Anda di halaman 1dari 38

USAHA JASA KONSTRUKSI

BAB I : LATAR BELAKANG DAN PENGERTIAN LATAR BELAKANG


-

PEMBANGUNAN NASIONAL BERTUJUAN UNTUK MEWUJUD KAN MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR MATERIIL DAN SPIRITUAL SALAH SATU UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR ADALAH ADANYA PEMBANGUNAN DALAM BIDANG EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA AGAR PEMBANGUNAN DAPAT BERJALAN DENGAN SEMESTINYA DIBUTUHKAN PRASARANA FISIK YANG MENUNJANG BERBAGAI KEGIATAN SEPERTI JALAN, JEMBATAN, PELABUHAN, GEDUNGGEDUNG, DLL. MELIBATKAN

- PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK DIMAKSUD MASYARAKAT JASA KONSTRUKSI PENGERTIAN


-

JASA KONSTRUKSI ADALAH JASA YANG BERKAITAN DENGAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK, YANG DALAM PELAK SANAAN, PENGGUNAAN, DAN PEMANFAATANNYA MENYANG KUT KEPENTINGAN DAN KESELAMATAN MASYARAKAT, KETERTIBAN PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN

- JASA KONSTRUKSI ADALAH LAYANAN


1. JASA

KONSULTASI KONSTRUKSI

PERENCANAAN

PEKERJAAN

2. LAYANAN JASA PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI 3. LAYANAN JASA KONSULTASI PENGAWASAN PEKERJAAN

KONSTRUKSI
1

ISTILAH INTERNASIONAL CONSTRUCTION INDUSTRY TIDAK DITERJEMAHKAN SECARA LANGSUNG DENGAN ISTILAH INDUSTRI KONSTRUKSI UNTUK MENGHINDARI KERANCUAN PENGERTIAN DENGAN INDUSTRI MANUFAKTUR/PABRIKASI PEKERJAAN KONSTRUKSI ADALAH KESELURUHAN ATAU SEBAGIAN RANGKAIAN KEGIATAN PERENCANAAN DAN ATAU PELAKSANAAN BESERTA PENGAWASAN YANG MENCAKUP PEKERJAAN : ARSITEKTURAL SIPIL MEKANIKAL ELEKTRIKAL TATA LINGKUNGAN

BAB II : KARAKTERISTIK USAHA JASA KONSTRUKSI - PRODUK USAHA JASA KONSTRUKSI BERUPA PRASARANA FISIK MERUPAKAN PRODUK PALING HILIR YANG DIBUTUHKAN OLEH INDUSTRI-INDUSTRI LAIN - PRODUK USAHA JASA KONSTRUKSI MERUPAKAN PENDORONG PERTUMBUHAN INDUSTRI LAIN - USAHA JASA KONSTRUKSI MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA UPAYA PENINGKATAN KESEMPATAN KERJA DAN PENINGKATAN KESEMPATAN BERUSAHA, BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG
-

UNTUK TERJUN KE DUNIA USAHA JASA KONSTRUKSI, SEORANG PENGUSAHA HARUS MEMPUNYAI WAWASAN YANG LUAS, TERUTAMA TENTANG KARAKTERISTIK USAHA JASA KONSTRUKSI YANG OLEH KEBANYAKAN ORANG DIANGGAP UNIK

- PRODUK USAHA JASA KONSTRUKSI BERUPA PRASARANA FISIK MEMPUNYAI KARAKTERISTIK ANTARA LAIN : 1. PRODUK DIJUAL SEBELUM PROSES PRODUKSI DIMULAI
2. PRODUK BERSIFAT CUSTOM MADE

3. LOKASI PEMBANGUNANNYA BERPINDAH-PINDAH


4. PROSES

PRODUKSI MELIBATKAN BERBAGAI PIHAK BERASAL DARI BERBAGAI ORGANISASI/INSTANSI BERLAINAN

YANG YANG

5. PROSES PRODUKSI BERLANGSUNG DI ALAM TERBUKA 6. PENJUALAN PRODUK MELALUI PROSEDUR PELELANGAN YANG BERSIFAT KOMPETITIF
7. USAHA

JASA KONSTRUKSI ORGANISASI /INSTANSI

MELIBATKAN

BERBAGAI

8. PROSES PRODUKSI MEMBUTUHKAN BERBAGAI JENIS, TIPE, DAN

KAPASITAS PERALATAN, MELIBATKAN BERBAGAI KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI TENAGA KERJA, SERTA MENGAPLIKASIKAN BERBAGAI TINGKAT TEKNOLOGI
9. PERHITUNGAN-PERHITUNGAN DALAM SEGI LOGISTIK MEMERLU

KAN KETELITIAN DAN KECERMATAN


10.

PENAWARAN SUATU PEKERJAAN KONSTRUKSI UMUMNYA BER DASARKAN PENGALAMAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BERISIKO MENGALAMI UNTUNG ATAU RUGI SANGAT DIVERGEN YANG BARU DAPAT DIKETAHUI PADA SAAT PROYEK SELESAI DILAKSANAKAN SECARA TUNTAS PERANAN USAHA JASA KONSTRUKSI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL 1. PENYEDIA PRASARANA FISIK / INFRA STRUKTUR 2. PENUNJANG KERJA KESEMPATAN BERUSAHA DAN KESEMPATAN

11.

3. PENDORONG PERTUMBUHAN SEKTOR LAIN 4. PENYUMBANG PRODUK DOMESTIK BRUTO 5. PENUNJANG PENGHEMATAN PENGGUNAAN PENINGKATAN PENERIMAAN DEVISA DEVISA DAN

6. MEDIA PENGALIHAN PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI


7. MEDIA PEMBENTUKAN WATAK INDUSTRIOUS (ETOS KERJA

KERAS DAN DISIPLIN, SADAR AKAN JAWAB,BERTINDAK EFISIEN DAN EFEKTIF) 8. PENUNJANG PENINGKATAN KETAHANAN NASIONAL

TANGGUNG

9. MEDIA PEMBENTUKAN RASA KEBANGGAAN NASIONAL


4

BAB III : KENDALA USAHA JASA KONSTRUKSI A. KENDALA INTERNAL

1. MODAL USAHA PADA UMUMNYA, USAHA JASA KONSTRUKSI NASIONAL MASIH MEMPUNYAI KELEMAHAN DALAM PERMODALAN 2. MANAJEMEN PADA UMUMNYA, USAHA JASA KONSTRUKSI NASIONAL BELUM MENERAPKAN SISTEM MANAJEMEN SEBAGAIMANA MESTINYA 3. TENAGA KERJA KETERBATASAN TENAGA KERJA, BAIK TENAGA AHLI MAUPUN TENAGA TERAMPIL MASIH MENJADI KENDALA USAHA JASA KONSTRUKSI 4. TEKNOLOGI TEKNOLOGI BERKENAAN DENGAN ASPEK-ASPEK METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI YANG SEMAKIN HARI SEMAKIN BERKEMBANG BELUM DIKUASAI SEPENUHNYA B. KENDALA EKSTERNAL PERUNDANGAN TENTANG BELUM MANTAP, MASIH TERUS BERUBAH JASA KONSTRUKSI

