainnya di Sumatera Utara maupun Propinsi Nangro Aceh Darussalam melalui transportasi darat dengan penduduknya berjumlah : 68. Pengertian Kecamatan Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah Kabupaten/Kotamadya yang terdiri atas Desa dan Kelurahan. Kecamatan Medan Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kabupaten Kecamatan Kabupaten Kecamatan DeliSerdang Medan Johor DeliSerdang Medan Selayang Kecamatan Medan Tuntungan dengan luas wilayahnya 20. Di Kecamatan Medan Tuntungan ini terdapat Rumah Sakit Umum Adam Malik dengan Type Kelas A (Rumah Sakit Umum Pusat) dan Rumah Sakit Jiwa. .983 Jiwa (2006). Kecamatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kotamadya yang mempunyai wilayah kerja tertentu dibawah pimpinan Camat.

3. disamping itu juga sangat berpotensi dibidang agrobisnis dan pendidikan. Kecamatan Medan Johor Kecamatan Medan Johor terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Barat berbatasan Sebelah Timur berbatasan Sebelah Selatan berbatasan Sebelah Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kabupaten Kecamatan Medan Medan Deli Medan Tuntungan Amplas Serdang Polonia Kecamatan Medan Johor dengan luas wilayahnya 12. daerah ini sangat potensial bagi para investor yang bergerak dibidang Real Estate. dan merupakan daerah resapan air bagi Kota Medan.2. Disini juga terdapat Balai Pembibitan Pertanian dan sebuah Asrama Haji yang besar dan megah dengan pelayanan hajinya setiap tahun sering mendapat penghargaan secara Nasional. dengan penduduknya berjumlah : 113.Di Kecamatan Medan Tuntungan ini mempunyai prospek baik dalam jenis usaha agroindustri karena tanahnya yang subur serta lahan kosongnya yang masih luas. Di Kecamatan Medan Johor ini banyak terdapat perumahan-perumahan kelas menengah dan mewah. Walaupun bukan sebagai daerah pusat industri di Kecamatan Medan Johor ini juga terdapat beberapa industri kecil seperti Pengolahan Kopi dan Produk Minuman ringan.593 Jiwa (2006) . Kecamatan Medan Amplas Kecamatan Medan Amplas terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan dengan dengan Kecamatan Kabupaten MedanJohor DeliSerdang . 1. 1.81 KM ² Kecamatan Medan Johor adalah merupakan daerah pemukiman di Kota Medan di sebelah Selatan.

dengan penduduknya berjumlah 137. Potensi dan Produk Unggulan dari Kecamatan ini berupa Produksi Sepatu dan Sandal.58 KM² Kecamatan Medan Amplas adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Timur yang merupakan pintu masuk dari daerah lainnya di Sumatera Utara maupun Propinsi lainnya melalui transportasi darat. dengan penduduknya berjumlah 111.771 jiwa (2006).Sebelah Sebelah Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan Kabupaten Kecamatan DeliSerdang Medan Kota Kecamatan Medan Amplas dengan luas wilayahnya 14. Karena merupakan daerah pengembangan maka di Kecamatan Medan Denai ini banyak terdapat usaha Agrobisnis seperti Pengolahan Kopi. Kecamatan Medan Denai Kecamatan Medan Denai terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan KecamatanMedanKotadanKecamatanMedanArea KabupatenDeliSerdang KecamatanMedanAmplas Kecamatan Medan Tembung Kecamatan Medan Denai dengan luas wilayahnya 11. Produksi Sulaman Bordir.. 1.5.19 KM² Kecamatan Medan Denai adalah wilayah Timur Kota Medan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang.690 jiwa (2006). 1.4. Kecamatan Medan Area Kecamatan Medan Area terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : . Produksi Moulding dan Bahan Bangunan. Daerah ini pada dahulunya adalah bekas perkebunan Tembakau Deli yang amat terkenal itu.

Pengolahan Kopi dan Kerupuk Ubi / Kue. dengan penduduknya berjumlah : 82. pertokoan. Di Kecamatan ini terdapat juga Lapangan Sepak Bola bertaraf Internasional yaitu Stadion Teladan.6. Sepatu / Sandal.99 KM² Kecamatan Medan Kota adalah daerah perdagangan dan jasa. 1.05 KM² Kecamatan Medan Area adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Timur yang merupakan pintu masuk dari daerah lainnya di Sumatera Utara maupun Propinsi lainnya melalui transportasi darat. show room.Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanKota MedanDenai MedanKota Medan Perjuangan Kecamatan Medan Area dengan luas wilayahnya 9. Di Kecamatan Medan Kota ini terdapat Terminal Teladan sebagai terminal Taksi antar kota. dengan penduduknya berjumlah 107. Di Kecamatan Medan Area ini terdapat industri-industri rumah tangga unggulan yang sudah cukup dikenal di Kota Medan seperti : Sulaman Bordir.558 jiwa (2006).982 jiwa (2006). . di Kecamatan ini banyak terdapat pasar dan pusatpusat perbelanjaan. Sebagai daerah perdagangan dan jasa. Kecamatan Medan Kota Kecamatan Medan Kota terletak di pusat Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanMaimun MedanDenai MedanAmplas Medan Area Kecamatan Medan Kota dengan luas wilayahnya 7.

