P. 1
makalah

makalah

|Views: 1,485|Likes:
Dipublikasikan oleh -'Ilma Ituw Iwecs'-

More info:

Published by: -'Ilma Ituw Iwecs'- on Mar 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

DI SUSUN OLEH

:

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Obat Kardiovaskuler”. Penulisan

Amin. mengetahui indikasi dari obat jantung. baik bentuk maupun isinya.makalah ini bertujuan mengetahui bagaimana pengertian obat jantung/kardiovaskuler. Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Merauke. 14 Mei 2012 Penulis \ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI . penggolongan obat jantung. Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat. gangguan apa saja yang ada pada jantung. Kami telah berusaha dengan segala kemampuan dan pengetahuan agar penyusunan makalah ini tersaji dengan sebaik-baiknya. penulis mohon saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya. mengetahui farmakokinetika dan farmakodinamika pada obat jantung. Untuk itu. serta mengetahui penatalaksanaan oleh para medis.

Latar Belakang 2. Metode Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kesimpulan 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN .BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan 3.3 Pengertian Pembagian Obat Kardiovaskuler BAB III PENUTUP 3.2 pembagian Obat Kardiovaskuler 2.1 Pengertian Obat Kardiovaskuler 2. Rumusan Masalah 4.

Apakah yang dimaksud dengan obat jantung/kardiovaskuler? 3. Pembuluh darah dipengaruhi sistem saraf otonom melalui saraf simpatis dan parasimpatis.1.5. 2. Bagaimana farmakokinetika obat jantung tersebut? 3. 2.1.7. 2. Jantung sebagai organ pemompa darah sedangkan pembuluh darah sebagai penyalur darah ke jaringan.3. Bagaimana farmakodinamika obat jantung tersebut? 3. Apa saja gangguan yang ada pada jantung? 3.8. 2. Apa saja penggolongan obat jantung? 3. Metode Penulisan .1 Latar Belakang Obat kardiovaskuler merupakan kelompok obat yang mempengaruhi & memperbaiki sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah ) secara langsung ataupun tidak langsung.2. Tujuan 2. 2. Jantung dan pembuluh darah merupakan organ tubuh yang mengatur peredaran darah sehingga kebutuhan makanan dan sisa metabolisme jaringan dapat terangkut dengan baik. 2.1.4.4. 2.2.6. Rumusan Masalah 3. Apa saja indikasi dari obat jantung? 3.3. Dari uraian tersebut.7. sehingga kami membuat makalah yang berjudul “Obat Kardiovaskuler” 2. Bagaimana penatalaksanaan oleh para medis? 4. Menyelesaikan tugas Farmakologi Mengetahui pengertian tentang obat jantung/kardiovaskuler Mengetahui gangguan apa saja yang ada pada jantung Mengetahui penggolongan obat jantung Mengetahui Farmakokinetika pada obat jantung Mengetahui Farmakodinamika pada obat jantung Mengetahui indikasi dari obat jantung Mengetahui penatalaksanaan oleh para medis 3.5.6. Setiap gangguan dalam sistem tersebut akan mengakibatkan kelainan pada sistem kardiovaskuler.

com/2010/04/obat-kardiovaskuler. Obat antiangina 2.3.2. kami akses melalui internet http://dr-suparyanto. (penyekat reseptor beta) Melebarkan pembuluh darah koroner → memperlancar aliran darah (vasodilator) Kombinasi keduanya Farmakodinamik Khasiat farmakologik: • Dilatasi pembuluh darah → dapat menyebabkan hipotensi → sinkop . 2. Obat antiaritmia 2. Pengertian obat kardiovaskuler Obat kardiovaskuler adalah obat yang digunakan untuk kelainan dan pembuluh darah. Antiangina • Antiangina adalah obat untuk angina pectoris atau ketidak seimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply) oksigen pada salah satu bagian jantung Penyebab angina: Kebutuhan O2 meningkat → exercise berlebihan Penyediaan O2 menurun → sumbatan vaskuler Cara kerja Antiangina: • • • • • • Menurunkan kebutuhan jantung akan oksigen dengan jalan menurunkan kerjanya. Obat glikosida 2. Obat antihipertensi 3. Pengertian pembagian obat kardiovaskuler A.Metode penulisan ini.1.html dan melalui buku Farmakologi Dasar dan Klinik BAB II PEMBAHASAN 1. Pembagian obat kardiovaskuler 2.blogspot.4.

