Anda di halaman 1dari 56

PROSES PROYEK

KEDUDUKAN ARSITEK DALAM SEBUAH PROYEK PEMBANGUNAN ADALAH SEBAGAI PERENCANA/ DESAINER SEMENTARA DESAIN ADALAH PROSES SEBELUM PEMBANGUNAN DESAIN YANG DIBUAT OLEH MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN ADALAH PERENCANA/ PRELYMINARI DESIGN,

DIMANA PADA TAHAP INI DILAKUKAN : 1. PENGUMPULAN DATA ANALISIS, 2. SINTESIS KEBUTUHAN, 3. PENGEMBANGAN / PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGEMBANGKAN IDE GAGASAN ARSITEKTURAL , 4. MENGEMBANGKAN BENTUK DAN SISTEM STRUKTURNYA HINGGA DI DAPAT BENTUK DESAIN YANG UTUH

PROSES KREATIF
UNTUK MENDAPATKAN DESAIN YANG BAIK, SANGAT PERLU BAGI ARSITEK UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DESAINNYA MENGENAI BENTUK YANG INOVATIF. HAL INI BISA DI CAPAI MELALUI PROSES KREATIF. YANG HARUS DI KETAHUI ADALAH TAHAPAN TAHAPAN PROSES KREATIF. MAHASISWA DIHARAPKAN MAMPU MENGEMBANGKAN KEMAPUAN DESAINNYA DENGAN MENGIKUTI PROSES PROSES KREATIVITAS. 1. KREATIFITAS

KREATIFITAS BERAWAL DARI MIMPI, FANTASI MENUJU IMAJINASI, MENUJU INOVASI


KREATIF ; LAIN DARI YANG LAIN SESUATU YANG BELUM ADA NILAI TABAH DARI SESUATU DALAM PENCARIAN KREATIFITAS HARUS DIULAI DENGAN INSPIRASI BUKAN OLEH ILUSI SESUATU DAPAT BERGESER DARI YANG BERSIFAT FANTASI MENUJU IMAJINASI, MENUJU NYATA. MISAL ORANG BISA TERBANG, MANUSIA BISA KE BULAN

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

TUGAS MENDESAIN RUMAH MASA DEPAN SEORANG MAHASISWA ARSITEK


1.LUAS LAHAN 240 M2
2. KONDISI TANAH KERAS 3.BATASAN LUAS BANGUNAN YANG DI BANGUN AKSIAL 100 M2 BERDIRI DE DEKAT JALAN UTAMA PELAKU AYAH = ARSITEK, DLL, ATAU SEBALIKNYA IBU = GURU,DLL, ATAU SEBALIKNYA ANAK LAKI LAKI = SEKOLAH TK,DLL ANAK PEREMPUAN = MASIH BAYI 2 TAHUN , DLL DIHARAPKAN BERBEDA TIAP MAHASISWA MENGENAI PROFESI PELAKU MAHASISWA MEMBUAT DESAIN SEDERHANA DARI SEBUAH RUMAH YANG MENERAPKAN METODE KONSEPTUAL

KONSEP ARSITEKTUR?

DIDALAM DESAIN DIPERLUKAN SEBUAH PEMIKIRAN YANG MENDASARINYA

PEMIKIRAN ITU ADALAH

KONSEP

apa yang dimaksud dengan konsep?

ide desain, gagasan desain, sesuatu yang mendasari desain. tanggapan terhadap aktivitas/kegiatan yang terjadi (fungsi/konten (isi)/faktor internal) dan lingkungan yang ditempati (site/konteks/faktor EKSternal). jawaban atas permasalahanpermasalahan desain, yang muncul dari faktor internal (aktivitas/fungsi/konten) dan faktor eksternal (lingkungan/site/konteks)

apa yang dimaksud dengan konsep?

IDE ; PEMIKIRAN,REKAAN, GAGASAN = KONSEP KONSEP YANG TELAH DIRINGKAS SAMPAI KESUATU POKOK POKOK PERSOALAN ARSITEK, SEPERTI PENERANGAN ,URUTAN URUTAN RUANG, PERLETAKAN BANGUNAN, KESEIMBANGAN STRUKTUR DAN BENTUK ATAU SUATU PEIKIRAN YANG LEBIH SPESIFIK TEMA ; SUATU POLA / GAGASAN TERTENTU YANG BERULANG KEMBALI DI SELURUH PERANCANGAN SEBUAH PROYEK

mengapa perlu konsep?

