Anda di halaman 1dari 122

- Mempelajari jasad-jasad yang hidup untuk sementara/tetap didalam/pd permukaan jasad lain dgn maksud mengambil makanan sebagian/seluruhnya

dr jasad itu. - Meliputi : I. Zooparasit II. Fitoparasit protozoa metazoa bakteri jamur III. Spirochaeta & Virus - Parasitisme derajat parasitisme :

- Komensalisme
- mutualisme - Simbiosis

- Pemangsa (predator)

* HOSPES

menurut macamnya :

- Hospes definitif : hospes tempat parasit hidup tumbuh menjadi dewasa & ber kembang biak scr seksual - Hospes perantara : hospes tempat parasit tumbuh menjadi bentuk infektif yg siap ditularkan pd manusia

- Hospes reservoar : hewan yg mengandung parasit & merup. Sumber infeksi


bagi manusia - Hospes paratenik : hewan yg mgd stadium infektif parasit tanpa menjadi de-

wasa & dapat ditularkan & menjadi dewasa pd hospes definitif.


Vektor : Suatu jasad (biasanya serangga) yg dapat menularkan parasit pd manusia & hewan. Zoonosis : peny. Hewan yg dapat ditularkan kpd manusia. Mis : balantidiosis. - Spesies yg dihinggapi parasit hospes

- Ber sel satu, hidup sendiri/koloni - Sebagian besar hidup bebas dialam, ttp beberapa jenis parasit pd manusia/ bi natang. MORFOLOGI & LINGKUNGAN HIDUP - Umumnya mempunyai 2 stadium : - vegetatif/tropozoit

- Kista
- Ukuran kecil sekali : . - 40 - Protozoa terbesar : Balantidium coli (70)

- Bentuk : bulat,lonjong, simetris, tidak teratur.


- Terdiri dari : inti (satu/lebih) & sitoplasma - Struktur inti, terutama susunan kromatin & kariosom membedakan spesies. - Sitoplasma : endoplasma ; ektoplasma. penting untuk

- Alat pergerakan : - pseudopodium


- Flagel - Cilia - Membran bergelombang Reproduksi a). Aseksual 1. Belah pasang (mis : Amuba, ciliata dsb.) 2. Skizogoni (inti membelah 3. Kista b). Seksual banyak diliputi protoplasma merozoit).

Dibentuk sel kelamin : makrogametosit & mikrogametosit, setelah belah reduksi makrogamet & mikrogamet banyak pembuahan zigote,inti zi gote membelah sporozoit :sporogoni

c). Aseksual & seksual bergantian. Pd sporozoa.

Penularan
- Scr langsung/melalui makanan & air - Pd bbrp parasit darah/jar. yg hidup bergantian dalam hospes vertebrata (ma nusia) & hospes invertebrata (serangga) penularan melaui vektor. Patologi & Gejala klinis - Patogen merugikan hospes dgn cara : berkemb. biak, penyerangan, pengrusakan sel, pengaruh toksin & enzim. - Gejala umum sistemik : demam,kadang-kadang ada splenomegali & limfade nopati. - Stadium pertama infeksi mungkin akut & mematikan/berkembang biak

stadium laten yg menahun.


Diagnosis Gejala khas mudah diagnosis

Gejala tidak khas

sulit diagnosis

Pemeriksaan dapat dilakukan : - sediaan apus langsung - Cara konsentrasi - Pembiakan & inokulasi pd binatang percobaan - Tes serologi Pembagian dalam kelas. Protozoa dibagi 4 kelas : 1. Rhizopoda : Entamoeba histolytica, Entamoeba coli, Naegleria fowleri dsb. 2. Mastigophora = flagelata ( Giardia lamblia, Trichomonas vaginalis, Leishma

nia, Trypanosoma dsb.)


3. Ciliophora : Ciliata (Balantidum coli) 4. Sporozoa : Eimeria, Isospora, Toxoplasma gondii, Plasmodium .

HOSPES & NAMA PENYAKIT Hospes : Manusia Penyakit : Amebiasis MORFOLOGI & DAUR HIDUP E. his : 3 stadium : - Bentuk histolitika tropozoit

- Bentuk minuta
- Bentuk kista BENTUK HISTOLITIKA

- Bentuk histolitika bersifat patogen, uk. > dari bentuk minuta


- Bentuk histolitika, uk. 20 - 40, Pseudopodium dibentuk dr ektoplasma, besar & lebar spt daun, dibentuk mendadak ma mgd sel darah merah. - Bentuk ini patogen, dpt hidup di jar. Usus besar, hati ,paru,otak,kulit, vagina. pergerakannya cepat. Endoplas

- Berkembang biak di jar. & dapat merusak jaringan BENTUK MINUTA - Bentuk pokok, besar 10 - 20.

histolytica.

- Endoplasma tdk mgd sel darah merah ttp mgd bakteri & sisa makanan - Ektoplasma tidak nyata

- Pseudopodium dibentuk perlahan-lahan


BENTUK KISTA

pergerakan lambat.

- Dibentuk di rongga usus besar, bentuk bulat/lonjong, uk. 10 - 20, inti 1/4 ka

dang kadang 2.
E. his tdk selalu menyebabkan peny. rongga usus besar lan masuk lambung minuta - Dgn aliran darah membentuk kista Bentuk minuta komensal di terte ekskistasi keluar bersama tinja

di rongga usus halus dicernakan dapat tersebar ke jar. Hati, paru & otak.

bentuk histolitika yg patogen

dapat menimbulkan gejala.

PATOLOGI & GEJALA KLINIS Bentuk histolitika lisin) mukosa usus besar mengeluarkan enzim (histo ulkus ameba ( rongga ulkus spt botol). 2). Amebiasis ekstra intestinal 1. Amebiasis intestinal - Amebiasis kolon akut/disentri amuba : sindrom disentri (diare + lendir +da rah + tenesmus anus),mules, rasa tidak enak di perut.

Bentuk klinis : 1). Amebiasis intestinal

2. Amebiasis ekstra intestinal


- Amebiasis kolon, keluar dari usus hematogen langsung

- Hematogen ; - abses hati


- abses paru - abses otak

pecah

abses paru
perut peritonitis

DIAGNOSIS - Menemukan E. his bentuk histolitika dalam tinja PENGOBATAN - Emetin hidroklorida, scr parenteral - Klorokuin

- Antibiotik (tetrasiklin + eritromisin)


- Metronidazol EPIDEMIOLOGI

- Di indonesia, prevalensi : 10 18%. Amebiasis ditularkan oleh pengandung


kista. Bentuk kista matang : bentuk infektif. - Kista dpt hidup lama dalam air (10 -14 hari). Kista tahan thd klor dlm air leding & kista mati pd suhu 50C/kering. PENCEGAHAN - Kebersihan perorangan & kebersihan lingk.

Tropozoit dan kista E.his

Kista E.coli

- Hospes : Manusia MORFOLOGI & DAUR HIDUP

- Hidup sbg komensal di rongga usus besar


- Daur hidup : bentuk vegetatif & kista - Tropozoit : 15 - 30 , lonjong/bulat, mempunyai 1 inti entamoeba dgn kariosom ka sar & letaknya eksentrik, ektoplasma tidak nyata, pseudopodium gerak nya lambat. Endoplasma tdk mgd sel darah merah. - Bentuk kista bulat/lonjong : 15 20, berinti 2/8. - Infeksi terjadi dengan menelan kista matang PATOLOGI Entamoeba coli tidak patogen DIAGNOSIS Menemukan tropozoit/kista dalam tinja

- Spesies yang penting : Balantidium coli


- Hospes : babi - Tropozoit : lonjong, besar : 60 x 45, bentuk spt kantong, memp. barisan cilia yg longitudinal & tersusun sbg spiral - Didalam sitoplasma terdapat 2 vakuola kontraktil,makronukleus (spt. ginjal) & mikronukleus, banyak vakuola makanan. - Membentuk kista - Habitat : usus besar - Bentuk kista merupakan bentuk infektif, bila tertelan halus, 1 kista koloni di selaput lendir usus besar. - Bentuk kista & vegetatif keluar bersama tinja. ekskistasi di usus 1 bentuk vegetatif yg segera berkembang biak & memb.

PATOLOGI & GEJALA KLINIK


- Mirip gejala peny. E. his - Di selaput lendir usus besar, bentuk vegetatif membentuk abses kecil pecah ulkus menggaung. Penyakit dapat akut dgn ulkus yg merata pd gangren yg berakibat fatal biasanya disertai sinselaput lendir usus besar. - Pd kasus berat, ulkus drom disentri. Penyakit dapat menahun dgn diare yg diselingi konstipasi, sakit perut, tidak nafsu makan,muntah ,kakeksia. - Infeksi ringan tanpa gejala. Kadang kadang ada infeksi ekstra intestinal : peri tonotis,uretritis.

DIAGNOSIS
Menemukan bentuk vegetatif pd tinja encer & bentuk kista pd tinja padat. EPIDEMIOLOGI

Parasit banyak ditemukan pd babi yg dipelihara (60 - 90%).

