Anda di halaman 1dari 11

BIOLOGI

BAB PROTISTA

NAMA: RATU LADISTY DEFIANISA KELAS: X-3

SMAN 47 JAKARTA SELATAN


Jalan Delman Utama I Kebayoran Lama Jakarta Selatan(12240) Telp. 7260904, Fax. 7221315

PROTISTA
Protista berasal dari bahasa Yunani yang berarti yang paling pertama

Ciri-Ciri Protista
1. 2. 3. 4. 5. 6. Memiliki struktur sel eukariotik Ada yang uniseluler maupun multiseluler Bereproduksi secara seksual maupun aseksual Hidup secara soliter maupun koloni Respirasi aerobik Kebanyakan hidup di perairan

Pembagian protista berdasarkan kemiripan dengan kingdom yang lebih tinggi A. Protista menyerupai jamur
Kemiripannya adalah memiliki struktur yang menghasilkan spora, heterotrof, parasit atau pengurai. Anggota protista yang menyerupai jamur adalah kelompok protista jamur air dan jamur lendir. Jamur air (Oomycota) Ciri-ciri Merupakan kunci utama pengurai aproba pada habitat perairan Kebanyakan hidup bebas dan mendapatkan nutri dari sisa-sisa tumbuhan di daerah danau, kolam, dan aliran air. Hidup di jaringan yang mati pada tumbuhan maupun menjadi parasit pada organisme akuatik. Contoh: Saprolegnia yang hidup menempel pada tubuh ikan Ada yang merupakan patogen tumbuhan. Contoh: Plasmopora viticola menyebabkan jamur putih pada anggur. Phytophthora infestans menyebabkan penyakit busuk layu pada kentang Jamur air bereproduksi secara seksual maupun aseksual Secara aseksual Menghasilkan sporangium di ujung hifa (filamen/benang) Di dalam sporangium dihasilkan spora-spora berflagel (zoospora) Ketika zoospora matang, akan keluar dari sporangium Apabila zoospora jatuh di tempat yang sesuai maka akan tumbuh menjadi miselium (masa hifa) baru

zoospora

Secara seksual Dengan cara penyatuan gamet jantan dan betina Gamet dihasilkan oleh hifa yang berdiferensasi Gamet jantan dihasilkan oleh anteridium Gamet betina dihasilkan oleh oogonium Penyatuan gamet jantan dan betina menghasilkan zigot diploid yang berkecambang menjadi spora berdinding tebal dan akan menghasilkan miselium baru

oogonium Jamur Lendir (Myxomycota) Ciri Menghasilkan sel-sel amoeboid yang merupakan predator fagosit. Jamur lendir menelan bakteri, hama, spora dan komponen organik lainnya Saat kondisi makanan jamur lendir kurang, sel-sel yang kelaparan membentuk massa yang berlendir, kemudian massa ini berimigrasi ke lingkungan baru yang dapat mendukung pertumbuhannya.

Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel secara mitosis

B. Protista yang Menyerupai Hewan


Protista yang menyerupai hewan dikenal dengan istilah Protozoa, disebut menyerupai hewan karena uniseluler , heterofik dan merupakan cikal bakal yang lebih kompleks Ciri tubuh Meliputa ukuran dan bentuk, serta struktur dan fungsi tubuh 1. Ukuran dan bentuk tubuh Berukuran mikroskopis antara 10-200 mikron Bentuknya asimetris, bilateral simetris, radial simetris dan spiral Alat gerak berupa pseudopodia (kaki semu), sillia (bulu getar) dan flagellum (bulu cambuk)