Angina pectoris 2. baik NE dan epi endogen maupun obat adrenergik eksogen . cerna. tetapi efeknya sekilas → tidak digunakan di klinik Farmakokinetik • • • • • • Metabolisme nitrat organik terjadi di hati Kadar puncak 4 menit setelah pemberian sublingual Ekskresi sebagian besar lewat ginjal Indikasi: 1. Gagal Jantung Kongestif 3. Infark jantung Obat Antiangina: a. b. curah jantung menurun dan frekuensi jantung meningkat (takikardi) Efek hipotensi terutama pada posisi berdiri → karena semakin banyak darah yang menggumpul di vena → curah darah jantung menurun Menurunya kerja jantung akibat efek dilatasi pembuluh darah sistemik → penurunan aliran darah balik ke jantung Nitrovasodilator menimbulkan relaksasi pada hampir semua otot polos: bronkus. tetapi karena menurunya kerja jantung Pada dosis tinggi dan pemberian cepat → venodilatasi dan dilatasi arteriole perifer → tekanan sistol dan diastol menurun .• • • Relaksasi otot polos → nitrat organik membentuk NO → menstimulasi guanilat siklase → kadar siklik-GMP meningkat → relaksasi otot polos (vasodilatasi) Menghilangkan nyeri dada → bukan disebabkan vasodilatasi. Beta bloker Calsium antagonis a. saluran empedu. Beta blocker • • • Beta bloker adalah obat yang memblok reseptor beta dan tidak mempengaruhi reseptor alfa Beta Bloker menghambat pengaruh epineprin → frekuensi denyut jantung menurun Beta bloker → meningkatkan supply O2 miokard → perfusi subendokard meningkat Farmakodinamik • Beta bloker menghambat efek obat adrenergik.

bisoprolol Non kardioselektif: propanolol. alprenolol Contoh Obat Beta Blocker: 1. 5. 6. 7. nadolol. atenolol) kurang baik absorbsinya Sediaan Kardioselektif: asebutolol. metoprolol. 8. diare. efek tremor (melalui reseptor beta- 2) • Efek bronkospasme (hati2 pada asma) • Menghambat glikogenolisis di hati • Menghambat aktivasi enzim lipase • Menghambat sekresi renin → antihipertensi Farmakokinetik Beta bloker larut lemak (propanolol. asebutolol. 80 mg. pindolol. bronkospasme • Sal cerna: mual. oksprenolol. nadolol. alprenolol. oksprenolol. 3. tab lepas lambat 100 mg Bisoprolol: tab 5 mg Asebutolol: kap 200 mg dan tab 400 mg Pindolol: tab 5 dan 10 mg Nadolol: tab 40 dan 80 mg Atenolol: tab 50 dan 100 mg Efek Samping • Akibat efek farmakologisnya: bradikardi. kapsul lepas lambat 160 mg Alprenolol: tab 50 mg Oksprenolol: tab 40 mg. gagal jantung. 4. metoprolol.• Beta bloker kardioselektif artinya mempunyai afinitas yang lebih besar terhadap reseptor beta-1 daripada beta-2 • Propanolol. pindolol dan labetolol mempunyai efek MSA (membrane stabilizing actvity) → efek anastesik lokal miokard • Kardiovaskuler: mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas • Menurunkan tekanan darah • Antiaritmia: mengurangi denyut dan aktivitas fokus ektopik • Menghambat efek vasodilatasi. 2. atenolol. tab lepas lambat 80 mg Metoprolol: tab 50 dan 100 mg. Propanolol: tab 10 dan 40 mg. timolol. muntah. oksprenolol. blok AV. labetalol dan metoprolol) diabsorbsi baik (90%) • • • • • Beta bloker larut air (sotolol. alprenolol. konstipasi . 9.