1. PERATURAN

2. KEKURANGSETARAAN HUBUNGAN KERJA ANTARA PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA


3. BELUM MANTAPNYA DUKUNGAN BERBAGAI SEKTOR SECARA

LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG SEPERTI : AKSES KEPADA PERMODALAN, PENGEMBANGAN PROFESI KEAHLIAN /KETERAMPILAN, KETERSEDIAAN BAHAN DAN KOMPONEN BANGUNAN YANG STANDAR
4. BELUM TERTATANYA PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI SECARA

NASIONAL, MASIH BERSIFAT PARSIAL DAN SEKTORAL


5. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI BIDANG JASA KONSTRUKSI

BELUM MEMPEROLEH PERHATIAN YANG MEMADAI


5

JENIS, BENTUK, DAN BIDANG USAHA JENIS USAHA JASA PERENCANAAN (KONSULTAN) JASA PELAKSANAAN (KONTRAKTOR) JASA PENGAWASAN (KONSULTAN) LINGKUP LAYANAN JASA PERENCANAAN : 1. 2. 3. 4. 5. SURVEI PERENCANAAN UMUM, STUDI MAKRO, DAN STUDI MIKRO STUDI KELAYAKAN PROYEK, INDUSTRI, DAN PRODUKSI PERENCANAAN TEKNIK, OPERASI, DAN PEMELIHARAAN PENELITIAN LINGKUP LAYANAN JASA PENGAWASAN : 1. PENGAWASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI 2. PENGAWASAN KEYAKINAN MUTU DAN KETEPATAN WAKTU DALAM PROSES PEKERJAAN DAN HASIL PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN ARSITEKTURAL : 1. 2. 3. ARSITEKTUR BANGUNAN ARSITEKTUR RUANG DALAM BANGUNAN (INTERIOR) ARSITEKTUR LANSEKAP BIDANG PEKERJAAN SIPIL : 1. 2. 3. 4. 5. JALAN DAN JEMBATAN JALAN KERETA API LANDASAN TEROWONGAN JALAN BAWAH TANAH
6

BENTUK USAHA ORANG PERSEORANGAN BADAN USAHA (NASIONAL / ASING)

BIDANG USAHA ARSITEKTURAL SIPIL MEKANIKAL ELEKTRIKAL TATA LINGKUNGAN

6. SALURAN DRAINASE DAN PENGENDALIAN BANJIR 7. PELABUHAN 8. BENDUNG / BENDUNGAN 9. BANGUNAN DAN JARINGAN PENGAIRAN ATAU SUMBER DAYA AIR 10. STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG 11. GEOTEKNIK 12. KONSTRUKSI TAMBANG DAN PABRIK 13. PENGHANCURAN BANGUNAN (DEMOLITION) BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL : 1. INSTALASI TATA UDARA / AC 2. INSTALASI MINYAK / GAS / GEOTERMAL 3. INSTALASI INDUSTRI 4. ISOLASI TERMAL DAN SUARA 5. KONSTRUKSI LIFT DAN ESKALATOR 6. PERPIPAAN BIDANG PEKERJAAN ELEKTRIKAL :

PRASARANA

1. INSTALASI PEMBANGKIT 2. JARINGAN TRANSMISI DAN DISTRIBUSI 3. INSTALASI LISTRIK, SINYAL, DAN TELEKOMUNIKASI KERETA API 4. BANGUNAN PEMANCAR RADIO 5. TELEKOMUNIKASI DAN SARANA BANTU NAVIGASI UDARA DAN LAUT 6. JARINGAN TELEKOMUNIKASI 7. SENTRAL TELEKOMUNIKASI 8. INSTRUMENTASI 9. PENANGKAL PETIR BIDANG PEKERJAAN TATA LINGKUNGAN : 1. PENATAAN PERKOTAAN / PLANOLOGI 2. ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN 3. TEKNIK LINGKUNGAN 4. TATA LINGKUNGAN 5. PENGEMBANGAN WILAYAH 6. BANGUNAN PENGOLAHAN AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH 7. PERPIPAAN AIR BERSIH DAN PERPIPAAN LIMBAH
7

BAB IV : POKOK-POKOK PEMBINAAN, PENGATURAN, DAN PENGEMBANGAN USAHA JASA KONSTRUKSI PEMERINTAH MELAKUKAN PEMBINAAN USAHA JASA KONSTRUKSI DALAM BENTUK 1. PENGATURAN PENERBITAN PERATURAN DAN STANDAR-STANDAR TEKNIS PERUNDANG-UNDANGAN DAN

2. PEMBERDAYAAN DILAKUKAN TERHADAP USAHA JASA KONSTRUKSI DAN MASYA RAKAT UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN KESADARAN AKAN HAK, KEWAJIBAN, DAN PERANNYA DALAM PELAKSANAAN JASA KONSTRUKSI 3. PENGAWASAN PENGAWASAN DILAKUKAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI UNTUK MENJAMIN TERWUJUDNYA KETERTIBAN USAHA JASA KONSTRUKSI SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN YANG BERLAKU PENGEMBANGAN USAHA JASA KONSTRUKSI DILAKUKAN UNTUK : 1. MEWUJUDKAN STRUKTUR USAHA YANG KOKOH DAN EFISIEN 2. MEWUJUDKAN KEMITRAAN YANG SINERGIS ANTARA USAHA BESAR. MENENGAH, DAN KECIL 3. MEWUJUDKAN KEMITRAAN YANG SINERGIS ANTARA USAHA YANG BERSIFAT UMUM, SPESIALIS, DAN KETERAMPILAN TERTENTU
4. USAHA

PERENCANAAN DAN PENGAWASAN KONSTRUKSI DIKEMBANGKAN KE ARAH USAHA YANG BERSIFAT UMUM DAN SPESIALIS

5. USAHA PELAKSANAAN KONSTRUKSI DIKEMBANGKAN KE ARAH

A. USAHA YANG BERSIFAT UMUM DAN SPESIALIS B. USAHA ORANG PERSEORANGAN YANG BERKETERAMPILAN KERJA

UNTUK PENGEMBANGAN USAHA JASA KONSTRUKSI DIPERLUKAN DUKUNGAN DARI MITRA USAHA MELALUI :
1.

PERLUASAN DAN PENINGKATAN AKSES TERHADAP SUMBER PENDANAAN SERTA KEMUDAHAN PERSYARATAN DALAM PENDANAAN KEMITRAAN YANG SINERGIS DAN KOMPLEMENTER KARENA SALING MEMERLUKAN, YANG DALAM HUBUNGAN TRANSAK SIONALNYA DILANDASI OLEH KESETARAAN DALAM HAK DAN KEWAJIBAN

2.

