P. 1
ABSTRAK sistrans

ABSTRAK sistrans

|Views: 999|Likes:
Dipublikasikan oleh Cha-cha Agian

More info:

Published by: Cha-cha Agian on Mar 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Rumusan Masalah
  • 1.3. Batasan Masalah
  • 1.4. Tujuan Penelitian
  • 1.5. Manfaat Penelitian
  • 1.6. Batasan Pengertian
  • 2.1. Definisi Angkutan Umum, Mobil Penumpang Umum dan Trayek
  • 2.2.1. Pergerakan Tidak Spasial
  • 2.2.2. Pergerakan Spasial
  • 2.3. Bangkitan Perjalanan
  • 2.4. Perjalanan dan Bepergian
  • 2.5. Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Moda
  • 2.6. Standar Kinerja Angkutan Umum
  • 3.1. Objek Penelitian
  • 3.2.Kota Medan Secara Geografis
  • 3.3. Kota Medan Secara Demografis
  • 3.4. Kota Medan dalam Dimensi Sejarah
  • 3.5. Kota Medan Secara Ekonomi
  • 3.6. Kota Medan Secara Sosial
  • 4.1. Defenisi Permodelan
  • 4.2. Konsep Pemodelan Transportasi
  • 5.1. Rute Angkutan dan Tata Guna Lahan
  • 5.2 Data dan Pengolahannya

ABSTRAK

Kota dengan segala aktivitasnya membutuhkan transportasi guna menunjang pergerakan masyarakatnya, baik yang berada dikota maupun masyaakat yang berada disekitarnya perbatasan

wilayah kota. Untuk itu angkutan umum yang ada harus memiliki kinerja atau pelayanan yang baik, sehingga permaslahan akselibilitas dan mobilitas dapat teratasi atau diminimlisir sekecil minggkin. Tujuan dari evaluasi kinerja angkutan umum adalah untuk mengeahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja angkutan umum. Kajian ini diawali dengan tinjauan langsung terhadap rute angkutan yang paling banyak armadanya didaerah tempat saya tinggal dan melayani dua terminal utama di Kota Medan, yaitu Terminal Awalvdan Terminal Akhir. Hal ini dipertimbangkan bahwa Terminal Belawan jalan masuk dari daerah Deli Serdang dan Terminal Pancur Batu jalan masuk dari daerah Deli Serdang. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung ke lapangan dan wawancara terhadap penumpang. Terdapat banyak rekomendasi dan aturan dalam hal kinerja atau pelayanan penyelenggaraan angkutan umum. Hasil studi literature menunjukkan bahwa factor-faktor yang dominan dalam mengatur kinerja angkutan umum adalah waktu, yang meliputi waktu lain yaitu waktu tundaan, waktu menunggu, waktu perjalanan, jarak mencapai pemberhentian,kecepatan dan tingkat pergantian moda. Selain hal tersebut, dari hasil pengumpulan data di lapangan didapati temuan lain yaitu telah terjadi ketidakseimbangan dalam hal penyediaan jumlah armada pada setiap sesi waktu dibandingkan dengan jumlah permintaan yang ada, hal ini ditandai dengan factor muat/ load factor yang masih rendah.

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Kota-kota di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam pengertian intensitas aktivitas sosio ekonomi dan luas wilayah perkotaannya seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi, kecenderungan saat ini memperlihatkan bahwa tahun-tahun yang akan datang perkembangan serupa akan terus terjadi. Pola aktivitas masyarakat berubah baik dalam jenis maupun kuantitasnya. Peningkatan jumlah pergerakan yang terjadi yang ditimbulkan oleh berkembangnya aktivitas masyarakat perkotaan menuntut penambahan prasarana transportasi perkotaan. Kota dengan segala aktivitasnya membutuhkan sarana transportasi guna menunjang pergerakan masyarakatnya, baik yang berada di kota maupun masyarakat di sekitar wilayah yang berbatasan dengan wilayah kota. Untuk memberikan pelayanan transportasi yang baik, angkutan umum harus mampu memberikan kinerja yang maksimal sehingga diharapkan permasalahan mobilitas dan aksesibilitas kendaraan penumpang umum seperti: sistem operasi, jarak antar kendaraan yang tidak menentu (head way), perlambatan, kemacetan, kurang tepatnya pengaturan lokasi pemberhentian, terbatasnya rute pelayanan yang mengakibatkan terlalu jauhnya jarak berjalan kaki serta terbatasnya jumlah armada angkutan, diusahakan agar dapat segera diminimalisir atau dihilangkan sama sekali. Di lain sisi perkotaan menawarkan banyak kesempatan, baik di sektor formal maupun informal. Ditambah lagi dengan tidak meratanya pertumbuhan wilayah di daerah pinggiran dibandingkan dengan daerah perkotaan. Hal ini menyebabkan tersedianya banyak lapangan kerja serta upah yang tinggi di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pinggiran. Semua ini merupakan daya tarik yang kuat bagi para pekerja di daerah pinggiran (Tamin, 2000). Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi tujuan utama bagi masyarakat di sekitar Kota Medan seperti Deli Serdang (Mebidang), baik dalam hal melakukan perjalanan kerja, kegiatan belajar mengajar/sekolah maupun kegiatan sosial dan kegiatan bisnis lainnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Suryono (2006), diketahui bahwa telah terjadi perjalanan bersifat komuter atau ulang alik dari wilayah Binjai dan Deli Serdang ke Kota Medan sebanyak 240.595 orang per hari yang diprediksi akan terus meningkat pada setiap jenjang waktu sebagai akibat terus berkembangnya factor faktor yang mampu menjadi stimulan bagi perjalanan komuter

seperti bertambahnya jumlah penduduk dan bertambahnya perumahan di sekitar Kota Medan serta tempat bekerja yang berada di Kota Medan juga telah menjadi penyebab terjadinya perjalanan yang bersifat komuter. Hal ini diperkuat dengan tersedianya sarana dan prasarana transportasi yang baik yang terdapat di Kota Medan jika dibandingkan yang terdapat di Binjai maupun di Deli Serdang. Saat ini para penglaju atau masyarakat yang melakukan perjalanan komuter di wilayah Mebidang masih menitikberatkan pada angkutan jenis kecil/MPU yaitu sebesar 70% (3.738 kendaraan) sisanya 30 % adalah jenis Mobil Bus (1.652 kendaraan), walau pada kenyataannya fisik bus dimaksud masih merupakan jenis MPU, hanya susunan dan kapasitas tempat duduk yang berubah. 1.2. Rumusan Masalah Penyelenggaraan angkutan umum bukanlah masalah yang sederhana, hal ini dikarenakan adanya kepentingan yang saling bertolak belakang antara pengguna jasa angkutan dan penyedia jasa angkutan. Untuk itu evaluasi terhadap kinerja angkutan menjadi hal yang penting guna mengeliminir konflik kepentingan antara pengguna dan penyedia jasa angkutan. Di lain sisi evaluasi kinerja angkutan umum jarang dilakukan oleh instansi yang berwenang. 1.3. Batasan Masalah Dalam penulisan tugas ini ini kinerja angkutan umum akan dibatasi hanya pada angkutan jenis mobil penumpang umum (MPU) khususnya pada trayek yang melewati kecamatan tempat saya tinggal, variabel- variabel yang akan dievaluasi adalah hanya pada variabel utama, setelah melakukan review terhadap beberapa teori-teori sebelumnya maupun standar yang berlaku di luar negeri. Untuk variabel khusus seperti kenyamanan, keamanan tidak akan dibahas mengingat penilaiannya sangat subyektif untuk masing-masing individu. 1.4. Tujuan Penelitian Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini ialah: 1. Mengetahui variabel apa saja yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja angkutan umum. 2. Dari variabel yang didapat akan digunakan untuk menilai unjuk kerja angkutan umum jenis mobil penumpang (MPU) pada KPUM trayek tempat saya tinggal, yang meliputi penempatan

rute yang dilalui dan hubungannya dengan tata guna lahan, waktu tempuh (Travel Time dan Round Trip Time) pada saat peak dan off peak, waktu tundaan jumlah penumpang pada saat peak dan off peak, jumlah kendaraan operasi pada saat peak dan off peak, load factor dinamis dan load factor statis dantingkat perpindahan moda. Dari unjuk kerja maka akan diketahui kebutuhan angkutan aktual pada saat peak maupun off peak sehingga operator dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan. 1.5. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian mengenai evaluasi kinerja angkutan umum ini diharapkan akan bermanfaat, baik untuk bidang akademis maupun manfaat bagipemerintah. Penelitian ini merupakan suatu bagian dari proses penilaian kinerja angkutan umum sehingga diharapkan kondisi pelayanan angkutan umum yang sekarang dapat diperbaiki dan ditingkatkan pelayanannya. 1.6. Batasan Pengertian Pada dasarnya difinisi ataupun istilah-istilah yang tercantum dalam penelitian ini adalah sebagaimana yang tertuang dan tercantum dalam peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. 1. Pergerakan adalah perpindahan orang/barang dari satu tempat ketempat lain.
2. Trayek atau rute adalah lintasan angkutan umum yang dilakukan dalam jaringan trayek secara

tetap dan teratur dengan jadwal tetap atau tidak berjadwal untuk pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum. 3. Angkutan Kota adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam wilayah kota dengan menggunakan mobil bus umum dan/atau mobil penumpang umum (MPU) yang terikat dalam trayek tetap dan teratur.