migren. aritmia. feokromositoma (takikardi dan aritmia akibat tumor). kardiomiopati obstruktif hipertropik. Verapamil (3x80-120mg) dan Diltiazem (3-4x60mg) Nyeri kepala berdenyut Dosis: • • • • Efek Samping . glaukoma. hipertensi. tiapamil Benzotizepin: diltiazem Piperazin: sinarizin. pusing. Penyakit Vaskuler. depresi Indikasi Dan Kontraindikasi Indikasi: angina pectoris. insomnia. felodipin. galopamil. amlodipin Difenilalkilamin: verapamil. flunarizin Lain-lain: prenilamin. Calsium Antagonis Nama lain Ca antagonis = Calcium entry blocker = Calcium channel blocker Macam: • • • • • Dihidropiridin: nifedipin. rash. nikardipin.• Sentral: mimpi buruk. depresi • Alergi. halusinasi. perheksilin Farmakodinamik • • • • • • Ion ca diperlukan untuk kontraaksi otot polos dan jantung Ca antagonis → menghambat masuknya Ca kedalam membran sel (sarkolema) → kontraksi menurun Mekanisme antiangina: Vasodilatasi perifer Pengurangan kontraktilitas miokard Penurunan frekuensi jantung Farmakokinetik • mudah diabsorbsi pada pemberian po dan sublingual◊Nifedipin. infark miokard. ansietas • Kontra indikasi: Penyakit Paru Obstruktif. Disfungsi Jantung • b. kejang. tirotoksikosis. bradikardi. verapamil dan diltiazem mudah larut dalam lemak Nifedipin (3x10-20mg). demam dan purpura • Dosis lebih: hipotensi. Diabetes Militus (hipoglikemia). rasa capai.

anti kolinergis.. . Berdasarkan mekanisme kerjanya. tetapi di anjurkan bahwa dosis pengisian dikurangi pada pasien geriatri karena sensitifitas mereka yang lebih pada efek toksik. Antiaritmia Adalah obat-obat yang dapat menormalisasi frekuensi dan ritme pukulan jantung. antara lain: a. kronotrop negatif dan inotrop negatif. aksi antimuskarinik. Wanita hamil tidak boleh menggunakan zat ini karena bersifat teratogenik. Termasuk zat ini adalah. yaitu : 1. disebut juga efek kinidin atau efek stabilisasi membran. Akibatnya ritme dan frekuensi jantung menjadi normal kembali. Zat ini mengurangi kepekaan membran sel-sel jantung untuk rangsangan dengan jalan menghambat pemasukan inon natrium di membran dan memperlambat depolarisasinya. Disopyramide seyogianya dihindari pada populasi geriatri karena toksisitas utamanya. frekuensi gangguan elektrolit. umumnya obat-obatan ini juga mengurangi daya kontraksi jantung (efek inotrof positif). Disamping menururunkan frekuensi denyutan jantung (efek chrontrop negatif). Zat-zat dengan daya anastetik lokal. Lidokain a) Kuinidin Berefek pada stabilisasi membran. Meskipun pengamatan ini menunjukkan suatu peningkatan pada volume distribusi. tetapi waktu paruhnya meningkat pada orang usia lanjut. dan efek inotropik negative pada jantung memnyebabkan gagal jantung kongestif. Khasiatnya adalah meniadakan kelainan irama jantung. Klirens lidocaine diduga sedikit berubah. pengobatan aritmia dibagi menjadi empat golongan. sangat tidak diinginkan pada pasien tersebut.• • • • • • • • • • Muka merah Pusing Edema perifer Hipotensi Takikardia Kelemahan otot Mual Konstipasi Gagal jantung Syok kardiogenik B. menyebabkan masalah yang tidak diharapkan pada kaum pria . Pengobatan antiaritma pada usia lanjut terutama sangat menentang karena kurangnya cadangan hemodinamik yang baik. Klirens quinidine dan procainamide menurun dan waktu paruhnya meningkat seiring dengan pertambahan usia. Kuinidin b. dan tingginya kejadian penyakit jantung koroner yang parah.

