P. 1
Proposal Seminar Nasional

Proposal Seminar Nasional

|Views: 272|Likes:
Dipublikasikan oleh Agisti Reviani

More info:

Published by: Agisti Reviani on Mar 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

PROPOSAN SEMINAR NASIONAL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA MENUJU KEADILAN

DAN KESEJAHTERAAN BANGSA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN 2011

A. Dasar Pemikiran Memasuki abad ke-21 ini, dunia pendidikan dihadapkan kepada berbagai tantangan yang sangat kompleks. Kenyataan tersebut telah melahirkan

suatu kesadaran kolektif untuk melakukan inovasi pendidikan baik dari aspek struktural dan kultural. Pengintegrasian pendidikan agama dengan nilai-nilai sosial, budaya, ekonomi, dan politik, diantisipasi dengan cara merevitalisasi kehidupan masyarakat melalui pendidikan berbasis nilai-nilai agama dan budaya tanpa kehilangan hakikat dan makna empiriknya. Keharusan tersebut dapat juga diartikan sebagai jawaban masyarakat modern yang religius terhadap perubahan yang terjadi secara cepat. Sebagai agen perubahan sosial (agent social of change), sistem pendidikan modern yang berada dalam atmosfir modernisasi dan globalisasi dewasa ini dituntut mampu memainkan perannya secara dinamis dan proaktif. Kehadirannya diharapkan mampu membawa perubahan dan kontribusi yang berarti bagi perbaikan masyarakat, baik pada tataran intelektual teoritis maupun praktis. Pendidikan hendaknya bukan hanya dilihat sebagai proses penanaman nilai moral untuk membentengi diri dari ekses negatif globalisasi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan pendidikan tersebut mampu berperan aktif sebagai kekuatan pembebas (liberating force) dari himpitan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi. Untuk menjawab berbai tantangan di era globalisasi yang syarat dengan keterbukaan informasi dan budaya, tentu banyak persoalan yang perlu

Materi belajar yang disampaikan dengan semangat ortodoksi keagamaan cenderung mengarahkan peserta didik dipaksa tunduk pada suatu “meta narasi” yang ada. dan ketiga. dan eskatologis. Akan tetapi. kecuali hanya sedikit aktivitas verbal dan formal untuk menghabiskan materi atau kurikulum pembelajaran dengan alokasi batas waktu yang telah ditentukan. sehingga akibatnya beban kurikulum yang terlalu banyak dan cukup berat dan terjadi tumpang tindih. pengelolaan sistem pendidikan berbasis multikultural dengan tanpa meninggalkan akar tradisi dan budaya lokal dapat menampilkan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum tanpa memperdebatkan lagi dikotomi antara keduanya. Hakikat dan tujuan pendidikan menjadi tidak fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan mewujudkan pendidikan yang unggul dan berdaya saing menjadi kurang tercapai maksimal. tujuan dan fungsi lembaga pendidikan. Selain itu. Demikian halnya dengan kurikulum atau materi pendidikan tampaknya terlalu didominasi masalah-masalah yang bersifat normatif. Ada asumsi bahwa apa yang bisa dilakukan lembaga-lembaga pendidikan umum dapat juga dilakukan oleh lembagalembaga pendidikan agama. pada kenyataannya penyesuaian tersebut lebih merupakan tiruan dengan pola tambal sulam mengadopsi model pendidikan umum. kedua. tanpa diberi peluang untuk melakukan telaah secara kritis. persoalan kurikulum atau materi. yakni tempat untuk mempelajari ilmu umum dan ilmu agama serta keterampilan. semua disiplin ilmu dan pengetahuan dapat terumuskan secara sistematis berdasarkan pengkaplingan rumpun keilmuwannya. Karena dalam konsep pendidikan multikultural. perlu pemikiran kembali tujuan dan fungsi lembaga-lembaga pendidikan yang ada. Ketiga persoalan ini saling interdependensi antara satu dengan lainnya. Salah satu pergeseran paradigma pendidikan adalah melihat apakah kondisi kehidupan di masa depan relatif stabil dan bisa diramalkan . yaitu: pertama.diselesaikan berkenaan dengan internal sistem pendidikan. Misalnya. ritual. terutama dalam menyusun peta rancang bangun manajemen lembaga pendidikan modern. persoalan dikotomi keilmuwan.

