Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher di Tubingen, Jerman, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel. Namun demikian, penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel. DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut. Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik. Dalam penelitian oleh Avery dan rekan-rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal men-transform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh. Eksperimen yang dilakukan Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan pencari jejak radioaktif (bahasa Inggris: radioactive tracers). Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar X pada DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin. Pada tahun 1953, James Watson dan Francis Crick mendefinisikan DNA sebagai polimer yang terdiri dari 4 basa dari asam nukleat, dua dari kelompok purina:adenina dan guanina; dan dua lainnya dari kelompok pirimidina:sitosina dan timina. Keempat nukleobasa tersebut terhubung dengan glukosa fosfat. Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin menemukan bahwa molekul DNA berbentuk heliks yang berputar setiap 3,4 nm, sedangkan jarak antar molekul nukleobasa adalah 0,34 nm, hingga dapat ditentukan bahwa terdapat 10 molekul nukleobasa pada setiap putaran DNA. Setelah diketahui bahwa diameter heliks DNA sekitar 2 nm, baru diketahui bahwa DNA terdiri bukan dari 1 rantai, melainkan 2 rantai heliks. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini. Konfirmasi akhir mekanisme replikasi DNA dilakukan lewat percobaan Meselson-Stahl yang dilakukan tahun 1958.

Page 1

Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel. Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. B. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan ini adalah:
1.

Tujuan umum

Agar mahasiswa mengetahui keseluruhan tentang DNA 2. Tujuan Khusus: a. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian tentang DNA b. Agar mahasiswa dapt mengetahui struktur dan susunan DNA c. Agar mahasiswa mengetahui fungsi dari DNA C. MANFAAT PENULISAN Yaitu agar mahasiswa lebih dapat mengerti dan mengenali tentang DNA serta, mengetahui fungsi struktur dan sejarah perkembangan pada DNA. D. SISTEMATIKA PENULISAN Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut: Kata Pengantar Daftar Isi 1. BAB I Pendahuluan a. b.
c.

Latar Belakang Tujuan Penulisan Manfaat Penulisan


Page 2

d.

Sistematika Penulisan

2.

BAB II Metodologi Mengekstrasi DNA a. b. c. d. e. Teori singkat Tujuan Metode Alat dan Bahan Cara kerja

3.
4.

BAB III Pembahasan BAB IV Kesimpulan

Daftar Pustaka

Page 3

BAB II METODOLOGI MENGEKSTRAKSI DNA

A. TEORI SINGKAT Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin menemukan bahwa molekul DNA berbentuk heliks yang berputar setiap 3,4 nm, sedangkan jarak antar molekul nukleobasa adalah 0,34 nm, hingga dapat ditentukan bahwa terdapat 10 molekul nukleobasa pada setiap putaran DNA. Setelah diketahui bahwa diameter heliks DNA sekitar 2 nm, baru diketahui bahwa DNA terdiri bukan dari 1 rantai, melainkan 2 rantai heliks.

B. TUJUAN Mengekstraksi DNA dari kacang kapri C. METODE Praktek laboratorium untu kekstraksi DNA D. ALAT DAN BAHAN 1. 2.
3. 4. 5. 6.

Blender Beaker Glass 1000 cc dan 200 cc Tusuk gigi atau lidi Kain puring (pelapis baju) sebagai penyaring Gelas corong 180 gram kacang kapri
Page 4

7.
8. 9.

180 ml air hangat 3,5 gram garam dapur 250 sabun cair, detergen, atau sampo yang sudah diencerkan 100 ml isopropanol dingin Bubuk pengempuk daging

10.
11.

E. CARA KERJA 1. Larutkan garam dapur di dalam air hangat.

2.

Blender kacang kapri serta larutan garam dapur dan air hangat sampai membentuk campuran bubur kapri dengan cairannya.

Page 5

5.

Masukkan sekitar 125 ml sumber DNA (dari langkah kerja keempat) ke dalam gelas beaker baru, aduk selama 8 menit.

6.

Saring sumber DNA tersebut dengan menggunakan kain puring dan gelas corong.

7.

Filtrat hasil penyaringan dibagi sama rata ke dalam beaker glass. Kemudian tambahkan bubuk pengepuk daging.

8.

Tambahkan

isopropanol dingin sebanyak 1 kali volume filtrate pada beaker

glass.
Page 6

9.

Setelah penambahan isopropanol akan terbentuk campuran dengan dua lapisan, yaitu lapisan isopropanol (di bagian atas) dan lapisan air dan bubuk kapri (di bagian bawah).

isopropanol air Bubur kacang kapri

10.