Kecamatan Medan Selayang Kecamatan Medan Selayang terletak di wilayah Barat Daya Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan MedanSunggal Kecamatan MedanPolonia dan MedanJohor Kecamatan MedanTuntungan Kecamatan MedanSunggal dan Medan Baru Kecamatan Medan Selayang dengan luas wilayahnya 9. Kecamatan Medan Maimun Kecamatan Medan Maimun terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanPolonia MedanKota MedanJohor Medan Petisah Kecamatan Medan Maimun dengan luas wilayahnya 5.208 Jiwa (2006).958 Jiwa (2006) Di Kecamatan Medan Maimun ini terdapat bangunan peninggalan sejarah kejayaan Kesultanan Deli masa dahulu yaitu Istana Maimun yang terletak di Kelurahan Sukaraja. salah satunya adalah Perumahan Taman Setia Budi Indah. dengan penduduknya berjumlah : 48.01 KM² Kecamatan Medan Selayang adalah daerah permukiman Kota Medan di sebelah Barat Daya. . 1.7. Di Kecamatan Medan Selayang ini banyak terdapat perumahan-perumahan kelas sedang dan mewah.8.1.27 KM² Kecamatan Medan Maimun dengan penduduknya berjumlah : 48.

KAI-ESU). .524 Jiwa (2006).82 KM² Kecamatan Medan Barat adalah salah satu daerah jasa dan perniagaan di Kota Medan.1. dengan penduduknya berjumlah 77. Kereta Api Indonesia Eksploitasi Sumatera Utara (PT. Di Kecamatan Medan Barat ini terdapat sebuah bengkel khusus kereta api yang dimiliki oleh PT. dengan penduduknya berjumlah 43.867 Jiwa (2006). Kecamatan Medan Baru Kecamatan Medan Baru dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selayang Sebelah Sebelah Sebelah Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Medan Medan Medan Polonia Johor Petisah Barat berbatasan dengan Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Kecamatan Medan Baru dengan luas wilayahnya 5.10. 1.84 KM² Kecamatan Medan Baru adalah salah satu daerah hunian dan permukiman di Kota Medan. Di Kecamatan Medan Baru ini juga ada terdapat industri-industri kecil yang menjadi unggulannya seperti : Pengolahan Kopi.9. Kecamatan Medan Barat Kecamatan Medan Barat dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Barat berbatasan Sebelah Timur berbatasan Sebelah Selatan berbatasan Sebelah Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanDeli MedanPetisah MedanTimur Medan Helvetia Kecamatan Medan Barat dengan luas wilayahnya 6.

Kecamatan Medan Tembung Kecamatan Medan Tembung terletak di wilayah Timur Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Barat Timur berbatasan berbatasan berbatasan berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kabupaten Kecamatan Kabupaten Medan Perjuangan Deli Serdang Medan Denai Deli Serdang Sebelah Selatan Sebelah Utara Kecamatan Medan Tembung dengan luas wilayahnya 4.12. dengan penduduknya berjumlah : 139. . 1.09 KM² Kecamatan Medan Tembung adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Timur yang merupakan pintu masuk dari Kabupaten Deli Serdang atau daerah lainnya melalui transportasi darat.25 KM² Kecamatan Medan Belawan adalah daerah pesisir Kota Medan dan merupakan wilayah bahari dan maritim yang berbatasan langsung pada Selat Malaka dengan penduduknya berjumlah 94.065 jiwa (2006).1. Kecamatan Medan Belawan Kecamatan Medan Belawan terletak di wilayah Utara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Barat berbatasan berbatasan berbatasan dengan dengan dengan Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Medan Marelan dan Sebelah Timur Sebelah Selatan Kecamatan Medan Labuhan Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka Kecamatan Medan Belawan dengan luas wilayahnya 26.735 jiwa (2006).11.

