Anda di halaman 1dari 11

Campak

Pendahuluan
Penyakit akut sangat menular disebabkan virus Gejala klinis yang khas yaitu 3 stadium 1. Std masa tunas 10-12 hari 2. Std prodromal batuk pilek dan konjungtivitis enantem mukosa pipi/ bercak koplik 3. Std akhir dg keluarnya ruam dari belakang telinga menyebar ke muka, badan, lengan dan kaki , ruam akan menghitam dan mengelupas

Virus campak tidak perlu hewan perantara, Tidak ada penularan melalui serangga, Adanya siklus musiman dg periode bebas penyakit, Tidak ada penularan virus secara tetap, Hanya memiliki satu serotipe virus. Adanya vaksin campak yang efektif

Etiologi

Golongan paramyxovirus Di sekret nasofaring dan di dalam darah selama masa tunas Tidak memiliki daya tahan tinggi bila berada di luar tubuh manusia Mampu bertahan dalam keadaan dingin Pertumbuhan lambat dibanding virus lain Struktur antigen dapat merangsang pembetukan IgM masa akut , IgG pernah terinfeksi dan IgA sekretori

Patogenesis

Penularan sangat efektif Penularan terjadi secara droplet 1-2 hari sebelum timbul gejala s/d 4 hari setelah ruam Replikasi virus di KGB regional RES Sel mononuklear yg terinfeksi menjadi sel raksasa berinti banyak (sel Warthin) Fokus infeksi mengalami nekrosis dan peradangan epitel pada saluran napas

Respon delayed hyprsensitivity thd Ag virus muncul ruam makulopapular pada hari ke 14 Ab humoral dapat dideteksi pada kulit Vesikel hanya di epidermis dan virus tidak tumbuh di kulit

Manifestasi klinis dan Diagnosis

Koriza Mata meradang Batuk Demam tinggi ruam makulopapular yang mengalami hiperpigmentasi dan deskuamasi Bercak Koplik

Campak atipikal bermanifestasi tidak khas Rubela Ruam akibat obat Eksantema subitum Infeksi Stafilokokus

Penyulit

Laringitis akut Bronkopneumonia Kejang Demam Ensefalitis biasanya pada hari 4-7 setelah timbul ruam SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis) Otitis media Enteritis Konjungtivitis dlll

Pengobatan

Tanpa penyulit rawat jalan simtomatik Dengan penyulit rawat inap Antipiretik, antitusif, ekspektoran, antikonvulsif Vit A 100.000 IU peroral/hari dengan malnutrisi dilanjutkan 1500 IU/hari Antibiotik bila terdapat infeksi sekunder

Pencegahan

Imunisasi aktif pada bayi usia 9 bulan Imunsasi usia 18 bulan MMR Kegagalan vaksinasi Primer bila tidak ada serokonversi akibat Ab yang dibawa sejak lahir menetralisir virus vaksin campak, vaksin rusak, akibat pemberian Ig secara bersamaan Sekunder bila serokonversi positif tapi tidak protektif akibat potensi vaksin kurang kuat