Membuat desain dapat dipertanggungjawabkan (sebagai alasan munculnya desain) Merupakan alasan desain yang logis dalam menanggapi aktivitas/kegiatan yang terjadi (fungsi/konten (isi)/faktor internal) dan lingkungan yang ditempati (site/konteks/faktor internal). Menentukan keberhasilan sebuah desain (merupakan jawaban permasalahan desain yang tepat (memiliki dasar kuat)/tidak asal/ngawur)

apa saja yang dibutuhkan untuk menyusun konsep?

fungsi apa yang didesain? - kegiatan utamanya apa saja? - pelakunya siapa saja? - kegiatan tambahan/laten (kegiatan yang mungkin muncul) apa saja? - lokasi sitenya dimana? - bentuk dan posisi sitenya bagaimana? - ukuran sitenya berapa? - seperti apa kondisi eksisting site? - peraturan yang berlaku di site (KDB, KLB) ? - image (gambaran) bangunan dengan fungsi ini umumnya seperti apa? - seperti apa contoh-contoh desain dari fungsi ini (interior, tampilan bangunan, tata ruang luar) - backgroundknowledge (pengetahuan dasar) yang harus dimiliki: skala ruang, dimensi dan susunan perabot, cara menghubungkan ruang, macam-macam bentuk, desain ruang luar.

bagaimana cara menyusun konsep?

-lakukan analisis fungsi, kegiatan utama, kegiatan tambahan dan pelaku. Hubungkan satu sama lain. (analisis internal) -lakukan analisis terhadap site (lokasi, dimensi, bentuk, kondisi, peraturan site). Hubungkan satu sama lain. (analisis eksternal) - berikan tanggapan terhadap analisis internal dan eksternal. Singkronkan satu dan yang lainnya.

bagaimana cara mengkomunikasikan konsep?

Tanggapan terhadap faktor internal dan eksternal

Hal-hal yang ditanggapi

bagaimana mengembangkan konsep menjadi desain? (transformasi desain)

-lakukan eksplorasi desain (kemungkinan-kemungkinan hasil desain berdasarkan konsep desain) -lakukan evaluasi (penilaian) terhadap hasil-hasil eksplorasi. -pilih desain yang paling berhasil dalam menjawab masalah. - rapikan sketsa desain.

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

Contoh contoh desain

JENIS KONSEP

KONSEP DAPAT TEBENTUK DARI HASIL BENTUK YANG MERUPAKAN PENGUNGKAPAN IDE MAUPUN CARA ATAU PROSES PENGOLAHAN DAN PERTIMBANGAN BENTUK . KONSEP DALAM ARSITEKTUR BERTITIK BERAT PADA BENTUK, RUANG DAN LINGKUNGAN (from, space, place).

RUANG DAN ARSITEKTUR


ARSITEKTUR untuk mewadahi RUANG DAN ARSITEKTURaktivitas dalam ruang.

Ruang itu adalah kosong. Kosong itu bermanfaat,bisa di isi, ruang ada karena adanya pembentuk Ruang. memiliki volume .volume dapat di interprestasikan dan di persepsikan melalui indrawi berdasarkan adanya batas ruang. Batas ruang selain harus mewadahi aktifitas juga dapat di persepsikan kekuatan ruangnya. apakah ruang yang terjadi kuat ataukah imaginer. volume yang di iplementasikan kedalam bentuk 3 dimensional. 3 dimensi harus dapat menampilkan fungsi yang sesuai dengan trilogi vitruvius Vitruvius Firmitas ; kokoh Utilitas ; kegunaan function space Venustas ; keindahan dari seni

BENTUK DAN ARSITEKTUR RUANG DAN ARSITEKTUR


BENTUK ? APAKAH BENTUK DAN BAGAIMANA MEMBUAT BENTUK?

DALAM DICTUM FORM FOLLOW FUNCTION, BENTUK MENGIKUTI FUNGSI DAN DALAM TRILOGI VITRUVIUS BAHWA BENTUK HARUSNYA 1. BISA BERFUNGSI
2. BISA DIBUAT KOKOH 3. INDAH BAGAIMANA ? BENTUK ITU HARUSLAH INDAH.KEINDAHAN BISA MEWADAHI DAN MENAMPILKAN FUNGSI YANG MEWADAHINYA. MISAL HIDUNG SESEORANG DIKATAKAN INDAH JIKA HIDUNG MEMPUNYAI ELEMEN YANG BERFUNGSI, SERTA INDAH MENURUT KOMPOSISI DAN WAJAHNYA

BAGAIMANA MENGUNGKAPKAN BENTUK


Ber IMAJINASI DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP ANALOGI, METAFORA, DLL

Jenis konsep bisa dari 1. Analogi ; berdasarkan anggapan umum, kesamaan sesuatu terhadap yang lain

2. Metafora ; mengandaikan ,mepersamakan sesuatu terhadap yang lain

BAGAIMANA MENGUNGKAPKAN BENTUK


Ber IMAJINASI DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP ANALOGI, METAFORA, DLL

Jenis konsep bisa dari 1. Analogi ; berdasarkan anggapan umum, kesamaan sesuatu terhadap yang lain

