Anda di halaman 1dari 4

Garam Batu

Garam batu sebenarnya garam biasa dengan rumus kimia NaCL, yaitu mineral yang rapuh dengan pecahan konkidal. Garam batu (Salt) merupakan mineral yang sangat mudah larutnya. Terkadang garam batu terdapat dengan sangat murni. Walau pada umumnya masih bercampur dengan calcium, chloride, magnesium, calcium sulfat, sedikat sulfat, magnesium bromide atau yodium serta magnesium sulfat. Bentuknya pada umumnya kristal kubus, bersabut dan ada juga yang berbentuk stalaktit. Murni halit tidak berwarna, meskipun sering diwarnai oleh kotoran. Hal ini lembut dan istirahat (memotong) ke dalam kubus. Halit mengkristal dalam sistem kristal isometrik (kubik) dan ketika bentuk-bentuk kristal, umumnya bentuk kubus. Paling nyata dan penting fitur fisik adalah bahwa halit yang mudah larut dalam air.

1. Asal Mula Jadi


Terbentuknya garam batu yaitu sebagai endapan luas dari garam batu; sebagai larutan garam, sebagai hasil sublimasi dekat gunung api, dan sebagai efflorescent earthy crusts di daerah kering. Tetapi pada umumnya yaitu sebagai garam larut. Dalam sedimentasi yang etbal berubah bentuk oleh evaporit dari laut yang tertuutp lagun-lagun. Karakteristik mineral-mineral asosiasinya adalah dolomite basal, anhidrit, gypsum, poli halit.

2. Nama
Garam istilah kata kuno, yang terjadi dalam berbagai bentuk dalam bahasa Inggris awal dan bahasa-bahasa yang terkait. Nama mineral yang formal untuk natrium klorida kristal halit, berasal dari garam yang berarti Hals kata Yunani. Nama mineral diberikan oleh EF Glocker pada tahun 1847.

3. Sifat Fisik HALIT NaCl

Sistem Kristal : Ismoterik (Gambar 1.) Belahan Kekerasan BD Kilap Warna Gores Terdapat : Sempurna (1011) : 2,5 : 2,16 : Kaca : Bening, kekuningan, kemerahan, biru sampai keunguan. : Bening sampai putih : Dalam sedimentasi yang etbal berubah bentuk oleh evaporit dari laut yang tertuutp lagun-lagun. Karakteristik mineral-mineral asosiasinya adalah dolomite basal, anhidrit, gypsum, poli halit.

4. Kegunaan
Produksi, konsumsi, eksport dan import garam tahun 2002 2003 terlihat mengalami peningkatan pada konsumsi sedangkan di produksi mengalami penurunan yang sangat tajam (Tabel 1.). Begitu pula pada angka import mengalami penurun yang sangat tajam dari tahun 2002 ke 2003.

Tabel 1. Produksi garam batu tahun 2002 - 2003 2002 Production, tons Consumption, tons Export, tons Import, tons 23,192,746.15 1,224,384.15 22,880.00 21,991,242.00 2003 1,201,158.74 1,407,190.94 39,273.00 186,240.80

Kegunaannya dari garam batu ini selain dapat digunakan untuk kebutuhan garam dapur juga banayk manfaat lainnya. Garam batu dapat dimanfaatkan dalam industri gula dan industri bahan makanan. Didasarkan suatu literature, tertulis, bahwa kegunaan dari garam batu ada sekitar 1500 macam kegunaan. Garam batu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bahan-bahan kimia berat.

Digunakan dalam makanan manusia dan hewan, makanan bumbu dan pengawetan makanan, digunakan untuk menyiapkan natrium hidroksida, soda abu, kaustik soda, asam klorida, klorin, natrium logam, glasir keramik, metalurgi, air mineral, sabun, penjernih air, jalan raya, fotografi, herbisida, pemadam kebakaran, reaktor nuklir, obat kumur, obat-obatan, dalam peralatan ilmiah untuk bagian optik. Kristal tunggal yang digunakan untuk transmisi spektroskopi, ultraviolet dan inframerah. Diantaranya para alkali soda, sebagai sumber chlorine serta persenyawaan lainnya. Sebagai bahan soda, natrium sulfat serta persenyawaan natrium lainnya. Selain garam batu dapat digunakan industri kulit, bahan perekat, pencelup, tekstil, sabun, minyak tumbuh-tumbuhan dan binatang, serta dapat digunakan dalam industri keramik dan gelas. Bahan dapat digunakan sebagai bahan untuk pembungkus es krim, sebagai air zeolite dalam generator. Jika anda tidak senang dengan rerumputan, anda dapat gunakan garam sebagai bahan untuk membunuh rumput-rumputan. Bahkan dapat digunakan untuk menghilangkan es. Untuk menstabilkan serta mengendapkan debudebu di jalan-jalan raya, sebagai dluks di dalam dunia metalurgi guna membuat persenyawaan-persenyawaan chloor dari logam-logam. Garam dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, selain untuk dikonsumsi secara langsung oleh manusia, juga dimanfaatkan oleh industri diantaranya ada1ah oleh industri kimia mencapai sekitar 22,70 %, industri pulp dan kertas : 8 %, industri makanan ternak 7 %, industri plastik /fiber: 5 -6 %, industri sabun : 5 -6, dan untuk keperluan industri-industri lainnya.

5. Penyebaran
Di Indonesia diperkirakan endapan yang mengandung garam batu terdapat di Jawa Timur yaitu di Madura, keadaan endapannya air laut. Sedangkan di Maluku yaitu di Jamdenia (Tabel 2.). Cadangan ini dapat diusahakan lebih maksimal lagi dikarenakan kebutuhan akan garam di Indonesia setiap tahun terus meningkat.

Tabel 2. Lokasi penyebaran garam batu

Provinsi Maluku Jawa Timur Jamdena P. Madura

Lokasi