Anda di halaman 1dari 45

BAB I PENDAHULUAN

Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban manusia. Sudah sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai salah satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Seiring dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, berbagai hal dan penelusuran lebih mendalam mengenai vitamin pun turut diperbaharui. Garis besar sejarah vitamin dapat dibagi menjadi 5 era penting. Disetiap era tersebut, terjadi suatu kemajuan besar terhadap senyawa vitamin ini yang diakibatkan oleh adanya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Perkembangan besar berikutnya mengenai vitamin baru kembali muncul pada tahun 1890-an. Penemuan ini diprakarsai oleh Lunin dan Christiaan Eijkman yang melakukan penelitian mengenai penyakit defisiensi pada hewan. Penemuan inilah yang kemudian memulai era kedua dari lima garis besar sejarah vitamin di dunia. Penelitian mereka terfokus pada pengamatan penyakit akibat defisiensi senyawa tertentu. Beberapa tahun berselang, ilmuwan Sir Frederick G. Hopkins yang sedang melakukan analisis penyakit beri-beri pada hewan menemukan bahwa hal ini disebabkan oleh kekurangan suatu senyawa faktor pertumbuhan (growth factor).[8] Pada tahun 1911, seorang ilmuwan kelahiran Amerika bernama Dr. Casimir Funk berhasil mengisolasi suatu senyawa yang telah dibuktikan dapat mencegah peradangan saraf (neuritis) untuk pertama kalinya. Dr. Casimir juga berhasil mengisolasi senyawa aktif dari sekam beras yang diyakini memiliki aktivitas antiberiberi pada tahun berikutnya. Pada saat itulah (dan untuk pertama kalinya), Dr Funk mempublikasikan senyawa aktif hasil temuannya tersebut dengan istilah vitamine (vital dan amines). Pemberian nama amines pada senyawa vitamin ini karena diduga semua jenis senyawa aktif ini memiliki gugus amina (amine). Hal tersebut kemudian segera disanggah dan diganti menjadi vitamin (dengan penghilangan akhiran huruf "e") pada tahun 1920.

BAB II PEMBAHASAN

A. Deskripsi Vitamin Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah

sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh. Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak.[17] Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.[17] Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus. Vitamin A Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.

Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya). Apabila terjadi defisiensi vitamin A, penderita akan mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu, penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang sehat. Kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh.[1] Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing,

kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan. Selain itu, bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit. Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan sebagai sumber vitamin A dan vitamin B yang tinggi. Vitamin ini diproduksi dari dua senyawa yang berbeda yang diubah di dalam tubuh menjadi vitamin A. Dalam sumber makanan hewani, vitamin ini tersedia dalam bentuk retinol, sedangkan dalam sumber makanan nabati berada dalam bentuk -karoten, yang kurang efisien dibanding retinol untuk produksi vitamin A. (Trans retinal), berasal dari karotenoid (sumber wortel/carrot). Dalam tubuh RETINAL akan diubah menjadi retinol dan diproses menjadi asam retinoat (empedu, masih berfungsi sebagai vitamin A).

Vitamin A ada 4 bentuk yaitu: 1. Retinol (vitamin A1 (vitamin dalam bentuk alcohol), merupakan alcohol primer, dalam bentuk ester, terdapat pada jaringan tubuh ikan air asin terutama dihati). 2. 3-dehidroretinol (vitamin A2, terdapat pada jaringan tubuh ikan air tawar campur dengan retinol) 3. Retinal, jenis vitamin A1 aldehid. 11rodopsin

4. Asam retinoat (vitamin A asam) terdapat dalam empedu dengan bentuk glukoramida. Tidak berpengaruh pada fungsi penglihatan tetapi merangsang pembentukan tulang, jaringan lunak, dan produksi sperma.

Gambar 2.2. Tiga biomolekul aktif vitamin A

Struktur aktivitas: 1. ikatan rangkap terkonjugasi penting untuk aktivitasnya. Bila direduksi sebagian atau seluruhnya, aktivitas menjadi hilang 2. bentuk ester atau metal ester sama 3. Bentuk asam aktiv tidak disimpan dihati.

Vitamin B Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau. Vitamin B1 Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi banyak gandum,

nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1. Vitamin B1 ini merupakan prekursor tiamin pirofosfat yaitu koenzim reaksi enzimatik yang melibatkan pemindahan gugus aldehid molekul donor menjadi molekul penerima. Misal: dekarboksilasi pirufat menjadi aldehid aktif +asam asetil tioktat. Biosintesis dengan cara kondensasi derifat tiazol dan pirimidin : 5-( -hidroksietil)-4-metil tiazol dengan 4-amino-5-hidroksimetil-2metilGugus yang mempengaruhi aktifitasnya antara lain: Gugus amin primer pirimidin, gugus metilen penghubung pirimidin-tiazol, atom C tersier pada inti tiazol, gugus CH2-OH pada inti tiazol.

Rumus bangun tiamina.

Vitamin B2 Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi.

Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecahpecah, dan sariawan. Riboflavin bebas berfungsi pada proses pengelihatan, struktur riboflavin: 6,7-dimetil-9-(D-1-ribtil)-isoaloksasin

Vitamin B3 Beri-beri, penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B1 Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan untuk penting dalam

metabolisme

karbohidrat

menghasilkan

energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi,

penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual. Niasin merupakan nama generik untuk asam nikotinat dan nikotinamida yang berfungsi sebagai sumber vitamin tersebut dalam makanan .Asam nikotinat merupakan derivat asam monokarboksilat dari piridin. Bentuk aktif sari niasin adalah Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD+) dan Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat ( NADP+).

