Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH SYARIAH, IBADAH, DAN MUAMALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah agama islam pada semester genap yang di bina oleh: Prof.Dr.H.Sofyan Sauri,M.Pd.

Disusun Oleh :

Giran Munggaran Muhammad Faritzy Ibrahim Gilang Rizki Handara

10211017 10209110 10210007

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER JURUSAN TEKNIK KOMPUTER KOTA BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Pencipta dan Pemelihara alam semesta ini, atas karunianya kami dapat menyelesaikan Makalah Agama yang berjudul Syariah, Ibadah, dan Muamalah.Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan bagi nabi Muhammad SAW, keluarga dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman termasuk kita semua. Makalah ini kami susun sebagai bahan diskusi bagi mahasiswa dan diharapkan dengan disusunnya makalah ini akan menjadi acuan untuk mendukung proses pembelajaran Agama Islam secara sederhana dan mengena pada permasalahan yang ada di masyarakat. Disadari sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam pembahasan makalah ini dari teknis penulisan sampai dengan pembahasan materi untuk itu besar harapan kami akan saran dan masukan yang sifatnya mendukung untuk perbaikan ke depannya. Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada Dosen pembimbing pada mata kuliah pendidikan Agama Islam yaitu bapa Prof.Dr.H.Sofyan Sauri,M.Pd. yang telah memberi arahan untuk membuat Makalah ini dan tidak lupa untuk rekan rekan mahasiswa Teknik Komputer kami ucapkan terima kasih semoga apa yang kami susun bermanfaat.

Bandung, Maret 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................. Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ............................................................. Error! Bookmark not defined. BAB I PENDAHULUAN ......................................... Error! Bookmark not defined. A. Latar Belakang Masalah .......................... Error! Bookmark not defined. B. Rumusan Masalah ................................... Error! Bookmark not defined. C. Tujuan ..................................................... Error! Bookmark not defined. D. Manfaat .................................................... Error! Bookmark not defined. E. Metode Penulisan .................................... Error! Bookmark not defined. BAB II SI RANGKUMAN BAB ............................. Error! Bookmark not defined. A. Pengertian dan Maksud Dari Syariat,Ibadah, dan Muamalah .............. Error! Bookmark not defined. B. C. Penyebab syariat islam muali di tinggalkan . Error! Bookmark not defined. Solusi solusi untuk memperbaiki pemikiran manusia Error! Bookmark not defined. BAB III PEMBAHASAN ........................................ Error! Bookmark not defined. A. B. Syariat, Ibadah dan Muamalah ..................... Error! Bookmark not defined. Faktor Faktor penyebab ditinggalkannya Syariat islam .... Error! Bookmark not defined. C. Solusi solusi dalam memperbaiki pola pikir manusia Error! Bookmark not defined. BAB IV KESIMPULAN .......................................... Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA ............................................... Error! Bookmark not defined.

ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Secara fitrah manusia adalah makhluk yang serba terbatas, keterbatasan manusia ini telah mengentarkan dia untuk membutuhkan dan bergantung pada zat yang tak terbatas atau yang mahamutlak yaitu Tuhan, Dialah Allah SWT. Allah SWT memberikan manusia anugrah berupa naluri untuk beragama, Islam hadir membawa kesempurnaan untuk membenarkan kehidupan manusia, Islam membawa aspek aspek kebenaran yaitu: Syariat merupakan panduan dan aturan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia.Syariat Islam mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim selain berisi hukum dan aturan, syariat islam juga berisi penyelesaian masalah kehidupan manusia. Ibadah adalah suatu perhambaan, atau menghambakan diri kepada Allah SWT, sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa ucapan atau perbuatan. Muamalah adalah aturan yang mengatur urusan kemasyarakatan baik itu pergaulan di masyarakat, masalah jual beli, pinjam meminjam, ataupun hutang piutang. Dengan ketiga aspek aspek itu kehidupan manusia akan menjadi baik karena di atur dalam setiap perilaku apapun dari mulai bekerja, menuntut ilmu, beribadah, bersosialisasi, gaya hidup, bahkan sampai sistem pemerintahan di atur dalam islam. iii

