Anda di halaman 1dari 9

Tugas Membuat Bahasa Rangkuman dari Indonesia Buku Non Fiksi

Disusun Oleh : Clarania (5), Mia Annisa Utami (18), Suryaningrum Risa Saputri (32), Ulfi Ainun Hanifah (33)

Kelas XI-IPA-3

Merangkum Isi Buku Non Fiksi


1. Identitas Buku
Judul buku Pengarang/penulis Penerbit Jumlah Halaman Tahun terbit : Kamu Bisa Jadi Ilmuwan : Sutrio Hadi dan Nilam Permata : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : 168 halaman (vi+162) : 2010

2. Pokok Pikiran per Bab


Jumlah Bab Pokok Pikiran Bab 1 Pokok Pikiran Bab 2 Pokok Pikiran Bab 3 Pokok Pikiran Bab 4 : 4 bab : Karakter utama seorang ilmuwan sejati. : Kemampuan dasar seorang ilmuwan. : Pentingnya etika dalam integritas seorang ilmuwan. : Langkah yang diambil untuk menjadi seorang ilmuwan.

3. Tabel Pemandu Pertanyaan

No
1.

Daftar Isi Buku


Bab 1.

Pemandu Pertanyaan
kita (sebagai Agar dapat

Catatan
mengembangkan ilmu

Menjadi Mengapa

Ilmuwan

generasi muda) harus menjadi pengetahuan untuk memperbaiki hidup ilmuwan? umat manusia, terutama untuk

memperbaiki kondisi bangsa yang sudah mulai memprihatinkan dan membutuhkan kepedulian terutama dari kalangan remaja sebagai penerus bangsa.

Apasajakah

karakter

utama Pantang menyerah, berani, jujur, terbuka,

yang harus dimiliki seorang dapat menjaga emosi, skeptis, analitis, dan ilmuwan? dekat dengan tuhannya.

2.

Bab 2. Kemampuan Apasajakan Dasar Ilmuwan kemampuan ilmuwan?

yang dasar

menjadi Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang seorang ilmuawan diantaranya yakni

kemampuan

membaca,

mengamati,

meneliti, mengetahui metode penelitian,

dan menulis.

3.

Bab

3.

Integritas Apa itu integritas seorang Integritas seorang ilmuwan adalah sikap ilmuawan? dan keyakinan untuk bekerja secara

Ilmuwan

mandiri dan selalu mengedepankan prinsip kejujuran, dan juga menghindari cara- cara yang tidak baik dan tidak benar dalam bekerja.

Mengapa Etika sangat penting Agar dalam proses kerjanya ilmuwan dalam Ilmuwan? Integritas Seorang tersebut dapat selalu mengedepankan prinsip jujur, adil, dan objektif.

4.

Bab 4. Langkah yang Apa

yang

harus sebagai

dilakukan Untuk menjadi ilmuwan hebat pandanglah proses prestasi sebagai sesuatu yang bisa diraih siapa saja, aktiflah untuk mencari tahu kebutuhan masyarakat, mulailah

Harus Kamu Ambil sekarang Sekarang

menjadi ilmuwan?

memperluas wawasan dan serius dalam menjalani pendidikan, hindari diri dari pengaruh buruk pendidikan,

kembangkanlah sikap untuk berkontribusi dengan masyarakat luas, gunakan media yang ada untuk menyebarkan ide tau penemuan, dan terakhir adalah buang jauh - jauh prasangka bahwa menjadi ilmuwan itu sulit.

Bagaimana sebagai

seharusnya

kita Sebagai pemuda, kita harus menunjukkan kita agar Indonesia tidak

pemuda

merespon keahlian

keadaan bangsa Indonesia saat dipandang sebelah mata oleh negara ini? negara lain mengingat kondisi bangsa Indonesia saat ini benar benar

memprihatinkan dan membutuhkan lebih banyak ilmuwan yang dapat menyelesaikan segala permasalahan negara ini.

4. Rangkuman Isi Buku

Kamu Bisa jadi Ilmuwan

Bab 1. Menjadi Ilmuwan


Ilmuan berasal dari kata ilmu yakni ilmu pengetahuan, dan wan sebagai imbuhan yang menandakan individu manusia, jadi ilmuan adalah orang yang bekerja mengembangkan ilmu untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Sebagai generasi muda, kita perlu menjadi ilmuawan yang dapat mengembangkan ilmu di masyarakat, mengingat kondisi bangsa Indonesia saat ini benar benar memprihatinkan dan membutuhkan lebih banyak ilmuwan yang dapat menyelesaikan segala permasalahan negara ini. Salah satu faktor yang dapat mendorong kita untuk menjadi seorang ilmuan adalah dengan adanya rasa ingin tahu daram diri. Rasa ingin tahu tersebut dapat dipicu oleh kebutuhan akan informasi, ketertarikan pada suatu hal, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan rasa ingin tahu yang kita miliki tersebut kita dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di sekitar kita agar dapat dimanfaatkan. Seorang ilmuan sejati akan memiliki karakter yang khas dalam dirinya. Karakterkarakter tersebut diantaranya adalah : Pantang Menyerah