Vitamin B5 Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.

Vitamin B6 Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.

Koenzim vitamin B6 berperan penting dalam metabolisme asam amino, sehingga konsumsi sehari-hari harus sebanding dengan konsumsi protein, karena protein dibuat dari asam amino. Daging, ikan dan unggas (itik, ayam dll) merupakan sumber utama vitamin B6. Sumber yang lain adalah kentang, beberapa sayuran hijau dan buah berwarna ungu. Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak. Vitamin B6 membantu tubuh untuk mensintesis asam amino nonesensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel darah merah.

Vitamin B12 Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.

sifat sianokobalamin: larut dlm air, tahan panas, inaktif oleh cahaya, asam keras atau larutan alkali.

Vitamin C Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin Cnya yang tinggi. Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah. Vitamin C merupakan white to slightly yellowish crystalline powder, practically odorless, with a strong acidic taste.

Rumus bangun Vitamin C kestabilan Vitamin C sensitive terhadap panas, cahaya, dan oksigen. Dalam makanan dapat mengalami kerusakan apbila terlalu la di simpan atau mengalami pemanasan belebih.. penyimpanan di tempat yang dingin dapat mengurangi resiko kerusakan vitamin C.

Vitamin D Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet). Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan

tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntahmuntah, dan dehidrasi berlebihan. Vitamin D termasuk dalam grup sterol. Nama vitamin D adalah nama umum dari semua steroid yang secara kualitatif memperlihatkan aktivitas kholekalsiferol. Gambar 1., menampilkan struktur kimia vitamin D2 dan vitamin D3.

ergokalsiferol

kholekalsiferol Gambar.1. Struktur kimia ergokalsiferol dan kholekalsiferol Struktur aktivitas vitamin D: 1. aktivitas vitamin D2 dan D3 sama pada manusia dan tikus, namun pada ayam aktivitas lebih aktif 2. Epimerisasi dan konversi gugus OH pada C3 dapat mengurangi aktivitas

3. Bentuk ester/eter yang tidak dapat diubah dibadan menjadi tidak aktif 4. Pengurangan/penghilangan rantai samping menyebabkan reaktivitas hilang 5. Adanya gugus karbonil pada rantai samping menyebabkan reaktifitasnya hilang

Vitamin E

Struktur molekul vitamin E Vitamin E berperan dalam menjaga

kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit,

kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.

Merupakan vitamin anti sterilitas, epsilon, tokofarm, factor X. vitamin ini memiliki struktur: 2,5,7,8-tetrametil-2-(4,8,12-trimetil-tridesil)-6-kromanol. Terdapat enam jenis tokoferol, (alfa), (beta), (gama), (delta), (eta), (zeta), yang memiliki aktivitas bervariasi, sehingga nilai vitamin E dari suatu bahan pangan didasarkan pada jumlah dari aktivitas-aktivitas tersebut. Tokoferol yang terbesar aktivitasnya adalah tokoferol alfa.

Struktur Vitamin E Strktur kima tokoferol alfa diperlihatkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Struktur kimia -tokoferol

Struktur dari senyawa ini: Ester lebih aktif, eter tidak aktif, oksidasi

ikatan rangkap C3-4--tokoferol dapat menurunkan aktivitas menjadi 2/3, reduksi atom C rantai samping menurunkan aktifitas, ikatan rangkap rantai samping menurunkan aktivitas.

Vitamin K Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita perlu banyak mengkonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh. Merupakan turunan naftokinon pada sintesis protrombin Semua bentuk vitamin K adalah derivate naftakinon, terdapat pada tumbuh-tumbuhan (Vitamin K1 sebagai residu fitil) dan vitamin K2 sebagai residu difarmesil. Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K dalam makanan adalah hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran sejenis kobis (kol) dan susu. Sumber utama vitamin ini ada pada sistem pencernaan dari manusia yang mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati. Tubuh perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.

Vitamin K1

Vitamin K2

Vitamin K3 Gambar 1. Struktur kimia vitamin K dalam tiga bentuk

Berikut adalah senyawa-senyawa yang tergolong vitamin alami. Tahun penemuan vitamin alami dan sumbernya : Tahun penemuan 1909 1912 1912 1918 1920 1922

Vitamin Vitamin A Vitamin B1 Vitamin C Vitamin D Vitamin B2 Vitamin E

Nama biokimia Retinol Tiamin Asam askorbat Kalsiferol Riboflavin Tokoferol

Ditemukan di Wortel Susu Jeruk sitrun Keju Telur Minyak mata bulir gandum,

1926 1931 1934 1936 1941

Vitamin B12 Vitamin B5 Vitamin B6 Vitamin B3 Vitamin B9

Sianokobalamin Asam pantotenat Piridoksin Niasin Asam folat

Telur Susu Kacang Ragi Hati

B. Sifat Fisika Kimia Vitamin 1. Vitamin A Sifat fisika kimia dan stabilitas: Kristal kuning pucat, melebur pada 6364C. Larut dalam pelarut organic dan minyak lemak. Tidak mudah rusak oleh pemanasan.Tidak stabil jika kena cahaya dan oksigen dalam lemak yang teroksidasi. Lebih stabil dalam suasana basa. Bentuk ester stabil.

