AMDAL Gagal Mencegah Pencemaran

Jakarta, Kompas - Kasus pencemaran perusahaan tambang emas yang meracuni 184 warga Desa Sinar Harapan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menunjukkan instrumen analisis mengenai dampak lingkungan gagal mencegah pencemaran.
Kegagalan itu disebabkan buruknya ketaatan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penerbitan dokumen amdal, termasuk pemerintah. Hal itu dinyatakan Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Berry N Furqon di Jakarta, Rabu (18/8). ”Amdal yang diterbitkan Provinsi Lampung terbukti gagal mencegah terjadinya korban aktivitas perusahaan tambang emas. Itu menunjukkan amdal sekadar menjadi dokumen formalitas,” kata Berry. Dia menyatakan, kegagalan itu bukan disebabkan pengalihan kewenangan penerbitan amdal kepada pemda. ”Masalah intinya adalah bagaimana pemangku kepentingan menaati prosedur penerbitan amdal, termasuk kurang taatnya pemerintah mengevaluasi dan menyetujui dokumen amdal yang diajukan pelaku usaha serta lalai mengawasi pelaksanaannya,” kata Berry. Pencemaran akibat beroperasinya PT N mengakibatkan ratusan warga Desa Sinar Harapan keracunan, dan 184 orang di antaranya harus dirawat di Puskesmas Gedong Tataan, karena muntah-muntah, pusing, nyeri, dan ulu hati panas. Deputi Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Imam Hendargo Abu Ismoyo menjelaskan, hasil penyelidikan tim KLH menyimpulkan, PT N diduga kuat melepaskan limbah sianida ke Sungai Cikantor. ”Penyebab keracunan itu bukan limbah merkuri, tetapi sianida yang juga limbah B3. Kegiatan perusahaan itu patut diduga melanggar tata cara pengelolaan limbah B3 karena tidak ada saluran ke kolam penampungan air larian, juga tidak ada tempat penyimpanan sementara limbah B3,” kata Imam. Asisten Deputi Urusan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Pertambangan, Energi, dan Migas KLH, Rasio Ridho Sani menyatakan, perusahaan dengan konsesi tambang 719,6 hektar itu memiliki dokumen amdal yang disetujui Pemprov Lampung, 2 Februari 2010. ”Dalam dokumen amdal, perusahaan diizinkan menggunakan sianida untuk memisahkan emas dari material yang tidak berharga,” kata Rasio. Dia membenarkan, pada 2000-2007, perusahaan itu menggunakan merkuri untuk pemisahan emas dari material tidak berharga. Ini berdasarkan amdal dari Departemen Pertambangan dan Energi pada 19 Oktober 1999. ”Penggunaan sianida baru diuji coba Mei hingga 1 Agustus lalu. PT N menyatakan sejak 1 Agustus tidak pernah membuang limbah ke Sungai Cikantor. Kami masih mendalami lagi data terkait pencemaran itu,” kata Rasio. Deputi Tata Lingkungan KLH Hermien Roosita menyatakan, ”Kami akan meminta Pemerintah Provinsi Lampung mengevaluasi dokumen amdal termasuk upaya pengendalian dan pengelolaan lingkungannya. Jika evaluasi dan revisi tidak dilakukan, KLH berwenang mengambil alih proses evaluasi dan revisi amdal,” katanya.

