Anda di halaman 1dari 5

, 14 Desember 2011

Asuhan Keperawatan dengan TB Paru


Diposkan oleh Argitya di 20:03

Diagnosa
1. Tak efektif bersihan jalan napas b/d penumpukan eksudat ( banyaknya mukus ) Diagnosa Rencana keperawatan Keperawatan/ Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Masalah Kolaborasi Bersihan Jalan Nafas NOC: tidak efektifberhubungan Respiratory status : Ventilation Pastikan kebutuhan oral / tracheal dengan: Respiratory status : Airway suctioning. Infeksi, disfungsi patency Berikan O2 l/mnt, metode neuromuskular, hiperplasia Aspiration Control Anjurkan pasien untuk istirahat dan Setelah dilakukan tindakan napas dalam dinding bronkus, alergi jalan nafas, asma, trauma keperawatan selama Posisikan pasien untuk Obstruksi jalan nafas : ..pasien menunjukkan memaksimalkan ventilasi spasme jalan nafas, keefektifan jalan nafas Lakukan fisioterapi dada jika perlu dibuktikan dengan kriteria hasil Keluarkan sekret dengan batuk atau sekresi tertahan, banyaknya mukus, adanya : suction batuk Auskultasi suara nafas, catat adanya jalan nafas buatan, sekresi Mendemonstrasikan bronkus, adanya eksudat efektif dan suara nafas yang suara tambahan di alveolus, adanya benda bersih, tidak ada sianosis dan Berikan bronkodilator : dyspneu (mampu - asing di jalan nafas. mengeluarkan sputum, - . DS: Dispneu bernafas dengan mudah, tidak - ada pursed lips) DO: Monitor status hemodinamik Penurunan suara nafas Menunjukkan jalan nafas yang Berikan pelembab udara Kassa paten(klien tidak merasa Orthopneu basah NaCl Lembab tercekik, irama nafas, frekuensi Cyanosis

- Kelainan suara nafas (rales, wheezing) - Kesulitan berbicara - Batuk, tidak efekotif atau tidak ada - Produksi sputum - Gelisah - Perubahan frekuensi dan irama nafas

pernafasan dalam rentang Berikan antibiotik : normal, tidak ada suara nafas . abnormal) . Mampu mengidentifikasikan Atur intake untuk cairan dan mencegah faktor yang mengoptimalkan keseimbangan. penyebab. Monitor respirasi dan status O2 Saturasi O2 dalam batas Pertahankan hidrasi yang adekuat normal untuk mengencerkan sekret Foto thorak dalam batas Jelaskan pada pasien dan keluarga normal tentang penggunaan peralatan : O2, Suction, Inhalasi.

2. Gangguan pertukaran gas b/d ketidakseimbangan perfusi ventilasi. Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Gangguan Pertukaran gas NOC: NIC : Berhubungan dengan : Respiratory Status : Gas Posisikan pasien untuk ketidakseimbangan exchange memaksimalkan ventilasi perfusi ventilasi Keseimbangan asam Basa, Pasang mayo bila perlu perubahan membran Elektrolit Lakukan fisioterapi dada jika perlu kapiler-alveolar Respiratory Status : ventilation Keluarkan sekret dengan batuk atau DS: Vital Sign Status suction sakit kepala ketika Setelah dilakukan tindakan Auskultasi suara nafas, catat bangun keperawatan selama adanya suara tambahan Dyspnoe . Gangguan pertukaran Berikan bronkodilator ; Gangguan penglihatan pasien teratasi dengan kriteria -. DO: hasi: -. Mendemonstrasikan Penurunan CO2 Barikan pelembab udara Takikardi peningkatan ventilasi dan Atur intake untuk cairan Hiperkapnia oksigenasi yang adekuat mengoptimalkan keseimbangan. Keletihan Memelihara kebersihan paru Iritabilitas paru dan bebas dari tanda Monitor respirasi dan status O2 Catat pergerakan dada,amati tanda distress pernafasan Hypoxia kebingungan Mendemonstrasikan batuk kesimetrisan, penggunaan otot retraksi otot sianosis efektif dan suara nafas yang tambahan, warna kulit abnormal (pucat, bersih, tidak ada sianosis dan supraclavicular dan intercostal dyspneu (mampu Monitor suara nafas, seperti dengkur kehitaman) Hipoksemia mengeluarkan sputum, mampu Monitor pola nafas : bradipena, hiperkarbia bernafas dengan mudah, tidak takipenia, kussmaul, hiperventilasi, cheyne stokes, biot AGD abnormal ada pursed lips) Tanda tanda vital dalam Auskultasi suara nafas, catat area pH arteri abnormal penurunan / tidak adanya ventilasi rentang normal frekuensi dan kedalaman dan suara tambahan nafas abnormal AGD dalam batas normal Status neurologis dalam batas Monitor TTV, AGD, elektrolit dan