Pantang menyerah adalah sikap gigih dalam melakukan suatu hal untuk mencapai suatu tujuan walau mengalami kegagalan, juga meyakini bahwa setiap persoalan pasti memiliki jalan keluar. Berani dalam bertindak dan berani dalam mengambil resiko. Jujur Terbuka Sifat terbuka yang dimiliki seorang ilmuan sejati yakni senantiasa menerima setiap respon dari orang lain, menerima kritik, saran, ataupun koreksi terhadap karyanya. Dapat menjaga emosi saat menerima respon yang tidak diharapkan Tekun Skeptis Sikap skeptis adalah sikap meragukan segal hal selama tidak ada bukti yang meyakinkan. Dengan demikian seseorang yang memiliki sikap skeptis ini akan memiliki votimasi yang besar untuk mencari tahu tentang suatu hal. Analitis Sikap analitis adalah kemampuan untuk menguraikan suatu persoalan dari segala sudut pandang secara menyeluruh, sehingga terbentuk suatu pola. Senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan

Bab 2. Kemampuan Dasar Ilmuwan


Kemampuan dasar ilmuawan antara lain : a. Membaca

Membaca yaitu kegiatan memahami arti tulisan. Untuk memahami isi bacaan terdapat beberapa teknik membaca, antara lain : 1. 2. Teknik membaca kritis yang disebut KWLH (Know,Want, Learn, How) Meneliti seputar buku, membaca untuk menjawab pertanyaannya, menulisa dan meringkasnya, dan mengulang 3. 4. Teknik membaca berdasarkan kecepan Merekam data

b. Mengamati

Mengamati merupakan kegiatan untuk mengumpulkan atau membuktikan fakta pengalaman. Untuk menjadi seorang ilmuwan diperlukannya mengembangkan keinginan untuk mengamati. 2 hal yang membantu kemampuan mengamati, diantaranya membaca dan memonton film misteri/membaca cerita detektif Terdapat tiga cara mengamati : 1. Melihat sesuatu dengan detail 2. Mencatat hal-hal menarik yang ditemukan baik secara sengaja atau tidak sengaja 3. Membaca karya sastra

c. Meneliti

Meneliti adalah aktivitas yang menuntut ketepatan data untuk menjawab permasalahan yang diajukan. Langkah awal sebelum meneliti biasanya melakukan studi pendahuluan (untuk memperkirakan hambatan yang akan dihadapi). Kemampuan memperkirakan hambatan berkaitan dengan kemampuan berimajinasi dimana imajinasi tentang keberhasilan penelitian. Selain itu, dalam meneliti juga dibutuhkan kreativitas. Berimajinasi, mengabaikan pandangan orang lain, dan berinteraksi dengan pembimbing merupakan hal positif yang harus dimiliki seorang ilmuwan.

d. Mengetahui metode penelitian

Ada empat cara untuk memilih metode manakah yang tepat untuk diterapkan dalam sebuah penelitian, yaitu: 1. Membaca buku 2. Diskusi 3. Pelatihan 4. Praktik penelitian secara langsung

e. Menulis

Menulis yaitu aktivitas menuangkan gagasan dan ide dalam bentuk tulisan. Cara belajar untuk dapat menulis yang paling utama adalah dengan menulis itu sendiri. Adapun 4 cara untuk memulai menulis : 1. Menuliskan ide dan kerangka karangan 2. Jangan takut berbuat kesalahan 3. Revisi (upaya menuju tulisan yang baik) 4. Membaca buku tentang teknik menulis Ada pula tahapan-tahapan dalam menulis, sebagai berikut : 1. Memilih topic 2. Mencari sumber data untuk mengembangkan topic 3. Mulai menulis 4. Revisi/perbaikan