kalau ada di luar sistem atau di luar mekanismenya. Selasa (21/12). Ditegaskannya. Dikatakannya. maka dalam waktu dekat akan disikapi oleh Walhi. Padahal. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Kota Sawahlunto harus sesuai aturan. “Informasi dari pihak ketiga. Limbah yang dihasilkan -terlebih yang berkapasitas besar. Hal itu dikatakan Direktur Eksekufit Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatra Barat. Pihak yang mengelola limbah harus patuh pada apa yang tertuang dalam manifes Lingkungan Hidup yang dikeluarkan Kementrian Lingkungan Hidup. “Baik pengumpul. pengelolaan limbah harus mengacu pada Peraturan Pemerintah No. Khalid Syaifulah menyikapi indikasi kesalahan pengelolaan limbah B3 PLTU Sijantang.” kata Khalid menjawab padangmedia. Asisten Manager SDM dan ADM PLTU Sijantang. Sebelumnya. Muhfiarni kepada padangmedia. Jadi. limbah B3 milik PLTU tidak dikelola dahulu. 21/12/2010 14:27 WIB padangmedia. tentu sudah melanggar dan dianggap lalai dalam mengelola limbah B3 ini. kita (PLTUred) tidak tahu adanya pendistribusian drum ini sampai ke konsumen tanpa mengalami pengolahan.Walhi Sikapi Kesalahan Pengelolaan Limbah PLTU Sijantang Selasa.com.harus sesuai prosedu pengelolaannya.SAWAHLUNTO .com . mengaku bahwa dalam mengelola limbah B3 sejenis acid diserahkan kepada pihak ketiga yang ternyata hanya mengantongi surat rekomendasi manifest dari Badan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto. seharusnya pihak ketiga tersebut harus mempunyai persyaratan manifest pengelolaan limbah B 3 yang diterbitkan Kementrian Lingkungan Hidup RI. kalau benar terjadi dugaan kesalahan penanganan limbah B3 di PLTU itu.” katanya. pengangkutan serta pengolahan sangat jelas diatur pada PP itu. Mutia didampingi Staf K2 LH. setelah mendapatkan barang dari PLTU. bahkan sampai pemanfaatannya. Karena. .Penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di PLTU Sijantang.com di kantornya mengaku memang terjadi kesalahan. pihak menajemen PLTU Sijantang.

pengelolaan juga akan dipindahkan kepada pihak ketiga yang mempunyai persyaratan manifest pengelolaan limbah B3 yang diterbitkan Kementrian LH RI. menurut Mutia.Dengan kejadian itu. sudah lebih 50 persen drum limbah B3 yang ditarik. Selain itu.(tumpak) .

Berbeda dengan limbah biasa. Sarana penting yang ada di PPLI adalah tanur pembakaran limbah dan lahan uruk (landfill). dan Pemerintah (5%). PT Bimantara Citra (25%). bahan yang mudah meledak. karena PPLI bukanlah tanpa risiko. dan bahan yang menimbulkan karat. Bahkan. Di Indonesia. WMI pernah dituntut ganti rugi Rp 300 miliar oleh penduduk Alabama." kata Nabiel. yakni di Jawa Barat. limbah itu diolah dengan mengubah sifat kimiawinya. Tapi PPLI bukanlah jaminan 100%. kapasitas PPLI Cileungsi kini baru 10% dari kapasitas terpasang. dengan menggunakan reagen (larutan penetral) semen dan air. Jawa Timur. Aceh.000 ton limbah. Wajarlah bila Pemerintah cenderung memilih sistem pengolahan limbah secara terpusat seperti PPLI. . atau dijadikan bahan baku industri. Di Cileungsi. Setiap tahun PPLI ini mampu mengolah 85. Menurut Patrick Heineger. "Biayanya sangat mahal. sebab harus bisa menampung limbah secara aman hingga puluhan atau ratusan tahun. Deputi I Bapedal. limbah industri jenis B3 (bahan beracun berbahaya) dipandang sebagai sampah yang mengancam dunia.Mengamankan Limbah B3 SELAMA ini. Jawa Barat. Dan masih ada dua jenis limbah yang belum bisa diproses di sini. awal pekan ini Presiden Soeharto meresmikan PPLI-B3 (Pusat Pengolahan Limbah Industri B3) di Cileungsi. Lahan uruk di PPLI Cileungsi dirancang secara khusus. ditimbun. Pada tahun 1986. merembeskan limbah beracun ke lahan sekitarnya. Menurut Nabiel Makarim. yaitu limbah amoniak dan merkuri -keduanya tidak bisa diolah dengan dibakar atau ditimbun begitu saja. WMI misalnya. dan Kalimantan Timur. Seyogianya. dengan adanya PPLI di Indonesia. limbah itu kemudian disimpan di lahan uruk. dan ditanggung bersama oleh PT Waste Management Indonesia (70%). tahun 2000 nanti. Amerika Serikat. limbah B3 harus diolah dahulu sebelum dibuang ke tempat yang aman. perusahaan bisa memanfaatkan jasa PPLI. karena lahan uruk PPLI Emelle. yang dikelola oleh Waste Management International -. pemimpin PT Waste Management Indonesia (WMI). basa. Alabama. di Indonesia sudah ada empat PPLI. Pengurukan limbah dilakukan bertahap dalam sel lahan yang luasnya 1 hektare dan setiap sel mampu menampung 360. termasuk amoniak dan merkuri. Lain dengan PPLI di AS. limbah organik B3 akan diolah dalam tanur semen. Lahan itu memiliki empat lapisan sintetik kedap air ganda dan dasarnya dilapisi lempung kedap air. limbah B3 tentu tidak akan jadi masalah lagi.5 juta ton. selalu dikecam oleh LSM internasional dan masyarakat. PPLI ini disebut-sebut yang terbesar di Asia Tenggara. bahan beracun. Kapasitas lahan uruk PPLI Cileungsi untuk tahap pertama adalah 3. Setelah stabil. Tak heran bila bisnis pengolahan limbah B3 kini dianggap sangat menguntungkan. Pembangunannya menelan biaya sekitar Rp 200 miliar.000 ton limbah.induk PT WMI -segala jenis limbah bisa diolah. Sedangkan limbah anorganik akan distabilisasi dalam bak khusus. hasil olahan dibakar. dengan biaya lebih murah dibandingkan bila harus mengolahnya sendiri. Terakhir. sehingga bahan beracun seperti logam berat lebur dalam adonan semen. Limbah B3 yang dikirim ke PPLI adalah limbah cair maupun padat yang merupakan bahan asam. Di PPLI. dan harus sesuai dengan ketentuan Bapedal.