normal

ststus mental Observasi sianosis khususnya membran mukosa Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan (O2, Suction, Inhalasi) Auskultasi bunyi jantung, jumlah, irama dan denyut jantung

3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kurang nafsu makan, intake tak ade kuat. Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan a. tubuh Berhubungan dengan : b. Ketidakmampuan untuk memasukkan atau mencernac. nutrisi oleh karena faktor biologis, psikologis atau ekonomi. DS: Nyeri abdomen Muntah Kejang perut Rasa penuh tiba-tiba setelah makan DO: Diare Rontok rambut yang berlebih Kurang nafsu makan Bising usus berlebih Konjungtiva pucat Denyut nadi lemah Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil NOC: Nutritional status: Adequacy of nutrient Nutritional Status : food and Fluid Intake Weight Control Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama.nutrisi kurang teratasi dengan indikator: Albumin serum Pre albumin serum Hematokrit Hemoglobin Total iron binding capacity Jumlah limfosit Intervensi Kaji adanya alergi makanan Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian. Monitor adanya penurunan BB dan gula darah Monitor lingkungan selama makan Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor turgor kulit Monitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Hb dan kadar Ht Monitor mual dan muntah Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva Monitor intake nuntrisi Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti NGT/ TPN sehingga intake cairan yang adekuat dapat dipertahankan. Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi selama makan

Kelola pemberan anti emetik:..... Anjurkan banyak minum Pertahankan terapi IV line Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oval

4. Gangguan pola tidur b/d kecemasan. Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi NIC : Sleep Enhancement Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur (membaca) Ciptakan lingkungan yang nyaman Kolaburasi pemberian obat tidur

Gangguan pola NOC: tidurberhubungan dengan: Anxiety Control - Psikologis : usia tua, Comfort Level kecemasan, agen biokimia, Pain Level suhu tubuh, pola aktivitas, Rest : Extent and Pattern depresi, kelelahan, takut, Sleep : Extent ang Pattern Setelah dilakukan tindakan kesendirian. - Lingkungan : kelembaban, keperawatan selama . gangguan pola tidur pasienkurangnya privacy/kontrol tidur, pencahayaan, medikasi teratasi dengan kriteria hasil: Jumlah jam tidur dalam batas (depresan, normal stimulan),kebisingan. Pola tidur,kualitas dalam batas Fisiologis : Demam, mual, posisi, urgensi urin. normal DS: Perasaan fresh sesudah tidur/istirahat - Bangun lebih awal/lebih Mampu mengidentifikasi hal-hal lambat yang meningkatkan tidur - Secara verbal menyatakan tidak fresh sesudah tidur DO : - Penurunan kemempuan fungsi - Penurunan proporsi tidur REM - Penurunan proporsi pada tahap 3 dan 4 tidur. - Peningkatan proporsi pada tahap 1 tidur - Jumlah tidur kurang dari

normal sesuai usia

0 komentar: Poskan Komentar