. Bersifat komplek dan beragam 2. 3.BAB V PEMODELAN PERENCANAAN TRANSPORTASI 4. Model adalah suatu reprentasi atau formalisasi dalam bahas tertentu yang disepakati dari suatu kondisi nyata. kemudian data pimer yaitu data yang sesungguhnya didapat langsung dari hasil survey dilapangan beberapa dari dibawah ini adalah karakteristik dari data primer : 1. Cepat berubah sesuai dengan pergantian waktu dan tempat 4. Sabagai relatip dan sulit di ukur secara absolute. Aktivitas meringkas atau penyederhanaan kondisi realistis ( nyata ) ini dapat kita sebut sebut sebagai aktivitas pemodelan. Model adalah suatu reprentasi ringkas dari kondisi rill dan berwujud suatu rancangan yang dapat menjelaskan atau mewakili kondisi rill tersebut untuk tujuan tertentu. Model adalah suatu kerangka utama atau formulasi informasi/data tentang kondisi Data yang dikumpulkan untuk mempelajari/menganalisa system nyata tersebut. Oleh karena itu data primer ini sangat sulit diprediksi sehingga perlu kita menyederhanakan dan diringkas seoptimal mungkin tampa menyimpang dari maksud. 2. tujuan. dan substansi dari data dan informasi terkait. dengan demikian model dapat kita defenisikan sebagai berikut : 1. Defenisi Permodelan Dalam perencanaan transportasi perlu kita satu langkah untuk menganalisis setiap data dan informasi yang relevan sebgai acuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan.1. Data informasi ini dapat berupa data sekunder yaitu data yang tersusun dan dapat di lihat di instansi-instansi badan terkait. Memiliki variable yang cukup banyak 3.

Berikut adalah batas-batasan tentang model yang dapat menyimpan pesan yang dapat mewakili dunia nyata secara keseluruhan sehingga mempermudah pemahaman bagi orang yang ingin mengamatinya. dan dapat diperhatikan alur proses alur yang dilkusiskan dalam gambar 3.1 Persepsi (penapsiran /pandangan Kondisi nyata real ) ( Harus dapat mewakili secara keseluruhan dan bandingkan dengan cara proses pengujian Ungkapan/repprentasi/gambara n melalui rancangan dan lisan ( model ) .

Hal ini dilakukan melalui proses kalibrasi dengan metode-metode staristik. model teknik. Model Foto ( Photo Model ) Model yang berbentuk gambar-gambar di atas kanvas atau kertas kartun misalnya : gambar lukisan. C. Apabila penyimpangan data dari model tidak jauh dari kenyataan makan analisa modelnya dapat dipakai dan modenya pun dikatakan abash dan begitu pula sebalaiknya. D. miniature dll. Model Menurut Tingkat Abstraksinya. potret. B. Model Diagram ( Diagramatic Model ) Contohnya mencakup semacam grafik dan segala jenisnya. 4. Konsep Pemodelan Transportasi Model-model yang lumrah diterapkan dalam bidang ilmiah secara umum. Model Diskriftif dan Normatif Adalah model yang berusaha menerangkan perilaku system yang ada. fungsi dan lain-lain. yang di awali dari sebuah gagasan dan di akhiri dengan realisasi seperti : . perpetaan dll. F. Model Matematika dan Statistik ( Mathematical and Statistical Model ) Model yang berbentuk fungsional secara terukur ( kuantitatif ) seperti: rumus-rumus.2. diagram dan lain-lain. Merupakan urutan proses secara hirarki.Proses pengujian model ini sering di istilahkan dengan validasi Model atau uji keabsahan model. A. karya arsitektur. Model fisik ( Physical Model ) Model ini berbentuk fisik dan dapat dilihat langsung seperti aslinya misalnya: maket. wayang golek. E.

Gambaran Abstrak ( Gagasan ) Maket ( Penuangan Gagasan ) Gambar ( Model Teknis / Konstruksi ) Diagram ( Grafis ) Rumus Matematika ( Model analisis matematik ) Proses Pengoptimalan Gambar yang optimal Maket yang optimal Konstruksi Selesai ( Realisasi gagasan/abstrak ). .

sangat banyak variable nya. H. ekonomi. . Peranan Model Dalam Perencanaan Transportasi Dan Cara Penggunaannya. Model Kualitatif dan Model Kuantitatif Model Kualitatif adalah model yang tidak bisa di ukur dengan angka cirri-ciri dari model ini adalah tidak dapat di ukur. adanya distribusi probabilitas dll Model kuantitatif adalah model yang bisa di ukur dengan angka atau ukuran contohnya seperti data-data matematika dan statistic. Cara Penggunaannya a. 1. tidak diketahui variablenya. b. Model secara Keseluruhan Model mental artinya model ini hanya bisa di pahami namun tidak bisa di ceritakan Model formal ialah lawan dari model mental model ini bisa di komunikasikan contohnya model skematis. Model lainnya yang sering kita jumpai dalam dunia ilmiah adalah : Model informasi dan model observasi dan pengukuran. Perananan Model a. model fisik. J. perdagangan. model simbolis dan lain-lain. Untuk memudahkan dilakukannya perkiraan terhadap hasil-hasil dari langkahlangkah alternative yang diambil c. Model Menurut Dimensinya. Penuangan realita ke dalam bentuk gambar dilakukan dengan menggunakan ukuran pembanding ( skala ). industri.G. Meramalkan perubahan aktivitas seperti tata ruangm. Model yang sudah kita pilih kita kalibrasikan dengan menggunakan data tahun sekarang untuk mendapatkan nilai koefisien yang berarti dalam lingkup daerah studi. I. social dll. Sebagai alat Bantu untuk memahami cara kerja system b. Untuk memudahkan kita menggambarkan dan menganaisa realita 2.