masyarakat selalu berpikir bahwa segala sesuatu bersifat stabil dan bisa diprediksi. manajemen pendidikan Islam sekarang ini desainnya tidak lagi bersifat linier tetapi harus didesain bersifat lateral dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat dan tidak terpolakan. kapital lembut. UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga diharapkan mampu mengembangkan dirinya sebagai pusat studi dan pengembangan ilmu-ilmu secara integratif-holistik dan dilandasi oleh ruh- . dan kapital spiritual. sistem pendidikann modern perlu melakukan perubahan atau mendesain ulang konsep.(predictability). Tetapi. Berkenaan dengan hal tersebut. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan tinggi. Ini dapat dilihat sebagai ekspektasi sosial UIN Sunan Gunung Djati Bandung. kapital sosial. Oleh karena itu. UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan mampu memberikan respon positif secara akademik yang Islami dan profesional terhadap berbagai tantangan zaman terutama dalam memberi warna dan pengaruh keislaman kepada masyarakat secara keseluruhan. yakni kapital intelektual. Maka. dan tujuan lembaga. fungsi. Salah satu solusinya adalah menerapkan model pendidikan multikultural. Sebagai center of excellence pengembangan ilmu agama islam dan umum. agar dapat memenuhi tuntutan perubahan yang semakin cepat. yang mampu mengembangkan. Berdasar kepada landasan tersebut. menyebarluaskan dan menerapkan ilmu pengetahuan agama Islam dan umum untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat. Pada milenium kedua. yakni menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional. proses. kurikulum dan materi. pada milenium ketiga semakin sulit untuk melihat adanya stabilitas tersebut. setiap lembaga pendidikan hendaknya mempersiapkan empat kapital yang diperlukan untuk memasuki milenium ketiga. Tantangan ini tidak mudah untuk penyelesaiannya. tidak seperti membalik telapak tangan. Di samping itu. Apa yang terjadi di depan semakin sulit untuk diprediksi karena perubahan menjadi tidak terpolakan dan tidak lagi bersifat linier.

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi yang berbasis pada integrasi ilmu agama Islam dan umum jelas mempunyai peranan yang sangat penting. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.ruh Islam. dapat memenuhi kebutuhan dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. 7. 5. Terutama dalam usaha untuk meningkatkan kecerdasan. Dengan demikian. UIN Sunan Gunung Djati Bandung memikul dua harapan. Dasar Hukum Perundangan-undangan yang menjadi landasan penyelenggaraan seminar nasional adalah: 1. 8. yakni: social expectation dan academic expectation. 3. 2. . Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. sehingga mampu membangun diri dan masyarakat sekelilingnya. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Dosen. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2005 tentang Perubahan Status IAIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ini dapat dillihat sebagai ekspektasi akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung. B. serta mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. berkualitas dan mandiri. Dalam kiprahnya. harkat dan martabat bangsa.

Pemindahan. 12. Pengawasan. 10. Sarjana. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dan Pemberhentian dalam dan/atau dari Jabatan pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Menteri Agama Nasional RI Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 251/KMK. 14. Keputusan Presiden RI Nomor 106 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. dan Pascasarjana pada Perguruan Tinggi Agama Islam. 13. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. 16. Keputusan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2008 tentang Penetapan Standar Pelayanan Minimum pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. 17.05/2008 tentang Penetapan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati pada Departemen Agama sebagai Instansi Pemerintah yang menetapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. 18. 19. Keputusan Menteri Agama Nomor 156 Tahun 2004 tentang Pedoman. Keputusan Menteri Agama Nomor 387 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi Agama Islam. Keputusan Menteri Agama Nomor 353 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi Agama Islam. 15. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 212 Tahun 1992 tentang Pedoman Teknis Pembuatan Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Agama. . 11.9. dan Pembinaan Program Diploma. Pengendalian. Keputusan Menteri Agama Nomor 492 Tahun Kuasa 2003 tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Pengangkatan.