2. Vitamin B1 Vitamin B1 telah diisolir dalam bentuk murni sebagai thiamin hidrokhlorid. Zat tersebut mengkristal sebagai lempengan-lempengan putih monoklinik dalam tandan yang menyerupai roset. Thiamin mempunyai bau dan rasa khusus. Terurai pada 248oC. Sangat larut dalam air, agak larut dalam gliserol, propilen glikol dan 95% ethanol. Tidak larut dalam lemak atau larutan-larutan lemak. Pada suhu biasa, thiamin hidrokhlorid mengambil air dan membentuk suatu hidrat. Oleh karena itu zat yang murni harus disimpan dan tertutup rapat, sebab jika tidak zat tersebut akan bertambah berat. Bila thiamin hidrokhlorid diperlukan untuk larutan standar, zat tersebut perlu dikeringkan. Thiamin stabil pada 100oC selama 24 jam. Dapat disterilkan pada 120oC dalam larutan encer kecuali jika pH di atas 5,5, kemudian zat tersebut rusak cepat sekali. Analisis analitik untuk thiamin dilakukan dengan cara oksidasi menjadi thiokhrom yang

memperlihatkan fluorensi biru khas dalam cahaya ultraviolet. Satu Satuan Internasional aktivitas vitamin B1 seharga dengan lebih kurang 3 ug kristal thiamin hidrokhlorid (satu gram thiamin hidrokhlorid = 333.000 Satuan Internasional). Di Amerika Serikat kebutuhan vitamin B1 dan vitamin B lainnya dinyatakan dalam miligram bahan murni per kilogram ransum.Turunan hidroklorid jika ditambah NaOH dapat terjadi degradasi menjadi tiokrom dan bisa ditetapkan kadarnya secara spektrofotometri.

3. Vitamin B2 Merupakan precursor koenzim FMN (Flavin Adenin Dinukleotida) dan FAD (flavin Mono Nukleotida). Fungsinya dapat mengikat apo-enzim menjadi enzim oksidasi-reduksi penting untuk metabolisme karbohidrat dan protein. FMN merupakan unsure dari Warburg Yellow Enzyme, sitokrom C reduktase, dehidrogenase asam amino bentuk I. sedangkan FAD adalah unsure dari Asetil Ko-A dehidrogenase. Dioforase, Dehidrogenase asam amino-D, glisinoksidase dan Xantin Oksidase.

4. Vitamin B3 Nikotinat merupakan bentuk niasin yang diperlukan untuk sintesis NAD+ dan NADP+ oleh enzim-enzim yangterdapat pada sitosol sebagian besar sel.Karena itu,setiap nikotinamida dalam makanan, mula-mula mengalami deamidasi menjadi nikotinat. Dalam sitosol nikotinat diubah

menjadidesamido NAD+ melalui reaksi yang mula-mula dengan 5fosforibosil 1-pirofosfat ( PRPP ) dan kemudian melalui adenilasi dengan
ATP.Gugus amido pada glutamin akan turut membentuk koenzim NAD +. Koenzim ini bisa mengalami fosforilasi lebih lanjut sehingga terbentuk NADP+.

Niacin Dua koenzim yang dibentuk oleh niacin, NAD dan NADP dibutuhkan untuk beberapa aktivitas metabolis, terutama metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Niasin memiliki keunikan diantara vitamin B karena tubuh dapat membentuknya dari asam amino triptophan. Niasin membantu kesehatan kulit, sistem syaraf dan sistem pencernaan.

5. Vitamin B5 Koenzim ini berperan untuk membawa molekul dalam proses pemecahan glukosa, asam lemak dan metabolisme energi.

6. Vitamin B12 Vitamin B12 adalah vit yang sangat kompleks molekulnya mengandung sebuah atom cobalt. Vit B12 terjadi dalam beberapa bentuk dikenal sebagai kobalamina, salah satu yang paling aktif adalah sianokobalamin.

7. Vitamin C Secara kimiawi sifat vitamin C adalah: MW=176.1; mp=193C. Gugus hidroksil pada atom C no. 3 memiliki nilai pKa =4,2 dan gugus hidroksil pada atom C no. 3 memiliki nilai pKa =11,6. Namun demikian pH atau keasaman vitamin C tergolong asam. Vitamin C sangat sensitive terhadap pemanasan, bahkan pemanasan yang tergolong ringan (sedikit diatas suhu

kamar). Vit. C juga sensitive terhadap sinar, senyawa oksidator seperti: yodium, hydrogen peroksida, dll, dan logam (besi dll). Vitamin C mudah teroksidasi, terutama bila terlarut dalam suatu pelarut (air misalnya). Vitamin C teroksidasi dalam larutan oleh oksigen, dengan memberikan 2 elektron pada senyawa oksidator. Sifat-sifat vitamin C adalah:

Vitamin C merupakan vitamin yang paling mudah rusak. Vitamin C mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator, serta oleh katalis tembaga dan besi.

8. Vitamin D Sifat fisika kimia: kristal putih tak berbau, larut dalam pelarut organic dan lemak, punya spectra absorbsi yang spesifik, stabil diudara dan cukup stabil jika dipanaskan dalam larutan netral atau alkali, rusak pada pemanasan pada suhu 170C, Stabil dalam waktu yang lama jika disimpan dalam minyak, adanya garam mineral menjadikan vitamin D tidak stabil, jika disabunkan dengan alkali terdapat dalam fraksi tak tersabunkan.