Pergerakan komuter adalah pergerakan ulang alik yang dilakukan penduduk/ masyarakat dalam melakukan kegiatannya. Mobil Bus Umum adalah setiap kendaraan umum yang dilengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk. Kendaraan umum adalah kendaraan yang disediakan untuk digunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. yaitu pergerakan dari dan atau ke rumah atau ke tempat kerja. Faktor muat (load facktor) adalah jumlah penumpang yang diangkut dibandingkan dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan pada suatu kendaraan. 12. 8. baik yang dalam keadaan siap guna maupun dalam reparasi.4. yang besarnya dinyatakan dalam kendaraan/jam atau kendaraan/hari. 5. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi. 10. Mobil Penumpang Umum (MPU) adalah setiap kendaraan umum yang dilengkapi sebanyakbanyaknya 8 (delapan) tempat duduk. Pencatatan faktor muat dinamis dilakukan di dalam kendaraan. 13. baik dengan atupun tanpa perlengkapan pangangkutan bagasi. Jumlah armada operasi adalah banyaknya kendaraan penumpang umum dalam tiap trayek selama waktu pelayanan. 7. Frekwensi pelayanan adalah banyaknya kendaraan penumpang umum persatuan waktu. . Faktor muat statis adalah perbandingan jumlah penumpang yang diangkut dengan kapasitas tempat duduk tersedia yang dihitung secara tidak menerus atau hanya pada tempat tertentu di mana kendaraan melintas dan dilakukan di luar kendaraan. 6. tidak termasuk tempat duduk pengemudi. Faktor muat dinamis adalah fluktuasi perbandingan jumlah penumpang yang diangkut dengan kapasitas tempat duduk tersedia yang dihitung secara terus menerus dari awal perjalanan hingga akhir perjalanan. Armada adalah aset berupa kendaraan mobil bus atau mobil penumpang umum yang dipertanggungjawabkan perusahaan. tidak termasuk tempat duduk pengemudi. 11. 9.

Untuk itu diperlukan alat penghubung. . kapan orang melakukan perjalan. 2. pola perjalan orang dan pola perjalan barang. (1997) menyatakan dalam sistem transportasi terdapat konsep dasar pergerakan dalam daerah perkotaan yang merupakan prinsip dasar dan titik tolak kajian di bidang transportasi. Konsep Pergerakan Tamin. misalnya yang menyangkut pertanyaan mengapa orang melakukan perjalanan. yaitu: (i) ciri pergerakan tidak spasial (tanpa batas ruang) di dalam kota. yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap. Definisi Angkutan Umum. (ii) ciri pergerakan (dengan batas ruang) di dalam kota. Konsep tersebut terbagi dalam dua bagian.1. mengemukakan kegiatan manusia yang berbagai macam menyebabkan mereka perlu saling berhubungan. 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan pada Bab I Ketentuan Umum mendefinisikan: 1. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi. dan jenis angkutan apa yang digunakan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Mobil penumpang adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak banyaknya 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi. Teori Atmodirono (1974). Jadi perangkutan adalah bukan tujuan akhir melainkan sekedar alat untuk melawan jarak. termasuk pola tata lahan.2. 2. salah satu diantaranya dan yang paling tua umurnya adalah angkutan. lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal. Mobil Penumpang Umum dan Trayek Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1922 tentang Angkutan Jalan yang dituangkan pada Bab I Ketentuan Umum mendefinisikan Kendaraan Umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut biaya. PP No. Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus.

di negara sedang berkembang jumlahnya sekitar 85 % penduduk. b. Perjalanan ke tempat kerja atau perjalanan dengan maksud bekerja biasanya merupakan perjalanan yang dominan. klasifikasi perjalanan ini adalah ke dan dari sekolah. 5) Aktivitas kebudayaan. seperti menciptakan dan menjaga hubungan pribadi.2. 3) Aktivitas pendidikan. ke dan dari toko dan keluar untuk keperluan pribadi serta yang berkaitan dengan belanja atau bisnis pribadi. klasifikasi perjalannya adalah ke dan dari daerah budaya serta pertemuan politik. a. Waktu terjadinya pergerakan Waktu terjadinya pergerakan sangat tergantung pada kapan seseorang melakukan aktivitasnya sehari-hari. 2) Aktivitas sosial. kampus dan lain- lain. kunjungan sosial (termasuk perjalanan hari libur). Klasifikasi perjalannya berupa ke dan dari rumah teman. seperti sebab terjadinya pergerakan. dengan demikian waktu perjalanan sangat tergantung pada maksud perjalanan.2. Dalam aktivitas ini kebanyakan fasilitas terdapat dalam lingkungan keluarga dan tidak menghasilkan banyak perjalanan serta terkombinasi dengan perjalanan hiburan. waktu terjadinya pergerakan dan jenis moda yang digunakan. 4) Aktivitas rekreasi dan hiburan. Aktivitas ini biasanya terjadi pada sebagian besar penduduk yang berusia 5-22 tahun. klasifikasi perjalannya adalah ke dan dari tempat rekreasi atau yang berkaitan dengan perjalanan dan berkendaraan untuk berekreasi. Aktivitas ini berupa perjalanan kebudayaan dan hiburan dan sangat sulit dibedakan. seperti mencari nafkah dan mendapatkan barang serta pelayanan. Karena pola kerja . maka sangat penting diamati secara cermat. Pergerakan Tidak Spasial Ciri pergerakan tidak spasial adalah semua ciri pergerakan yang berkaitan dengan aspek tidak spasial. Aktivitas ini biasa terjadi seperti mengunjungi restoran. Klasifikasi perjalanannya adalah dari dan ke tempat kerja. ke dan dari tempat pertemuan bukan di rumah. Terjadinya pergerakan dapat dikelompokkan berdasarkan maksud perjalanan sebagai berikut: 1) Aktivitas ekonomi. yang berkaitan dengan bekerja.1.

dan lokasi kegiatan tersebut ditentukan oleh pola tata guna lahan kota tersebut. terjadi surplus penduduk. pada kenyataannya sangatlah sulit merumuskan mekanisme pemilihan moda. pesawat terbang atau kereta api. Dalam menentukan pilihan jenis angkutan. Dalam hal ini pola penyebaran spasial yang sangat berperan adalah sebaran spasial dari daerah industri.00 dan berakhir pada pukul 16. yaitu pola perjalanan orang dan pola perjalanan barang. Dalam hal ini konsep dasarnya adalah bahwa suatu perjalanan dilakukan untuk kegiatan tertentu di lokasi yang dituju. pada jam sibuk pagi hari akan terjadi arus lalu lintas perjalanan orang menuju ke pusat kota dari daerah perumahan dan sibuk sore dicirikan oleh arus lalu lintas perjalanan orang dari pusat kota ke sekitar daerah perumahan. Pergerakan Spasial Konsep paling mendasar yang menjelaskan terjadinya pergerakan atau perjalanan selalu dikaitkan dengan pola hubungan antar distribusi spasial perjalanan dengan distribusi tata guna lahan yang terdapat pada suatu wilayah. perkantoran dan pemukiman. Kenyataan sederhana ini menentukan dasar ciri pola perjalanan orang di kota. maka waktu perjalanan untuk maksud perjalanan kerja biasanya mengikuti pola kerjanya.2. Jenis sarana angkutan yang dipergunakan Dalam melakukan perjalanan pada umumnya orang akan dihadapkan pada pilihan moda angkutan seperti mobil.2. Meskipun dapat diketahui faktor yang menyebabkan seseorang memilih jenis moda yang digunakan. . Pada lokasi yang kepadatan penduduknya lebih tinggi dari kesempatan kerja yang tersedia. Pola perjalanan orang Perjalanan terbentuk karena adanya aktivitas yang dilakukan bukan di tempat tinggal sehingga pola tata guna lahan suatu kota akan sangat mempengaruhi pola perjalanan orang. angkutan umum. biaya dan tingkat kenyamanan. Di sini terlihat bahwa makin jauh jarak dari pusat kota makin makin banyak daerah perumahan dan makin sedikit kesempatan kerja yang berakibat makin banyak perjalanan yang terjadi antara daerah tersebut yang menuju pusat kota. orang mempertimbangkan berbagai faktor yaitu maksud perjalanan. a. 2.00.biasanya dimulai pukul 08. Ciri perjalanan spasial. c. dan mereka harus melakukan perjalanan ke pusat kota untuk bekerja. jarak tempuh. oleh karenanya faktor tata guna lahan sangat berperan.

misalnya dari tempat kerja menuju restoran. Sekitar tiga perempat dari semua perjalanan berbasis dari rumah tinggal. . 2. kecepatan dan semua yang terjadi atau kita lihat sepanjang lintasan sedangkan menurut Creighton (1970). yaitu perjalanan yang berangkat dan berakhir di rumah. 2. bepergian dan perjalanan dipandang berbeda. Dengan demikian. bepergian dinyatakan dalam kekerapan dilakukan. pemerintahan. jarak. ini menunjukkan bahwa perumahan merupakan daerah konsumsi yang dominan. (1995) menyatakan perjalanan dengan aneka angkutan dan atau aneka maksud perjalanan disederhanakan menjadi perjalanan yang ditandai dengan satu jenis angkutan dan satu maksud dengan mengabaikan tahap-tahap antara pemberhentian untuk maksud sekunder. tekanan utama adalah pada hubungan antara tempat asal dan dan tujuan. kalau kita berbicara masalah bepergian. menyatakan bahwa bepergian adalah pergerakan orang dan atau barang antara dua tempat kegiatan terpisah karena dirasakan perlu mempertemukan kegiatan perorangan atau kelompok seperti perdagangan. lintasan dan peristiwa serta kegairahan yang diperoleh sepanjang jalan. alat angkut (kendaraan).4. Perjalanan yang berbasis bukan dari rumah terutama adalah perjalanan antar tata guna lahan penarik.al (1972) dalam Suwarjoko (1990). Sedangkan perjalanan dilakukan dengan tujuan menikmati kegiatan perjalanan itu sendiri atau karena ada maksud tertentu. Perjalanan sering kali dianggap sebagai produksi dari suatu guna lahan dan tertarik oleh guna lahan lainnya. waktu. sedangkan perjalanan dinyatakan dalam biaya. sedangkan bila kita bicara masalah perjalanan kita memperhatikan lintasan. lembaga dalam masyarakat. Bangkitan Perjalanan Hobbs.b. dari tempat belanja kegedung bioskop. dari kantor ke dokter atau rumah sakit dan lain-lain. unsur kegiatan jasa angkutan selain tentu saja ada unsur bepergian di dalamnya. 80 % perjalanan barang yang dilakukan di kota menuju daerah perumahan. Selain itu pola perjalanan barang sangat dipengaruhi oleh pola rantai distribusi yang menghubungkan pusat produksi ke daerah konsumsi. Perjalanan dan Bepergian Menurut Abler et. Pola perjalanan barang Pola perjalanan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi dan konsumsi yang sangat tergantung pada pola tata guna lahan pemukiman (konsumsi) serta industri dan pertanian (produksi).3.

