Anda di halaman 1dari 17

Keadaan Umum Struktur Industri

Sejak berdirinya Repubalik Rakyat tiongkok apda tahun 1949, ekonomi Tiongkok berkembang relative cepat. Khususnya sejak reformasi dan keterbukaaan terhadap dunia luar pada tahun 1978, ekonomi Tiongkok berkembang terus dengan kecepatan 9% keatas setiap tahun secara belenjatan dan sehata. Tahun 2003, PDB Tiongkok mencapai 1,4 triliun dolar AS, disusul di belakang AS, Jepang, Jerman, Inggris dan Prancis, menduduki peringkat nomor 6 di dunia. Samdpai akhir tahun 2003, PDB per orang Tiongkok telah menerobos 1 ribu dolar AS. Kini, situasi investasi dan komsumsi dalam negeri baik. Tahun 2003, investas harta tetap Tiongkok mencapai 5,5 triliun Yuan Renminbi, nilai omzet produk konsumsi mendekata 4,6 triliun Yuan Renminbi. Nilai perdagangan terhdap luar mencapai 850 miliar dolar AS, melebihi Inggris dan Prancis, disusul di bekang AS, Jerman dan Jepang, menduduki peringkat nomor keempat di dunia. Sampai tahun akhir 2003, devisa Tiongkok telah melampuai 400 miliar dolar As, menduduki nomor kedua di dunia hanya menysul Jepang. Selama 20 tahun reformasi dan pembanguna modern, Tiongkok pada pokoknya menyelesaikan perubahana dari ekomomi berencana ke ekonomi pasar sosialisme. Sistem ekomomi pasar sosialisme telah didirikan dan diperbaiki terus. Sesuai dengan system tersebut, hokum Tiongkok dilengkapi terus, skala keterbukaan pasar diperluas. Smeuanya ini menyediakan jamainan kepada perkembagan terus ekonomi Tiongkok. Memasuki abad baru, Tiongkok lebih lanjut mengajukkan opini harmonis antara manusia dan alama,manusia dan masyarakat, kota dan desa, bagian timur dan bagain barat. Pada tahun 2002, Tiongkok mengajukkan target perjuangan yang membangun maysarakt kecukupan secara menyeluruh.

Wilayah Tiongkok Republik Rakyat Tiongiok, singkatan RRT atau Tiongkok, terletak di benua Asia bagian timur dan tepi barat Pasifik. Luas daratan kira-kira 9 juta 600 ribu kilometer persegi. Tiongkok adalah negara yang berwilayah paling luas di Asia, menyusul Rusia dan Kanada di dunia. Jarak wilayah Tiongkok dari utara ke selatan sepanjang kira-kira 5500 kilometer mulai dari garis tengah Suangai Heilongjiang di sebelah utara Suangai Mohe ( garis lintang utara 53 derajat 30 menit ) di Tiongkok Utara ke Zengmu Ansha di ujung selatan Kepulauan Nansha ( garis lintang utara 4 derajat ) di Tiongkok Selatan, melintasi garis lintang utara 49 derajat lebih; sedangkan jarak dari timur ke barat kira-kira 5000 kilometer mulai dari tempat pertemuan Suangai Heilongjiang dan Suangai Wusuli ke Dataran Tinggi Pamir di barat, melintasi garis bujur 60 derajat lebih. Perbatasan daratan Tiongkok sepanjang kira-kira 2 juta 280 kilometer, bertetangga dengan Korea Utara di sebelah timur, Mongolia di sebelah utara, Rusia di sebelah barat laut, Kazakstan, Kirgizstan, Tajakistan di barat laut, di sebelah barat dan barat daya Tiongkok berbatasan dengan Afghanistan, Pakistan, India, Nepal dan Bhutan, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Myanmar, Laos dan Vietnam. Sedangkan di sebelah timur dan tenggara, Tiongkok berseberangan laut dengan Korea Selatan, Jepang, Pilipina, Brunei, Malaysia dan Indonesia.

PERSEDIAAN SUMBER FISIK

Sumber Daya Pertanahan

Sumber daya alam adalah bagian penting daripada lingkungan alam, terutama mencakup sumber daya pertanahan, sumber daya air, sumber daya iklim, sumber daya hayati dan sumber daya mineral. Tanah Garapan

Tiongkok kaya dengan sumber daya pertanahan dan relatif banyak jenis yang dimanfaatkan. Di antaranya tanah garapan seluas 951.000 kilometer persegi, kira-kira 10% luas total tanah seluruh negeri, terutama tersebar di dataran Tiongkok Timur Laut dan Tiongkok Utara, bagian tengah dan hilir Sungai Yangzi, tanah cekung Sichuan dan Delta Sungai Mutiara. Pertanian di daerah-daerah tersebut cukup berkembang, banyak menghasilkan gandum, jagung, padi dan berbagai tanaman industri. Hutan Luas hutan tercatat 1.246.500 kilometer persegi, kira-kira 13% luas total tanah seluruh negeri, terutama tersebar di: (1) Pegunungan Xing'an Besar, Xing'an Kecil dan Gunung Changbai di daerah Tiongkok Timur Laut, adalah daerah hutan alam terbesar di Tiongkok, sebagian terbesar terdiri dari pohon cemara merah, pohon Larixgmelini dan berbagai macama hutan daun luruh dan daun lebar; (2) daerah pergunungan litang di Sichuan dan Yunnan yang berbatasan dengan Tibet, adalah daerah hutan terbesar kedua di Tiongkok, terutama terdiri dari jenis pohon Picea Asperata dan Abies Fabri; (3) di Pulau Hainan dan Xishuangbanna Provinsi Yunnan terdapat hutan tropis yang jarang ada di tempat lain Tiongkok. Rumput Tiongkok mempunyai lapangan rumput seluas 4.000.000 kilometer persegi, menempati 41,6% luas total tanah seluruh negeri, kebanyakan tersebar di Dataran Tinggi Mongolia Dalam, Dataran Tinggi Tanah Kuning, bagian selatan dan utara Gunung Tianshan di Xinjiang, dan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, merupakan pangkalan peternakan yang menyediakan produk ternak, daging, susu dan kulit berbulu. Selain itu, terdapat pula danau-danau yang dapat digunakan untuk beternak ikan seluas 67.500 kilometer persegi, merupakan lumbung ikan, udang dan hasil akuatik lainnya

