Anda di halaman 1dari 89

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kegiatan Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan pada saat ini sangat berat, maka diperlukan adanya keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja keras di bidang masintg-masing. Dari beberapa sumber penghasilan yang dimiliki pemerintah, pajak merupakan sumber yang paling dominan. Maka sudah selayaknya apabila setiap individu dalam masyarakat dapat memahami dan mengerti akan arti penting pajak dalam keberhasilan suatu pemerintahan. Sejak diberlakukannya era otonomi daerah, Pemerintah Daerah diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan untuk menunjang program pembangunan daerah khususnya dari sektor pajak. Pajak menurut lembaga pemungutnya dibagi menjadi dua yaitu : 1. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. 2. Pajak daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintahan, pelaksanaan

pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat oleh Pemerintah baik Pusat maupun Daerah tentulah membutuhkan pembiayaan. Salah satu sumber dana bagi pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Daerah adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk memenuhi sumber dana bagi pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan tersebut Pemerintah Daerah akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan realisasi penerimaannya. Melalui peningkatan penerimaan tersebut diharapkan juga dapat ditingkatkan pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu sumber pendapatan Daerah, tetapi bukan termasuk sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak tersebut merupakan pajak Pusat, sedangkan Daerah hanya menerima bagian dari kedua pajak tersebut sebagai dana perimbangan. Hal ini dijelaskan oleh Pasal 80 ayat (1) huruf a UU 22/1999 dan Pasal 6 ayat (1) sampai (4) UU 25/1999. Dengan demikian penetapan objek pajak, dasar pengenaan pajak, tarif pajak dan teknis pemungutan diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan Pemerintah Daerah tidak terlibat secara langsung dalam hal tersebut. Keterlibatan Pemerintah Daerah hanya dalam membantu mengintensifkan pemungutan PBB dengan melibatkan perangkat daerah. Bagian yang diterima Daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBPHTB) sebagai dana perimbangan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2000, diatur pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan perimbangan 10% untuk Pemerintah Pusat dan 90% untuk Daerah. Dari jumlah 90% yang merupakan bagian Daerah tersebut diperinci sebagai berikut; 16,2% untuk Daerah Propinsi yang bersangkutan, 64,8% untuk Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan, dan

9% untuk Biaya Pemungutan. Sedangkan hasil penerimaan PBB bagian Pemerintah Pusat dibagikan kepada seluruh Daerah Kabupaten/Kota dengan alokasi; 65% dibagi merata kepada seluruh Daerah Kabupaten/Kota, dan 35% dibagikan sebagai insentif kepada Daerah Kabupaten/Kota yang pada tahun anggaran sebelumnya mencapai/melampaui rencana penerimaan yang ditetapkan. Dalam hal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, keberadaan Daerah Kabupaten/Kota hanyalah sebagai Daerah yang menjadi penghasil pajak dan hanya berhak menerima bagian dari dana perimbangan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Berbeda halnya dengan pajak dan retribusi Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah, Daerah mempunyai kewenangan untuk mengelola dan mengaturnya sendiri (BKKSI). Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan daerah, dan salah satu penerimaan terbesar pemerintah daerah berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). PBB adalah pajak baru yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1986 berdasarkan Undang-undang No. 12 tahun 1985. Kemudian Undang-undang ini dirubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1994 yang mulai berlaku terhitung 1 Januari 1995. Setoran pajak pada kuartal pertama 2007 mencapai Rp. 89,3 triliun atau naik 23,16 persen dibandingkan dengan realisasiperiode yang sama 2005 sebilai Rp. 72,503 triliun, setoran tersebut terdiri atas PPh (Pajak Penghasilan) senilai Rp.51,763 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp. 36,156 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp. 292,710 miliar, Pajak atau pungutan ekspor Rp. 14,101 miliar, BPHTB Rp. 489,104 miliar dan pajak lain Rp. 584,535 miliar. Setoran

pajak kuartal pertama telah mencapai 19,7 persen dari target setoran pajak APBN 2007, yakni Rp. 453,011 triliun (Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Ditjen Perbendaharaan Depkeu, Hekinus Manao, 2007). PBB walaupun nilainya relative kecil dibandingkan dengan pajak pusat lain, tetapi mempunyai dampak yang lebih luas sebab hasil penerimaan PBB akan dikembalikan untuk pembangunan daerah yang bersangkutan. PBB merupakan penerimaan pembangunan utama pemerintah daerah; PBB mempunyai jumlah wajib pajak terbesar dibandingkan dengan paja-pajak lain; penerimaan PBB dari tahun ke tahun terus meningkat dan mempunyai presentase lebih besar dibandingkan dengan presentase kenaikan pajak lain dan APBN; dan PBB merupakan satu-satunya pajak properti di Indonesia (Suhardito dan Sudibyo, 2000: 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan perpajakan adalah tax law, tax policy, tax administration, dan tax payer (Fuad Bawazier, 1993; Guritno, 1994; 105; Chairul Amachi, 1992;34). Faktor Tax payer adalah faktor-faktor yang melekat pada wajib pajak, oleh karena itu pengetahuan tentang faktor-faktor yang melekat pada wajib pajak merupakan input penting bagi fiskus dan sangat berperan penting dalam upaya peningkatan keberhasilan PBB. Selain itu, pengetahuan tentang faktor-faktor yang melekat pada wajib pajak PBB juga dapat dipergunakan dalam upaya peningkatan perpajakan di Indonesia. Faktor tingkat kesadaran perpajakan masyarakat terhadap kewajibannya untuk membayar pajak berpengaruh secara signifikan dalam penerimaan PBB (Suhardito, 2000). Faktor pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan

peraturan perpajakan PBB juga berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB (Wulandari, 2004). Faktor yang telah terbukti berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB adalah kesadaran perpajakan wajib pajak, rasio beban PBB dibandingkan pendapatan wajib pajak, sikap wajib pajak terhadap prioritas pembangunan pemerintah, persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB (Suhardito, 2000). Pajak Bumi dan Bangunan pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak dengan unit operasionalnya adalah Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB), sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 94/ KMK/ 01/ tanggal 24 maret 1994. KPPBB tersebut berada di wilayah wewenang dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak VIII Jawa Tengah atau Daerah Istimewa Yogyakarta yang berpusat di Semarang. Struktur organisasi Direktorat Jenderal Pajak KPPBB dibedakan menjadi dua kategori yaitu tipe A dan tipe B. Kategori ini berdasarkan suatu pertimbangan perbedaan potensi masing-masing daerah lingkungan wilayah KPPBB yang bersangkutan. 1. Tipe A adalah daerah yang mempunyai potensi pajak di wilayah luas dan besar. 2. Tipe B adalah yang memiliki potensi pajak yang sempit dan sedikit. Kantor Pelayanan pajak Bumi dan Bangunan Magelang memiliki wilayah kerja yaitu meliputi 2 (dua) daerah kota/kabupaten adalah sebagai berikut: 1. 2. Kotamadya Daerah tingkat I Magelang, Kotamadya Daerah tingkat II Kabupaten Magelang. Dengan adanya pembagian wilayah di setiap kabupaten/kota maka akan memudahkan karyawan KPPBB Magelang untuk memeriksa semua pengajuan

permohonan wajib pajak di setiap wilayah kabupaten/kota sehingga karyawan yang bekerja di KPPBB ini pun mengalami perubahan baik kualitas maupun kuantitas. Perubahan tersebut juga diikuti dengan perkembangan bagi para wajib pajak untuk mendapatkan tingkat efisiensi dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Sebagaimana dengan Surat Edaran No: SE-19/PJ/2007 tentang Persiapan Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Pada Kantor Wilayah DJP dan Pembentukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di seluruh Indonesia Tahun 2007 2008. KPP Pratama adalah jenis KPP sebagaimana terdapat pada Peraturan Menteri Keuangan No: 132/ PMK/ 2006, yang terbagi menjdi 2 (dua) jenis, yaitu KPP Pratama Induk dan KPP Pratama Pecahan.

Tabel IV. 0. Daftar Realisasi Penerimaan PBB Kabupaten Magelang No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. Kecamatan Salaman Borobudur Ngluwar Salam Srumbung Dukun Muntilan Mungkid Sawangan Candimulyo Mertoyudan Tempuran Kajoran Kaliangkrik Bandongan Windusari Secang Tegalrejo Grabag Pokok Ketetapan Rp. 977.301.236,Rp. 931.903.877,Rp. 482.738.241,Rp. 840.404.089,Rp. 730.729.200,Rp. 757.014.274,Rp. 1.172.150.662,Rp. 917.449.569,Rp. 876.357.956,Rp. 784.697.147,Rp. 1.292.973.460,Rp. 1.021.798.817,Rp. 909.813.435,Rp. 594.872.494,Rp. 881.044.081,Rp. 641.306.682,Rp. 1.055.586.269,Rp. 740.901.896,Rp. 1.338.600.653,Realisasi Rp. 447.970.936,Rp. 406.529.271,Rp. 190.019.207,Rp. 475.151.333,Rp. 584.030.171,Rp. 444.825.086,Rp. 500.257.134,Rp. 418.816.668,Rp. 415.592.467,Rp. 226.999.556,Rp. 703.944.636,Rp. 424.701.841,Rp. 517.644.028,Rp. 337.061.373,Rp. 257.343.700,Rp. 206.074.773,Rp. 330.676.713,Rp. 179.940.221,Rp. 486.416.712,Prosentase 45,84% 43,63% 39,37 % 56,54 % 79,93 % 58,76 % 58,76 % 45,65 % 47,43 % 28,93 % 54,45 % 41,57 % 56,89 % 56,67 % 29, 21 % 32,14 % 31,33% 24,29 % 36,38 %

20. Pakis Rp. 675.020.982,Rp. 296.162.903,21. Ngablak Rp. 490.963.986,Rp. 367.483.522,Sumber : Kantor Pelayanan PBB Kabupaten Magelang