2.b) Lidokain Anestetikum lokal ini berkhasiat anti aritmia berdasarkan stabilisasi membran. Zat yang memperpanjang masa refrakter. berbeda dengan kinin. Contohnya : Sotasol dan Amiodaron 4. yang mengurangi aktivitas saraf adrenergik di otot jantung. pectin) serta pengosongan lambung Distribusi glikosida lambat Eliminasi melalui ginjal Intoksikasi • • • • • • Keracunan biasanya terjadi karena: Pemberian dosis yang terlalu cepat Akumulasi akibat dosis penunjang yang terlalu besar . contohnya : Verapamil. obat (kaolin. 3. sal cerna (mual. Contohnya : Timolol dan Propanolol. sehingga frekuensi dan daya kontraki jantung menurun. ukuran jantung mengecil Konstriksi vaskuler. hilangnya edema. Zat perintang reseptor beta adrenergik atau beta blockers. masa refrakter dan penyaluran impulsnya dipersingkat tanpa mengurangi daya kontraksi jantung. C. K ATP-ase Mempercepat masukanya Ca kedalam sel Efek pada payah jantung: menurunya tekanan vena. nyeri pada tempat suntukan (iritasi jaringan) Farmakokinetik Absorbsi dipengaruhi makanan dalam lambung. Antagonis kalsium. Tetapi. meningkatnya diuresis. diare). muntah. dengan jalan memperpanjang aksi potensial. Diltiazem. Nifedipine. • • • • Glikosida Jantung Digitalis berasal dari daun Digitalis purpurea Digitalis adalah obat yang meningkatkan kontraksi miokardium Digitalis mempermudah masuknya Ca dari tempat penyimpananya di sarcolema kedalam sel →digitalis mempermudah kontraksi Digitalis menghambat kerja Na-K-ATP-ase → ion K didalam sel menurun → aritmia (diperberat jika dikombinasi dengan HCT) Farmakodinamik • • • • • • Efek pada otot jantung: meningkatkan kontraksi Mekanisme kerjanya: Menghambat enzim Na.

Diuretik 2. Penghambat saraf sentral 7. Anti Hipertensi Obat Antihipertensi dibedakan: 1.25 mg Beta-metildigoksin 0. penglihatan kabur Tablet Lanatosid C (cedilanid) 0.25 mg Digoksin 0. Vasodilator Klasifikasi HT Tahapan Terapi HT • • • • Modifikasi pol a hidup: Penurunan BB Aktivitas fisik teratur Pembatasan garam dan alkohol . blokade SA node. fibrilasi ventrikel. Alfa bloker 4.1 mg Adalah obat yang dipergunakan untuk menurunkan tekanan darah. takikardi ventrikel. Beta bloker 3. gangguan neurologik (sakit kepala. Ca antagonist 5. Sediaan • • • D. lesu. pusing. Penghambat ACE 6. kelemahan otot).• • Adanya predisposisi keracunan Dosis berlebihan Gejala: sinus bradikardi. letih.

nausea. sakit kepala. hiperglikemia.• • • Berhenti merokok Pilihan antihipertensi Diuretik atau beta bloker Penghambat ACE. Klortalidon. hipomagnesemia. Cl dan air → mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel → tekanan turun Efek samping: hipokalemia. antagonis Ca. hidung tersumbat. rasa lelah. hiperkolesterolemia. alfa bloker. udem perifer.beta bloker Diuretik • • Cara kerja: meningkatkan ekskresi Na. alfa. Spironolakton Beta Blocker Cara kerja: • • • • • • • Pengurangan denyut jantung dan kontraktilitas miokard → curah jantung berkurang Hambatan pelepasan NE (nor epineprin) melalui hambatan reseptor beta-2 Hambatan sekresi renin melalui hambatan reseptor beta-1 di ginjal Efek sentral Alfa Blocker • • • Alfa-1 bloker menghambat reseptor alfa-1 di pembuluh darah terhadap efek vasokontriksi NE dan E → terjadi dilatasi arteriole dan vena → tekanan turun Efek NE di jantung tidak dihambat → kontraksi jantung meningkat → alfa bloker yang non selektif tidak efektif sbg AH Efek samping: hipotensi ortostatik (pada dosis awal besar). Bendroflumetiazid. palpitasi. Indapamid. dan hipertrigliseridemia → mengurangi efek dengan dosis rendah dan pengaturan diet Diuretik tiazid: Hidroklorotiazid. Xipamid Diuretik kuat: furosemid Diuretik hemat kalium: Amilorid. hiperkalsemia. hiperuresemia. hiponatremia. Contoh: Doxazosin Prazosin Terazosin Bunazosin • • • • .