Protozoa

Struktur dan fungsi tubuh Membran sel berfungsi sebagai pelindung dan pengatur pertukaran makanan dan gas Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan. Vakuola kontraktil untuk mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair keluar sel melalui membran sel dan mengatur kadar air dalam sel. Inti sel untuk mengatur aktivitas sel 1. Cara hidup Hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme Sebagai pemangsa bakteri, protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam. 2. Habitat hidup secara soliter ataupun koloni sebagian besar hidup di laut atau air tawar, ada juga yang hidup di tanah. Beberapa jenis protozoa hidup dalam tubuh hewan dan manusia dengan cara bersimbiosis 3. Reproduksi secara aksesual dengan pembelahan biner. Pembelahan diawali dengan pembelahan inti yang diikuti dengan pembelahan sitoplasma secara seksual dengan penyatuan gamet atau penyatuan inti sel vegetatif (konjugasi) beberapa protozoa menghasilkan sel tidak aktif disebut kista untuk melindungi protozoa dari lingkungan yang tidak menguntungkan 4. Klasifikasi Berdasarkan alat geraknya, dibagi menjadi 4 kelas. Rhizopoda (Sarcodina) bergerak dengan pseudopodia (kaki semu). Pseudopodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan. Sitoplasmanya teridiri dari ekstoplasma (plasma sel bagian luar yang berbatasan dengan membran plasma) dan endoplasma(plasma sel pada bagian dalam sel). Pada proses makan, pseudopodia mengelilingi makanan dan membentuk vakuola makanan. Berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan binur Saat keadaan tidak menguntungkan akan membentuk kista, contoh: amoeba. Hidup di tanah yang lembab dan lingkungan berair Bersifat heterotrof, dengan memangsa alga uniseluler, bakteri dan protozoa lain.

Amoeba

Ciliata (Ciliophora/Infusoria) Bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Silia juga membantu pergerakan makanan ke sitosoma yang kemudian dilanjutkan ke sitofaring (kerongkongan sel) Memiliki 2 inti, makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif, yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan. Mikronukleus memiliki fungsi reporoduktif, yaitu pada konjugasi Ciliata memilikitrikokis untuk pertahanan diri dari musuh Ciliata yang hidup dalam perut hewan membantu mencerna selulosa dalam rumput. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner membujur(transversal) dan secara seksual dengan konjugasi

Ciliata

Flagellata (Mastigophora) Bergerak dengan menggunakan flagelum(bulu cambuk). Sebagian besar mempunyai 2 flagelum. Jika terletak dibelakang sel(posterior) akan bergerak seperti mendorong sel. Jika terletak didepan sel(anterior) akan bergerak seperti menarik sel. Berkembangbiak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur. Hidup bersimbiosis atau parasit dalam tubuh hewan.

sporozoa Sporozoa (Apicomplexa) Kelompok protista uniseluler, memiliki bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat gerak, seluruh sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, dan secara seksual dengan pembentukan gamet yangdilanjutkan dengan penyatuan gamet betina dan jantan. Contoh sporozoa: Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis Plasmodium menyebabkan penyakit malaria pada manusia

Peran Protozoa dalam kehidupan manusia Yang menguntungkan: Foraminifera, cangkang atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam dan mineral Radiolara, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolara yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok. Yang merugikan: Entamoeba histolytica, penyebab disentri Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Afrika Trypanosoma evansi, penyebab penyakit pada hewan ternak Leishmania, penyebab penyakit kala-azar Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki Balantidium coli, penyebab diare Toxoplasma gondii, penyebab toksoplasmosis Plasmodium, penyebab penyakit malaria

C. Protista yang Menyerupai Tumbuhan


Ganggang merupakan protista yang menyerupai tumbuhan. Ciri tubuh Ukuran dan bentuk tubuh Berukuran mulai dari 25 mikro-50 meter. Terdiri dari ganggang uniseluler dan multiseluler Hidup secara berkoloni atau soliter Beberapa ganggang uniseluler mempunyai flagelum untuk bergerak. Ganggang berbentuk lembaran struktur tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, daun, dan batang disebut talus. Ganggang uniseluler soliter Berbentuk bulat, oval atau seperti buah pir. Contoh: chlorella yang tidak berflagelum

Chlorella Ganggang uniseluler berkoloni Protoplasma antara satu sel dengan sel lain berhubungan melalui pori-pori dinding sel. Koloni ganggang ada yang berbentuk cakram, misal pada Gonium berbentuk bola seperti pada Volvox atau berbentuk jala seperti Hydrodictyon