43,88 % 74,85 %

Tiap-tiap kecamatan mempunyai target masing-masing dalam penerimaan PBB. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tegalrejo karena tingkat realisasi yang sangat kecil di bandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain. Penelitian sebelumnya mengenai tingkat pendapatan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB pernah dilakukan oleh Payamta (1994), Suhardito (2000), Suranto (2001), dan Wulandari (2004). Penelitian ini termotivasi dari penelitian Payamta (1994), bahwa variable pemahaman, sikap wajib pajak terhadap sistem perpajakan yang berlaku, persepsi terhadap fiskus, respon wajib pajak kepada fiskus berpengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 39,94% sedangkan persepsi wajib pajak terhadap fiskus sebesar 28,7%. Suhardito (2000) menganalisis sampel yang terdiri atas 97 responden yang memberikan jawaban atas kuesionernya. Hasil riset memberikan bukti bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan peneriman PBB adalah faktor kesadaran perpajakan wajib pajak, rasio beban PBB dibandingkan pendapatan wajib pajak, sikap wajib pajak terhadap prioritas pembangunan pemerintah, dan tax avoidance wajib pajak. Sedangkan, faktor-faktor yang melekat pada wajib pajak sisanya telah terbukti tidak berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB, yaitu kesadaran bernegara, rasio beda hitung permanent difference, persepsi wajib pajak bahwa penghindaran PBB telah umum, pendapat

wajib pajak terhadap berat tidaknya beban, pendidikan wajib pajak, dan lama tinggal wajib pajak di lokasi objek pajak PBB dan status rumah wajib pajak. Wulandari (2004) menganalisis sejauh mana kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya membayar PBB dan seberapa besar prosentase realisasi penerimaan PBB terhadap anggaran penerimaan yang seharusnya. Penelitian yang lain dilakukan oleh Suranto (2001) yang melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB sektor pedesaan. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara statistik variabel independen, yaitu kesadaran hukum, pemahaman wajib pajak terhadap peraturan perpajakan dan pendapatan wajib pajak berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu penerimaan PBB. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah melanjutkan penelitian mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) khususnya factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerimaan PBB. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini mengambil sampel di tiap desa sehingga diharapkan penelitian mendekati keadaan yang sebenarnya. Penelitian ini mengkombinasikan variabel-variabel independen penelitian sebelumnya yang paling dominan pengaruhnya terhadap variabel dependen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keberhasilan penerimaan PBB, sedangkan variabel independennya yaitu kesadaran perpajakan, pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan, persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB, dan pendapatan wajib pajak.

Untuk itu penulis bermaksud meneliti tentang faktor-faktor dalam diri wajib pajak yang berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan pajak. Penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul;

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DALAM DIRI WAJIB PAJAK TERHADAP REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN TEGALREJO KABUPATEN MAGELANG. B. Perumusan Masalah Dari permasalahan yang diuraikan di atas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Apakah faktor dalam diri wajib pajak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang? 2. Faktor apakah yang paling dominan berpengaruh terhadap realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang?

C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yaitu : 1. Untuk memperoleh bukti ada tidaknya pengaruh faktor tax payer terhadap realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. 2. Untuk memperoleh bukti faktor apakah yang paling dominan berpengaruh terhadap realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi perencanaan dan penetapan kebijakan Memberikan informasi mengenai perbandingan pengaruh faktor tax payer terhadap keberhasilan penerimaan PBB sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen kantor PBB Kabupaten Magelang. 2. Bagi aparat kantor Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang Dapat dijadikan bahan referensi bagi praktik perpajakan, seperti pembentukan model penyuluhan dan penagihan perpajakan, baik untuk PBB sendiri maupun pajak lain di Kecamatan Tegalrejo. 3. Bagi kalangan akademis dan dunia pendidikan Untuk menambah wawasan keilmuan di bidang PBB dan dapat dijadikan bahan referensi bagi peneliti yang berminat dalam kasus serupa.

E. Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan Bab pertama merupakan pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan diakhiri dengan sistematika penulisan. BAB II : Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi literatur yang relevan mengenai PBB, realisasi penerimaan PBB dan faktor yang mempengaruhinya, dilanjutkan dengan kerangka teoritis dan perumusan hipotesis.

BAB III

: Metode Penelitian Bab ini menguraikan gambaran objek penelitian, metodologi penelitian yang mencakup populasi, sampel dan teknik pengumpulan data, serta metode analisis data.

BAB IV

: Analisis dan Pembahasan Bab ini berisi analisis data penelitian, yang membahas hasil pengumpulan data, pengolahan data, pengujian asumsi klasik, pengujian hipotesis, dan penjelasan dalam rangka menyusun kesimpulan.

BAB V: Penutup Bab ini merupakan bagian terakhir dari laporan penelitian ini, yang berisi kesimpulan, keterbatasan, dan saran.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pajak Bumi dan Bangunan 1. Pengertian Bumi adalah permukaan bumi (perairan) dan tubuh bumi yang berada di bawahnya. Sedangkan bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal, atau tempat berusaha, atau tempat yang dapat diusahakan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan/atau bangunan berdasarkan Undang-undang nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 12 Tahun 1994. PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Keadaan subyek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak. 2. Sifat Pajak Bumi dan Bangunan PBB adalah Pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak. PBB ini belum didasarkan pada self assessment seperti yang telah diberlakukan untuk pajak-pajak lainnya. Pemerintah berpendapat mengingat tingkat pendidikan

dan pemahaman sebagian besar masyarakat masih rendah maka untuk sementara waktu belumdapat menerapkan 3. Objek Pajak Bumi dan Bangunan Yang menjadi objek PBB menurut undang-undang PBB (Pasal 2 UU PBB) adalah bumi dan atau bangunan. Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya, sedangkan bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : a. Jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bngunan seperti hotel, pabrik, dan empalsemennya, dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut. b. Jalan tol c. Kolam renang d. Pagar mewah e. Tempat olahraga f. Galangan kapal, dermaga g. Taman mewah h. Tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak i. Fasilitas lain yang memberi manfaat 4. Objek Pajak Yang Tidak Dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan Beberapa objek pajak yang dikecualikan dari pengenaan PBB adalah objek pajak yang :

a. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. b. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau sejenis dengan itu c. Merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. d. Digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. e. Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. 5. Subjek Pajak Bumi Dan Bangunan Subjek pajak dalam PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi, dan atau memperoleh manfaat atas bumi, dan atau menguasai, dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. Dengan demikian, subjek pajak tersebut di atas menjadi wajib pajak PBB. Jika subjek pajak dalam waktu yang lama berada di luar wilayah letak objek pajak sedangkan perawatannya dikuasakan kepada orang atau badan, orang atau badan yang diberi kuasa dapat ditunjuk sebagai wajib pajak oleh Dirjen Pajak. Namun penunjukkan tersebut bukan merupakan bukti kepemilikan. 6. Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp. 8.000.000,00 (delapan juta rupiah) untuk setiap wajib pajak. Apabila wajibpajak

mempunyai beberapa objek pajak, yang diberikan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak hanya salah satu objek pajak yang nilainya terbesar. 7. Dasar Pengenaan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Nilai Jual kena Pajak (NJKP). Pasal 6 Ayat (1) UU PBB menentukan bahwa yang dijadikan dasar untuk pengenaan pajak adalah Nilai Jual Objek Pajak. Nilai Jual Objek Pajak setiap tahun ditetapkan oleh Menteri Keuangan, kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun. NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak transaksi jual beli, Nilai Jual Objek pajak ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti. Dasar penghitungan pajaknya adalah Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) yang ditetapkan serendah-rendahnya 20% 9dua puluh persen) dan setingi-tingginya 100% (seratus persen) dari Nilai Jual Objek Pajak. Cara menghitung PBB terutang adalah sebagai berikut : PBB terutang = tarif pajak x % NJKP x NJOP untuk penghitungan pajak. 8. Tarif Pajak Bumi dan Bangunan a. Tarif PBB yang dikenakan atas objek pajak PBB adalah sebesar 0,5% (lima persepuluh persen) dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) sesuai dengan UU No. 12 tahun 1994. b. Tarif efektif PBB adalah 0,1 % untuk objek yang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kurang dari 1 milyar dan 0,2 % untuk NJOP yang nilainya lebih besar dari sama dengan 1 milyar.

Untuk menghitung nilai terutang Pajak Bumi dan Bangunan dilakukan dengan cara mengalikan tariff efektif dengan nilai jual objek pajak setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Contoh: Seorang wajib pajak mempunyai dua obyek pajak berupa bumi dan bangunan, masing-masing di desa A dan desa B, dengan nilai sebagai berikut: Desa A NJOP bumi NJOP bangunan Desa B NJOP bumi NJOP bangunan : Rp7.000.000,: Rp13.000.000,: Rp15.000.000,: Rp10.000.000,-

Dan NJOPTKP untuk obyek pajak wilayah tersebut adalah Rp8.000.000,- dan NJKP 20%. Dengan data tersebut maka NJOP untuk perhitungan PBB-nya sebagai berikut: Untuk desa B NJOP bumi NJOP bangunan NJOP sebagai dasar pengenaan PBB NJOPTKP NJOP untuk perhitungan PBB Desa A NJOP bumi Rp 7.000.000,Rp17.000.000,Rp13.000.000,Rp30.000.000,Rp 8.000.000,Rp22.000.000,-

NJOP bangunan NJOP sebagai dasar pengenaan PBB NJOPTKP NJOP untuk perhitungan PBB Perhitungan PBB-nya adalah sebagai berikut: PBB untuk desa A

Rp13.000.000,Rp20.000.000,Rp Rp20.000.000,0,-

= 0,5% x 20% x (Rp22.000.000,-) = Rp22.000.000,-

PBB untuk desa B

= 0,5% x 20% x (Rp20.000.000,-) = Rp20.000.000,-

9.

Cara Pendaftaran Objek Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB a. Mengambil SPOP di KPBB / KPP Pratama atau di Kantor Kelurahan. b. Mendaftarkan objek tanah dan atau bangunan dengan mengisi Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). c. Mengisi SPOP dengan benar dan jelas sesuai dengan sesuai kondisi objek pajak seperti luas tanah maupun luas bangunan serta komponen utama dan pendukung bangunan serta fasilitas lainnya. d. Menyerahkan SPOP ke KPBB (Kantor Pajak Bumi dan Bangunan) / KPP Pratama tempat di mana objek pajak berada. 10. Media Pemberitahuan Besar Pajak Terutang Untuk memberitahukan besarnya pajak yang terutang terhadap suatu objek pajak diterbitkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan setiap satu tahun sekali pada bulan januari oleh KPPBB atau KPP

Pratama. SPPT bisa diambil di Kantor Kelurahan atau langsung di KP-PBB / KPP Pratama di tempat Objek Pajak terletak. 11. Sanksi Perpajakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Apabila wajib pajak PBB tidak melunasi pembayaran PBB sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan maka wajib pajak dapat dikenai sanksi denda administrasi sebesar 2% perbulan maksimal selama 24 bulan berturut-turut atau total denda administrasi sebesar 48%. Media pemberitahuan pajak yang terutang melewati batas waktu yang terlah ditetapkan adalah dengan Surat Tagihan Pajak (STP). Jika dalam waktu 30 hari setelah STP terbit belum ada pembayaran dari WP, maka dapat diterbitkan Surat Paksa (SP) sesuai denngan pasal 13.

