Anda di halaman 1dari 10

TEGANGAN DALAM BALOK

Pengertian Balok Melentur


Balok melentur adalah suatu batang yang dikenakan
oleh beban-beban yang bekerja secara transversal
terhadap sumbu pemanjangannya. Beban-beban ini
menciptakan aksi internal, atau resultan tegangan
dalam bentuk tegangan normal,tegangan geser dan
momen lentur. Beban samping (lateral loads) yang
bekerja pada sebuah balok menyebabkan balok
melengkung atau melentur, sehingga dengan
demikian mendeformasikan sumbu balok menjadi
suatu garis lengkung.
Tipe-Tipe Lenturan
1. Lenturan Murni (Pure Bending)
Lenturan dihasilkan oleh kopel dan tidak ada gaya geser transversal yang
bekerja pada batang. Balok dengan lenturan murni hanya mempunyai
tegangan normal (tegangan lentur tarik dan tekan).
2. Lenturan Biasa (Ordinary Bending)
Lenturan dihasilkan oleh gaya-gaya yang bekerja pada batang dan tidak
terdapat kopel. Balok dengan lenturan biasa mempunyai tegangan normal dan
tegangan geser.
Tegangan Geser pada Balok

Apabila sebuah balok dikenakan pelenturan tak merata, maka momen
lentur M dan gaya lintang V kedua-duanya bekerja pada penampang.
Tegangan normal (x ) yang berhubungan dengan momen-momen
lentur diperoleh dari rumus lentur. Kasus sederhana dari sebuah balok
berpenampang empat persegi panjang yang lebarnya b dan tingginya h
(Gambar 2), dapat dimisalkan bahwa tegangan geser bekerja sejajar
dengan gaya lintang V (yaitu, sejajar dengan bidang-bidang vertikal
penampang). Dimisalkan juga bahwa distribusi tegangan geser sama
rata sepanjang arah lebar balok. Kedua penjelasan ini akan
memungkinkan untuk menentukan secara lengkap distribusi tegangan
geser yang bekerja pada penampang.














Gambar 3.2. Tegangan-tegangan geser dalam sebuah balok berpenampang segi
empat persegi panjang Tegangan geser pada semua fiber dengan jarak yo dari
sumbu netral diberikan dengan formula:
t =

Dimana, t = tegangan geser V = gaya geser, b = lebar penampang balok
I = momen-area kedua ,yda = momen-area pertama
}
c
y
yda
Ib
V
0
Dengan memperhatikan suatu potongan kecil pada arah longtudinal balok,
terlihat bahwa persyaratan keseimbangan momen pada elemen persegi ini
hanya bisa tercapai apabila ada gaya geser dalam arah sejajar sumbu balok yang
besarnya sama dan arahnya melawan momen kopel akibat gaya geser tegak
lurus sumbu. Dari keseimbangan gaya, gaya geser tegak lurus sumbu
mengimbangi gaya-gaya pada arah tegak lurus sumbu, sedangkan gaya geser
sejajar sumbu bersifat mengimbangi selisih tegangan lentur dari dua
penampang balok bersebelahan. Gaya geser pada arah sejajar sumbu balok
berfungsi menyatukan penampang balok agar bekerja sebagai satu kesatuan.

Tegangan Geser Akibat
Tegangan Lentur
Tegangan lentur pada suatu penampang tidak sama besarnya dengan
tegangan lentur pada penampang lainnya. Apabila dibuat potongan
dalam arah horizontal, keseimbangan terpenuhi dengan adanya
tegangan geser pada irisan horizontal tadi yang mengimbangi
perbedaan besarnya tegangan lentur.

Tegangan Geser Akibat
Tegangan Lentur (2)
Resultant tegangan lentur pada daerah fghj:



dimana Q adalah statis momen daerah fghj terhadap garis netral.

Resultant tegangan lentur pada daerah abde:


dimana Q adalah statis momen daerah abde terhadap garis netral yang sama
besarnya dengan untuk daerah fghj karena penampang prismatis (tidak
berubah dari titik ke titik lainnya sepanjang balok).

I
Q M
dA y
I
M
dA
I
y M
F
B
fghj
luas
B
fghj
luas
B
B
= = =
} }
I
Q M
dA y
I
M
dA
I
y M
F
A
abde
luas
A
abde
luas
A
A
= = =
} }
Tegangan Geser Akibat
Tegangan Lentur (3)
Besarnya tegangan geser (v) diperoleh dari persamaan keseimbangan gaya-gaya
arah horizontal:
Berdasarkan hubungan momen dan geser:




Berdasarkan hubungan momen dan geser:


Jadi:

( )
b I
Q
dx
M M
v
dx b v
I
Q M
I
Q M
R F F
A B
A B
A B

=
=
=
0 . .
0
( )
V
dx
dM
dx
M M
A B
= =

b I
Q V
v =
Tegangan Geser Balok Persegi
Panjang
Besarnya tegangan geser pada garis berjarak y1 dari garis netral adalah:



Persamaan ini menunjukkan distribusi tegangan geser berbentuk parabola.
Tegangan geser maximum diperoleh jika y1 = 0:


Perhatikan bahwa tegangan geser maximum untuk penampang persegi

jauh lebih besar dari tegangan geser rata-rata


(
(

|
.
|

\
|
= =
= = =
} }
2
1
2
2 /
2
2 /
2 2 2
1
1
y
h
I
V y
I
V
dy y b
b I
V
dA y
b I
V
b I
VQ
v
h
y
h
y
fghj
daerah
bh
V
bh
h V
I
h V
v
2
3
12
8
8
3
2 2
max
= = =
A
V
v
2
3
max
=
A
V
v =

Anda mungkin juga menyukai