3. PENGEMBANGAN JENIS USAHA PERTANGGUNGAN UNTUK MENGATASI RISIKO YANG TIMBUL DAN TANGGUNG JAWAB HUKUM KEPADA PIHAK LAIN DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAU AKIBAT DARI KEGAGALAN BANGUNAN 4. JASA LAIN DALAM BENTUK MANAJEMEN PROYEK, MANAJEMEN KONSTRUKSI, DAN LAIN-LAIN PENGEMBANGAN USAHA JASA KONSTRUKSI JUGA DIMAKSUDKAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME, BAIK DALAM BIDANG PENGUSAHAAN/MANAJEMEN MAUPUN DALAM BIDANG TEKNIK

LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI (LPJK)


1. LPJK

DIBENTUK SESUAI DENGAN AMANAT UU NO.18/1999 TENTANG JASA KONSTRUKSI, BERANGGOTAKAN WAKIL-WAKIL DARI :

1) ASOSIASI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI 2) ASOSIASI PROFESI JASA KONSTRUKSI

3) PAKAR DAN PERGURUAN TINGGI DENGAN JASA KONSTRUKSI 4) INSTANSI PEMERINTAH YANG TERKAIT

YANG

BERKAITAN

2. LPJK DIDIRIKAN DI TINGKAT NASIONAL DAN DAERAH (PROVINSI) 3. LPJK MEMPUNYAI TUGAS :

1) MELAKUKAN DAN MENDORONG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI 2) MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JASA KONSTRUKSI 3) MELAKUKAN REGISTRASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI, MELIPUTI KLASIFIKASI, KUALIFIKASI, DAN SERTIFIKASI KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN KERJA 4) MELAKUKAN REGISTRASI BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI 5) MENDORONG DAN MENINGKATKAN PERAN ARBITRASE, MEDIASI, DAN PENILAI AHLI DI BIDANG JASA KONSTRUKSI
4. LPJK

MEMPUNYAI KEWENANGAN DAN MEMBERIKAN AKREDITASI KEPADA :


1) ASOSIASI

TANGGUNG

JAWAB

PERUSAHAAN UNTUK MEMBANTU LEMBAGA DALAM MENYELENGGARAKAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA
2) ASOSIASI

PROFESI DAN INSTITUSI PENDIDIKAN & PELATIHAN UNTUK MEMBANTU LEMBAGA DALAM MENYELANGGARAKAN SERTIFIKASI KETERAMPILAN DAN KEAHLIAN KERJA
10

BAB V : MANAJEMEN USAHA JASA KONSTRUKSI 1. PENGERTIAN MANAJEMEN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA : MANAJEMEN ADALAH PROSES PENGGUNAAN SUMBER DAYA SECARA EFISIEN DAN EFEKTIF UNTUK MENCAPAI SASARAN GEORGE R.TERRY, Ph.D : MANAJEMEN ADALAH PENCAPAIAN SUATU TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN SEBELUMNYA MELALUI USAHA-USAHA ORANG-ORANG LAIN HAROLD KOONTZ & CYRIL ODONNELL : MANAJEMEN ADALAH FUNGSI MENCAPAI SESUATU MELALUI ORANG-ORANG 2. KRITERIA MANAJEMEN : : : BERLANGSUNG TERUS-MENERUS BISA DIPELAJARI MEMERLUKAN KEAHLIAN

PROSES ILMU SENI


3.

FUNGSI MANAJEMEN (GEORGE R.TERRY, Ph.D) PERENCANAAN PENGORGANISASIAN PELAKSANAAN PENGAWASAN

PLANNING ORGANIZING ACTUATING CONTROLLING 4.

UNSUR-UNSUR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA / TENAGA KERJA UANG / SUMBER DANA / MODAL MATERIAL / BAHAN BANGUNAN / LOGISTIK PERALATAN / PERALATAN KONSTRUKSI
11

MAN MONEY MATERIAL MACHINE

METHODE MARKETING 5.

METODE / TEKNIK PELAKSANAAN PEMASARAN PERUSAHAAN

INTI MANAJEMEN

INTI MANAJEMEN ADALAH KOMUNIKASI, YAITU : PROSES PENYAMPAIAN PESAN/BERITA DARI KOMUNIKATOR KEPADA KOMUNIKAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA TERDAPAT SUATU PENGERTIAN YANG SAMA ANTARA KEDUA PIHAK UNSUR-UNSUR POKOK KOMUNIKASI : KOMUNIKATOR KOMUNIKAN PESAN / BERITA MEDIA / SALURAN

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM KOMUNIKASI


-

CLEAR CORRECT CONCISE COMPACT COURTEOUS

: : : : :

JELAS TEPAT (WAKTU, SASARAN, KEADAAN) SINGKAT, BAHASA SEDERHANA PADAT SOPAN

6.

MANAJEMEN USAHA JASA KONSTRUKSI

PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENGAWASAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER DAYA SECARA EFISIEN DAN EFEKTIF UNTUK MENCAPAI HASIL KONSTRUKSI DENGAN MEMENUHI JADWAL WAKTU YANG DIRENCANAKAN, BIAYA YANG DIANGGARKAN, DAN KUALITAS YANG DITETAPKAN TUJUAN MANAJEMEN USAHA JASA KONSTRUKSI
- SELESAI TEPAT WAKTU YANG DITENTUKAN - DALAM BATAS BIAYA YANG TERSEDIA 12

- SESUAI DENGAN MUTU YANG DIMINTA

7. NALURI KEWIRAUSAHAAN KONSTRUKSI (SENSE OF CONSTRUCTION BUSINESS)


-

PEMAHAMAN DUNIA JASA KONSTRUKSI MEMERLUKAN NALURI KEWIRAUSAHAAN KONSTRUKSI NALURI KEWIRAUSAHAAN KONSTRUKSI HARUS SELALU DITINGKATKAN SEIRING DENGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI DENGAN NALURI KEWIRAUSAHAAN YANG TAJAM DAN BANYAK -NYA PENGALAMAN, SEORANG PENGUSAHA AKAN LEBIH MAMPU MENGELOLA USAHA DAN DAPAT MENEKAN RISIKO USAHA
8.

BUDAYA PERUSAHAAN (CORPORATE CULTURE)

SETIAP ORANG YANG TERLIBAT DALAM SUATU PERUSAHAAN WAJIB MEMILIKI BUDAYA PERUSAHAAN, ANTARA LAIN : MERASA MEMILIK PERUSAHAAN MEMPUNYAI TUGASNYA MEMPUNYAI DISIPLIN PRIBADI YANG KUAT 4) MENEMPATKAN KEPENTINGAN ATAS KEPENTINGAN PRIBADI PERUSAHAAN DI RASA TANGGUNG JAWAB AKAN

1)

2)

3)

5) 9. 1)

BERSEDIA BERKORBAN DEMI PERUSAHAAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) SMM ADALAH SISTEM MANAJEMEN UNTUK MENGARAHKAN DAN MENGENDALIKAN PERUSAHAAN/BADAN USAHA DALAM HAL MUTU

13

2)

3)

4)

PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI WAJIB MENERAPKAN SMM AGAR MAMPU BERSAING MEMENANGKAN BERBAGAI TENDER DI PASAR BEBAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG KOMPETEN DAN PROFE-SIONAL SANGAT DIBUTUHKAN OLEH PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI UNTUK MENERAPKAN SMM SECARA EFEKTIF ISO ADALAH INISIAL BADAN DUNIA INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION, YANG BERKEDUDUKAN DI JENEWA, SWISS ISO 9001:2000 ADALAH SUATU STANDAR PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN MUTU YANG DITERBITKAN OLEH BADAN DUNIA ISO SNI 19-9001:2000 ADALAH STANDAR SISTEM MANAJEMEN MUTU NASIONAL YANG DIADOPSI DARI ISO 9001:2000 SERTIFIKAT ISO 9001:2000 (SNI 19-9001:2000) ADALAH TAN- DA BUKTI PENGAKUAN DARI LEMBAGA SERTIFIKASI, BAHWA SUATU BADAN USAHA TELAH MENERAPKAN SMM SECARA KONSISTEN DAN BERKESINAMBUNGAN SESUAI STANDAR INTERNASIONAL ISO 9001:2000 ATAU STANDAR NASIONAL SNI 19-9001:2000