Sumber Daya Mineral

Tiongkok memiliki sumber daya mineral yang melimpah. Sumber daya mineral yang telah diketahui menempati 12% volume total dunia, menduduki urutan ketiga di dunia, namun pemilikan perkapita relatif kurang, hanya 58% pemilikan perkapita dunia, menempati urutan ke53 di dunia. Sejauh ini telah ditemukan 171 jenis mineral, dan yang telah diketahui depositnya tercatat 158 jenis ( mineral energi 10 jenis, mineral logam fero 5 jenis, mineral logam non fero 41 jenis, mineral logam mulia 8 jenis, mineral bukan logam 91 jenis, dan 3 jenis mineral lainnya ). Tiongkok telah menjadi salah satu dari sejumlah kecil negara yang memiliki sumber daya mineral kaya, jenisnya relatif lengkap dan tingkat kekomplitannya relatif tinggi. Dihitung berdasar deposit yang telah diketahui, 25 dari 45 jenis mineral yang utama di Tiongkok menempati tiga urutan terdepan di dunia, di antaranya deposit logam nadir, gips, vanadium,

titanium, tantalum, wolfram, bentonit, grafit, natrium sulfat, barit, magnesit dan antimon menempati urutan pertama di dunia. Distribusi sumber daya mineral Tiongkok sebagai berikut: minyak bumi dan gas alam terutama terdapat di daerah Tiongkok timur laut, Tiongkok utara dan Tiongkok barat. Batu bara terutama di Tiongkok utara dan Tiongkok barat laut. Besi terutama di Tiongkok timur laut, Tiongkok utara dan Tiongkok barat daya. Tembaga terutama di Tiongkok barat daya, Tiongkok barat laut dan Tiongkok timur. Mineral timah hitam dan seng terdapat di seluruh negeri. Wolfram, timah, molibdenum, antimon dan nadir terutama tersebar di Tiongkok selatan dan Tiongkok utara. Mineral emas dan perak terdapat di seluruh negeri, di Taiwan juga terdapat tambang emas dan perak yang penting. Fosfor terutama terdapat di Tiongkok selatan.

Sumber daya mineral utama antara lain Sumber daya batu bara: deposit batu bara Tiongkok menempati urutan pertama di dunia. Deposit yang telah diketahui di seluruh negeri tercatat satu triliun ton, terutama tersebar di daerah Tiongkok utara dan Tiongkok barat laut, di antaranya deposit di provinsi-provinsi Shanxi dan Shaanxi serta Daerah Otonom Mongolia Dalam paling melimpah. Sumber daya minyak dan gasterutama terdapat di daerah Tiongkok barat laut, kemudian di daerah-daerah Tiongkok timur laut dan Tiongkok utara serta landasan benua laut dangkal di pantai tenggara. Terhitung sampai akhir 1998, di Tiongkok telah ditemukan 509 ladang minyak dan 163 ladang gas. Deposit geologi akumulatif minyak dan gas alam yang telah diketahui masing-masing 19,85 miliar ton dan 1,95 triliun meter kubik, menempati urutan ke-9 dan ke-20 di dunia. Di antaranya, volume sumber daya minyak dan gas alam di darat masing-masing menempati 73,8% dan 78,4% volume total sumber daya sejenis seluruh negeri, dan telah terbentuk daerah-daerah minyak dan gas Songliao, Teluk Bohai, Tarim, Junggar-Turpan, Sichuan dan Shaanxi-Gansu-Ningxia. Mineral logam Logam feroyang telah diketahui depositnya antara lain besi, mangan, vanadium dan titanium, di antaranya deposit mineral besi hampir 50 miliar ton, terutama tersebar di provinsiprovinsi Liaoning, Hebei, Shanxi dan Sichuan. Logam non ferosemua mineral logam non fero yang telah ditemukan di dunia terdapat di Tiongkok, di antaranya deposit nadir menempati sekitar 80% deposit dunia, antimon merupakan 40% deposit dunia, dan mineral wolfram merupakan 400% total deposit negara-negara lain di dunia.

umber Daya Tenaga Angin, Tenaga Air dan Tenaga Matahari

Di Tiongkok yang luas wilayahnya terdapat banyak sungai yang airnya banyak dan selisih tinggi permukaan airnya besar sehingga mengandung sumber daya tenaga air yang sangat melimpah. Menurut statistik, deposit sumber daya tenaga air sungai di Tiongkok tercatat 680 juta kilowatt dengan volume pembangkitan listrik 5,92 triliun kilowatt / jam pertahun; kapasitas terpasang sumber daya tenaga air yang mungkin dikembangkan 378 juta kilowatt dengan voleme pembangkitan listrik 1,92 trilin kilowatt/ jam pertahun. Tiongkok menempati urutan pertama di dunia baik dalam deposit sumber daya tenaga air maupun sumber daya tenaga air yang dapat dikembangkan. Total deposit tenaga angin pada ketinggian 10 meter di Tiongkok tercatat 3,226 miliar kilowatt, deposit tenaga angin yang dapat dikembangkan di darat diperkirakan 253 juta kilowatt, sumber daya tenaga angin di lepas pantai ( kedalaman air di atas 15 meter ) merupakan tiga kali lipat yang ada di darat, yakni 750 juta kilowatt. Daerah yang memiliki tenaga angin melimpah terutama berada di padang rumput dan daerah gobi di Tiongkok barat laut, Tiongkok utara dan Tiongkok timur, serta daerah pantai dan pulau-pulau di Tiongkok timur dan Tiongkok tenggara. Di daerah-daerah yang kaya tenaga angin itu umumnya tidak memiliki produksi energi, angin bertiup kencang pada musim dingin dan musim semi, dan curah hujan sedikit; sedang pada musim panas, angin bertiup tidak begitu kencang, dan curah hujan banyak. Karena dapat seling melengkapi dengan pembangkitan listrik tenaga air, maka daerah-daerah itu cocok mengembangkan listrik tenaga angin. Pada akhir tahun 1998, di Tiongkok terdapat hampir 20 lapangan pembangkit listrik tenaga angin dengan kapasitas total terpasang 223.600 kilowatt. Lapangan pembangkit listrik tenaga angin yang terbesar di Tiongkok, juga terbesar di Asia adalah lapangan pembangkit listrik tenaga angin Dabancheng, Daerah Otonom Uigur Xinjiang dengan memiliki 111 unit generator tenaga angin berkapasitas 300, 500 dan 600 kilowatt, dengan total kapasitas terpasang 57.500 kilowatt. Kapasitas tenaga listrik angin Tiongkok sekarang ini hanya 1,4 perseribu volume yang dapat dikembangkan, maka pembangkitan listrik tenaga angin di Tiongkok memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Tiongkok memiliki sumber daya tenaga solar yang melimpah. Tenaga radiasi tenaga solar yang diterima darat setiap tahun sama dengan 2,4 triliun ton batu bara standar. Volume radiasi tenaga solar di 2/3 wilayah Tiongkok setiap tahun di atas 6.000 mega joule per meter persegi, dan di bagian barat laut Tibet bisa mencapai 8.400 mega joule per meter persegi, merupakan salah satu daerah yang paling kaya sumber daya energi solarnya di dunia. Pembangit listrik tenaga solar berkapasitas besar yang pertama di Tiongkok dibangun di sebuah desa Daerah Otonom Mongolia Dalam dengan kapasitas 560 watt, beroperasi pada 11 Oktober tahun 1982.