Ketersediaan dan dll Variable terikat Variable ini akan di hitung dan diramalkan berupa jumlah kebutuhan transportasi yang dihitung dari jumlah lalu-lintas penimpang. Bandingkan hasil pemodelan berupa hasil rencana tersebut seperti arus laluintas dan perbaikan pelayanan yang diharapkan dah yang terbaiklah yang akan dilaksanakan. Jumlah penduduk 2.Dan akan . Luas lahan untuk kegiatan 4. Dalam pemodelannya system tata guna lahan Transportasi mengandung dua buah variable yang dapat kita identifikasi dan ukur variable tersebut adalah : Variable Bebas terdiri dari : a. Pola penyebaran lokasi kegiatan 5.c. Pemilikan kenderaan b. Waktu perjalanan 2. Kehandalan 5. keamanan 4. Meramalkan perubahan aktivitas seperti no 2 dengan asumsi bahwa kondisi system transportasi mengalami perubahan d. Biaya angkutan 3. Model Tata Guna Lahan ( Sistem Aktifitas ) Sistem Transportasi Perencanaan ini perlu karena akan selalu berpengaruh terhadap perbahan dan perkembangan tata guna lahan dan penting untuk merencanakan system angkutannya. Sistem transportasi berupa kondisi / tingkat pelayanan transportasi seperti : 1. Jumlah lapangan kerja 3. Sistem tata guna lahan / aktivitas berupa 1. barag di jalan raya per satuan waktu. Pelayanan Kenyamanan.

LU df  = Tata guna lahan di arean studi yang terbagi atas :  Tata guna lahan zona asal i Tata guna lahan di zona tujuan j T  i j = Atribut pelayanan system transportasi dari zona asal i ke zona tujuan j. Variable bebas Sistem tata guna lahan dan aktivitas – LU Sistem Transportasi – T b. Ti  j Dimana :   Qik j (Q pi .di cari antara korelasi elemen dalam model tata guna lahan system transportasi dengan notasi dan model sebagai berikut. LU LU oi . Variable terikat yang akan diramalkan berupa jumlah kebutuhan akan jasa transportasi –Q Dapat kita rumuskan sebagai berikut : Qik j (Q pi . Kesimpulan dari model tata guna lahan system transportasi ini adalah dalam perencanaan transportasi adalah sebgai berikut : . LU df  . Qaj )  f LU LU oi . Qaj ) = Jumlah arus lalulintas dari zona i asal ke zona tujuan j melewati rute k yang terbagi atas jumlah arus lalu lintas yang dihasilakan oleh zona asal i (Q pi ) dan jumlah arus lalu lintas (Q aj ) yang tertarik ke zona tujuan. Notasinya a.

4. yang berawal dari interaksi di antara aktivitas social ekonomi masayarakat tersebut yang kativitas social ekonominya itu memiliki kecenderungan untuk menyebar ke segala penjuru dalam suatu ruang lingkup wilayah atau kota. Model Statistik – matematik Metode atau alat analitis untuk pengamatan hubungan variable-variable berpengaruh tersebut adalah model hubungan funsional berupa pernyataan matematikyang bentuknya seperti : DV  f ( I .V ) Dimana : DV IV F = Variable terikat yang diamati perilakunya dalam system = Variable bebas yang berpengaruh terhadap perilaku variable terikat = Notasi yang menunjukkan bahwa DV fungsi dari IV yang arti logikanya di asumsikan sebagai IV. Analisis Permintaan Transportasi ( Transportation Demand Analysis) Sasaran utama dari analisis permintaan transportasi adalah terdapatnya kebutuhan akan jasa transportasi dari penduduk atau masyarakat. cukup nyata pengaruhnya terhadap gelagat perilaku DV yang kita amati. Menentukan angka ( besaran ) jumlah arus lalu lintas pada masa tahun rencana dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan untuk menetapkan berapa jumlah fasilitas pelayanan system transportasi yang akan di bangun.1. 2. Untuk mengamati perilaku saling mempengaruhi antara tata guna lahan system transportasi dan jumlah kebutuhan yang akan di timbulkan. khususnya para perencana transportasi dan masyarakat yang terlibat dengan transportasi bik langsung ataupun tidak langsung betapa eratnya hubungan ketiga variable tersebut. . Untuk meneliti sampai dimana kekuatan saling mempengaruhi di antara variable tata guna lahan system transportasi dan jumlah kebutuhan akan jasa transportasi. Untuk memberkan pemahaman /kesadaran kepada kita. 3.