2. Metafora ; mengandaikan ,mepersamakan sesuatu terhadap yang lain

PROSES DESAIN

DESAIN ITU MEMILIKI PROSES AGAR HASILNYA MEMECAHKAN MASALAH RUANG DENGAN IDE YANG KREATIF DALAM PERKULIAHAN INI MAHASISWA DIHARAPKAN MAMPU MENGETAHUI PENGERTIAN DESAIN ARSITEKTURAL , DAN MENERAPKANYA DALAM DESAIN BENTUK RUANG
1. DESAIN DAN RUANG DALAM ARSITEKTUR, DESAIN ADALAH UNTUK MEMBENTUK RUANG DAN MENCIPTAKAN SUASANA. UNTUK MEMBENTUK RUANG ITU DIPERLUKAN PENGETAHUAN PEMBENTUK RUANG .

RUANG TERBENTUK DENGAN MENGETAHUI KEBUTUHAN AKAN RUANGNYA , MENYUSUNNYA DENGAN POLA TERTENTU UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PERWADAHAN SEBAGAI FUNGSI.KEMUDIAN MEMBENTUK DAN MENYUSUN SISTEM KERUANGAN , DILINGKUPI OLEH SISTEM STRUKTUR, DENGAN MEPERTIMBANGKAN SISTEM KETERLINGKUPAN RUANG (ENCLOSURE)
2. PENGOLAHAN RUANG RUANG DAPAT DIBUAT DENGAN MEMBENTUK DAN MERANGKAI ELEMEN ELEMEN PEMBENTUK RUANG .ULAI DARI TITIK ,GARIS BIDANG DAN VOLUME

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

PENGOLAHAN RUANG

RUANG RUANG KUAT, DAPAT MEM BENTUK PENGALAMAN DAN APRESIASI RUANG YANG KUAT RUNG YANG KUAT INI DIBENTUK DARI BIDANG DASAR GEOMETRI YANG MUDAH DI PERSEPSI INDRAWI

RUANG SEBAGAI WADAH FUNGSI


1. AKTIFITAS RUANG BERGUNA UNTUK MEWADAHI AKTIFITAS . BANGUNAN DI BANGUN BERDASARKAN AKTIFITASNYA SEHINGGA AKTIFITAS MERUPAKAN FUNGSI YANG UTAMA. ADANYA AKTIFITAS KHUSUS MENJADIKAN TERBENTUKNYA RUANG YANG KHUSUS PULA.

EKS ; AKTIFITAS BELAJAR MENGHASILKAN RUANG BELAJAR. AKTIFITAS JUAL BELI MENGHASILKAN RUANG PASAR DSB, ADA BANYAK MACAM AKTIVITAS , AKTIVITAS INI MENDORONG DIBUATNYA RUANG UNTUK MEWADAHINYA.
KEBANYAKAN AKTIFITAS AKTIVITAS YANG SAMA ATAUPUN AKTIVITAS YANG SERUPA ATAUPUN AKTIVITAS YANG BERHUBUNGAN, DIKELOPOKKAN SEBAGAI PEMBENTUK RUANG, BANGUNAN KEBANYAKAN

RUANG SEBAGAI WADAH FUNGSI


1. AKTIFITAS KEBANYAKAN AKTIFITAS AKTIVITAS YANG SAMA ATAUPUN AKTIVITAS YANG SERUPA ATAUPUN AKTIVITAS YANG BERHUBUNGAN, DIKELOMPOKKAN SEBAGAI PEMBENTUK RUANG, BANGUNAN KEBANYAKAN MEMMILIKI AKTIFITAS YANG TUNGGAL, MUNGKIN SAMA ATAU SERUPA, NAMUN BELAKANGAN DI KEMBANGAKAN BANGUNAN YANG MEMILIKI AKTIFITAS BERBEDA YANG MUNGKIN BERHUBUNGAN ATAU MEMBUTUHKAN SATU SAMA LAIN, SEPERTI BANGUNAN HOTEL DENGAN MALL. SETIAP AKTIFITAS MEMILIKI KARAKTER KHAS . KEGIATAN BELAJAR BERBEDA DENGAN KEGIATAN JUAL BELI.KEGIATAN BELAJAR ANAK TK PUN BERBEDA DENGAN KEGIATAN PERKULIAHAN .SEHINGGA PEMAKNAAN AKTIVITAS SANGAT DIPERLUKAN, BANGUNAN HARUS DAPAT MENAMPILKAN FUNGSINYA DENGAN KATA LAIN BENTUKAN BANGUNAN HARUS DAPAT MENCERMINKAN FUNGSI AKTIFITASNYA

PELAKU

Aktivitas dari suatu bangunan biasanya terdapat aktivitas utama dengan aktifitas pendukungnya bahkan aktifitas pelayanan (servis). Aktifitas memerlukan pelaku, dimana pelaku dalam melakukan kegiatan membutuhkan alat atau perabot.pelaku dapat di kelompokkan berdasarkan kelompok aktifitasnya. Pelaku terbagi menjadi manusia , barang dan kendaraan

PELAKU

Aktifitas bisa terjadi didalam ruang maupun antara ruang, membentuk pola pola aktifitas dari setiap pelakunya,
aktifitas yang memerlukan beberapa ruang membentuk hubungan ruang. Dan sususan /rangkaian dari beberapa hubungan ruang membentuk organisasi ruang. Setiap aktivitas membutuhkan ruang dan kebutuhan akan ruang ini bergantung kepada aktifitasnya.