Dilain pihak. Selain itu masih ada unsur cepat. ukuran kota. kenyamanan. serta usia. b. seperti kenyamanan. kepuasan.6. selain cepat. 2. biaya. komposisi dan status sosial ekonomi pelaku perjalanan. maksimum 10 . Waktu Tunggu Rata-rata 5 . Semua faktor ini dapat berdiri sendiri atau saling bergabung.6 kendaraan/jam. Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Moda Bruton (1975). Rata-rata 3 . waktu perjalanan dan banyaknya uang yang dibelanjakan untuk angkutan umum maupun pribadi juga berpengaruh pada pilihan moda angkutan. 1973 dalam Warpani.5. Minimum Frekuensi. mengemukakan derajat layanan/kinerja yang ditawarkan oleh berbagai moda angkutan adalah faktor yang patut diperhitungkan pengaruhnya pada pencaran atau pilihan moda angkutan. Beberapa faktor yang tidak dapat dikuantifikasikan cenderung diabaikan dalam analisis pemilihan moda.20 menit. ketersediaan moda.5 . jadi aman dan murah perangkutan juga harus cepat. kesenangan. 1990). melainkan dipengaruhi oleh faktor kecepatan. dengan pengertian pengaruhnya kecil atau dapat diwakili oleh beberapa peubah lain yang yang dapat dikuantifikasikan.10 menit. keamanan. minimum 1.2 kendaraan/jam. Bahkan untuk memindahkan manusia.1 Kinerja Sistem Perangkutan Bruton (1970). aman dan murah sistem perangkutan harus pula nyaman (Pignataro. jarak perjalanan. .2. 2. mengemukakan pemilihan moda angkutan di daerah perkotaan bukanlah proses acak. Parameter Kinerja Angkutan Umum Sesuai Rekomendasi World Bank Parameter angkutan umum sebagaimana yang direkomendasikan World Bank dari hasil studi pada negara-negara berkembang adalah sebagai berikut: a. Standar Kinerja Angkutan Umum Perencanaan perangkutan didefinisikan sebagai proses yang tujuannya mengembangkan sistem angkutan yang memungkinkan manusia dan barang bergerak atau berpindah tempat dengan aman dan murah.5. Mendasari dari teori yang telah dikembangkan oleh Burton maka beberapa standar parameter kinerja angkutan umum dapat dilihat seperti di bawah ini. keandalan.

f. faktor lintasan. e. Maksimum 2 jam. . Tingkat Perpindahan Rata-rata 0 – 1 kali.c.1. Kecepatan Kendaraan 1) Daerah padat 10-12 Km/Jam 2) Daerah tidak padat 25 Km/jam 3) Dengan bus line/way 15-18 Km/jam 4) Biaya perjalanan 10-25 % dari perkapita g.1000 m d. kemudahan). kenyamanan. Jarak Mencapai Pemberhentian Di pusat Kota 300 .5 jam. Persyaratan khusus (keamanan. di pinggir Kota 500 . Maksimum 2 kali.500 m. Waktu Perjalanan Rata-rata 1 .

jenis mobil penumpang umum PT. Data yang dibutuhkan ini meliputi data primer dan data sekunder. 3. Kajian diawali dengan survey terhadap konsep pengembangan kota serta beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya terkait hubungannya dengan bangkitan pergerakan dan tata guna lahan serta beberapa standar penilaian terhadap pelayanan kinerja angkutan umum. Mars dengan nomor trayek 131.00 s/d 12. Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah angkutan umum di Kota Medan.2 Metode Pendekatan Tugas ini merupakan enelitian yang difokuskan terhadap kinerja angkutan umum jenis mobil penumpang umum (MPU).30 s/d 18. Aplikasi metode penelitian di lapangan pada dasarnya dilakukan pada tiga (3) rentang waktu yang berbeda yaitu.1.30).00). Hasil yang didapat akan digunakan untuk mengukur tingkat pelayanan dan menyusun beberapa rumusan.00) dan pada sore (15. 1. 3. off peak (10. Peak pagi (06. yang memiliki rute trayek terminal Belawan ke terminal Pancur Batu pulang pergi. baik yang berlaku di luar negeri maupun yang berlaku di Indonesia. yaitu data yang didapat berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan langsung di lapangan berupa perhitungan penumpang baik turun maupun perhitungan load factor dinamis pada waktu bersamaan juga dilakukan wawancara kepada 100 penumpang secara acak untuk mengetahui tingkat perpindahan kendaraan yang dilakukan sebelum maupun sesudahnya.30s/d 09.BAB III METODE PENELITIAN 3. pencatatan waktu tundaan tiap persimpangan sekaligus waktu tempuh untuk masing-masing ruas jalan yang dilalui. perhitungan frekwensi kendaraan yang melawati satu titik sekaligus perhitungan load factor statis. Survei dilakukan secara bersamaan untuk rute masuk dan . Data primer.3 Kebutuhan Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data yang relevan untuk dipergunakan dalam analisa.

Data Sekunder.1 Bagan alir proses penelitian HASIL Kesimpulan/ Saran Selesai .keluar sehingga diperoleh data dan informasi yang dapat mewakili untuk masing-masing rentang waktu. Data prasarana.4. Yang berhubungan dengan data sekunder berupa: a. Dari data. c. meliputi jumlah angkutan umum. 3. meliputi jaringan lahan dan jaringan trayek angkutan umum. Data sarana. Tahapan Survei Mulai Studi Literatur Identifikasi Masalah Standar /Aturan Pengumpulan Data Data Sekunder Data Primer ANALISA Gambar 3.data tersebut di atas selanjutnya akan digunkan dalam analisa kinerja angkutan umum (trayek 131) dengan menggabungkan hasil data-data yang diperoleh hasil survey dilapangan. Peta wilayah Kota Medan b. 2. yaitu data ataupun informasi dari instansi terkait maupun buku rujukan baik yang berupa studi literature ataupun hasil studi lapangan.

Ketiga faktor tersebut . Kota Medan sangat potensial berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan regional/nasional.BAB IV SEJARAH KOTA MEDAN 3.2.156 jiwa. Gambar Umum Sebagai salah satu daerah otonom berstatus kota di propinsi Sumatera Utara. Kedudukan. (1) faktor geografis.083. Kota Medan memiliki kedudukan strategis sebab berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian Utara. Secara geografis.Kota Medan Secara Geografis Secara umum ada 3 (tiga) faktor utama yang mempengaruhi kinerja pembangunan kota. Demikian juga secara ekonomis dengan struktur ekonomi yang didominasi sektor tertier dan sekunder. Demikian juga secara demografis Kota Medan diperkirakan memiliki pangsa pasar barang/jasa yang relatif besar. Singapura dan lain-lain. Hal ini tidak terlepas dari jumlah penduduknya yang relatif besar dimana tahun 2007 diperkirakan telah mencapai 2. 3. fungsi dan peranan Kota Medan cukup penting dan strategis secara regional. (2) faktor demografis dan (3) faktor sosial ekonomi.1. Bahkan sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Utara. sehingga relatif dekat dengan kota-kota / negara yang lebih maju seperti Pulau Penang Malaysia. Kota Medan sering digunakan sebagai barometer dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah daerah.

secara administrasi Kota Medan dimekarkan kembali. meliputi 4 Kecamatan dengan 59 Kelurahan. yang secara simultan mempengaruhi daya guna dan hasil guna pembangunan kota termasuk pilihan-pilihan penanaman modal (investasi). Sesuai dengan dinamika pembangunan kota. Berdasarkan luas administrasi yang sama maka melalui Surat Persetujuan Menteri Dalam Negeri Nomor 140/2271/PUOD. Perkembangan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Utara Nomor 140. demografis dan sosial ekonomis. Gambar Peta Kecamatan . Walikota Medan mengeluarkan Maklumat Nomor 21 tanggal 29 September 1951. dibagi atas 21 Kecamatan yang mencakup 151 Kelurahan. luas wilayah administrasi Kota Medan telah melalui beberapa kali perkembangan. tanggal 5 Mei 1986. Pada Tahun 1951. agar daerah Kota Medan diperluas menjadi tiga kali lipat.biasanya terkait satu dengan lainnya. Kota Medan melakukan pemekaran Kelurahan menjadi 144 Kelurahan.22/2772.130 Ha. Berdasarkan perkembangan administrative ini Kota Medan kemudian tumbuh secara geografis.510 Ha yang terdiri dari 11 Kecamatan dengan 116 Kelurahan.K/1996 tanggal 30 September 1996 tentang pendefitipan 7 Kelurahan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 1992 tentang Pembentukan Beberapa Kecamatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan. Maklumat Walikota Medan dikeluarkan menyusul keluarnya Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 66/III/PSU tanggal 21 September 1951. yang menetapkan luas Kota Medan menjadi 5. Melaui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1973 Kota Medan kemudian mengalami pemekaran wilayah menjadi 26.