Gonium

Volvox

Hydrodictyon

Ganggang multiseluler Berbentuk benang atau filamen dan berbentuk lembaran. Contoh ganggang yang berbentuk filamen adalah Oedogonium dan spirogyra, ganggang yang berbentuk lembaran adalah Laminaria, Valva dan Macrocytis

Spirogyra Struktur dan fungsi tubuh Intinya diselubungi oleh membran (eukariot) Sel ganggang memiliki kloroplas, yaitu organel plastida yang mengandung pigmen. Mempunyai bentuk yang beragam, seperti bulat, mangkuk, sabuk, cakram, jala dan spiral. Pigmen dalam kloroplas berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Pigmen utama fotosintesis adalah klorofil (pigmen hijau) Pigmen tambahan pada kloroplas adalah karoten dan fikobilin. Pigmen karoten berupa santofil (keemasan) dan fukosiantin (coklat). Pigmen fikobilin berupa fikosianin(biru) dan fikoeritrin (merah) Ganggang memiliki struktur di dalam kloroplas diebut pirenoid, yang berfungsi sebagai tempat peyimpanan cadangan makanan, berupa amilum dan minyak (pada ganggang hijau), laminarin (ganggang coklat), tepung florid (ganggang merah) Cara hidup dan habitat Ganggang mampu melakukan fotosintesis dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya matahari. Sehingga tergolong autotrof Pada gaggang berbentuk talus, penyerapan air dan mineral serta proses fotosintesis dilakukan oleh sel-sel seluruh tubuhnya. Ganggang hidups secara bebas. Di habitatnya ganggang berperan sebagai produsen yang menyediakan makanan dan oksigen bagi organisme heterotrof

Reproduksi Bereproduksi secara aseksual dan seksual. Pada ganggang talus terjadi metagenesis. Metagenesis terjadi antara generasi penghasil spora dan penghasil gamet

Reproduksi aseksual secara biner (pada ganggang uniseluler), Fragmentasi (pada gaggang multiseluler berbentuk filamen dan talus) dan pembentukan spora (pada ganggang uniseluler maupun multiseluler). Spora dihasilkan dengan cara pembelahan dinding sel induk Reproduksi seksual terjadi dengan penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis. yang kemudian menjadi zigot. Pada ganggang berbentuk talus, zigot tumbuh menjadi ganggang baru yang diploid, atau disebut juga dengan sporofit. Pada ganggang uniseluler dan filamen zigot membentuk zigospora yang berdinding tebal. Zigospora kemudian membelah menghasilkan 4 sel haploid berflagelum yang disebut zoospora.

Klasifikasi ganggang Pengklasifikasian berdasarkan pigmen dominan, komponen penyusun, dinding sel, jumlah dan posisi flagelum serta bentuk cadangan makanan. Euglenoid (Euglenophyta) Memiliki bintik mata berbentuk piringan yang berisi fotoreseptor yang ditutupi oleh lapisan pigmen merah. Menyebabkan euglenoid dapat mendeteksi dan bergerak menuju cahaya. Bila fotoreseptor tidak ditutupi, maka akan bergerak bebas. Merupakan organisme uniseluler yang tidak memiliki dinding sel. Sel euglenoid dibungkus oleh pelikel, bersifat lentur sehingga memungkinkan perbuahan bentuk sel. Ada yang merupakan fotosintetik dan heterotrof Yang dapat berfotosintesis memiliki kloroplas yang mengandung klorofil a dan b serta karoten. Hasil fotosintesisdisipman dalam bentuk cadangan makanan paramilon. Memiliki 2 flagelum, 1 panjang dan 1 pendek. Sebagai alat gerak Hidup di air tawar Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner Contoh euglenoid adalah euglena

Euglena Ganggang keemasan (Crysophyta) Memiliki pigmen dominan karoten berupa santofil. Pigmen lainnya fukosantin, klorofil a dan klorofil c. Bentuknya uniseluler soliter atau berkoloni tidak berflagelum, ada yang multiseluler. Dinding selnya mengandug hemiselulosa, silika, dan pektin Sebagian besar hidup di air tawar, tetapi ada juga yang di laut Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner pada ganggang uniseluler dan pembentukan spora pada ganggang unsileluer dan multiseluler Reproduksi secara seksual dengan penyatuan 2 jenis gamet. Contoh ganggang keemasan: Navicula, Synura, dan Mischococcus