Ramipril 10. Perindopril 9. Klonidin. sakit kepala. pusing. Benazepril 5.Alfa beta bloker: Labetalol Penghambat ACE • • Mengurangi pembentukan A2 (angiotensin2) → vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron → ekskresi natrium dan air serta retensi K → penurunan TD Efek samping: batuk kering. hipotensi postural. amlodipin): bersifat vaskuloselektif → (1) tidak ada efek pd nodus AV dan SA. Guanfasin Klonidin. Lisinopril 3. metildopa. rash. (2) menurunkan resistensi perifer tanpa depresi fungsi jantung. palpitasi. hiperkalemia Contoh Penghambat ACE 1. Kaptopril 2. (3) relatif aman dlm kombinasi dng beta bloker Efek samping: hipotensi berlebihan. sakit kepala Penghambat Saraf Adrenergik • • . Delapril 6. pusing. Fosinopril 7. Silazapril Calsium Antagonis • • Ca antagonis → menghambat masuknya Ca kedalam membran sel (sarkolema) → kontraksi menurun → TD menurun Gol dihidropiridin (nifedipin. guanabenzin adalah obat AH yang bekerja menghambat perangsangan neuron adrenergik di SSP → denyut jantung lambat → TD turun Efek samping: Klonidin: mulut kering. sedasi. GGA. muka merah • Adrenolitik Sentral • • Adrenolitik sentral (alfa-2 agonis): Metildopa. Enalapril 4. nikardipin. takikardi. felodipin. gangguan pengecap (disgeusia). isradipin. Kinapril 8. sedasi Metildopa: mulut kering. guanfasin.

Obat kardiovaskuler adalah obat yang digunakan untuk kelainan dan pembuluh darah. hiperasiditas lambung. takikardi BAB III PENUTUP 3. depresi mental. anoreksia. diare. mual. denyut jantung dan curah jantung → TD turun Efek samping: bradikardi. 2.1 KESIMPULAN 1.• • • Penghambat saraf adrenergik: Reserpin. Guanetidin. Kelainan dari sistem kardiovaskuler yang sering terjadi yakni???? . Rauwolfia (akar). disfungsi seksual Vasodilator • • • Vasodilator: Hidralazin. guanadrel Reserpin dan Alkaloid Rauwolfia →mengurangi resistensi perifer. Minoksidil. mulut kering. Na Nitroprusid Merelaksasi otot polos → vasodilatasi → TD turun Hidralazin menurunkan TD diastol > TD sistol dengan menurunkan resistensi perifer → lebih selektif mendilatasi arteriole daripada vena → hipotensi postural jarang terjadi • Efek samping: retensi Na dan air. Diazoksid. sakit kepala. muntah. mimpi buruk. bertambahnya nafsu makan.

Vallerand. FKUI 3. dan obat antihipertensi.2 SARAN DAFTAR PUSTAKA 1. 3. Jakarta. antara lain: Obat antiangina. Jakarta. EGC 2. Hayes. EGC . 1996. Jakarta. obat aritmia. Ganiswarna. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. Farmakologi dan Terapi. 1995. 2005. Kee.3. Pedoman Obat Untuk Perawat. Deglin. Pembagian obat-obat kardiovaskuler ada beberapa jenis. obat glikosida.

blogspot. http://dr-suparyanto. 2004. Jakarta. Farmakologi Dasar dan Klinik.4.com/2010/04/obat-kardiovaskuler. Bertram G. Salemba Empat 5. Katzung.html .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->