9. Vitamin E Sifat fisika kimia vitamin E: tokoferol dan asetatnya berwarna kuning cerah, kental dan rasa hambar, tidak larut dalam air, larut dalam alcohol,dan pelarut organic minyak lemak. Stabil di udara dalam waktu yang cukup lama, tapi mengalami degradasi secara lambat oleh udara. Mudah dioksidasi oleh garam ferri, oksidator lemah dan udara dalam lingkungan alkali. Tidak aktif oleh adanya sinar UV, namun tidak semua

sebab kemurnian berperan penting pada laju oksidasinya. Bersifat antioksdan untuk minyak lemak: , , , .

C. Kelarutan 1. Kelarutan vitamin A, praktis tidak larut dalam air dan dalam gliserol pekat,larut dalam etanol mutlak p, dan dalam minyak nabati, sangat mudah larut dalam kloroform dan dalam eter pekat. 2. Vitamin E, alfa tokoferol asam suksinat praktis tidak larut dalam air, sukar larut dalam larutan alkali, larut dalam etanol 95% pekat, dalam eter pekat, dalam aseton pekat, dan dalam minyak nabati. Sangat mudah larut dalam kloroform pekat, bentuk lain tokoferol praktis tidak larut dalam air, larut dalam etanol 95% pekat dan dapat campur dengan eter P, dengan aseton p. denagn minyak nabati dan dengan kloroform pekat. 3. Vitamin B2, sangat sukar larut dalam air, dalam etanol 95%p, dan dalam larutan natrium klorida: isotonis. Praktis tidak larut dalam kloroform p, dan dalam eter p.: sangat mudah larut dalam alkali p. 4. Vitamin B1, mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol(95%)p: praktis tidak larut dalam eter p dan dalam benzene p: larut dalam gliserol p. 5. Vitamin B6, mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol(95%)p

D. Reaksi Umum 1. Vitamin A a. Reaksi Carr & Price Zat dilarutkan dalam kloroform + SbCl3 : biru kemudian berubah menjadi ungu coklat 2. Vitamin B1

a. zat + NaOH : kuning + KMnO4 hijau b. Zat + CuSO4 1% : hijau biru c. Reaksi Nessler : kuning hitam d. Zat + NaOH + jika dikocok, berfluoresensi biru ungu pada K3Fe(CN)6 + amil alkohol lapisan amil alcohol. 3. Vitamin B2 Larutan zat dalam air berwarna kuning kehijauan, berflourensi, bila + asam alkali akan hilang 4. Vitamin B6 Zat + diazo A A dan diazo B + NaOH merah kuning jingga merah Zat + FeCl3 merah darah

5. Vitamin C Larutan zat dalam air + NaOH + FeSO ungu Zat + luff end Merah Zat + NaOH Cu.asetat jingga Zat + fehling dipanaskan hijau merah Zat + larutan lod warna lod hilang

E. Metode Analisis Kualitatif Vitamin Beberapa struktur kimia obat-obat golongan Vitamin dan berat

molekulnya di sajikan dalam table di bawah ini.

No.

Nama Vitamin

Rumus Struktur

Berat Molekul

1.

Vitamin A

C20H30O = 286.5

2.

Vitamin C

C6H8O6 = 176.1.

4.

Vitamin D

C27H44O = 384.6

5.

Vitamin E

C29H50O2 = 430.7

6.

Vitamin B1

C12H17ClN 4OS,HCl = 337.3

7.

Vitamin B2

C17H20N4 O6 = 376.4

8.

Vitamin B3

C6H6N2O = 122.1

9.

Vitamin B5

C9H17NO5 = 219.2

10 .

Vitamin B6

C8H11NO3, HCl = 205.6.

Vitamin 11 B9 / Asam Folat

C19H19N7 O6 = 441.4

12

Vitamin B12

C63H88Co N14O14P = 1355.4

D. Identifikasi Senyawa Golongan Vitamin

Vitamin A Nama lain : Retinol (BAN, rINN); Antixerophthalmic Vitamin; Avitamiini; A-vitamin; Axerophtholum; Oleovitamin A;

Rtinol; Retinolum; Vitamin A Alcohol; Vitaminas A; Vitamine A; Vitaminum A; Witamina A. 15-Apo--caroten15-ol; 3,7-Dimethyl-9-(2,6,6-trimethylcyclohex-1-enyl)nona2,4,6,8-tetraen-1-ol. Pemerian : Cairan menyerupai minyak,, kuning muda hingga merah; membeku jika didinginkan; atau zat padat yang wujudnya terutama tergantung dari zat tambahan yang digunakan. Hampirtidak berbau, atau sedikit berbau minyak ikan, tidak berbau tengik; tidak berasa tengik; tidak stabil di udara dan peka terhadap cahaya.

Kelarutan

: praktis tidak larut dalam air dan dalam gliserol P; larut dalam etanol mutlak P dan dalam minyak nabati; sangat mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P

Identifikasi Uji warna

Pada 1 ml larutan dalam kloroform P yang mengandung jumlah setara dengan 6g retinol, tambahkan 10 ml larutan antimon (III) klorida; segera terjadi warna biru yang tidak mantap.