Sarwono Kusumaatmadja. Khusus mengenai PPLI Cileungsi. Sebab. Di situ Dodo meragukan kekuatan tanur pembakar limbah B3 yang terbuat dari semen. karena bisa kelewat panas dan pecah. Akibatnya.Bapedalnya AS -. termasuk limbah merkuri yang kini mengancam Teluk Jakarta. Yang juga perlu diperhatikan adalah laporan Walhi. Padahal. Menteri Negara Lingkungan Hidup. di Inggris dan AS. untuk kesalahan yang sama.000 ton dari limbah itu yang dikirim ke PPLI Cileungsi. tahun 1985.Sebelumnya. limbah yang dihasilkan industri di kawasan Jawa Barat dan DKI Jakarta diperkirakan 103. Saat ini. Heineger tidak menampik tuduhan LSM terhadap perusahaannya.000 ton per tahunnya. masih ada masalah dengan limbah plastik dan limbah impor. Di lain pihak. "Kadang memang kami melakukan kesalahan. yang menyebutkan bahwa limbah kimia industri kecil di DKI Jakarta dan Jawa Barat juga dibuang begitu saja ke sungai.5 juta dan oleh kejaksaan agung AS sebanyak US$ 10 juta. "Tapi risiko yang lebih besar akan muncul bila kita tak membangun PPLI-B3.US$ 2. namun kesalahan itu cepat diketahui dan diperbaiki." katanya. WMI didenda oleh EPA -. Sarwono tidak memungkiri bahwa dewasa ini Pemerintah baru mengincar limbah B3 dari perusahaan besar. Dan risiko yang timbul dari PPLI-B3 akan kita tekan sekecil mungkin. Sebegitu jauh baru 2. membenarkan bahwa pembangunan PPLI-B3 memang mengandung risiko. jutaan dolar bisa melayang. pengamat lingkungan Dodo Sambodo pernah menulis di harian Suara Pembaruan. Ia juga mengingatkan bahwa alat electrostatic precipirator yang digunakan PPLI tak akan mampu menangkap gas beracun hasil pembakaran limbah padat. tak ada sisa limbah yang dibuang ke sungai. Nunik Iswardhani dan Diah Purnomowati . Dodo juga menyayangkan PPLI Cileungsi tidak mengacu pada teknologi dari perusahaan induknya." Sarwono menjanjikan. endapan dari lindi limbah cair yang sudah dinetralkan dengan asam sulfat kelak juga akan dibuang ke Sungai Cileungsi. Padahal.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.