Sepanjang wilayah Utara nya berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar. Simalungun. Di samping itu sebagai daerah yang pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka. Karenanya secara geografis kota Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya Sumber daya alam seperti Deli Serdang . Binjai dan lain-lain. Mandailing Natal. Tapanuli Selatan.Secara administratif . Posisi geografis Kota Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam 2 kutub pertumbuhan secara fisik . yaitu sebelah Barat. baik perdagangan domestik maupun kuar negeri (ekspor-impor). Labuhan Batu. Tapanuli Utara. saling menguntungkan. Khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa. Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan Sumber Daya alam (SDA). . yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini. wilayah kota medan hampir secara keseluruhan berbatasan dengan Daerah Kabupaten Deli Serdang. Selatan dan Timur. yang diketahui merupakan salah satu jalur lalu lintas terpadat di dunia. Karo. saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya.

kesehatan yang memadai juga mempengaruhi tingkat kematian. Penurunan tingkat kematian disebabkan oleh membaiknya gizi masyarakat akibat dari pertumbuhan pendapatan masyarakat. suku etnis. baik tingkat kelahiran maupun kematian sudah tidak banyak berubah lagi. baik secara sosial maupun cultural. akibatnya jumlah penduduk juga cenderung untuk tidak banyak berubah. kecuali disebabkan faktor migrasi atau urbanisasi. Pada tahap ini pertumbuhan penduduk mulai menurun.3. Dalam kependudukan dikenal istilah transisi penduduk. meningkatnya arus perpindahan antar daerah (migrasi) dan proses urbanisasi. baik tingkat kelahiran maupun kematian sudah tidak banyak berubah lagi. budaya dan keragaman (plural) adapt istiadat. akibatnya jumlah penduduk juga cenderung untuk tidak banyak berubah. Di sisi lain adanya faktor perbaikan gizi. Komponen kependudukan lainnya umumnya menggambarkan berbagai berbagai dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.3. Penurunan pada tingkat kelahiran ini disebabkan oleh banyak factor. Menurunnya . Pada akhir proses transisi ini. antara lain perubahan pola berfikir masyarakat akibat pendidikan yang diperolehnya. kecuali disebabkan faktor migrasi atau urbanisasi. mempengaruhi kebijakan kependudukan yang diterapkan. dan juga disebabkan oleh perubahan pada aspek sosial ekonomi. Istilah ini mengacu pada suatu proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian tinggi ke keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian rendah. Kota Medan Secara Demografis Penduduk Kota Medan memiliki ciri penting yaitu yang meliputi unsur agama. Pada akhir proses transisi ini. Menurunnya tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortalitas). termasuk arus ulang alik (commuters). Secara Demografi. baik secara sosial maupun kultural. Komponen kependudukan lainnya umumnya menggambarkan berbagai berbagai dinamika social yang terjadi di masyarakat. Kota Medan pada saat ini juga sedang mengalami masa transisi demografi. Kondisi tersebut menunjukkan proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian tinggi menuju keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian semakin menurun. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses penurunan tingkat kelahiran adalah perubahan pola fakir masyarakat dan perubahan social ekonominya. Hal ini memunculkan karakter sebagian besar penduduk Kota Medan bersifat terbuka.

5 8. sebelum .288 2.156 2.tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortalitas).105 2.10 265.10 Kepadatan Penduduk (Jiwa/KM²) [4] 7. meningkatnya arus perpindahan antar daerah (migrasi) dan proses urbanisasi. 3. dimulai dari dibangunnya Kampung Medan Puteri tahun 1590 oleh Guru Patimpus.10 265.036.10 265.102.053 Melalui data tabel diatas diketahui. Perkembangan Kota Medan selanjutanya ditandai dengan perpindahan ibukota Residen Sumatera Timur dari Bengkalis Ke Medan. Tabel Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Di Kota Medan Tahun 2005 – 2009 Luas Wilayah (KM²) [3] 265.4.858 7.001 Tahun [1] 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber BPS Kota Medan Jumlah Penduduk [2] 2. mempengaruhi kebijakan kependudukan yang diterapkan.798 7. jumlah penduduk Kota Medan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.185 2.681 7.083. termasuk arus ulang alik (commuters).067. Kota Medan dalam Dimensi Sejarah Keberadaan Kota Medan saat ini tidak terlepas dari dimensi historis yang panjang. berkembang menjadi Kesultanan Deli pada tahun 1669 yang diproklamirkan oleh Tuanku Perungit yang memisahkan diri dari Kesultanan Aceh. tahun 1887.929.10 265.121.

dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern yang didominasi oleh sektor-sektor non primer. khususnya industri pengolahan dengan increasing retunrn to scale (relasi positif antara pertumbuhan output dan pertumbuhan produktivitas) yang dinamis sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi. di samping merupakan salah satu daerah Kota. Ada kecenderungan. 3. Sedang dijadikanya Medan sebagai ibukota Deli juga telah medorong kota Medan berkembang menjadi pusat pemerintahan. membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. serta adanya Kebijakan Sultan Deli yang mengembangkan perkebunan tembakau dalam awal perkembanganya.akhirnya statusnya diubah menjadi Gubernemen yang dipimpin oleh seorang Gubernur pada tahun 1915. Posisinya yang terletak di dekat pertemuan Sungai Deli dan Babura. Secara historis. bahwa semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi membuat semakin cepat proses peningkatan . Sampai saat ini. perkembangan kota medan sejak awal memposisikan nya menjadi jalur lalu lintas perdagangan.5. Kota Medan Secara Ekonomi Pembangunan ekonomi daerah dalam periode jangka panjang (mengikuti pertumbuhan PDRB). telah mendorong berkembangnya Kota Medan sebagai Pusat Perdagangan (ekspor-impor) sejak masa lalu. juga sekaligus ibukota Propinsi Sumatera Utara.

Kontribusi tersebut tidak mengalami perubahan berarti bila dibandingkan dengan kondisi tahun 2006. Perubahan struktur ekonomi umumnya disebut transformasi struktural dan didefinisikan sebagai rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan lainnya dalam komposisi permintaan agregat (produksi dan pengangguran faktor-faktor produksi. dan teknologi. sektor sekunder sebesar 26. bahan baku.65 persen dan sub sektor industri pengolahan sebesar 16. dan semakin cepat pula perubahan struktur ekonomi. pada tahun 2005 sektor tertier memberikan sumbangan sebesar 70. sub sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18. Lapangan usaha dominan yaitu perdagangan. sekunder sebesar 28. seperti tenaga kerja.pendapatan masyarakat per kapita.06 persen.34 persen.37 . dengan asumsi bahwa faktor-faktor penentu lain mendukung proses tersebut. Berdasarkan perbandingan peranan dan kontribusi antar lapangan usaha terhadap PDRB pada kondisi harga berlaku tahun 2005-2007 menunjukkan. seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. hotel dan restoran menyumbang sebesar 26. relatif tetap.03 persen. Sektor tertier memberikan sumbangan sebesar 68.70 persen.91 persen dan sektor primer sebesar 3.58 persen.

44 persen dari lapangan usaha perdagangan/hotel/restoran. sektor listrik .41 persen.64 .47 persen.93 persen dan sektor primer sebesar 2.67 triliun. sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp.82 persen dan impor 20.20 persen.65 persen.06 persen. dan restoran menyumbang perumbuhan sebesar 2. dan restoran 8. sektor keuangan.28 persen. yaitu sebesar 69.61 persen. Pertumbuhan Ekonomi Kota Medan tahun 2009 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 terjadi peningkatan sebesar 6.72.persen dan primer sebesar 2.46 persen.54 persen dan pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba 0.42 persen. disusul sektor sekunder sebesar 27. industri jasa pengolahan sebesar 16.gas dan air bersih 5. Terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Medan tahun 2009 sebesar 6.02 persen dan lapangan usaha industri pengolahan sebesar 16. sektor jasa-jasa 7. sektor industri 1.76 persen.94 persen.43 persen.85 persen.98 persen. pembentukan modal tetap bruto 20.25 persen.22 persen.86 persen. sektor pertanian 0. hotel. sektor bangunan 8. Masing masing lapangan usaha yang dominan memberikan kontribusi sebesar 25.71 persen.58 persen dan jasa keuangan 13. persewaan dan jasa perusahaan 0. disusul oleh ekspor neto 30. lapangan usaha transportasi/telekomunikasi sebesar 19.29 persen). hotel. persewaan dan jasa perusahaan tumbuh sebesar 2.20 persen Disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi 1.43 triliun. Masing-masing lapangan usaha yang dominan yaitu perdagangan. sektor pertanian 4.18 persen. Demikian juga pada tahun 2007.56 persen. hotel dan restoran sebesar 25.00 persen. Disusul oleh sektor perdagangan. Dari sisi penggunaan. dan penggalian tumbuh 0. sektor bangunan 0.91 persen.93 persen. sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18.10 persen.gas dan air bersih 0.07 persen dan sektor pertambangan dan penggalian menyumbang pertumbuhan 0.22 persen. sektor jasa-jasa 0. sektor industri 0. konsumsi pemerintah 9.56 persen terhadap tahun 2008. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi 9. sektor perdagangan. Besaran PDRB Kota Medan pada tahun 2009 atas dasar harga berlaku tercapai sebesar Rp. sektor tertier mendominasi perekonomian Kota Medan.21 persen. 33. sektor listrik . sektor keuangan. sebagian besar PDRB Kota Medan pada tahun 2009 digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yang mencapai 36.53 persen (ekspor 50.