Antimony pentachloride Reagent Keringkan beberapa antimony trichloride jenuh phosphorus pentoxide, larutkan material kering (m.p. 73), dan diberikan gas klorin kering ke dalam larutan sampai cairan uap kuning diperoleh. Ditambahkan cairan ini kira-kira 10 kali volume kloroformnya, saring larutan ke dalam gelas gelap-botol gelap dan disimpan di desiccator. Metode Ditempatkan 1 tetes larutan contoh etanol pada kertas saring, tambahkan 1 tetea reagen dan dikeringkan di udara panas. Secara alternatif, Uji ini mungkin dikeluarkan dengan penambahan 1 tetes reagen pada sampel di sebuah labu tile putih. Indikasi Bermacam-macam warna diperoleh dengan adanya penyakit jantung glikosida, aglikonnya and oestrogens and corticosteroids. Tidak

berwarna didapatkan dengan beclometasone, cortisone, fluocinolone, fludroxycortide, prednisolone, prednisone, progesterone, testosterone or triamcinolone.

Uji KLT Dengan menggunakan zat jerap silicagel-GP, dan campuran 4 bagian volume sikloheksana P dan 1 bagian volume eter P sebagai fase gerak. Perbandingan serapan yang telah dikoreksi terhadap serapan yang diukur, pada panjang gelombang 325 nm yang keduanya ditetapkan menurut cara yang tertera pada penetapan Kadar akseroftol, tidak kurang dari 0,85. Tes identifikasi KLT Tes kelarutan : Untuk bentuk cair vitamin A dilarutkan sebuah volume kira-kira 15.000 unit USP dalam kloroform diperoleh 10 ml larutan. Untuk bentuk padatan dari vitamin A beratnya berjumlah kirakira15.000 unit USP simpan disebuah separator, tambahkan 75 ml air kocok kuat-kuat selama 1 menit, ekstraksi dengan10 ml kloroform dengan mengocok selama 1menit dan sentrifugasi untuk memperjelas ekstraksi kloroform.

Vitamin B1 Nama resmi : THIAMINI HYDROCLORIDUM Nama lain Pemerian : Tiamina Hodroklorida, Vitamin B1 : Kristal tidak berwarna atau serbuk kristal putih.

Melting Point : 248

Kelarutan

: Larut dalam sekitar 1 bagian air, 100 bagian etanol 95 dan

18 bagian gliserol, praktis tidak larut dalam alcohol dehidrat, benzene, heksan, kloroform dan eter, dapat larut dalam methanol. Turunannya : Thiamin Mononitrat Nama lain : Aneurin mononitrat, Thiamin nitrat, Vitamin B1 Mononitrat. Rumus Molekul : C12H17N5O4S BM : 327,4 Pemerian : Kristal putih atau serbuk Kristal. Melting Point : 196 - 200 Kelarutan : Larut 1 bagian dalam 44 bagian air, mudah larut dalam etanol dan kloroform, Koefisien partisi : Log P (oktanol/air) 3,9 Identifikasi Uji warna a. Dilarutkan sekitar 5 mg Thiamin hidroklorida dalam campuran 1 ml larutan asam asetat dan 1 ml dari 10% larutan Natrium hidroksi warna kuning + dipanaskan coklat lama kelamaan membentuk endapan hitam dari sulfida. Uji KLT Thiamin hidroklorida : system TA-RF 01, system TB-RF 00, system TCRF 00, system TE-RF 01, system TL-RF 00; system TAE-RF 02; system TAF-RF 18. (Larutan asam iodoplatin, positif) Kromatografi Gas Sytem GA : tidak dapat terelusi. Metode HPLC Sistem HA-k 2,0; system HX-RI 09 (Hidroklorida); Sistem HY-RI 21 (Hidroklorida) :

Spektrum Ultraviolet Cairan asam-246 nm (A11=450a); Cairan alkali-232 nm (A11=566b), 336 nm.

Spektruk Infra Merah Titik puncak pada skala wavenumber 1660, 1618, 1048, 1237, 1595, 1228 cm (Thiamin hidroklorida, KBr).

Vitamin B2 Nama lain : Lactoflavin; Riboflavine; Vitamin B2; Vitamin G. Nama paten : Beflavin(e); Berivine; Boflavin; Flavaxin; Hibon; Ribon. 7,8-Dimethyl10-(d-ribo-2,3,4,5tetrahydroxypentyl)isoalloxazine C17H20N4O6=376.4 CAS83885 Pemerian : serbuk kristal kuning atau orange kuning. Melting Poin 2780 sampai 2820. Kelarutan : Larut 1 bagian dalam 3000 sampai 20.000 air, praktis tidak larut dalam etanol, aseton, kloroform dan eter, sangat mudah larut dalam larutan alkali hidroksida Dissociation Constant. pKa1.9, 10.2 (20). Koefisien Partisi. Log P(octanol/water), 1.5.

Tes warna : 1. Dilarutkan 1 mg dalam 100 ml air, larutan tersebut berwarna kuninghijau ketika di amati dibawah cahaya , fluoresensi berwarna hijau kuning akan hilang ketika di tambahkan asam mineral, alkali, dan agen pereduksi seperti garam dithionit. Garam dithionit ( pereaksi ) Reagen : 5% (b/v) larutan garam ditionit didalam 10% (b/v) larutan garam hidroksi

Metode : Menggunakan pereaksi untuk sampel, salah satunya dengan menggunakan labu tile atau tes tube. Suatu larutan blanko kadang perlu digunakan. Indikasi : Warna dihasilkan oleh komponen bis (piridyl). Warna gelap seperti yang dihasilkan larutan logam karena tereduksi.