5)

6)

7)

PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI YANG TELAH MENERAPKAN SMM SECARA BAIK DAN BENAR AKAN MENDAPATKAN MANFAAT YANG SANGAT BESAR, YAITU : 1) MEMPUNYAI PERENCANAAN PROYEK YANG BERMUTU BAIK 2) MEMPUNYAI PENGENDALIAN PROYEK YANG BERMUTU BAIK 3) MEMPUNYAI JAMINAN DIKERJAKANNYA MUTU ATAS PROYEK YANG

4) DAPAT MENINGKATKAN MUTU KINERJA PROYEK YANG DIKERJAKANNYA


14

5) MEMPUNYAI STANDAR KERJA YANG JELAS BAGI PERSONEL MAUPUN MANAJEMEN 6) DAPAT MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PENGGUNA JASA ATAS MUTU PELAYANANNYA 7) DAPAT MEMPERLUAS LINGKUP PASAR BAGI USAHANYA BAB VI : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KONSTRUKSI A. LATAR BELAKANG 1) PEKERJAAN KONSTRUKSI MERUPAKAN KOMPLEKSITAS KEGIATAN YANG MELIBATKAN TENAGA KERJA, PERALATAN, DAN BAHAN DALAM JUMLAH BESAR SEHINGGA DAPAT MENJADI SUMBER TERJADINYA KECELAKAAN KERJA
2) JENIS PEKERJAAN KONSTRUKSI ADA YANG HARUS DILA

-KUKAN DI BAWAH TANAH, GENANGAN AIR / LUMPUR, TEMPAT LEMBAB, TEMPAT TERBUKA, DLL. YANG DAPAT MENJADI SUMBER TIMBULNYA PENYAKIT DAN GANGGUAN KESEHATAN
3) KEHILANGAN TENAGA KERJA, BAIK SEMENTARA MAUPUN

PER MANEN AKAN MENGANGGU KELANCARAN PEKERJAAN DAN MERUPAKAN KERUGIAN BAGI SEMUA PIHAK 4) GUNA MELINDUNGI TENAGA KERJA DARI KECELAKAAN DAN GANGGUAN KESEHATAN TELAH DIBUAT UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MELAKSANAKAN K3 ADALAH
1) KEWAJIBAN

MORAL YANG DIDASARI ATAS KEINGINAN UNTUK SELAMAT DAN TERHINDAR DARI BAHAYA (ACCIDENT FREE)
2) AGAR TERHINDAR DARI KERUGIAN MATERI AKIBAT KECELA

KAAN (BUSSINESS INTERUPTION)


15

3) MEMENUHI KETENTUAN HUKUM (COMPLIANCE WITH LAW) 4) DESAKAN DARI PIHAK LUAR DAN TUNTUTAN MASYARAKAT

(COSTUMER SATISFACTION)

B. a)
-

LANDASAN HUKUM UNDANG-UNDANG UU NO. 1/1970 (KESELAMATAN KERJA) UU NO. 20/1992 (KELISTRIKAN) UU NO. 23/1992 (KESEHATAN) UU NO. 18/1999 (JASA KONSTRUKSI) UU NO. 28/2002 (BANGUNAN GEDUNG) UU NO. 13/2003 (KETENAGAKERJAAN) PERATURAN MENTERI PERMENAKER NO. 01/MEN/1980 (K3 KONSTRUKSI BANGU- NAN GEDUNG) PERMENAKER NO.05/1996 (SMK3) INST MENAKER NO. 01/1992 (PEMERIKSAAN UNIT ORGANI- SASI K3) SK DIRJEN PPK NO. 20 DJPPK/VI/2004 (AHLI K3)

b)

c) SURAT EDARAN MENTERI - SKB MEN PU & MENAKER NO.174/MEN/1986 & 104/KPTS/1986 - KEPMEN PU NO.384/KPTS/M/2004 (PEDOMAN TEKNIS K3 PADA TEMPAT KEGIATAN KONSTRUKSI BENDUNGAN) - SE MEN PU NO. 03/SE/M/2005 - SE MEN PU NO. UM.03.01-Mn/451 - SE MEN PU NO. 08/SE/M/2004 (PENERAPAN K3) - SE MEN PU NO. 08/SK/M/2005 PERMEN PU NO. 09/PRT/M/2008 (PEDOMAN SMK3 KONSTRUKSI BID PU) C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KECELAKAAN KERJA
16

1) KELALAIAN PELAKSANA DAN LEMAHNYA PENGAWASAN


2) TENAGA AHLI / TENAGA TERAMPIL DI BIDANG KONSTRUKSI

MAUPUN TENAGA AHLI K3 TIDAK DILIBATKAN PELEKASANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI

DALAM

3) PENERAPAN SMK3 TIDAK DILAKSANAKAN SECARA KONSISTEN


4) PEMAHAMAN DAN KETAATAN TERHADAP PERATURAN DAN

PERUNDANG-UNDANGAN K3 MASIH KURANG 5) KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP K3 KONSTRUKSI MASIH RENDAH 6) TINGKAT PENEGAKAN HUKUM OLEH PEMERINTAH MASIH RENDAH 7) MASIH ADA ANGGAPAN BAHWA PROGRAM K3 KONSTRUKSI HANYA AKAN MENJADI TAMBAHAN BEBAN BIAYA PERUSAHAAN D. KONDISI BERBAHAYA
1) PENGAMANAN TIDAK SEMPURNA 2) PERALATAN / BAHAN TIDAK SEMESTINYA (TIDAK SESUAI

PERSYARATAN) 3) KECACATAN, KETIDAKSEMPURNAAN 4) PROSEDUR KERJA TIDAK AMAN 5) PENERANGAN TIDAK MEMADAI/TIDAK SEMPURNA 6) SITUASI DAN KONDISI KERJA TIDAK AMAN (UNSAFE CONDITION) 7) TEKANAN UDARA TIDAK NORMAL 8) GETARAN BERBAHAYA 9) PAKAIAN DAN KELENGKAPAN TIDAK AMAN 10) TINDAKAN BERBAHAYA (UNSAFE HUMAN ACT) E. 1) 2) JENIS-JENIS KECELAKAAN KERJA TERBENTUR TERPUKUL
17

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) F. 1) 2) 3)

TERJEPIT TERTIMPA TERJATUH TERGELINCIR / TERPELESET TERBAKAR TERHISAP / TERSERAP TERSENTUH ALIRAN LISTRIK TERKENA BAHAN BERBAHAYA TERKENA BAHAN RADIOAKTIF / RADIAS SASARAN K3 KONSTRUKSI MELINDUNGI TENAGA KERJA DAN ORANG LAIN DI TEMPAT KERJA MENJAMIN SETIAP SUMBER PRODUKSI DIPAKAI SECARA AMAN DAN EFISIEN MENJAMIN PROSES PRODUKSI BERJALAN AMAN DAN LANCAR SAFETY PROGRAM

G. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

SAFETY INDUCTION (PENYULUHAN K3) SAFETY MORNING TALK (PERTEMUAN PAGI K3) TOOL BOX MEETING (PERTEMUAN KELOMPOK PEKERJA K3) DAILY SAFETY PATROL (PATROLI HARIAN K3) SPECIAL SAFETY PATROL (PATROLI KHUSUS K3) SAFETY INSPECTION (INSPEKSI K3) SAFETY MEETING (RAPAT K3) SAFETY PROMOTION (PROMOSI k3) PENGOBATAN MASSAL
18

10) 11) 12) 13)

REWARD AND PUNISHMENT POSTER-POSTER K3 BERITA-BERITA SELEBARAN K3 SARAN-SARAN K3 BAB VII : UNDANG-UNDANG NO.18 TAHUN 1999 TENTANG JASA KONSTRUKSI

A. LATAR BELAKANG
1. PEMBANGUNAN NASIONAL BERTUJUAN UNTUK MEWUJUDKAN

MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR YANG MERATA MATERIIL DAN SPIRITUAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 2. JASA KONSTRUKSI MERUPAKAN SALAH SATU KEGIATAN DALAM BIDANG EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA YANG MEMPUNYAI PERANAN PENTING DALAM PENCAPAIANBERBAGAI SASARAN GUNA MENUNJANG TERWUJUDNYA TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL 3. BERBAGAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU BELUM BERORIENTASI BAIK KEPADA KEPENTINGAN PENGEM BANGAN JASA KONSTRUKSI SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK NYA, YANG MENGAKIBATKAN KURANG BERKEMBANGNYA IKLIM USAHA YANG MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SECARA OPTIMAL, MAUPUN BAGI KEPENTINGAN MASYARAKAT B. SISTEMATIKA PENYUSUNAN MATERI UNDANG-UNDANG NO.18 TAHUN 1999 TENTANG JASA KONTRUK -SI TERDIRI ATAS 12 BAB DAN 46 PASAL 1. 2. 3. 4. BAB I BAB II BAB III BAB IV : : : : KETENTUAN UMUM AZAS DAN TUJUAN USAHA JASA KONSTRUKSI PENGIKATAN PEKERJAAN KONSTRUKSI
19

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII

: : : : : : : :

PENYELENGGARAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI KEGAGALAN BANGUNAN PERAN MASYARAKAT PEMBINAAN PENYELESAIAN SENGKETA SANKSI KETENTUAN PERALIHAN KETENTUAN PENUTUP

C. POKOK-POKOK MATERI 1. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 2. KETENTUAN UMUM MEMUAT PENGERTIAN DAN URAIAN TENTANG JASA KONSTRUKSI PEKERJAAN KONSTRUKSI PENGGUNA JASA PENYEDIA JASA KONTRAK KERJA KONSTRUKSI KEGAGALAN BANGUNAN FORUM JASA KONSTRUKSI REGISTRASI PERENCANA, PELAKSANA, DAN PENGAWAS KONSTRUKSI AZAS DAN TUJUAN PENGATURAN JASA KONSTRUKSI BERLANDASKAN PADA AZAS KEJUJURAN DAN KEADILAN, MANFAAT, KESERASIAN, KESEIMBANGAN, KEMANDIRIAN, KETERBUKAAN, KEMITRAAN, KEAMANAN DAN KESELAMATAN DEMI KEPENTINGAN MASYARAKAT, BANGSA, DAN NEGARA PENGATURAN JASA KONSTRUKSI BERTUJUAN UNTUK 1) MEMBERIKAN ARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN UNTUK MEWUJUDKAN STRUKTUR USAHA YANG KOKOH, ANDAL, BERDAYA SAING TINGGI, DAN MENGHASILKAN PEKERJAAN KONSTRUKSI YANG BERKUALITAS 2) MEWUJUDKAN KESETARAAN KEDUDUKAN ANTARA PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA DAN MENINGKATKAN
20

KETAATAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU 3) MENINGKATKAN PERAN MASYARAKAT 3.


1)

2) 3) 4) 4. 1) 2) 3) 5.

USAHA JASA KONSTRUKSI JENIS,BENTUK, DAN BIDANG USAHA PERSYARATAN USAHA, KEAHLIAN, DAN KETERAMPILAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL PENGEMBANGAN USAHA PENGIKATAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PARA PIHAK PENGIKATAN PARA PIHAK KONTRAK KERJA KONSTRUKSI PENYELENGGARAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI 1) TAHAP-TAHAP PEKERJAAN KONSTRUKSI WAJIB MEMENUHI KETENTUAN TENTANG KEAMANAN, KESELAMATAN, DAN KESEHATAN KERJA
2)

3) 4) 6.

MEMENUHI KEWAJIBAN YANG DIPERSYARATKAN DAPAT MENGGUNAKAN SUB PENYEDIA JASA

KEGAGALAN BANGUNAN 1) PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA WAJIB BERTANG -GUNG JAWAB ATAS KEGAGALAN BANGUNAN PENYEDIA JASA BERTANGGUNG JAWAB TERHITUNG SEJAK PENYERAHAN AKHIR PEKERJAAN DAN PALING LAMA 10 (SEPULUH) TAHUN
2)

3) KEGAGALAN BANGUNAN DITETAPKAN OLEH PIHAK KETIGA SELAKU PENILAI AHLI 7. 1) 2) PERAN MASYARAKAT HAK DAN KEWAJIBAN MASYARAKAT MASYARAKAT JASA KONSTRUKSI
21

3) 4) 8. PEMBINAAN

FORUM MASYARAKAT JASA KONSTRUKSI LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI

PEMERINTAH MELAKUKAN PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI DALAM BENTUK : - PENGATURAN - PEMBERDAYAAN - PENGAWASAN 9. PENYELESAIAN SENGKETA 1) PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI PENGADILAN 2) PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN 3) GUGATAN MASYARAKAT 10. SANKSI 1) PENYEDIA JASA DAN PENGGUNA JASA DAPAT DIKENAI SANKSI ADMINISTRATIF DAN/ATAU PIDANA ATAS PELANG- GARAN UNDANG-UNDANG INI APABILA TERJADI KEGAGALAN KONSTRUKSI ATAU KEGAGALAN BANGUNAN SEBAGAI AKIBAT TIDAK DIPENUHINYA KETENTUAN TEKNIK PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI, DIBERIKAN SANKSI SEBAGAI BERIKUT : - PERENCANA, PIDANA PALING LAMA 5 TAHUN PENJARA, DENDA PALING BANYAK 10% DARI NILAI KONTRAK
2)

PELAKSANA, PIDANA PALING LAMA 5 TAHUN PENJARA, DENDA PALING BANYAK 5% DARI NILAI KONTRAK
-

PENGAWAS, PIDANA PALING LAMA 5 TAHUN PENJARA, DENDA PALING BANYAK 10% DARI NILAI KONTRAK
-

11.