3. Oleh sebab itu permintaan jasa transportasi disebut bersifat tidak langsung dikenal dengan istilah populernya permintaan turunan. 2. berdasarkan karakteristik bukan ruang ini kita harus memformulasikan 3 penting berikut ini : Mengapa terjadi kebutuhan akan jasa transportasi karena adanya aktivitas berikut : EKONOMI SOSIAL AKTIVITAS BUDAYA PENDIDIKAN REKREASI DAN LAIN-LAIN KEGIATAN .Hal-hal yahng harus kita ketahui agar dapat dicapai hasil telaah atau analisis yang memuaskan: 1. Karakteristik Non Spesial ( Bukan Berdasakan Ruang/Space ) Kebutuhan akan jasa transportasi timbul disebabkan oleh hal-hal yang bukan berdasar ruang. melainkan sesungguhnya kebutuhan akan jasa transportasi timbul di akibatkan oleh adanya keinginan untuk mencapai memenuhi tujuan lainnya yang sebenarnya. Karakteristik yang lebih spesifik dari permintaan transportasi Dari sifat umum kebutuhan akan jasa transportasi seperti kita dapat turunkan dua karakteristik yang lebih spesifik dari kebutuhan akan jasa transportasi tersebut : a. Pengertian adalah Anaisis permintaan transportasi ini menghubungkan antara kebutuhan akan jasa transportasi dengan aktivitas ekonomi yang akan menimbulkan kebutuhan transportasi tersebut. Sifat Umum dari permintaan Transportasi Permintaan transportasi atau dengan kata lain kebutuhan manusia dan barang akan jas transportasi bukanlah merupakan kebutuhan langsung. Untuk mengethui factor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya kebutuhan akan jasa transportasi.

sebulan.Kapan terjadi kebutuhan akan jasa transportasi? Terjadi dalam waktu yang teratur contohnya seperti perjalanan ked an dari tempat mencari nafkah yang dibentuk oleh aktifitas ekonomi.Moda transportasi apa yang akan digunakan . profi perjalanan ibadah seperti hari raya idul fitri dan perjalanan haji . dan setahun atau tidak menentu. seperti profil perjalanan wisata ke dan dari objek wisata yang cenderung banyak terjadi setiap hari minggu atau libur. dan perjalanan ke dan dari sekolah / kampus yang dibentuk oleh aktivitas pendidikan. Ada pula beberapa profil perjalanan yang terjadi sekali dalam seminggu .

. pendidikan dan komersial mempunyai ciri lalu lintas yang berbeda. Oleh karena rute angkutan umum pada umumnya dipilih untuk melewati tempat-tempat yang memilikijumlah permintaan atau penumpang yang tinggi. Rute Angkutan dan Tata Guna Lahan (Black 1978). hal ini sangat tergantung pada fungsi dari tata guna lahan dimana rute itu ditetapkan. perumahan. pendidikan dan jasa akan selalu memberikan bangkitan perjalanan yang relatif yang lebih besar dari pada lokasi yang difungsikan sebagai hutan ataupun pertanian. Teori Poros yang dikemukakan oleh Babcock (1932).1. Di sini terlihat jelas bahwa jaringan jalan yang ada di inti kota Medan semakin memperkuat sinyalemen yang dikemukan oleh Babcock. Karena pada guna tata lahan yang difungsikan sebagai pusat bisnis (CBD). faktor utama yang mempengaruhi mobilitas adalah sistem transportasi yang menjadi poros dalam menghubungkan CBD. industri.BAB VI PENGOLAHAN DATA 5. jumlah dan jenis lalu lintas yang dihasilakan oleh setiap tata guna lahan merupakan fungsi dari parameter yang berbeda serta pemukiman. yang menekankan pad peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota.

633.00 111.851.793.00 61.942.143.506.00 95.00 .579.2 Data dan Pengolahannya Tabel Jumlah Penduduk Per kecamatan: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Kecamatan Medan Tuntungan Medan Johor Medan Amplas Medan Denai Medan Area Medan Kota Medan Maimun Medan Polonia Medan Baru Medan Selayang Medan Sunggal Medan Helvetia Medan Petisah Medan Barat Medan Timur Medan Perjuangan Medan Tembung Medan Deli Medan Labuhan Medan Marelan Medan Belawan Jumlah Penduduk 80.00 98.749.00 140.395.00 39.516.328.00 144.00 52.173.317.00 166.794.581.258.00 70.00 113.771.544.00 112.744.00 141.5.00 133.00 96.00 7.00 39.00 93.00 123.257.00 108.414.