Spektrum ultraviolet : ASAM-267 mengandung air Nm ( A11=820A); alkali-270 mengandung air nm, 356 nm

Spektrum infra-red Puncak utama pada wavenumbers 1544, 1575, 1641, 1715, 1235, 1070 cm

Vitamin B3

Vitamin B5

Vitamin B6
Nama lain : Adermine; Pyridoxol; Vitamin B6, 5-Hydroxy6methyl3,4

pyridinedimethanol Pyridoxine Hydrochloride Nama lain : Aminoxin; Anacrodyne; Bcilan; Bedoxine; Beesix; Benadon; Bonasanit; Carthamex; Comploment; Conductasa; Dermo 6; Heksavit; Hexobion; Lactosec; Memosprint; Metadoxil; Pyroxin; Surfoxide; Vicotrat; Vita-B6; Xanturenasi. Rumus molekul : C8H11NO3,HCl Berat molekul : 205.6 CAS58560 Pemerian : Serbuk atau Kristal putih Kelarutan : Larut 1 dalam 5 bagian air dan 1 dalam 90 bagian etanol, praktis tidak larut dalam kloroform dan eter dan sedikit larut dalam aseton Konstanta disosiasi. pKa5.0 (N ), 9.0 (OH), (25).

Koefisien partisi. Log P (octanol/water), 0.8 (pyridoxine). Tes warna : 1. Mandelins test (useful test for amfetamines and antidepressants) Menggunakan pereaksi mandelins, dari warna biru menghasilkan warna abu-abu- hijau Mandelins (pereaksi)

Reagen : Dilarutkan 1 gr ammonium vanadate didalam 1,5 ml air dan dicairkan dengan asam belerang dengan konsentrasi sampai 100 ml

Metode : Tambahkan secukupnya bahan pereaksi kedalam sampel didalam labu tile.

Indikasi : Ketika nilai ini ditampilkan dalam tes, penjumlahannya harus diambil dari warna asam sulfat dan Uji Liebermann. Hidroklorida akan memberikan warna merah dengan reagen ini. Ketika warna berbeda yang diberikan dengan asam sulfat dan uji Liebermann, indikasi ini dalam cincin aromatis bersama diberikan dengan kejenuhan 5, 6, atau 7 yang tergabung dalam cincin yang hanya mempunyai atom hydrogen 1. Cincin heterosiklik harus terdiri dari kedua atom nitrogen atau sebuah atom oksigen. Ini harus disubsitusi oleh CONH ke cincin aromatic. Cincin aromatis tidak harus mempunyai CF3 sebagai

pensubsitusi. Warna akan terproduksi jika sulfur terdapat di dalam cincin. Dinyatakan bahwa tidak berisi lebih dari 1 atom nitrogen.

Uji KLT. System TARf 59; system TBRf 00; system TCRf 08; system TERf 15; system TLRf 05; system TAERf 75; system TAFRf 67. ( larutan kalium permanganate yang diasamkan menghasilkan positif)

Uji HPLC System HAAwaktu retensi(s) 2.9 min; system HXRI 6

Spektrum Ultraviolet Cairan asam290 .nm (A11=523a); phosphate buffer (pH 6.88)254 nm (A11=219a), 324 nm (A11=426a).

Infrared spectrum. Puncak utama pada wavenumbers 1277, 1212, 1015, 1540, 870, 1086 cm1 (pyridoxine hydrochloride, KBr disk).

Vitamin B9 Nama lain : Folacin, Asam Pteroyigutamic

Nama paten : Acfol, Endofolin, Folacin, Folasic Pemerian Kelarutan : Serbuk mikrokristal kuning sampai jingga. : Sangat mudah larut dalam air dingin, relatif larut dalam asam asetat, fenol, dan piridin. Mudah larut dalam methanol, sedikit larut dalam ethanol dan butanol; tidak larut dalam

aseton, benzene, kloroform dan eter. Larut lemah dalam larutan alkali hidroksi dan karbonat, hasilnya larutan jinggacoklat bersih; larut dalam asam hiroklorida dan dalam asam sulfat, hasilnya larutan kuning pucat. Larutan tidak aktif dalam sinar UV; larutan alkali yang sensitif yang teroksidasi dan larutan asam sensitive pada pemanasan. Derajat disosiasi : pKa 4,7 ; 6,8 ; 9,0 (30). Koefisien partisi : Log P ( oktanol/water) 2,8. Identifikasi :

Metode HPLC System HZ-waktu retensi, 1,5 ment (folat); System HAA-waktu retensi, 3,6 menit.