KETENTUAN PERALIHAN

22

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TELAH ADA, SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN UNDANGUNDANG INI DINYATAKAN TETAP BERLAKU 12. KETENTUAN PENUTUP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG MENGATUR HAL YANG SAMA DAN BERTENTANGAN DENGAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG INI DINYATAKAN TIDAK BERLAKU - DISAHKAN PADA TANGGAL 7 MEI 1999 - DIUNDANGKAN PADA TANGGAL 7 MEI 1999

BAB VIII : PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI JENIS, BENTUK, DAN BIDANG USAHA JENIS USAHA JASA PERENCANAAN (KONSULTAN) JASA PELAKSANAAN (KONTRAKTOR) JASA PENGAWASAN (KONSULTAN) KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI USAHA KLASIFIKASI JASA KONSTRUKSI MELIPUTI : UMUM : UNTUK BADAN USAHA YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN MELAKSANAKAN SATU ATAU LEBIH BIDANG PEKERJAAN
a.

BENTUK USAHA ORANG PERSEORANGAN BADAN USAHA (NASIONAL / ASING)

BIDANG USAHA ARSITEKTURAL SIPIL MEKANIKAL ELEKTRIKAL TATA LINGKUNGAN

23

SPESIALIS : UNTUK USAHA ORANG PERORANGAN DAN ATAU BADAN USAHA YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN MELAKSANAKAN HANYA SATU SUB BIDANG PEKERJAAN
b.

BERKETERAMPILAN KERJA TERTENTU : UNTUK USAHA ORANG PERORANGAN YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN HANYA MELAKSA- NAKAN SUATU KETERAMPILAN KERJA TERTENTU
c.

KUALIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI DIDASARKAN PADA TINGKAT KOMPETENSI DAN POTENSI KEMAMPUAN USAHA, MELIPUTI : a. b. c. USAHA BESAR USAHA MENENGAH USAHA KECIL, TERMASUK USAHA ORANG PERORANGAN

LINGKUP LAYANAN JASA PERENCANAAN : a. b. DAN STUDI MIKRO c. DAN PRODUKSI d. PEMELIHARAAN e. SURVEI PERENCANAAN UMUM, STUDI MAKRO, STUDI KELAYAKAN PROYEK, INDUSTRI, PERENCANAAN TEKNIK, OPERASI, DAN PENELITIAN

LINGKUP LAYANAN JASA PENGAWASAN : 1. PENGAWASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI 2. PENGAWASAN KEYAKINAN MUTU DAN KETEPATAN WAKTU DALAM PROSES PEKERJAAN DAN HASIL PEKERJAAN KONSTRUKSI PENGEMBANGAN LAYANAN JASA PENGAWASAN DAPAT MENCAKUP : PERENCANAAN DAN ATAU

1. MANAJEMEN PROYEK 2. MANAJEMEN KONSTRUKSI 3. PENILAIAN KUALITAS, KUANTITAS, DAN BIAYA PEKERJAAN
24

BIDANG PEKERJAAN ARSITEKTURAL : 1. 2. 3. 4. 5. ARSITEKTUR BANGUNAN (PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN) ARSITEKTUR RUANG DALAM BANGUNAN (INTERIOR) GEDUNG DAN PABRIK PERTAMANAN ARSITEKTUR LANSEKAP

BIDANG PEKERJAAN SIPIL : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. JALAN DAN JEMBATAN JALAN KERETA API LANDASAN TEROWONGAN JALAN BAWAH TANAH SALURAN DRAINASE DAN PENGENDALIAN BANJIR PELABUHAN BENDUNG / BENDUNGAN 9. BANGUNAN DAN JARINGAN PENGAIRAN ATAU PRASARANA SUMBER DAYA AIR 10. STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG 11. GEOTEKNIK 12. KONSTRUKSI TAMBANG DAN PABRIK 13. PENGHANCURAN BANGUNAN (DEMOLITION) BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL : 2. 3. 4. 5. 6. 7. INSTALASI TATA UDARA / AC INSTALASI MINYAK / GAS / GEOTERMAL INSTALASI INDUSTRI ISOLASI TERMAL DAN SUARA KONSTRUKSI LIFT DAN ESKALATOR PERPIPAAN

BIDANG PEKERJAAN ELEKTRIKAL : 1. INSTALASI PEMBANGKIT 2. JARINGAN TRANSMISI DAN DISTRIBUSI


25

3. INSTALASI LISTRIK, SINYAL, DAN TELEKOMUNIKASI KERETA API 4. BANGUNAN PEMANCAR RADIO 5. TELEKOMUNIKASI DAN SARANA BANTU NAVIGASI UDARA DAN LAUT 6. JARINGAN TELEKOMUNIKASI 7. SENTRAL TELEKOMUNIKASI 8. INSTRUMENTASI 9. PENANGKAL PETIR BIDANG PEKERJAAN TATA LINGKUNGAN : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. PENATAAN PERKOTAAN / PLANOLOGI ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN TEKNIK LINGKUNGAN TATA LINGKUNGAN PENGEMBANGAN WILAYAH BANGUNAN PENGOLAHAN AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH PERPIPAAN AIR BERSIH DAN PERPIPAAN LIMBAH PENGEBORAN AIR TANAH REBOISASI / PENGHIJAUAN

26

27

PERSYARATAN PENETAPAN KUALIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI (PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NO. 11a TAHUN 2008) GOL USAHA PER ORANG AN BDN USAHA K E C I L BDN USAHA MENE NGAH BDN USAHA B E S A R KUALIFI KASI (GRED) 1 2 3 4 BATAS NILAI PEKERJAAN ( RP) 100.000.000 300.000.000 600.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000 S.D 10.000.000.000 1.000.000.000 S.D 25.000.000.000 JUMLAH MAKS SUB BIDANG 2 4 6 8

NO

KETERANGAN

1 2 3 4

10

MEMILIKI SERTIFIKAT 6 6 12 MANAJEMEN MUTU ISO 1.000.000.000 MEMILIKI S.D TAK SERTIFIKAT 7 7*) TAK TERBATAS MANAJEMEN TERHINGGA MUTU ISO *) BERLAKU JUGA UNTUK PERUSAHAAN ASING YANG MEMBUKA KANTOR PERWAKILAN SETIAP GRED USAHA JASA KONSTRUKSI HARUS DITETAPKAN BERDASARKAN KRITERIA RISIKO DAN TEKNOLOGI BUKAN HANYA KRITERIA BIAYA SAJA PERSYARATAN PENETAPAN KUALIFIKASI USAHA JASA PERENCANAKONSTRUKSI DAN PENGAWAS KONSTRUKSI
28

(PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NO. 12a TAHUN 2008) JUMLAH MAKS SUB BIDANG 2 SB/SL 3 B/L (5 SB/SL) 3 B/L (10 SB/SL) 6 B/L (15 SB/SL) 3 B/L (5 SB/SL) 400.000.000 S.D 1.000.000.000 3 B/L (10 SB/SL) 7 B/L (25 SB/SL) 400.000.000 S.D TAK TERBATAS 10 B/L (33 SB/SL) BATAS KUALIFIKASI GRED 2 BATAS KUALIFIKASI SESUAI PENGALAMAN BATAS KUALIFIKASI SESUAI TAHUN SEBELUMNYA BATAS KUALIFIKASI GRED 3 BATAS KUALIFIKASI SESUAI PENGALAMAN BATAS KUALIFIKASI SESUAI TAHUN SEBELUMNYA BATAS KUALIFIKASI SESUAI TAHUN SEBELUMNYA