031 12.670 4.160 7.468 5.700 7.517 3.037 6.514 2.189 5.742 15.087 10.998 13.777 7.557 3.940 9.667 8.740 7.596 12.130 7.548 10.338 - .037 3.806 8.282 12.080 5.093 9.710 3.900 21.010 20.930 5.760 5.057 9.363 3.502 16.680 6.076 7.517 6.855 17.145 11.232 7.790 21.836 12.670 5.987 6.790 15.495 6.338 27.480 9.557 4.480 3.256 8.081 2.031 15.057 4.590 11.900 5.557 4.557 1.270 6.557 2.649 6.695 2.503 5.027 8.345 9.480 2.775 12.258 11.806 4.579 18.680 6.258 14.725 6.190 7.555 12.468 5.915 8.345 9.228 7.311 8.380 6.877 7.070 4.576 2.767 10.245 3.130 5.147 17.767 21.587 12.390 167.255 11.232 10.170 4.308 8.006 2.776 11.492 6.893 4.900 14.556 9.503 3.393 8.101 10.836 10.673 7.773 4.425 3.991 10.562 2.680 2.480 4.005 5.495 5.510 6.825 2.773 14.780 11.969 4.420 16.477 5.772 16.010 7.256 9.518 2.125 6.009 1.814 11.851 4.930 1.890 4.893 18.070 3.780 9.480 6.596 9.347 8.270 5.700 20.805 1.249 16.280 1.800 1.649 3.497 8.197 5.363 6.983 14.460 19.669 9.480 4.607 2.280 7.290 6.667 14.660 4.800 4.396 11.540 8.648 19.602 3.266 16.695 5.330 4.611 9.830 10.387 9.687 6.755 14.829 1.729 5.983 23.729 10.814 5.514 1.759 4.280 4.627 4.477 4.140 8.349 14.590 9.751 4.510 4.249 20.742 9.913 5.428 5.803 14.396 167.893 27.751 9.725 5.937 16.759 5.991 4.734 7.258 14.287 11.385 2.915 5.280 4.189 3.186 24.855 13.982 10.133 9.255 20.625 18.053 7.898 4.310 13.898 2.080 8.633 11.910 20.306 23.680 2.727 1.323 9.673 14.940 7.133 4.750 7.686 3.308 8.987 3.576 2.477 5.877 9.740 4.627 13.641 13.205 20.349 20.685 7.160 6.428 9.727 5.755 21.682 20. Kecama tan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 5.922 6.900 15.625 11.052 5.433 9.425 3.275 11.655 7.830 2.514 8.959 4.627 9.514 10.390 10.154 4.497 4.999 8.940 20.342 4.048 5.300 4.590 10.423 3.734 5.282 21.772 9.518 4.900 3.665 5.311 10.350 5.710 3.707 20.325 5.946 5.910 25.130 6.423 5.325 25.750 8.557 4.258 8.470 14.805 3.048 4.460 11.562 4.256 20.145 5.213 18.310 8.893 8.587 9.542 7.729 8.579 13.495 6.147 10.775 16.130 4.540 9.786 3.829 2.047 7.101 9.825 4.995 2.680 8.205 6.053 4.275 24.959 5.642 5.495 5.665 3.081 5.555 18.100 12.197 3.669 7.760 3.611 9.387 8.940 11.946 11.052 12.727 9.393 7.140 5.130 17.922 2.890 5.803 15.900 8.398 2.660 5.287 7.982 9.027 7.266 13.682 16.470 16.087 6.433 6.937 13.190 3.323 7.776 11.648 16.607 3.655 9.245 6.186 17.764 5.680 3.764 8.627 10.633 15.686 13.777 5.913 7.641 11.306 4.668 12.729 6.999 12.602 2.969 4.642 6.998 20.477 8.556 12.502 14.347 8.215 9.076 7.330 6.154 2.687 8.590 9.009 3.125 2.256 5.280 21.548 6.TABEL JARAK ANTAR KECAMATAN No.727 18.300 5.492 11.213 17.280 6.786 2.480 5.100 15.130 13.093 18.272 15.005 7.170 5.995 4.342 3.215 7.685 8.350 2.047 5.668 17.290 8.915 11.006 4.398 1.228 4.420 14.851 4.707 18.385 5.380 11.480 3.542 2.915 2.272 14.