Jenis Serta Penyebaran Tanaman

Tiongkok adalah salah satu negara yang sumber tanaman paling kaya di dunia, sekitar 30000 jenis, hanya menyusul Malaysia dan Brasil, menduduki peringkat nomor ketiga. Antaranya tamanan 106, merupakan 70%, Sedangkan tanaman 52, 2600 jenis, merupakan 80% dan 26%. Tanaman kayu 8000 jenis. Di Tiongkok hampir bisa temui semuanya tanaman di dunia, dan banyak tananam hanya di Tiongkok baru bisa ketmeui. Tanaman yang bisa di makan terdapat 2000 lebih, sedangkan tanaman obat-obatan merupakan 3000 jenis. Jenis Serta Penyebaran Binatang

Tiongkok merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak binatang liar. Di Tiongkok terdapat 6266 jenis binatang, antaranya binatang 500, dan burung 1258, dan 376 binatang, ikan 3862. Karena Tiongkok belum dipengaruh es, maka ditinggalkan banyak jenis binatang. Menurut statistik, sekitar 476 jenis binatang dipunyai khas Tiongkok, merupakan 19,42%. Antaranya panda, monyet, harimau, ayam terkenal di dunia. Panda kini hanya terdapat 1000 lebih ekor. Kependudukan

Tiongkok adalah negara yang paling banyak penduduknya di dunia. Pada akhir 2002, jumlah total penduduk seluruh negeri tercatat 1,28453 milyar jiwa (tidak termasuk penduduk di Hongkong, Makao dan Taiwan), menempati sekitar 22% jumlah penduduk seluruh dunia. Tiongkok adalah negara yang relatif tinggi kepadatan penduduknya. penyebaran tingkat kepadatan penduduk tidak seimbang, jumlah penduduk di daerah pantai Tiongkok timur lebih padat yakni 400 orang per km persegi; di daerah bagian tengah 200 orang per km persegi; sedang di bagian barat jumlah penduduk sangat tipis yakni kurang 10 orang per km persegi.

Keluarge Berencana

Pertumbuhan jumlah penduduk di Tiongkok relatif cepat. Menurut statistik, pada tahun 1949, jumlah penduduk Tiongkok tercatat 540.000.000, sampai tahun 1969 bertambah sampai 800.000.000. Sejak tahun 1970-an, pemerintah menerapkan kebijakan keluarga berencana untuk

meningkatkan mutu kependudukan, dan tingkat kelahiran menurun dari 34,11 perseribu pada tahun 1969 menjadi 16,57 perseribu pada tahun 1997; tingkat pertumbuhan alami penduduk juga menurun dari 2,6,08 perseribu menjadi 10,06 perseribu. Dihitung berdasarkan tingkat pertumbuhan alami tahun 1970, dalam waktu selama 20 tahun lebih sampai dilaksanakannya program keluarga berencana pada tahun 1997, jumlah penduduk Tiongkok akan bertambah 300.000.000 lebih apabila tidak dilaksanakan program keluarga berencana.

Sistem Politik

Republik Rakyat Tiongkok adalah negara sosialis diktatur demokrasi rakyat di bawah pimpinan kelas buruh dengan persekutuan buruh dan tani sebagai dasarnya. Sistem sosialis adalah sistem pokok Republik Rakyat Tiongkok. Undang-Undang Dasar Undang-undang Dasar adalah undang-undang pokok negara. Undang-undang Dasar tersebut pada umumnya menentukan isi-isi penting antara lain prinsip pokok sistem sosial dan negara dari suatu negara, prinsip pokok organisasi dan kegiatan instansi negara, serta hak dan kewajiban pokok warga negara. Ada pula yang menentukan bendera dan lagu nasional , lambang negara dan ibu kota serta sistem lain yang dipandang penting oleh kelas berkuasa, dan meliputi semua bidang kehidupan negara. Undang-undang Dasar mempunyai efek hukum tertinggi, merupakan dasar untuk menetapkan hukum lain, segala hukum dan peraturan tidak boleh bertentangan dengan Undang-undang Dasar. Program Bersama Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok yang diumumkan menjelang berdirinya Republik Rakyat Tiongkok adalah program front persatuan demokratis rakyat Tiongkok, yang juga memainkan peranan sebagai undang-undang dasar sementara. Program tersebut diterima baik Sidang Pleno Pertama Dewan Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok dan diumumkan pada tanggal 29 September tahun 1949 . Program tersebut telah memainkan peranan sebagai undang-undang dasar sementara sebelum dikeluarkannya Undang-undang Dasar Republik Rakyat Tingkok pada tahun 1954. Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal 1 Oktober tahun 1949, 4 buah Undang-undang Dasar berturut-turut dirumuskan dan diumumkan masing-masing pada tahun 1954,1975,1978 dan 1982. Undang-undang Dasar keempat Tiongkok, yaitu yang diberlakukan sekarang ini adalah diterima baik dan diumumkan dalam Sidang ke-5 Kongres Rakyat Nasional Tiongkok ke-5 pada

tanggal 4 Desember tahun 1982. UUD tersebut mewarisi dan mengembangkan prinsip pokok UUD tahun 1954, menyimpulkan pengalaman perkembangan sosialis Tiongkok, dan menyerap pengalaman-pengalaman internasional, merupakan sebuah undang-undang dasar yang berkepribadian Tiongkok dan sesuai dengan kebutuhan modernisasi sosialis Tiongkok. UUD tersebut dengan tegas menetapkan sistem politik dan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok ,berserta hak dan kewajiban warga negara, pengadaan badan negara dan lingkungan tanggung jawabnya serta tugas pokok negara pada masa selanjutnya. Dengan cirri pokok menetapkan sistem pokok dan tugas pokok Tiongkok, mengukuhkan 4 prinsip dasar dan pedoman dasar reformasi dan keterbuka Tiongkok. UUD tersebut menetapkan rakyat semua etnis dan segala organisasi di seluruh Tiongkok harus menjadikan UUD itu sebagai patokan fundamental kegiatan, segala organisasi atau perseorangan tidak mempunyai hak istimewa untuk melangkaui UUD dan dan hukum. UUD tersebut terbagi 5 bagian, kata pengantara, program umum, hak dan kewajiban pokok warga negara, badan negara, bendera nasional, lambang nasional dan ibu kota, terdapat 4 abab dengan 138 pasal. Sejak diumumkannya, Tiongkok telah mengadakan empat kali revisi atas UUD tersebut agar disempurnakan terus.