Penularan pd manusia terjadi dr tangan ke mulut atau melalui makanan yg terKontaminasi. Kebersihan perorangan & sanitasi lingk. dapat mempengaruhi ter jadinya penularan. Gambar. Balantidium coli

Mastigophora/flagelata : protozoa yg mempunyai flagel. Terdiri dari : 2


1. Flagelata tractus digestivus yg hidup di rongga usus, mulut & flagelata tr. urogenital yg hidup di vagina, uretra & prostat. 2. Flagelata darah & jaringan yg hidup dalam darah & jaringan. * FLAGELATA TR. DIGESTIVUS & TR. UROGENITAL * Giardia lamblia (lamblia intestinalis)* HOSPES & PENYAKIT - Hospes alamiah : manusia - Penyakit : giardiasis

MORFOLOGI & DAUR HIDUP


- Mempunyai bentuk tropozoit kista - Bentuk tropozoit simetris bilateral spt jambu monyet, memp. 1 ps. inti , 4 ps

flagel. Kista bentuk oval ( kista muda memp. 2 inti &kista matang 4 inti). - Hidup di rongga usus kecil, kadang kadang pd saluran & kandung empedu. - Pd tinja cair ditemukan tropozoit - Enkistasi terjadi dalam perjalanan ke kolon bila tinja mulai padat. - Cara infeksi : menelan kista matang

PATOLOGI & GEJALA KLINIK


- Tidak selalu menimbulkan gejala, bila ada kelainan : iritasi -Dapat menyebabkan diare disertai steatore krn gangguan absorpsi lemak,

gangguan absorpsi karoten, folat & vit. B12. Penyerapan bilirubin menhambat
aktivitas lipase pankreatik. - Kelainan fungsi usus kecil sindrom malabsorpsi, gejala : kembung, abdo men membesar & tegang, mual anoreksia, feses banyak & berbau busuk, mungkin ada penurunan berat badan. DIAGNOSIS

- Menemukan tropozoit & kista (tinja padat). EPIDEMIOLOGI - Kosmopolit, prevalensi 2 25%/lebih - Transmisi dengan menelan kista matang, makanan & minuman yg terkontami nasi tinja, lalat merupakan sumber infeksi

- Sering ditemukan pd anak-anak (6 10 th).


- Pada orang dewasa : orang yg bepergian krn air minum yg terkontaminasi - Pencegahan : memperhatikan higiene perorangan, keluarga & kelompok, dgn

menghindari air minum yg terkontaminasi.

Gambar Giardia lamblia

HOSPES & PENYAKIT


Hospes : manusia Penyakit : trikomoniasis vagina ( wanita ) Prostatitis (pria) MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Tidak mempunyai bentuk kista - Bentuk tropozoit memp. 4 flagel anterior & 1 flagel posterior, inti bentuk lonjong. - Tempat hidup pd wanita : vagina pria : uretra & prostat

- Diluar habitatnya parasit mati pd suhu 50C, pd suhu 0C

bertahan 5 hari

- Parasit tdk dapat hidup di sekret vagina yg asam (pH : 3,8 4,4). Tdk tahan desinfektan, zat pulasan & antibiotik.

- Infeksi terjadi scr langsung waktu bersetubuh. - Pd lingk. Sanitasi kurang baik dgn banyak orang hidup dalam 1 rumah, infeksi scr tidak langsung : melalui alat mandi. PATOLOGI & GEJALA KLINIS T. vaginalis vagina, bila flora bakteri, pH & keadaan fisiologis vagina se-

suai

berkembang biak.
uretritis.

- Pd sekret vagina : banyak leukosit & parasit + sel epitel. Vagina menunjukkan gejala fluor albus + pruritus vagina & disuria DIAGNOSIS - Keluhan keputihan, rasa panas & gatal pd vulva/vagina. Adanya sekret encer berbusa, berbau tidak sedap & warna kekuning-kekuningan,lesi bekas garukan. - Menemukan parasit dari sekret (vagina, uretra & prostat) & urin.

- Pd pria tanpa gejala/uretritis,prostatitis & prostato-vesikulitis.

PENGOBATAN -Membersihkan mukosa vagina & penggunaan obat secara per os & lokal. Gambar : tropozoit Trichomonas vaginalis

Termasuk keluarga trypanosomatidae. Yg terdiri dari bbrp genus bab penyakit pd manusia Genus Leishmania & genus Trypanosoma.

penye-

- Genus Leishmania, 3 yg penting bagi manusia :


1. Leishmania donovani 2. Leishmania tropica 3. Leishmaniasis brasiliensis leishmaniasis viseral (kala azar) leishmaniasis kulit (oriental sore) leishmaniasis mukokutan.

- Hospes perantara : lalat Phlebotomus atau Lutzomyia - stadium promastigot : stadium infektif * Trypanosoma rhodesiense & Trypanosoma gambiense - Hospes : manusia - Hospes reservoar T. rhodesiense : binatang liar - Hospes reservoar T. gambiense : binatang peliharaan : sapi, babi, kambing

- Hospes perantara : lalat Glossina


- Penyakit : tripanosomiasis afrika/sleeping sickness - Pd manusia kedua spesies terdapat dalam stadium tripomastigot yg hidup da lam darah, limpa, kel. Limfe, cairan otak atau otak. - Infeksi terjadi dengan tusukan lalat yg mengandung tripomastigot metasiklik (bentuk infektif).

PENDAHULUAN
- Berkembang biak scr aseksual (skizogoni) seksual (sporogoni) - Pada haemosporodia (Plasmodium) : 2 hospes yang berlainan jenis - Pada coccidia : dalam 1 hospes - Spesies sporozoa yg dapat menghinggapi manusia : a). Coccidia : Eimeria, Isospors & Toxoplasma b). Haemosporidia : Plasmodium scr bergantian

HOSPES & NAMA PENYAKIT - Hospes definitif : kucing & sejenisnya (felidae)

- Hospes perantara : manusia, mamalia lain & burung

Penyakit : toksoplasmosis kongenital


toksoplasmosis akuisita MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Daur aseksual & seksual dalam epitel usus kecil kucing menghasil kan ookista, keluar bersama tinja. - Ookista (lonjong) menghasilkan 2 sporokista,masing-masing mgd 4 sporozoit - Ookista tertelan (mamalia/burung) membentuk kista yg mgd bradizoit laten. - Di berbagai jar. tubuh kucing juga ditemukan tropozoit & kista jar. pd jar. dibentuk takizoit infeksi klinis menahun dpt infeksi

- Pd manusia takizoit ditemukan pd infeksi akut dan dapat memasuki tiap sel
yg berinti. - Parasit ini dapat membentuk pseudokista

CARA INFEKSI 1. Pd toksoplasmosis kongenital,transmisi pd janin melalui plasenta, bila ibu mendapat infeksi primer waktu ia hamil 2. Pd toksoplasmosis akuisita, bila makan daging mentah/kurang matang, dima na daging mgd kista/takizoit.

3. Di laboratorium, pd orang yg bekerja dgn binatang percobaan yg diinfeksi


Toxoplasma gondii melalui jarum suntik/alat lain yg terkontaminasi. 4. Transplantasi organ dari donor yg menderita toksoplasmosis laten.

5. Transfusi darah lengkap juga dapat menyebabkan infeksi


PATOLOGI & GEJALA KLINIK - T. gondii dapat menyerang semua organ & jar. Hospes kecuali sel darah me rah. - Kista jar. dibentuk bila sudah ada kekebalan & ditemukan di berbagai alat & jaringan.

Kerusakan yg terjadi,tergantung pd : 1. Umur, bayi kerusakan lebih berat 2. Virulensi strain Toksoplasma 3. Jumlah parasit 4. Organ yg diserang Lesi pd SSP & mata lebih berat & permanen - Pd bayi hidrosefalus kerusakan total, pd penyembuhan parut (si - Infeksi akut pd retina Pd toksoplasmosis akuisita : - Pd orang dewasa asimptomatik, tetapi pd wanita hamil dgn infeksi primer

katrik) + atrofi retina & koroid + pigmentasi.

toksoplasmosis kongenital
- Manifestasi klinik : limfadenopati, rasa lelah, demam, sakit kepala

Gambaran klinis Toksoplasmosis kongenital :


- Eritroblastosis - Triad klasik : hidrosefalus, retinokoroiditis,kalsifikasi intrakranial. Bila disertai kelainan psikomotorik sabins tetrade - Gejala sisa (pd SSP) ; retardasi mental & motorik - Pd anak lahir prematur : hepatosplenomegali,ikterus,limfadenopati,kelainan SSP & lesi mata - Infeksi pd kehamilan muda : abortus/lahir mati. EPIDEMIOLOGI - Seekor kucing : 10 juta ookista/hari (2 minggu)

- ookista dapat hidup > 1 th, pd tanah yg panas & lembab.


- Kista jar. dalam daging tidak infektif lagi bila dipanaskan 66 C/diasap. - Setelah memegang daging mentah tangan dicuci dengan sabun.