Mischococcus

Synura

Navicula

Ganggang api (Pyrrophyta/Dinoflagellata) Disebut ganggang api karena, mampu berpendar sehingga laut tampak bercahaya di malam hari dan pada musim tertentu jumlahnya dapat melimpah sehingga menyebabkan red tide (air laut berwarna merah kecoklatan)

Red tide di laut Beberapa ganggang api mengandung toksin yang dapat membunuh kehidupan di laut. Pigmen ganggang api yaitu klorofil a,b,c antofil, dinosatin dan fikobilin Merupakan organisme uniseluler yang bersifat fotosintetik. Ganggang api memiliki dinding sel dengan lempeng-lempeng selulosa. Dindnig sel ganggang api beralur membujur dan melintang Umumnya memilki 2 flagelum Hidup hanya di laut dan merupakan produsen utama fitoplankton laut. Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner Contoh ganggang api: Noctiluca scintillans. Tidak menghasilkan toksin

Noctiluca scintillans Ganggang hijau (Chlorophyta) Memilki pigmen dominan berupa klorofil dengan jenis klorofil a dan b. selain itu juga memiliki pigmen karoten Ada yang uniseluler dan multiseluler.

Ganggang hijau uniseluler ada yang memiliki flagellum sehingga dapat bergerak. Memiliki dinding sel yang terusun dari selulosa dengan cadangan makanan berupa amilum Hidup di air tawar dan tempat lembab Berkembang biak secara seksual dengan isogami, anisogami dan oogami Contoh ganggang hijau: Chlorella, Chlamydomonas, Ulva, dll.

Chlamydomonas Ganggang coklat (phaeophyta) Memiliki pigmen dominan karoten yaitu fukosantin. Fukosantin memberi warna coklat sehingga menutupi pigmen klorofil a,c dan santofil Sebagian besar multiseluler dengan bentuk benang atau talus. Dinding selnya mengandung pektin dan algin Cadangan makanan dalam bentuk laminarin, sejenis glukosa dalam bentuk lemak Hampir semua hidup di laut Bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi. Dan secara seksual dengan isogami, anisogami, dan oogami Contoh ganggang coklat: Sargassum, Laminaria, Turbinaria, Hormosira dll Sargassum ada yang tumbuh berlimpah sehingga membentuk laut sargasso

Sargassum yang berlimpah

Hormosira

Ganggang merah (Rhodophyta) Mengandung pigmen dominan dikobilin jenis fikoeritrin. Pigmen lainnya klorofil a,d karoten dan fikosianin. Sebagian besar multiseluler, berbentuk benang atau lembaran. Dinding selnya mengandung selulosa dan pektin. Cadangan makanannya berupa florid Hidup di laut dalam Berkembang biak secara aseksual dengan spora, sedagnkan secara seksual dengan oogami.

Contoh ganggang merah: Chondrus crispus, polysiphonia sp, palmaria palmata, dll

polysiphonia sp

Manfaat ganggang bagi manusia Peranan ganggang coklat (Phaeophyta) Dimanfaatkan sebagai industry makanan atau farmasi, algin atau asam alginate dari ganggang coklat digunakan dalam pembentukan eskrim, pembentukan pil, salep, pembersih gigi, lotion dank rim, selain itu dapat dimanfaatkan untuk kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan folfornya rendah. Peran ganggang merah (Rodophyta) Manfaatnya antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik.misalnya eucheuma spinosum , selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan bakteri. Peranan ganggang keemasan (Crysophyta) Berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit, membuat saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan piringan hitam.

Peranan ganggang hijau (Clorophyta) Beberapa spesies ganggang hijau biru dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternative, misalnya Spirulina sp. Beberapa spesies ganggang hijau biru yang bersimbiosis dapat menambat (fiksasi) nitrogen bebas , sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya : Anabaena azollae.