Sistem Kongres Rakyat Sistem Kongres Rakyat adalah sistem politik mendasar Tiongkok, adalah bentuk organisasi kekuasaan politik dari diktatur demokrasi rakyat Tiongkok, dan adalah bentuk pemerintahan Tiongkok. Berbeda dengan parlemen di bawah sistem trias politika Barat, Kongres Rakyat Nasional KRN Tiongkok dikukuhkan oleh UUD Tiongkok sebagai badan kekuasaan negara tertinggi. Semua warga negara Tiongkok yang umurnya 18 tahun ke atas semuanya mempunyai hak memilih atau dipilih menjadi wakil kongres rakyat. Di Tiongkok, dalam Kongres Rakyat berbagai tingkat, wakil kongres rakyat tingkat kecamatan dan kebupaten dipilih secara langsung, tapi ke tingkat yang lebih tinggi wakil kongres rakyat dipilih secara tidak langsung. Kongres Rakyat Nasional terdiri atas wakil-wakil dari berbagai propinsi, daerah otonom, kota setingkat propinsi dan tentara Tiongkok dengan masa baktinya 5 tahun, dan mengadakan Sidang lengkap setiap tahun. Dalam sidang rutin KRN Tiongkok yang diadakan setiap tahun, wakil-wakil KRN Tiongkok mendengarkan laporan pekerjaan pemerintah serta sejumlah laporan penting lain. Setelah dibahas diambil keputusan relevan. Selama penutupan sidang, badan tetap dari semua tingkat kongres rakyat, yaitu Komite Tetap KRN akan menjalankan wewenang yang diberikan Kongres Rakyat Nasional . Misalnya wewenang Komite Tetap KRN Tiongkok meliputi penjelasan UUD dan pengawasan pelaksanannya, menetapkan dan merevisi undang-undang di luar undangundang yang dirumuskan oleh KRN Tiongkok, bertanggungjawab dan melapor pekerjaan kepada KRN. Wewenang pokok KRN Tiongkok termasuk hak pembuatan hukum, hak pengawasan, hak pemutusan masalah penting serta hak pengangkatan atau pembebasan personel. Di Tiongkok,

perumusan program ekonomi nasional dan pembangunan sosial dalam masa tertentu telah menjadi kebijakan penting untuk mendorong perkembangan masyarakat Tiongkok, dan program-program itu baru akan memiliki efek hukum setelah diratifikasi oleh KRN Tiongkok. Hukum Tiongkok menentukan pemimpin utama Tiongkok, misalnya presiden dan Ketua KRN semua dipilih oleh KRN Tiongkok. Perdana Menteri dan semua menteri pemerintah dilantik oleh KRN Tiongkok. KRN Tiongkok dapat mengajukan mosi pemecatan jabatan Ketua Komite Tetap KRN, Presiden Negara dan Perdana Menteri Dewan Negara yang sudah terpilih atau diputuskan melalui prosedur tertentu.

Sistem Kerjasama Multi Partai dan Musyawarah Politik Sistem kerjasama multi partai dan musyawarah politik di bawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok adalah sebuah sistem politik pokok Tiongkok. Tiongkok adalah negara multi partai. Selain Partai Komunis Tiongkok, masih terdapat 8 partai demokratis . Partai-partai demokratis itu telah ada sebelum berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, mereka mendukung pimpinan Partai Komunis Tiongkok di bidang politik, ini merupakan pilihan sejarah yang diambil mereka dalam kerjasama berjangka panjang dan proses perjuangan bersama dengan Partai Komunis Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok dan berbagai partai demokratis harus menjadikan UUD sebagai patokan kegiatan fudamentalnya. . Semua partai demokratis merdeka di bidang organisasi, mempunyai kebebasan politik, kemerdekaan organisasi dan kedudukan hukum yang setara dalam lingkungan yang ditetapkan UUD. Pedoman pokok kerjasama Partai Komunis Tiongkok dengan berbagai partai demokratis yalah hidup berdampingan dalam jangka panjang, saling mengawasi, berhati terbuka serta senasib sepenanggungan . Partai- partai demokratis Tiongkok buka partai oposisi, melainkan partai yang berpartisipasi dalam urusan pemerintahan dan politik. Isi pokok partisipasi partai-partai tersebut adalah sebagai berikut: ikut serta dalam musyawarah tentang politik dan pedoman penting negara serta calon pemimpin negara, ikut serta dalam pengelolaan urusan negara, ikut serta dalam penetapan dan pelaksanaan pedoman, kebijkan, hukum dan peraturan negara. Dalam pengambilan langkah penting atau pemutusan masalah penting yang menyangkut ekonomi negara dan penghidupan rakyat, Partai Komunis Tiongkok sebelumnya pasti mengadakan musyawarah dengan Partai-partai demokratis dan tokoh-tokoh non-partai, untuk secara luas mendengar pendapat dan usul mereka, kemudian baru diambil keputusan. Partaipartai demokratis dan tokoh-tokoh non-partai mempunyai wakil dalam proporsi tertentu dalam KRN beserta komite tetapnya, dalam komisi khusus tetap, dalam KR berbagai tingkat untuk dapat dengan lebih baik ambil bagian dalam urusan politik dan pemerintahan dan memainkan peranan pengawasan, dan memainkan peranan dalam Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat MPPR Tiongkok serta merekomendasi tokoh-tokoh partai demokratis dan non-partai menjabat pimpinan di pemerintah berbagai tingkat serta badan hukum.

Bentuk kerjasama multi-partai dan permusyawaratan politik terutama sebagai berikut: pertama, Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat MPPR. MPPR adalah forum penting di mana berbagai partai, berbagai organisasi rakyat dan tokoh representiatif berbagai kalangan berpartisipasi dalam urusan politik dan pemerintahan. Kedua, temu wicara yang diselenggarakan Komite Sentral Partai kOmunis Tiongkok dan Komite Partai daerah berbagai tingkat dengan totoh-tokoh partai demokratis dan non-partai untuk melaporkan keadaan penting, dan mengadakan musyawarah tentang masalah kebijakan dan pedoman penting, daftar calon pemimpin pemerintah pusat dan daerah, daftar calon anggota KRN, MPPR, mendengarkan usul dan pendapat mereka. Ketiga, wakil KRN dari berbagai partai demokratis berpartisipasi dalam urusan politik dan pemerintahan dan memainkan peranan pengawasan dengan status wakil rakyat. Keempat, memilih anggota berbagai partai demokratis menjabat pimpinan di dewan negara dan berbagai departemen serta pemerintah tingkat kabupaten ke atas serta berbagai bagiannya. Kelima, mengrekomendasi anggota-anggota dari berbagai partai demokratis yang sesuai syarat untuk menjabat pimpinan badan kejaksaan dan pengadilan.
KETERGANTUNGAN TERHADAP KEKUATAN POLITIK DAN EKONOMI LUAR NEGERI CHINA Tiongkok merupakan sebuah negara yang menakjubkan bagi dunia Barat dalam dua dekade terakhir. Dimulai dengan reformasi ekonomi yang diusung oleh pemimpin Tiongkok pasca Mao Ze Dong, Deng Xiao Ping, Tiongkok melaju dalam pembangunan ekonomi yang kuat dan dalam waktu yang relatif singkat telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai kisaran 9-11% dalam sepuluh tahun teakhir telah membuat Tiongkok masuk dalam perhitungan strategi ekonomi danperdagangan internasional. Sebuah negara dengan penduduk lebih dari satu milyar jiwa merupakan pasar strategis sekaligus juga penyedia tenaga kerja yang cukup besar untuk industri.

Kemajuan dan kekuatan ekonomi Tiongkok saat ini tidak hanya mampu membuat negara yang dahulu kita kenal dengan negeri tirai bambu berubah menjadi sebutan naga bangkit yang tidak hanya mewakili kekuatan ekonomi namun juga kekuatan politik dalam percaturan politik internasional. Kita tidak bisa memungkiri bahwa kekuatan ekonomi suatu negara dapat dijadikan sebagai salah satu modal untuk meningkatkan nilai tawar (bargaining position) sebuah negara yang kemudian dalam konsep realis Morgenthou dapat dijadikan sebagai kekuatan negara dalam perebutan kekuasaan (power). Tiongkok yang pada tahun 1970an bukan menjadi tujuan investasi dan rujukan pembangunan seperti beberapa negara Asia yang tergabung dalam The Asian Tigers, saat ini telah mampu menunjukkan diri bahwa Tiongkok saat ini dapat menjadi potret kemajuan ekonomi yang mengarah kepada sebuah hegemoni. Diantara negara-negara didunia yang saat ini mecoba untuk kembali memandang Tiongkok sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan kekuatan negara adalah Indonesia. Indonesia memiliki sejarah yang unik dengan Tiongkok. Selama kurang lebih 20 tahun sejak Indonesia merdeka, Indonesia memiliki hubungan yang cukup erat dengan Tiongkok. Hal itu mencapai puncak ketika Indonesia dibawah presiden pertama Soekarno, membentuk poros Jakarta-Peking. Namun hubungan mesra tersebut terhenti sejak peristiwa G 30 S/PKI yang sampai saat ini masih simpang siur mengenai bukti-bukti sejarahnya. Sejak peristiwa tahun 1965 tersebut hubungan Indonesia-Tiongkok memburuk dan terputus

hingga sampai kepada normalisasi pada tahun 1990an. Normalisasi hubungan Indonesia-Tiongkok tentu saja didasari atas kepentingan Indonesia disatu sisi. Kepentingan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi Tiongkok waktu itu yang sedang berjalan dalam reformasi ekonomi dibawah Deng Xiao Ping yang dalam beberapa kebijakannya berbeda dengan pemimpin pendahulunya Mao. Nampaknya pembangunan ekonomi di Tiongkok dan perubahan orientasi politik luar negeri Indonesia yang dipengaruhi oleh berakhirnya Perang Dingin membuat Indonesia berfikir ulang untuk memasukkan Tiongkok sebagai salah satu kekuatan dunia yang harus diperhitungkan. Saat ini, Tiongkok telah menjadi sebuah negara industri dengan kekuatan ekonomi yang mantap. Indonesia sedang mencari peluang dalam perkembangan globalisasi Tiongkok dan mencari setiap peluang yang ada untuk mendukung pembangunan di dalam negeri. Dalam tulisan ini, penulis mencoba untuk mengupas secara sederhana atas tiga pertanyaan utama. Pertama, sejauhmana Tiongkok mengarah kepada hegemoni global? Kedua, sejauhmana Indonesia dapat mencari peluang bagi kepentingan Indonesia dalam hegemoni Tiongkok tersebut dan ketiga, hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan oleh Indonesia untuk mendapatkan peluang tersebut. Hegemoni Global Tiongkok Perkembangan dunia sekarang ini telah mengarah kepada kapitalisme global dimana arus perdagangan, informasi dan teknologi informasi semakin berkembang pesat, meluas dan merambah setiap pelosok dunia. Ohmae menyebutkan dalam era globalisasi sekarang sebagai efek globalisasi adalah dunia yang tanpa batas (borderless) dimana ditandai dengan arus penyebaran yang sangat pesat dari unsur 4 I, yaitu investasi, informasi, industri dan individu .Perkembangan empat I ini telah melampau batas-batas negara, bahkan melampaui konsep-konsep blok pembangunan dan negara-negara tidak bisa lagi tertutup seperti Tiongkok pada era 1960an. Disinilah dalam lingkup nasional, peran negara semakin tergantikan oleh peran-peran aktor non negara yang menjalankan berbagai kepentingan dan aktivitas ekonomi, politik, sosial dan budaya. Berangkat dari pendapat Ohmae diatas, muncul sebuah asumsi jika sebuah negara telah memiliki 4 I tersebut maka negara tersebut dapat muncul sebagai sebuah kekuatan global yang tidak hanya diwarnai dengan kekuatan ekonomi namun juga politik dan budaya. Tiongkok telah membuktikan diri sebagai sebuah negara yang mampu membangun ekonominya dengan begitu kuat dan mampu berpengaruh dalam beberapa kasus perpolitikan dunia. Salah satu contoh yang sangat dikenal adalah kunci Tiongkok dalam kasus nuklir Korea Utara. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana sebenarnya kondisi Tiongkok hingga mencapai hegemoni global? Hegemoni disisi dimaknai sebagai sebuah kekuatan pengaruh yang luar biasa dan global mengindikasikan cakupan wilayah dari pengaruh tersebut. Satu hal penting dan utama dalam menganalisa perkembangan kekuatan Tiongkok saat ini adalah kekuatan ekonomi global Tiongkok. Dalam dekade globalisasi ini beberapa isu yang menjadi permasalahan dan banyak dibahas adalah tentang bagaimana kekuatan ekonomi domestik menghadapi terpaan ekonomi global. Paul Hirst dan Grahame Thompson melihat bahwa perkembangan ekonomi global memunculkan tantangan bagi negara bangsa terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak

menentu. Hirst dan Thompson mengemukakan bahwa sebuah negara dapat meningkatkan kekuatannya dalam ekonomi internasional melalui dua cara yaitu membentuk sebuah blok ekonomi yang terdiri dari beberapa negara (an inter-national economy model) dan mengglobalkan kekuatan ekonominya (a globalized economy model). Meminjam pemikiran Hirst dan Thompson diatas, kita dapat menggunakan analisa model kedua yaitu globalisasi ekonomi. Asumsi dasarnya adalah bahwa sebuah kekuatan ekonomi sebuah negara dapat mengglobal ketika setiap aspek ekonominya menginternasional melalui transaksi-transaksi ekonomi. Ketika transaksi semakin tinggi dan tingkat saling ketergantungan juga semakin tinggi maka secara perlahan terjadi perpindahan cakupan dan level ekonomi dari nasional menuju ke internasional. Konsekuensi dari perkembangan ini adalah pertama, dengan terangkatnya kekuatan ekonomi nasional menuju internasional maka dibutuhkan dukungan bagi negarabangsa dengan membangun blok ekonomi dan kedua, terjadi perkembangan perusahaan domestik menjadi MNC dan dari MNC menjadi TNC. Tiongkok berusaha membangun kerjasama dengan beberapa negara seperti ASEAN, Uni Eropa dan masuk dalam WTO serta mendukung beberapa perusahaannya menjadi perusahaan multi nasional. Hal yang pertama kali dilakukan oleh Tiongkok adalah dengan mengundang investasi dari luar negeri. Salah satu keberhasilan Tiongkok dalam hal investasi adalah dibangunnya pabrik perakitan pesawat Airbus A320 di Tianjin pada bulan Juni 2006. Pabrik ini adalah satu-satunya pabrik Airbus diluar Eropa. Beberapa perusahaan dunia yang lain juga membangun pusat industrinya di Tiongkok seperti General Electric Co., Intel, Sony dan Panasonic. Berdasarkan data menteri perdagangan tercatat sampai tahun 2005, terdapat 190 negara yang menanamkan modal di Tiongkok dimana pada tahun 2005, 58,3% ekspor Tiongkok dihasilkan oleh industri asing. Sementara itu dalam politik domestik, Tiongkok juga berbenah untuk menanggapi perkembangan ekonominya yang semakin mengglobal. Pada masa tahun 1990an tersebut dibentuklah beberapa lembaga baru dalam pemerintahan Tiongkok seperti Dewan Perdagangan dan Ekonomi Negara, Industri Tenaga, Industri Batubara, Industri Permesinan, Industri Elektronik, Perdagangan Domestik serta Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri. Dengan berbagai pembenahan baik dalam infrastruktur, birokrasi dan sumber daya manusia. Tiongkok telah berhasil menunjukkan kelasnya sebagai kekuatan hegemon global terutama dalam bidang ekonomi. Industri berat yang dahulu digagas oleh Mao untuk meningkatkan kekuatan nasional bukan tanpa bekas manfaat. Kita lihat saja dalam kurun waktu tahun 2000 sampai 2005, pemerintah Tiongkok masih mempertahankan industri konstruksi dengan pengeluaran yang terus meningkat dari 2.094,89 (dalam 100 juta Yuan) pada tahun 2000 menjadi 3.429,30 pada tahun 2005. Dibidang hukum, penegakan terhadap hukum cukup kuat di Tiongkok. Pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Hukuman penjara, hukuman seumur hidup bahkan sampai hukuman mati diterapkan pemerintah Tiongkok kepada para koruptor yang merugikan negara. Masih terdapat beberapa data mengenai kemajuan-kemajuan yang cukup menakjubkan dari perkembangan ekonomi Tiongkok selama dua dekade terakhir. Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa

Tiongkok saat ini memiliki kekuatan ekonomi global yang juga didukung dengan kekuatan politik dan militer yang maju. Kekuatan-kekuatan Tiongkok tersebut saat ini sedang dalam perjalanan memperluas dan memperbesar hegemoni globalnya. Baik hegemoni dalam ekonomi, politik maupun budaya. Bahkan beberapa ahli meramalkan pada tahun 2020 Tiongkok akan melampaui negara-negara ekonomi maju seperti negara-negara Eropa Barat, Amerika Serikat dan Jepang. Namun yang ingin ditekankan dalam tulisan ini bukanlah penyajian data tentang keberhasilan Tiongkok melainkan mencari peluang kesempatan bagi Indonesia untuk memanfaatkan rangkaian keberhasilan Tiongkok untuk kepentingan Indonesia. Indonesia Mencari Peluang Ketika kita membandingkan sejarah antara Tiongkok dan Indonesia dalam pembangunan ekonomi nampak jelas perbedaan yang cukup unik. Pada tahun 1970an, ketika Indonesia sedang giat membangun ekonominya, Tiongkok masih disibukkan dengan urusan domestik akibat pertumbuhan ekonomi yang lambat akibat dari kebijakan pemimpin Tiongkok yang tertutup dengan dunia luar. Pada awal 1980an sampaiawal 1990an, Tiongkok mulai bergerak kekuatan ekonominya setelah adanya reformasi dibawah Deng Xiaoping. Sekali lagi dalam kurun waktu yang sama Indonesia mencapai titik gemilang sebagai sebuah negara yang cukup prospektif berhasil dalam pembangunan ekonomi mengejar empat pendahulunya Taiwan, Hongkong, Singapura dan Korea Selatan dalam the Asian Miracle. Namun pada akhir tahun 1990an, kondisi terbalik. Indonesia mengalami krisis ekonomi yang cukup parah, demikian juga dengan Korea Selatan. Sementara Tiongkok tidak begitu terpengaruh krisis ekonomi yang melanda sebagian besar negara di Asia Tenggara. Sejak saat itu Indonesia sibuk berbenah tidak hanya di ekonomi namun yang lebih parah lagi adalah dalam bidang politik. Sementara itu Tiongkok justru semakin memperkuat jangkauan pengaruhnya. Pada awal orde reformasi di Indonesia terjadi fenomena masuknya berbagai barangbarang dari Tiongkok dalam jumlah yang besar. Dalam sebagian tenaganya untuk terus berbenah dalam proses demokratisasi, Indonesia melihat Tiongkok sebagai satu harapan dan pilihan baru dari sekian banyak pilihan konservatif yang selama ini dipilih oleh Indonesia. Pemerintah di Indonesia mulai melirik Tiongkok sejak jaman presiden Abdurahman Wahid dengan mengubah sejarah dengan memberikan hak yang lebih luas kepada warga Tionghoa di Indonesia yang selama orde baru hidup sebagai sapi perah dan kambing hitam. Mau tidak mau, kita juga mengakui bahwa kebijakan ini juga berpengaruh terhadap kebijakan Tiongkok kepada Indonesia karena adanya chinese overseas yang masih diperhitungkan oleh Tiongkok. Kebijakan tersebut diteruskan dengan pemerintahan Megawati Soekarno Putri dengan semakin mempererat hubungan dipomatik Indonesia-Tiongkok dan meningkatkan volume perdagangan dengan Tiongkok. Pada masa pemerintahan SBY, Indonesia nampaknya semakin kuat komitmennya dalam hubungannya dengan Tiongkok melalui institusionalisasi kerjasama dalam berbagai lembaga kerjasama perdagangan baik yang formal maupun non formal. Lalu, dari sisi mana Indonesia dapat mencari peluang dalam hegemoni global Tiongkok? Dalam hal ini,

sesuai dengan perkembangan saat ini, Indonesia memiliki tiga peluang untuk memanfaatkan kondisi ini. Ketiga peluang tersebut berdasarkan level analisa domestik, bilateral, regional dan internasional. Pertama, dari analisa domestik kita bisa melihat dua hal utama yaitu tentang etnik Tionghoa Indonesia dan sumber daya alam Indonesia. Etnik Tionghoa sebenarnya memiliki peran penting dalam pencarian peluang bagi kepentingan Indonesia. Jaringan chinese overseas masih cukup kuat. Kita mengenal adanya jaringan antara pengusaha Tionghoa di Indonesia dengan pengusaha Tionghoa di Singapura, Malaysia, Thailand dan juga pengusaha Tiongkok sendiri. Jaringan tersebut tidak hanya bersifat profesional bisnis namun juga karena hubungan keluarga atau kekerabatan. Permasalahannya adalah kebijakan politik orde baru yang menempatkan posisi etnik Tionghoa dalam posisi yang sulit dan tidak diberikan kesempatan untuk berperan dalam birokrasi dan proses pengambilan keputusan membuat kondisi saat ini menjadi sulit karena sebagian besar etnik Tionghoa di Indonesia kemudian mengalami trauma yang cukup besar sehingga peran yang dilakukan dengan mengatasnamakan Indonesia disusun dengan sangat hati-hati. Unsur kedua dalam level domestik ini adalah sumber daya alam. Kita mengetahui bahwa Indonesia memiliki brbagai sumber daya alam yang sangat diperlukan sebagai bahan baku industri. Inilah yang harus kita manfaatkan. Tiongkok bergerak menjadi negara industri maju yang tentu saja memerlukan bahan baku dan bahan bakar. Pada dasarnya Indonesia memiliki kebutuhan-kebutuhan industri Tiongkok tersebut. Indonesia memiliki kandungan minyak yang relatif masih besar, Tiongkok dapat dilihat sebagai sebuah pasar yang menjanjikan bagi industri migas Indonesia. Disisi lain, terdapat kekurangan Tiongkok yaitu semangat yang begitu besar dalam mengejar industrialisasi, mereka melupakan industri agraris. Tiongkok memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap industri bahan pangan. Secara sederhana saja kita melihat dari jumlah penduduk Tiongkok yang satu milyar jiwa lebih. Kebutuhan pangan akan berbanding lurus dengan populasi. Pada masa industrialisasi diera tahun 1990an, sektor pertanian terlupakan dan berakibat pada ketergantungan yang relatif besar terhadap pasokan pangan dari luar Tiongkok. Inilah salah satu peluang besar yang dapat dimanfaatkan bagi industri pangan dan pertanian di Indonesia. Level kedua yaitu hubungan bilateral. Pada level ini, Indonesia memiliki nilai tawar yang cukup besar dalam proses investasi. Indonesia dapat belajar banyak tentang bagaimana mengundang investor asing ke Tiongkok. Namun yang perlu diingat adalah apapun investasinya, kewaspadaan tetap diperlukan untuk berjaga jangan sampai investasi asing begitu besar sehingga kadang justru merugikan Indonesia sendiri. Tiongkok memiliki potensi besar sebagai investor di Indonesia. Tentu saja hal ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia baik melalui investasi langsung maupun joint venture. Peluang Indonesia dalam hubungan bilateral dengan Tiongkok ini juga pada sektor budaya dan pendidikan. Kita mengenal budaya Konfusianisme yang dikenal dan dianut oleh sebagian besar masyarakat Asia Timur. Ternyata pola hidup dari budaya tradisional ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana orang Tiongkok berfikir dan bertindak. Oleh karena itu, sebenarnya Indonesia juga memiliki kesempatan untuk banyak belajar ke Tiongkok terutama dalam manajemen masyarakat dan juga etos kerja. Sementara itu dalam bidang pendidikan, kita mengetahui bahwa saat ini Tiongkok memiliki komitmen yang cukup besar dalam bidang pendidikan.