DNA kacang kapri akan mengembang di lapisan isopropanol. DNA tersebut dapat diperoleh dengan melilit-lilitkannya pada lidi.

lapisan tengah berupa benangbenang yang merupakan DNA

Page 7

BAB III PEMBAHASAN


Deoksiribonukleik (DNA) merupakan komponen kimia utama kromosom dan merupakan bahan yang menghasilkan gen. Struktur DNA berupa struktur heliks beruntai ganda (double helix). Tersusun atas nukleotida yang terdiri dari tiga gugus yaitu: 1. 2. gula 5 karbon (2-deoksiribosa), basa nitrogen DNA : a. purin adenine (A) dan guanine (G) b. pirimidin sitosin (S) dantimin (T) Adenin (A) berpasangan dengan Timin (T) Guanin (G) berpasangan dengan Sitosin (S)
3.

dan gugus fosfat.

DNA memiliki beberapa fungsi yaitu: 1.


2.

sebagai pembawa informasi genetic dari satu generasi kegenerasi lainnya mengontrol aktifitas dalam sel, baik secara langsung maupun tidak langsung menentukan proses pembentukan protein (sintesis protein) membentuk RNA

3. 4.

Replikasi DNA
Page 8

1.
2. 3.

peristiwa sintesis DNA DNA harus secara tepat bereplikasi sebelum proses pembelahan dimulai Ada 3 teori mengenai replikasi DNA :

a. Konservatif b. Semi konservatif c. Dispersive Dari hasil praktikum, bentuk DNA yang kami peroleh menyerupai bentuk kapas.Gambar di bawah menunjukkan bagian yang seperti kapas adalah kumpulan DNA kacang kapri. lapisan isopropanol (di bagian atas), lapisan air dan bubuk kapri (di bagian bawah). Jika DNA diambil dari sumber-sumber yang berbeda, secara makroskopis DNA yang diperoleh terlihat berbeda tetapi secara mikroskopis terlihatsama (double helix) namun susunan basa nitrogennya berbeda.

isopropanol air Bubur kacang kapri

lapisan tengah berupa benang-

Jika kita mengambil sumber DNA yang berbeda seperti dari kacang hijau secara makroskopik akan terlihat sama dengan kacang kapri. Tetapi, jika kita lihat secara mikroskopik
Page 9

benang yang merupakan DNA

antara kacang hijau dengan kacang kapri akan terlihat DNA yang berbeda. Hal ini karena setiap makhluk hidup mempunyai susunan DNA yang berbeda. Pada praktikun kacang kapri penambahan sabun cair (sunlight) berguna untuk pembentukan benang-benang DNA dalam waktu yang relative cepat. Waktu rata-rata pembentukan benang-benang DNA oleh sabun cair (sunlight) membutuhkan waktu rata-rata 7 detik. Sehingga benang-benang DNA dapat terlihat secara kasat mata. Sedangkan penambahan isopropanol berguna untuk mempresipitasikan asam nukleat polimerik dengan baik untuk meningkatkan konsentrasi DNA. Dan penambahan bubuk pengepuk daging bertujuan agar DNA tersebut dapat berkumpul dan mengembang sehingga dapat terlihat.

BAB IV KESIMPULAN
Page 10

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap sumber DNA yang berbeda menghasilkan DNA yang berbeda-beda pula. Bentuk DNA yang dihasilkan pada pengamatan kali ini, adalah berupa benang-benang DNA yang menyerupai kapas. Berdasarkan analisis data yang kami peroleh terdapat tiga lapisan. Lapisan terbawah adalah filtrat (bubur kacang kapri yang mengumpul di bawah), lapisan tengah berupa benang-benang yang merupakan DNA sedangkan lapisan teratas merupakan isopropanol. Sumber DNA yaitu kacang kapri menghasilkan DNA yang berbentuk benang-benang halus berwarna putih. Pemberian sabun cair (sunlight) bertujuan untuk merusak membrane sel dan membrane inti sehingga DNA yang diinginkan dapat dikeluarkan dari dalam sel. Dan pemberian garam dapur menyebabkan protein dan karbohidrat terpresipikasi ke dalam larutan yang kemudian tersaring pada proses penyaringan, serta berperan dalam menjaga pH larutan agar tetap konstan sedangkan pada isopropanol mempresipikasikan asam nukleat polimerik dengan baik untuk meningkatkan konsentrasi DNA. Pada saat proses pemblenderan jangan dilakukan terlalu lama karena dikhawatirkan tidak hanya memecahkan sel tetapi akan merusak DNA. DNA pada kacang kapri maupun dari sumber DNA yang berbeda seperti kacang hijau mempunyai kadar atau jumlah yang berbeda dan warnanya pun berbeda. Karena tergantung pada penambahan sabun cair yang berpengaruh terhadap pembentukan DNA.

Page 11