B. Realisasi Penerimaan Pajak dan Faktor yang Mempengaruhinya 1. Faktor Realisasi Penerimaan Pajak Keberhasilan penerimaan pajak (Collection Ratio) adalah tingkat perbandingan pembayaran pajak kenyataan pada tahun yang bersangkutan dibandingkan dengan penetapan pajaknya. Salah satu ukuran keberhasilan perpajakan adalah keberhasilan penerimaan pajak yang diakibatkan oleh tingginya tingkat kepatuhan wajib pajak. 2. Faktor Kesadaran Perpajakan Kesadaran perpajakan adalah sikap wajib pajak terhadap fungsi pajak, keberhasilan perpajakan sangat ditentukan oleh kesadaran perpajakan wajib pajak. Kepatuhan pajak lain dari kesadaran pajak. Kesadaran perpajakan

berkonsekuensi logis untuk para wajib pajak agar mereka rela memberikan kontribusi dana untuk pelaksanaan fungsi perpajakan, dengan cara membayar kewajiban pajaknya secara tepat waktu dan tepat jumlah. 3. Faktor Pemahaman Wajib Pajak terhadap Undang-undang dan Peraturan Perpajakan Pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan PBB berfungsi sangat penting karena merupakan elemen dari sikap wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan PBB, dan sikap wajib pajak mempengaruhi perilaku perpajakan wajib pajak, dan akhirnya perilaku perpajakan mempengaruhi keberhasilan perpajakan. 4. Faktor Persepsi Wajib Pajak tentang Pelaksanaan Sanksi Denda PBB Soemitro (2001: 22) menyebutkan bahwa salah satu maksud pemerintah mengadakan tax reform adalah memberikan hukuman kepada wajib pajak yang sepadan dengan pelanggaran yang dilakukan, baik yang berupa sanksi administrasi maupun sanksi pidana dan menerapkan sanksi secara konsisten tanpa pandang bulu. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Betty dan Sally seperti dikutip oleh Amachi (dalam Suhardito, 2000) bahwa masyarakat akan mematuhi pembayaran PBB, bila memandang sanksi denda PBB tersebut dilaksanakan secara lugas, konsisten dan mampu menjangkau para pelanggar. 5. Faktor Pendapatan Wajib Pajak Dalam penelitian ini, pendapatan didefinisikan sebagai jumlah penghasilan rupiah yang dihasilkan wajib pajak yang diperoleh dari pekerjaan utama maupun sampingan. Suhardito (2001) menguji faktor-faktor yang mempengaruhi

keberhasilan penerimaan PBB menemukan bahwa faktor pendapatan wajib pajak berpengaruh secara signifikan.

C. Kerangka Teoritis Berdasar pada telaah literatur di atas maka kerangka teoritis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Gambar II.1 Kerangka Teoritis

Variabel Independen Kesadaran Perpajakan Pemahaman WP terhadap UU dan Peraturan Perpajakan Persepsi WP tentang Pelaksanaan Sanksi Denda PBB Pendapatan WP

Variabel Dependen

Keberhasilan Penerimaan Pajak PBB

Pajak Bumi dan Bangunan, pada dasarnya merupakan iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sesuai dengan manfaat yang telah mereka peroleh atas bumi dan bangunan yang mereka miliki dan atau kuasai, dengan pengecualian beberapa objek yang telah ditentukan oleh undang-undang. Penelitian ini menggunakan beberapa variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen diantaranya kesadaran perpajakan, pemahaman wajib pajak terhadap UU dan Peraturan perpajakan, persepsi wajib pajak tentang

pelaksanaan sanksi denda PBB, pendapatan wajib pajak. Sedangkan variabel dependennya adalah Keberhasilan realisasi penerimaan PBB.

D. Hipotesis Faktor kesadaran perpajakan telah terbukti berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB (Suhardito, 2000). Penelitian yang lain dilakukan oleh Suranto (2001) yang melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB sektor pedesaan. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara statistik variabel independen, yaitu kesadaran hukum, pemahaman wajib pajak terhadap peraturan perpajakan dan pendapatan wajib pajak berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu penerimaan PBB. Kesadaran perpajakan berkonsekuensi logis untuk para wajib pajak agar mereka rela memberikan kontribusi dana untuk pelaksanaan fungsi perpajakan, dengan cara membayar kewajiban pajaknya secara tepat waktu dan tepat jumlah. H1 : Faktor kesadaran perpajakan wajib pajak berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Soemitro (2001: 209) menghendaki RUU PBB bersifat sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh para wajib pajak dan para petugas perpajakan, di samping harus adil.

H2 : Faktor pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Pajak harus lunas pada saat jatuh temponya, pembayaran dapat diatur sendiri oleh wajib pajak asal tidak melampaui batas waktu. Jika pada saat hutang pajak jatuh tempo, dan ternyata pajak belum dibayar atau belum dibayar semua, maka dikenakan denda administrasi sebesar 2% sebulan, untuk jumlah yang sudah jatuh tempo tapi belum dibayar, yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 bulan (Pasal 11 Ayat 3 UU PBB). H3 : Faktor persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Pendapatan wajib pajak merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga selama satu bulan terakhir yang diperoleh baik dari pekerjaan utama maupun sampingan (Suranto, 2001 : 11). H4 : Faktor pendapatan wajib pajak berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara statistik, pemahaman wajib pajak terhadap peraturan perpajakan dan pendapatan wajib pajak berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu penerimaan PBB (Suranto, 2001). H5 : Faktor pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan mempunyai tingkat signifikansi yang paling tinggi dalam

mempengaruhi keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Keadaan Geografis Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang merupakan salah satu

pemerintahan kecamatan di 22 kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Magelang dimana terletak pada bagian selatan Kabupaten Magelang dengan krtinggian 478 m di atas permukaan laut dan dengan luas wilayah 35, 89 Km. Kecamatan Tegalrejo secara astronomis terletak di 110 01 51 Bujur Timur, 110 26 28 Bujur Timur, 7 19 13 Lintang Selatan, 7 42 16 Lintang Selatan. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Tegalrejo : - Sebelah Utara - Sebelah Timur - Sebelah Selatan - Sebelah Barat : Kec. Grabag dan Kec. Secang : Kec. Pakis : Kec. Candimulyo : Kota Magelang

Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang secara administrasi membawahi 21 kelurahan/desa. Jarak Kecamatan Tegalrejo dengan Ibu Kota Kabupaten Magelang adalah 20 Km. Suhu udara di Kecamatan tegalrejo rata-rat berkisar 28 C dan curah hujan rata-rata 1615,5 mm. 2. Demografis Jumlah penduduk di Kecamatan Tegalrejo pada bulan desember 2006 tercatat 50.812 jiwa, diantaranya 26.753 jiwa adalah laki-laki dan 24.059 jiwa

adalah perempuan. Berikut adalah tabel jumlah penduduk di Kecamatan Tegalrejo : Tabel III.1 Demografi Penduduk N0. 1 1 2 3 4 5 Tahun 2 2001 2002 2003 2004 2005 Laki-laki 3 25735 25959 26605 25638 Penduduk Perempuan 4 23027 23228 23920 23964 Jumlah 5 48762 49187 50525 50602 Pertambahan Penduduk Jiwa % 6 7 1216 2,56 425 1336 77 0,87 2,72 0,15

6 2006 Rata-rata pertambahan penduduk tiap tahun Dengan suhu udara dan curah hujan seperti itu dan keadaan alam yang ratarata perbukitan, masyarakat memanfaatkan untuk produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. 3. Tugas Masing-masing Bagian Dalam Kecamatan Tegalrejo Berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Magelang No. 42 Tahun 2001 Tentang Pedoman Uraian Tugas Kecamatan Kabupaten Magelang, maka tugas-tugas dari masing-masing bagian dari struktur organisasi tersebut adalah sebagai berikut. a.Camat Tugasnya adalah melaksanakan sebagian kewenangan yang dilimpahkan oleh Bupati. Uraian tugas tersebut sebagai berikut:

a)

menyusun rencana strategis dan program kerja tahunan

Kecamatan sesuai dengan Program Pembangunan Daerah (Propeda); b) membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugas agar

tercipta pemerataan tugas; c) memberi petunjuk dan arahan kepada bawahan guna

kejelasan pelaksanaan tugas; d) mengawasi pelaksanaan tugas bawahan agar tidak terjadi

penyimpangan; e) memerikasa hasil kerja bawahan untuk mengetahui

kesulitan dan hambatan serta memberikan jalan keluarnya; f) menilai hasil kerja bawahan secara periodik guna bahan

peningkatan kinerja; g) Lurah; h) memberikan pelayanan umum atau administrasi melimpahkan sebagian kewenangan pemerintah kepada

pemerintahanan kepada masyarakat secara prima; i) membina keamanan dan ketertiban wilayah bersama

instansi terkait berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku; j) mendorong masyarakat dalam upaya meningkatkan

partisipasi dalam bidang pembangunan; k) melaksanakan tugas pemerinthan berdasarkan ketentuan

peraturan perundangan yang berlaku;

l) m) n)

menyelenggarakan urusan tata usaha Kecamatan; menyelenggarakan pembinaan jabatan fungsional; menginventarisasi permasalahan-permasalahan guna

menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah; o) menyelenggarakan tertib administrasi serta membuat

laporan berkala dan tahunan; p) q) melakukan koordinasi guna kelancaran pelaksanaan tugas; memberikan usul dan saran kepada atasan dalam rangka

kelancaran pelaksanan tugas; r) melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai

pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; dan s) b. Sekretaris Tugasnya adalah melaksanakan administrasi umum, administrasi melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

kepegawaian dan administrasi keuangan. Uraian tugas tersebut sebagai berikut: a) menyusun program dan rincian kerja sekretaris

berdasarkan rencana strategis dan program kerja tahunan Kecamatan. b) mengelola administrasi surat-menyurat, peralatan dan

perlengkapan kantor, rumah tangga, perjalanan dinas, dokumentasi dan perpustakaan serta hubungan masyarakat dan protokol; c) mengelola administrasi kepegawaian meliputi

pengangkatan, kenaikan pangkat, perpindahan, pemberhentian, pensiun,

kenaikan gaji berkala dan tunjangan serta presensi atau daftar hadir pegawai perangkat Kecamatan; d) merencanakan dan mengusulkan kebutuhan jenis

pendidikan dan pelatihan, calon peserta pendidikan dan pelatihan serta calon peserta ujian dinas pegawai perangkat kecamatan; e) mengelola administrasi keuangan meliputi penyusunan

rencana anggaran dalam bentuk Daftar Usulan Kegiatan Daerah (DUKDA) dan Daftar Usulan Proyek Daerah (DUPDA), Penyusunan Daftar Isian Proyek Daerah (DIKDA) dan Daftar Isian Proyek Daerah (DIPDA) serta penyusunan perubahan dan perhitungan anggaran; f) mengkoordinasikan administrasi keuangan anggaran rutin

dan pembangunan serta melakukan pengawasan laporan administrasi keuangan bendahara rutin dan pembangunan dengan membubuhkan paraf; dan g) hukum. c. Seksi Pemerintahan Tugasnya adalah melaksanakan urusan pemerintahan umum. Uraian tugas tersebut sebagai berikut: a) menyusun program dan rincian kerja Seksi Pemerintahan melaksanakan sistem jaringan dokumentasi dan informasi

berdasarkan rencan strategis dan program kerja tahunan Kecamatan;

b)

menyusun

konsep

pedoman

dan

petunjuk

tehnis

pembinaan sistem administrasi kelurahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku; c) menyusun dan melaksanakan program pembinaan,

pembentukan, pemecahan, penyatuan dan penghapusan wilayah kelurahan, perubahan batas wilayah kelurhan serta perubahan nama ibukota kelurahan atas dasar data dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku; d) menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dibidang

pemerintahan umum, pemerintahan kelurahan, kependudukan dan keagrariaan dengan instansi terkait; e) melakukan administrasi pajak dan retribusi daerah dengan

menerima laporan dari kelurahan sebagai bahan laporan kepada atasan; f) menyiapkan bahan pembinaan secara koordinatif untuk

suksesnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak daerah dan retribusi daerah. d. Seksi Kesejahteraan Masyarakat Tugasnya adalah menyusun dan melaksanakan program pembinaan kesehatan, keluarga berencana, bantuan dan pelayanan sosial. Uraian tugas tersebut sebagai berikut: a) menyusun program dan rincian kerja Seksi Kesejahteraan

Masyarakat berdasarkan rencana strategis dan program kerja tahunan Kecamatan;

b)

menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pembinaan

terhadap penderita cacat, tuna karya, tuna wisma dan panti asuhan guna memperlancar pelaksanaan pembinaan; c) menyiapkan bahan penyusunan program pemberian

bantuan kepada badan sosial dan korban bencana alam agar pelaksanaannya secara tepat dan sesuai dengan sasaran; d) menyiapkan bahan penyusunan program dalam rangka

usaha pembinaan dan pemberian bantuan terhadap usaha-usaha masyarakat dibidang kesehatan dan keluarga berencana; e) manyiapkan bahan pembinaan terhadap Pemberdayaan

Kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dan Peningkatan Peran Wanita (P2W) guna meningkatkan pelaksanaan pembangunan di kelurahan; dan f) membantu kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI).

e. Seksi Perekonomian dan Lingkungan Hidup Tugasnya adalah menyusun dan melaksanakan program pembinaan perekonomian, produksi dan distribusi serta pembinaan pelestarian lingkungan hidup. Uraian tugas tersebut sebagai berikut: a) menyusun program dan rincian kerja Seksi Perekonomian

dan Lingkungan Hidup berdasarkan rencana strategis dan program kerja tahunan Kecamatan; b) menyusun dan melaksanakan program pembinaan

dibidang perkonomian, perbankan, perkreditan rakyat, perkoperasian,

peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan, industri kecil, usaha informal dan kebutuhan bekerjasama dengan instansi terkait; c) menyiapkan data yang akurat sebagai bahan penyusunan

program pembinaan dibidang perekonomian dan lingkungan hidup; d) menyiapkan data sasaran yang diperlukan dalam rangka

pemberian bantuan kepada masyarakat ekonomi lemah; e) dan f) tanah. f. Seksi Sosial Budaya Tugasnya adalah menyusun dan melaksanakan program pembinaan sosial budaya. Uraian tugas tersebut sebagai berikut: a) menyusun program dan rincian kerja Seksi Sosial Budaya membantu pengawasan terhadap pemanfaatan air bawah membantu penanganan permasalahan lingkungan hidup;

berdasarkan rencana strategis dan program kerja tahunan Kecamatan; b) masyarakat; c) membantu pelaksanaan program pelestarian dan membantu pelaksanaan program peningkatan pendidikan

pengembangan kebudayaan; d) membantu pelaksanaan program pembinaan generasi

muda dan peningkatan peranan wanita; dan e) membantu pelaksanaan peningkatan penghayatan dan

pengamalan ajaran agama serta kerukunan antar umat beragama.

g. Seksi Pelayanan Umum Tugasnya adalah melaksanakan kegiatan pelayanan umum yang meliputi kekayaan dan inventaris Kecamatan, kebersihan serta sarana dan prasarana umum. Uraian tugas tersebut sebagai berikut: a) menyusun program dan rincian kerja Seksi Pelayanan

Umum berdasarkan rencana strategis dan program kerja tahunan Kecamatan; b) menyusun pedoman dan petunjuk teknis serta

melaksanakan pembinaan pengelolaan bidang kekayaan dan inventaris Kelurahan; c) menyusun pedoman dan petunjuk teknis dalam rangka

menyusun program pengelolaan bidang sarana dan prasarana umum berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku; d) membantu pelaksanaan pengawasan kegiatan

pembangunan fisik; dan e) menyusun pedoman dan petunjuk teknis tata cara

penggunaan dan perubahan status harta kekayaan kelurahan dengan menerapkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. h. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional di lingkungan Kecamatan, terdiri dari: a) pranata komputer

tugasnya adalahmengoperasikan sistem berbasis komputer dan pemrograman dasar dengan melakukan perekaman data, editing dan membuat program dasar sesuai dengan data dan petunjuk. b) arsiparis

tugasnya adalah mencatat, menyeleksi, nenbahas dan melakukan laminasi arsip/ pengelompokan data berdasarkan kode atau berdasarkan pedoman tata laksana kearsipan. c) pustakawan

tugasnya adalah melakukan pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka atau sumber informasi, pemasyarakatan perpustakaan, serta dalam bidang dokumentasi dan informasi.

B. Desain Penelitian Dilihat dari dimensi waktu, penelitian ini merupakan studi cross-sectional yaitu penelitian yang pengumpulan datanya hanya dilakukan satu kali dalam suatu periode hari, minggu, atau bulan, untuk menjawab suatu pertanyaan penelitian (Sularso, 2003: 33). Model yang digunakan adalah model survey.

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga (Singarimbun, 1984: 108). Populasi dalam penelitian ini adalah semua wajib pajak PBB di Kecamatan Tegalrejo. Suatu penelitian tidak akan terlepas adanya populasi dan sampel, karena tidak memungkinkannya penyelidikan atau

penelitian secara langsung dalam menyelidiki atau meneliti segenap populasi. Dalam penelitian ini tidak semua populasi mengingat jumlahnya yang relatif besar. Oleh karena itu, diambil sejumlah sampel tertentu. Dalam penentuan besarnya sampel, salah satu faktor yang harus dipertimbangkan oleh peneliti adalah tenaga, biaya dan waktu (Singarimbun, 1984: 107). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini memakai metode sampling, yaitu seluruh elemen dalam populasi diperhitungkan dan tiap elemen mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai subjek (Sularso, 2003: 68). Metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah survei serta wawancara langsung pada responden dimana dalam hal ini adalah wajib pajak PBB yang terdaftar di wilayah Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

D. Pengukuran Variabel Variabel kesadaran perpajakan akan diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangakan oleh Suhardito (2000) yaitu 8 pertanyaan dengan skala likert. Variabel pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan akan diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Suranto (2001) dengan skala likert yang terdiri dari 10 item pertanyaan. Variabel persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB akan diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Suhardito (2000) dengan 4 item pertanyaan. Variabel tengkat pendapatan akan diukur dengan menggunakan instrumen yang digunakan oleh Suranto (2001). Variabel keberhasilan realisasi

penerimaan PBB diukur dengan 4 item pertanyaan mengacu pada Suhardito (2000).

E. Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan model survei, sehingga instrumen pengumpulan data yang akan digunakan adalah kuisioner. Tingkat validitas dan reliabilitas menunjukkan mutu seluruh proses pengumpulan data dalam suatu penelitian, mulai dari penjabaran konsep-konsep sampai pada sat data siap untuk dianalisis. Reliabilitas menyangkut masalah ketepatan alat ukur (daftar pertanyaan, wawancara atau alat-alat penelitian lainnya). Ketepatan ini dapat dinilai dengan analasis statistik untuk mengetahui measurement error atau salah ukur. 1. Uji Validitas Dalam mengukur reliabilitas, perhatian kita ditujukan pada sifat suatu alat ukur, apakah alat ukur itu stabil, akurat dan unsur-unsurnya homogen. Suatu alat ukur harus dapat memenuhi persyaratan bahwa alat ukur tersebut valid untuk digunakan. Teknik analisis yang dipakai untuk menguji validitas kuesioner adalah menggunakan product moment. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah tes yang digunakan untuk menguji tingkat keandalan suatu alat ukur, maksudnya adalah apakah alat tersebut mempunyai kestabilan, ketepatan atau konsisten. Teknik Alpha yang dikembangkan Cronbach dipilih untuk mengukur reliabilitas antar item yang paling populer dan menunjukkan indeks konsistensi yang cukup sempurna. Uji reliabilitas dalam penelitian

dilakukandengan menghitung koefisien cronbachs alpha dari masing-masing instrumen suatu variabel.

F. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut : 1. Data Primer Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari hasil kuisioner responden wajib pajak yang telah disusun terlebih dahulu. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang telah diolah. Dalam penelitian ini, data sekunder yang digunakan merupakan data yang diterbitkan oleh instansi, seperti Kantor Kecamatan Tegalrejo.

G. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Untuk menentukan alat analisis yang digunakan, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan pengujian normalitas data untuk masingmasing variabel dengan menggunakan grafik residual. Jika titik menyebar mengikuti garis diagonal maka data dikatakan terdistribusi dengan normal.

b. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk memastikan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian tidak saling tergantung. Pendeteksian

multikolinearitas akan dilakukan dengan menganalisis besaran VIF (varians inflation factors). Variabel akan terjadi multikolinearitas apabila VIF lebih besar dari 10 dan nilai tolerance lebih kecil dari 0,01 (Santoso, 2002: 206). c. Uji Heterokedastisitas Heteroskedastisitas dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji Scatterplot. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang telah dan titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2005). d. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi antara nilai data pada suatu waktu tertentu dengan nilai data tersebut pada waktu satu periode sebelumnya atau lebih. Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah model mengandung autokorelasi atau tidak, yaitu adanya hubungan diantara variabel dalam mempengaruhi dependen. Dalam upaya mendeteksi adanya autokorelasi dalam model regresi yang digunakan, bisa dilakukan dengan melihat nilai D-W (Durbin Watson) dari output SPSS (Santoso, 2002: 219).

H. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis yaitu untuk mengetahui pengaruh antara variabelvariabel independen dengan variabel dependen digunakan alat analisis regresi

berganda (multiple regression analysis). Persamaan regresi yang digunakan dirumuskan sebagaiberikut : Y = o + 1.X1 + 2.X2 + 3.X3 + 4.X4 + Dimana : Y X1 X2 X3 X4 o 1-4 = keberhasilan penerimaan pajak, = kesadaran perpajakan wajib pajak, = pemahaman wajib pajak terhadap UU dan peraturan perpajakan, = persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB, = pendapatan wajib pajak, = konstanta, = koefisien regresi masing-masing variabel independent, dan = faktor kesalahan/variabel pengganggu.

a. Uji Parsial Variabel yang mempunyai nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung lebih besar dari t tabel berarti variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. b. Uji Simultan Pada umumnya, jika F lebih tinggi dari 5, maka dapat diyakini bahwa keseluruhan variabel bebas tersebut berpengaruh signifikan dan apabila signifikansi F lebih kecil dari 0,05 berarti variabel independen secara serentak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. c. Koefisien Determinasi

R square menunjukkan signifikansi hubungan antara variabel kesadaran perpajakan, pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan PBB, persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan denda, dan pendapatan wajib pajak terhadap variabel keberhasilan penerimaan PBB.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Statistik Deskriptif Penelitiam ini bertujuan untuk mengji pengaruh faktor tax payer terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Langkah awal penelitian ini adalah melakukan uji statsitik deksriptif terhadap jawaban responden penelitian. Uji statistik deskriptif bertujuan untuk mengetahui distribusi data jawaban responden yang menjadi sampel penelitian. Pengujian meliputi statistik yang bersifat umum seperti minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi. Berikut ini hasil uji statistik deskriptif.

Tabel IV.1 Statistik Deskriptif dan Penjelasan


N TOTALKS TOTALPWP TOTALPSD PNDPT TOTALKRP Valid N (listwise) 100 100 100 100 100 100 Minimum 24 29 13 2 11 Maximum 40 50 20 5 20 Mean 35.77 45.77 18.71 4.42 17.90 Std. Deviation 3.487 5.386 1.690 .923 2.435

Sumber : Hasil Olah Data Keterangan : TOTALKS TOTALPWP TOTALPSD PNDPT TOTALKRP Dari tabel = Kesadaran Perpajakan, = Pemahaman Wajib Pajak terhadap UU PBB, = Persepsi WP tentang pelaksanaan sanksi denda, = Pendapatan Wajib Pajak, dan = keberhasilan realisasi penerimaan PBB. di atas dapat diketahui bahwa variabel kesadaran perpajakan

wajib pajak PBB memiliki nilai minimum 24 dengan nilai maksimum 40. Nilai ratarata kesadaran perpajakan wajib pajak PBB sebesar 35.77 dengan standar deviasi sebesar 3.48. Variabel pemahaman wajib pajak terhadap Undang-undang dan peraturan PBB nilai minimum 29 dengan nilai maksimum 50. Nilai rata-rata pemahaman wajib pajak terhadap Undang-undang dan peraturan PBB sebesar 45.77 dengan standar deviasi sebesar 5.38. Variabel persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB memiliki nilai minimum 13 dengan nilai maksimum 20. Nilai rata-rata persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB sebesar 18.71 dengan standar deviasi sebesar 1.69.

Variabel pendapatan wajib pajak memiliki nilai minimum 2 dengan nilai maksimum sebesar 5. Nilai rata-rata pendapatan wajib pajak sebesar 4.42 dengan standar deviasi sebesar 0.92. Variabel keberhasilan realisasi penerimaan PBB memiliki nilai minimum 11 dengan nilai maksimum 20. Nilai rata-rata keberhasilan realisasi penerimaan PBB sebesar 17.90 dengan standar deviasi sebesar 2.43.

C. Pengujian Data 1. Uji Validitas Tujuan pengujian validitas adalah untuk mengetahui sejauh mana ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen pengukuran dikatakan mempunyai validitas yang tinggi bila alat ukur tersebut memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan pearson correlation. Data dikatakan valid apabila skor indikator masing-masing pertanyaan berkorelasi secara signifikan terhadap skor total konstruk (Ghozali, 2005). Hasil uji validitas dilakukan untuk masing-masing indikator. Hasil uji validitas untuk indikator kesadaran perjakan pada tabel berikut ini. Tabel IV.2 Hasil Uji Validitas Variabel Kesadaran Perpajakan pernyataan 1 2 3 4 5 6 Koefisien Korelasi 0.631 0.666 0.578 0.676 0.683 0.459 sig 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 keterangan valid valid valid valid valid valid

7 0.505 8 0.437 Sumber: Hasil Olah Data

0.000 0.000

valid valid

Hasil uji validitas untuk indikator kesadaran perpajakan wajib pajak PBB menunjukkan bahwa semua item pertanyaan berkorelasi dengan skor total pertanyaan. Tidak ada data yang harus dikeluarkan dari analisis. Uji Validitas data telah terpenuhi. Hasil uji validitas untuk indikator pemahaman wajib pajak terhadap peraturan dan Undang-undang PBB tersaji pada tabel berikut ini.

Tabel IV.3 Hasil Uji Validitas Pemahaman Wajib Pajak Terhadap Undang-undang dan Peraturan Perpajakan pernyataan Koefisien Korelasi 1 0.680 2 0.729 3 0.628 4 0.817 5 0.745 6 0.710 7 0.822 8 0.772 9 0.791 10 0.818 Sumber: Hasil Olah Data sig 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 keterangan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid

Hasil uji validitas untuk indikator pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan menunjukkan bahwa semua item pertanyaan berkorelasi dengan skor total pertanyaan. Tidak ada data yang harus dikeluarkan dari analisis. Uji Validitas data telah terpenuhi.

Hasil uji validitas untuk pemahaman wajib pajak terhadap sanksi dan denda PBB tersaji pada tabel berikut ini. Tabel IV.4 Hasil Uji Validitas Persepsi Wajib Pajak Tentang Pelaksanaan Sanksi Denda PBB penyataan Koefisien Korelasi 1 0.751 2 0.810 3 0.822 4 0.720 Sumber: Hasil Olah Data sig 0.000 0.000 0.000 0.000 keterangan valid valid valid valid

Hasil uji validitas untuk persepsi wajib pajak terhadap sanksi dan denda PBB menunjukkan bahwa semua item pertanyaan berkorelasi dengan skor total pertanyaan. Tidak ada data yang harus dikeluarkan dari analisis. Uji Validitas data telah terpenuhi. Hasil uji validitas untuk keberhasilan realisais penerimaan PBB tersaji pada tabel berikut ini. Tabel IV.5 Hasil Uji Validitas Keberhasilan Realisasi Penerimaan PBB penyataan Koefisien Korelasi 1 0.737 2 0.884 3 0.868 4 0.762 Sumber: Hasil Olah Data sig 0.000 0.000 0.000 0.000 keterangan valid valid valid valid

Hasil uji validitas untuk indikator keberhasialn realisasi penerimaan PBB menunjukkan bahwa semua item pertanyaan berkorelasi dengan skor

total pertanyaan. Tidak ada data yang harus dikeluarkan dari analisis. Data valid dan layak untuk masuk pada tahap analisis selanjutnya.

2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur apakah kuesioner benar-benar merupakan indikator yang mengkur suatu variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel apabila jawaban seseorang konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas dalam penelitian ini diuji dengan metode Cronbachs Alpha dengan bantuan SPSS 15.0 For Windows. Untuk mengukur reliabilitas dari indikator penelitian ini dilakukan dengan menggunakan koefisien Cronbachs Alpha. Koefisien Cronbachs Alpha yang mendekati satu menandakan reliabilitas konsistensi yang tinggi. Data dikatakan reliabel jika Nilai Cronbachs Alpha diatas 0.6 (Ghozali, 2005). Hasil uji reliabilitas tersaji pada tabel berikut ini. Tabel IV.6 Hasil Uji Reliabilitas variabel kesadaran perpajakan pemahaman wajib pajak terhadap Undang-Undang dan peraturan perpajakan persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda keberhasilan realisasi penerimaan PBB Sumber: Hasil Olah Data cronbach alpha 0.698 0.917 keterangan reliabel reliabel

0.774 0.824

reliabel reliabel

Hasil uji reliabilitas data menunjukan bahwa semua variabel memiliki Cronbachs Alpha di atas 0.6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi reliabilitas data.

3. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam penelitian ini adapakh terdistribusi dengan normal atau tidak (Ghozali, 2005). Pengujian normalitas dalam penelitian menggunakan pendekatan grafik residual (Normal P-P Plot regression) mengacu pada Ghozali (2005). Hasil uji nornalitas tersaji pada gambar berikut ini.

Tabel IV.1 Uji Normalitas


Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: TOTALKRP

1.0

Expected Cum Prob

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Sumber: Hasil Olah Data Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa titik menyebar mengikuti garis diagonal pada grafik Normal P-P Plot regression meskipun terdapat sedikit penyimpangan namun masih dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas data telah terpenuhi.

4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui korelasi antar variabel independen. Model regersi yang baik adalah regresi yang memiliki tidak ada korelasi antar variabel independen atau korelasi antar variabel independenya rendah (Ghozali, 2005). Hasil uji multikolinieritas untuk tersaji pada tabel berikut ini. Tabel IV.7 Uji Multikolinieritas Variabel TOTALKS TOTALPWP Tolerance 0.576 0.541 VIF 1.736 1.849 Keterangan Tidak terdapat multikolinieritas Tidak terdapat

TOTALPSD PNDPT

0.870 0.984

1.150 1.016

multikolinieritas Tidak terdapat multikolinieritas Tidak terdapat multikolinieritas

Sumber : Hasil Olah Data Hasil uji multikolinieritas menunjukkan nilai tolerance di atas 10% dan nilai VIF di bawah 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terdapat multikolinieritas.

b. Uji Autokorelasi Hasil uji autokorelasi tersaji pada tabel berikut ini. Table IV.8 Uji Autokorelasi D-W Hitung Kriteria 1.620 -2 > d < +2 Sumber : Hasil Olah Data Hasil uji autokorelasi Keterangan Tidak terdapat autokorelasi bahwa model regresi

menunjukkan

menunjukkan nilai D-W hitung sebesar Nilai tersebut berada di antara -2 dan + 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model penelitian tidak terdapat autokorelasi.

c. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokesdaksitas dalam penelitian ini diuji dengan scaterplots. Hasil uji heteroskedastisitas disajikan pada gambar berikut ini. Gambar IV.2

Uji Heteroskedastisitas
Scatterplot

Dependent Variable: TOTALKRP


3

Regression Studentized Residual

-1

-2

-3 -3 -2 -1 0 1 2

Regression Standardized Predicted Value

Sumber : Hasil Olah Data Hasil uji heteroskedastisitas regresi menunjukan bahwa titik-titik tersebar di atas dan dibawa angka nol. Titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu yang teratur sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas

5. Uji Hipotesis Penelitiam ini bertujuan untuk mengji pengaruh faktor tax payer terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hasil analisis uji regresi tersaji pada tabel berikut ini. Tabel IV.9 Uji Regresi

Unstandardized Coefficients Std. B Error 1 (Constant) .318 3.055 TOTALKS .025 .078 TOTALPWP .123 .052 TOTALPSD .569 .131 PNDPT .098 .225 a Dependent Variable: TOTALKRP Model

Standardized Coefficients Beta .035 .272 .394 .037

t .104 .315 2.368 4.351 .438

Sig. .917 .754 .020 .000 .663

Collinearity Statistics Tolerance .576 .541 .870 .984 VIF 1.736 1.849 1.150 1.016

Sumber : Hasil Olah Data 1). Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan pengujian yang menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil pengujian diperoleh nilai Adj. R square sebesar 0.292 Hal ini menunjukkan bahwa 29.2% perubahan keberhasilan realsiasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang dipengaruhi oleh faktor tax payer yaitu kesadaran perpajakan, pemahaman wajib pajak tentang peraturan dan UU PBB, permahaman wajib pajak tentang sanksi dan denda PB serta pendapatan wajib pajak. Sisanya 70.8% dijelaskan oleh faktor lain diluar model penelitian. 2). Nilai F Nilai F regresi bertujuan untuk mengatahui pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 11.212 dengan signifikansi sebesar 0.000. Hal ini berarti kesadaran perpajakan, pemahaman wajib pajak tentang peraturan dan UU PBB, permahaman wajib pajak tentang sanksi dan denda PB serta pendapatan wajib pajak berpengaruh secara simultan

terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang . 3). Nilai t Hipotesis ke-1 bertujuan untuk menguji pengaruh faktor kesadaran perpajakan terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hasil pengujian terhadap variabel kesadaran perpajakan diperoleh koefisien regresi sebesar 0.025 dengan pvalue sebesar 0.754. Pengujian memberikan hasil yang tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa kesadaran perpajakan tidak

berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis ke-1 di tolak. Hipotesis ke-2 bertujuan untuk menguji pengaruh pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hasil pengujian terhadap variabel pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB diperoleh koefisien regresi sebesar 0.123 dengan p-value sebesar 0.020. Pengujian memberikan hasil signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis ke-2 di terima.

Hipotesis ke-3 bertujuan untuk menguji persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hasil pengujian terhadap variabel persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB diperoleh koefisien regresi sebesar 0.569 dengan p-value sebesar 0.000. Pengujian memberikan hasil signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis ke-3 di terima. Hipotesis ke-4 bertujuan untuk menguji pengaruh pendapatan wajib pajak terhadap keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hasil pengujian terhadap variabel pendapatan wajib pajak diperoleh koefisien regresi sebesar 0.098 dengan p-value sebesar 0.663. Pengujian memberikan hasil yang tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapatan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis ke-4 di tolak. Hipotesis ke-5 bertujuan untuk menguji apakah pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan mempunyai tingkat signifikansi yang paling tinggi dalam mempengaruhi keberhasilan penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki tingkat signifikansi

terbesar adalah persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.569 bukan pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis menyimpulkan bahwa hipotesis ke-5 ditolak.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengji pengaruh faktor tax payer terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan regresi linier berganda. Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. kesadaran perpajakan tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang 2. pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. 3. persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. 4. pendapatan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang 5. variabel yang memiliki tingkat signifikansi terbesar terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB adalah persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB

B. Implikasi Penelitian 1. Bagi Kantor Pajak Kantor pajak hendaknya meningkatkan berbagai penyuluhan terutama berkaitan dengan penyuluhan tentang peraturan dan undang-undang PBB serta sanksi dan denda PBB karena dapat meningkatkan keberhasilan penerimaan PBB. 2. Bagi Akademisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi penelitian selanjutnya yang sejenis. C. Saran 1. Perlunya sampel yang lebih banyak untuk penelitian selanjutnya. 2. Perlu adanya kaji ulang terhadap objek pajak sehingga adanya kesesuaian dengan tingkat PBB yang harus dibayar oleh wajib pajak PBB. 3. Perlu adanya pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan yang rutin tentang PBB kepada wajib pajak. Adanya kerjasama yang baik antara wajib pajak dan petugas pajak.

DAFTAR PUSTAKA Biro Pusat Statistik. 2004. Kecamatan Tegalrejo Dalam Angka. Kabupaten Magelang: BPS. Djarwanto. 1996. Statistik Induktif. Yogyakarta: BPFE. Fakultas Ekonomi UNS. 2003. Buku Pedoman Penyusunan Skripsi. Surakarta: FEUNS. Ghozali, Imam. 2005. Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ilyas, Wirawan B dan Rhicard Burton. 2004. Hukum Pajak. Jakarta: Salemba Empat. Juniriadi. 2008. Analisis Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2003-2007. Tesis Program Pasca Sarjana MM FE-Universitas Bandar Lampung: http://www.find-pdf.com/caripajak.html. Mayulia, Tri. 2009. Evaluasi Terhadap Potensi Pendapatan Daerah Dari Sektor Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi Kasus di Pemda Kabupaten Klaten). Skripsi FE-UMS: http://www.find-pdf.com/cari-pajak.html. Payamta, Aryani dan Rahmawati. 1994. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Memenuhi Kewajiban PBB. Penelitian Berkelompok Dana BRK Tahun 1994/1995. FE-UNS. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2000 Tentang Badan Perwakilan Desa. Riyadi, Bagus. 2007. Pengaruh Faktor Tax Payer Terhadap Keberhasilan Penerimaan Pajak Hotel (Studi Empiris Terhadap Wajib Pajak Pungut Hotel di Surakarta). Skripsi FE-UNS : Tidak dipublikasikan. Santoso, Singgih. 2002. Buku Latihan Statistik Parametrik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Singarimbun, Masri dan Sfyan Effendi. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES. Soemitro, Rochmat. 1998. Pajak dan Pembangunan. Bandung: PT Eresco.

Soemitro, Rochmat dan Sofyan Effendi. 2001. Pajak Bumi dan Bangunan. Bandung: PT Refika Aditama. Suhardito, Bambang. 1996. Pengaruh Faktor-faktor Yang Melekat Pada Diri Wajib Pajak Terhadap Keberhasilan Penerimaan PBB. Tesis FE-UGM. Tidak dipublikasikan. Suhardito, Bambang dan Bambang Sudibyo. 2000. Pengaruh Faktor-faktor Yang Melekat Pada Diri Wajib Pajak Terhadap Keberhasilan Penerimaan PBB. SNA II: Ikatan Akuntan Indonesia. Sularso, Sri. 2003. Buku Pelengkap Metode Penelitian Akuntansi : Sebuah Pendekatan Replikasi. Yogyakarta: BPFE. Suranto. 2001. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar PBB Sektor Pedesaan di Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. Skripsi FE-UNS: Tidak dipublikasikan. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Waluyo. 2002. Perpajakan Indonesia. Salemba Empat: Jakarta. Wulandari, Asih Wahyu. 2004. Analisis Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali. Skripsi FE-UNS: Tidak dipublikasikan.

LAMPIRAN 1 PERTANYAAN PENELITIAN PERTANYAAN UMUM 1. Nama 2. Alamat : : :

3. Pendidikan Terakhir : PERTANYAAN KHUSUS :

Pentunjuk : Berilah tanda atau X pada jawaban yang sesuai A. Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak PBB Petunjuk dan keterangan pengisian R SS S TS KK : Rutin : Sangat Sering : Sering : Tidak Sering : Kadang Kala :

1. Membayar PBB tepat waktunya KK TS S SS R

2. Seberapa sering Bapak/Ibu menghitung kembali kebenaran perhitungan

petugas terhadap PBB rumah dan tanah Anda KK TS S SS R

3. Seberapa sering Bapak/Ibu meminta penjelasan kepada petugas pajak tentang perhitungan dan penetapan PBB tanah dan rumah Anda KK TS S SS R

4. Seberapa sering Bapak/Ibu mengajukan keberatan terhadap ketidaksamaan perhitungan dan penetapan PBB tanah dan rumah Anda

KK TS S 5. Membayar iuran kampong tepat pada waktunya KK TS S

SS

SS

6. Melaporkan setiap perubahan/renovasi tanah dan rumah sendiri KK TS S SS R

7. Mengambil dan mengisi dengan benar Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) KK TS S SS R

8. Menyerahkan SPOP yang sudah terisi ke Kantor Pelayanan PBB KK TS S SS R

B. Pemahaman Wajib Pajak Terhadap Undang-undang dan Peraturan PBB Petunjuk dan keterangan pengisian STS TS R S SS : Sangat tidak setuju : Tidak setuju : Ragu-ragu : Setuju : Sangat setuju :

1. Masyarakat wajib pajak mengetahui istilah PBB STS TS R S SS

2. Masyarakat wajib pajak memahami seluruh isi Undang-undang dan peraturan PBB STS TS R S SS

3. Keberadaan Undang-undang dan peraturan PBB sebagai sarana meningkatkan pendapatan Negara melalui PBB STS TS R S SS

4. Masyarakat wajib pajak perlu memahami undang-undang dan peraturan PBB STS TS R S SS

5. Undang-undang dan peraturan PBB bersifat sederhana dan mudah dipahami STS TS R S SS

6. Pengisian SPOP tidak menyulitkan STS TS R S SS

7. Pemahaman wajib pajak terhadap Undang-undang dan peaturan PBB akan meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya STS TS R S SS

8. Pemerintah melalui KPP masih harus memberikan penyuluhan tentang PBB kepada wajib pajak STS TS R S SS

9. Apabila penyuluhan tentang PBB dari pemerintah belum menyukupi, wajib pajak sebaiknya aktif mengikuti pelatihan, pendidikan, atau mempelajari sendiri STS TS R S SS

10. Besarnya tariff sebesar 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) bersifat memberatkan wajib pajak STS TS R S SS

C. Persepsi Wajib Pajak Tentang Pelaksanaan Sanksi Denda PBB Petunjuk dan keterangan pengisian :

STS TS R S SS

: Sangat tidak setuju : Tidak setuju : Ragu-ragu : Setuju : Sangat setuju

1. Keterlambatan pembayaran PBB tidak dikenai denda STS TS R S SS

2. Denda bunga sebesar 2% per bulan adalah wajar STS TS R S SS

3. Pelaksanaan sanksi denda PBB terhadap wajib pajak yang terlambat membayar dilakukan oleh wajib pajak yan bersangkutan STS TS R S SS

4. Perhitungan pelaksanaan sanksi denda terhadap wajib pajak yang terlambat membayar dilakukan oleh wajib pajak yang bersangkutan STS D. Pendapatan Wajib Pajak Petunjuk dan keterangan Pengisian : TS R S SS

Pilihlah jawaban yang sesuai dengan kenyataan. Silang/lingkari jawaban yang menurut Bapak/Ibu sesuai dengan kenyataan. < 250.000 1 250.000 500.000 2 500.000 750.000 3 750.000 1000.00 0 4 >1.000.0 00 5

E. Keberhasilan Realisasi pajak Petunjuk dan keterangan pengisian STS : Sangat tidak setuju :

TS R S SS

: Tidak setuju : Ragu-ragu : Setuju : Sangat setuju

1. Manurut Saya masyarakat telah memiliki partisipasi yang tinggi dalam membayar pajak STS TS R S SS

2. Menurut Saya kantor pelayanan pajak telah berhasil menarik minat

masyrakat untuk membayar pajak STS TS R S SS

3. Menurut Saya penerimaan pajak telah sesuai dengan jumlah wajib pajak yang ada. STS TS R S SS

4. Secara keseluruhan saya menilai kantor pelayanan pajak telah berhasil dalam mewujudkan realisasi pajak STS TS R S SS

LAMPIRAN 2 JAWABAN RESPONDEN


KS1 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 KS2 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 3 3 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 3 KS3 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 3 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 3 KS4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 3 5 4 5 5 5 3 3 3 3 3 3 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 3 KS5 5 4 4 4 4 3 5 5 4 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 2 3 2 3 5 3 5 5 5 5 2 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 3 KS6 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 2 5 3 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 3 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 3 KS7 3 4 4 4 5 3 5 5 4 4 4 5 2 2 1 4 5 5 5 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 5 3 3 5 4 4 4 4 4 5 3 5 3 2 3 KS8 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 TOTALKS 38 36 36 35 35 31 39 40 36 39 39 37 32 30 31 32 40 40 40 34 34 33 34 37 34 39 38 39 36 33 35 33 38 38 36 36 37 38 35 38 40 37 37 25

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 4

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 2 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 4 5 3 5 4 3

5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 3 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4

5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 2 3 5 5 3 5 5 3 5 5 5 4 5 4 5 3 4 4 3 1 4 5 3 5 4 3

5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 1 3 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 3 5 4 5 5 5 5 4

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 3 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 2 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4

5 5 3 5 5 3 3 5 5 3 3 5 4 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5 1 2 3 4 5 4 3 3 3 5 5 3 5 3 3 3 2 5 5 5 4 4 5 5 4 3

5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 1 5 5 4 5 5 2 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 3 5 5 3 4 3 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4

40 40 36 40 40 38 36 40 40 37 38 40 32 35 30 38 37 35 37 40 36 38 39 40 24 25 36 35 37 39 34 30 38 40 38 35 38 37 37 31 34 33 33 34 32 38 35 39 33 29

4 5 4 4 5 4

4 3 4 4 5 4

4 5 4 4 4 5

4 3 4 4 5 4

4 5 4 4 5 4

5 5 4 5 3 2

4 3 5 5 5 5

4 4 4 4 5 3

33 33 33 34 37 31

LAMPIRAN 2 JAWABAN RESPONDEN (LANJUTAN)


PWP1 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 PWP2 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 3 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 PWP3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 PWP4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 3 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 PWP5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 PWP6 5 5 5 4 5 5 3 5 4 5 5 5 2 3 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4

5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 2 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4

5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 4 5 5 5 2 2 4 3 5 5 4 3 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 5

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 3 5 4 3 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4

5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 3 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 3 3 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 3 5 4 5 4 4 5 3 5 4 5

5 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5 4 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 2 5 4 5 4 4 5 3 3 4 3

5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 3 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 2 3 3 5 5 4 3 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5

4 5 4 5 5 5 PWP7 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5

4 4 5 3 3 4 PWP8 5 5 5 4 5 5 3 4 5 5 5 5 5 3 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5

5 3 2 4 4 5 PWP9 5 5 5 4 4 5 3 4 4 5 5 5 5 3 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5

4 4 4 4 4 4 PWP10 5 5 5 5 3 4 4 4 5 5 5 5 5 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

4 4 5 4 5 4 TOTALPWP 49 50 50 43 45 47 40 45 48 50 50 50 40 33 43 40 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 47 42 50 50 50 50 47 48 46 46 45 50 47 50

5 4 4 5 4 5

5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 1 4 5 4 5 5 5 4 4 5 2 2 2 3 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 3 3

5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 4 4 3 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 2 3 4 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 3 4 4 5 4 4 5 4 5

5 4 5 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 2 4 3 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 2 5 4 5 4 4 5 3 4

5 4 5 5 5 5 5 4 3 5 5 4 5 5 4 5 1 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 4 4 4 4 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 2 5 4 5 4 4 5 3 4

50 43 50 50 50 50 50 46 37 50 50 47 50 50 40 44 29 48 50 43 50 50 49 45 47 50 34 33 34 36 49 50 48 32 50 50 50 44 50 50 50 32 47 40 49 40 40 50 36 41

5 4 5 4 5 3 4 4

3 4 3 4 5 5 5 5

4 4 3 4 5 4 4 5

3 3 5 4 3 4 3 4

41 41 42 40 42 41 41 45

LAMPIRAN 2 JAWABAN RESPONDEN (LANJUTAN)


PSD1 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 PSD2 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 PSD3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 PSD4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 TOTALPSD 18 19 19 20 20 20 20 20 20 20 20 17 18 19 20 16 19 19 20 18 20 20 20 20 20 20 18 20 19 20 20 18 20 20 20 20 19 19 18 18 20 20 17 20 PNDPT 3 5 5 4 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 2 3 2 3 5 3 5 5 5 5 2 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5

5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 5 5 2 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 3 4 5

5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 3 3 4

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 3 4 4

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4

20 20 19 20 19 18 20 20 20 20 20 17 16 20 16 20 18 20 19 18 20 18 20 20 19 20 19 20 19 18 19 17 20 20 17 20 20 20 20 18 19 16 18 16 16 16 20 13 16 17

5 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 2 3 2 3 5 3 5 5 5 5 2 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5

4 3 4 3 4 3

3 4 3 3 5 5

3 4 3 4 4 5

4 3 5 4 5 4

14 14 15 14 18 17

5 5 5 5 5 5

LAMPIRAN 2 JAWABAN RESPONDEN (LANJUTAN)


KRP1 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 2 2 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 3 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 3 5 KRP2 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 3 3 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 KRP3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 3 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 KRP4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 TOTALKRP 19 20 20 18 20 18 20 20 19 20 20 18 16 11 14 16 18 18 16 17 19 20 20 20 20 16 19 20 17 19 20 20 20 20 19 18 19 19 19 20 19 19 15 17

5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 3 3 5 5 5 3 4 4 4 5 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 3 5 3 5 3 3 5 5 4 5 3

5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 3 3 5 5 5 4 5 3 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 3 5 5 4 5 5 5 5 3 5 3 4 3 3 5 4 5 5 3

5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 3 5 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 3 5 4 4 5 5 5 5 5 5 3 5 3 3 4 5 5 5 5

5 5 5 4 4 5 2 5 5 4 5 3 3 5 3 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 3 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 4 4 5 5 5

20 20 18 18 19 20 17 17 20 19 20 12 12 20 18 20 16 19 14 18 18 17 20 20 19 18 16 17 20 20 17 15 19 19 16 20 20 19 20 16 20 12 17 12 12 18 18 19 20 16