Anggaran pendidikan di Tiongkok lumayan tinggi. Tiongkok dapat menjadi satu pilihan dalam pendidikan di Indonesia terutama dalam bidang teknologi informasi dan bisnis. Selain itu, bahasa Mandarin yang semakin berkembang pesat seiring semakin menjamurnya investasi Tiongkok di penjuru dunia juga menjadi salah satu peluang bagi Indonesia. Masih sedikit pusat studi Tiongkok di Indonesia yang harus segera dibangun jika Indonesia ingin mendapatkan peluang dari hegemoni global Tiongkok karena dari pusat studi ini muncul berbagai informasi dan gagasan yang berguna bagi pengembangan kesempatan Indonesia untuk mendapatkan manfaat hegemoni global Tiongkok dari berbagai bidang. Level ketiga adalah pada tataran regional. Peluang Indonesia juga turut terbuka ketika Tiongkok semakin memperkuat komitmennya untuk bekerjasama dengan ASEAN. Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN seharusnya memiliki peluang yang besar pula. Indonesia harus mampu memanfaatkan poin-poin kerjasama melalui ASEAN+3, untuk kepentingan Indonesia sendiri terutama kerjasama dalam bidang investasi dan perdagangan. Level keempat adalah level internasional dimana Indonesia memiliki peluang untuk bekerjasama dengan Tiongkok dalam peran internasional. Dalam beberapa kasus, Indonesia memiliki suara yang relatif sama dengan Tiongkok, meskipun dengan tataran kepentingan nasional yang berbeda. Kasus perang Irak dan nuklir Iran merupakan buktinya. Indonesia sebenarnya menolak cara perang yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyelesaikan permasalahan di Irak, namun Tiongkok lebih memiliki kekuatan untuk menolak karena memiliki hak veto. Oleh karena itu Indonesia sebenarnya dapat memanfaatkan kekuatan veto Tiongkok untuk kepentingan Indonesia meskipun kemungkinannya relatif kecil. Disisi lain, dalam level internasional ini, kita mengetahui bahwa Tiongkok juga telah terdaftar sebagai anggota WTO, namun Tiongkok memiliki beberapa pemikiran yang berseberangan dengan negara-negara Barat di WTO. Beberapa penolakan Tiongkok terhadap klausul di WTO juga memiliki kemiripan dengan keberatan Indonesia dalam beberapa klausul itu. Pelaksanaan Peluang Indonesia Meskipun dalam bagian sebelumnya tidak secara jelas ditampilkan data-data statistik maupun laporan penelitian yang mendukung terhadap argumentasi peluang Indonesia dalam empat level, namun penulis memiliki keyakinan yang besar bahwa Indonesia memiliki peluang yang besar dalam memanfaatkan hegemoni global Tiongkok. Indonesia memiliki semua sumberdaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Permasalahannya adalah bukan pada masalah mampu atau tidak mampu namun pada permasalahan mau atau tidak mau. Permasalahan kemauan ini juga sangat terkait dengan relevansi dan konsekuensi terhadap kebijakan untuk mau ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam memanfaatkan peluang hegemoni global Tiongkok. Pertama, meningkatkan industri pangan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Tiongkok. Namun terdapat catatan disini bahwa Indonesia dan beberapa negara agraris yang lain memiliki permasalahan ketika pangan telah masuk menjadi industri. Hal yang perlu dicatat adalah ekspor pangan ke Tiongkok dapat dilakukan ketika kebutuhan didalam negeri telah terpenuhi. Kedua, membanguan pusat studi Tiongkok atau Asia Timur yang lebih luas. Hal ini penting karena dengan membangun pusat

studi Tiongkok maka pengetahuan tentang Tiongkok baik dari segi politik, ekonomi, budaya dan sebagainya dapat menghasilkan berbagai penelitian yang berguna sebagai masukan dalam perumusan kebijakan negara. Ketiga, meningkatkan kerjasama pendidikan. Keberhasilan ekonomi Tiongkok tentu saja didukung dengan sumber daya manusia yang baik. Oleh karena itu kerjasama pendidikan juga merupakan sebuah peluang terutama dalam bidang teknologi informasi dan bisnis. Keempat, membangun iklim investasi yang bagus dengan menerapkan sistem investasi seperti di Tiongkok. Meskipun investasi dibuka luas, namun penentuan kebijakan tetap ditangan Indonesia. Beberapa kasus di Indonesia menunjukkan lemahnya nilai tawar Indonesia terhadap investasi asing sehingga justru Indonesia banyak dirugikan. Iklim investasi yang baik ini juga menyangkut penegakan hukum terutama dalam korupsi dan pemotongan jalur birokrasi yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Kelima, penguatan posisi dan peran Indonesia di ASEAN juga merupakan peluang karena Tiongkok memiliki hubungan yang cukup baik dengan ASEAN. Indonesia harus mengembalikan kejayaan dimana sebagai negara dominan di ASEAN sehingga kerjasama ASEAN dan Tiongkok dapat memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia. Keenam, meningkatkan kerjasama dengan Tiongkok terutama berkaitan dengan peran dalam permasalahan internasional. Ketujuh, membangun kebijakan domestik yang pro kebangsaan. Artinya, pemanfaatan hegemoni global Tiongkok bagi kepentingan Indonesia harus dikembalikan dalam tataran kepentingan Indonesia yang sebenar-benarnya, bukan kepentingan kelompok tertentu di Indonesia. Oleh karena itu kebijakan untuk memupuk kebangsaan dan kebanggaan Indonesia ini harus digalakkan kepada semua warga negara Indonesia termasuk juga etnik Tionghoa. Kebijakan perluasan peran dan kesempatan bagi etnik Tionghoa untuk berperan dalam mencari peluang dalam hegemoni global Tiongkok harus didukung dengan semangat kebangsaan sebagai Indonesia. Kesimpulan Tiongkok telah berkembang menjadi satu kekuatan global yang sangat berpengaruh baik dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya. Keberhasilan Tiongkok membangun ekonominya membuat negaranegara maju menempatkan Tiongkok sebagai sebuah potensi sekaligus tantangan bagi perekonomian mereka. Sedangkan bagi negara berkembang seperti Indonesia, keberhasilan Tiongkok ini dapat dijadikan sebagai salah satu model pembangunan ekonomi setelah terbukti pembangunan ekonomi Asia mengalami kegagalan dalam krisis ekonomi tahun 1998. Potensi manfaat yang dapat diambil oleh Indonesia dalam hegemoni global Tiongkok ini sangat terbuka luas baik dalam level domestik, bilateral, regional dan internasional. Indonesia memiliki banyak sekali bahan baku industri yang dibutuhkan oleh Tiongkok sedangkan investasi dari Tiongkok dapat menjadi satu potensi pengembangan industri di Indonesia. Sementara itu peran etnik Tionghoa di Indonesia juga memiliki peranan penting dalam pemanfaatan hegemoni global Tiongkok ini. Hanya saja, proses kebangsaan harus semakin diperkuat, tidak hanya bagi etnik Tionghoa namun juga bagi warga negara Indonesia yang lain. Komitmen persatuan dan usaha bersama untuk kepentingan bersama harus diutamakn. Jangan sampai untuk kepentingan Indonesia hanya menjadi satu simbol belaka dimana sebenarnya yang terjadi adalah kepentingan sebagian kecil orang Indonesia.

Terakhir, penulis berpendapat, kembali kepada istilah poros Jakarta-Peking yang dahulu pernah digagas oleh Bung Karno, presiden pertama Indonesia, mungkin gagasan poros Jakarta-Beijing namun dalam tataran dan konteks yang berbeda dengan poros dimasa lalu, yaitu poros yang lebih mengarah pada hubungan intensif untuk meningkatkan kesejahteraan didua negara melalui kerjasama ekonomi, budaya dan pendidikan mungkin dapat menjadi salah satu pilihan alternatif pemanfaatan hegemoni global Tiongkok bagi kepentingan Indonesia. Yang jelas semuanya dapat tercapai jika kemauan, persatuan dan komitmen tercapai. Bukan pada masalah mampu atau tidak mampu