Bab 3. Integritas Ilmuwan


Menurut Nazif (2004), integritas seorang ilmuwan itu ialah sikap dan keyakinan untuk bekerja secara mandiri dan selalu mengedepankan prinsip menyampaikan temuannya secara jujur, adil, dan objektif. Hal ini harus dimiliki oleh seorang ilmuwan karena mampu memelihara kebebasan akademik, tidak terjadi saling mengakui, memajukan ilmu

pengetahuan, tidak menjiplak, serta tidak merugikan orang lain dan patuh terhadap norma dan hukum universal. Untuk menjaga integritas ini, maka diperlukanlah suatu etika di dalamnya. Etika dalam penelitian tidak bertujuan untuk membatasi kebebasan seseorang, bertujuan agar semua orang yang bekerja keras mendapatkan haknya. Etika sendiri juga membantu para peneliti untuk tidak menjadi seorang plagiator. Plagiat terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu : 1. Plagiat kata per kata (verbatim plagiarism) 2. Patcwork plagiat, plagiat kata kunci (frase-kunci), serta 3. Plagiat struktur gagasan/ jalan pikiran. Oleh karena itu, penting bagi seorang peneliti untuk memahami cara mengutip yang baik dan benar. Baik cara mengutip kutipan langsung yang tidak lebihdari 4 baris, kutipan langsung yang lebih dari 4 baris, kutipan pada catatan kaki, maupun kutipan atas ucapan lisan. melainkan

Jika integritas tersebut dilanggar, maka seorang peneliti harus siap menerima resikoresiko, yang diantaranya adalah: 1. Reputasi menjadi hancur 2. Tidak diakui oleh umum 3. Menjadi contoh buruk bagi yang lain 4. Karier terhambat 5. Ataupun hokum pidana atau perdata. Oleh karena itu, membiasakan diri untuk tidak memplagiasi dapat mengajarkan para peneliti untuk menghormati etika, karena etika merupakan satu hal yang tidak terpisahkan dalam dunia penelitian. Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya pelanggaran etika, seorang peneliti harus selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan bidang keahliannya. Selain itu, ia juga perlu menjalin hubungan komunikasi dengan sesame peneliti lain. Biasanya pelanggaran etika disebabkan karena kurangnya kesadaran akan kerja keras dan sikap kurang menghargai karya orang lain. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang peneliti untuk mempelajari pendidikan etika. Pendidikan etika akan membantu meningkatkan kesadaran kita akan perlunya sikap hormat sesama dan perilaku jujur.

Bab 4. Langkah yang Harus Kamu Ambil Sekarang


Banyak mitos mitos yang salah dan harus dihindari mengenai ilmuwan. Mulai ubah pandangan dan yakini bahwa ilmuwan bukan manusia aneh, ilmuwan bukan orang yang mengasingkan diri, dan ilmuwan juga bukan seperti katak dalam tempurung, Karena itu, janganlah malu untuk menjadi ilmuwan, apalagi ternyata banyak ilmuwan Indonesia yang juga hebat, contohnya adalah Abdul Jamil dan Niti Soedigdo (Penemu varietas unggul singkong raksasa), Djuanda Suryaatmadja (Penemu beton polimer), Andrias Wiji Setio (Penemu reactor biogas), dan masih banyak lainnya. Untuk menjadi ilmuwan hebat pandanglah prestasi sebagai sesuatu yang bisa diraih siapa saja, aktiflah untuk mencari tahu kebutuhan masyarakat, mulailah memperluas wawasan dan serius dalam menjalani pendidikan, hindari diri dari pengaruh buruk pendidikan, kembangkanlah sikap untuk berkontribusi dengan masyarakat luas, gunakan media yang ada untuk menyebarkan ide tau penemuan, dan terakhir adalah buang jauh jauh prasangka bahwa menjadi ilmuwan itu sulit. Karena sudah cukup banyak hal yang kita ketahui mengenai ilmuwan, biarlah kita semakin sadar bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini benar benar memprihatinkan dan membutuhkan lebih banyak ilmuwan yang dapat menyelesaikan segala permasalahan negara ini, oleh sebab itu kita sebagai pemuda harus

menunjukkan keahlian kita agar Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh negara negara lain.

5. Komentar terhadap Isi Buku


Buku ini merupakan buku yang sangat bagus dikarenakan dengan membaca buku ini kita dapat merubah mainset kita sebagai remaja dalam memandang seorang ilmuwan karna banyak remaja kini yang memandang seorang ilmuwan sebelah mata, memandang ilmuwan sebagai orang yang hanya sibuk berkutat di laboratorium. Selain itu, buku ini juga dapat memotivasi dan membuat para remaja agar tertarik menjadi seorang ilmuwan yang mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memperbaiki kondisi bangsa, mengingat kondisi bangsa kita yang sudah mulai kritis ini. Buku ini juga ditulis dengan kata- kata yang ringan sehingga cocok untuk remaja. Dalam buku ini juga terdapat beberapa gambar pendukung tulisan yang membuat bacaan lebih menarik dan tidak monoton. Penerapan dan pemberian contoh aplikasi dalam kehidupan pun tertulis dengan jelas.