133 1.451 2.098 1.873 0.457 1.054 1.439 0.46 0 36.455 4. Kecamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 0 2.906 1.992 6.342 0.943 0.035 0.164 0.058 2.565 0.421 2.992 0.605 0.035 0.189 0.778 1.586 0.34 0 .457 0 3.08 0.864 0.189 0.97 8.TABEL TRIP ANTAR KECAMATAN No.63 1.94 3.748 7.661 0.398 0.06 4.035 8 0.198 4 0.746 1.605 0.16 0 14.196 0.399 0.104 0.4 0 24.26 1.286 5.542 0.103 0.868 5.107 0.556 17.478 0.535 0.458 3.143 0.485 0.855 3.892 1.196 0.053 9 0.873 1.523 18 0.39 3.519 0.606 36.107 0.872 5.755 3.274 1.683 1.892 1.619 0.701 1.862 3.319 13.53 5.687 7.218 6 0.215 1.377 1.4 3.002 15 0.696 4.619 1.854 2.77 1.526 1.979 4.547 0.619 1.711 1.11 2.306 1.317 2.872 5.218 0.4 13.07 10.41 0 19.683 0.482 3.67 0 42.661 1.06 0.582 1.439 0.069 3.34 21 0.377 0.776 1.351 0.125 0.867 3.39 1.635 0.026 1.748 5.106 7 0.11 0.4 28.398 1.057 7.478 2.214 2.77 0 1.746 2.561 3.198 0.296 0.305 0.285 0.635 1.621 0.63 2.606 1.619 3.535 0.439 0.293 0.876 6.143 0.855 1.32 0.88 1.586 0.846 0.286 1.133 0.816 2.943 2.634 6.26 19.294 3.39 1.58 13 0.305 2.77 1.476 6.8 4.764 6.196 0.783 4.6 2.46 6.433 16 0.41 20.67 5.542 1.619 6.019 1.989 1.319 5.839 0.458 0.649 1.868 5.396 5 0.9 1.854 19 0.95 2.97 0 10.764 0 5.855 0.63 0.547 0 0.189 1.7 2.487 1.867 1.376 0.712 0.396 0.685 0.779 10.15 1.054 8.196 1.154 0.751 0.842 0.906 0.317 0.233 0.626 0.135 1.88 3.194 0.912 1.76 0.816 0.701 1.002 0.16 1.979 2.273 0.63 0.619 0.8 1.703 0.16 1.125 0.758 1.634 32.755 1.377 1.582 0.035 10 3.189 0.862 0 17.495 0.67 3.127 2.215 1.63 1.376 1.783 1.564 1.274 1.351 0.864 0.306 0 1.271 0.519 0.127 4.876 0.619 3.561 0.314 2.531 3.539 1.534 1.457 2.106 0.866 3.07 0 9.02 0 8.245 0.553 1.9 15.233 3.967 0.703 0.104 1.283 5.708 0 1.881 1.53 0 32.912 0.009 0.773 1.881 1.619 0.219 0.58 0.553 0.842 0 7.439 0.113 1.737 0.699 1.27 12 1.053 0.619 1.364 0.967 1.572 0.708 1.888 1.778 3.526 0.28 0.285 5.32 0.762 10.63 1.294 20 0.209 10.67 5.565 0.148 0.135 2.888 3.936 0.161 26.009 20.296 0.433 0.836 0.495 0.572 0.293 1.148 1.74 9.776 0.774 0.758 0.6 1.288 0.77 0.711 1.194 1.17 0.731 3.164 11 1.619 1.219 3 0.534 2.069 5.133 0.27 0.476 0 28.755 1.103 14 0.685 2.288 19.161 2.836 1.02 3.699 1.32 4.564 14.271 1.364 0.214 5.472 0.86 19.687 0.523 1.451 1.16 0 15.917 8.455 3.399 0.74 1.15 8.487 0.32 26.041 0.774 5.472 0.39 0.86 24.113 1.073 0.649 1.28 17 0.696 3.755 1.737 0.866 42.773 1.026 0.712 2.762 0.314 0.731 2.073 0.421 1.751 0.019 0.917 24.342 0.17 3.94 0.621 1.76 1.377 1.539 0.245 0.839 6.556 2.133 0.11 0.11 24.846 0.95 8.095 0.058 1.057 1.098 1.482 1.936 3.209 1.485 0.364 6.041 1.273 1.283 2.154 0.779 0.095 1.531 10.457 6.989 1.855 0.08 2 2.364 3.626 1.7 1.

