Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL SI ORANGE PENURUN KADAR KOLESTEROL TINGGI

Disusun Oleh : Dewi Gayuh Lestari Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

SI ORANGE PENURUN KADAR KOLESTEROL TINGGI


I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Saat ini, penyakit penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Dari tahun ke tahun, kasus penyakit kardiovaskuler semakin meningkat. Faktor risiko utama penyakit pembuluh darah ini karena kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh (hiperkolesteroemia). Penyebab paling sering dari keadaan hiperkolesterolemia, yaitu kebiasaan makan yang berlebihan dan banyak mengandung kolesterol atau lemak tinggi. Sebenarnya dengan banyak mengkonsumsi sayuran dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi, seperti yang kita ketahui, bahwa wortel mengandung vitamin A yang sangat berkhasiat untuk kesehatan mata. Namun, wortel juga mengandung Beta karoten yang dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi, apalagi wortel ini sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun sangat terjangkau dibandingkan dengan obat-obat modern untuk penurun kadar kolesterol.

I.2 Tujuan a. Untuk memberitahu pada masyarakat tentang khasiat wortel yang dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh. b. Sebagai syarat penambahan nilai akhir dalam matakuliah Botani Farmasi.

II.

ISI/PEMBAHASAN

Life style atau gaya hidup masyarakat yang kian tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi makanan enak dan siap saji, dikejar waktu dan pekerjaan serta stres bisa menimbulkan masalah kesehatan serius, yakni terserang kolesterol yang menakutkan. Hal ini terutama dialami oleh mereka yang tinggal diperkotaan. Penyakit kardiovaskuler umumnya berkembang akibat gaya hidup yang tidak sehat. Kolesterol jahat selama ini memainkan peranan yang penting dalam penyumbatan pembuluh darah. Menurut Depkes, Kolesterol adalah lemak yang berwarna kuning yang berasal dari makanan yang kita makan diolah oleh tubuh menjadi glikogen kemudian diolah lagi menjadi glukosa. Glukosa diolah lagi menjadi kolesterol, kalau orang tidak pernah gerak maka kolesterol akan menyumbat pada organ yang tidak pernah digerakkan . Akibat penyempitan pembuluh darah itu, seseorang bisa secara tiba-tiba terkena stroke atau jantung koroner. Periksa diri bila tubuh mulai terasa pegal-pegal atau kesemutan karena itu bisa menjadi awal adanya penyempitan pembuluh darah. Ahli kesehatan, Dr Handrawan Nadesul dalam seminar kesehatan di Hotel Sahid Jaya Makassar menyampaikan, upaya mengikis kolesterol jahat tak harus dengan obat-obatan modern. Karena sayuran yang sudah tak asing lagi bagi keluarga Indonesia, yaitu wortel (Daucus carota L.) yang termasuk dalam famili Apiaceae ternyata memiliki khasiat yang bisa menggelontorkan kolesterol jahat dari dalam tubuh. Wortel yang biasa dikenal sebagai sayuran yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mata ini, ternyata juga mampu menurunkan kadar kolesterol karena mengandung betakaroten. Mekanisme kerja betakaroten dalam tubuh dengan cara merangsang pengeluaran cairan empedu dari kandung empedu ke usus sehingga kolesterol akan terbawa keluar bersama cairan empedu dan akhirnya dibuang melalui feses. Efek lainnya sebagai antikoagulan / antitrombik yang mencegah terjadinya penggumpalan atau plak pada dinding pembuluh darah sehingga dapat menghambat proses arteriosclerosis (penyempitan pembuluh darah) . ( Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma, 2008 : 32 ). Selain itu juga berfungsi menormalkan, memperbaiki fungsi hati sehingga produksi kolesterol tidak berlebihan dan dipercaya sebagai pelindung terhadap kanker karena ia merupakan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas: molekul tidak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal

tubuh, atau oleh radiasi matahari, asap rokok, dan pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya. Di dalam tubuh, mayoritas radikal bebas berasal dari proses kimia kompleks ketika oksigen digunakan di dalam sel. Radikal-radikal bebas yang secara kimia tak lengkap itu dapat "mencuri" partikel dari molekul-molekul yang lain. Ia kemudian memproduksi senyawa-senyawa abnormal dan membuat reaksi berantai yang dapat merusak sel, dengan membuat perubahan mendasar pada materi genetis dan bagianbagian penting sel lainnya. Sederhananya, cara radikal bebas merusak sel-sel tubuh sama dengan proses oksigen menyebabkan kertas berubah warna menjadi kuning atau mentega menjadi tengik. Di samping beta-karoten, wortel mengandung juga antioksidan asam fenolat. Menurut Dr Handrawan Nadesul, Wortel mampu menghadang laju kolesterol darah. Tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, belerang, vitamin A, B, C dan D, juga betakaroten dan asam lemak tak jenuh ganda. Vitamin C pada tanaman ini berkhasiat sebagai antioksidan yang melindungi kolesterol LDL ( Low Density Lipo protein ) dari proses oksidasi,. Seperti penelitian Robertson di Universitas Florida dengan mengkonsumsi wortel segar atau mentah sebanyak 200 gram sehari selama tiga minggu dapat mengurangi kadar kolesterol darah sebesar 11 persen. Penurunan tersebut cukup bermakna karena penurunan satu persen kolesterol sama artinya dengan pengurangan resiko penyakit jantung kira-kira dua persen oleh karena itulah dengan mengkonsumsi wortel selama 3 minggu dapat mengurangi 22 persen penyakit jantung. Kadar beta-karoten yang terkandung dalam wortel (754 ug) hampir dua kali lebih banyak dari kandungan beta-karoten dalam kangkung (380 ug) dan tiga kali lebih banyak dari kandungan beta-karoten dalam daun caisin (286 ug). Beta-karoten yang terdapat pada wortel juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditemukan pada bayam (409 ug). Makin jingga warna wortel, makin tinggi kadar beta-karoten wortel. Cara wortel disajikan perlu pula diperhatikan. Proses perebusan menurunkan kadar karoten total wortel cukup besar daripada pengukusan. Di pihak lain, penelitian menunjukkan bahwa kadar antioksidan pada wortel yang dimasak, terutama bersama sejumlah kecil lemak/minyak, lebih mudah diserap tubuh. Studi yang dimuat dalam the Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi Agustus 2000 melaporkan, wortel memiliki kadar dua antioksidan (beta-karoten dan asam fenolat) lebih tinggi. Proses pemanasan ternyata meningkatkan kadar antioksidan wortel kira-kira sepertiga. Kadar antioksidan wortel pun meningkat selama penyimpanan pada temperatur tinggi selama sampai seminggu. Sesudah itu kadarnya berkurang, tetapi tak pernah mencapai kadar antioksidan untuk wortel mentah. Pemasakan mungkin membuka sel-sel tanaman sehingga antioksidan dan bahan-bahan kimia tanaman yang lainnya dapat diserap lebih baik. Penambahan lemak membuat karotenoid dapat diserap jauh lebih baik. Untuk mempertahankan zat-zat gizi wortel secara maksimum, gosok/sikat-lah wortel, jangan dikupas, kecuali kalau kulitnya amat keras atau telah rusak/cacat.

III.

PENUTUP III.1 Kesimpulan Wortel dengan nama latin Daucus carota L. memiliki kandungan kimia berupa gula, karotin, pektin, aspargin, vitamin A, B, C, D, E, dan vitamin K, serat, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam amino, minyak esensial dan betakaroten. Betakaroten dan pektin pada wortel ini yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dengan cara merangsang pengeluaran cairan empedu dari kandung empedu ke usus sehingga kolesterol akan terbawa keluar bersama cairan empedu dan akhirnya dibuang melalui feses.

III.2 Saran Biasakan mengkonsumsi sayur sayuran dan buah buahan, agar dapat menyeimbangkan kolesterol dalam darah dan hindari mengkonsumsi substansi substansi (Makanan yang mengandung koresterol, lemak trans, dan lemak jenuh yang tinggi, merokok, dll) yang akan menyebabkan kolesterol tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Wijayakusuma, Prof. H. M. Hembing. 2008. Ramuan Herbal Penurun Kolesterol. Jakarta : Pustaka Bunda http://forum.detik.com/wortel-dan-alpukat-larutkan-kolesterol-jahat-t209456.html?t=209456? http://theeazayoe.blogspot.com/2007/05/wortel-antioksidan-penurun-kolesterol.html http://cintaherbal.wordpress.com/2010/07/24/wortel-turunkan-kolesterol-dan-hindari-resikostroke-bag-2/ http://peter2002.zaphod.myfastforum.org/archive/wortel-dan-khasiatnyaott268.html