NO

GOL USAHA PER ORANG AN BDN USAHA K E C I L

KUALIFI KASI (GRED) 1 2 Tp-1

BATAS NILAI PEKERJAAN ( RP) 50.000.000

KETERANGAN

1 2

2 Tp-2

400.000.000

2 Tp-3

5 BDN USAHA MENE NGAH

3 Tp-1

3 Tp-2

7 BDN USAHA BESAR

3 Tp-3

29

BAB IX : SERTIFIKASI DAN REGISTRASI A. SERTIFIKASI DAN REGISTRASI BADAN USAHA

BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI HARUS MEMILIKI SERTIFIKAT SESUAI DENGAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI USAHA
1)

BAGI BADAN USAHA ANGGOTA ASOSIASI, SERTIFIKASI DILAKUKAN OLEH ASOSIASI PERUSAHAAN YANG TELAH MENDAPAT AKREDITASI DARI LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI (LPJK) BAGI BADAN USAHA NON ASOSIASI, SERTIFIKASI DILAKUKAN OLEH LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI (LPJK)

2)

LPJK MELAKSANAKAN AKREDITASI TERHADAP ASOSIASI PERUSAHAAN YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK MENYELENGGARAKAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA BADAN USAHA YANG TELAH MENDAPATKAN SERTIFIKAT KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI WAJIB MENGIKUTI REGISTRASI YANG DILAKUKAN OLEH LPJK PEMBERIAN TANDA/NOMOR REGISTRASI DIPROSES DENGAN CARA MENGAPLIKASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI (STI) LPJK SERTIFIKAT BADAN USAHA (SBU) BERLAKU UNTUK JANGKA WAKTU 3 (TIGA) TAHUN DENGAN KEWAJIBAN MELAKUKAN LEGESLASI (PENEMPELAN LEGES) SETIAP TAHUN DI LPJK B. SERTIFIKASI DAN REGISTRASI TENAGA KERJA

TENAGA KERJA YANG MELAKSANAKAN PEKERJAAN KETEKNIKAN YANG BEKERJA PADA PELAKSANA KONSTRUKSI HARUS MEMILIKI SERTIFIKAT SESUAI DENGAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASINYA
1)

SERTIFIKAT KETERAMPILAN KERJA (SKTK) HARUS DIMILIKI OLEH TENAGA KERJA YANG BERPENDIDIKAN FORMAL SAMPAI DENGAN D2

30

2)

SERTIFIKAT KEAHLIAN KERJA (SKA) HARUS DIMILIKI OLEH TENAGA KERJA YANG BERPENDIDIKAN FORMAL D3 KE ATAS SERTIFIKASI KETERAMPILAN KERJA DILAKSANAKAN OLEH INSTITUSI DIKLAT ATAU BADAN SERTIFIKASI KETERAMPILAN (BSK) YANG TELAH MENDAPAT AKREDITASI DARI LPJK SERTIFIKASI KEAHLIAN KERJA DILAKSANAKAN OLEH ASOSIASI PROFESI YANG TELAH MENDAPAT AKREDITASI DARI LPJK LPJK MELAKSANAKAN AKREDITASI TERHADAP ASOSIASI PROFESI DAN INSTITUSI DIKLAT YANG TELAH MEMENUHI PER- SYARATAN JENIS-JENIS KLASIFIKASI KETERAMPILAN KERJA DAN KEAHLIAN KERJA SESUAI DENGAN BIDANG/SUB BIDANG PEKERJAAN YANG DITETAPKAN OLEH LPJK KUALIFIKASI KETERAMPILAN KERJA SESUAI DENGAN TINGKAT KOMPETENSI TENAGA KERJA DALAM BIDANG/SUB BIDANG PE- KERJAAN YANG DIKUASAINYA, TERDIRI ATAS : - TUKANG KELAS 1 - TUKANG KELAS 2 - TUKANG KELAS 3

3)

4)

5)

6)

7)

8)

KUALIFIKASI KEAHLIAN KERJA SESUAI DENGAN TINGKAT KOMPETENSI TENAGA KERJA DALAM BIDANG/SUB BIDANG PE- KERJAAN YANG DIKUASAINYA, TERDIRI ATAS : - AHLI UTAMA - AHLI MADYA - AHLI MUDA

9)

SERTIFIKAT KETERAMPILAN KERJA DAN SERTIFIKAT KEAHLIAN KERJA HARUS DIREGISTRASI OLEH LPJK YANG DIPROSES DENGAN CARA MENGAPLIKASI STI-LPJK
31

10)

SERTIFIKAT KETERAMPILAN KERJA DAN SERTIFIKAT KEAHLIAN KERJA BERLAKU UNTUK JANGKA WAKTU 3 (TIGA) TAHUN DAN SELANJUTNYA HARUS DITELITI DAN DIEVALUASI KEMBALI

32

BAB X : PERIZINAN USAHA JASA KONSTRUKSI BADAN USAHA YANG MENYELENGGARAKAN USAHA JASA KONSTRUK SI WAJIB MEMILIKI IZIN USAHA YANG DIKELUARKAN OLEH PEMERIN TAH DAERAH DI TEMPAT DOMISILINYA IZIN USAHA BERLAKU UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA JASA KONSTRUKSI DI SELURUH WILAYAH REPUBLIK INDONESIA IZIN USAHA DIBERIKAN KEPADA BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT : MEMILIKI SERTIFIKAT BADAN TANDA/NOMOR REGISTRASI DARI LPJK
1.

USAHA

(SBU)

DAN

2. MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGANUNDANGAN LAINNYA YANG TERKAIT DENGAN KEGIATAN USAHA, SEPERTI : TENAGA KERJA YANG BERSERTIFIKAT, PENANGGUNG JAWAB USAHA (PJU), PENANGGUNG JAWAB TEKNIS (PJT), PENANGGUNG JAWAB BIDANG (PJB), DAN LAIN-LAIN BADAN USAHA ASING YANG MENYELENGGARAKAN USAHA JASA KONSTRUKSI DI WILAYAH REPUBLIK INDONESIA WAJIB MEMILIKI IZIN USAHA YANG DIBERIKAN OLEH PEMERINTAH DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT :
1. MEMILIKI SBU DAN TANDA/NOMOR REGISTRASI DARI LPJK 2. MEMILIKI KANTOR PERWAKILAN DI INDONESIA

3. MEMBERIKAN LAPORAN TAHUNAN 4. MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TAHAPAN DALAM PROSES MEMPEROLEH IZIN USAHA : 1. PENDIRIAN BADAN USAHA -> AKTE PENDIRIAN 2. IZIN TEMPAT USAHA 3. SBU -> KLASIFIKASI, KUALIFIKASI, REGISTRASI 4. IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI (IUJK)
33