Kemiskinan bukan lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi. lokasi.13% atau 32. Data SUSENAS tahun 2004. lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp.persen. 31.26 juta. 34. pendidikan. kemiskinan. Kota Medan Secara Sosial Kondisi sosial yang terbagi atas pendidikan. antara lain : tingkat pendapatan.19%) dari keseluruhan penduduk miskin.07 juta. Demikian juga halnya dengan kemiskinan.804 rumah tangga atau 143. kesehatan. memperkirakan penduduk miskin di kota medan tahun 2004 berjumlah 7. keamanan dan ketertiban. gender dan kondisi lingkungan. agama dan lainnya. Medan bagian Utara (Medan Deli.6. Keberadaan sarana pendidikan kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya. 3. Medan Marelan dan Medan Belawan) merupakan kantong kemiskinan terbesar (37. Dilihat dari persebarannya. . kesehatan. tetapi juga kegagalan memenuhi hakhak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. dimana kemiskinan merupakan salah satu masalah utama pengembangan kota yang sifatnya kompleks dan multi dimensional yang penomenanya di pengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. PDRB per Kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 mencapai Rp. Medan Labuhan. merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk mendapat pelayanan hak dasarnya yaitu hak memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan serta pelayanan sosial lainnya .037 jiwa. merupakan faktor penunjang dan penghambat bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan.

983 Jiwa (2006). Beberaa Kecamatan yang ada di kota Medan 1.68 KM² Kecamatan Medan Tuntungan adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Selatan yang merupakan pintu masuk dari Kabupaten Karo dan daerah lainnya di Sumatera Utara maupun Propinsi Nangro Aceh Darussalam melalui transportasi darat dengan penduduknya berjumlah : 68. Kecamatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kotamadya yang mempunyai wilayah kerja tertentu dibawah pimpinan Camat. Di Kecamatan Medan Tuntungan ini terdapat Rumah Sakit Umum Adam Malik dengan Type Kelas A (Rumah Sakit Umum Pusat) dan Rumah Sakit Jiwa. Pengertian Kecamatan Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah Kabupaten/Kotamadya yang terdiri atas Desa dan Kelurahan.1. Dalam hal Otonomi Daerah. .BAB V KECAMATAN DAN TRANSPORTASI DI KOTA MEDAN 1. Kecamatan Medan Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kabupaten Kecamatan Kabupaten Kecamatan DeliSerdang Medan Johor DeliSerdang Medan Selayang Kecamatan Medan Tuntungan dengan luas wilayahnya 20.

Di Kecamatan Medan Tuntungan ini mempunyai prospek baik dalam jenis usaha agroindustri karena tanahnya yang subur serta lahan kosongnya yang masih luas. dan merupakan daerah resapan air bagi Kota Medan.81 KM ² Kecamatan Medan Johor adalah merupakan daerah pemukiman di Kota Medan di sebelah Selatan. dengan penduduknya berjumlah : 113. disamping itu juga sangat berpotensi dibidang agrobisnis dan pendidikan. Kecamatan Medan Amplas Kecamatan Medan Amplas terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan dengan dengan Kecamatan Kabupaten MedanJohor DeliSerdang . Walaupun bukan sebagai daerah pusat industri di Kecamatan Medan Johor ini juga terdapat beberapa industri kecil seperti Pengolahan Kopi dan Produk Minuman ringan. Di Kecamatan Medan Johor ini banyak terdapat perumahan-perumahan kelas menengah dan mewah.3. 1. Disini juga terdapat Balai Pembibitan Pertanian dan sebuah Asrama Haji yang besar dan megah dengan pelayanan hajinya setiap tahun sering mendapat penghargaan secara Nasional. 1. daerah ini sangat potensial bagi para investor yang bergerak dibidang Real Estate.2.593 Jiwa (2006) . Kecamatan Medan Johor Kecamatan Medan Johor terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Barat berbatasan Sebelah Timur berbatasan Sebelah Selatan berbatasan Sebelah Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kabupaten Kecamatan Medan Medan Deli Medan Tuntungan Amplas Serdang Polonia Kecamatan Medan Johor dengan luas wilayahnya 12.

1. Kecamatan Medan Denai Kecamatan Medan Denai terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan KecamatanMedanKotadanKecamatanMedanArea KabupatenDeliSerdang KecamatanMedanAmplas Kecamatan Medan Tembung Kecamatan Medan Denai dengan luas wilayahnya 11..771 jiwa (2006). Produksi Sulaman Bordir.58 KM² Kecamatan Medan Amplas adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Timur yang merupakan pintu masuk dari daerah lainnya di Sumatera Utara maupun Propinsi lainnya melalui transportasi darat. dengan penduduknya berjumlah 111.Sebelah Sebelah Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan Kabupaten Kecamatan DeliSerdang Medan Kota Kecamatan Medan Amplas dengan luas wilayahnya 14.4. dengan penduduknya berjumlah 137. Kecamatan Medan Area Kecamatan Medan Area terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : .19 KM² Kecamatan Medan Denai adalah wilayah Timur Kota Medan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang. Produksi Moulding dan Bahan Bangunan. 1. Potensi dan Produk Unggulan dari Kecamatan ini berupa Produksi Sepatu dan Sandal. Daerah ini pada dahulunya adalah bekas perkebunan Tembakau Deli yang amat terkenal itu.5. Karena merupakan daerah pengembangan maka di Kecamatan Medan Denai ini banyak terdapat usaha Agrobisnis seperti Pengolahan Kopi.690 jiwa (2006).

982 jiwa (2006). show room. Sepatu / Sandal. dengan penduduknya berjumlah : 82. Di Kecamatan Medan Kota ini terdapat Terminal Teladan sebagai terminal Taksi antar kota. Pengolahan Kopi dan Kerupuk Ubi / Kue. Di Kecamatan ini terdapat juga Lapangan Sepak Bola bertaraf Internasional yaitu Stadion Teladan.99 KM² Kecamatan Medan Kota adalah daerah perdagangan dan jasa. Kecamatan Medan Kota Kecamatan Medan Kota terletak di pusat Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanMaimun MedanDenai MedanAmplas Medan Area Kecamatan Medan Kota dengan luas wilayahnya 7.05 KM² Kecamatan Medan Area adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Timur yang merupakan pintu masuk dari daerah lainnya di Sumatera Utara maupun Propinsi lainnya melalui transportasi darat. Di Kecamatan Medan Area ini terdapat industri-industri rumah tangga unggulan yang sudah cukup dikenal di Kota Medan seperti : Sulaman Bordir. pertokoan. Sebagai daerah perdagangan dan jasa.558 jiwa (2006). .Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanKota MedanDenai MedanKota Medan Perjuangan Kecamatan Medan Area dengan luas wilayahnya 9.6. di Kecamatan ini banyak terdapat pasar dan pusatpusat perbelanjaan. 1. dengan penduduknya berjumlah 107.

01 KM² Kecamatan Medan Selayang adalah daerah permukiman Kota Medan di sebelah Barat Daya. . dengan penduduknya berjumlah : 48. 1.958 Jiwa (2006) Di Kecamatan Medan Maimun ini terdapat bangunan peninggalan sejarah kejayaan Kesultanan Deli masa dahulu yaitu Istana Maimun yang terletak di Kelurahan Sukaraja.7.208 Jiwa (2006).8. Di Kecamatan Medan Selayang ini banyak terdapat perumahan-perumahan kelas sedang dan mewah.1. Kecamatan Medan Selayang Kecamatan Medan Selayang terletak di wilayah Barat Daya Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan MedanSunggal Kecamatan MedanPolonia dan MedanJohor Kecamatan MedanTuntungan Kecamatan MedanSunggal dan Medan Baru Kecamatan Medan Selayang dengan luas wilayahnya 9. salah satunya adalah Perumahan Taman Setia Budi Indah.27 KM² Kecamatan Medan Maimun dengan penduduknya berjumlah : 48. Kecamatan Medan Maimun Kecamatan Medan Maimun terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Barat berbatasan Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanPolonia MedanKota MedanJohor Medan Petisah Kecamatan Medan Maimun dengan luas wilayahnya 5.

1.1. Kereta Api Indonesia Eksploitasi Sumatera Utara (PT. .82 KM² Kecamatan Medan Barat adalah salah satu daerah jasa dan perniagaan di Kota Medan. Di Kecamatan Medan Barat ini terdapat sebuah bengkel khusus kereta api yang dimiliki oleh PT. Di Kecamatan Medan Baru ini juga ada terdapat industri-industri kecil yang menjadi unggulannya seperti : Pengolahan Kopi. dengan penduduknya berjumlah 43. Kecamatan Medan Baru Kecamatan Medan Baru dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selayang Sebelah Sebelah Sebelah Timur berbatasan Selatan berbatasan Utara berbatasan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Medan Medan Medan Polonia Johor Petisah Barat berbatasan dengan Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Kecamatan Medan Baru dengan luas wilayahnya 5.867 Jiwa (2006). dengan penduduknya berjumlah 77.10. Kecamatan Medan Barat Kecamatan Medan Barat dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Barat berbatasan Sebelah Timur berbatasan Sebelah Selatan berbatasan Sebelah Utara berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan MedanDeli MedanPetisah MedanTimur Medan Helvetia Kecamatan Medan Barat dengan luas wilayahnya 6.84 KM² Kecamatan Medan Baru adalah salah satu daerah hunian dan permukiman di Kota Medan.524 Jiwa (2006).KAI-ESU).9.

25 KM² Kecamatan Medan Belawan adalah daerah pesisir Kota Medan dan merupakan wilayah bahari dan maritim yang berbatasan langsung pada Selat Malaka dengan penduduknya berjumlah 94. dengan penduduknya berjumlah : 139.065 jiwa (2006). 1.12. Kecamatan Medan Belawan Kecamatan Medan Belawan terletak di wilayah Utara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Barat berbatasan berbatasan berbatasan dengan dengan dengan Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Medan Marelan dan Sebelah Timur Sebelah Selatan Kecamatan Medan Labuhan Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka Kecamatan Medan Belawan dengan luas wilayahnya 26.735 jiwa (2006).1.09 KM² Kecamatan Medan Tembung adalah daerah pintu gerbang Kota Medan di sebelah Timur yang merupakan pintu masuk dari Kabupaten Deli Serdang atau daerah lainnya melalui transportasi darat. .11. Kecamatan Medan Tembung Kecamatan Medan Tembung terletak di wilayah Timur Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Sebelah Barat Timur berbatasan berbatasan berbatasan berbatasan dengan dengan dengan dengan Kecamatan Kabupaten Kecamatan Kabupaten Medan Perjuangan Deli Serdang Medan Denai Deli Serdang Sebelah Selatan Sebelah Utara Kecamatan Medan Tembung dengan luas wilayahnya 4.