Studi studi mengenai aktifitas membuahkan analisis ruang yang meliputi kebutuhan macam ruang, besar ruang ,study bentuk, sifat dan karakter ruang.dsb

Hubungan ruang
Hubungan ruang terbentuk untuk mendefinisikan keterkaitan antara ruang yang satu dengan ruang yang lainnya ataupun beberapa ruang. Hubungan ruang didefinisikan karena adanya aktifitas sehingga relasi antar ruangnya terdefinisi sesuai aktifitasnya. Aktifitas yag dekat mengharuskan hubungan ruang yang dekat /erat dimana harus di definisikan pula bagaimana pola dan bentuk hubungannya.apakah letak ruang harus berdekatan, bersebelahan, ruang didalam ruang? Bagaimana bentuk ruangnya terkait batas ruang. Apakah batas ruang kuat/tegas, lunak, ruang terkotak kotak dengan batas/sekat atau terbuka (open space), dsb?, apakah hubungannya karena sirkulasi yang memerlukan pintu akses atau sekedar bukaan?

Hubungan ruang

Hubungan yang memerluan aktifitas yang dilakukan pelaku dan terkait dengan pergerakan/sirkulasinya. hubungan ruang denga pola pelaku, misalnya dapat didefinisikan sesuai klasifikasi pelaku ataupun struktur organisasi pelaku.

Hubungan ruang dapat disampaikan dengan berbagai metode grafis antara lain table diagram
Pendefinisian hubungan ruang yang mendalam dapat menghasilkan konsep konsep desain yang spesifik yang dapat memecahkan masalah ruang

Organisasi ruang

Organisai ruang Hubungan yang tersusun berkaitan membentuk organisasi ruang , jadi dalam organisasi yang sudah terlihat berbagai hubungan ruang.pola aktivitas , serta sirkualasi yang terjadi

organisasi ruang yang baik adalah sesederhana mungkin namun dapat menampung berbagai keterkaitan hubungan ruang.
Organisasi yang juga dapat dikelompokkan , secara sederhana, organisasi ruang dapat membantu menunjukkan pola perletakkan ruang dan penzoningan.

STUDY RUANG

Studi ruang Pewadahan fungsi aktifitas dalam sebuah ruang memerlukan studi studi analisis yang mendalam, untuk mendapatkan bentuk ruang yang ideal. Dengan mempelajari teknik study ruang, mahasiswa diharapkan mampu mengolah ruang dengan menganalisa fungsi ruang untuk mendapatkan desain ruang yang sesuai dengan fungsinya

Study ruang Setelah menganalisa fungsi aktifitas sebuah ruang belumlah langsung dapat berbentuk. Perlu pemahaman lebih lanjut mengenai bagaimana aktifitas membutuhkan ruang, atau bagaimana melingkupi/ mewadahi aktifitas, atau bahkan membuat ruang untuk memaksa aktifitas berlangsung.

Study ruang
Dari analisis aktivitas didapat jeis jens kebutuhan ruang dan sifat dan syarat keruangan . dari sini terdefinisi pelaku, perabotan dan macam sirkulasi yang terjasi. Setelah itu dilakukan analisis untuk mengetahui berapa besar ruang yang diperlukan, analisis besar dengan menstudy aktifitas dan mengkaitkannya dengan pelaku, prabot dan sirkulasinya. Analisis disini dimaksudkan sebagai jiwa aktifitas dan dapat diangkat sebagai konsep bentuk ruang . Contoh : Untuk aktifitas makan diperlukan meja makan dengan pola meja yang berbeda dan jumlah peku yang berbeda di dapatkan studi besar yang berbeda pula. Dari studi besar ,analisis dikaikan dengan sifat dan syarat ruang serta factor factor khusus, pebentukkan ruang seperti anclosure(keterlingkupan ruang) serta psikis ruang. Sehingga dengan ketajaman analisis ruang, diharapkan desain ruang dapat mmecahkan berbagai tantangan dan masalah ruang dan mendapatkan bentuk ruang yang eksploratif namun terkandung efisiensi yang tinggi. Teknik study ruang ini dapat di gunakan untuk mencari bentuk dari dalam