Pada manusia
- Plasmodium vivax

genus Plasmodium : 4 spesies

- Plasmodium falciparum - Plasmodium malariae - Plasmodium ovale MORFOLOGI & DAUR HIDUP Daur hidup terdiri dari fase seksual (sporogoni) Anopheles - fase aseksual (skizogoni) ta. badan hospes vertebra dalam badan nyamuk

FASE ASEKSUAL MEMP. 2 DAUR :


1). Daur eritrosit dalam darah 2). Daur dalam sel parenkim hati atau stadium jaringan dengan :

a). Skizogoni praeritrosit (skizogoni eksoeritrosit primer)


it masuk sel hati. b). Skizogoni eksoeritrosit sekunder yg berlangsung dalam hati PARASIT DALAM HP (VERTEBRATA) FASE JARINGAN

setelah sporozo

- Anopheles betina yg mgd parasit malaria dlm kel. liurnya menusuk hospes sporozoit dalam sel hati ulang ar it kulit peredaran darah, setelah - 1 jam pecah masuk merozoit keluskizogoni pra eritrosit. Inti parasit membelah berulang menyerang eritrosit di sinusoid hati.

skizon jaringan (bulat/lonjong) peredaran darah

- Pada Plasmodium vivax & Plasmodium ovale sebag. Sporozoit


eksoeritrosit sekunder penyebab relaps jangka panjang.

hipnozo

beberapa waktu (bulan 5 th) aktif kembali & mulai dengan skizogoni

- Pada P. falciparum & P. malariae tdk memp. fase eksoeritrositik,relaps dise-

babkan proliferasi stadium eritrositik CARA INFEKSI

relaps jangka pendek.

Waktu antara nyamuk mengisap darah yg mengandung gametosit sampai me Ngandung sporozoit dalam kel. Liur - Sporozoit bentuk infektif - scr induksi, bila stadium aseksual dalam eritrosit scr tdk sengaja masuk badan manusia melalui darah (transfusi, suntik masa tunas ekstrinsik.

- Infeksi dapat terjadi 2 cara : - scr alami melalui vektor

an, kongenital).
PATOLOGI & GEJALA KLINIS - t.d. serangan demam yg disertai gejala lain, diselingi periode bebas peny. - Gejala khas demam : periodisitasnya - masa tunas intrinsik : waktu antara sporozoit masuk dlm badan hospes sampai timbul gejala demam. 8 37 hari tergantung spesiesnya (terpen-

dek pd P. falciparum 12 hari, terpanjang 28 30 hari P. malariae), beratnya


infeksi, pengobatan sebelumnya atau pd derajat resistensi hospes. Serangan demam malaria dimulai dgn gejala prodromal : lesu, sakit kepala,ti

dak nafsu makan,kadang-kadang ada mual & muntah.


SERANGAN DEMAM YG KHAS t.d. bbrp stadium : 1. Sta. menggigil, dimulai perasaan dingin sekali menggigil. Pd anak-anak

sering disertai kejang. Berlangsung 15 1 jam.


2. Sta. puncak demam, suhu mencapai 41C atau lebih. 2 6 jam. 3. Sta. berkeringat. Suhu turun cepat 2 4 jam. Gejala lain : - Gejala khas malaria menahun : splenomegali - Anemia DIAGNOSIS : menemukan parasit dalam darah scr mikroskopis.

KEKEBALAN PD MALARIA
- Kekebalan bawaan (alam) & kekebalan didapat - Kekebalan bawaan sifat genetik sudah ada pd hospes, tdk berhubung an dengan infeksi sebelumnya. Mis : - Manusia tdk dapat diinfeksi oleh parasit malaria pd burung/binatang penge rat. - Orang negro di afrika barat relatif kebal thd P. vivax (gol. darah Duffy neg) - Orang yg mgd Hb S heterozigot lebih kebal thd infeksi P. falciparum, orang dgn beta- thalassemia & Hb. F yg menetap. - Defisiensi G- 6PD pd eritrosit dapat melindungi organ thd infeksi berat P.

falciparum.
- Kekebalan didapat terjadi scr aktif/pasif. - Pd wanita dgn kehamilan triwulan terakhir,kekebalan thd malaria menurun

infeksi berat.

HOSPES & NAMA PENYAKIT


Hospes perantara : manusia Hospes definitif : nyamuk Anopheles betina Penyakit : malaria vivax/malaria tertiana benigna (tertien : setiap hari ke 3 panas tinggi). MORFOLOGI - Tropozoit muda : 1/3 eritrosit, sitoplasma biru (dgn Giemsa), inti merah - Tropozoit tua vakuol besar menjadi besar,warna pucat, tampak tititik Schuffner. - Eritrosit yg dihinggapi P. vivax tik titik halus warna merah tuk bulat/lonjong.

- Tropozoit dapat memb. Sel kelamin : makrogametosit & mikrogametosit ben-

PATOLOGI & GEJALA KLINIK


- Masa tunas intrinsik : 12 17 hari - Serangan pertama dimulai sindrom prodromal : sakit kepala, sakit punggung, mual, malaise umum. - Relaps ringan/tidak ada, rekrudesensi. - Demam tdk teratur pd 2 4 hari pertama dgn perbedaan nyata pd pagi & so re, suhu normal. Suhu mencapai 40,6 C/lebih. - Serangan demam : menggigil, panas & berkeringat. - Pd malaria menahun limpa sangat besar,keras dan kenyal.

NAMA PENYAKIT -Malaria falciparum/malaria tropika/malaria tertiana malignant

MORFOLOGI
- Merup. spesies yang paling berbahaya/ganas peny. menjadi berat

- Tidak ada fase eksoeritrosit - sta. tropozoit muda

yg menimbulkan rekurens

cincin, sangat kecil & halus (1/6 SDM)

- Ada infeksi multipel : 1 eritrosit > 1 cincin - Bentuk cincin & tropozoit tua menghilang dari darah tepi setelah 24 jam & ter tahan di kapiler alat dalam : otak, jantung, plasenta, usus, & sumsum tulang

parasit berkembang lebih lanjut.


- Gametosit jantan : spt ginjal, betina : spt pisang. PATOLOGI & GEJALA KLINIS

- Masa tunas intrinsik : 9 14 hari


- Gejala penyakit : sakit kepala,punggung & ekstremitas, perasaan dingin, mual muntah atau diare ringan. Bila penyakit berlangsung terus : sakit kepala, punggung & ekstremitas lebih hebat & keadaan umum memburuk. Limpa membesar & lembek pd perabaan, hati membesar & ikterus ringan.

Malaria falciparum berat adl peny. malaria dgn P. falciparum sta. aseksual dite
mukan didalam darahnya disertai salah satu bentuk gejala klinis (WHO, 1990). - Malaria otak dengan koma - Anemia normositik berat - gagal ginjal - Edema paru - Hipoglikemia - Syok - Perdarahan spontan - Asidosis

- kejang umum yang berulang


- Malaria hemoglobinuria (black water fever). Kelompok risiko tinggi menderita malaria berat :

a). Di daerah hiper/holoendemik : anak kecil umur > 6 bulan, wanita hamil

b). Di daerah hipo/mesoendemik : anak-anak & orang dewasa


c). Lain-lain : pendatang; pelancong.

NAMA PENYAKIT - Malaria malariae/ malaria kuartana ( serangan demam berulang pd tiap hari keempat). MORFOLOGI - Pd sediaan darah tipis - Skizont matang sta. tropozoit dapat melintang sepanjang SDM bunga daysi/roset pita, khas pd P. malariae - Makrogametosit : sitoplasma biru tua, inti kecil & padat - Mikrogametosit : sitoplasma biru pucat, inti difus, lebih besar.

PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Masa inkubasi : 18 hari ( 30 40 hari). - Gambaran klinis pd serangan pertama mirip P. vivax. Hanya serangan demam lebih teratur & menjadi sore hari. - Perjalanan penyakit tidak terlalu berat.

NAMA PENYAKIT
- Malaria ovale/malaria tertiana benigna MORFOLOGI - Memp. Persamaan dgn P. malariae, tropozoit muda 1/3 SDM. - Makrogametosit : bulat,inti kecil, kompak, sitoplasma biru - Mikrogametosit : bulat, inti difus, sitoplasma pucat kemerahan PATOLOGI & GEJALA KLINIS : mirip malaria vivax

-Penyembuhan sering spontan & relaps lebih jarang.


- Penyakit ringan & dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. - Ditemukan di P. Owi, Irja, Flores & Timor.

Makro/mikrogametosit P falciparum

Plasmodium vivax

Plasmodium ovale

Taksonomi

Nemathelminthes
Platyhelminthes

Nematoda
Trematoda Cestoda

- Nemathelminthes (cacing gilig) Stadium dewasa : - bentuk bulat memanjang - tampak rongga badan & alat-alat - Alat kelamin terpisah - Platyhelminthes (cacing pipih) Stadium dewasa : - badan pipih - Tidak mempunyai rongga badan - hermaprodit

MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Besar & panjang beragam : mm > 1m

- mempunyai kepala,ekor, dinding & rongga badan & alat lain.