1. 2. dan substansi dari data dan informasi terkait. Model adalah suatu reprentasi ringkas dari kondisi rill dan berwujud suatu rancangan yang dapat menjelaskan atau mewakili kondisi rill tersebut untuk tujuan tertentu. Sabagai relatip dan sulit di ukur secara absolute. Aktivitas meringkas atau penyederhanaan kondisi realistis ( nyata ) ini dapat kita sebut sebut sebagai aktivitas pemodelan. kemudian data pimer yaitu data yang sesungguhnya didapat langsung dari hasil survey dilapangan beberapa dari dibawah ini adalah karakteristik dari data primer : 1. Oleh karena itu data primer ini sangat sulit diprediksi sehingga perlu kita menyederhanakan dan diringkas seoptimal mungkin tampa menyimpang dari maksud.BAB V PEMODELAN PERENCANAAN TRANSPORTASI 4. Memiliki variable yang cukup banyak 3. dengan demikian model dapat kita defenisikan sebagai berikut : 1. Defenisi Permodelan Dalam perencanaan transportasi perlu kita satu langkah untuk menganalisis setiap data dan informasi yang relevan sebgai acuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan. Bersifat komplek dan beragam 2. 3. . Data informasi ini dapat berupa data sekunder yaitu data yang tersusun dan dapat di lihat di instansi-instansi badan terkait. Cepat berubah sesuai dengan pergantian waktu dan tempat 4. Model adalah suatu reprentasi atau formalisasi dalam bahas tertentu yang disepakati dari suatu kondisi nyata. Model adalah suatu kerangka utama atau formulasi informasi/data tentang kondisi Data yang dikumpulkan untuk mempelajari/menganalisa system nyata tersebut. tujuan.

Berikut adalah batas-batasan tentang model yang dapat menyimpan pesan yang dapat mewakili dunia nyata secara keseluruhan sehingga mempermudah pemahaman bagi orang yang ingin mengamatinya.1 Persepsi (penapsiran /pandangan Kondisi nyata real ) ( Harus dapat mewakili secara keseluruhan dan bandingkan dengan cara proses pengujian Ungkapan/repprentasi/gambara n melalui rancangan dan lisan ( model ) . dan dapat diperhatikan alur proses alur yang dilkusiskan dalam gambar 3.

B. C. Hal ini dilakukan melalui proses kalibrasi dengan metode-metode staristik. Merupakan urutan proses secara hirarki. A. perpetaan dll. F. D. 4. miniature dll. Apabila penyimpangan data dari model tidak jauh dari kenyataan makan analisa modelnya dapat dipakai dan modenya pun dikatakan abash dan begitu pula sebalaiknya. fungsi dan lain-lain. Model Diagram ( Diagramatic Model ) Contohnya mencakup semacam grafik dan segala jenisnya.2. Model Foto ( Photo Model ) Model yang berbentuk gambar-gambar di atas kanvas atau kertas kartun misalnya : gambar lukisan. potret. model teknik. diagram dan lain-lain. karya arsitektur.Proses pengujian model ini sering di istilahkan dengan validasi Model atau uji keabsahan model. Model Diskriftif dan Normatif Adalah model yang berusaha menerangkan perilaku system yang ada. wayang golek. E. Model Menurut Tingkat Abstraksinya. yang di awali dari sebuah gagasan dan di akhiri dengan realisasi seperti : . Model Matematika dan Statistik ( Mathematical and Statistical Model ) Model yang berbentuk fungsional secara terukur ( kuantitatif ) seperti: rumus-rumus. Konsep Pemodelan Transportasi Model-model yang lumrah diterapkan dalam bidang ilmiah secara umum. Model fisik ( Physical Model ) Model ini berbentuk fisik dan dapat dilihat langsung seperti aslinya misalnya: maket.

.Gambaran Abstrak ( Gagasan ) Maket ( Penuangan Gagasan ) Gambar ( Model Teknis / Konstruksi ) Diagram ( Grafis ) Rumus Matematika ( Model analisis matematik ) Proses Pengoptimalan Gambar yang optimal Maket yang optimal Konstruksi Selesai ( Realisasi gagasan/abstrak ).

H. tidak diketahui variablenya. Model lainnya yang sering kita jumpai dalam dunia ilmiah adalah : Model informasi dan model observasi dan pengukuran. Model Kualitatif dan Model Kuantitatif Model Kualitatif adalah model yang tidak bisa di ukur dengan angka cirri-ciri dari model ini adalah tidak dapat di ukur.G. Model yang sudah kita pilih kita kalibrasikan dengan menggunakan data tahun sekarang untuk mendapatkan nilai koefisien yang berarti dalam lingkup daerah studi. Penuangan realita ke dalam bentuk gambar dilakukan dengan menggunakan ukuran pembanding ( skala ). . Sebagai alat Bantu untuk memahami cara kerja system b. I. industri. Untuk memudahkan kita menggambarkan dan menganaisa realita 2. Perananan Model a. model fisik. Model secara Keseluruhan Model mental artinya model ini hanya bisa di pahami namun tidak bisa di ceritakan Model formal ialah lawan dari model mental model ini bisa di komunikasikan contohnya model skematis. adanya distribusi probabilitas dll Model kuantitatif adalah model yang bisa di ukur dengan angka atau ukuran contohnya seperti data-data matematika dan statistic. Meramalkan perubahan aktivitas seperti tata ruangm. Untuk memudahkan dilakukannya perkiraan terhadap hasil-hasil dari langkahlangkah alternative yang diambil c. ekonomi. J. Cara Penggunaannya a. social dll. b. sangat banyak variable nya. model simbolis dan lain-lain. Model Menurut Dimensinya. 1. Peranan Model Dalam Perencanaan Transportasi Dan Cara Penggunaannya. perdagangan.

Dan akan . Jumlah lapangan kerja 3. Pola penyebaran lokasi kegiatan 5. Bandingkan hasil pemodelan berupa hasil rencana tersebut seperti arus laluintas dan perbaikan pelayanan yang diharapkan dah yang terbaiklah yang akan dilaksanakan. Ketersediaan dan dll Variable terikat Variable ini akan di hitung dan diramalkan berupa jumlah kebutuhan transportasi yang dihitung dari jumlah lalu-lintas penimpang. Pemilikan kenderaan b. Biaya angkutan 3.c. Luas lahan untuk kegiatan 4. Meramalkan perubahan aktivitas seperti no 2 dengan asumsi bahwa kondisi system transportasi mengalami perubahan d. Sistem tata guna lahan / aktivitas berupa 1. Waktu perjalanan 2. Dalam pemodelannya system tata guna lahan Transportasi mengandung dua buah variable yang dapat kita identifikasi dan ukur variable tersebut adalah : Variable Bebas terdiri dari : a. Jumlah penduduk 2. Sistem transportasi berupa kondisi / tingkat pelayanan transportasi seperti : 1. Kehandalan 5. barag di jalan raya per satuan waktu. keamanan 4. Model Tata Guna Lahan ( Sistem Aktifitas ) Sistem Transportasi Perencanaan ini perlu karena akan selalu berpengaruh terhadap perbahan dan perkembangan tata guna lahan dan penting untuk merencanakan system angkutannya. Pelayanan Kenyamanan.

Variable terikat yang akan diramalkan berupa jumlah kebutuhan akan jasa transportasi –Q Dapat kita rumuskan sebagai berikut : Qik j (Q pi .di cari antara korelasi elemen dalam model tata guna lahan system transportasi dengan notasi dan model sebagai berikut. LU LU oi . Kesimpulan dari model tata guna lahan system transportasi ini adalah dalam perencanaan transportasi adalah sebgai berikut : . LU df  . Qaj ) = Jumlah arus lalulintas dari zona i asal ke zona tujuan j melewati rute k yang terbagi atas jumlah arus lalu lintas yang dihasilakan oleh zona asal i (Q pi ) dan jumlah arus lalu lintas (Q aj ) yang tertarik ke zona tujuan. Qaj )  f LU LU oi . Notasinya a. Ti  j Dimana :   Qik j (Q pi . LU df  = Tata guna lahan di arean studi yang terbagi atas :  Tata guna lahan zona asal i Tata guna lahan di zona tujuan j T  i j = Atribut pelayanan system transportasi dari zona asal i ke zona tujuan j. Variable bebas Sistem tata guna lahan dan aktivitas – LU Sistem Transportasi – T b.

1. 2.V ) Dimana : DV IV F = Variable terikat yang diamati perilakunya dalam system = Variable bebas yang berpengaruh terhadap perilaku variable terikat = Notasi yang menunjukkan bahwa DV fungsi dari IV yang arti logikanya di asumsikan sebagai IV. 3. yang berawal dari interaksi di antara aktivitas social ekonomi masayarakat tersebut yang kativitas social ekonominya itu memiliki kecenderungan untuk menyebar ke segala penjuru dalam suatu ruang lingkup wilayah atau kota. Menentukan angka ( besaran ) jumlah arus lalu lintas pada masa tahun rencana dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan untuk menetapkan berapa jumlah fasilitas pelayanan system transportasi yang akan di bangun. Model Statistik – matematik Metode atau alat analitis untuk pengamatan hubungan variable-variable berpengaruh tersebut adalah model hubungan funsional berupa pernyataan matematikyang bentuknya seperti : DV  f ( I . Analisis Permintaan Transportasi ( Transportation Demand Analysis) Sasaran utama dari analisis permintaan transportasi adalah terdapatnya kebutuhan akan jasa transportasi dari penduduk atau masyarakat. 4. khususnya para perencana transportasi dan masyarakat yang terlibat dengan transportasi bik langsung ataupun tidak langsung betapa eratnya hubungan ketiga variable tersebut. Untuk meneliti sampai dimana kekuatan saling mempengaruhi di antara variable tata guna lahan system transportasi dan jumlah kebutuhan akan jasa transportasi. Untuk memberkan pemahaman /kesadaran kepada kita. cukup nyata pengaruhnya terhadap gelagat perilaku DV yang kita amati. . Untuk mengamati perilaku saling mempengaruhi antara tata guna lahan system transportasi dan jumlah kebutuhan yang akan di timbulkan.