BAB XI: PENGIKATAN KERJA KONSTRUKSI PENGIKATAN KERJA KONSTRUKSI ATAU KONTRAK KERJA KONSTRUK SI DIBUAT ANTARA PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA PEMILIHAN PENYEDIA JASA DILAKUKAN DENGAN CARA : 1. PELELANGAN UMUM 1) UNTUK SEMUA PEKERJAAN KONSTRUKSI 2) DIUMUMKAN SECARA LUAS MELALUI MEDIA MASSA SEKURANG- KURANGNYA 1 MEDIA CETAK DAN PAPAN PENGUMUMAN 3) PENYEDIA JASA MEMENUHI PERSYARATAN PERATURAN PERUN- DANG-UNDANGAN 4) MELALUI PROSES PRAKUALIFIKASI DAN PASCA KUALIFIKASI 2. PELELANGAN TERBATAS UNTUK PEKERJAAN KONSTRUKSI YANG MEMPUNYAI RISIKO TINGGI DAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TINGGI
1)

2) DIUMUMKAN MELALUI MEDIA MASSA SEKURANGKURANGNYA 1 MEDIA CETAK DAN PAPAN PENGUMUMAN 3) PENYEDIA JASA MEMENUHI PERSYARATAN PERATURAN PERUN- DANG-UNDANGAN DAN JUMLAHNYA TERBATAS 4) MELALUI PROSES PRAKUALIFIKASI

3. PEMILIHAN LANGSUNG 1) PENANGANAN DARURAT, KESELAMA- TAN MASYARAKAT UNTUK KEAMANAN DAN

34

2) PEKERJAAN YANG KOMPLEKS, HANYA DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN TEKNOLOGI BARU DAN PENYEDIA JASA YANG MAMPU MENGAPLIKASIKANNYA SANGAT TERBATAS 3) PEKERJAAN YANG PERLU DIRAHASIAKAN, MENYANGKUT KEAMANAN DAN KESELAMATAN NEGARA YANG DITETAPKAN OLEH PRESIDEN 4) PEKERJAAN BERSKALA KECIL :

- UNTUK KEPENTINGAN PELAYANAN UMUM - MEMPUNYAI RISIKO KECIL - MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SEDERHANA - DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA JASA BADAN USAHA KECIL 4. PENUNJUKAN LANGSUNG 1) PENANGANAN DARURAT UNTUK KEAMANAN DAN KESELAMATAN MASYARAKAT YANG PELAKSANAAN PEKERJAANNYA TIDAK DAPAT DITUNDA / HARUS DILAKUKAN SEGERA 2) PEKERJAAN YANG KOMPLEKS; HANYA DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI BARU DAN PENYEDIA JASA YANG MAMPU MENGAPLIKASIKANNYA HANYA SATU-SATUNYA 3) PEKERJAAN YANG PERLU DIRAHASIAKAN, MENYANGKUT KEAMANAN DAN KESELAMATAN NEGARA YANG DITETAPKAN OLEH PRESIDEN 4) PEKERJAAN BERSKALA KECIL :

- UNTUK KEPERLUAN SENDIRI - MEMPUNYAI RISIKO KECIL - MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SEDERHANA - DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA JASA BADAN USAHA KECIL - PEKERJAAN LANJUTAN YANG SECARA TEKNIS MERUPAKAN KESATUAN KONSTRUKSI YANG SIFAT PERTANGGUNGANNYA
35

TERHADAP KEGAGALAN BANGUNAN TIDAK DAPAT DIPECAH PECAH DARI PEKERJAAN YANG SUDAH DILAKSANAKAN SEBE LUMNYA - PEKERJAAN YANG HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH PEME GANG HAK PATEN / PIHAK LAIN YANG MENDAPATKAN IZIN PENETAPAN PENYEDIA JASA 1) PENGGUNA JASA ATAU WAKIL YANG DIBERI WEWENANG MENETAPKAN SECARA TERTULIS PENYEDIA JASA SEBAGAI PEMENANG DALAM PEMILIHAN PENYEDIA JASA PENETAPAN PERENCANA DAN DIDASAR KAN PADA PEMILIHAN : 3)

2)

PENGAWAS

KONSTRUKSI

KUALITAS GABUNGAN KUALITAS DAN HARGA KUALITAS DENGAN HARGA TETAP HARGA TERENDAH

PENETAPAN PELAKSANA KONSTRUKSI DIDASARKAN PADA HARGA TERENDAH TEREVALUASI DI ANTARA PENAWARAN YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN SERTA TANGGAP TERHADAP DOKUMEN PELELANGAN PENETAPAN PENYEDIA JASA DALAM PENUNJUKAN LANGSUNG DIDASARKAN PADA HASIL NEGOSIASI ANTARA PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA

4)

KONTRAK KERJA KONSTRUKSI


1.

KONTRAK KERJA KONSTRUKSI HARUS DITUANGKAN DALAM DOKUMEN TERTULIS DAN TERPISAH-PISAH SESUAI DENGAN TAHAPAN PEKERJAAN KONSTRUKSI, YAITU : PEKERJAAN PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENGAWASAN, KECUALI DALAM PEKERJAAN TERINTEGRASI, KONTRAK KERJA DAPAT DITUANGKAN DALAM 1(SATU) DOKUMEN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI TERDIRI ATAS : BENTUK IMBALAN
36

2. a.

1) 2) 3)
4)

5) b. 1) 2) c.

LUMP SUM HARGA SATUAN BIAYA TAMBAH IMBALAN JASA GABUNGAN LUMP SUM DAN HARGA SATUAN ALIANSI JANGKA WAKTU PELAKSANAAN TAHUN TUNGGAL TAHUN JAMAK

CARA PEMBAYARAN 1) SESUAI KEMAJUAN PEKERJAAN 2) SECARA BERKALA


3.

KONTRAK KERJA KONSTRUKSI SEKURANG-KURANGNYA HARUS MEMUAT DOKUMEN, MELIPUTI : a. SURAT PERJANJIAN YANG DITANDATANGANI PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA b. DOKUMEN LELANG c. USULAN ATAU PENAWARAN YANG BERISI METODE, HARGA PENAWARAN, JADWAL WAKTU, DAN SUMBER DAYA d. BERITA ACARA KESEPAKATAN ANTARA PENGGUNA JASA DAN PENYEDIA JASA e. SURAT PERNYATAAN DARI PENGGUNA JASA, MENYATAKAN MENERIMA ATAU MENYETUJUI USULAN ATAU PENAWARAN DARI PENYEDIA JASA f. SURAT PERNYATAAN DARI PENYEDIA JASA, MENYATAKAN KESANGGUPAN UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAAN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI SEKURANG-KURANGNYA HARUS MEMUAT URAIAN MENGENAI : PARA PIHAK : AKTA BADAN USAHA. NAMA WAKIL/KUASA BADAN USAHA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN ALAMAT) b. RUMUSAN PEKERJAAN : JENIS, VOLUME, NILAI, JANGKA WAKTU, DAN TATA CARA PENILAIAN c. JENIS PERTANGGUNGAN d. TENAGA AHLI : KLASIFIKASI, KUALIFIKASI, JUMLAH, DLL. e. HAK DAN KEWAJIBAN PENGGUNA DAN PENYEDIA JASA f. CARA PEMBAYARAN g. KETENTUAN MENGENAI CIDERA JANJI h. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
a. 37

4.

i. j. k. l. m.

KETENTUAN PEMUTUSAN KONTRAK KEADAAN MEMAKSA KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM KEGAGALAN BANGUNAN PERLINDUNGAN PEKERJA ASPEK LINGKUNGAN

38