- Sistem pencernaan, ekskresi & reproduksi terpisah - Umumnya bertelur (ttp ada yg vivipar, partenogenesis) - Telur/larva : 20 200.000 butir/hari keluar bersama tinja - Bentuk infektif manusia dengan cara : - scr aktif - Tertelan - Vektor melalui gigitan

- Hospes : manusia - Sebagian besar menyebabkan masalah kes. Masy. - Ada yg ditularkan melalui tanah : soil transmitted helminth.

yang penting : - Ascaris lumbricoides


- Necator americanus - Ancylostoma duodenale - Trichuris trichiura - Strongyloides stercoralis - Oxyuris vermicularis - Trichinella spiralis

- Penyakit : askariasis - Hospes : manusia - Kosmopolit MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Jantan : 10 30 cm betina : 22 - 35 cm

- Stadium dewasa di rongga usus muda - Betina bertelur : 100.000 200.000 butir/hari - Telur yang dibuahi - Bentuk infektif dd usus halus bentuk infektif 3 minggu tertelan menetas di usus halus jantung larva aliran da pembuluh darah/saluran limfe

rah

paru

dinding pembuluh darah


batuk)

dinding alveolus

rong
faring usus

ga alveolus

naik ke trakea (melalui bronkiolus & bronkus) larva tertelan kedlm esofagus

(timbul rangsangan

halus

cacing dewasa. Telur

cacing dewasa 2 bulan.


ringan gangguan paru + batuk,desindrom loeffler

PATOLOGI & GEJALA KLINIK - Gejala yg timbul : - cc.dewasa - Larva ( di paru-paru) mam & eosinophilia

- Gangguan cc. dewasa : gangguan usus : mual, nafsu makan berkurang,diare

Konstipasi
- Infeksi berat : anak-anak : malabsorpsi DIAGNOSIS - Px tinja scr langsung PENGOBATAN - Piperasin,pirantel pamoat, mebendazol/albendazol. EPIDEMIOLOGI - Ditemukan pd semua umur (kebanyakan anak usia 5 9 th). Frekuensi di intelur - Kadang-kadang cc.dewasa keluar sendiri melalui mulut/hidung, muntah,tinja. mempercepat malnutrisi (20 cc dewasa makan KH 2,8g/hari; protein :0,7 g/hari); obstruksi usus.

donesia : 60 -90%
- Telur infektif terutama dipindahkan dr tangan ke mulut ; melalui makanan/ma inan

- Tinja yg digunakan sbg pupuk tanaman sayur mayur

- Air minum jarang mnerupakan sumber infeksi - Telur tdk tahan kekeringan, dalam tanah kebun telur mampu bertahan 7 th, pd suhu 50C telur mati 15 jam. 1 jam, dengan sinar matahari langsung rusak :

- T. canis - T. cati

anjing kucing

kadang hidup pd manusia

peny. Visceral larva mi grans

- Kosmopolit, di jakarta prevalensi : - pd anjing : 38,3 % - pd kucing : 26% MORFOLOGI

- T. canis, jantan p : 3,6 8,5cm betina : 5,7 10cm


- T. cati, jantan p : 2,5 7,8cm betina : 2,5 - 14cm - Bentuk mirip A. lumbricoides muda, ttp pd T. canis ada sayap vertikal, kepala

spt ular kobra (T. cati).

PATOLOGI & GEJALA KLINIK - cc. tdk menjadi dewasa pd manusia, mengembara di alat alat dalam khususnya hati. Peny. Patomegali - Selain hati dapat juga di otak, mata, sumsum tl blk, paru-paru, otot, jantung Visceral larva migrans : gejala : eosinophilia, demam, he

ginjal & kel. Limfe.


- Banyak pada anak-anak 1 4th. DIAGNOSIS

- Klinik : berdasar trias : eosinophil yg nyata, hepatomegali, hiperglobulinemi


- Infeksi berat : biopsi hati : gambaran granuloma, eosinophilik yg khas,adanya larva. PENCEGAHAN : anak kecil jangan berhub. dgn anjing & kucing (terutama yg anak) umumnya menderita infeksi berat & dpt membawa telur pd bulunya. Sebaiknya anak anjing & kucing (< 6 bl) diobati piperazin setiap bulan.

Spesies yg penting : - Necator americanus


- Ancylostoma duodenale - Ancylostoma brasiliense - Ancylostoma ceylanicum - Ancylostoma caninum

manusia
manusia kucing, anjing anjing, kucing anjing, kucing

Hospes : manusia Penyakit : - nekatoriasis - Ankilostomiasis MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cc. dewasa hidup di rongga usus halus, mulut melekat mukosa dd. Usus. - Telur N. americanus : 9000 butir/hari

- Telur A. duodenale : 10.000 butir/hari - N. americanus betina : p : 1cm, jantan : 0,8cm bentuk spt huruf S, A. duo denale spt huruf C. - Cacing jantan mempunyai bursa kopulatrik DAUR HIDUP

- Telur
kus

larva rhabditiform (1 1,5hari)


kapiler darah laring trakea usus halus.

larva filariform ( 3hari)


paru bron

menembus kulit

jantung kanan

- Infeksi terjadi bila larva filariform menembus kulit, untuk A. duodenale dpt ju
ga dgn menelan larva filariform. PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Sta. larva ground itch - Gizi penderita (Fe & protein). - Sta. dewasa, gejala tergantung : - Spesies & jumlah cacing

- Tiap cacing

kehilangan darah pd penderita : 0,005 0,1cc/hari (N. am)

- A. duodenale : 0,08 0,34cc/hari - Biasanya terjadi anemia hipokrom mikrositer & eosinophilia DIAGNOSIS - Menemukan telur/larva pada tinja EPIDEMIOLOGI - Di Indonesia, insidens tinggi feksi. - Penecegahan infeksi a.l. memakai sandal pedesaan khususnya di perkebunan penyebaran in - Kebiasaan defekasi di tanah & pemakaian tinja sbg pupuk

PENCEGAHAN
- Sanitasi pembuangan tinja - Melindungi orang-orang yg mungkin terinefksi

- Mengobati orang-orang yg mgd parasit

Penyakit : trikuriasis/trichocephaliasis Kosmopolit

MORFOLOGI
-Cc dewasa, bag anterior 3/5 panjang tubuh kecil meruncing spt benang,bag. posterior tebal & tumpul. Cacing jantan bag. Kaudal melengkung 360, p. 30 45 mm, cacing betina ujung posterior membulat, p. 35 50mm. - Telur : 3000 10.000 butir/hari - Telur berbentuk oval spt tong. - Stadium infektif : telur yg sudah berkembang PATOLOGI & GEJALA KLINIK - Pd anak infeksi berat cacing tersebar pd kolon & rektum

- Infeksi berat, gejala : diare + sindrom disentri,anemia, berat badan turun, kadang pro lapsus rektum.

- Infeksi ringan : tidak ada gejala yg jelas DIAGNOSIS : menemukan telur dlm tinja EPIDEMIOLOGI - Penyebaran peny. Kontaminasi tanah dengan tinja sumber infeksi - Pemakaian tinja sbg pupuk PENCEGAHAN -Daerah endemik : - pengobatan

- Frekuensi di indonesia (pedesaan) : 30 90%

- Pembuangan tinja scr baik


- Mencuci tangan sebelum makan - Mencuci dgn baik & menyiram dengan air panas sayuran

yg tdk dimasak
- sanitasi & hygiene perorangan

Hospes : manusia Peny. : enterobiasis/oksiuriasis Kosmopolit, banyak didaerah dingin. MORFOLOGI - Cacing jantan : p. 2 5 mm; Betina p. 8 13mm

- Telur : ovoid
- cacing jantan : ujung posterior melengkung ke ventral (spt .tanda tanya) - Cacing betina : ujung anterior ada pelebaran kutikula spt sayap (alae)

PATOGENITAS
- Stadium infektif : telur infektif + larva masak - Penularan melalui oral & inhalasi DAUR HIDUP - Telur infektif tertelan menetas dlm intestinum tenue larva migra

Si ke sekum

berkembang menjadi cacing dewasa


cacing dewasa gravid : 2 minggu 2 bulan

- Perkembangan telur PATOLOGI & GEJALA KLINIK - Enterobiasis tdk berbahaya

- Telur : 11.000 15 .000 butir

- Gejala yg menonjol : iritasi di sekitar anus, perineum & vagina lokal. - Migrasi ke anus jadi malam hari pruritus ani, penderita menggaruk penderita terganggu tidur lemah.

pruritus

luka, sering ter

- Pada anak-anak : insomnia, nervous, sakit daerah anus

- Migrasi ke vulva
- Pd anak perempuan kronis.

vagina

ekskret mukus vagina >>


salpingitis

gangguan urogenital, abdominal

DIAGNOSIS : menemukan telur dalam tinja 5%, perianal scraping, perianal

Swab (pagi hari), spesimen bawah kuku.


EPIDEMIOLOGI - Penyebaran lebih luas - Lebih banyak mengenai keluarga/lebih banyak pd anak - Penularan langsung dr anus ian, sprei, selimut dll. PENCEGAHAN - Kebersihan perorangan - Kuku sebaiknya selalu pendek mulut melalui jari yg terkontaminasi - Anak-anak tidur pd satu tempat tidur/kamar tidur, terkontaminasi telur : paka

- Tangan dicuci lebih dahulu sebelum makan


- Makanan dihindarkan dr debu & tangan yg mgd parasit.

Ascaris lumbricoides

Ancylostoma duodenale

Enterobius vermicularis

FILARIOIDEA
Filaria non limfatik - Onchocerca volvulus - Dipetalonema perstans - Mansonella ozardi - Loa loa * FILARIA LIMFATIK DI INDONESIA* 1. Wuchereria bancrofti : Filaria limfatik - Wuchereria bancrofti - Brugia malayi - Brugia timori

Manusia : urban
rural

Culex quenquefasciatus (jakarta, bekasi, tangerang


semarang) Anopheles subpictus ; A. vagus; A. aconitus (Flores)

- Periodisitas : nokturnal
2. Brugia malayi (rural) - Nokturnal : manusia, vektor : Anopheles barbirostris wesi) - Sub periodik nokturnal : manusia, hewan (kera/kucing) limantan & sulawesi) - Non periodik (kalimantan timur) 3. Brugia timori (rural) - Nokturnal : manusia, vektor : Anopheles barbirostris persawahan,flores zoonosis : Man sonia uniformis; Mansonia anulifera; Mansonia bonneae/dives ( sumatra; kapersawahan (sula

NTT
Brugia pahangi : menginfeksi hewan (kucing) - nokturnal; vektor : Mansonia

- Kalimantan & sumatra

MORFOLOGI : dewasa, mikrofilaria & larva


- Dewasa : sistem limfe hospes definitif - jantan : p : 4 cm (spt benang) - betina : p : 10 cm (spt benang) Hidup bertahun tahun (10 th) penyakit kronis - Mikrofilaria : - hidup didalam darah hospes - Didalam darah perifer pd saat tertentu (sifatnya periodik) - Mampu hidup satu tahun - Larva : - Didalam hospes perantara nyamuk. - ada stadium : L1, L2, L3 ( L3 merupakan bentuk infektif).

SIKLUS HIDUP
- Hospes definitif : manusia, hewan (kera, kucing) - Hospes perantara : nyamuk (Culex, Anopheles, Aedes & Mansonia)

- Cara infeksi : gigitan nyamuk yg mgd L3

PERKEMBANGAN MIKROFILARIA DLM NYAMUK -Mikrofilaria nyamuk selubung lepas lambung otot thorax L1 : in aktif, pendek, kutikula tebal, ekor memanjang L2 : > aktif, memanjang, melebar, kutikula menipis, ekor memendek, papila pd ujung posterior

L3 : langsing & panjang, bergerak sangat aktif. Abdomen, kepala, proboscis


L1 L3 ; temperatur makin tinggi makin cepat - Brugia malayi : 8 10 hari

- Brugia pahangi : 8 10 hari


- Wuchereria bancrofti : 12 14 hari PERKEMBANGAN LARVA DLM HOSPES L3 darah - Brugia malayi/B. pahangi/ B. timori : 3 bulan hospes saluran limfe L4 L5 dewasa MF

GEJALA KLINIS - Parasit (nematoda) : dewasa, larva atau MF - Dewasa, paling utama elefantiasis occult filariasis - Reaksi hospes hiperresponsif thd MF

GEJALA KLINIS (krn parasitnya) : - Asimptomatis

- Akut
- Brugia malayi/B. timori : - fever berulang ulang - Limfadenitis

- Limfangitis desendens
- Wuchereria bancrofti : - fever, limfadenitis, limfangitis desendens - epididimitis - Funikulitis - Orkitis Gejala akut Brugia > Wuchereria

KRONIS : limfedema
luria

elefantiasis/elefantiasis skroti, hidrokel testis & chy

- Elefantiasis Brugia : - dibawah lutut; dibawah siku; 2x normal - Elefantiasis Wuchereria : seluruh tungkai, seluruh lengan, mammae, genital; 3x normal, kulit kasar & menebal - Gejala klinis pd occult filariasis/ TPE (tropical pulmonary eosinophilia) : - Eosinophilia - Ig E meninggi - MF dalam darah - Kelainan paru : sesak nafas, batuk, bercak milier pd paru

fever, sputum, berat badan menurun


DIAGNOSIS - KLINIS : banyak kelemahannya krn asimptomatik >

simptomatik <

- PARASITOLOGIS - Mikrofilaria : darah jaringan - Tes provokasi : DEC : 2 mg/kg BB ( 30 45 menit sebelum pemeriksaan da jari ; vena cairan hidrokel

rah).
- Pemeriksaan stadium dewasa PENGOBATAN biopsi kelenjar limfe

DEC (dietil karbamasin sitrat)


- mikrofilarisida; makrofilarisida - tahan panas, non toksik, tdk berasa, cepat diekskresi ttp timbul efek sam ping : fever, sakit kepala, nausea, vomitus, hipotensi, lemah badan, gatal, erite ma, tdk ada nafsu makan

- Hermaprodit (kecuali : Schistosoma) - Mempunyai batil isap mulut & batil isap perut

HOSPES
- Hospes definitif hewan : kucing, anjing, kambing, sapi, babi, tikus, burung, luwak, harimau & manusia - Berdasarkan tempat hidup cacing dewasa dalam tubuh hospes, trematoda da pat dibagi : I. Trematoda hati : Clonorchis sinensis, Opistorchis felineus, Opistorchis viver rinii & Fasciola II. Trematoda usus : Fasciolopsis buski, Echinostomatidae & Heterophyidae III. Trematoda paru : Paragonimus westermani IV. Trematoda darah : Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni & Schis tosoma haematobium

DISTRIBUSI GEOGRAFIK - RRC, korea, jepang, Filipina, Thailand,Vietnam, Taiwan, India & Afrika, Indonesia. - Di Indonesia : - Fasciolopsis buski - Echinostoma kalsel Jawa & Sulawesi

- Heterophyidae
MORFOLOGI & DAUR HIDUP

jakarta
Sulawesi tengah

- Schistosoma japonicum

-Bentuk badan cacing dewasa : pipih dorsoventral & simetris bilateral, tdk mem
punyai rongga badan -Ukuran, panjang : 1mm genital - Saluran pencernaan spt huruf Y terbalik 75mm (cacing dewasa) -Terdapat 2 batil isap : batil isap mulut & perut, bbrp spesies memp. Batil isap

- Hermaprodit - Susunan saraf dimulai dengan ganglion di bag. dorsal esofagus, terdapat saraf memanjang di bag. dorsal, ventral & lateral badan. - Cacing dewasa hidup dalam hospes definitif, telur diletakan di saluran hati, rongga usus, paru, pembuluh darah, jaringan. Telur keluar bersama tinja, da

hak, urin.
- Telur matang (mgd Mirasidium) tas bila ditelan keong (HP) M menetas di air, bbrp spesies telur mene jaringan keong. Atau telur langsung

menetas
serkaria (SK)

M berenang di air

keong (HP I)

sporokista (S)

keluar dari keong, mencari HP II (ikan, tumbuhan air, ke metaserkaria.

tam, udang batu, keong air lain ) atau dapat menginfeksi HD scr langsung. - Dalam HP II SK - HD teinfeksi bila makan HP II yg mgd metaserkaria yg tdk dimasak dengan baik. Infeksi Schistosoma : SK menembus kulit HD

PATOLOGI & GEJALA KLINIS


- Kelainan tg timbul tergantung : lokalisasi cacing didalam tubuh hospes, adanya pengaruh rangsangan setempat & zat toksin yg dikeluarkan cacing. - Reaksi sistemik : alergi, demam, sakit kepala dll. - Cacing di usus : tidak ada gejala/gejala gastrointestinal ringan : mual, muntah sakit perut, diare. - Cacing di paru : gejala yg mungkin ada : batuk, sesak nafas, batuk darah -Cacing di saluran empedu hati : timbul rangsangan & menyebabkan peradang an saluran empedu, penyumbatan aliran empedu lain : peradangan hati do abses hepatomegali gejala ikterus, akibat sirosis hati.

- Cacing Schistosoma hidup di pembuluh darah, telur


usus, dinding kandung kemih, hati, jantung, otak dll.

peradangan, pseu-

fibrosis jaringan, alat yang diinfiltrasi telur tersebut : dinding

DIAGNOSIS : menemukan telur dalam tinja, dahak, urine, jar. biopsi

- Reaksi serologi PENGOBATAN - Prazikuantel. EPIDEMIOLOGI - Kebiasaan memakan HP II yg mengandung metaserkaria yang tidak dimasak

dengan baik.
- Pada Schistosomiasis infeksinya terjadi karena manusia mandi, mencuci atau masuk kedalam air seperti sungai/parit yang mengandung SK

HOSPES & NAMA PENYAKIT


- Hospes : Manusia, kucing, anjing, beruang kutub & babi - Penyakit : klonorkiasis DISTRIBUSI GEOGRAFIK - Cina, jepang, korea, vietnam MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cacing dewasa hidup di saluran empedu, kadang-kadang di pankreas, uk. Cc dewasa 10 25 mm x 3 5 mm. - Bentuk pipih,lonjong,menyerupai daun. - Bentuk telur seperti bola lampu pijar.

- Telur dikeluarkan bersama tinja, telur menetas bila dimakan keong air : Bulinus, semisulcospira.

-Dalam keong air, M

R induk, R anak

SK keluar mencari HP

II (ikan, fam: cyprinidae) tang, ekskistasi di duodenum

metaserkaria (didalam kulit dibawah sisik). larva masuk duktus koledokus saluran

- Infeksi terjadi bila makan ikan yg mgd metaserkaria yg dimasak kurang maempedu (dewasa dalam 1 bulan). - Seluruh daur hidup 3 bulan PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Sejak larva masuk saluran empedu - Dapat terjadi radang sel hati - Gejala : 3 stadium - Stadium ringan tidak ada gejala dewasa dapat menyebabkan iritasi sirosis hati disertai ascites & edema. pada saluran empedu & penebalan dinding saluran.

- Luasnya organ yg rusak tergantung pd jumlah cacing & lama infeksi.

- Stadium progresif

menurunnya nafsu makan, perut rasa penuh, diare

diare, edema & pembesaran hati - Stadium lanjut sindrom hipertensi portal terdiri dari pembesaran hati, ikterus, ascites, edema, sirosis hepatis. Kadang-kadang menimbulkan keganasan dalam hati. DIAGNOSIS - Menemukan telur dalam tinja/cairan duodenum EPIDEMIOLOGI - Kebiasaan makan ikan yg diolah kurang matang, cara pemeliharaan ikan, cara

pembuangan tinja di kolam ikan.


Pemberantasan : mencegah infeksi pd manusia mis : penyuluhan kesehatan, masak ikan dengan baik, pemakaian jamban.

Hospes : anjing & manusia


Penyakit : opistorkiasis PENYEBARAN GEOGRAFIK - Eropa tengah, selatan & timur, Asia, vietnam & India MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cacing dewasa hidup di saluran empedu & saluran pankreas. uk. 7 12 mm. - Bentuk spt lanset, telur mirip C. sinensis hanya lebih langsing. - HP I : keong Bulinus - HP II : macam-macam ikan spesies cyprinoid - Telur mgd 1 M, tdk menetas sebelum dimakan ikan metaserkaria yg in-

fektif, menjadi dewasa dlm 3 4 minggu


- Infeksi : makan ikan yg mgd metaserkaria & dimasak kurang matang - Kucing hospes reservoar di daerah sangat endemik

PATOLOGI & GEJALA KLINIK - Kelainan yg terjadi sama dengan kelainan krn Clonorchis sinensis PENCEGAHAN - Memasak ikan dengan benar & membuang tinja menurut cara sanitasi.

Daerah endemi : muangthai Morfologi & daur hidup mirip Opistorchis felineus - HD : kucing, anjing, manusia, mamalia lain yg makan ikan. - HP : keong & berbagai spesies ikan

- Kerusakan hati yg timbul sama dengan C. sinensis


- Pd autopsi penderita yg mgd 1000 6000 cacing ditemukan : pembesaran ha ti, pelebaran nyata saluran empedu, penebalan dinding saluran, atrofi sel hati

- Gejala permulaan : kurang nafsu makan, dispepsia & perut kembung, anorek
si, perasaan tdk enak di daerah epigastrium & sakit, kadang kadang leukosi-

Sitosis & demam. Kemudian terdapat pembesaran hepar, ikterus sementara & Urtikaria, diare encer, badan lemah & anemi DIAGNOSIS Menemukan telur di tinja/drainase duodenum.

HOSPES & NAMA PENYAKIT


- Hospes : kambing, sapi, kadang-kadang manusia - Penyakit : fasioliasis MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cacing dewasa pipih spt daun, uk. 30 x 13 mm bagian anterior spt ke rucut (pd puncak ada batil isap mulut & pd dasar ada batil isap perut). - Saluran pencernaan, testis & kelenjar vitelin bercabang. - Telur dikeluarkan melalui saluran empedu kedalam tinja ( 9 15 hari) menetas M kelur, mencari keong air matang dlm air Sk

Mencari HP II (tumbuh-tumbuhan air)


Metaserkaria bila tertelan Kan HP II tsb, larva

metaserkaria.

menetas dalam lambung binatang yg memasaluran empedu & menjadi dewasa

- Infeksi terjadi dengan makan tumbuhan air yg mgd metaserkaria. PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Migrasi cacing dewasa muda ke saluran empedu sis periportal. - Mampu hidup 10 thn - Cacing menjadi dewasa dalam waktu 12 minggu kerusakan parenkim ha siro ti. Saluran empedu mengalami peradangan, penebalan & sumbatan

DIAGNOSIS
- Menemukan telur dalam tinja, cairan duodenum/cairan empedu - Reaksi serologis sangat membantu dlm menegakkan diagnosis

PENCEGAHAN - Jangka panjang tergantung eradikasi penyakit pd binatang herbivora. - pengobatan pd binatang peliharaan - Pemusnahan keong & membunuh larva sukar - Infeksi pd manusia di daerah endemi dicegah dengan tidak makan slada air

mentah atau sayuran hijau lain yg tidak dimasak.

Siklus Hidup Clonorchis sinensis

Morfologi trematoda

Daur hidup Fasciola hepatica

- Spesies yang khas di kalimantan selatan - Mempunyai ukuran terbesar diantara trematoda lain pd manusia HOSPES & NAMA PENYAKIT - Hospes definitif : manusia, babi, anjing & kelinci - Penyakit : fasciolopsiasis

MORFOLOGI & DAUR HIDUP


- Cacing dewasa p : 2 7,5 cm - Bentuk agak lonjong & tebal l : 0,8 2,0 cm

- Batil isap kepala batil isap perut


- Mempunyai saluran pencernaan, 2 testis yg bercabang & ada uterus - Telur mempunyai operkulum, dikeluarkan 15000 48 000 telur/hari

- Telur menetas 3-7 minggu melepaskan redia induk

M berenang mencari HP I (keong air tawar: S (jantung & hati keong) SK pecah redia anak HP II; metaserkaria pd

Segmentina, Hippeutis & Gyraulus)

tumbuh-tumbuhan air : Trapa, Eliocharis, Eichornia & Zizania. - Bila memakan tumbuhan air yg mgd metaserkaria tanpa dimasak matang, 25

- 30 hari

cacing dewasa, dalam waktu 3 bln ditemukan telur dalam tinja.

PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Cacing dewasa melekat pd usus muda ( spt : duodenum & Jejenum), cacing

memakan isi usus maupun permukaan mukosa usus. Pd tempat perlekatan


ada peradangan, ulkus, abses, erosi kapiler (bila ada) - Cacing dalam jumlah besar sumbatan perdarahan gejala ileus akut.

- Pd infeksi berat, gejala intoksikasi & sensitisasi krn metabolit cacing spt : ede ma pd muka, dinding perut & tungkaibawah, dapat terjadi kematian. - Gejala klinis dini : diare & nyeri ulu hati. Warna tinja : hijau kuning, bau bu-

EPIDEMIOLOGI - Infeksi pd manusia : kebiasaan makan tumbuh tumbuhan air yg mentah & tdk dimasak sampai matang - Membudidayakan tumbuh-tumbuhan air di daerah yg tercemar kotoran manu sia & babi menyebar luaskan penyakit. - Penyakit ini endemik di desa Sei papuyu Kalsel, prevalensi : 27,0%, prevalensi tertinggi pd usia 5 -14 th 56,8%. Prevalensi pd anak sekolah : 79,1%. - Survei 12 bulan sesudah pengobatan tdk banyak berbeda (kemungkinan rein

feksi). - Cacing trematoda kerdil, uk : bbrp mm


- Hospes : sangat banyak, umumnya MH pemakan ikan: manusia, kucing, anjing, rubah & jenis burung tertentu. - Penyakit : heterofilasis

- Yg termasuk keolmpok ini : - Heterophyes heterophyes - Metagonimus yokogawai - Haplorchis yokogawai MORFOLOGI & DAUR HIDUP - uk. p : 1 1,7mm, l : 0,3 0,75 mm, KECUALI genus Haplorchis yg lebih kecil: p : 0,41 0,51 mm l : 0,24 0,3 mm. - Mempunyai batil isap perut & batil isap kelamin - Telur mempunyai operkulum, berisi M, M keluar dr telur HP I (keong air

spt genus : Pirenella, Cerithidia, Semisulcospira)


anak SK gobius, Clarias dll) masuk otot metaserkaria.

R induk

HP II ( ikan dr genus : Mugil, Tilapia, Aphanius, Acantho

- Manusia terinfeksi karena makan daging ikan yg dimasak kurang matang. Pd


ikan genus Plectoglosus metaserkaria tdk masuk otot ttp hinggap di sisik & sirip. Metaserkaria pd daging mentah tumbuh cc. dewasa : 14 hari

PATOLOGI & GEJALA KLINIS Stadium dewasa Otot jantung iritasi ringan pd usus muda, kadang-kadang menembus menyangkut di katup/ payah jantung. Vilus usus, telur dapat masuk aliran getah bening

- Infeksi berat : kolik, diare + lendir + nyeri tekan di perut.

DIAGNOSIS
- Menemukan telur dalam tinja.

HOSPES & NAMA PENYAKIT - Hospes : manusia & binatang yg memakan ketam/udang batu seperti kucing,

luwak, anjing, harimau dll.


- Penyakit : paragonimiasis

Morfologi & daur hidup - Cacing dewasa kista di paru - Bentuk bundar lonjong spt biji kopi. - Telur lonjong dengan operkulum agak tertekan kedalam keluar bersama tinja atau sputum, matang ( 16 hari) menetas M keong air (disini per-

kembangan : M
(ketam/udang batu)

R1

R2

SK)

keluar mencari HP II

metaserkaria.

- Infeksi terjadi dengan makan ketam/udang batu yg tdk dimasak matang.

- Dalam HD metaserkaria
rongga perut lam kista). PATOLOGI & GEJALA KLINIS

cacing dewasa muda di duodenum


diafragma

dd usus

paru (cacing dewasa terbungkus da

- Krn cacing dewasa dalam kista di paru, gejala dimulai : batuk kering

ba-

tuk darah, cacing dapat migrasi ke alat lain : hati,limpa, otak,otot, dinding u-

DIAGNOSIS - Menemukan telur dlm sputum/cairan pleura. Kadang-kadang dalam tinja. - Reaksi serologis sangat membantu menegakan diagnosis EPIDEMIOLOGI - Penyakit berhubungan dengan kebiasaan makan ketam yg tdk dimasak de-

ngan baik
- Penyuluhan : cara masak ketam & pemakaian jamban yg tdk mencemari air sungai & sawah.

- Pada manusia ada 3 spesies penting : - Schistosoma japonicum - Schistosoma mansoni - Schistosoma haematobium - Hospes definitif : manusia - Penyakit : schistosomiasis / bilharziasis MORFOLOGI & DAUR HIDUP peny. Katayama/demam keong/ S. japonika skistosomiasis usus skistosomiasis kandung kemih

- Cacing dewasa jantan : kelabu/putih kehitam-hitaman uk. 9,5 19,5mm x


0,9 mm. - Badan bentuk gemuk bundar, pd kutikulum terdapat tonjolan halus kasar

tergantung spesiesnya di bagian ventral badan terdpt canalis gynaecophorus


tempat cacing betina kan cc. jantan. seolah-olah cacing betina ada didalam pelu

- Cacing betina badan lebih halus & panjang uk : 16 26mm x 0,3 mm. - cacing hidup di pembuluh darah terutama dalam kapiler darah & vena kecil dekat permukaan selaput lendir usus/ kandung kemih. - Telur diletakan di pembuluh darah, telur mempunyai duri, tdk memp. Operku lum.

- Telur dapat menembus keluar dr pembuluh darah


kandung kemih, telur ditemukan dalam tinja/urin. - Telur menetas dalam air M

jar

lumen usus/
S1 S2

HP I (keong air)

SK ( bentuk infektif cacing Schistosoma)


- Hanya mempunyai 1 macam HP : keong air - Cara infeksi : Sk menembus kulit saat manusia masuk dlm air yg mgd SK. - Waktu diperlukan untuk infeksi : 5 10 menit - SK menembus kulit paru kapiler darah aliran darah jantung kanan cabang jantung kiri sistem peredaran darah besar

Vena portae -

dewasa di hati.

PATOLOGI & GEJALA KLINIS Disebabkan 3 stadium cacing : - serkaria - cacing dewasa - telur Perubahan pd skistosomiasis dibagi 3 stadium: dewasa) 1. Masa tunas biologik (SK menembus kulit * Gejala kulit & alergi

- Eritema & papula, disertai perasaan gatal & panas, bila SK banyak
matitis. Kelainan kulit hilang 2 3 hari.

der

- Dapat terjadi alergi : krn adanya hasil metabolik cc. dewasa/protein asing

krn adanya cc. yg mati


* Gejala paru

urtikaria, dapat disertai demam.

- Batuk, kadang disertai dahak yg produktif kadang ada darah - Pd yg rentan serangan asma

*Gejala toksemia - manifestasi akut/toksik - Gejala infeksi berat nyeri tubuh. - Pd kasus berat 2. STADIUM AKUT gejala bertahan 3 bln kadang sakit perut & tenesmus. hati & limpa membesar. timbul antara minggu ke 2 8 setelah infeksi toksemia berat + demam tinggi

- Gejala lain : lemah, malaise, tdk nafsu makan, mual, muntah, sakit kepala &

- Dimulai sejak cacing betina bertelur.


- Efek & gejala klinis tergantung jumlah telur : demam, malaise,BB menurun, diare ( kasus berat, ada disentri), hepatomegali, splenomegali 6 8 bln

setelah infeksi.
3. STADIUM MENAHUN - Terjadi penyembuhan jar - hepar yg membesar pembentukan jaringan ikat. mengecil krn fibrosis sirosis periportal

Hipertensi portal. Gejala yg timbul : splenomegali, edema pd tungkai bawah,da


Pat ditemukan ascites & ikterus. Sta. lanjut DIAGNOSIS - Menemukan telur dalam tinja, urin, jaringan biopsi EPIDEMIOLOGI - Skistosomiasis japonika endemik di Sulawesi tengah - Infeksi biasanya berlangsung pd waktu orang bekerja di sawah. - Pemberantasan HP, perbaikan kesehatan lingkungan & penerangan kesehatan dpt menurunkan penyakit. hematemesis

PENDAHULUAN - Cacing pita termasuk sub kelas : Cestoda; Kelas : Cestoidea

- Cacing dewasa menempati saluran usus vertebrata & in vertebrata


- Bentuk badan cacing dewasa memanjang spt pita, pipih dorsoventral, tdk mempunyai alat cerna, biasanya bersegmen-segmen disebut proglotid bila dewasa berisi alat reproduktif jantan & betina - Ujung bagian anterior til isap & kait-kait. - Spesies yg penting yg dapat menimbulkan kelainan pd manusia : - Diphyllobothrium latum - Hymenolepis nana - Echinococcus granulosus - Echinococcus multilocularis alat pelekat skoleks (kepala) dilengkapi ba-

- Taenia saginata - Taenia solium - Manusia merupakan hospes cestoda dalam bentuk : A. Cacing dewasa : D. latum; T. saginata; T. solium; H. nana; H. diminuta Dipylidium caninum. B. Larva : - Diphyllobothrium sp; T. solium; H. nana; Echinococcus granulosus - Multiceps SIFAT-SIFAT UMUM

- Badan cacing dewasa terdiri atas : - skoleks


- leher : tempat pertumbuhan badan - strobila : badan terdiri atas segmen

- Telur dilepaskan bersama proglotid atau tersendiri melalui lubang uterus


- Embrio didalam telur disebut onkosfer - Infeksi terjadi dgn menelan larva infektif/telur - Meliputi 2 ordo : pseudophyllidea & cyclophyllidea

- Mempunyai skoleks dengan 2 lekuk isap


- Lubang genital & uterus terletak di tengah proglotid - Telur mempunyai operkulum, berisi sel telur, dikeluarkan bersama tinja - Dalam air, sel telur HP II (ikan, kodok) tif. -Spesies : - Diphylobothrium latum - Diphylobothrium mansoni onkosfer, telur menetas korasidium HP I (Copepoda : Cyclops, Diaptomus) proserkoid. Cyclops (mgd parasit)

pleroserkoid (sparganum) merupakan bentuk infek-

- Disebut cacing pita ikan - Hospes definitif : manusia - Hospes reservoar : anjing, kucing & jenis lain, singa laut, beruang, babi

- Penyakit : difilobothriasis MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cacing dewasa p : 10m terdiri dari : 3000 4000 proglotid - Telur ditemukan dalam tinja, menetas dalam air HP I (Cyclops, Diaptomus) proserkoid, Cyclops larva (korasidium) HP II (ikan salem)

pleroserkoid

bila dimakan hospes definitif (mis : manusia)

cacing de

wasa ( di rongga usus). PATOLOGI &GEJALA KLINIS

- Tidak menimbulkan gejala berat


- Gejala saluran cerna : diare, tdk nafsu makan & tdk enak di perut - Bila cacing hidup di permukaan usus halus, mungkin timbul anemia hiperkrom makrositer krn cacing menyerap vit. B12 - Bila jumlah cacing banyak obstruksi usus gejala defisiensi vit. tsb.