84 8068.992 10680.15 13500.504 4894.3 11804.208 0 3885.808 5096.395 96.424 5897.531 5874.06 10559.76 8182.863 10767.272 7464.495 4481.447 10024.729 13133.25 9695.38 7730.848 3891.258 12896.67 6832.76 13927.19 7052.89 17390.071 1564.31 10733.96 10470.239 6759.158 3687.09 18119.46 12756. Kecamatan Jlh.972 13454.59 5973.519 14511.07 15929.77 16543.771 108.45 7007.949 5278.69 11365.96 4462.25 16102.073 6070.164 5287.021 11444.73 13777.555 7464.579 166.2 13805.639 1564.071 7135.106 8211.959 11123.258 6773.07 13463.44 20397.395 96.41 5897.829 7979.06 16037.65 14182.746 3694.794 39.1 8913.15 10470.75 9158.71 8248.09 12466.485 5190.55 14850.59 18804.977 3736.87 0 15997.09 16037.016 5287.504 7957.506 0 10024.46 10375.308 2872.06 10375.41 13196.339 5869.77 8989.038 0 7688.6 15929.11 18119.414 95.38 18542.7 15719.72 15671.633 93.944 3831.48 18871.66 11123.328 133.11 0 8907.207 4455.4 12896.22 19269.11 9010.548 5952.863 9125.89 12578.006 10209.055 10375.45 15886.581 52.31 12291.47 9175.22 15566.749 70.824 12077.725 10209.84 13504.096 4470.16 13196.384 12757.746 9695.979 7688.59 10930.144 3774.495 6832.173 140.088 7647.544 72.976 6961.88 0 15610.447 11828.92 16264.45 5596.19 16321.08 15830.53 18871.223 5042.146 4478.84 6601.46 22280.073 2796.59 10375.848 8182.565 13768.006 12247.467 8731 5961.765 4273.144 3198.021 14012.284 2796.639 0 2086.91 12534.79 17511.53 9491.911 8248.73 8998.07 8989.45 15719.28 8211.46 23583.825 3203.803 5735.11 6961.313 5973.789 3831.836 2444.44 10884.317 112.17 8805.384 10812.317 112.559 2801.424 9937.506 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 80.2 12534.41 4998.91 15997.015 9389.41 15886.192 5700.89 15113.17 13463.583 6773.972 7554.23 18804.37 9453.25 6931.789 2868.744 144.56 8998.17 15060.87 17511.22 12077.39 7730.587 6957.171 4927.56 20657.47 12247.37 16321.976 6957.173 140.52 5952.1 7554.919 10262.992 16398.155 11558.09 15830.91 11957.25 5557.91 24061.37 7647.083 2086.46 17866.09 16398.89 20657.23 19269.46 12578.992 7979.106 4902.059 13454.834 8805.73 10617.6 3774.28 13650.04 14850.86 9010.09 13556.033 2868.581 52.86 10733.71 24061.46 14182.45 17866.31 11558.508 6590.944 3815.904 3259.252 3198.17 5709.834 4400.936 10191.67 5869.31 19853.267 4393.46 2440.84 13504.095 4455.992 4393.4 5728.75 0 14012.187 3736.916 7135.22 13927.555 3821.37 10299.07 7814.207 7615.066 0 10138.52 5709.284 5735.916 9453.25 0 13410.51 10805.055 8792.55 13104.155 10812.725 0 4370.19 6601.86 7884.6 13500.11 7867.59 13104.742 2444.803 3694.67 20397.04 0 18542.07 6707.11 18887.911 6604.41 15113.975 9125.516 98.464 5874.38 0 .92 6070.84 0 7007.742 10680.22 8731 10006.66 15566.559 7884.07 9220.88 13901.949 9175.824 9937.TABEL PERKALIAN ANTAR PENDUDUK No.85 10923.67 6590.793 111.942 123.66 13963.789 2089.77 3203.267 7413.5 14511.41 11828.56 8913.88 23420.017 5042.725 11676.67 6986.587 4292.519 11804.143 141.7 8670.851 113.252 6538.328 133.243 12291.06 10299.143 141.749 70.744 144.531 6931.21 4370.112 5548.73 11676.822 8670.112 10930.208 5190.16 10487.515 5136.15 16543.544 72.84 13556.7 16102.192 11084.67 15360.836 7615.742 5136.565 11365.508 13133.39 17390.583 4299.59 4894.66 0 22280.095 0 11084.727 7413.4 23583.243 10006.942 123.765 4902.09 8068.808 5587.675 8765.86 12105.85 0 13650.829 8907.5 0 12466.087 2801.06 15360.725 13963.096 12176.84 10262. Penduduk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 80.308 5096.633 93.365 13901.059 8007.066 6604.464 11957.548 3885.959 5587.56 18756.916 10884.017 5548.822 7867.851 113.789 0 2089.79 7814.414 95.467 8007.979 5762.07 10923.257 61.164 0 2872.53 15941.84 10767.146 6538.38 18756.07 15610.187 4299.365 3815.48 20255.77 10559.919 4478.13 9220.53 18887.84 20255.08 9389.794 39.7 13777.15 5961.17 5278.69 13410.58 39.36 23420.579 166.313 5596.171 4292.793 111.48 6864.239 15253.21 15671.257 61.17 4481.3 6864.485 4462.223 4273.016 4927.72 10522.25 10617.916 10138.58 39.516 98.515 10487.84 11444.346 8765.06 15253.22 5762.164 3821.742 3687.729 10522.13 10191.36 12757.904 5700.088 5728.936 4400.087 3259.771 108.033 9491.038 6707.48 13768.88 12756.09 15060.65 0 16264.015 7957.164 12105.4 6759.6 13805.51 9158.272 4470.675 6986.083 3891.339 5557.45 4998.346 8792.825 3780.977 2440.975 12176.158 7052.86 19853.727 3780.86 10805.19 15941.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful