Anda di halaman 1dari 22

Perilaku Terpuji

Oleh : Mardiana Nadhilla Mazaya

Daftar Isi
Adab berpakaian seorang Muslimah Adab berpakaian seorang Muslim Adab berhias Adab di jalan raya Adab bertamu Adab menerima tamu

Adab Berpakaian Seorang Muslimah


Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli). Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya. Allah berfirman:


Artinya : Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan SYAITAN-syaitan itu pemimpinpemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. An-Nur 7:27)

Sabda Rasulullah
. )(
Artinya: Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuanperempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (HR Muslim)
Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

Makna Hadist Riwayat Muslim


Ada dua maksud yang menjadi kesimpulan pada hadits ini, yaitu sebagai berikut: Maksud kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi ialah perempuan-perempuan yang suka menggunakan rambut sambungan dengan maksud agar rambutnya tampak banyak dan panjang sebagaimana wanita lainnya. Selanjutnya, yang dimaksud rambutnya seperti atau sebesar punuk unta adalah sebutan bagi wanita yang suka menyanggul rambutnya. Kedua macam cara tersebut (memakai cemara dan menyanggul) termasuk perkara yang tecela dalam Islam Mereka dikatakan berpakaian karena memang mereka menempelkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pakaian tersebut tidak berfungsi sebagai penutup aurat. Oleh karena itu, mereka dikatakan telanjang. Pada zaman modern seperti sekarang ini, amat banyak manusia (perempuan) mengenakan pakaian yang amat tipis sehingga warna kulitnya tampak jelas dari luar. Sementara itu banyak pula perempuan yang memakai pakaian relatif tebal, namun karena sangat ketat sehinga bentuk lekuk tubuhnya terlihat jelas. Kedua cara berpakaian seperti itu (terlampau tipis dan ketat) termasuk perkara yang dilarang dalam Islam.

Ciri-ciri pakaian wanita Islam di luar


rumah
Pakaian itu haruslah menutup aurat sebagaimana yang dikehendaki syariat. Pakaian itu tidak terlalu tipis sehingga kelihatan bayang-bayang tubuh badan dari luar. Pakaian itu tidak ketat atau sempit tapi longgar dan enak dipakai. la haruslah menutup bagianbagian bentuk badan yang menggiurkan nafsu laki-laki. Pakaian itu tdak bertasyabbuh (bersamaan atau menyerupai)dengan pakaian laki-laki yaitu tidak meniru-niru atau menyerupai pakaian lakilaki. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian perempuan-perempuan kafir dan musyrik. Pakaian itu bukanlah pakaian untuk bermegahmegah atau untuk menunjuk-nunjuk atau

Adab Berpakaian Seorang Muslim


)(
Artinya: Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta pakaian yang dicelup dengan ashfar. (HR Thabrani). Yang dimaksud dengan ashfar ialah semacam wenter berwarna kuning yang kebanyakan dipakai oleh wanita kafir pada zaman itu. Ibnu umar meriwayatkan sebagai berikut:
1. Kaum lelaki dilarang memakai cincin emas dan pakaian sutra. Dalam hal ini, cincin emas dan pakaian sutra yang dipakai oleh kaum lelaki, Khalifah Ali r.a pernah berkata:

Artinya: Rasulullah SAW pernah melihat aku memakai dua pakaian yang

dicelup dengan ashfar maka sabda beliau: Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau pakai.(HR. Ibnu Umar)

Larangan bagi laki-laki memakai cincin emas dan pakaian dari sutra adalah suatu didikan moral yang tinggi. Allah telah menciptakan kaum lelaki yang memiliki naluri berbeda dengan perempuan, memiliki susunan tubuh yang berbeda dengan tubuh perempuan. Lelaki memiliki naluri untuk melindungi kaum perempuan yang relatif lemah kondosi fisiknya. Oleh sebab itu, sangat tidak layak kiranya apabila lelaki meniru tingkah laku perempuan yang suka berhias dan berpakaian indaah serta suka dimanja. Dari sisi lain, larangan ini sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap sikap hidup bermewahmewahan, sementara masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Adab Berhias
1.Laki-laki dilarang memakai cincin emas

2. Jangan bertato dan mengikir gigi

Sebagaimana larangan yang ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap Ali r.a Pada zaman jahiliyah banyak wanita Arab yang menato sebagian besar tubuhnya, muka dan tangannya dengan warna biru dalam bentuk ukiran. Pada zaman sekarang ini (khususnya di lingkungan masyrakat kita) bertato banyak dilakukan oleh kaum lelaki. Dengan bertato ini, mereka merasa mempunyai kelebihan dari orang lain.Adapun yang dimaksud dengan mengikir gigi ialah memendekkan dan merapikan gigi. Mengikir gigi banyak dilakukan oleh kaum perempuan dengan maksud agar tampak rapi dan cantik. Rasulullah SAW bersabda;

)(

Artinya: Rasulullah SAW melaknat perempuan yang menato dan yang minta ditato, yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya. (HR At Thabrani)

Adab Berhias
3. Jangan menyambung rambut
Diriwayatkan sebuah hadist sebagai berikut:

:
Artinya: Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: Ya

Rasulullah, sesunguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya?. Rasulullah menjawab: Allah melaknat perempuan yang melaknat perempuan yang melaknat rambutnya. (HR Bukhari)

4. Jangan berlebih-lebihan dalam berhias


Berlebih lebihan ialah melewati datas yang wajar dalam menikmati yang halal. Berhias secara berlebih-lebiha cenderung kepada sombong dan bermegah-megahan yang sangat tercela dalam Islam. Setiap muslim dan muslimat harus dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kesombongan, baik dalam berpakaian maupun dalam berhias bentuk yang lain. Memoles wajah dengan bahan make-up terlampau banyak serta menggunakan perhiasan emas pada leher, kedua tangan dan kedua kaki secara mencolok termasuk berlebih-lebihan. Perbuatan yang demikian itu tidak lain adalah bermaksud untuk menarik perhatian pihak lain, terutama lawan jenisnya. Apabila yang dimaksudkan adalah untuk menarik perhatian suaminya maka hal itu baik untuk dilakukan. Akan tetapi, apabila yang dimaksud itu semua orang (selain suami) maka hal itu termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.

Adab Berhias


Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan (QS. Al-Isra: 26)

haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Adab Bertamu

Bertamu adalah salah satu cara untuk menyambung tali persahabatan yang dianjurkan oleh Islam. Islam memberi kebebasan untuk umatnya dalam bertamu. Islam telah memberi bimbingan dalam bertamu, yaitu jangan bertamu pada tiga waktu aurat.Yang dimaksud dengan tiga waktu aurat ialah sehabis zuhur, sesudah isya, dan sebelum subuh. Allah SWT berfirman:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan

wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nur : 58)
Ketiga waktu tersebut dikatakan sebagai waktu aurat karena waktu-waktu itu biasanya digunakan untuk beristirahat dan hanya mengenakan pakaian yang sederhana (karena panas misalnya) sehingga sebagian dari auratnya terbuka,jika bertamu saat itu terpaksa harus berpakaian rapi lagi untuk menerima kedatangan tamunya.

Cara Bertamu yang Baik


1. Berpakaian yang rapi dan pantas
Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri. Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya. Allah SWT berfirman:

Artinya: Jika kamu berbua baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu

2. Memberi isyarat dan salam ketika datang


Allah SWT berfirman:

sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri. (QS Al Isra : 7)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah

yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (QS An Nur : 27)

Cara Bertamu yang Baik


3. Minta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali

4. Memperkenalkan diri sebelum masuk

Jika telah tiga namun belum ada jawaban dari tuan rumah, hendaknya pulang dahulu dan datang pada lain kesempatan. Apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas, terutama jika bertamu pada malam hari. Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya: dari Jabir ra

Ia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu aku mengetuk pintu rumah beliau. Nabi SAW bertanya: Siapakah itu? Aku menjawab: Saya Beliau bersabda: Saya, saya! seakan-akan beliau marah (HR Bukhari)
Kata Saya belum memberi kejelasan. Oleh sebab itu, tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk menerima kedatangannya

5. Masuk dan duduk dengan sopan

6. Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita

7. Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati 8. Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdalah

Dalam hal ini, perempuan yang berada di rumah sendirian hendaknya juga tidak memberi izin masuk tamunya. Mempersilahkan tamu lelaki ke dalam rumah sedangkan ia hanya seorang diri sama halnya mengundang bahay bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tamu cukup ditemui diluar saja.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya: Jika

seseorang diantara kamu hendak makan maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah membaca: Bismillahi awwaluhu waakhiruhu. ( HR Abu Daud dan
Turmudzi)

10. Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memilih-milih 11. Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran

12. Segeralah pulang setelah selesai urusan

Tamu yang menggunakan piring untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan. Tidak perlu menyisakan makanan pada pring yang bekas dipakainya yang terkadang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya. Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai permasalahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasalahan yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung. Hendaknya dihindari pembicraan yang tidak ada ujung pangkalnya, terlebih membicarakan orang lain. Terhadap tamu yang jauh tempat tinggalnya, Islam memberi kelonggaran bertamu selama tiga hari tiga malam. Waktu twersebut dikatakan sebagai hak bertamu. Setelah waktu itu berlalu maka habislah hak untuk bertamu, kecuali jika tuan rumah menghendakinya. Dengan pembatasan waktu tiga hari tiga malam itu, beban tuan rumah tidak telampau berat dalam menjamu tamuhnya.

13. Lama Waktu Bertamu Maksimal Tiga Hari Tiga Malam

Tata krama perjalanan

Qs An nisa 4 :59 artinya hai orang orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasulnya dan ulil amri di antara kamu . kemudian jika kamu berlainan perndapat tentang sesuatu , maka kembalikanlah ia kepada Allah dan rasul , jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian , yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya Mengacu kepada ayat Al Quran tersebut setiap muslim/muslimah hendaknya menaati ajaran ajaran Allah swt dan rasulnya (ajaran islam ) dan undang-undang serta peraturan pemerintah dimana pun dia berada misalkan ketika berada dalam perjalanan

Seseorang dianggap beratata krama dalam perjalanan, apabila tatkala ia menggunakan jalan umum atau jalan raya, ia mentaati undang-undang dan peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan oleh pemerintah Contoh : Pcross dan menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum Dan bagi kendaraan bermotor hrndaknya memerhatikan dan mentaati rambu-rambu lalu lintas, melengkapi kelengkapan berkendara seperti SIM, STNK, dan helm (bg pengendara sepeda motor) ara pejalan kaki hendaknya berjalan disebelah kiri jalan dan ditrotoar, hendaknya pejalan kaki menyebrang di jembatan penyebrangan atau di zebra

DOA DALAM PERJALANAN & KETIKA INGIN MENAIKIN KENDARAAN


Selama dalam perjalanan disunnahkan membaca takbir apabila menjumpai tanjakan dan membaca tasbih apabila menuruni turunan tetapi makruh mengeraskan bacaan tersebut Apabila memasuki desa atau kota disunnahkan membaca doa:


Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.

Apabila singgah disuatu tempat, sunnah membaca doa:


Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk-Nya.

Dan ketika akan menaiki kendaraan hendaknya membaca : " Bismillaahi majreha wamursaahaa inna rabbii laghafuururrahiim " Artinya : " Dengan Asma Allah, berhenti dan berjalannya kendaraan ini, sesungguhnya Rabbku Maha Pe-ngampun dan Penyayang "

Tata krama penumpang


Bagi para penumpang kendaraan umum, seperti bis dan kereta api hendaknya memerhatikan dan melaksanakan tata krama, contohnya : Bermuka manis dan berttur kata baik terhadap penumpang lain Bersikap sopan kepada penumpang yang lebih muda dan yang lebih tua Jika diperlukan hendaknya kita sesama penumpang lain hendaknya saling tolong menolong

Adab menerima tamu


Manusia adalah makluk social yang saling membutuhkan untuk itu kita harus saling membantu, apabila ada orang yang datang kerumah kita, kita harus memperlakukannya dengan baik dan menghormatinya Dan Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan/melupakan orang-orang fakir. Rasululloh SAW bersabda:Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-orang faqir. (Muttafaq alaih). Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbanggabangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasululloh SAW dan membahagiakan teman-teman sahabat, ataupun syukuran dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT

Adab Menerima Tamu


Sebaiknya kita tidak memaksakan diri untuk mengundang tamu. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu anhu ia menuturkan:Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata: Kami dilarang memaksa diri (membuat diri sendiri repot). (HR. Al-Bukhari) Dan Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian.

Cara menghormati tamu:

-Apabila ada tamu, tuan rumah harus berpakaian rapi dan menerimanya dengan sopan -Memperlihatkan wajah yang berseri-seri dan mengucapkan kata2 yang baik -Memberikan makanan dan minuman untuk menghormati tamu -Jangan tergesa-gesa mengangkat makanan/minuman (hidangan) yang belum selesai di nikmati