Sayang di dalam bukti nyata yaitu di kehidupan manusia Islam mulai tersisihkan , Islam hanya diterapkan saat ibadah semata tetapi ketika manusia beraktifitas sehari hari dia kembali memakai ideologi di luar islam, dari mulai menerapkan system di Negara, gaya hidup, pergaulan, dan yang paling menyedihkan yaitu menjadikan hal yang di benci Allah SWT menjadi hal yang lumrah dan wajar adanya. Mengapa hal yang demikian bisa terjadi ? padahal Islam hadir dengan kemudahan, tidak membatasi karya suatu individu, tidak melarang yang menjadi fitrah manusia tetapi mengapa hal yang menodai Islam tersebut bisa terjadi, ini merupakan tanda tanya besar. Oleh sebab itu kami tertarik ingin membahas sedikit aspek yang dibawa oleh islam yaitu Syariat, Ibadah, dan Muamalah.Mengapa ketiga aspek ini tidak di pakai secara total oleh manusia.

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian dan maksud dari Syariat, Ibadah, dan Muamalah ? 2. Apa penyebab masyarakat saat ini secara tidak sadar mulai meninggalkan Syariat Islam ? 3. Solusi apakah yang dapat memperbaiki masyarakat yang secara tidak langsung membiarkan dirinya dimasuki pemahan di luar islam?

C. Tujuan Adapun Tujuan Dari Penyusunan Makalah ini yaitu: 1. Untuk mengetahui apa pengertian dan maksud dari Syariat, Ibadah, dan Muamalah. 2. Untuk mengetahui faktor faktor penyebab di tinggalkannya Syariat islam. 2

3. Untuk menentukan solusi apa yang terbaik di dalam membenahi masyarakat.

D. Manfaat Adapun manfaat penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi rekan-rekan mahasiswa, khususnya bagi kami agar tersadarkan bahwa di setiap aspek kehidupan sudah sangat terpengaruh oleh budaya dan paham orang eropa yang menyebabkan Syariat islam tersisih,kamipun sadar dalam kehidupan kami jauh dari ibadah yang baik, jauh dari muamalah yang baik, mudah mudahan makalah ini menjadi bahan pembelajaran dan pengetahuan bagi kita semua.

E. Metode Penulisan Metode penulisan yang kami Pakai yaitu metode kepustakaan, metode penulisan dengan cara mengumpulkan data data dari buku, jurnal artikel, serta informasi-informasi dari situs di internet seperti : id.wikipedia.org/ , www.google.co.id/ , www.kaskus.us/, www.al-khilafah.org. mengolah data yang di peroleh kemudian memilahnya, lalu mencari pokok pokok masalah dan menjadikannya sumber acuan.

BAB II ISI RANGKUMAN BAB


A. Pengertian dan Maksud Dari Syariat, Ibadah, dan Muamalah. Syariat Islam adalah aturan islam yang membicarakan amal perbuatan manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah, maksud dan tujuan dari syariat yaitu mengatur seluruh aspek aspek kehidupan yang hukumnya sudah di tetapkan oleh Allah SWT. Ibadah adalah semua aktivitas seorang hamba dalam seluruh dimensi kehidupan,contoh Ibadah misalnya Shalat, Puasa, Zakat, Membaca Al-quran, Melaksanakan Haji. Itu adalah contoh Ibadah dalam bentuk ritual sementara di dalam islam selain ibadah dalam bentuk ritual segala aspek apapun yang dilaksanakan semata mata hanya untuk Allah SWT itu merupakan Ibadah,Islam mudah dan mendukung segala aktifitas manusia di dalam islam hal apa yang tidak disebut dengan ibadah? Semua hal sampai tidur pun menjadi ibadah dalam islam. Muamalah yaitu saling bertindak, saling berbuat, saling mengamalkan perbuatan. dalam pengertiannya adalah hubungan antar manusia baik individu ke individu , individu ke kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.dalam islam hubungan antara manusia diatur dengan sedemikian rupa islam memerintahkan manusia untuk menjalin kekerabatan yang baik dengan sesamamnya contoh: jujur dalam berdagang, selalu bermusyawarah, tidak riba, tidak merebut harta orang lain, tidak menjadikan kepemimpinan sebagai landasan untuk kesombongan. B. Penyebab dan Faktor faktor Syariat islam mulai ditinggalkan.

C. Solusi Solusi untuk memperbaiki pemikiran masyarakat yang sudah terpengaruh oleh paham eropa.

1. Apa pengertian dan maksud dari Syariat, Ibadah, dan Muamalah ? 2. Apa penyebab masyarakat saat ini secara tidak sadar mulai meninggalkan Syariat Islam ? 3. Solusi apakah yang dapat memperbaiki masyarakat yang secara tidak langsung membiarkan dirinya dimasuki pemahan eropa?

4. Untuk mengetahui apa pengertian dan maksud dari Syariat, Ibadah, dan Muamalah. 5. Untuk mengetahui faktor faktor penyebab di tinggalkannya Syariat islam. 6. Untuk memperjelas Syariat, Ibadah, dan Muamalah Sebagai solusi untuk memperbaiki masyarakat.

BAB III PEMBAHASAN


A. Syariat, Ibadah, dan Muamalah. Syariat menurut Prof. Mahmud Syaltut, di dalam Kitab al-Islaam: 'Aqiidah wa Syarii'ah menyatakan: Syarii'ah adalah aturan-aturan atau (system) yang Allah SWT telah berikan atau mensyariatkan pokok dari aturan-aturan tersebut agar manusia mengadopsi aturan-aturan tersebut untuk mengatur hubungan dirinya dengan Tuhannya dan hubungan dirinya dengan saudaranya yang Muslim dan saudara kemanusiaannya (nonMuslim), dan hubungan dirinya dengan alam semesta dan kehidupan.

Dengan demikian, kata syari'ah selalu berkonotasi hukum, atau aturan yang mengatur interaksi manusia dengan Tuhannya, manusia lain, dan dirinya sendiri Kumpulan dari aturan-aturan tersebut melahirkan sebuah sistem hidup yang unik dan khas.

Jika seluruh interaksi tersebut diatur dengan aturan Islam (hukum Islam) niscaya akan terwujud sistem Islam sementara sebaliknya jika seluruh interaksi tersebut diatur dengan aturan kufur tentunya akan terbentuk sistem kufur.

Kata syarii'ah tidak memiliki makna selain dari makna yang digunakan oleh 'urf pengguna bahasa Arab, yakni hukum Allah SWT yang mengatur interaksi manusia dengan Tuhannya, dirinya sendiri, dan orang lain. Dengan kata lain, kata "syarii'ah" selalu berkaitan dengan hukum Allah SWT yang ditetapkan untuk mengatur seluruh interaksi manusia di kehidupan dunia. 6

Makna semacam ini secara eksplisit disebutkan di dalam al-Quran Allah SWT berfirman: "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu.." QS Al Maidah (5): 48

Dalam QS Al Ahzab ayat 36 di jelaskan dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata. Ayat ini mengajarkan bahwa sekiranya jika Allah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain.

Syariat Islam merupakan suatu ketetapan Allah swt, oleh karena itu memiliki sifat seperti ini : 1. Umum, syariat islam berlaku untuk semua umat islam di dunia tanpa terkecuali. 2. Universal, syariat islam mencakup segala aspek kehidupan manusia. 3. Asli, syariat islam benar benar diturunkan oleh Allah SWT, dan tidak akan dipalsukan hingga akhir zaman. 4. Mudah, syariat islam tidak akan membebani serta menyulitkan umat nya. 5. Seimbang, islam tidak memerintahkan umat nya untuk mencari kebahagia di dunia saja atau di akhirat saja, namun harus seimbang antara keduanya.

Prinsip dasar syariat islam adalah : 1. Syariat pasti berdasarkan kepada kemampuan manusia, tidak mungkin ada yang diluar kemampuan manusia. 2. Syariat itu mudah sehingga semua manusia dapat melakukanya dan tanpa ada kesulitan. 3. Syariat mengatur secara detail terhadap aturan yang bersifat tetap dan tidak terpengaruh oleh ruang dan waktu

Tetapi jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya, maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. Dengan demikian, perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'. Asas Syara'

Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.

Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku.

Furu' Syara'

Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya.

Ibadah berhubungan dengan tugas manusia sebagai Abdullah di muka bumi Abd mengacu pada tugas - tugas individual manusia sebagai hamba Allah Secara luas, Abd sebenarnya meliputi seluruh aktivitas manusia dalam kehidupannya semua aktivitas seorang hamba dalam seluruh dimensi kehidupan adalah ibadah manakala itu benar - benar dilakukan untuk mencari ridha Allah semata,ibadah yang dilakukan secara langsung dilakukan oleh seseorang kepada Allah disebut dengan ibadah mahdah atau ibadah ritual. Dan ibadah yang dilakukan oleh hubungan antar manusia disebut ibadah ghair mahdan atau muamlah.

Agar manusia mampu melaksanakan aktivitas nya, manusia dibekali oleh sebuah kemampuan, yang disebut oleh Hasan Langgulung sebagai sifat - sifat yang tersimpul dalam Al - Quran dengan nama - nama yang indah Asmaul Husna.

Ibadah Menurut Al-Quran : Pengertian ibadah dapat ditemukan melalui pemahaman bahwa : 1. Kesadaran beragama pada manusia membawa konsekwensi manusia itu melakukan penghambhaan kepada tuhannya. Dalam ajaran Islam manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah (Adz-Dzaariyaat QS. 51:56). 2. Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Yaasiin QS 36:61) 3. Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan Allah, maka ia berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Az Zukhruf QS. 43:43).

Ibadah Ritual : Shalat, Puasa, baca Al-Quran, Zakat, Haji.

Shalat adalah ibadah yang terdiri dari bacaan - bacaan dan gerakan yang dimulai dari takbiratul ikhram dan di akhiri dengan salam dengan syarat tertentu. Shalat merupakan ibadah pokok yang menentukan ibadah lainnya dan juga memiliki makna yang sangat besar dalam menentukan dan membentuk perilaku seseorang. Setiap gerakan shalat merupakan bagian dari olahraga otot-otot dan persendian tubuh. Sholat dapat membantu menjaga vitalitas dan kebugaran tubuh tetapi dengan syarat semua gerakan sholat dilakukan dengan benar,perlahan dan tidak terburu-buru serta istiqomah atau konsisten,begitu banyak manfaat gerakan shalat bagi kesehatan tubuh manusia. Semakin sering kita sholat dengan benar, semakin banyak manfaat yg kita peroleh untuk kesehatan diri kita.

10

Puasa secara bahasa artinya menahan atau mencegah menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Banyak sekali manfaat puasa diantaranya: 1. 2. 3. 4. Mendidik jiwa agar dapat menguasai diri Mendidik nafsu agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya Mendidik kesabaran dan ketabahan

Orang yang berpuasa akan merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Dengan demikian akan timbul rasa suka menolong kepada orang-orang yang menderita,dan perlu diingat ibadah puasa akan membawa faaedah bagi kesehatan rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan. Allah berfirman dalam QS.Al-A'Raaf ayat 31: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" Al-Qurn adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa AlQur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Manfaat membaca Alquran : 1. Dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan 2. Dapat menjadi bahan renungan (muhasabah) disaat berbahagia maupun bersedih 3. Menjadi pengingat akan kebesaran Allah 4. Menjadi sebuah pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari 5. Menjadi amal shalih 6. Sebagai motivator tersendiri

11

Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Zakat merupakan rukun ketiga dari Rukun Islam. Hikmah dari zakat antara lain: 1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin. 2. Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT. 3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk 4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat. 5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan 6. Untuk pengembangan potensi ummat 7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam 8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat. Haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi menurut etimologi bahasa Arab kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempattempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.dengan melakukan ibadah terakhir dalam rukun islam itu secara benar dengan harapan ridha Allah SWT akan menjadikan seseorang itu kembali suci insya Allah.

12

Muamalah bermakna bergaul adapun dalam terminologi ahli fikih dan ulama syariat, kata muamalah digunakan untuk sesuatu di luar ibadah, sehingga muamalah membahas hak-hak makhluk danibadah membahas hak-hak Allah. Muamalah adalah pertukaran harta dan yang berhubungan dengannya, seperti al-bai (jual-beli), as-salam, al-ijaarah (sewa-menyewa), syarikat (perkongsian), ar-rahn (gadai), al-kafaalah, al-wakalah (perwakilan), dan sejenisnya. Inilah Mazhab Malikiyah, Syafiiyah, dan Hambaliyah. Muamalah mencakup semua hal yang berhubungan dengan maslahat manusia dengan selainnya, seperti perpindahan hak pemilikan dengan pembayaran atau tidak (gratis) dan dengan transaksi pembebasan budak, kemanfaatan, dan hubungan pasutri. Dengan demikian, muamalah mencakup fikih pernikahan, peradilan, amanah, dan warisan. Inilah mazhab al-Hanafiyah dan pendapat asySyathibi dari mazhab al-Malikiyah. B. Faktor Faktor penyebab di tinggalkannya Syariat Islam. Allah SWT telah melebihkan manusia atas segala makhluk yang lain. Dimana manusia diciptakan dari himpunan dua unsur yaitu tanah dan ruh Allah, diciptakan sebaik-baik kejadian dan dibekali dengan akal dan sarana-sarana penyempurna yang lain agar benar-benar siap menjadi makhluk yang paling mulia.

Sebagaimana juga telah ditaklukkan dan ditundukkan makhluk-makhluk yang lain untuk memenuhi kebutuhan dan keperluannya. Semua ini dimaksudkan agar kemungkinan manusia mengemban amanah sebagai khalifah dan hamba yang beribadah dan memakmurkan bumi sesuai dengan petunjuk Tuhannya.Firman Allah SWT: Dan telah Kami muliakan anak cucu Adam dan Kami membawa mereka didaratan dan dilautan dan Kami beri mereka rizki dari hal-hal yang baik dan Kami telah lebihkan mereka atas kebanyakan dari makhluk yang kami ciptakan.QS.Al-Isra:70.

Dalam pernyataan tersebut sudah dijelaskan betapa Allah SWT sangat menyayangi manusia mereka diberi kebebasan berbuat apapun asal dibarengi 13

dengan tanggung jawab, manusia diberi tugas untuk mengelola bumi sebaik mungkin, manusia diberi kenikmatan, diberi nikmat iman dan islam, diberi pemikiran luas sebagai pemimpin di muka bumi. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakanQS.Ar-Rahman : 13.Tetapi mengapa manusia ingkar dengan semua keistimewaan itu manusia memilih untuk kufur nikmat sering berbuat kerusakan, menjadikan hal yang di benci Allah menjadi sesuatu yang wajar dan lumrah adanya.ada Faktor X ? penyebab dari hal hal kufur ini.

Kita lihat sifat manusia berdasar Alquran: 1. Pertama, manusia itu LEMAH Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah (Q.S. Annisa; 28) 2. Kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (Q.S Al-Infithar : 6) 3. Ketiga, manusia itu LALAI Bermegah-megahan telah melalaikan kamu (Q.S At-takaatsur 1) 4. keempat manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al-Baqarah 155) 5. kelima, manusia itu BERSEDIH HATI Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S Al Baqarah: 62) 6. keenam, manusia itu TERGESA-GESA Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra 11) 7. ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (Q.S. an-Nahl 4) 14

8. kedepalan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (Q.S Yunus : 12) Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (Q.S al-Alaq : 6) 9. kesembilan, manusia itu PELUPA Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka. (Q.S Az-Zumar : 8 ) 10. kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah (Q.S Al Maarij : 20) Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (Q.S Al-Fushshilat : 20) Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa (al-Isra 83) 11. kesebelas, manusia itu KIKIR Katakanlah: Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaanperbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir.(Q.S. Al-Isra : 100) 12. keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15) sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-Aadiyaat : 6)

15

13. ketigabelas, manusia itu DZALIM dan BODOH Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (Q.S al-Ahzab : 72) 14. keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Q.S Yunus 36) 15. kelimabelas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu? Mereka menjawab: Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. (Q.S al Hadid 72) Itulah hakikat manusia apalagi faktor faktor tersebut bisa bangkit karena adanya ajakan dari luar yang menyebabkan fitrah manusia itu ada di jalan yang salah. Bila di telisik masyarakat di Negara kita sudah terpengaruhui oleh paham paham di luar sistem islam. Dari mulai gaya hidup yang mengiblat ke barat, sopan santun, dan perilaku yang sudah jauh di luar islam.pengaruh negative itu di dapat dari : pergaulan yang tidak diatur, mulai jauh dari kejujuran dan amanah, penyisipan hal negative di dalam berbagai hal salah satunya media informasi mulai mewabahnya hiburan negative yang dapat mengalihkan pemikiran masyarakat, serta bangga tehadap produk atau apapun yang datangnya dari luar. C. Solusi Solusi terbaik dalam memperbaiki pola pikir masyarakat. Solusi yang terbaik untuk memperbaiki pola pikir masyarakat yang sudah terpengaruh oleh ideologi di luar islam ialah, apa lagi kalau bukan penerapan Syariat, Ibadah, dan Muamalah secara total, didalam ketiga aspek ini sudah banyak mewakili hukum hukum, banyak mengatur tentang kehidupan sesama manusia, menjauhkan diri dari sifat kufur nikmat, menyehatkan jiwa dan fisik,

16

mengatur tentang cara berdagang, serta mewujudkan kebaikan di segala aspek kehidupan.

Di dalam Al-quran di jelaskan Solusi solusi kehidupan: 1. Solusi pertama, tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjukpetunjuk dari Allah Kami berfirman: Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S al-Baqarah : 38) 2. Solusi kedua, tetap berada dalam ketaatan sesulit apapun situasi yang melanda Allah berfirman Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orangorang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran : 133) 3. Solusi ketiga, jaga keimanan kita adalah hal yang wajar, iman seseorang naik turun dan berfluktuatif. Disinilah mungkin loyalitas kita kepada Allah diuji. Apakah kita bisa, belajar mencintai Allah diatas segala sesuatu, belajar mencintai sesuatu karena Allah, serta belajar membenci kekufuran!!! 4. Solusi keempat, Berjamaah manusia itu lemah ketika sendiri dan kuat ketika berjamaah. Adakah yang meragukannya?

17

BAB IV KESIMPULAN
Pada dasarnya manusia sejak diciptakan oleh Allah SWT sudah diberikan kenikmatan dan keistimewaan di banding mahluk mahluk yang lain, apalagi Allah SWT memberikan nikmat Islam yang didalamnya terdapat aspek Syariat, Ibadah, dan Muamalah yang mengatur, memberikan kenyamanan, memberikan perlindungan, serta menjadikan seluruh kegiatan seolah olah suatu ibadah.

Hakikatnya manusia itu mempunyai rasa malas, rasa takut, jenuh, putus asa, kikir, serta berkeluh kesah.ini menjadi awal ketika manusia di pengaruhi oleh hal hal dari luar pemikiran maka akan terjerumus ke dalam perilaku negative.

Banyak perilaku yang sebetulnya terasa indah dilakukan tapi menyimpang dari ajaran islam yang di bawa oleh ideologi luar,sampai akhirnya menjadikan hal hal negatip tersebut menjadi wajar dan lumrah dilakukan.

Dari masalah tersebut hanya satu solusi untuk memperbaikinya yaitu penerapan Syariat, Ibadah, dan Muamalah secara total dan keseluruhan agar masyarakat tersadar akan yang dilakukannya itu sangat menyimpang dari ajaran islam.

18

BAB V DAFTAR PUSTAKA

19