5 3 5 3 3 5

5 3 4 3 3 5

5 3 5 3 3 4

5 3 3 3 3 4

20 12 17 12 12 18

LAMPIRAN 3 STATISTIK DESKRIPTIF

Descriptive Statistics N TOTALKS TOTALPWP TOTALPSD PNDPT TOTALKRP Valid N (listwise) 100 100 100 100 100 100 Minimum 24 29 13 2 11 Maximum 40 50 20 5 20 Mean 35.77 45.77 18.71 4.42 17.90 Std. Deviation 3.487 5.386 1.690 .923 2.435

LAMPIRAN 4 NORMALITAS DATA

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: TOTALKRP

1.0

Expected Cum Prob

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

LAMPIRAN 5 UJI RELIABILITAS

Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 1 % 99.0 1.0

101 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .698

N of Items 8

Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted 10.030 9.503 10.149 8.794 8.853 10.265 9.602 10.491 Corrected Item-Total Correlation .521 .536 .464 .499 .516 .254 .237 .250 Cronbach's Alpha if Item Deleted .651 .640 .660 .641 .637 .698 .719 .697

KS1 KS2 KS3 KS4 KS5 KS6 KS7 KS8

Scale Mean if Item Deleted 31.01 31.18 31.18 31.44 31.34 31.24 31.79 31.21

LAMPIRAN 5 UJI RELIABILITAS (LANJUTAN)

Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 1 % 99.0 1.0

101 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .917

N of Items 10

Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted 24.781 23.543 24.983 23.833 24.243 24.208 22.317 23.466 23.316 22.437 Corrected Item-Total Correlation .610 .735 .545 .771 .683 .625 .761 .708 .730 .756 Cronbach's Alpha if Item Deleted .913 .906 .916 .905 .909 .912 .905 .908 .906 .905

PWP1 PWP2 PWP3 PWP4 PWP5 PWP6 PWP7 PWP8 PWP9 PWP10

Scale Mean if Item Deleted 41.08 41.18 41.13 41.16 41.14 41.21 41.31 41.22 41.24 41.26

LAMPIRAN 5 UJI RELIABILITAS (LANJUTAN)

Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 1 % 99.0 1.0

101 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .774

N of Items 4

Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted 1.658 1.625 1.706 1.918 Corrected Item-Total Correlation .499 .629 .677 .533 Cronbach's Alpha if Item Deleted .771 .691 .671 .743

PSD1 PSD2 PSD3 PSD4

Scale Mean if Item Deleted 14.17 14.03 13.97 13.96

LAMPIRAN 5 UJI RELIABILITAS (LANJUTAN)

Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 1 % 99.0 1.0

101 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .824

N of Items 4

Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted 3.687 3.320 3.456 3.663 Corrected Item-Total Correlation .516 .780 .762 .567 Cronbach's Alpha if Item Deleted .842 .717 .729 .815

KRP1 KRP2 KRP3 KRP4

Scale Mean if Item Deleted 13.49 13.44 13.33 13.44

LAMPIRAN 6 UJI VALIDITAS


Correlations KS1 KS1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KS8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOTALKS Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 100 .524(**) .000 100 .422(**) .000 100 .290(**) .003 100 .267(**) .007 100 .203(*) .043 100 .170 .091 100 .343(**) .000 100 .631(**) .000 100 100 .535(**) .000 100 .371(**) .000 100 .280(**) .005 100 .168 .094 100 .239(*) .017 100 .168 .094 100 .666(**) .000 100 100 .152 .131 100 .328(**) .001 100 .152 .131 100 .262(**) .008 100 .123 .223 100 .587(**) .000 100 100 .489(**) .000 100 .228(*) .023 100 .221(*) .027 100 .234(*) .019 100 .676(**) .000 100 100 .217(*) .030 100 .337(**) .001 100 .099 .327 100 .683(**) .000 100 100 -.100 .323 100 .312(**) .002 100 .459(**) .000 100 100 -.095 .348 100 .505(**) .000 100 100 .437(**) .000 100 100 KS2 .524(**) .000 100 1 KS3 .422(**) .000 100 .535(**) .000 100 1 KS4 .290(**) .003 100 .371(**) .000 100 .152 .131 100 1 KS5 .267(**) .007 100 .280(**) .005 100 .328(**) .001 100 .489(**) .000 100 1 KS6 .203(*) .043 100 .168 .094 100 .152 .131 100 .228(*) .023 100 .217(*) .030 100 1 KS7 .170 .091 100 .239(*) .017 100 .262(**) .008 100 .221(*) .027 100 .337(**) .001 100 -.100 .323 100 1 KS8 .343(**) .000 100 .168 .094 100 .123 .223 100 .234(*) .019 100 .099 .327 100 .312(**) .002 100 -.095 .348 100 1 TOTALKS .631(**) .000 100 .666(**) .000 100 .587(**) .000 100 .676(**) .000 100 .683(**) .000 100 .459(**) .000 100 .505(**) .000 100 .437(**) .000 100 1

LAMPIRAN 6 UJI VALIDITAS (LANJUTAN)


Correlations PWP1 PWP1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PWP9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 1 100 .512(**) .000 100 .142 .159 100 .427(**) .000 100 .509(**) .000 100 .374(**) .000 100 .581(**) .000 100 .615(**) .000 100 .426(**) .000 100 .488(**) .000 100 .571(**) .000 100 .467(**) .000 100 .598(**) .000 100 .675(**) .000 100 .467(**) .000 100 .569(**) .000 100 .555(**) .000 100 .396(**) .000 100 .528(**) .000 100 .414(**) .000 100 .311(**) .002 100 .505(**) .000 100 .631(**) .000 100 .587(**) .000 100 .610(**) .000 100 .621(**) .000 100 .603(**) .000 100 .373(**) .000 100 .544(**) .000 100 .457(**) .000 100 .591(**) .000 100 .540(**) .000 100 .576(**) .000 100 .381(**) .000 100 .576(**) .000 100 .557(**) .000 100 .716(**) .000 PWP2 .512(**) .000 100 1 PWP3 .142 .159 100 .488(**) .000 100 1 PWP4 .427(**) .000 100 .571(**) .000 100 .555(**) .000 100 1 PWP5 .509(**) .000 100 .467(**) .000 100 .396(**) .000 100 .631(**) .000 100 1 PWP6 .374(**) .000 100 .598(**) .000 100 .528(**) .000 100 .587(**) .000 100 .373(**) .000 100 1 PWP7 .581(**) .000 100 .675(**) .000 100 .414(**) .000 100 .610(**) .000 100 .544(**) .000 100 .540(**) .000 100 1 PWP8 .615(**) .000 100 .467(**) .000 100 .311(**) .002 100 .621(**) .000 100 .457(**) .000 100 .576(**) .000 100 .576(**) .000 100 1 PWP9 .426(**) .000 100 .569(**) .000 100 .505(**) .000 100 .603(**) .000 100 .591(**) .000 100 .381(**) .000 100 .557(**) .000 100 .716(**) .000 100 1 PWP10 .580(**) .000 100 .632(**) .000 100 .454(**) .000 100 .618(**) .000 100 .701(**) .000 100 .376(**) .000 100 .656(**) .000 100 .504(**) .000 100 .621(**) .000 TOTALPWP .680(**) .000 100 .792(**) .000 100 .628(**) .000 100 .817(**) .000 100 .745(**) .000 100 .701(**) .000 100 .822(**) .000 100 .772(**) .000 100 .791(**) .000

N PWP10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOTALPWP Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

100 .580(**) .000 100 .680(**) .000

100 .632(**) .000 100 .792(**) .000 100

100 .454(**) .000 100 .628(**) .000 100

100 .618(**) .000 100 .817(**) .000 100

100 .701(**) .000 100 .745(**) .000 100

100 .376(**) .000 100 .701(**) .000 100

100 .656(**) .000 100 .822(**) .000 100

100 .504(**) .000 100 .772(**) .000 100

100 .621(**) .000 100 .791(**) .000 100

100 1 100 .818(**) .000 100

100 .818(**) .000 100 1 100

100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

LAMPIRAN 6 UJI VALIDITAS (LANJUTAN)

Correlations PSD1 PSD1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PSD2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PSD3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N PSD4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOTALPSD Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 100 .464(**) .000 100 .416(**) .000 100 .353(**) .000 100 .751(**) .000 100 .624(**) .000 100 .409(**) .000 100 .810(**) .000 100 100 .563(**) .000 100 .822(**) .000 100 100 .720(**) .000 100 100 PSD2 .464(**) .000 100 1 PSD3 .416(**) .000 100 .624(**) .000 100 1 PSD4 .353(**) .000 100 .409(**) .000 100 .563(**) .000 100 1 TOTALPSD .751(**) .000 100 .810(**) .000 100 .822(**) .000 100 .720(**) .000 100 1

100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

LAMPIRAN 6

UJI VALIDITAS (LANJUTAN)

Correlations KRP1 KRP1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KRP2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KRP3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KRP4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOTALKRP Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 100 .569(**) .000 100 .495(**) .000 100 .295(**) .003 100 .737(**) .000 100 .746(**) .000 100 .571(**) .000 100 .884(**) .000 100 100 .614(**) .000 100 .869(**) .000 100 100 .762(**) .000 100 100 KRP2 .569(**) .000 100 1 KRP3 .495(**) .000 100 .746(**) .000 100 1 KRP4 .295(**) .003 100 .571(**) .000 100 .614(**) .000 100 1 TOTALKRP .737(**) .000 100 .884(**) .000 100 .869(**) .000 100 .762(**) .000 100 1

100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

LAMPIRAN 7 UJI REGRESI

Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of R R Square Square the Estimate Durbin-Watson .566(a) .321 .292 2.049 1.620 a Predictors: (Constant), PNDPT, TOTALKS, TOTALPSD, TOTALPWP b Dependent Variable: TOTALKRP Model 1

ANOVA(b) Sum of Squares 188.247 398.753

Model 1

df 4 95

Regression Residual

Mean Square 47.062 4.197

F 11.212

Sig. .000(a)

Total 587.000 99 a Predictors: (Constant), PNDPT, TOTALKS, TOTALPSD, TOTALPWP b Dependent Variable: TOTALKRP

LAMPIRAN 7 UJI REGRESI (LANJUTAN)

Scatterplot

Dependent Variable: TOTALKRP


3

Regression Studentized Residual

-1

-2

-3 -3 -2 -1 0 1 2

Regression Standardized Predicted Value