Karakteristik yang lebih spesifik dari permintaan transportasi Dari sifat umum kebutuhan akan jasa transportasi seperti kita dapat turunkan dua karakteristik yang lebih spesifik dari kebutuhan akan jasa transportasi tersebut : a. Pengertian adalah Anaisis permintaan transportasi ini menghubungkan antara kebutuhan akan jasa transportasi dengan aktivitas ekonomi yang akan menimbulkan kebutuhan transportasi tersebut. Oleh sebab itu permintaan jasa transportasi disebut bersifat tidak langsung dikenal dengan istilah populernya permintaan turunan. 3. Sifat Umum dari permintaan Transportasi Permintaan transportasi atau dengan kata lain kebutuhan manusia dan barang akan jas transportasi bukanlah merupakan kebutuhan langsung. berdasarkan karakteristik bukan ruang ini kita harus memformulasikan 3 penting berikut ini : Mengapa terjadi kebutuhan akan jasa transportasi karena adanya aktivitas berikut : EKONOMI SOSIAL AKTIVITAS BUDAYA PENDIDIKAN REKREASI DAN LAIN-LAIN KEGIATAN . Untuk mengethui factor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya kebutuhan akan jasa transportasi. melainkan sesungguhnya kebutuhan akan jasa transportasi timbul di akibatkan oleh adanya keinginan untuk mencapai memenuhi tujuan lainnya yang sebenarnya. Karakteristik Non Spesial ( Bukan Berdasakan Ruang/Space ) Kebutuhan akan jasa transportasi timbul disebabkan oleh hal-hal yang bukan berdasar ruang. 2.Hal-hal yahng harus kita ketahui agar dapat dicapai hasil telaah atau analisis yang memuaskan: 1.

Ada pula beberapa profil perjalanan yang terjadi sekali dalam seminggu . dan perjalanan ke dan dari sekolah / kampus yang dibentuk oleh aktivitas pendidikan. sebulan.Moda transportasi apa yang akan digunakan . profi perjalanan ibadah seperti hari raya idul fitri dan perjalanan haji . dan setahun atau tidak menentu.Kapan terjadi kebutuhan akan jasa transportasi? Terjadi dalam waktu yang teratur contohnya seperti perjalanan ked an dari tempat mencari nafkah yang dibentuk oleh aktifitas ekonomi. seperti profil perjalanan wisata ke dan dari objek wisata yang cenderung banyak terjadi setiap hari minggu atau libur.

Di sini terlihat jelas bahwa jaringan jalan yang ada di inti kota Medan semakin memperkuat sinyalemen yang dikemukan oleh Babcock.BAB VI PENGOLAHAN DATA 5. industri. Karena pada guna tata lahan yang difungsikan sebagai pusat bisnis (CBD). hal ini sangat tergantung pada fungsi dari tata guna lahan dimana rute itu ditetapkan. jumlah dan jenis lalu lintas yang dihasilakan oleh setiap tata guna lahan merupakan fungsi dari parameter yang berbeda serta pemukiman.1. pendidikan dan jasa akan selalu memberikan bangkitan perjalanan yang relatif yang lebih besar dari pada lokasi yang difungsikan sebagai hutan ataupun pertanian. faktor utama yang mempengaruhi mobilitas adalah sistem transportasi yang menjadi poros dalam menghubungkan CBD. perumahan. . Teori Poros yang dikemukakan oleh Babcock (1932). yang menekankan pad peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Rute Angkutan dan Tata Guna Lahan (Black 1978). Oleh karena rute angkutan umum pada umumnya dipilih untuk melewati tempat-tempat yang memilikijumlah permintaan atau penumpang yang tinggi. pendidikan dan komersial mempunyai ciri lalu lintas yang berbeda.

771.581.258.851.00 166.00 113.00 111.00 70.00 140.00 .257.00 98.516.317.00 144.793.00 141.00 7.00 39.633.328.00 112.00 61.173.143.749.942.2 Data dan Pengolahannya Tabel Jumlah Penduduk Per kecamatan: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Kecamatan Medan Tuntungan Medan Johor Medan Amplas Medan Denai Medan Area Medan Kota Medan Maimun Medan Polonia Medan Baru Medan Selayang Medan Sunggal Medan Helvetia Medan Petisah Medan Barat Medan Timur Medan Perjuangan Medan Tembung Medan Deli Medan Labuhan Medan Marelan Medan Belawan Jumlah Penduduk 80.395.00 93.544.00 95.579.00 96.00 52.00 133.744.00 108.00 123.00 39.794.414.506.5.

851 4.502 14.557 4.890 4.685 7.682 16.306 23.433 9.773 4.308 8.836 10.005 7.898 2.186 17.311 10.590 10.655 7.648 16.323 7.930 1.760 3.740 4.495 5.557 2.776 11.627 10.673 7.514 10.470 14.877 7.325 5.477 4.562 2.347 8.790 21.076 7.396 167.385 2.998 13.076 7.611 9.995 2.814 5.290 6.510 6.729 6.700 20.775 12.786 2.420 14.245 6.503 5.480 2.855 17.710 3.740 7.806 4.983 23.900 8.070 4.460 19.915 5.205 6.047 5.256 9.729 8.596 9.587 9.282 21.390 10.940 11.772 16.006 4.830 2.380 6.983 14.080 5.555 12.258 11.190 3.387 8.205 20.428 5.555 18.786 3.937 16.147 10.280 4.587 12.255 20.998 20.308 8.433 6.385 5.311 8.468 5. Kecama tan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 5.258 14.777 5.503 3.189 5.031 15.669 9.915 8.780 11.900 21.627 9.052 12.006 2.913 7.477 8.057 4.982 10.258 14.680 3.686 3.256 8.590 9.101 10.477 5.611 9.197 5.100 15.345 9.130 7.133 4.759 5.590 11.805 3.310 8.518 4.197 3.915 11.425 3.987 6.767 21.130 17.633 11.275 11.070 3.695 5.668 12.101 9.890 5.140 8.480 3.649 6.590 9.349 14.940 9.306 4.460 11.991 10.189 3.495 5.764 8.080 8.669 7.910 25.922 2.700 7.266 16.048 5.806 8.005 5.130 6.542 7.576 2.707 18.759 4.725 5.468 5.300 4.751 4.145 11.052 5.330 6.982 9.557 4.093 9.999 12.420 16.280 6.725 6.627 13.027 7.680 8.641 11.081 2.140 5.232 7.836 12.579 18.922 6.625 18.727 1.602 3.270 5.347 8.987 3.160 6.147 17.686 13.667 14.913 5.492 11.825 4.280 21.053 4.495 6.423 5.542 2.280 4.803 15.170 4.742 15.287 7.825 2.256 5.338 - .170 5.213 17.893 4.249 16.910 20.287 11.665 5.228 4.300 5.480 5.133 9.425 3.255 11.349 20.087 10.670 5.557 1.893 27.727 5.100 12.773 14.477 5.249 20.776 11.514 2.607 3.497 4.053 7.310 13.160 7.130 4.760 5.959 4.655 9.829 2.428 9.969 4.342 4.780 9.680 2.946 5.814 11.258 8.480 6.855 13.579 13.680 6.514 1.707 20.893 18.898 4.010 7.751 9.556 12.803 14.081 5.562 4.557 3.480 4.946 11.363 3.497 8.037 3.423 3.576 2.517 6.272 14.729 5.154 4.775 16.830 10.668 17.851 4.048 4.037 6.215 9.398 2.607 2.338 27.695 2.396 11.556 9.350 5.805 1.130 13.557 4.727 18.641 13.282 12.755 14.687 6.649 3.363 6.800 4.387 9.937 13.010 20.685 8.380 11.548 6.510 4.764 5.734 7.031 12.280 7.734 5.145 5.087 6.345 9.514 8.602 2.969 4.272 15.687 8.627 4.245 3.900 3.750 8.154 2.280 1.742 9.330 4.130 5.518 2.710 3.667 8.009 1.642 6.682 20.350 2.027 8.750 7.540 8.777 7.900 5.548 10.270 6.991 4.480 4.670 4.877 9.680 6.915 2.893 8.900 15.540 9.266 13.660 4.125 2.009 3.228 7.125 6.495 6.215 7.325 25.502 16.093 18.057 9.492 6.390 167.995 4.047 7.727 9.342 3.999 8.186 24.256 20.665 3.232 10.625 11.480 9.275 24.772 9.398 1.729 10.959 5.517 3.596 12.290 8.642 5.940 7.648 19.829 1.680 2.673 14.480 3.470 16.TABEL JARAK ANTAR KECAMATAN No.790 15.940 20.660 5.323 9.930 5.213 18.767 10.900 14.800 1.755 21.633 15.393 8.393 7.190 7.