22.20. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI Nomor: Kep/E/PP. 30. Peraturan Menteri Agama Nomor 36 Tahun 2009 tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama.05/2007 tentang Dewan Pengawas Badan Layanan Umum. Keputusan Rektor Nomor 03 Tahun 2004 tentang Jurusan/Program Studi di Lingkungan Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. 29. 25. Keputusan Rapat Senat Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung tanggal 11 November 2008. 28. Keputusan Rektor Nomor 060 Tahun 2009 tentang Kurikulum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI Nomor: E/10/Tahun 2002 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi Agama Islam. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Peraturan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. 27.09/174/1985 tentang Penetapan Beban Tugas Tenaga Edukatif pad IAIN. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 39 Tahun 2010 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Keputusan Rektor Nomor 003 Tahun 2009 tentang Pedoman Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10/PMK. . 26. 23. 24.

terstruktur. Mendorong kalangan dosen dan mahasiswa aktif dalam kegiatan ilmiah dan penelitian. Maksud Kegiatan: Penyelenggaraan kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Keadilan dan Kesejahteraan Bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2011 ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman di kalangan dosen. wawasan. D. 2. dan profesional. . Tujuan Kegiatan: Tujuan Kegiatan Seminar Nasional Pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. a. dan pemahaman masyarakat. 2. b. Bentuk Kegiatan: Bentuk Kegiatan Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Keadilan dan Kesejahteraan Bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2011 ini dilaksanakan secara sistematis. terutama kalangan praktisi pendidikan dalam mengimplementasikan model pendidikan multikultural di Indonesia. Nama Kegiatan: Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Keadilan dan Kesejahteraan Bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2011. Nama dan Bentuk Kegiatan 1.C. Terpublikasinya model pendidikan multikultural di dalam dan luar kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Meningkatkan pengetahuan. Maksud dan Tujuan Kegiatan 1. mahasiswa. c. dan praktisi pendidikan tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

G. Persiapan. Peserta Kegiatan Peserta Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju . Materi dan Narasumber Materi dan Narasumber Kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Keadilan dan Kesejahteraan Bersama (Terlampir). Teknis Penyelenggaraan Kegiatan Teknis penyelenggaraan kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dilaksanakan melalui tiga tahapan: 1. 3. 2. Tema Kegiatan Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Keadilan dan Kesejahteraan Bersama F. Agenda/Waktu dan Tempat Pelaksanaan 1. Tempat Kegiatan: Tempat Kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan dilaksanakan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang. Pelaporan/evaluasi.E. H. Agenda/Waktu Kegiatan: Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural UIN Sunan Gunung Djati Bandung dilaksanakan --------------Oktober 2011 (Terlampir) 2. I. Pelaksanaan.

STAKN. 3. 5. Penutup Demikianlah Proposal Kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Rangka Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Keadilan dan Kesejahteraan Bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2011 ini telah kami susun dengan sebaik-baiknya untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan. 2. Panitia Pelaksana Tim Pelaksana Kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural UIN Sunan Gunung Djati Bandung terdiri atas: 1. 4. Penanggung Jawab. . Biaya/Dana Kegiatan Dana Kegiatan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Multikultural UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini bersumber kepada DIPA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2011. STABN. terdiri atas: 1. Dosen/Mahasiswa/Umum. IHDN. 06 Juli 2011 Rektor. Ketua Pelaksana.Keadilan dan Kesejahteraan Bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2011. 2. Pengarah. Anggota. K. UIN. 5. 4. 3. J. L. Bandung. Sekretaris.

NIP. Dr.Prof. Nanat Fatah Natsir. 195412111979031001 . MS. H.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->