Spektrum Ultraviolet Cairan alkali-256 (A11=549a), 283 nm (A11=539a). Spektrum IR Titik puncak pada wavenumber 1686, 1602, 1636, 1191, 1567, 1225 cm (KBr disk)

Vitamin B12

Nama lain : Cyanocobalamin


Nama lain : Cobamin; Cycobemin; Vitamin B12. Nama paten : Anacobin; Bedoz; Berubigen; Betalin 12; Bio12; Cyanabin; Cytacon; Cytamen; Hepacon-B12; Neo-Rubex; Redisol; Rubesol; Rubion; Rubramin; Ruvite; Sytobex. It is an ingredient of Ce-Cobalin, Hepanorm and Reactivan, 5,6Dimethylbenzimidazolyl cyanocobamide Rumus struktur : C63H88CoN14O14P Berart molekul :1355.4

CAS68199 Pemerian : Serbuk atau kristal merah gelap, higroskopik. Kelarutan : Larut 1 bagian dalam 80 air dan 1 bagian dalam 180 etanol (90%), praktis tidak larut dalam kloroform dan eter. Koefisien Partisi : Log P(octanol/air), 3.6. Identifikasi : a. High Performance Liquid Chromatography. System HAAwaktu penyimpanan (s), 3.8 min. b. Spektrum Ultraviolet Air278 (A11=119a), 361 (A11=207a), 550 nm (A11=63a). c. Spektrum Infra merah
Ujung pokok pada nomor gelombang

1660, 1497, 1575, 1070, 1150,

1220 cm (KBr disk).

Vitamin C Nama lain Nama paten : Asam askorbat, Asam cevitamic, Vitamin C : Alba CE; Ascorbicap; Ascorbicin; Ascorvit; Buffered C; Cantan; Cebid; Cebion; Cecon; Celaskon; Celin; Cenolate; Cetebe; Cevi-Bid; Cevilan; Ce-Vi-Sol; Cevitan; Cewin; DullC; Favorcee; Haliborange Halibonbons; Hybrin; Nice Vitamin C; RedoxonVitacin; Vitascorbol includes

proprietary names of Sodium Ascorbate. C6H8O6=176.1 CAS50817 Pemerian : Kristal tidak berwarna atau putih atau serbuk kristal kuning pucat. Larutan, khususnya ketika dibuat alkali akan rusak

dengan cepat di udara. Melting point 190-192 dengan beberapa pembusukan. Kelarutan : Dapat larut 1 dalam 3 bagian air, 1 dalam 30 bagian etanol, 1 dalam 10 bagian methanol, dan 1 dalam 20 bagian propilenglikol; larut dalam aseton; tidak larut dalam benzene, kloroform, eter, petroleum eter, minyak, lemak, dan pelarut lemak.

Sodium Askorbat Berat molekul : 198,1 Pemerian : Putih atau kristal kekuningan atau serbuk kristal, berangsurangsur menghitam jika terkena cahaya. Melting point : 218 Kelarutan : dapat larut 1 bagian dalam 1,3 air; sedikit larut dalam etanol, praktis tidak larut dalam eter dalam kloroform. Disosiasi tetap : pKa4.2, 11.6 (25). Partition Coefficient : Log P(octanol/water), 1.8. Identifikasi :

Tes warna Ammoniacal Silver Nitrateblack; Benedict's Reagentred; Nessler's Reagentblack; Palladium Chlorideblack

1. Ammoniacal silver nitrate Reagent Masukkan 20 mL ke dalam 0.1 M perak nitrat, tambahkan secukupnya larutan amoniak pekat untuk melarutkan dengan segera. Metode Dilarutkan sampel dalam sebuah sejumlah minimum air, dengan penambahan etanol bila perlu, tambahkan setengah volume reagen dan catat beberapa warna yang muncul. Pemanasan campuran di dalam air pada suhu 100C selama 30 detik. Indikasi Berwarna Merah, kuning, coklat atau hitam (khususnya pada suhu ruang) terindikasi potensial kekuatan mereduksi, yang mana terjadi ketika atom karbon berdekatan dalam sebuah cincin yang beriupa golongan hidroksil. Tidak terjadi respon ketika golongan hidroksil adalah meta ke yang lain, tetapi ada beberapa restorasi kekuatan pereduksi ketika berupa para ke yang lain. Beberapa produksi warna juga diperoleh dengan ikatan etil, tetapi tidak dengan ikatan etilenik. Ethchlorvynolin dan ethinylestradiol keduanya member endapan putih yang berbentuk kuning pada pemanasan. Karbidopa memberi cermin perak pada pemanasan.

2. Benedicts reagent Reagent Dilarutkan 1,73 g tembaga sulfat ke dalam 10 ml air. Dilarutkan 17.3 g trisodium citrat dan 10 g Natrium karbonat anhidrat ke dalam in 80 mL air dengan bantuan pemanasan; tuang larutan ini ke dalam larutan tembaga sulfat dan dicukupkan hingga 100 ml. Metode Tambahkan 0.5 mL reagent ke dalam sampel dan panaskan ke dalam air panas pada suhu 100 selama 3 menit. Indikasi Kombinasi merah oksida kupri dengan agen pereduksi kuat, di antaranya ascorbicacid, dithionites, tentunya golongan penolik yang tercampur 2 gabungan para hidroksil pada salah satunya dan dan gabungan paling sedikit 4 kelompok hidroksil pada cincin non aromatis (contohnya glucosa, tetracyclin). Respon warna (orangebrown or brown colours) diberikan dengan streptomycin, hydroxylamine dan disubsitusi hydrazines (contohnya phenelzine). Tidak berwarna diperoleh dengan with beclometasone, cardiac glycosides dan estriol (dua golongan hydroxyl) atau clindamycin (tiga golongan hydroxyl).