553 0.103 0.77 1.746 1.586 0.712 0.519 0.8 1.989 1.936 3.774 5.283 5.696 4.451 1.135 1.77 0 1.711 1.586 0.26 19.539 1.293 0.967 1.582 0.855 0.26 1.214 5.619 3.53 5.15 1.103 14 0.219 3 0.661 1.002 0.778 3.867 1.561 0.296 0.485 0.906 0.073 0.979 2.619 0.15 8.164 11 1.293 1.209 10.699 1.553 1.035 0.035 8 0.876 0.218 6 0.774 0.073 0.836 0.189 0.433 16 0.755 1.564 1.526 1.439 0.273 0.196 0.319 13.189 0.539 0.342 0.4 28.305 2.143 0.482 3.53 0 32.107 0.94 3.683 1.451 2.113 1.39 1.02 0 8.67 0 42.556 17.478 2.34 0 .76 0.317 2.317 0.881 1.63 0.421 1.377 0.762 0.855 0.288 19.708 0 1.773 1.836 1.63 1.305 0.888 3.76 1.487 1.565 0.095 1.198 0.17 3.476 0 28.703 0.912 0.77 0.748 7.041 0.161 26.8 4.069 3.41 20.32 0.306 1.967 0.936 0.125 0.16 1.476 6.979 4.342 0.519 0.133 1.306 0 1.455 4.888 1.46 0 36.58 13 0.989 1.041 1.864 0.619 3.526 0.285 5.9 15.572 0.154 0.605 0.619 1.06 4.39 1.556 2.364 3.626 0.621 0.701 1.148 1.846 0.864 0.189 0.531 10.626 1.288 0.943 0.649 1.485 0.649 1.133 0.97 8.866 42.523 1.28 17 0.294 3.619 6.482 1.377 1.86 19.019 1.271 0.198 4 0.399 0.219 0.07 0 9.773 1.7 2.842 0 7.711 1.215 1.547 0 0.16 0 15.7 1.113 1.572 0.376 0.245 0.685 2.634 32.458 0.523 18 0.095 0.245 0.457 0 3.854 2.873 0.233 3.233 0.351 0.286 1.439 0.104 1.218 0.472 0.274 1.892 1.196 0.107 0.057 1.17 0.778 1.917 8.058 2.731 3.872 5.661 0.32 4.11 0.39 0.161 2.035 0.39 3.104 0.215 1.535 0.764 0 5.455 3.495 0.868 5.783 1.098 1.127 2.619 1.439 0.606 1.758 0.635 1.9 1.708 1.069 5.696 3.535 0.912 1.285 0.534 1.08 2 2.396 0.16 0 14.943 2.194 1.862 3.764 6.002 15 0.67 5.86 24.283 2.32 0.762 10.399 0.531 3.97 0 10.63 1.4 3.816 0.32 26.564 14.58 0.779 10.4 13.4 0 24.751 0.687 7.196 1.11 2.872 5.364 0.619 0.751 0.296 0.866 3.816 2.783 4.458 3.478 0.74 9.472 0.07 10.619 1.63 1.621 1.776 1.687 0.619 0.02 3.054 1.351 0.542 1.63 0.135 2.88 1.862 0 17.189 1.776 0.106 0.94 0.376 1.377 1.026 1.495 0.6 1.194 0.712 2.842 0.892 1.34 21 0.855 3.294 20 0.731 2.699 1.058 1.737 0.846 0.154 0.534 2.364 6.906 1.209 1.271 1.053 9 0.992 6.685 0.746 2.035 10 3.457 6.605 0.009 20.098 1.11 0.364 0.565 0.11 24.421 2.635 0.133 0.95 8.27 0.026 0.057 7.779 0.755 3.63 2.701 1.019 0.839 0.214 2.487 0.196 0.547 0.27 12 1.398 1.457 2.88 3.46 6.457 1.606 36.433 0.054 8.867 3.67 3.133 0.74 1.737 0.873 1.542 0.273 1.703 0.77 1.917 24.314 2.TABEL TRIP ANTAR KECAMATAN No.758 1.274 1.839 6.314 0.28 0.868 5.06 0.08 0.683 0.125 0.009 0.755 1. Kecamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 0 2.148 0.439 0.398 0.127 4.106 7 0.561 3.634 6.854 19 0.41 0 19.143 0.16 1.992 0.377 1.881 1.755 1.748 5.053 0.164 0.396 5 0.619 1.67 5.319 5.855 1.286 5.6 2.95 2.582 1.876 6.

789 3831.45 15886.021 14012.65 14182.66 11123.91 11957.06 15360.095 0 11084.992 16398.67 6986.916 10884.581 52.44 10884.515 5136.77 10559.257 61.725 10209.09 15060.519 11804.836 7615.972 7554.252 6538.504 7957.41 13196.972 13454.559 7884.992 4393.69 13410.23 19269.91 24061.41 4998.84 11444.725 13963.41 15886.071 7135.84 13504.579 166.31 19853.742 3687.11 6961.467 8007.633 93.824 9937.59 10375.36 23420.56 8913.346 8765.22 15566.017 5548.146 4478.771 108.911 8248.37 7647.516 98.65 0 16264.158 3687.017 5042.313 5596.936 4400.TABEL PERKALIAN ANTAR PENDUDUK No.308 5096.257 61.09 16398.742 5136.4 12896.977 2440.789 2868.793 111.13 10191.37 9453.515 10487.143 141.75 9158.71 8248.56 8998.746 3694.88 13901.73 10617.516 98.977 3736.76 13927.45 5596.2 12534.073 6070.944 3831.46 22280.84 13556.48 13768.46 17866.58 39.272 4470.021 11444.07 6707.6 3774.38 18756.87 0 15997.504 4894.339 5869.47 12247.016 5287.17 8805.11 0 8907.07 10923.88 0 15610.519 14511.531 5874.16 10487.904 5700.851 113.67 6832.112 10930.46 10375.41 11828.949 9175.72 10522.192 11084.559 2801.79 7814.08 15830.87 17511.13 9220.75 0 14012.69 11365.749 70.495 6832.087 2801.91 12534.508 6590.916 10138.7 13777.639 0 2086.979 7688.164 3821.395 96.72 15671.41 15113.22 12077.85 0 13650.15 10470.86 9010.6 15929.96 10470.863 10767.808 5587.919 10262.3 6864.919 4478.59 5973.071 1564.187 4299.7 16102.727 7413.38 0 .15 5961.583 4299.89 17390.21 4370.284 2796.88 12756.46 2440.317 112.267 7413.07 15610.37 16321.77 3203.07 15929.155 10812.25 5557.96 4462.84 10767.789 0 2089.66 15566.86 19853.765 4273.243 10006.414 95.258 12896.979 5762.771 108.53 15941.252 3198.565 13768.07 13463.006 12247.531 6931.1 8913.749 70.834 4400.7 15719.76 8182.088 5728.803 5735.84 13504.51 9158.544 72.06 15253.055 8792.164 0 2872.384 12757.308 2872.106 4902.587 4292.087 3259.77 8989.46 23583.21 15671.84 0 7007.31 12291.565 11365.317 112.22 19269.84 6601.936 10191.56 20657.09 13556.848 8182.916 9453.17 4481.155 11558.015 9389.587 6957.171 4927.58 39.09 8068.267 4393.239 15253.52 5709.7 8670.41 5897.25 10617.744 144.16 13196.06 10559.059 8007.143 141.339 5557.016 4927.91 15997.495 4481.803 3694.508 13133.015 7957.17 15060.19 16321.066 6604.059 13454.959 11123.19 15941.834 8805.25 16102.447 10024.096 4470.208 0 3885.555 7464.11 7867.173 140.729 10522.096 12176.581 52.55 13104.164 5287.89 15113.904 3259.84 20255.851 113.328 133.808 5096.794 39.06 10375.506 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 80.976 6961.31 11558.836 2444.944 3815.25 9695.17 5278.17 5709.23 18804.09 12466.92 16264.066 0 10138.038 6707.073 2796.727 3780.66 0 22280.22 8731 10006.53 9491.59 4894.088 7647.4 5728.911 6604.06 16037.09 18119.192 5700.187 3736.992 7979.53 18871.313 5973.56 18756.19 7052.006 10209.07 8989.28 8211.346 8792.45 15719.863 9125.06 10299.5 0 12466.223 4273.942 123.04 14850.73 11676.365 13901.85 10923.11 18887.67 6590.07 9220.6 13805.4 6759.92 6070.86 10733.424 9937.44 20397.79 17511.53 18887.794 39.89 20657.424 5897.67 20397.258 6773.384 10812.485 4462.173 140.395 96.746 9695.47 9175.729 13133.19 6601.15 13500.328 133.77 16543.11 18119.171 4292.992 10680.742 2444.825 3780.942 123.725 0 4370.464 11957.243 12291.083 3891.112 5548.4 23583.3 11804.39 17390.793 111.52 5952.365 3815.506 0 10024.555 3821.08 9389.976 6957.239 6759.579 166.46 12578.207 4455.71 24061.55 14850.09 15830.144 3774.45 4998.824 12077.038 0 7688.583 6773.84 10262.548 3885.675 8765.144 3198.829 7979.414 95.73 8998.106 8211.544 72.48 20255.11 9010.447 11828.789 2089.73 13777.59 18804.88 23420.095 4455.825 3203.45 17866.765 4902.39 7730.822 7867.17 13463.5 14511.742 10680.744 144.25 6931.485 5190.45 7007.284 5735.04 0 18542.146 6538.59 13104.548 5952.848 3891.46 14182.822 8670.67 15360.67 5869.033 9491.15 16543.37 10299.36 12757.22 5762.66 13963.725 11676.28 13650.959 5587.467 8731 5961.31 10733.86 10805.164 12105.86 12105.207 7615.208 5190.158 7052.272 7464.6 13500.48 18871.223 5042.975 12176.38 18542.86 7884.949 5278.38 7730.59 10930.89 12578.09 16037.07 7814.633 93.639 1564.25 0 13410.916 7135.2 13805.033 2868.975 9125.083 2086.22 13927.1 7554.055 10375.829 8907.46 12756.84 8068.464 5874.51 10805.675 6986. Kecamatan Jlh.48 6864. Penduduk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 80.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->