DIAGNOSIS : menemukan telur/ proglotid dalam tinja

PENGOBATAN - Atabrin disertai pemberian Na. bikarbonas dosis 0,5 gr - Niklosamid - Paromomisin - Prazikuantel

- Mempunyai skoleks dengan 4 batil isap dengan/ tanpa rostelum yg berkait


kait - Lubang kelamin di pinggir proglotid - Lubang uterus tidak ada - Proglotid gravid kantong telur yg keluar bersama tinja bentuk infektif - Telur yg berisi onkosfer tumbuh dalam HP - Dikenal dengan nama umum : cacing pita

- Spesies yg penting di Indonesia : - Taenia saginata - Taenia solium - Yg tidak penting : - Hymenolepis nana - Hymenolepis diminuta - Dipylidium caninum

- Echinococcus granulosus
- Echinococcus multilocularis - Multiceps spp

Hospes & Nama penyakit - Hospes definitif : manusia

- Hospes perantara : hewan pemamah biak dr famili bovidae (sapi, kerbau dll)
- Penyakit : teniasis saginata

MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Ukuran besar & panjang : 4 12m / lebih terdiri dari skoleks, leher & strobila (1000 2000) - Skoleks uk. 1 -2mm, mempunyai 4 batil isap tanpa kait-kait - Leher sempit - Strobila terdiri dari : - proglotid belum masak (imatur) - proglotid dewasa ( matur) - Proglotid gravid (mgd telur)

- Proglotid gravid dapat bergerak aktif keluar dengan tinja/keluar sendiri dr du


bur setiap hari 9 proglotid dilepas - Sebuah proglotid gravid berisi 100. 000 telur

- Telur melekat pd rumput (bersama tinja)


embrio heksakan menetas bening/darah aliran darah gelembung (sistiserkus bovis )

dimakan ternak

dicerna
cacing

menembus dinding usus

saluran getah

jaringan ikat di sela-sela otot

-Bila cc. gelembung pd daging sapi dimasak kurang matang termakan manusia skoleknya keluar cing dewasa. PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Cacing dewasa gejala klinis ringan : sakit ulu hati, perut merasa tdk emelekat pd mukosa usus halus, 8 10 minggu ca

nak, mual, muntah, mencret, pusing/gugup.


- Gejala berat : ileus (obstruksi usus krn strobila cacing) - Berat badan tdk jelas menurun, eosinophil ditemukan di darah tepi

DIAGNOSIS
- Menemukan proglotid yg aktif bergerak dlm tinja, keluar spontan - Telur dalam tinja/usap anus PENGOBATAN - Obat tradisional : biji labu merah, biji pinang - Obat lama : kuinakrin, amodiakuin, niklosamid. Obat baru : prazikuantel

EPIDEMIOLOGI - Cara memakan daging : matang, setengah matang, mentah - Cara memelihara ternak, ternak yg dilepas lebih mudah dihinggapi cc. gelem bung. PENCEGAHAN : mendinginkan daging 10 C, iradiasi & memasak daging sam-

pai matang

- Hospes definitif : manusia


- Hospes perantara : manusia, babi - Penyakit karena cacing dewasa : teniasis solium - Penyakit karena stadium larva : sistiserkosis MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cacing dewasa p 2 4 m/8 m - Terdiri dari : skoleks, leher, strobila (800 1000 ruas). Skoleks bulat uk. 1mm mempunyai 4 batil isap dengan rostelumyg mempunyai 2 baris kait-kait. - Strobila : - proglotid imatur - proglotid matur

- proglotid gravid : 30.000 50.000 telur


- Telur dimakan HP dinding dicerna embrio heksakan keluar aliran darah dinding usus saluran getah bening/darah

Menyangkut di jaringan otot babi. - Sistiserkus selulose ditemukan pd otot lidah, punggung, pundak babi. - Bila daging babi mgd larva sistiserkus dimakan manusia skoleks keluar PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Cacing dewasa : tdk menyebabkan gejala yg berarti. Bila ada : nyeri ulu hati, mencret, mual, obstipasi & sakit kepala, eosinophilia (darah tepi). - Pd manusia sistiserkus sering menghinggapi jar. Subkutis, mata, jar. Otak, dd kista dicerna melekat dd usus halus & 3 bulan menjadi dewasa.

otot, otot jantung, hati, paru & rongga perut.


- Pada jar. Otak/medulla spinalis, sistiserkus jarang mengalami kalsifikasi sering ada reaksi jaringan epilepsi, meningo ensefalitis. hidrosefalus internus. biopsi otot

- Tekanan kranial yg tinggi : nyeri kepala & kadang-kadang kelainan jiwa.


- Bila ada sumbatan aliran cairan serebrospinal & scr radiologis pd jaringan otak dgn CT scan. DIAGNOSIS : menemukan telur & proglotid. Sistiserkus kulit

- Serologi : uji hemaglutinasi, Counter imuno elektroforesis, ELISA, PCR. PENGOBATAN - Prazikuantel - Sistiserkosis : prazikuantel, albendazol, pembedahan EPIDEMIOLOGI

- Ditemukan pd mereka yg mengkonsumsi daging babi


- Cara menyantap daging : matang, setengah matang, mentah - Kebersihan : untuk mencegah penularan

- Perbaikan cara-cara ternak babi agar tidak kontak dengan tinja manusia.

- Merupakan cacing pita kerdil - Penyakit : himenolepiasis - Hospes : manusia, mencit & tikus - Pada siklus hidup tdk memerlukan HP MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Ukuran terkecil : p : 25 40 mm, l : 1 mm. - Skoleks bulat kecil, mempunyai 4 batil isap & rostelum yg pendek & berkait-

kait, bagian leher panjang dan halus.


- Cacing dewasa hidup di usus halus bbrp minggu. - Proglotid gravid melepaskan diri dari badan, telur ditemukan dalam tinja. Bi-

la telur tertelan
dir usus halus sa ( 2 minggu/ lebih)

menetas pd usus halus


membentuk larva sistiserkoid

larva keluar
rongga usus

selaput len
dewa

PATOLOGI & GEJALA KLINIS - Tdk menyebabkan gejala - cacing jumlah besar menempel pd dinding. Usus halus usus. - Pd anak kecil dengan infeksi berat : 8 16%. - Gejala ringan : sakit perut, diare, obstipasi, anoreksia. kadang-kadang ada keluhan neurolo gi yg gawat, sakit perut (+/- diare), kejang, sukar tidur & pusing, eosinophilia iritasi mukosa

DIAGNOSIS : menemukan telur dalam tinja


EPIDEMIOLOGI : - infeksi kebanyakan terjadi scr langsung dr tangan ke mulut Sering pd anak-anak < 15 th.

- Infeksi pd manusia selalu disebabkan oleh telur yg tertelan


Dari benda yg terkena tanah, dari tempat buang air/langsung dr anus ke mulut

Hospes : tikus & manusia MORFOLOGI & DAUR HIDUP

- Cacing dewasa berukuran 20 60 cm


- Skoleks kecil bulat, mempunyai 4 batil isap & rostelum tanpa kait-kait. - Proglotid gravid lepas dari strobila tepung). Didalam pinjal telur halus. PATOLOGI & GEJALA KLINIK - Tdk menimbulkan gejala, infeksi biasanya scr kebetulan. DIAGNOSIS : menemukan telur dalam tinja hancur & telur keluar bersama tinja. larva sistiserkoid, bila serangga dengan sis cacing dewasa, di rongga usus - Cacing dewasa hidup di rongga usus halus, HP : serangga (pinjal & kumbang tiserkoid tertelan hospes definitif, larva

EPIDEMIOLOGI - Hospes definitif mendapat infeksi bila HP yang mgd parasit tertelan scr kebetulan.

HOSPES & NAMA PENYAKIT


- Hospes definitif : anjing & karnivora lain - Manusia dapat dihinggapi larva MORFOLOGI & DAUR HIDUP - Cacing dewasa kecil : uk. 3 6 mm - Mempunyai 1 proglotid imatur, 1 proglotid matur & 1 proglotid gravid proglotid terminal ( paling lebar & panjang). - Telur keluar dgn tinja anjing, bila tertelan HP ( kambing, domba, babi, manusia) menetas di duodenum embrio menembus dd usus salumemb. ran limfe & aliran darah alat lain : hati, paru, otak, ginjal dll penyakit hidatidosis

Kista hidatid. Bila kista termakan anjing


PATOLOGI & GEJALA KLINIS

usus halus

cacing dewasa

- Gejala yg timbul krn larva cacing disebabkan : - Desakan kista hidatid - Cairan kista dapat menimbulkan reaksi alergi - Pecahnya kista kematian. DIAGNOSIS -Menemukan skoleks yang dikeluarkan dari cairan kista/ dengan reaksi Casoni : 86 % positif. cairan masuk aliran darah renjatan anafilaktik

Siklus hidup Diphylobothrium latum

Siklus hidup T. saginata

Siklus hidup T. solium