3. Nesslers reagent Reagent 1. Dilarutkan 50 g mercuric chloride dan 35 g potassium iodide ke dalam 200 mL air dan dingin. 2. Dilarutkan 50 g sodium hydroxide ke dalam 250 mL air dan dingin. Tambahkan larutan dingin 2 ke larutan dingin 1 dan cukupkan sampai 500 mL. Lakukan pengocokan dan supernatant terlihat (stabil dalam beberapa bulan) dalam penggunaan. Simpan di botol gelap dan hindari dari pencahayaan. Methode Tambahkan reagen (tiga tetes) ke dalam sampel (tiga tetes), aduk dan panaskan pada temperature 100 ke dalam air, lakukan setiap menit selama 10 menit. Larutan blanko harus dicoba pada waktu yang bersamaan. Indikasi Berwarna coklat orange diproduksi dengan cepat oleh aliphatic amides dan thioamida. Terdapat reaksi lambat cincin aromatis. Golongan amida lebih dekat dengan cincin lebih reaktif dihambat. Pensubstitusi dalam cincin munkin dikarenakan karena adanya reaksi. Warna hitam cepar diproduksi dengan substansi diperoleh ortho atau para golongan hydroxy dan disubstansi siperoleh sebuah NHNH atau golongan NHNH2 dalam sebuah bentuk alipatik. Beberapa

campuran harus dipanaskan pada suhu 100 untuk memproduksi blanko.

4. Palladium chloride Reagent Dilarutkan dengan pemanasan 0.1 g palladium chloride dalam 5 mL 2 M asam hydrochloric dan dituan larutan 100 mL dengan air. Campur bersama dengan setengah volume larutan ini dan 2 M sodium hydroxide. Campuran reagent akan stabil untuk beberapa minggu. Methode Campurkan sampel dengan 1 mL reagent dan panaskan pada suhu 100 dalam air selama 2 menit. Laarutan blanko harus dicoba pada waktu yang bersamaan. Indikasi Berwarna merah, jingga, kuning, coklat dan hitam diberikan oleh campuran aliphatic yang mempunyai atom sulfur di dalam rantai, dan dengan campuran aromatis mempunyai atom sulfur dalam sisi bagian rantai. Walaupun demikian, tidak berwarna diberikan ketika sebuah rantai S-alkyl ada, kekurangan ranatai diakhiri oleh golongan halogen. Tidak ada respon diperoleh jika sulfur berada pada hubungan 2 kelompok cincin. Agen pereduksi diantaranya asam ascorbat, cloral hydrat, chloroform dan glukosa, and campuran diperoleh sebuah rantai dengan hubungan hydrazine (NHNH, NHNH2), memberi

menghasilkan abu-abu gelap tembus cahaya atau warna hitam, tetapi tidak memberi warna yang berangsur-angsur kuning ke jingga ke coklat dilihat dengan campuran sulfur. Campuran diperoleh dari ikatan golongan hydroxyl pada cincin aromatis member warna orange menjadi coklat. Tes Gas Chromatography System GAasam askorbat RI 2120; asam askorbat AC2 RI 2065; asam askorbat Me2 RI 1700. High Performance Liquid Chromatography. System HYRI 52; system HZwaktu retensi 1.5 menit (askorbat). Ultraviolet Spectrum Aqueous acid243 nm (A11=556a). Infrared Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1026, 1111, 1312, 1136, 1653, 990 cm1 (Nujol mull). Mass Spectrum Principal ions at m/z 29, 41, 39, 42, 69, 116, 167, 168.

Vitamin D Nama Lain : Kalsiferol, Vitamin D2, 2-4metil-9,10-sekokolesta-

5,7,10(19),22-tetraen-3-ol Berat molekul : 396,66 Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau atau hampir tidak berbau; tidak berasa. Kelarutan : praktis tidak larut dalam air; larut dalam 2 bagian etanol (95%) P, dalam 0,7 bagian kloroform P, dalam 2 bagian eter P, dalam 10 bagian aseton P dan dalam 50 sampai 100 bagian minyak lemak. Identifikasi :

Uji warna Pada 5 mg ditambahkan 2 ml larutan antimony (III) klorida P, hangatkan dalam tangas air terjadi warna merah.

Spektrum Ultraviolet Larutan 0,001 % b/v dalam sikloheksana P pada daerah panjang gelombang antara 230 nm dan 350 nm menunjukkan maksimum hanya pada 265 nm.

Vitamin E Nama lain : -Tokoferol Asetat; dl--Tokoferol Asetat; -Tokoferil Acetat; Vitamin E Asetat. Nama paten : Aquasol E; Ephynal; Evion; Tocomine; Tokols (d=+); Vita-E (d=+); Detulin; Eusovit. () -Tokoferil asetat Rumus struktur : C31H52O3 Berat molekul : 472.8 CAS52225204 Pemerian : Sedikit hijau-kuning terang, melekat, cair seperti minyak (berminyak). Berat jenis 0.952 sampai 0.966. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam etanol, praktis larut dalam alcohol dehidrat, kloroform dan eter. Identifikasi : Ultraviolet Spectrum. Metanol284 nm (A11=43a). Infrared Spectrum. Ujung pokok pada nomor gelombang 1210, 1755, 1075, 1105, 1160, 1250 cm1 (lapisan tipis).